Portal Berita Online

DPO Curas Ditangkap Polres Lampung Selatan


LAMPUNG SELATAN - Tim Unit Reskrim Polsek Penengahan yang dibackup Tekab 308 Polres Lampung Selatan menangkap daftar pencarian orang (DPO) kasus pencurian dengan kekerasan (curas) berinisial R.B. (22) pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. 

Tersangka, R.B. (22), diringkus saat bersembunyi di rumah rekannya di Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.

Kapolsek Penengahan, Donal Afriansyah, mengatakan penangkapan dilakukan setelah petugas memperoleh informasi akurat terkait keberadaan pelaku. 


“Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan intensif, tim mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Desa Sukabaru. Selanjutnya dilakukan penggerebekan dan tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan,” ujar Donal.


Kasus tersebut bermula pada Selasa, 23 September 2025 sekitar pukul 02.00 WIB di Jalan Lintas Timur, Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Korban, RY (42), saat itu dalam perjalanan dari Tangerang menuju Lampung Timur. 


Di lokasi kejadian, korban dibuntuti dua pelaku yang mengendarai sepeda motor matik. Pelaku kemudian memepet dari sebelah kiri dan memotong tas selempang warna hijau milik korban menggunakan senjata tajam.


Pelaku berhasil membawa kabur tas berisi dua unit telepon genggam, yakni Oppo Reno 13 F warna ungu dan Oppo A18 warna biru, kabel data, dompet berisi identitas KTP, SIM, NPWP, serta STNK sepeda motor. Kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta. Korban selanjutnya melaporkan kejadian itu ke SPKT Polsek Penengahan.


Dari hasil interogasi, tersangka mengakui melakukan aksi tersebut bersama rekannya, IG, yang perkaranya telah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). Tersangka juga mengaku terlibat dalam sejumlah aksi penjambretan di wilayah Kalianda, Sidomulyo, dan Penengahan.


Dalam penangkapan itu, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu kotak handphone Oppo Reno 13 F warna ungu beserta satu unit handphone milik korban. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 479 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan dan kini ditahan di Mapolsek Penengahan untuk proses hukum lebih lanjut.


Kapolsek mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat melintas pada jam rawan. “Apabila mengalami atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas, segera manfaatkan layanan kepolisian bebas pulsa 110 atau laporkan ke kantor polisi terdekat,” tegas Donal. (Is) 

Share:

Sudah Terima Sertifikasi, Guru Honorer Tak Boleh Lagi Digaji dari Dana BOS: Simak Penjelasannya


LAMPUNG SELATAN- Sejumlah guru honorer di Kabupaten Lampung Selatan yang telah menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau tunjangan sertifikasi kini tidak lagi diperbolehkan menerima gaji dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kebijakan ini ditegaskan melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan Nomor: 700/585/IV.02/2026 tertanggal 9 Februari 2026.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil pemeriksaan atau audit ketaatan pada satuan pendidikan se-Kabupaten Lampung Selatan untuk periode Januari-Agustus 2025.

Dalam surat edaran itu dijelaskan bahwa ketentuan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 8 Tahun 2025 Pasal 39 ayat 2 huruf (d).

Pada aturan tersebut ditegaskan bahwa guru yang dapat diberikan honor dari Dana BOS harus memenuhi syarat belum mendapatkan tunjangan profesi guru.

Dinas Pendidikan menegaskan, kebijakan ini bertujuan untuk menghindari praktik pendanaan ganda (double funding) atau double dipping. Guru honorer yang telah memiliki sertifikat pendidik dan menerima dana sertifikasi dari APBN sebesar Rp2 juta per bulan, tidak lagi diperkenankan menerima honor tambahan yang bersumber dari Dana BOS.

Dengan demikian, Dana BOS dapat dialokasikan untuk kebutuhan operasional sekolah lainnya agar lebih optimal dan tepat sasaran.

Jadi Temuan Pemeriksaan

Sekretaris Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan, Marko Firzada, mengungkapkan, dalam hasil audit yang dilakukan periode Januari-Agustus 2025, pembayaran honor dari Dana BOS kepada guru yang sudah bersertifikasi dinyatakan sebagai temuan pemeriksaan.

Ia menegaskan, atas temuan tersebut, guru honorer bersertifikasi yang terlanjur menerima gaji dari Dana BOS pada periode tersebut diwajibkan mengembalikan dana tersebut ke Rekening Kas Umum Daerah Lampung Selatan yang untuk kemudian diteruskan Ke Rekening Kas Umum Negara. Mekanisme pengembalian dapat dilakukan secara bertahap.

"Berdasarkan keterangan dari Dinas Pendidikan, kebijakan ini bukan keputusan mendadak. Sebelumnya, para guru telah menandatangani surat perjanjian dengan kepala sekolah yang menyatakan kesediaan mengembalikan honor dari Dana BOS apabila di kemudian hari menjadi temuan pemeriksaan,” kata Marko.

Siapa yang Wajib Mengembalikan?

Guru yang menjadi sasaran pengembalian adalah Guru Honorer BOS Tahun 2025 yang menerima dua sumber penghasilan sekaligus, yakni honor dari Dana BOS dan tunjangan sertifikasi dari pemerintah pusat.

Sementara itu, guru honorer BOS Tahun 2025 yang belum memiliki sertifikasi tidak dikenakan kewajiban pengembalian karena hanya menerima satu sumber penghasilan, yakni dari Dana BOSP.

Kriteria Penerima Honor BOS

Berdasarkan petunjuk teknis BOSP, guru honorer yang dapat dibayarkan honornya melalui Dana BOS harus memenuhi kriteria:
- Berstatus Non-ASN
- Terdaftar di Dapodik
- Memiliki NUPTK
- Belum menerima tunjangan sertifikasi

Dinas Pendidikan menyebutkan bahwa kasus serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain, karena kebijakan ini merupakan perintah dari regulasi pemerintah pusat.

Bagi guru yang ingin mengajukan keringanan pengembalian secara mencicil, dipersilakan berkonsultasi dengan Inspektorat Lampung Selatan.

Kebijakan ini ditegaskan sebagai bagian dari komitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran pendidikan agar tidak terjadi tumpang tindih pembiayaan. (Kmf-Is)

Share:

Pemkab Pesawaran Gelar Perdana Safari Ramadan 1447 H di Kecamatan Way Khilau dan Way Lima


Pesawaran – Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B, S.E., M.M., menghadiri Kunjungan Silaturahmi Ramadan Pemerintah Kabupaten Pesawaran Tahun 2026 M/1447 H yang digelar di dua lokasi, yakni Masjid Al-Zauahir, Desa Gunung Sari, Kecamatan Way Khilau, serta Masjid Nurul Huda, Desa Sidodadi, Kecamatan Way Lima Senin, (2/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda Safari Ramadhan pemerintah daerah dalam mempererat silaturahmi dengan masyarakat di 11 kecamatan.

Acara yang menghadirkan penceramah Ustadz Mun’im ini turut dihadiri Sekretaris Daerah, para staf ahli bupati, asisten, Ketua TP PKK, Ketua DWP, Ketua Dekranasda, kepala organisasi perangkat daerah, para kepala bagian, serta Camat Way Khilau dan Camat Way Lima, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah ini menjadi wujud komitmen dalam membangun komunikasi yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat di bulan suci Ramadan.

Dalam sambutannya, Bupati Nanda Indira mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat. Ia mengajak untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat keimanan, memperbanyak kebaikan, serta menjaga kerukunan antarumat beragama.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara camat, kepala desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Bupati menyampaikan bahwa sejumlah pembangunan infrastruktur jalan kini tengah digenjot guna mendongkrak roda perekonomian masyarakat.

"Mari kita berdoa semoga niat baik ini dipermudah dan kita semua selalu dalam lindungan Allah dan dijauhkan dari mara bahaya," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pesawaran turut menyerahkan bantuan hibah untuk masjid sebesar Rp10 juta, bantuan ambal dan Al-Qur’an, santunan bagi anak yatim piatu, serta paket sembako untuk kaum duafa yang disalurkan melalui Baznas Pesawaran. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh masyarakat senantiasa diberikan perlindungan dan dijauhkan dari segala mara bahaya.(klis)

Share:

Pegawai dan Warga Binaan Rutan Kelas IIB Krui Buka Puasa Bersama


Pesisir Barat - Pegawai dan Warga Binaan Rutan Kelas IIB menggelar buka puasa, Senin, 2 Maret 2026.


Kegiatan buka bersama dihadiri oleh Pejabat Struktural dan petugas Pelaksana serta diikuti warga binaan Rutan Kelas IIB Krui dengan jumlah 37 Orang beserta keluarga.


Seluruh kegiatan selesai dilaksanakan dengan aman & tertib yang selanjutnya dilaporkan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung ( Yasir )

Share:

Bupati Pesisir Barat Terima Audiensi Putri Indonesia Lampung


Pesisir Barat— Bupati Pesisir Barat, Lampung, Dedi Irawan menerima audiensi Putri Indonesia Lampung, Sabtu (28/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pesisir Barat Rena Novasari serta Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Marnentinus.

Audiensi tersebut bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus memohon dukungan dan doa restu dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dalam mengemban amanah sebagai duta daerah di tingkat provinsi maupun nasional.

Bupati Dedi Irawan menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian yang diraih. Ia berharap, kehadiran Putri Indonesia Lampung dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Pesisir Barat untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah.

“Kami Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat mendukung penuh setiap putra-putri terbaik daerah yang berprestasi. Semoga dapat membawa nama baik Lampung dan menjadi teladan bagi generasi muda,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mempromosikan potensi daerah, baik di sektor pariwisata, budaya, maupun ekonomi kreatif, sehingga sinergi antara pemerintah dan duta daerah dapat semakin memperkuat promosi serta pembangunan Pesisir Barat.(mayasir)

Share:

Korsleting Listrik, Rumah Pedagang di Penengahan Terbakar Tanpa Sisa


PENENGAHAN - Musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah milik pasangan Wandi dan Nur, warga RT 03/RW 03 Desa Belambangan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 10.15 WIB.

Peristiwa terjadi saat rumah dalam keadaan kosong. Wandi diketahui sedang berdagang keliling, sementara istrinya, Nur, berjualan di pasar sejak pagi hari. Kepala Desa Belambangan, A. Rahmat, menjelaskan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik di bagian dapur. 

"Sekitar pukul 10.15 WIB muncul percikan api yang diduga berasal dari instalasi listrik di dapur. Api kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah,” jelasnya.

Dalam waktu kurang lebih 15 menit, kobaran api melalap bangunan hingga rata dengan tanah. Warga sekitar bersama Ketua RT dan aparatur desa berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya agar tidak merembet ke rumah lainnya.

Berkat kesigapan warga, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke bangunan di sekitar lokasi. Namun, rumah korban tidak dapat diselamatkan.

Akibat kejadian tersebut, seluruh harta benda milik korban hangus terbakar. Korban dilaporkan hanya menyisakan pakaian yang melekat di badan.

“Kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta hingga Rp70 juta,” ungkap A. Rahmat.

Pemerintah Desa Belambangan langsung melakukan pendataan administrasi dan dokumentasi pascakejadian, serta melaporkan peristiwa tersebut ke pihak Kecamatan Penengahan untuk ditindaklanjuti dan diteruskan kepada instansi terkait di Kabupaten Lampung Selatan.


Kepala desa menyampaikan rasa prihatin mendalam, terlebih musibah terjadi di bulan suci Ramadan.


“Mudah-mudahan kejadian ini mendapat perhatian dari pemerintah kecamatan maupun kabupaten. Kami turut berduka atas musibah yang menimpa Pak Wandi dan Ibu Nur,” ujarnya.


Untuk sementara, pasangan tersebut akan tinggal bersama kerabat yang berada di desa yang sama. (Is) 

Share:

Satpol PP Banten Dukung Gerakan Nasional Indonesia Asri Lewat Instruksi Gubernur


Serang - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Banten Nana Suryana menyatakan dukungannya terhadap Gerakan Nasional Indonesia Asri, Aman, Sehat, Resik dan Indah yang tengah digalakkan pemerintah.

Di Provinsi Banten, gerakan tersebut diperkuat dengan diterbitkannya Instruksi Gubernur Nomor 2 Tahun 2026 tentang Gerakan Banten Bersih di Kawasan Wisata, Sungai, Jalan Protokol, Kawasan Permukiman, dan Perkantoran pada Jumat (27/2).

Nana mengatakan pihaknya siap mengawal pelaksanaan instruksi gubernur tersebut, terutama dalam aspek penegakan ketertiban umum dan pengawasan di lapangan.

“Satpol PP Provinsi Banten siap mendukung penuh pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 2 Tahun 2026 tentang Gerakan Banten Bersih. Kami akan memperkuat pengawasan dan penegakan ketertiban di kawasan wisata, sungai, jalan protokol, permukiman, hingga perkantoran, agar terwujud lingkungan yang asri, aman, sehat, resik, dan indah di seluruh wilayah Banten,” kata Nana.

Ia menegaskan kebersihan dan ketertiban lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat. Kawasan wisata dan sungai, menurutnya, menjadi perhatian karena kerap menghadapi persoalan sampah dan penataan lingkungan.

Selain itu, jalan protokol, kawasan permukiman, dan perkantoran juga menjadi fokus dalam gerakan tersebut guna menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman bagi masyarakat.

Melalui penguatan regulasi tersebut, Pemprov Banten berharap terbangun sinergi antara perangkat daerah, aparat penegak peraturan daerah, serta partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Banten yang bersih dan indah.

Share:

Bhayangkari Lampung Selatan Bagikan Takjil di Pelabuhan Bakauheni Jelang Berbuka


LAMPUNG SELATAN - Bhayangkari Cabang Lampung Selatan membagikan takjil kepada masyarakat di Pelabuhan Bakauheni, Jumat (27/2/2026) sore sekitar pukul 16:30 WIB. Kegiatan tersebut menyasar pekerja pelabuhan, pengguna jasa penyeberangan, serta pengemudi angkutan barang yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa. 

Kegiatan dipimpin langsung oleh Ny. Emy Toni Kasmiri. Pembagian takjil dilakukan di pintu masuk pelabuhan, Dermaga II, hingga kawasan SPBU Garuda Hitam Bakauheni.

Di tengah antrean kendaraan menuju kapal, para anggota Bhayangkari membagikan paket makanan dan minuman berbuka kepada para pengendara. Sejumlah sopir truk terlihat membuka kaca jendela untuk menerima bingkisan, sementara pengendara sepeda motor menepi sejenak.


Ny. Emy Toni Kasmiri mengatakan, aksi sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian Bhayangkari kepada masyarakat yang masih bekerja atau dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba.


“Kami ingin berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan. Semoga takjil ini bisa membantu masyarakat yang sedang bekerja atau dalam perjalanan agar bisa berbuka tepat waktu,” ujarnya.


Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya di ruang-ruang publik yang menjadi pusat aktivitas seperti pelabuhan.


Menjelang azan maghrib, hampir seluruh paket takjil yang disiapkan telah tersalurkan. Di tengah padatnya arus kendaraan dan aktivitas bongkar muat, kegiatan berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari masyarakat.


Bhayangkari Cabang Lampung Selatan berharap kegiatan berbagi di bulan Ramadhan ini dapat terus menumbuhkan kepedulian sosial serta mempererat hubungan dengan masyarakat.

(Red)

Share:

Polsek Palas Kembali Gelar Jumat Berkah Berbagi Takjil Untuk Pengguna Jalan

 ‎


LAMPUNG SELATAN‎— Polsek Palas kembali melaksanakan kegiatan berbagi takjil untuk kedua kalinya pada Jumat sore 27/2/2026 di wilayah Mapolsek Palas, Kabupaten Lampung Selatan. 

Kegiatan sosial tersebut menyasar para pengguna jalan yang melintas di depan kantor polisi (polsek-red) sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, khususnya di hari Jumat.


Kapolsek Palas mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepolisian dalam mendekatkan diri dengan masyarakat. “Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, terutama para pengendara yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa,” ujarnya.


‎Menurutnya, kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya sekadar membagikan makanan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. Ia menambahkan bahwa antusiasme warga cukup tinggi dan kegiatan berlangsung dengan tertib serta lancar.

Sejumlah pengendara mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Salah seorang pengguna jalan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran Polsek Palas. Ia mengatakan bahwa perhatian kecil seperti ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan.

Kegiatan yang dimulai pada sore hari itu berjalan dengan aman hingga selesai. Personel Polsek Palas turut mengatur arus lalu lintas agar pembagian takjil tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.


‎Dengan terlaksananya kegiatan berbagi takjil untuk kedua kalinya ini, Polsek Palas berharap dapat terus menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Lampung Selatan. (Hms-Is)

Share:

Stop Perang Sarung, Bhabinkamtibmas Turun ke Desa Canti Saat Ramadan


LAMPUNG SELATAN - Demi menciptakan kenyamanan dan keamanan dalam menjalankan puasa Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, aparat kepolisian aktif bergerak dan memberikan himbauan.

Aksi perang sarung yang kerap muncul setiap bulan puasa menjadi perhatian serius.

Bhabinkamtibmas Desa Canti, Aipda Deni Maydistira, turun langsung menyosialisasikan larangan perang sarung kepada warga. Ia juga memasang spanduk bertuliskan “Stop Perang Sarung” di sejumlah titik strategis Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Jumat (27/2/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama yang melibatkan remaja. 

Deni menegaskan, perang sarung yang awalnya dianggap tradisi permainan Ramadan, kerap berujung tawuran dan memicu keresahan warga. Karena itu, edukasi kepada remaja dinilai penting agar mereka memahami risiko hukum dan dampak sosial yang bisa timbul.

 

“Bhabinkamtibmas memiliki peran strategis untuk menyampaikan program-program Polri kepada masyarakat desa binaannya. Sosialisasi ini penting agar para remaja memahami sebab dan akibat jika terlibat dalam aksi perang sarung maupun kenakalan remaja lainnya,” ujar Deni.


Tak hanya perang sarung, imbauan juga mencakup larangan tawuran serta penggunaan petasan atau mercon yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain, sekaligus mengganggu kekhusyukan ibadah Ramadan.


Menurutnya, pemasangan banner bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk mencegah gangguan sejak dini.

“Saya berharap selama bulan suci Ramadan tidak ada lagi perang sarung, tawuran, ataupun menyalakan mercon, khususnya di Desa Canti. Mari kita jaga suasana tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

 

Ia juga mengajak masyarakat aktif melaporkan potensi gangguan keamanan kepada Bhabinkamtibmas, Polsek Kalianda, maupun melalui layanan call center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti.

 

Kepolisian berharap, dengan sinergi antara aparat dan warga, suasana Ramadan di Lampung Selatan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa diwarnai aksi kenakalan remaja yang meresahkan.(Is/Tim)

Share:

52 Tahun Menanti, Jalan Kota Dalam-Budidaya Akhirnya Mulus di Era Egi-Syaiful


LAMSEL, Sidomulyo - Penantian panjang warga Kecamatan Sidomulyo selama lebih dari setengah abad akhirnya berakhir.

Ruas Jalan Kota Dalam-Budidaya (R.092) resmi diresmikan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Jumat (27/2/2026), di Desa Budidaya.

Jalan yang disebut warga telah rusak sejak 1973 atau sekitar 52 tahun lalu itu kini berubah menjadi akses yang lebih layak dan aman. Peresmian tersebut disambut antusias masyarakat yang memadati lokasi acara.


Secara teknis, ruas jalan Kota Dalam-Budidaya memiliki panjang 2.420 meter dengan lebar 3 meter. Pada tahun 2025, penanganan dilakukan menggunakan konstruksi rabat beton sepanjang 1.350 meter dengan lebar 3,5 meter. Secara total, panjang jalan yang telah ditangani mencapai 2.150 meter dengan konstruksi rabat beton.


Bagi warga, pembangunan jalan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jawaban atas penantian panjang.

Ratnasih, warga Dusun 4 Desa Budidaya, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia menyebut jalan tersebut terakhir kali tersentuh pembangunan pada 1973.


“Jalan ini dari tahun 1973, jadi sudah 52 tahun baru diperbaiki sekarang ini. Perasaan saya senang sekali. Terima kasih Pak Bupati Radityo Egi Pratama sudah memperbaiki jalan yang sekian lama tidak pernah diperbaiki ini,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Lili Salamah. Ia mengaku bersyukur karena jalan yang selama puluhan tahun rusak akhirnya dibangun.


“Ini jalannya sudah rusak sekitar 52 tahun. Alhamdulillah sekarang sudah dibangun. Dulu waktu kampanye ada janji untuk membangun jalan ini, dan sekarang ditepati. Senang sekali akhirnya diresmikan,” katanya.


Dalam sambutannya, Bupati Egi menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan hingga akhir masa jabatan.

Ia menyampaikan bahwa pada awal 2025 tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Lampung Selatan berada di kisaran 54 persen.


“Dengan berbagai upaya peningkatan kualitas konstruksi jalan sepanjang 2025, alhamdulillah angka kemantapan jalan meningkat menjadi hampir 62 persen,” jelasnya.


Ia memastikan, program pembangunan dan peningkatan kualitas jalan akan terus dilanjutkan pada 2026 hingga 2027 sebagai bagian dari prioritas pemerintah daerah.

Peresmian jalan ruas Kota Dalam-Budidaya menjadi simbol terpenuhinya janji pembangunan sekaligus penanda perubahan nyata bagi masyarakat Sidomulyo.


Setelah lebih dari lima dekade, akses yang dulu rusak dan sulit dilalui kini berubah menjadi jalan yang lebih representatif, membuka harapan baru bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi warga setempat. (Is-Kmf)

Share:

Kakorlantas Pastikan Kesiapan Pelabuhan Bakauheni: Tambahan Pelabuhan


LAMPUNG SELATAN - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melakukan survei langsung ke sejumlah titik strategis di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Selatan Kamis (26/2/2026).

Guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana menjelang Operasi Ketupat Krakatau 2026.

Survei dipimpin Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, bersama jajaran lintas kementerian dan pemangku kepentingan terkait. Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 08.45 WIB saat rombongan tiba di Pelabuhan Bakauheni. 

Selanjutnya pada pukul 08.50 WIB, tim bergerak menuju Pelabuhan BBJ dan Pelabuhan Wika Beton menggunakan kendaraan roda empat untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan dermaga, akses masuk-keluar kendaraan, hingga pola rekayasa lalu lintas.


Sekitar pukul 10.15 WIB, rombongan melanjutkan peninjauan melalui jalur udara menuju Pelabuhan Indah Kiat, Banten, sebagai bagian dari pemetaan menyeluruh lintasan penyeberangan Bakauheni–Merak.


Agus menegaskan, survei ini bertujuan memastikan seluruh simpul transportasi dan infrastruktur pendukung siap menghadapi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026.


“Hari ini saya bersama seluruh stakeholder dari Kemenhub, KemenPU, Dirut Jasa Raharja dan ASDP melaksanakan survei udara dari Jakarta menuju Bakauheni. 

Kita sudah melakukan pengecekan di Pelabuhan BBJ dan Wika Beton. Ini menggembirakan karena ada penambahan satu pelabuhan, yakni Pelabuhan PT. SMA (Sumur Makmur Abadi), sehingga distribusi kendaraan diharapkan lebih cepat,” ujar Agus.


Ia menjelaskan, pengamanan Operasi Ketupat 2026 dibagi dalam empat klaster utama, yakni pengelolaan jalan tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan, serta pengamanan tempat ibadah dan lokasi wisata.


“Operasi Ketupat 2026 memiliki tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’. Kami hadir untuk memastikan perjalanan masyarakat, baik darat, laut, maupun udara, berlangsung selamat hingga sampai tujuan,” kata dia.


Dari hasil peninjauan, sejumlah pelabuhan disiapkan untuk mendukung distribusi kendaraan dan penumpang saat puncak arus mudik.


Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Capt. Suratno, mengatakan pihaknya menyiagakan empat dermaga utama.


“Pelabuhan utama adalah ASDP, kemudian Pelabuhan BBJ, Wika Beton sebagai pelabuhan pendukung, serta pelabuhan kontingensi. Dalam kondisi darurat, kami akan menggunakan Pelabuhan PT SMA. SMA dapat dimanfaatkan untuk kapal RoRo maupun Landing Craft Tank yang mengangkut kendaraan barang dan sepeda motor,” ujarnya.


Menurut dia, optimalisasi Pelabuhan Wika Beton dan SMA akan difokuskan pada kendaraan barang dan sepeda motor guna mengurai kepadatan di pelabuhan utama.

Selain sarana pelabuhan, kesiapan infrastruktur jalan juga menjadi perhatian dalam survei tersebut.


Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum, Wilan Oktavian, menyatakan perbaikan jalan nasional ditargetkan rampung sebelum masa angkutan Lebaran.


“Kami memastikan jalan nasional, baik tol maupun non-tol, pada H-10 atau 10 Maret sudah tanpa lubang. Di jalan tol juga disiapkan buffer zone untuk mendukung delay system di Pelabuhan Bakauheni maupun Merak,” katanya.


Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Rudi Irawan, menambahkan bahwa seluruh pelabuhan yang akan dioperasikan telah dievaluasi berdasarkan standar pelayanan minimal.


“Kami memastikan pelabuhan yang disiapkan untuk angkutan Lebaran sudah memenuhi standar pelayanan minimal. Pelabuhan BBJ saat ini dinilai siap digunakan, dengan harapan cuaca juga mendukung agar pelayanan penyeberangan berjalan lancar,” ujarnya.


Dengan survei langsung oleh Korlantas Polri dan dukungan lintas kementerian, kesiapan sarana-prasarana di lintasan Bakauheni–Merak diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan pergerakan kendaraan serta menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. (Is-*)

Share:

Akhirnya Mulus! Jalan Babatan-Simpang Bayur yang Bertahun-tahun Rusak Kini Resmi Dibuka


 LAMSEL, Katibung - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan meresmikan peningkatan ruas Jalan Babatan-Umbul Bayur (R127) hingga Jalan Tanjungan-Neglasari (R136) di Kecamatan Katibung, Jumat (27/2/2026) sore.

Ruas Babatan-Simpang Bayur sepanjang kurang lebih 850 meter yang sebelumnya rusak dan berlubang, kini resmi dibuka dan dapat digunakan masyarakat.


Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, sekitar pukul 17.32 WIB. Dengan mengucap basmalah, ia menandai beroperasinya akses jalan tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur dasar di wilayah itu.


“Alhamdulillah pada hari ini, tepat di hari Jumat pukul 17.32, ruas jalan Babatan-Simpang Bayur kurang lebih sepanjang 850 meter sudah selesai dikerjakan. Bismillah ini bisa memberikan dampak baik untuk masyarakat dan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Egi.


Sebelum diperbaiki, kondisi jalan tersebut dikeluhkan warga karena berlubang dan bergelombang. Kerusakan bahkan disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan semakin parah dalam tiga hingga empat bulan terakhir. Kondisi itu kerap menyulitkan aktivitas harian, baik bagi pengendara roda dua maupun roda empat.


Desi (40), salah satu warga yang hadir dalam peresmian, mengaku bersyukur atas pembangunan tersebut.


“Terima kasih Pak Bupati Egi, jalannya sudah diperbaiki, sekarang sudah bagus sekali. Dulu rusak berlubang bertahun-tahun, sekarang lewat jadi enak,” ujarnya.


Hal senada disampaikan warga lainnya yang merasakan langsung perubahan kondisi akses transportasi di wilayah tersebut. Dengan jalan yang lebih mulus, mobilitas warga menjadi lebih nyaman dan aman.


Meski demikian, sejumlah warga juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah turut memperhatikan persoalan drainase di sekitar jalan. Mereka mengeluhkan saluran air dan talud yang dinilai kurang memadai, sehingga saat hujan deras kerap terjadi genangan bahkan banjir.


“Ada satu keluhan, kalau hujan deras banjir. Got-got ini tolong diperbaiki biar airnya lancar. Kayaknya kurang tinggi atau bahkan tidak ada salurannya. Kami minta solusi untuk masyarakat Tanjung Ratu,” kata warga lainnya.


Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Egi meminta masyarakat bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun serta menyampaikan bahwa masukan warga akan menjadi perhatian pemerintah daerah.


“Dengan bismillahirrahmanirrahim, jalannya saya resmikan. Terima kasih, tolong dijaga aksesnya, mohon dijaga bersama-sama supaya apa yang sudah dibangun oleh pemerintah bisa awet dan panjang umurnya. Titip aset ini,” pesannya.


Peningkatan ruas jalan di Kecamatan Katibung ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Peresmian tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam memperbaiki infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. (Is-Kmf)

Share:

Bupati Egi Sisihkan Waktu di Tengah Agenda Padat, Duduk di Sisi Ranjang Nenek 81 Tahun yang Terbaring Stroke di Tanjungsari

 


LAMSEL, Tanjungsari - Di sela padatnya agenda pemerintahan, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama memilih berhenti sejenak. Bukan untuk beristirahat, melainkan untuk duduk di sisi ranjang seorang nenek renta yang terbaring lemah di rumah sederhana di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjungsari, Kamis (26/2/2026).

Nenek itu adalah Sukinem (81). Tubuhnya melemah akibat hipertensi yang berujung stroke. Di ruangan sederhana itulah, suasana mendadak hening ketika Egi mendekat, menyapa dengan lembut, dan memastikan langsung kondisi serta penanganan yang diterima.


Tanpa sekat formalitas, Egi duduk berhadapan dengan keluarga Sukinem. Ia tak hanya berbicara, tetapi juga memberi instruksi tegas kepada Sekretaris Daerah Supriyanto yang turut mendampingi kunjungan bersama jajaran perangkat daerah.


“Pak Sekda ini tolong diprioritaskan. Bu nanti dibantu ya Bu, nanti dari pemerintah daerah, mudah-mudahan bisa meringankan,” ujarnya, memastikan agar perhatian terhadap Sukinem tidak berhenti pada kunjungan semata.


Sebagai bentuk kepedulian langsung, Egi juga menyerahkan bingkisan sembako kepada keluarga. Bantuan itu mungkin sederhana, namun pesan yang dibawa jauh lebih besar, kehadiran pemerintah harus terasa hingga ke ruang-ruang paling sunyi warganya.


Camat Tanjungsari, Handoyo Soesilo, menjelaskan bahwa pihak kecamatan sebelumnya telah melakukan pendataan dan asesmen terhadap warga sakit dan penyandang disabilitas. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta pendamping sosial masyarakat telah dilibatkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.


Menurutnya, arahan langsung dari Bupati Lampung Selatan menjadi penguat bagi jajaran di tingkat kecamatan agar percepatan bantuan sosial dapat segera direalisasikan.


“Kami berharap Ibu Sukinem bisa segera mendapatkan program bantuan sosial sesuai kondisi yang ada, baik PKH, BPNT, maupun bantuan sosial lainnya,” kata Handoyo.


Ia juga memaparkan inovasi Kecamatan Tanjungsari bertajuk “Bakso Tansa” (Bakti Sosial Tanjungsari), kegiatan rutin setiap Jumat berupa kunjungan dari rumah ke rumah bagi warga sakit dan disabilitas bersama UPT Puskesmas Rawat Inap Tanjungsari. Dalam program tersebut, warga mendapatkan pelayanan kesehatan sekaligus bantuan sembako.


Kunjungan ini menjadi gambaran bahwa pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan tidak hanya berbicara soal jalan, jembatan, dan infrastruktur fisik. Di sela peresmian proyek dan agenda resmi, perhatian terhadap warga yang terbaring sakit tetap menjadi prioritas.


Langkah itu mungkin tampak sederhana, duduk di samping ranjang seorang nenek, menyentuh tangannya, memberi semangat, lalu memastikan bantuan diprioritaskan.

Namun dari rumah kecil di Desa Kertosari, pesan kepemimpinan itu terasa jelas, pemimpin tidak hanya hadir di podium, tetapi juga di ruang-ruang sunyi tempat warganya paling membutuhkan. (Is-Kmf)

Share:

Kolaborasi Strategis Pemkab Lampung Selatan dan Danantara, Transformasi Beranda Sumatra Jadi Destinasi


LAMSEL, Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menjajaki kolaborasi strategis dengan Danantara untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan dan meningkatkan kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian daerah.

Langkah ini diambil menyusul tingginya angka kunjungan wisata yang belum berbanding lurus dengan dampaknya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan ke Lampung Selatan tercatat mencapai 1.647.716 orang. Namun, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB masih berada di kisaran 1,27 persen. Salah satu faktor utama rendahnya dampak ekonomi adalah rata-rata lama tinggal (length of stay) wisatawan yang hanya sekitar tiga jam.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan hal tersebut dalam rapat lanjutan pembahasan pengembangan wilayah bersama Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).


Dalam pertemuan itu, Bupati Egi didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto serta jajaran kepala perangkat daerah terkait. Hadir pula perwakilan Kemenko Bidang Pangan Irna Narulita dan sejumlah pimpinan BUMN sektor pariwisata, termasuk Direktur Utama dan Komisaris Utama InJourney serta Direktur Utama ITDC.


Bupati Egi menyebut Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi besar yang belum dikelola secara optimal. Dengan posisi strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatra dan kedekatannya dengan Jakarta, daerah ini dinilai memiliki keunggulan kompetitif untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan.


“Lampung Selatan ini seperti hidden paradise. Alamnya indah, posisinya strategis, dan punya ikon dunia seperti Gunung Anak Krakatau. Tantangannya adalah bagaimana kita mengelola dan mengintegrasikan potensi itu agar memberi nilai tambah ekonomi,” ujar Egi.


Menurutnya, kolaborasi dengan Danantara dan BUMN sektor pariwisata menjadi langkah konkret untuk mempercepat pengembangan kawasan wisata berbasis integrasi.


Pemerintah daerah membutuhkan dukungan investasi, transfer pengetahuan, serta perencanaan terpadu agar potensi yang ada dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.


Pengembangan kawasan terintegrasi dinilai penting guna meningkatkan daya tarik dan memperpanjang lama tinggal wisatawan.

Dony Oskaria menilai Lampung Selatan memiliki sejumlah destinasi potensial yang sebagian berada dalam ruang lingkup aset BUMN. Ia menekankan pentingnya percepatan pengembangan kawasan wisata terintegrasi untuk meningkatkan daya saing daerah.


“Lampung Selatan dekat sekali dengan Jakarta, apalagi sekarang akses tol sudah memadai. Potensinya luar biasa dan harus dioptimalkan,” ujarnya.


Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga mendorong peningkatan belanja wisatawan, memperpanjang length of stay, dan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat setempat.


Sebagai bagian dari strategi jangka menengah, Pemkab Lampung Selatan menyiapkan sejumlah langkah pendukung, antara lain penyusunan blueprint pengembangan wilayah berbasis potensi pariwisata, penguatan city branding “South Lampung Spirit of Krakatoa”, digitalisasi pelayanan publik melalui HALLO LAMSEL dan Mal Pelayanan Publik. Kemudian, pengembangan aplikasi virtual tour, kemudahan perizinan, pelibatan masyarakat lokal, serta kolaborasi pentahelix.


Dengan konektivitas yang terus membaik dan posisi strategis sebagai Beranda Sumatra, Lampung Selatan diproyeksikan bertransformasi dari daerah transit menjadi destinasi wisata berbasis kawasan terintegrasi yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. (Is-Kmf)

Share:

Sekda Pesisir Barat Bersama Plt. Kadis Lingkungan Hidup Hadiri Rakornas Pengelolaan Sampah


Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, didampingi Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2026. Di Jakarta ,25-26 Februari 2026.


Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup,merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam penanganan darurat sampah nasional serta bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 l.yang mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)”.


Rakornas tsb bertujuan mendorong percepatan penyelesaian permasalahan sampah secara sistematis dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.


Acara dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat dipandang sebagai isu sektoral semata, melainkan isu strategis nasional yang berdampak pada ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, pariwisata, serta keberlanjutan lingkungan.

Ia mendorong penguatan kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang modern dan berorientasi pada ekonomi sirkular.ungkapnya.


Selain itu Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian,menyampaikan peran dan tanggung jawab pemerintah daerah sebagai ujung tombak pengelolaan sampah. Ia meminta kepala daerah untuk memastikan tersedianya regulasi yang memadai, alokasi anggaran yang proporsional, serta pengawasan yang konsisten terhadap operasional pengelolaan sampah di daerah. Mendagri juga mendorong integrasi indikator kinerja pengelolaan sampah dalam evaluasi kinerja pemerintah daerah.


Menteri Pekerjaan Umum dalam paparannya bertema “Pembangunan dan Optimalisasi Infrastruktur Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan” menegaskan pentingnya transformasi sistem TPA dari open dumping menuju sanitary landfill yang ramah lingkungan.


Disamping itu, pembangunan TPS3R dan fasilitas pengolahan sampah terpadu harus direncanakan berbasis kebutuhan daerah serta didukung oleh skema pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan.


Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menyoroti pentingnya peran desa sebagai garda terdepan dalam perubahan perilaku masyarakat. Ia mendorong optimalisasi dana desa untuk program pengelolaan sampah berbasis komunitas, pembentukan bank sampah, serta penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah bernilai ekonomis.


Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN menyampaikan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam membangun budaya sadar lingkungan. Edukasi sejak dini mengenai pemilahan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat harus dimulai dari rumah tangga sebagai unit terkecil masyarakat.


Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dalam arahannya bertema “Target Reformasi Pengelolaan Sampah Nasional dari Hulu ke Hilir” menegaskan bahwa reformasi pengelolaan sampah harus terintegrasi dalam dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah dan jangka panjang, baik di tingkat nasional maupun daerah.


Ia menyampaikan pentingnya pencapaian target pengurangan sampah di sumber, peningkatan persentase daur ulang, serta pengurangan ketergantungan pada TPA.


Pemerintah daerah diminta menyelaraskan perencanaan, penganggaran, serta indikator kinerja agar target nasional dapat dicapai secara terukur dan berkelanjutan.(mayasir) 


Sebagai penutup, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat penanganan darurat sampah melalui penguatan kebijakan pengurangan sampah di sumbernya, peningkatan kapasitas daur ulang, pengawasan terhadap TPA open dumping, serta penegakan hukum bagi pihak-pihak yang tidak memenuhi ketentuan pengelolaan lingkungan. (Yubsir) 

Share:

8 Buronan Kabur Dari Sel Polres Way Kanan, 3 Tahanan Ditangkap, 5 Dalam Pengejaran


LAMPUNG - Perburuan delapan tahanan dari sel Polres Way Kanan mulai menemukan titik terang. Dalam dua hari terakhir, polisi kembali membekuk dua buronan. Penangkapan itu dilakukan saat warga tengah terlelap dan sebagian bersiap santap sahur.

Dengan penangkapan terbaru tersebut, total tiga tahanan yang sempat meloloskan diri usai merusak plafon ruang tahanan pada 22 Februari 2026 kini sudah kembali diamankan.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, membenarkan kabar tersebut. Ia memastikan tim gabungan terus bergerak memburu para pelarian.

“Iya benar, sudah ditangkap dua lagi. Jadi total sekarang sudah tiga tahanan yang kembali kami amankan,” kata Kombes Yuni saat dikonfirmasi, pada hari Selasa (24/2/2026).

Dua tahanan yang baru ditangkap masing-masing berinisial SR dan S.

S (Sairul) diringkus di sebuah rumah kontrakan dekat SD 2 Kecamatan Bukit Kemuning, pada hari Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 03.30 WIB, tepat ketika warga bersiap makan sahur. Polisi menyergap tanpa memberi celah untuk kabur.

Sementara Surmanto alias Ragil lebih dulu dibekuk pada hari Senin (23/2/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Ia bersembunyi di sebuah gubuk di area kebun wilayah Kabupaten Way Kanan. Petugas yang telah mengantongi informasi langsung bergerak dan mengamankannya tanpa perlawanan berarti.

Sehari setelah kabur, aparat gabungan dari Polda Lampung dan Polres Way Kanan lebih dulu menangkap seorang wanita berinisial SR, yang diketahui bekerja sebagai penjaga kantin.

SR diduga menyelundupkan gergaji besi ke dalam ruang tahanan. Alat itulah yang kemudian dipakai untuk merusak plafon sel, menjadi jalan keluar bagi para tahanan.

Satu tahanan lain, HE, juga sudah lebih dulu diamankan. Ia tertangkap setelah warga Negeri Baru, Kecamatan Umpu Semenguk, melaporkan keberadaan pria mencurigakan. Petugas menemukan HE kawasan Kilometer 14 setelah ia meminta bantuan warga karena kehausan.


Kini, lima tahanan lainnya masih dalam pengejaran. Polisi mengintensifkan patroli dan memperketat pengamanan rumah tahanan untuk mencegah insiden serupa terulang.


Perburuan belum usai. Aparat memastikan akan terus memburu para buronan hingga seluruhnya kembali ke balik jeruji. (Is) 

Share:

PT. Juang Jaya Abdi Alam Salurkan Susu Gratis untuk Siswa di Lampung Selatan


LAMPUNG SELATAN - Komitmen PT. Juang Jaya Abdi Alam dalam mendukung peningkatan gizi anak terus diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa pembagian susu gratis kepada siswa-siswi kepada beberapa sekolah di Kecamatan Sidomulyo dan Kecamatan Kalianda, Rabu (25/02/2025).


Perusahaan yang bergerak di bidang penggemukan sapi potong dan pengolahan susu sapi ini membagikan susu pasteurisasi atau susu murni kepada sekolah-sekolah, susu pasteurisasi tersebut mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya kesehatan dan fungsi otak.


Program pembagian susu gratis ini telah berjalan sejak Oktober 2025, Hingga awal februari 2026, tercatat sebanyak 13.029 siswa telah menerima manfaat dari program tersebut. Diantaranya berasal dari berbagai sekolah di Kecamatan Sidomulyo, termasuk SMA Kebangsaan Kalianda dengan jumlah 542 siswa serta Pondok Pesantren Anwarul Huda Sidomulyo sebanyak 225 siswa.


Dalam pelaksanaan kegiatan di kedua lembaga pendidikan tersebut, perusahaan membagikan dan menggunakan sekitar 200 liter susu pasteurisasi untuk memastikan seluruh siswa menerima asupan gizi yang merata dan berkualitas.


Salah satu tenaga pendidik, Rido di Sidomulyo mengatakan apresiasinya atas program tersebut,


“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada PT Juang Jaya Abdi Alam atas kepeduliannya kepada murid-murid di sekolah kami. Bantuan susu ini sangat bermanfaat bagi pertumbuhan anak, terutama untuk mendukung perkembangan otak mereka,” ujarnya.


Antusiasme juga datang dari para siswa penerima manfaat. Anita salah satu seorang murid mengaku senang dengan program pembagian susu gratis tersebut karena rasanya segar dan enak untuk dikonsumsi.


“Melalui program ini, PT. Juang Jaya Abdi Alam berharap kehadirannya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak di lingkungan sekitar Perusahaan,” ungkapnya. (Rilis)

Share:

Safari Ramadan Plh. Kakanwil Ditjenpas Lampung Beri Ceramah kepada Ratusan WBP Lapas Kalianda


KALIANDA – Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Lampung, Maulidi Hilal, bersama jajaran melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Lapas Kelas IIA Kalianda. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan, Selasa (24/2).

Safari Ramadan diawali dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Momen ini tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan antara jajaran dan warga binaan, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan nilai kebersamaan, kesederhanaan, serta rasa syukur di bulan suci.

Usai berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat tarawih berjamaah. Ibadah bersama ini, yang diharapkan mampu memberikan ketenangan batin, memperkuat keimanan, serta menjadi bagian dari proses pembinaan kepribadian WBP agar semakin siap menjalani perubahan ke arah yang lebih baik.

Plh Kakanwil menyampaikan pesan kepada Warga Binaan lapas agar selalu bersukur dengan nikmat yang diberikan kepada diri masing-masing.

"Bersyukur masih menjalankan ibadah tarawih berjamaah serta bisa menjalankan ibadah berpuasa dan mensukuri nikmat sehat yang ALLAH beri kepada diri kita masing-masing," ucap Plh. Kakanwil.

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. “Safari Ramadan ini menjadi penyemangat bagi kami dan warga binaan untuk terus meningkatkan kualitas ibadah serta menjaga suasana yang aman dan kondusif. Semoga momentum ini memperkuat pembinaan spiritual dan kebersamaan di dalam lapas,” tutup Kalapas. (Hms-Is)

Share:

Tembus Rp3,040 Triliun! Investasi Lampung Selatan 2025 Over Target 115 Persen, Bukti Komitmen Bupati Radityo Egi Permudah Perizinan


LAMSEL, Kalianda - Realisasi investasi Kabupaten Lampung Selatan tahun 2025 melampaui target yang ditetapkan. Hingga akhir Triwulan IV 2025, nilai investasi tercatat mencapai Rp3,040 triliun atau 115 persen dari target Rp2,64 triliun.

Capaian tersebut menjadi bukti konkret komitmen Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan perizinan berusaha di Bumi Khagom Mufakat.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang dilansir melalui laman resmi data.bkpm.go.id, target investasi 2025 Kabupaten Lampung Selatan yang ditetapkan sebesar Rp2,64 triliun berhasil dilampaui dengan realisasi Rp3,040 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Kabupaten Lampung Selatan, Rio Gismara, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan tren positif pertumbuhan investasi di daerah.

“Target investasi 2025 Rp2,64 triliun, realisasi tercapai Rp3,040 triliun atau over target 115 persen,” ujar Rio Gismara saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2025).

Menurut Rio, komitmen Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama dalam menyederhanakan dan mempercepat proses perizinan menjadi faktor utama meningkatnya minat investor untuk menanamkan modal di Lampung Selatan.

Ia menjelaskan, promosi investasi juga dilakukan secara aktif dengan strategi jemput bola, termasuk memperkenalkan potensi daerah kepada investor nasional. Fokus utama diarahkan pada pengembangan Kota Kalianda dan sekitarnya sebagai wajah ibu kota kabupaten yang akan dibangun menjadi kawasan pariwisata premium.

“Fokus di tahun 2026 tetap mengarah ke sektor pariwisata untuk mengembangkan Kota Kalianda dan sekitarnya sebagai wajah ibukota serta membranding sebagai kawasan pariwisata premium,” kata Rio.

Secara sektoral, realisasi investasi 2025 didominasi sektor listrik, gas dan air, industri makanan, serta perdagangan dan reparasi. Selain itu, potensi industri pengolahan dan sektor hospitality juga terus dipromosikan sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

Dengan capaian tersebut, Lampung Selatan tercatat sebagai kabupaten dengan realisasi investasi tertinggi di Provinsi Lampung pada 2025, meski masih berada di bawah Kota Bandar Lampung yang membukukan nilai investasi sebesar Rp3,835 triliun.

Realisasi investasi tahun 2025 tersebut juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja sebanyak 4.209 orang. Peningkatan investasi ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menargetkan peningkatan kualitas investasi yang tidak semata berorientasi pada nilai nominal, tetapi juga pada dampak ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan sektor unggulan daerah, termasuk pengembangan agroeduwisata sebagai program prioritas kepala daerah. (MHR-IS)

Share:

Front Cipayung Plus dan BEM Lampung Selatan Aksi, Soroti Kepemimpinan Bupati dan Wabup


LAMPUNG SELATAN - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Front Cipayung Plus dan BEM Lampung Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati dan Gedung DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Senin (23/2/2026).

Para aksi menyoroti kinerja Bupati Egi dan Wakil Bupati Syaiful yang sudah satu tahun memimpin daerah kabupaten Lamsel.

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa aksi bergerak dari Lapangan Cipta Karya, Kalianda, menuju kompleks perkantoran dinas bupati dengan melakukan konvoi menggunakan sepeda motor, disertai satu unit mobil komando. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung menyampaikan orasi secara bergantian.

Sempat situasi memanas ketika itu sejumlah perwakilan dari mahasiswa mencoba untuk memasuki area kantor bupati memastikan keberadaan Egi Bupati Lamsel.

Namun’ yang bersangkutan tidak berada di tempat. Lalu Pemerintah daerah kemudian mengutus Asisten Pemerintahan Setdakab Lampung Selatan, M. Darmawan, untuk menemui massa aksi.

Mereka bahkan mengancam akan menggelar aksi jilid II dalam waktu 1×24 jam jika tidak mendapat ruang dialog langsung dengan Bupati.

Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa karena tidak dapat bertemu langsung dengan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang disebut sedang berada di luar daerah.

Sebelumnya Mahasiswa awalnya menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Kantor Bupati, lalu bergerak menuju Gedung DPRD Lampung Selatan untuk menyampaikan tuntutan serupa kepada wakil rakyat.

Di Gedung DPRD, mahasiswa massa aksi hanya ditemui oleh Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan, Merik Havit, SH, MH. Politisi muda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan menerima lalu mendengarkan aspirasi mahasiswa secara langsung.

“Yang pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa semua yang hadir di sini. Yang kedua, bahwa kantor DPRD ini adalah kantor rakyat, kantor yang dibangun pakai uang rakyat. Jadi siapapun bebas menyampaikan aspirasi dan memberikan masukan kepada kami,” ucapnya Merik di hadapan para demonstran.

Menanggapi tuntutan mahasiswa yang ingin meminta bertemu langsung dengan Ketua DPRD, Merik menjelaskan bahwa hampir seluruh anggota DPRD tengah mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang telah terjadwal sebelumnya.

“Kami mohon maaf karena Ketua DPRD tidak bisa menemui adik-adik. Kerenah Surat pemberitahuan aksi baru kami terima tadi malam dan kebetulan juga berbenturan dengan kegiatan Bimtek. Namun saya sebagai unsur pimpinan juga di DPRD akan memastikan bahwa apa yang menjadi tuntutannya akan kami perjuangkan dan diteruskan kepada pimpinan,” jelasnya merik.

Dalam hal tersebut, Mahasiswa secara khusus menyoroti satu tahun masa kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar. Mereka menilai sejumlah janji kampanye yang terangkum dalam konsep “Pitu Vista” belum terealisasi secara nyata di tengah masyarakat.

Mahasiswa yang menuntut evaluasi menyeluruh atas tujuh misi pembangunan yang menjadi dasar kepemimpinan Egi–Syaiful selama satu tahun terakhir. Menurut mereka, berbagai gagasan dan kritik konstruktif sebelumnya telah disampaikan melalui jalur audiensi dan saran resmi, namun’ tidak mendapatkan respons yang memadai dari pemerintah.

“Nanti akan kami sampaikan secara rinci tujuh misi itu ketika kami bertemu langsung dengan Bupati Lampung Selatan,” Ujarnya.

Mesyur dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lampung Selatan.
Ia menegaskan, Cipayung Plus dan BEM Lampung Selatan hadir sebagai mitra kritis pemerintah daerah, bukan sebagai oposisi tanpa dasar. Namun, minimnya kehadiran pejabat saat aksi berlangsung justru mempertegas kekecewaan mereka.

“Kami sudah di Kantor Bupati, yang hadir bukan Bupati bahkan bukan Wakil Bupati. Kami ke Gedung DPRD, dari sekitar 50 anggota DPRD hanya satu yang hadir. Ini menunjukkan minimnya keseriusan dalam menerima aspirasi rakyat,” tegas Mesyur.

Usai melakukan deklarasi di depan Kantor Bupati, mahasiswa memberikan ultimatum. Mereka menegaskan akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa lebih besar apabila dalam 1×24 jam tidak ada kepastian jadwal audiensi langsung dengan Bupati.

“Kami akan menggelar aksi jilid II dengan massa yang lebih banyak dari hari ini,” ancamnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Lampung Selatan, M. Darmawan yang menemui mahasiswa di lokasi aksi, menyampaikan pesan dari Bupati yang saat ini berada di Jakarta.

“Bupati Lampung Selatan akan menjadwalkan waktu lain untuk bertemu adik-adik mahasiswa. Silakan sampaikan apa yang perlu disampaikan nanti dalam forum tersebut,” ujar Darmawan.

Hingga menjelang waktu Maghrib, sebagian mahasiswa masih bertahan di depan gerbang Kantor Bupati dengan membentangkan sejumlah spanduk bernada kritik. Di antaranya bertuliskan, “Mu Lampung Selatan Maju? Jangan cuma janji manis, kami perlu pemimpin yang bijak. Buktikan kerjamu, jangan hanya omongan” serta “Evaluasi 1 Tahun Pitu Vista Bupati Lampung Selatan.”

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Namun, ultimatum yang disampaikan mahasiswa menjadi sinyal bahwa gelombang protes terhadap evaluasi satu tahun kepemimpinan di Lampung Selatan berpotensi kembali memanas dalam waktu dekat. (Is)

Share:

Penanganan Cepat Jalan Rusak Dorong Aktivitas Ekonomi Warga di Daerah


Metro --- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal meninjau penanganan reaksi cepat perbaikan ruas jalan provinsi di Kota Metro dan Kabupaten Lampung Tengah, Senin (23/2/2026). Peninjauan dilakukan bersama Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung M. Taufiqullah untuk memastikan kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik Lebaran.

Salah satu titik yang ditinjau yakni Jalan Pattimura di Metro Utara, Kota Metro. Ruas ini merupakan jalur penghubung strategis antara Kota Metro, Kabupaten Lampung Timur, dan Lampung Tengah.

Selain itu, Gubernur juga meninjau ruas Jalan Merapi di Desa Nambah Dadi, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah. Kedua ruas tersebut menjadi prioritas penanganan cepat karena mengalami kerusakan yang berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat.

Dalam keterangannya di sela-sela kegiatan, Gubernur Mirza mengatakan perbaikan yang dilakukan saat ini bersifat sementara. Fokusnya adalah penebalan badan jalan dan penutupan lubang agar perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran lebih aman dan nyaman.

"Ini sementara kita tutup lubang-lubang supaya Lebaran bisa nyaman jalannya. Perbaikan permanen akan kita mulai setelah Lebaran," ujar Gubernur.

Ia menjelaskan, untuk Jalan Pattimura akan dilakukan pembangunan permanen menggunakan konstruksi rigid beton sepanjang sekitar satu kilometer di sisi kanan dan kiri jalan. Anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 10 miliar dan sudah termasuk pembenahan saluran irigasi atau drainase di sepanjang ruas tersebut.

Menurut Gubernur, kerusakan berulang di Jalan Pattimura dalam tiga tahun terakhir tidak lepas dari persoalan drainase. Ia menemukan banyak saluran air yang tertutup dan tidak dibersihkan sehingga menyebabkan genangan dan mempercepat kerusakan badan jalan.

"Drainasenya banyak yang tidak pernah dibersihkan, bahkan ada yang tertutup. Air menggenang, akhirnya jalan rusak lagi. Tahun ini kita perbaiki lagi, tapi drainase harus dibenahi," katanya.

Share:

Safari Ramadan Jadi Momentum Pemprov Lampung Dengarkan Aspirasi dan Bantu Masyarakat


Lampung Tengah — Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi bersama masyarakat di Masjid At-Taqwa, Kampung Onoharjo, Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Senin (23/2/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dan didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri.

Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur menyerahkan bantuan dana hibah untuk masjid, santunan kepada anak yatim piatu, serta Al-Qur’an bagi masyarakat. Bantuan itu merupakan bagian dari program penguatan keagamaan dan sosial yang digulirkan Pemprov Lampung selama Ramadan.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengatakan Safari Ramadan menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat penting untuk memastikan setiap program berjalan tepat sasaran.

"Safari Ramadan ini ruang bagi kita untuk bertemu langsung, mendengar, dan memastikan apa yang kita kerjakan benar-benar dirasakan manfaatnya," ujar Gubernur.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan posisi strategis Lampung Tengah sebagai lumbung pangan provinsi. Kabupaten ini dikenal sebagai sentra produksi padi, jagung, singkong, peternakan sapi dan kambing, serta komoditas hortikultura.

Ia menilai, kekuatan Lampung Tengah menjadi penopang utama pembangunan daerah. "Kalau Lampung Tengah kuat, Lampung akan semakin kokoh," ucapnya.

Selain sektor pertanian, Gubernur juga menyoroti peningkatan harga komoditas seperti padi, jagung, dan singkong yang dinilai membantu mendorong perbaikan ekonomi petani. Kebijakan penyesuaian harga tersebut disebut berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat pedesaan.

Di bidang infrastruktur, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sekitar Rp 300 miliar untuk perbaikan jalan provinsi di Lampung Tengah pada 2026. Anggaran itu meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata berkisar Rp 50–60 miliar.

Sejumlah ruas prioritas yang diperbaiki antara lain Bandar Jaya–Mandala, Punggur, Seputih Surabaya–Sadewa, Metro–Kota Gajah, hingga Padang Ratu–Kalirejo–Bangunrejo. Pemerintah menargetkan sekitar 95–98 persen jalan provinsi di Lampung Tengah dalam kondisi mantap pada tahun ini.

"Ketika jangkar pembangunan kita kuat, maka rotasi ekonomi dan pembangunan akan bergerak lebih cepat," ujar Gubernur.

Share:

Pemprov Lampung Dorong Zona Integritas, Lebih Transparan dan Akuntabel


Lampung Selatan --- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Inspektorat Provinsi Lampung menjadi narasumber dalam Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) yang digelar di Aula GSG Presisi Polda Lampung, Senin (23/02/2026).

Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) ini digelar oleh Kepolisian Daerah Lampung dalam upaya Reformasi Birokrasi untuk menciptakan instansi pemerintah yang bersih dari korupsi, melayani dengan baik, transparan dan akuntabel.

Inspektur Provinsi Lampung, Bayana, menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan bagian dari strategi percepatan Reformasi Birokrasi nasional yang bertujuan mewujudkan instansi yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta menghadirkan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.

"Membangun Zona Integritas itu diawali dengan komitmen bersama, dimulai oleh pimpinan tertinggi. Ketika komitmen itu kuat, maka perubahan akan berjalan hingga ke seluruh jajaran," ujar Bayana.

Ia menjelaskan, predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) maupun Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bukanlah tujuan akhir semata, melainkan hasil dari proses perbaikan yang sistematis dan berkelanjutan.

"Zona Integritas ini adalah akhir dari sebuah reformasi birokrasi yang kita harapkan menjadi wujud nyata komitmen menghadirkan pelayanan dengan petugas yang berintegritas," tegasnya.

Dalam paparannya, Bayana juga menekankan bahwa mekanisme penilaian pembangunan ZI dilakukan secara objektif dan berlapis.

"Penilaian itu tidak hanya dilakukan secara terbuka, tetapi juga bertingkat secara tertutup untuk memastikan apakah unit pelayanan benar-benar melaksanakan pelayanan dengan integritas," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak perlu menunggu kondisi yang sempurna.

"Walaupun belum sepenuhnya memenuhi syarat, kita mulai saja untuk mewujudkan Zona Integritas. Yang penting ada komitmen dan perbaikan yang dilakukan secara nyata," tambahnya.

Lebih lanjut, Inspektur memaparkan enam komponen pengungkit pembangunan ZI, mulai dari manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Seluruh komponen tersebut harus berjalan selaras untuk menghasilkan perubahan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Melalui kegiatan yang diselenggarakan Polda Lampung ini, diharapkan semangat pembangunan Zona Integritas semakin menguat, tidak hanya di lingkungan kepolisian tetapi juga di seluruh instansi pelayanan publik, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Polri bersama TNI dan Pemda Perkuat Patroli di Jam Rawan Ramadha


LAMPUNG SELATAN - Pengamanan saat masyarakat menjalankan ibadah menjadi fokus utama jajaran Polres Lampung Selatan bersama TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri menegaskan, pola pengamanan tahun ini difokuskan pada waktu-waktu krusial yang berkaitan langsung dengan aktivitas ibadah masyarakat, mulai dari ngabuburit, pelaksanaan salat tarawih, hingga sahur. Hal tersebut disampaikan saat membacakan amanat Kapolda Lampung dalam Apel Gelar Pasukan pengamanan ibadah Ramadhan. Senin, 23/02/2026.

“Pengamanan ini untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perubahan pola aktivitas masyarakat selama bulan puasa—dari dini hari hingga malam hari—membawa konsekuensi terhadap meningkatnya potensi kerawanan kamtibmas. Karena itu, aparat keamanan dituntut hadir di tengah masyarakat, baik saat warga beristirahat maupun ketika menjalankan ibadah.

“Ketika masyarakat beribadah, kita menjaga. Ramadhan adalah waktu di mana kewaspadaan harus ditingkatkan dan kehadiran aparat harus semakin nyata,” kata Toni.

Pada waktu ngabuburit, personel ditempatkan di sejumlah titik keramaian seperti pasar tumpah dan sentra penjualan takjil. Pengaturan arus lalu lintas diperketat guna mengantisipasi kemacetan, mencegah potensi gesekan antarwarga, serta menekan peluang terjadinya tindak kriminalitas di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang berbuka puasa.

Memasuki waktu salat tarawih, pengamanan difokuskan pada area masjid dan lingkungan sekitarnya. Petugas melakukan penjagaan di area parkir untuk mengantisipasi pencurian kendaraan bermotor, sekaligus melaksanakan patroli dialogis demi memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama ibadah berlangsung.

Sementara itu, pada waktu sahur yang dinilai sebagai jam rawan, patroli gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah ditingkatkan untuk mencegah aksi balap liar, konvoi kendaraan yang mengganggu ketertiban umum, serta potensi kegiatan sahur on the road yang mengarah pada tindakan anarkis.

Selain pengamanan preventif dan penegakan hukum, aparat juga mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas. Personel diminta mengutamakan sikap persuasif dan edukatif, khususnya dalam menangani pelanggaran ringan selama Ramadhan.

Dengan penguatan patroli di jam-jam ibadah tersebut, aparat berharap stabilitas kamtibmas tetap terjaga, sehingga umat Islam dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah Ramadhan dengan aman, tertib, dan nyaman. (Hms-Is)

Share:

Ramadhan, Jam Operasional RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Seperti Biasa


Kota Bekasi – RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi komitmen memberikan pelayanan prima pada masyarakat. 

Hal ini terbukti, saat Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, di saat layanan publik lainnya membatasi atau mengurangi jam layanan, RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tetap melayani seperti biasa.

Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Dr. dr. Ellya Niken Prastiwi, MKM., MARS yang akrab di sapa dr. Niken mengungkapkan seluruh layanan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tidak ada perubahan jam layanan atau dalam kata lain tetap seperti biasa.

“Layanan rawat jalan seperti biasa, jam pendaftaran hari senin sampai kamis pukul 07:00 s/d 11:00, kemudian hari jumat dan sabtu pukul 07:00 s/d 10:00 WIB”, ungkapnya.

Lebih lanjut dr. Niken menjelaskan “untuk IGD kita juga tetap melayai 24 jam, tidak ada pengurangan jam kerja juga bagi pegawai, jadi pegawai bekerja tetap sesuai dengan jam kerja normal”.

“Layanan rutin lainnya seperti hemodialisa atau cuci darah tetap melayani seperti biasa yang sudah terjadwal, layanan hemodialisa buka 3 shift, bahkan saat ini sudah tersedia layanan hemodialisa pasien infeksius seperti hepatitis B dan HIV”, sambungnya.

“Untuk pengunjung lainnya seperti yang mau besuk juga sama masih seperti biasa, jam besuk di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi hanya di pukul 17:00 s/d 19:00”, jelasnya.

“Jadi untuk warga masyarakat Kota Bekasi yang membutuhkan layanan kesehatan ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid tidak perlu khawatir mengenai jam operasional yang berubah selama ramadhan”, pungkasnya.

Seperti diketahui media sosial RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi sangat aktif, jika ada pengumuman perubahan jam layanan atau pengumuman libur layanan masyarakat bisa mengaksesnya dengan mudah. (Adv) 

Share:

Kadis BMBK Lampung Pastikan Jalan Provinsi Aman Dilalui Selama Arus Mudik


 Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung memastikan seluruh ruas jalan provinsi yang masuk dalam kegiatan pemeliharaan akan ditangani sebelum Lebaran,l. Sehingga tidak ada jalan berlubang yang membahayakan pengguna jalan selama arus mudik dan balik Idulfitri.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menegaskan bahwa penanganan ini bersifat pemeliharaan rutin dan darurat. Difokuskan pada penambalan dan perbaikan titik-titik rusak di ruas jalan provinsi.

“Untuk kepentingan mudik, jalan provinsi harus aman dan nyaman dilalui. Ruas yang masuk pemeliharaan kami tangani sebelum Lebaran, supaya tidak ada lubang yang membahayakan masyarakat,” ujar Taufiqullah.

Ia menegaskan bahwa pekerjaan tersebut berbeda dengan pembangunan 62 ruas jalan tahun 2026. Kegiatan pemeliharaan dilakukan sekarang untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, sementara pembangunan 2026 tetap mengikuti tahapan pengadaan dan akan dilaksanakan setelah proses tender selesai pasca Lebaran.

“Jadi perlu kami luruskan, pemeliharaan menjelang Lebaran jalan terus, sedangkan pembangunan 2026 tetap sesuai aturan dan jadwal setelah tender. Ini dua proses yang berbeda dan tidak saling tumpang tindih,” jelasnya.

Taufiqullah juga menambahkan bahwa seluruh jajaran di lapangan sudah diminta bergerak cepat, khususnya pada ruas-ruas dengan lalu lintas tinggi dan jalur utama mudik antar kabupaten/kota.

“Prinsipnya sederhana, jangan biarkan masyarakat mudik di jalan berlubang. Soal pembangunan 2026, itu tetap kami siapkan secara matang agar pekerjaan fisik bisa langsung berjalan setelah seluruh proses administrasi selesai,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Pemprov Lampung menegaskan komitmennya menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik, sekaligus memastikan program pembangunan jalan tahun 2026 berjalan tertib, jelas, dan sesuai ketentuan. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Tim Gabungan Pantau Distribusi Pangan, Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Ramadan


Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat kesiapsiagaan dalam menjaga stabilitas ketersediaan dan harga bahan pangan menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah hingga Hari Raya Idul Fitri. Langkah ini dilakukan melalui pengawasan terpadu bersama pemerintah pusat guna memastikan masyarakat memperoleh pangan yang aman, bermutu, dan terjangkau, Minggu (22/2/2026)

Selama tiga hari, 20–22 Februari 2026, tim gabungan yang dipimpin Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Badan Pangan Nasional, Sri Nuryanti, melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik distribusi pangan di Lampung. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan yang bergerak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari produsen, distributor, hingga pedagang yang berhubungan langsung dengan konsumen. Tim memeriksa aspek keamanan pangan, kelengkapan registrasi produk, kesesuaian dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET), serta kondisi mutu barang.

“Pengawasan ini bertujuan memastikan masyarakat Lampung mendapatkan bahan pangan dengan kualitas terjamin, aman dikonsumsi, dan dijual sesuai ketentuan harga yang berlaku, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang,” ujar Sri Nuryanti dalam keterangannya.

Dalam tinjauan tersebut, tim menemukan sejumlah produk pangan olahan dengan kemasan penyok yang berpotensi menurunkan kualitas. Produk tersebut langsung diminta untuk tidak diperjualbelikan. Selain itu, pengawasan juga menyoroti pentingnya penanganan daging dan ayam segar agar memenuhi standar keamanan pangan.

Pemprov Lampung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta instansi terkait juga diimbau untuk mengintensifkan sosialisasi kepada pedagang, khususnya terkait penanganan ayam segar pascapenyembelihan. Penjualan ayam tanpa proses pembersihan yang sesuai standar berisiko memicu pertumbuhan bakteri dalam waktu singkat dan membahayakan kesehatan konsumen.

Dari sisi harga, sebagian besar komoditas strategis seperti daging sapi dan daging ayam terpantau stabil dan berada pada kisaran harga acuan, bahkan di beberapa titik lebih rendah. Namun, harga cabai rawit merah masih berada di atas HAP, mencapai sekitar Rp70.000 per kilogram. Kondisi ini dipengaruhi terbatasnya pasokan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa.

Menyikapi hal tersebut, Pemprov Lampung berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memfasilitasi distribusi dari daerah surplus ke wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan. Langkah ini diharapkan mampu menekan gejolak harga sekaligus menjaga ketersediaan stok di pasar.

Penguatan koordinasi lintas sektor ini merupakan wujud komitmen Pemprov Lampung dalam menjalankan arahan pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama pada momentum hari besar keagamaan yang memiliki tingkat konsumsi tinggi.

Dengan pengawasan intensif, pengendalian distribusi, serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Pemprov Lampung optimistis stabilitas pangan selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H dapat terjaga, sehingga masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan rasa aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan.
(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts