Portal Berita Online

Tampilkan postingan dengan label Tulang Bawang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulang Bawang. Tampilkan semua postingan

BRI Cabang Tulang Bawang Bantah Ambil Paksa Rumah Nasabah


TULANG BAWANG - Gindha Ansori Wayka kuasa hukum salah satu nasabah PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI), Pingi Sudarsono dan Patonah yang berencana melakukan gugatan terhadap BRI terkait proses pengosongan rumah nasabah tersebut.

PT BRI Cabang Tulang Bawang menyampaikan klarifikasi akan kebenaran berita tersebut. 

Pemimpin Cabang BRI Tulang Bawang, Fuadi menilai pemberitaan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan. Berikut lima point klarifikasi BRI terkait hal tersebut :

1. Yang Bersangkutan merupakan debitur dengan kolektibilitas macet dan tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman sesuai dengan yang telah diperjanjikan sejak Januari 2023.

 2. BRI juga telah melakukan komunikasi dan mediasi yang baik kepada nasabah Ybs. namun nasabah tetap tidak mampu melunasi kewajibannya.

3. Adapun proses pengosongan rumah dilakukan atas inisiatif dari pihak debitur. BRI tidak melakukan tindakan pemaksaan dalam proses tersebut.

4. Dalam hal pelaksanaan penyelesaian pinjaman tersebut, BRI berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang dan atas pelaksanaan proses lelang sesuai dengan prosedur, ketentuan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

5. Dalam menjalankan seluruh operasional bisnisnya, BRI senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Good Coorporate Governance (GCG).

Sebelumnya diberitakan akibat telat bayar angsuran pinjaman KUPEDES, Pingi Sudarsono dan Patonah Nasabah PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Brabasan dipaksa mengosongkan rumah miliknya di Desa Sriwijaya, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung oleh oknum pegawai Bank BRI bersama oknum mengatasnamakan LSM berinisial DD tanpa prosedur pengadilan. 

Kuasa Hukumnya Pingi Sudarsono dan Patonah, Gindha Ansori Wayka mengatakan jika kondisi Kliennya sangat memprihatinkan, karena agunan itu oleh oknum diduga dijual di bawah tangan tanpa mekanisme lelang. 

Perkara ini bermula ketika Kliennya mengajukan pinjaman ke Bank BRI Unit Brabasan tahun 2020 sebesar Rp 200 juta dengan masa angsuran 3 tahun lamanya, pada tahun 2021 dan 2022 karena alasan covid-19 maka di restrukturisasi sehingga menjadi 5 tahun dengan angsuran perbulannya Rp. 2,5 Juta.

“Pinjaman ini sempat 2 kali direstrukturisasi yakni pada tahun 2021 dengan angsuran Rp. 5 Juta dan tahun 2022 menjadi Rp. 2,5 Juta hingga masa perjanjian 5 tahun," ujar Pengacara Viral “Lampung Dajjal” 2023 ini.

Gindha menambahkan terkait dengan Pinjaman Simpedes ini, sekitar bulan November 2024 Kliennya diminta mengosongkan rumah yang menjadi agunan oleh oknum Pegawai Bank BRI bersama oknum mengatasnamakan LSM berinisal DD dan pada saat itu memang angsuran Klien kami agak tersendat karena kadang setornya kurang.

Padahal pihak BRI cabang Tulang Bawang sudah menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan menjunjung tinggi nilai-nilai Good Coorporate Governance (GCG). (Lis) 

Share:

Harapan Baik Generasi Muda Penerus Tulang Bawang, Menuju Indonesia Emas 2045


TULANG BAWANG - Berakhirnya debat terakhir Jum'at (8/10/2024) menjadi pondasi awal dalam penentuan memilih pemimpin yang akan menjadi nahkoda di Kabupaten berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur.


Demikian lugas Reva Renaldi Hasan mendeskripsikan pikirannya melalui postingan status media sosialnya usai menghadiri undangan acara debat kedua/terakhir, dari para Calon Kepala Daerah (Cakada) untuk Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.


Nampak sang ahli orator itu beberapa kali berswafoto mengabadikan moment usai debat sengit penuh animo oleh para Paslonkada beserta pendukungnya yang mampu terkendali oleh penyelenggara dan piihak keamanan, sehingga berlangsung tertib dan lancar.


Mungkin atas dasar itu, maka ia juga turut berselfie dengan moderator cantik nan jelita, yakni Shalwa Sakinah, yang merupakan moderator dalam acara debat tersebut, yang mana Shalwa juga merupakan Putri Hijab Sumatra 2019, selain dari pada presenter muda dan berbakat, serta yang tak kalah penting, merupakan prodak lokal asli Menggala, Tulang Bawang yang berprestasi.


Menurut Yai Reva, sapaan akrab pemuda cerdas, tampan nan rupawan ini, yang ketika itu hadir sebagai tamu undangan mewakili GP Ansor Tulang Bawang, bahwa dengan pemaparan ide, dan gagasan dari masing-masing pasangan calon, tentu akan menjadi salah satu diantara refrensi bagi masyarakat Tulang Bawang dalam menentukan pilihannya.


"Semoga siapapun kelak yang akan terpilh tentunya bisa membawa Tulang Bawang menjadi lebih baik," tegas pemuda yang juga sebagai Kepalow Menganai Gunung Sakti Menggalow, Megow Pak Tulang Bawang itu.


"Jangan lupa tanggal 27 November 2024 datang ke TPS, Pilkada jujur, rakyat makmur," imbuh Yai Reva yang aktif di berbagai organisasi tersebut, mulai dari organisasi kepemudaan, masyarakat, adat dan keagamaan. (rds)

Share:

HPN Lokal, PWI Lampung Ziarah ke Tulangbawang


TULANG BAWANG - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung melakukan ziarah ke makam Tokoh Pers Lampung yang juga pernah menjadi Ketua PWI Lampung Martubi Makki di pemakaman umum Aspol Menggala, Tulangbawang, Kamis (14/7).


Hadir dalam acara tersebut, Ketua PWI Provinsi Lampung, Wirahadikusumah, Ketua IKWI Lampung, Yeni Puspasari Wira, Sekjen PWI, Andi Penjaitan, didampingi sejumlah pengurus PWI Provinsi Lampung.


Ketua PWI Tulangbawang, Alamsyah, mengucapkan terimakasih atas kunjungan Ketua PWI Provinsi Lampung beserta rombongan di kantor PWI Tuba, dalam rangka kegiatan HPN Daerah Provinsi Lampung Tahun 2023. Sekaligus menjadi ajang silaturahmi dengan kepengurusan baru PWI Tulangbawang periode 2023-2026. Sekali lagi selamat datang di Kabupaten Tulangbawang, Kabupaten Udang Manis.


"Mudah-mudahan kedatangan Ketua PWI Provinsi Lampung beserta rombongan di Tulangbawang menjadi penyemangat bagi pengurus PWI Tulangbawang periode 2023-2026. Saya juga mengucapkan permohonan ma'af bila mana mulai dari penyambutan serta hidangan yang di sajikan kurang berkenang, kurang selera saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," ujar Alamsyah.


Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Lampung Wirahadikusumah, mengatakan, alm ayah Martubi Makki, adalah salah seorang tokoh pers di Lampung yang juga merupakan mantan Ketua PWI Lampung.


"Kalau bukan karena perjuangan alm Ayah Martubi Makki belum tentu kita sekarang bisa menjadi anggota PWI Lampung. Oleh karena itu kita wajib mengikuti jejak langkah alm Ayah Martubi Makki, selain menjadi Ketua PWI Lampung beliau juga pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Lampung," kata Wirahadikusumah.


Usai melakukan ziarah makam di tempat mantan Ketua PWI Provinsi Lampung alm Ayah Martubi Makki, Aspol Menggala Tulangbawang. Rombongan menuju ke Kantor PWI Tulangbawang untuk makan bersama Nyeruwit di Aula PWI Tulangbawang.().

Share:

OPD Dimintai oleh DPRD Lampung


Dalam Rapat Dengar Pendapat (Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Provinsi Lampung yang dipimpin Noverisman Subing dihadiri berbagai Organisasi Perangkat Daerah(OPD) lingkup Perintah Provinsi Lampung.


Yanuar Irawan Fraksi PDI Perjuangan mengajukan pertanyaan kepada Dinas Pemberdayaan Desa dan Transmigrasi tidak adanya data otentik Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi (PMD dan T) terkait Desa desa mana yang tertinggal dan Desa Desa mana yang telah maju.


”Kami DPRD yang notabene tiap bulan turun ke lapangan sesuai Dapil masing-masing daerah tentu butuh data tersebut,” kata Yanuar Irawan dalam RDP, di ruang Komisi DPRD Provinsi Lampung, Rabu (18/5/2022).


Menurutnya, kebutuhan data otentik tentang nama nama Desa baik yang tetinggal maupun desa yang telah maju, tentu menjadi acuan DPRD agar ketika Perguruan tinggi adik adik mahasiswa yang bertanya kami (DPRD) memiliki data otentik.


”Saya minta agar dinas PMD dan Transmigrasi memberikan data tersebut, data terkesan hanya menyajikan data data angka-angka saja,” tandasnya.


“Surat Keputusan (SK) keluar sekitar bulan Juni-Juli pada tiap tahunnya dan ada tiga indeks ketahanan sosial, ketahanan ekonomi dan ketahanan ekologi yang dikeluarkan oleh Dirjen dan ada 123 Desa tertinggal di Lampung hingga saat ini,” ujar Dr Zaidi Rina.


Lingkar utama


Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts