Portal Berita Online

Ketua Pokdarwis di Lampung Selatan Diduga Gunakan STNK Palsu, Polisi Dalami Dugaan Jaringan Pemalsuan


LAMPUNG SELATAN - Seorang warga yang menjabat sebagai Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Bumi Daya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, berinisial AA, diduga terlibat dalam penggunaan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) palsu. Kasus tersebut kini tengah didalami aparat kepolisian.

Dugaan pemalsuan dokumen kendaraan itu terungkap setelah petugas Samsat melakukan verifikasi administrasi terhadap sebuah mobil yang diamankan polisi.
Kasat Lalu Lintas Polres Lampung Selatan, AKP Erza Nasution, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen kendaraan tersebut.

“Dari hasil pengecekan, STNK yang digunakan tidak sesuai dengan data kendaraan. Kami juga mengamankan barang bukti berupa STNK yang diduga palsu beserta satu unit mobil Agya warna merah,” ujar Erza, Selasa (30/6/2026).

Kasus ini bermula dari pengembangan penyelidikan perkara dugaan penadahan mobil hasil curian. Polisi sebelumnya menangkap seorang pelaku pencurian mobil Honda Brio merah yang dilaporkan hilang di kawasan Pantai Sanggar Beach beberapa bulan lalu.

Dari hasil pengembangan, kendaraan tersebut diduga sempat berpindah tangan hingga dibeli oleh JY warga Desa Bumijaya melalui AA.

Saat menangkap AA, petugas mendapati ia menggunakan mobil Toyota Agya merah yang kemudian diketahui memiliki dokumen kendaraan yang diduga tidak sah.
Kapolsek Candipuro IPTU Ali Humaini membenarkan mobil tersebut masih diamankan sebagai barang bukti.

“Mobil masih kami tahan. Kami berkoordinasi dengan Satlantas untuk melakukan pengecekan fisik dan administrasi di Samsat Kalianda,” kata Ali.

Hasil pemeriksaan di Samsat menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara nomor polisi yang terpasang dengan data kendaraan.
Menurut Erza, berdasarkan koordinasi dengan Polda Metro Jaya, kendaraan tersebut sebenarnya terdaftar menggunakan pelat nomor wilayah Bogor.

"Plat yang terpasang di mobil tidak sesuai dengan data registrasi. Kendaraan tersebut seharusnya menggunakan pelat nomor F, namun dipasang pelat nomor BE. Dokumen STNK yang digunakan dipastikan tidak sesuai dan diduga palsu,” ujarnya.

Selain itu, petugas juga menemukan indikasi fisik STNK yang berbeda dengan dokumen asli, salah satunya kualitas cetakan yang tampak pudar.

Sementara itu, hasil penelusuran tim media terhadap sejumlah saksi mengungkap dugaan proses pemesanan STNK tersebut melibatkan beberapa orang.

Seorang warga berinisial RJ mengaku diminta membantu pengurusan STNK atas permintaan IK yang disebut bertindak atas arahan AA.

Menurut RJ, dokumen itu dibuat melalui seseorang di Bandar Lampung dengan biaya sekitar Rp 2,25 juta.

“Saya hanya membantu meneruskan. Dokumen dikirim melalui jasa paket, lalu saya serahkan kepada IK. Saya mendapat upah Rp 250.000,” kata RJ.

Disisi lain, sejumlah warga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara tersebut karena dinilai mencoreng nama desa.

“Kalau memang terbukti, proses sesuai hukum. Jangan ada perlakuan istimewa karena yang bersangkutan tokoh di desa,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Polisi hingga kini masih melakukan pemeriksaan terhadap AA. Status hukumnya masih sebagai terperiksa dan belum ditetapkan sebagai tersangka.

Penyidik juga mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam dugaan jaringan pemalsuan dokumen kendaraan.

Apabila terbukti melakukan pemalsuan surat, pelaku dapat dijerat Pasal 263 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun. Namun, penetapan status hukum sepenuhnya menunggu hasil penyidikan lebih lanjut. (Ist).

Share:

AKBP Toni Kasmiri Pimpin Kenaikan Pangkat 52 Personel dan Lantik Kabag Log serta Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan

 


LAMPUNG SELATAN - Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri memimpin upacara kenaikan pangkat personel periode 1 Juli 2026 yang dirangkaikan dengan pelantikan Kepala Bagian Logistik (Kabag Log) dan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Lampung Selatan di Lapangan Apel Mapolres Lampung Selatan, Selasa (30/6/2026).

Dalam upacara tersebut, sebanyak 52 personel memperoleh kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi yang terdiri atas 2 perwira dan 50 bintara.

Selain prosesi kenaikan pangkat, Polres Lampung Selatan juga melaksanakan pelantikan dua pejabat baru berdasarkan Keputusan Kapolda Lampung Nomor: KEP/249/VI/2026 tanggal 4 Juni 2026.

Jabatan Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan kini diemban oleh AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh, S.Tr.K., S.I.K., M.Sc., yang sebelumnya menjabat Kasat Reskrim Polres Lampung Timur. Sementara jabatan PS Kabag Log Polres Lampung Selatan dipercayakan kepada AKP Soedarminto, yang sebelumnya menjabat Kasubbagstrajemen dan RB Bagren Polres Lampung Selatan.

Dalam amanatnya, AKBP Toni Kasmiri menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh personel yang memperoleh kenaikan pangkat. Menurutnya, kenaikan pangkat bukanlah hak yang diperoleh secara otomatis, melainkan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, integritas, dan kinerja yang telah ditunjukkan selama menjalankan tugas.

“Kenaikan pangkat yang saudara terima saat ini bukan merupakan hak anggota, namun sebuah penghargaan dari institusi Polri atas penilaian kinerja dan perilaku yang baik dalam melaksanakan tugas maupun kehidupan bermasyarakat,” ujar Toni.

Kapolres juga berharap kenaikan pangkat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk meningkatkan profesionalisme serta memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, AKBP Toni Kasmiri mengucapkan selamat kepada AKP Soedarminto dan AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh yang resmi mengemban jabatan baru di lingkungan Polres Lampung Selatan.

Ia meminta kedua pejabat tersebut segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami karakteristik wilayah hukum, serta melanjutkan program-program yang telah berjalan guna menjaga stabilitas keamanan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Saya harapkan cepat menyesuaikan diri dalam pelaksanaan tugas di lingkungan Polres Lampung Selatan. Semoga kepercayaan pimpinan Polda Lampung yang diberikan kepada saudara dapat menjadi motivasi kemajuan dalam pelaksanaan tugas,” kata Toni.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga personel, khususnya Bhayangkari, atas dukungan yang selama ini diberikan sehingga anggota Polri dapat menjalankan tugas dengan baik.

Upacara ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada personel yang naik pangkat dan pejabat yang baru dilantik sebagai bentuk penghormatan atas amanah baru yang diemban. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa regenerasi kepemimpinan dan penghargaan atas prestasi merupakan bagian dari pembinaan organisasi Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Lampung Selatan. (Rls)

Share:

Sat Polairud Polres Lampung Selatan dan BKSDA Patroli Di Kawasan Perairan Gunung Anak Krakatau


LAMPUNG SELATAN - Keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama. Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Lampung Selatan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Lampung menggelar patroli gabungan di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau, Minggu (28/6/2026), guna memastikan tidak ada aktivitas wisata yang membahayakan di tengah status Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level II (Waspada).

Patroli dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres Lampung Selatan, IPTU Panpan Hermayadi, S.H., bersama personel Sat Polairud dan petugas BKSDA Provinsi Lampung. Tim berangkat dari Lampung Selatan pada Sabtu (27/6/2026) pukul 23.00 WIB dan tiba di kawasan Gunung Anak Krakatau sekitar pukul 06.00 WIB setelah menempuh perjalanan laut.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pemantauan aktivitas perairan sekaligus memasang banner berisi larangan mendekati dan mendaki Gunung Anak Krakatau sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat serta wisatawan.

Tak hanya itu, patroli dialogis juga dilakukan dengan menyambangi kapal-kapal wisata yang berada di sekitar kawasan tersebut. Para nahkoda kapal dan wisatawan diberikan penjelasan mengenai kondisi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau serta diminta tidak memasuki area yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Kasat Polairud Polres Lampung Selatan, IPTU Panpan Hermayadi, mengatakan patroli gabungan tersebut merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh masyarakat mematuhi rekomendasi pemerintah terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Patroli gabungan ini kami laksanakan bersama BKSDA Provinsi Lampung untuk memastikan tidak ada kapal wisata maupun pengunjung yang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau, mengingat statusnya masih berada pada Level II atau Waspada," ujar IPTU Panpan Hermayadi.

Menurutnya, keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. Karena itu, seluruh operator wisata, agen perjalanan, maupun pemilik kapal diminta mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Selain melakukan patroli perairan, kami juga memasang banner imbauan sebagai pengingat kepada masyarakat dan agen wisata agar tidak melakukan aktivitas pendakian maupun mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau sampai kondisi dinyatakan aman," jelasnya.

Ia menambahkan, Sat Polairud akan terus berkoordinasi dengan BKSDA serta instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan di kawasan Gunung Anak Krakatau.

"Kami mengimbau seluruh operator kapal wisata, agen perjalanan, maupun masyarakat agar mematuhi rekomendasi pemerintah. Jangan memaksakan membawa wisatawan mendekati Gunung Anak Krakatau karena keselamatan adalah yang utama," tegasnya.

Selain patroli di kawasan perairan, petugas juga mengingatkan para pelaku usaha wisata agar tidak menawarkan paket perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau selama status aktivitas gunung masih berada pada Level II (Waspada).

Melalui patroli gabungan ini, Polres Lampung Selatan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di kawasan gunung api aktif semakin meningkat. Kehadiran aparat bersama instansi terkait diharapkan mampu mencegah aktivitas wisata berisiko sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di perairan Selat Sunda.
(Rls)

Share:

Dedi Irawan Buka Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II Pesisir Barat


PESISIR BARAT –Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, membuka secara resmi Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2026 di Lapangan Merdeka Labuhan Jukung, Krui, Senin (29/6/2026).


Turut hadir dalam pembukaan turnamen tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, S.K.M., S.H., M.M., Ketua II dan Ketua III DPRD Kabupaten Pesisir Barat, unsur Forkopimda Pesisir Barat–Lampung Barat, para pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Ketua KONI Kabupaten Pesisir Barat, Ketua PSSI Kabupaten Pesisir Barat, para camat se-Kabupaten Pesisir Barat, peserta turnamen, insan pers, serta masyarakat.


Mengawali sambutannya, Bupati Dedi Irawan mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas terselenggaranya Turnamen Bupati Cup II sebagai salah satu agenda pembinaan olahraga sekaligus ajang mempererat kebersamaan masyarakat Kabupaten Pesisir Barat.


Bupati menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar pertandingan untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter melalui nilai-nilai disiplin, kerja sama, sportivitas, semangat juang, serta kebersamaan. Menurutnya, keberhasilan tidak diraih oleh individu semata, melainkan melalui kekompakan dan kerja sama tim yang solid.


"Melalui turnamen ini, kita berharap lahir atlet-atlet sepak bola berbakat yang mampu membawa nama baik Kabupaten Pesisir Barat di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional," ujar Bupati.


Bupati berharap Turnamen Bupati Cup II dapat menjadi wadah mempererat tali silaturahmi, membangun persaudaraan, sekaligus menjadi sarana pembinaan dan pengembangan bakat generasi muda di bidang sepak bola. Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga sebagai bagian dari upaya mencetak atlet-atlet berprestasi.


Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia penyelenggara, sponsor, aparat keamanan, perangkat pertandingan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II Tahun 2026 dapat terselenggara dengan baik.


Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, Bupati menilai penyelenggaraan turnamen ini turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran para pemain, ofisial, dan penonton menjadi peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang lokal untuk meningkatkan pendapatan. Karena itu, masyarakat diajak untuk mendukung UMKM dengan membeli produk-produk lokal yang dijual di sekitar lokasi pertandingan sebagai bentuk nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Kepada seluruh peserta, Bupati berpesan agar menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan fair play. Sementara kepada para wasit diharapkan memimpin pertandingan secara adil dan profesional, serta kepada suporter dan penonton diminta bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama turnamen berlangsung.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2026. Pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Bupati sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian pertandingan.


Usai seremoni pembukaan, laga perdana Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2026 mempertemukan Pamura FC menghadapi GCK FC. Pertandingan pembuka tersebut menjadi awal persaingan antartim dalam memperebutkan gelar juara Bupati Cup II Tahun 2026.


Melalui penyelenggaraan Turnamen Bupati Cup II Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berharap semangat olahraga, persatuan, dan kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Selain itu, turnamen ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit pesepak bola potensial yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Pesisir Barat,(yasir) 

Share:

Daftar Lengkap Mutasi Polda Lampung, Sejumlah PJU dan 6 Kapolres Diganti


BANDAR LAMPUNG - Kepolisian Republik Indonesia kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan terhadap sejumlah perwira menengah di jajaran Polda Lampung. Mutasi tersebut tertuang dalam tujuh Surat Telegram (ST) Kapolri bernomor ST/1335 hingga ST/1341/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026.

Rotasi jabatan tersebut meliputi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Lampung, Kapolresta Bandar Lampung, serta enam kapolres di wilayah hukum Polda Lampung.

Beberapa pejabat utama yang dimutasi di antaranya Karo Logistik Polda Lampung Kombes Pol Supriadi yang mendapat penugasan sebagai Auditor Kepolisian Madya TK I Itwasum Polri. Posisinya digantikan oleh Kombes Pol Atot Irawan yang sebelumnya menjabat Dirintelkam Polda Banten.

Pergantian juga terjadi di Direktorat Polairud. Kombes Pol Boby Pa’ludin Tambunan mendapat penugasan dalam rangka pendidikan pengembangan, sementara jabatan Dirpolairud kini diisi Kombes Pol Arick Sartani Marbun.

Selain itu, jabatan Dirresnarkoba Polda Lampung yang sebelumnya diemban Kombes Pol Dwi Handoko Prasanto kini dipercayakan kepada Kombes Pol Dodi Suryadin. Sementara posisi Dirsamapta Polda Lampung kini dijabat AKBP Prayudha Widiatmoko menggantikan Kombes Pol Bramono Purnomo Nugroho.

Rotasi juga menyasar Kapolresta Bandar Lampung. Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay mendapat promosi menjadi Kasubdit IV Dittipideksus Bareskrim Polri. Jabatan Kapolresta Bandar Lampung selanjutnya diemban Kombes Pol Herbin Garbawiyata J. Sianipar yang sebelumnya menjabat Kapolresta Magelang Polda Jawa Tengah.

Sementara itu, pergantian juga terjadi di enam polres jajaran Polda Lampung. AKBP Toni Kasmiri dimutasi sebagai Wadirpamobvit Polda Jawa Timur dan digantikan AKBP Deddy Kurniawan sebagai Kapolres Lampung Selatan.

Selanjutnya, AKBP Raswidiati Anggraini ditunjuk sebagai Kapolres Lampung Utara menggantikan AKBP Deddy Kurniawan. AKBP Heti Patmawati dipercaya mengemban jabatan Wadirreskrimum Polda Lampung, sedangkan posisi Kapolres Lampung Timur kini dijabat AKBP Yuliansyah.

Di Polres Tulang Bawang, AKBP Adri Bhirawasto ditunjuk sebagai kapolres menggantikan AKBP Yuliansyah. Kemudian AKBP Sendi Antoni dimutasi sebagai Wakapolresta Bandara Soekarno-Hatta Polda Metro Jaya dan posisinya sebagai Kapolres Tulang Bawang Barat digantikan AKBP Himmawan Setiawan.

Pergantian juga terjadi di Polres Pringsewu. AKBP Mochammad Yunnus Saputra mendapat penugasan di Dittipidsiber Bareskrim Polri, sementara jabatan Kapolres Pringsewu kini diemban AKBP Dadi Perdana Putra.

Selain itu, mutasi juga mencakup sejumlah pejabat lainnya, yakni Kombes Pol Alim, AKBP Maryanto, serta AKBP Sukandar yang mendapat penugasan baru di lingkungan Polri.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun membenarkan adanya mutasi tersebut. Menurutnya, rotasi jabatan merupakan hal yang biasa dilakukan di tubuh Polri sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus pembinaan karier personel.

“Mutasi merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bentuk penyegaran organisasi, pembinaan karier, serta untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Kami mengucapkan selamat kepada pejabat yang mendapat amanah baru dan terima kasih atas dedikasi pejabat lama selama bertugas di Polda Lampung,” kata Yuni.

Yuni menambahkan, seluruh pejabat yang dimutasi akan mengikuti proses serah terima jabatan (sertijab) di Polda Lampung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.(lis)

Share:

Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Remaja yang Hilang Misterius di Wisata Air Terjun Lampung Selatan


LAMPUNG SELATAN – Tim SAR gabungan berhasil menemukan Muhammad Rohmarulloh, seorang remaja asal Desa Waymuli Induk yang sebelumnya dilaporkan hilang misterius di kawasan hutan wisata Air Terjun Sembilan Putri, Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Kamis (25/6/2026) malam.

Korban ditemukan dalam kondisi lemas namun selamat setelah tersesat selama beberapa jam di area hutan yang dikenal memiliki medan cukup terjal tersebut.

Berdasarkan keterangan rekan-rekan korban, peristiwa bermula saat rombongan mereka berwisata ke Air Terjun Sembilan Putri pada siang hari.

Setelah sempat membasuh kaki di air terjun keempat, mereka melanjutkan perjalanan ke titik air terjun kelima.

Namun, saat hendak berjalan kembali turun, korban tiba-tiba berlari kencang menyisir hutan seorang diri tanpa alasan yang jelas. Rekan korban sempat mengejar dan berteriak memanggil, namun kehilangan jejak.

Di lokasi, saksi hanya menemukan sepasang sandal milik korban sebelum akhirnya memutuskan untuk melapor ke aparat desa.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Desa Canti, Camat Rajabasa, Damkarmat, BPBD Lampung Selatan, TNI-Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas), Polsek Kalianda, hingga warga setempat langsung bergerak melakukan penyisiran masif dari siang hingga malam hari.

Rully Kabid Damkarmat mengatakan pihaknya mendapat informasi langsung bergegas ke lokasi dan operasi pencarian kilat ini membuahkan hasil berkat solidnya kerja tim di lapangan.

Damkar mendapat laporan bahwa wisatawan ada yang hilang di wisata air terjun di daerah pesisir desa Canti, kecamatan Rajabasa kabupaten Lampung Selatan, setelah pencarian korban di temukan selamat namun lemas tak bertenaga, petugas dan warga langsung mengevakuasi serta di bawa ke RSUD bobbazar Kalianda untuk mendapatkan perawatan medis serta memulihkan kondisi fisiknya.

Camat Rajabasa, Firdaus, SE., MM, mengapresiasi gerak cepat seluruh instansi dan masyarakat yang terlibat dalam misi penyelamatan ini. Ia menegaskan, insiden ini harus menjadi evaluasi serius bagi sektor pariwisata setempat.

Iya mengimbau keras kepada seluruh wisatawan untuk selalu mematuhi standar operasional prosedur (SOP) pendakian yang ada. Selain itu, pihak pengelola wisata Air Terjun Sembilan Putri juga wajib memperketat pengawasan terhadap setiap pengunjung, mengingat topografi wilayah ini cukup terjal dan berisiko tinggi jika tanpa pemanduan, (Red)

Share:

Kapolsek Kalianda Anjangsana ke Kediaman Purnawirawan Polri


KALIANDA – Dalam rangka mempererat silaturahmi serta menjaga hubungan emosional antara anggota Polri yang masih aktif dengan para purnawirawan, Polsek Kalianda melaksanakan kegiatan anjangsana ke rumah purnawirawan Polri di wilayah Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan anjangsana tersebut dilaksanakan dengan mengunjungi kediaman Aiptu (Purn) Ali Marjaya, salah satu purnawirawan Polri yang telah mengabdikan diri dalam tugas kepolisian selama masa dinasnya.

Dalam suasana kekeluargaan, jajaran Polsek Kalianda bersilaturahmi secara langsung serta menyampaikan perhatian dan penghormatan atas jasa dan pengabdian yang telah diberikan oleh purnawirawan Polri kepada institusi dan masyarakat.
Anjangsana ini merupakan kegiatan yang bersifat seremonial dan dokumentatif, sekaligus menjadi wujud kepedulian Polri terhadap para senior yang telah purna tugas, namun tetap menjadi bagian penting dari keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kapolsek Kalianda AKP Sulyadi, S.H. menegaskan bahwa kegiatan anjangsana ini merupakan bagian dari komitmen Polsek Kalianda dalam membangun nilai-nilai kebersamaan, penghormatan, dan solidaritas internal sebagai upaya penguatan institusi Polri.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan baik antara Polri yang masih aktif dengan para purnawirawan dapat terus terjalin dengan harmonis serta menjadi motivasi bagi seluruh personel dalam melanjutkan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.(red)

Share:

ATR BPN Lampung Selatan Sosialisasi Perubahan Mekanisme Reforma Agraria


LAMPUNG SELATAN - Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Lampung Selatan menggelar penyuluhan mengenai akses reforma agraria tahun 2026 di Gedung Koperasi Merah Putih, Desa Trimo Mukti, Kecamatan Candipuro, pada Selasa (23/6/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHBUN), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Kegiatan yang dihadiri oleh unsur Gapoktan, perangkat desa, dan masyarakat setempat ini menjadi momentum penting bagi ATR BPN untuk menjelaskan perubahan kebijakan pusat terkait mekanisme redistribusi tanah.

Firdaus Aunurifki, selaku moderator kegiatan, menyatakan bahwa Desa Trimo Mukti dipilih sebagai lokasi penyuluhan karena merupakan kelanjutan dari program legalisasi aset sebelumnya, baik melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) maupun redistribusi tanah.

"Setelah legalisasi aset selesai, tahap selanjutnya adalah penataan aksesnya. Harapan kami, masyarakat dapat meningkatkan taraf hidup dan memaksimalkan kemampuan ekonomi dari sertifikat yang diterima,” ujar Firdaus.

Namun, terdapat perubahan mendasar dalam kebijakan redistribusi tanah tahun 2026 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Pusat telah meniadakan penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) secara langsung bagi penerima manfaat redistribusi. Sebagai gantinya, mekanisme baru menerapkan skema Hak Pengelolaan (HPL) atas nama Badan Bank Tanah, yang kemudian diteruskan dengan pemberian hak berjangka waktu kepada penerima manfaat.

Dalam mekanisme lama, tanah diukur, disidangkan, dan langsung diterbitkan SHM. Sementara dalam mekanisme baru, tanah didaftarkan ke Bank Tanah untuk diterbitkan HPL. Setelah itu, hak berjangka diberikan kepada pemilik. Tanah tersebut baru dapat ditingkatkan statusnya menjadi hak milik setelah jangka waktu tertentu habis.

Perubahan ini diterapkan untuk mencegah maraknya jual-beli tanah atau pengagunan aset segera setelah sertifikat diterima. Data di kantor ATR BPN menunjukkan banyaknya kasus peralihan hak secara masif di masa lalu, yang dinilai bertentangan dengan tujuan reforma agraria untuk pemberdayaan ekonomi jangka panjang.

Meski demikian, pelaksanaan redistribusi tanah di Kabupaten Lampung Selatan untuk tahun 2026 ditunda sementara. Penundaan ini disebabkan oleh adanya saving anggaran pada tahun 2025 serta status lahan di Desa Trimo Mukti yang merupakan eks-transmigrasi, sehingga memerlukan koordinasi khusus dengan Direktorat Jenderal Transmigrasi Pusat.

“Hingga saat ini, ATR BPN masih menunggu arahan teknis lebih lanjut dari pusat terkait keterlibatan Badan Bank Tanah. Sementara itu, program PTSL tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tambah Firdaus.

Di tengah penundaan redistribusi, para narasumber dari dinas daerah memaparkan fokus pengembangan aset di kawasan tersebut. Desa Trimo Mukti, yang juga merupakan lokasi Kawasan Pertanian Anak Nusantara (Kawanara), sedang diarahkan untuk dikembangkan sebagai kawasan agroekowisata guna meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat penerima manfaat reforma agraria.(Kgs-red)

Share:

DPRD Lampung Selatan Paripurna Penyampaian Ranperda APBD

 


LAMPUNG SELATAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lampung Selatan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Rapat berlangsung di ruang sidang utama DPRD setempat, Rabu (24/6/2026).

Agenda tersebut merupakan bagian dari mekanisme konstitusional dalam rangka mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Lampung Selatan, Erma Yusneli, dan dihadiri oleh jajaran anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya.

Dalam penyampaiannya, pihak eksekutif menjelaskan bahwa Ranperda Pertanggung jawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 disusun sebagai laporan resmi atas pelaksanaan seluruh program dan kegiatan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan selama satu tahun anggaran.

Dokumen Ranperda tersebut memuat laporan realisasi anggaran, neraca daerah, laporan arus kas, serta catatan atas laporan keuangan. Seluruh dokumen tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan publik.

Penyampaian Ranperda ini menjadi tahapan penting dalam proses evaluasi bersama antara legislatif dan eksekutif terhadap pelaksanaan APBD tahun sebelumnya. Selanjutnya, DPRD akan melakukan pembahasan secara mendalam melalui alat kelengkapan dewan sebelum memberikan persetujuan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Pimpinan rapat berharap pembahasan Ranperda dapat berlangsung secara objektif dan konstruktif, sehingga menghasilkan rekomendasi yang mampu meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah serta mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat Lampung Selatan.

Dengan digelarnya rapat paripurna tersebut, sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan diharapkan semakin solid dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Red)

Share:

Nofan Dianiaya di Dermaga Bom Kalianda


LAMPUNG SELATAN – Seorang warga bernama Nofan Diansyah (37) dilaporkan menjadi korban penganiayaan di kawasan Jalan Dermaga Bom Kalianda, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Kejadian berlangsung Rabu malam, 24 Juni 2026 sekitar pukul 21.00 WIB.


Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan Polres Lampung Selatan, korban sedang mengobrol saat didatangi terduga pelaku, Ayung beserta rekannya. Tanpa percakapan terlebih dahulu, pelaku langsung memukul wajah dan pipi kiri korban menggunakan botol keras sebanyak tiga kali. Akibatnya, korban mengalami luka robek dan mengeluarkan darah.

Korban tidak melawan dan segera melaporkan peristiwa tersebut ke SPKT Polres Lampung Selatan pada Kamis dini hari, 25 Juni 2026 pukul 00.59 WIB. Laporan tercatat dengan nomor LP/B/302/VI/2026/SPKT/Polres Lampung Selatan/Polda Lampung.

Kasus ini dijerat dengan dugaan tindak pidana penganiayaan sesuai Pasal 466 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan mengamankan pelaku. (Is)

Share:

SPMB SD-SMP di Lampung Selatan Berjalan, Disdik Imbau Masyarakat Waspadai Calo dan Jasa Titipan


KALIANDA - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Lampung Selatan yang dilakukan secara online dan real-time untuk jenjang SD dan SMP dipastikan berjalan lancar, transparan, serta mengedepankan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Seiring proses seleksi yang masih berlangsung, Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai praktik percaloan maupun tawaran "jasa titipan" yang menjanjikan kelulusan calon peserta didik.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Syaifulloh, menegaskan bahwa seluruh tahapan SPMB tahun ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus menutup ruang terjadinya maladministrasi dalam proses penerimaan siswa baru.

Berdasarkan data pusat kendali SPMB Dinas Pendidikan per 25 Juni 2026, distribusi kuota penerimaan jenjang Sekolah Dasar telah berjalan sesuai ketentuan. Sebanyak 475 SD di Kabupaten Lampung Selatan telah mengakomodasi kuota melalui Jalur Domisili sebesar 80 persen, Jalur Afirmasi 15 persen, dan Jalur Mutasi 5 persen.

Sementara itu, untuk jenjang SMP, proses pendaftaran melalui Jalur Domisili dan Afirmasi masih berlangsung hingga 26 Juni 2026. Adapun komposisi kuota yang diterapkan terdiri dari 40 persen Jalur Domisili, 20 persen Jalur Afirmasi, 35 persen Jalur Prestasi, dan 5 persen Jalur Mutasi.

Menurut Syaifulloh, integrasi sistem pendaftaran berbasis digital yang diterapkan tahun ini terbukti mampu memangkas birokrasi yang selama ini kerap menjadi keluhan masyarakat. Selain itu, pengaturan kuota yang proporsional juga dilakukan secara ketat guna memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang adil untuk mengakses pendidikan.

"Sehingga tidak akan terjadi ada sekolah yang kelebihan siswa dan tidak sesuai ketentuan, sementara ada sekolah lain yang kekurangan murid," kata Syaifulloh dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu percaya terhadap pihak-pihak tertentu yang menawarkan bantuan untuk meloloskan calon siswa melalui jalur tidak resmi, terlebih apabila disertai permintaan imbalan atau tarif tertentu.

Menurutnya, seluruh proses seleksi berlangsung secara terbuka dan dapat dipantau langsung oleh masyarakat melalui sistem yang telah disediakan.

Karena itu, segala bentuk praktik percaloan maupun penyalahgunaan kewenangan tidak memiliki ruang dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.

Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan bersama seluruh satuan pendidikan juga menyatakan komitmennya untuk menjaga integritas pelaksanaan SPMB agar tetap berjalan murni, bersih, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Segala bentuk pelanggaran, kecurangan, ataupun praktik percaloan yang ditemukan di lapangan akan ditindak tegas sesuai ketentuan undang-undang," tegas Syaifulloh.

Untuk menjamin keterbukaan informasi, masyarakat diimbau memantau perkembangan jurnal seleksi secara mandiri dan berkala melalui portal resmi SPMB. Selain itu, tim teknologi informasi dan layanan pengaduan juga disiagakan guna membantu masyarakat yang mengalami kendala teknis maupun validasi dokumen selama proses pendaftaran.

Syaifulloh juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi praktik tidak sehat selama pelaksanaan SPMB. Laporan dapat disampaikan melalui layanan Halo Lamsel di nomor 0821-2880-0800 atau secara langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan mengingatkan para orang tua dan wali murid agar menyikapi hasil seleksi secara bijak mengingat daya tampung setiap sekolah memiliki keterbatasan.

"Bagi para orang tua diharapkan tidak memaksakan diri agar putra-putrinya harus diterima di sekolah tertentu. Dinas Pendidikan menegaskan bahwa kualitas pendidikan di Kabupaten Lampung Selatan saat ini telah merata, sehingga semua sekolah memiliki standar mutu pelayanan yang sama baiknya," ujar Syaifulloh. (Kmf-Is)

Share:

Kecelakaan Beruntun di Jalinsum Sidomulyo, Ini Kata Kasatlantas Lampung Selatan


LAMPUNG SELATAN - Kasat Lantas Polres Lampung Selatan, AKP Erza Nasution menjelaskan kronologis kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga unit truk terjadi di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) Km 39-40, Desa Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa (23/6) sore sekitar pukul 16.45 WIB di tengah kondisi cuaca hujan deras.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan saksi-saksi di lokasi, kejadian bermula saat Truk Hino Box dengan nomor polisi B 9364 SEU melaju beriringan di belakang Truk Hino Lohan bernopol BE 8583 AUD. Kedua kendaraan tersebut sama-sama datang dari arah Bandar Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni.

Setibanya di lokasi kejadian, truk Hino Box yang dikemudikan oleh Kardiwan (53) mencoba mengambil lajur kanan untuk mendahului truk Hino Lohan di depannya. Namun, sang pengemudi diduga kurang memperhatikan situasi arus lalu lintas dari arah berlawanan.

"Karena jarak kedua kendaraan sudah sangat dekat dan tidak dapat menghindar lagi, truk Hino Box langsung menghantam bagian depan Truk Mitsubishi Canter yang datang dari arah berlawanan," Kata Kasat Lantas.

Benturan keras di jalur lurus yang agak menikung itu membuat Truk Mitsubishi Canter bernopol BE 8172 AAD oleng tak terkendali ke sebelah kanan jalan. Truk Canter yang dikemudikan oleh Mirsan (37) tersebut kemudian langsung menabrak bagian depan Truk Hino Lohan bernopol BE 8583 AUD yang dikerjakan oleh Maat (54), yang sebelumnya hendak disalip oleh truk box.

Kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan hebat ini. Namun, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka. Korban luka berat dialami oleh kondektur Truk Mitsubishi Canter, Mad Yani (40), warga Kota Karang, Bandar Lampung. Ia mengalami luka robek serius di bagian kening kepala, patah tangan kiri, serta patah kaki kanan. Korban segera dievakuasi ke fasilitas medis terdekat.

Sementara itu, pengemudi Truk Mitsubishi Canter, Mirsan, hanya mengalami luka ringan berupa sesak di dada akibat benturan kemudi dan dipastikan tidak menjalani rawat inap. Pengemudi dari dua truk Hino lainnya dilaporkan selamat tanpa luka berarti.

Akibat insiden tabrakan tiga kendaraan besar ini, kerugian material ditaksir mencapai Rp300 juta karena kerusakan parah di bagian kabin depan masing-masing truk.

Kondisi arus lalu lintas di Jalinsum Km 39-40 sempat mengalami kepadatan akibat volume kendaraan yang ramai, namun petugas kepolisian berhasil mengurai kemacetan sehingga arus tetap mengalir lancar meskipun dalam situasi hujan sore hari.

Erza mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya yang melintasi Jalur Lintas Sumatra, untuk selalu mematuhi rambu-rambu. Pihak kepolisian menegaskan pentingnya menahan diri dan tidak memaksakan mendahului kendaraan lain di area marka jalan garis utuh, terlebih saat kondisi cuaca hujan yang membuat permukaan jalan menjadi licin.

Pengendara juga diminta untuk selalu menjaga jarak aman serta menurunkan kecepatan berkendara demi mengantisipasi potensi kecelakaan serupa di kemudian hari.(is)

Share:

RSUD dr. Bob Bazar Kalianda Buka Layanan CT Scan


LAMPUNG SELATAN - Kabar baik bagi masyarakat Lampung Selatan. RSUD dr. Bob Bazar Kalianda kini resmi membuka layanan CT Scan (Computed Tomography Scan) untuk mendukung pemeriksaan medis yang lebih cepat, akurat, dan komprehensif.

Layanan tersebut mulai beroperasi sejak 1 Juni 2026 dan menjadi salah satu upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan maupun daerah sekitarnya.

Direktur RSUD dr. Bob Bazar, dr. Djohardi, menjelaskan bahwa CT Scan merupakan teknologi pencitraan medis yang menggunakan sinar-X dan sistem komputer canggih untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh secara detail dari berbagai sudut.

“CT Scan dapat membantu dokter dalam menegakkan diagnosis penyakit, mendukung tindakan medis, serta mengevaluasi hasil pengobatan pasien. Hasil gambar yang dihasilkan lebih rinci dibandingkan pemeriksaan rontgen biasa,” ujar dr. Djohardi.

Menurutnya, prosedur CT Scan tergolong aman, cepat, dan tidak menimbulkan rasa sakit bagi pasien. Meski demikian, pasien tetap akan mendapatkan penjelasan dan arahan dari tenaga medis sebelum menjalani pemeriksaan.

Lebih lanjut, dr. Djohardi mengungkapkan bahwa CT Scan mampu membantu mendeteksi berbagai kondisi kesehatan, seperti kanker tertentu, tumor nonkanker, patah tulang, penyakit jantung, penggumpalan darah, gangguan saluran pencernaan, batu ginjal, cedera otak, cedera sumsum tulang belakang, hingga perdarahan di dalam tubuh.

“Hasil pemeriksaan akan dianalisis dan dijelaskan oleh dokter setelah proses pemindaian selesai dilakukan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, alat CT Scan yang kini beroperasi di RSUD dr. Bob Bazar merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dalam program Indonesia Health System Strengthening (IHSS) Project.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan sistem kesehatan nasional yang mencakup peningkatan layanan rujukan, penguatan pelayanan kesehatan primer, serta pengembangan sistem laboratorium kesehatan di Indonesia.

Dengan hadirnya layanan CT Scan di RSUD dr. Bob Bazar, masyarakat Lampung Selatan kini dapat mengakses pemeriksaan radiologi lanjutan tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mempercepat proses diagnosis dan penanganan pasien sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Bumi Khagom Mufakat. (Is)

Share:

Rutan kelas IIB Krui Laksanakan Razia Insidentil


Pesisir Barat - Rutan Krui melaksanakan razia kamar hunian Blok Damar, Selasa, 23 Juni 2026yang diawali dengan Apel dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Jonli Oswan.

Seluruh warga binaan menjalani pemeriksaan badan dan barang pribadi. Petugas juga melakukan penertiban pakaian dengan membatasi kepemilikan maksimal 5 baju dan celana per orang. Kebijakan ini bertujuan mencegah penumpukan pakaian di kamar hunian yang dapat menimbulkan bau tidak sedap, mengganggu kebersihan, serta meningkatkan risiko penyakit, sehingga kondisi hunian tetap bersih, sehat, dan tertib.

Razia dilakukan secara menyeluruh pada kamar hunian Blok Damar. Setiap sudut kamar diperiksa secara teliti guna memastikan tidak terdapat barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai upaya penyelundupan barang terlarang yang dapat memicu pelanggaran di dalam rutan;

Dalam pelaksanaan razia, ditemukan beberapa barang yang bisa menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban, di antaranya, 5 buah korek gas, 10 buah tali temali, 5 buah potongan sikat gigi, 1 buah paku, 1 buah potongan besi, 6 buah botol kaca, 2 buah sendok besi.
Barang-barang tersebut telah diamankan sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk dimusnahkan;

"Kepada para WBP agar ikut serta dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan di Rutan Krui, serta mengingatkan para petugas untuk selalu menjalankan SOP dalam bekerja, jangan sampai ada gangguan terjadi.Seluruh kegiatan berjalan aman dan lancar," kata Jonli.
(Yasir)

Share:

BPN Lampung Selatan Gelar LESLAR di Karang Anyar Jati Agung, Permudah Akses Sertipikat Tanah Warga


LAMPUNG SELATAN - Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan kegiatan LESLAR Layanan Ekspres Sertipikat Langsung untuk Rakyat pada Jumat (19/6/2026) di Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung. LESLAR merupakan inovasi layanan BPN Lamsel yang dihadirkan untuk mendekatkan pelayanan pertanahan kepada masyarakat secara cepat, mudah, dan langsung di lokasi.

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari warga Desa Karang Anyar. Sejak pagi, masyarakat tampak memadati lokasi layanan untuk berkonsultasi, menyerahkan berkas permohonan, serta memperoleh penjelasan terkait prosedur pelayanan pertanahan.

Layanan Langsung dan Pendampingan Petugas

Petugas Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Selatan memberikan pendampingan secara langsung kepada masyarakat. Tujuannya agar proses pelayanan berjalan tertib, lancar, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Interaksi langsung antara petugas dan warga menjadi nilai penting dalam pelaksanaan LESLAR. Selain mempermudah akses layanan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya tertib administrasi pertanahan dan kepastian hukum atas tanah.

Apresiasi untuk Partisipasi Warga Karang Anyar

Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Selatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Desa Karang Anyar atas partisipasi aktif dan dukungan yang diberikan sehingga kegiatan LESLAR dapat terlaksana dengan baik.

Ke depan, BPN Lamsel mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif mendukung tertib administrasi pertanahan. Beberapa hal yang ditekankan antara lain:

Melengkapi dokumen persyaratan
secara benar sesuai ketentuan.

Memastikan pemasangan tanda batas tanah di lapangan agar tidak terjadi sengketa.

Menghindari segala bentuk pungutan liar dalam proses pelayanan pertanahan. Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan praktik tersebut.

Dorongan Kepastian Hukum Melalui Pelayanan Profesional

Melalui kegiatan LESLAR, Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Selatan berharap pelayanan pertanahan dapat semakin mudah diakses masyarakat, khususnya di wilayah pelosok. Inovasi ini sekaligus mendorong terwujudnya kepastian hukum atas tanah melalui pelayanan yang profesional, terpercaya, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

BPN Lamsel menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan layanan jemput bola ke desa-desa lain agar proses pendaftaran tanah dan penerbitan sertipikat berjalan lebih cepat, transparan, dan akuntabel.(is)

Share:

Bulog Lampung Selatan Pastikan Beras Bantuan Bapanas Layak Konsumsi


KALIANDA – Perum Bulog Cabang Lampung Selatan memastikan bantuan pangan pemerintah yang disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat dalam kondisi layak konsumsi. Sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas bantuan, Bulog juga membuka ruang pengaduan bagi warga apabila menemukan beras yang rusak atau tidak layak saat diterima.

Kepala Bulog Cabang Lampung Selatan, Fedrial Farhan, mengatakan pihaknya baru saja menuntaskan penyaluran bantuan pangan tahun 2026 untuk alokasi Februari–Maret. Program tersebut menyasar sebanyak 184.677 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam program bantuan pangan tersebut, setiap PBP menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk setiap alokasi. Karena penyaluran dilakukan untuk dua bulan sekaligus, maka setiap penerima memperoleh total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Dengan jumlah penerima mencapai 184.677 PBP, total bantuan yang telah disalurkan pada alokasi Februari–Maret 2026 mencapai sekitar 3.693.540 kilogram atau 3.693,54 ton beras, serta 738.708 liter minyak goreng.

>"Kami ingin memastikan bantuan yang diterima masyarakat benar-benar dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Jika ada warga yang menerima beras dalam kondisi rusak, berkutu, berbau, atau tidak layak konsumsi, silakan segera melapor melalui pemerintah desa atau petugas penyalur di wilayah masing-masing," ujar Fedrial saat ditemui di kantornya, Senin (22/6/2026).

Menurut Fedrial, stok pangan yang dikelola Bulog Lampung Selatan saat ini tersimpan di dua gudang, yakni Gudang Kedaton dan Gudang Bakti Rasa. Meskipun pengawasan kualitas dilakukan secara rutin, pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan mutu selama proses penyimpanan maupun distribusi.

Karena itu, Bulog memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa setiap beras bantuan yang terbukti tidak layak konsumsi akan diganti dengan beras yang memenuhi standar kualitas.

>"Kami tidak ingin masyarakat dirugikan. Apabila ditemukan beras bantuan yang kualitasnya tidak baik, Bulog siap menggantinya dengan beras yang layak dan sesuai standar," tegasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan laporan dan masukan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas program bantuan pangan pemerintah. Dengan adanya pengawasan bersama, proses distribusi dapat berjalan lebih optimal dan manfaat bantuan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerima.

Penyaluran bantuan pangan yang menjangkau hampir 185 ribu penerima manfaat tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat.

Melalui komitmen menjaga mutu dan keterbukaan terhadap laporan masyarakat, Bulog Lampung Selatan berharap program bantuan pangan pemerintah dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh penerima bantuan. (Is)

Share:

Kantor Pertanahan Lampung Selatan Sikapi Kabar Tanah Bersertifikat di Kawasan Gunung Rajabasa


LAMPUNG SELATAN – Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Selatan memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya bidang tanah bersertifikat yang diduga berada di kawasan Gunung Rajabasa.

Kepala Seksi SuSurve dan  Pemetaan Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Selatan Jaufan Isnanto, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dan terjadi akibat kesalahan pada sistem pemetaan digital.

Menurut Jaufan, pihaknya mengapresiasi peran aktif masyarakat yang turut mengawasi penyelenggaraan layanan pertanahan serta memberikan masukan terhadap kinerja Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeriksaan data pertanahan, bidang tanah yang dimaksud bukan berada di kawasan Gunung Rajabasa, melainkan secara fisik maupun yuridis terletak di Desa Purwosari, Kecamatan Natar,” kata Jaufan dalam keterangan resminya senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan, munculnya lokasi bidang tanah yang seolah-olah berada di kawasan Gunung Rajabasa disebabkan adanya kekeliruan data spasial pada Sistem Komputerisasi Kegiatan Pertanahan (KKP). Kesalahan tersebut terjadi pada proses digitasi atau pemetaan yang belum sempurna sehingga menampilkan lokasi yang tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Selain itu, kata dia, terdapat kemungkinan area yang belum terpetakan secara lengkap atau dikenal dengan istilah blank mapping dalam sistem digital pertanahan.

“Permasalahan tersebut bersifat administratif dan teknis pada sistem pemetaan elektronik, sehingga berdampak pada visualisasi letak bidang tanah dalam aplikasi Bhumi ATR/BPN,” ujarnya.

Meski demikian, Jaufan memastikan status hukum, batas, luas, dan letak bidang tanah yang tercantum dalam dokumen pertanahan tetap sah serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai data resmi dan kondisi fisik di lapangan.

Saat ini, Kantor Pertanahan Lampung Selatan telah melakukan berbagai langkah perbaikan dan validasi data spasial guna memastikan kesesuaian antara data digital dengan kondisi sebenarnya.

“Saat ini telah dilakukan langkah-langkah perbaikan dan validasi data spasial guna memastikan kesesuaian antara data digital pada sistem dengan kondisi riil di lapangan,” katanya.

BPN Lampung Selatan berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat sekaligus mencegah munculnya persepsi yang keliru akibat informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Apabila membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai status maupun lokasi suatu bidang tanah, masyarakat dapat menghubungi langsung kantor pertanahan setempat.

Dengan perbaikan dan validasi data yang tengah dilakukan, Kantor Pertanahan Lampung Selatan optimistis akurasi data digital pertanahan akan semakin meningkat sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih transparan, akuntabel, dan terpercaya.(Red)

Share:

Forum Segekhi Suku Serahkan Surat Penolakan PLTP Gunung Rajabasa ke Bupati dan DPRD Lampung Selatan


LAMPUNG SELATAN -  Gelombang penolakan terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi PLTP di kawasan Gunung Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, terus menguat.

Gerakan Masyarakat Peduli Gunung Rajabasa GMPGR melalui Forum Segekhi Suku secara tegas menyatakan sikap menolak megaproyek tersebut demi menjaga kelestarian alam dan ruang hidup masyarakat adat.

Komitmen penolakan ini dikukuhkan dalam pertemuan adat pada Sabtu 13/6/2026 malam di Lamban Balak Pengikhan Puk Sabuay Nimbau. Sebagai tindak lanjut, massa yang bergerak dari Posko Forum Segekhi Suku mendatangi Kantor Bupati dan Gedung DPRD Lampung Selatan untuk menyerahkan surat penolakan resmi secara langsung, pada Senin 22/6/2026.

Penyerahan Surat ke Pemkab, Sekda Terima Aspirasi

Di Kantor Bupati Lampung Selatan, perwakilan Forum Segekhi Suku disambut Sekretaris Daerah Sekda Supriyanto, didampingi staf ahli bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat. Pihak Pemkab menyatakan akan segera meneruskan isi surat penolakan tersebut kepada Bupati Lampung Selatan Raditya Egi Pratama.
Penasehat Hukum Forum Segekhi Suku Shofadli SY, S.E., S.H., http://M.E.Sy., M.H. menegaskan penyerahan surat ini adalah jalur resmi yang ditempuh masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mutlak kepada kepala daerah dan legislatif.

"Hari ini kami menyampaikan surat penolakan atas rencana pengeboran Gunung Rajabasa kepada Bupati Lampung Selatan dan DPRD Lampung Selatan. Kami akan menunggu bagaimana sikap resmi Bupati terkait surat ini. Selanjutnya, kami akan kembali bermusyawarah dengan Forum Segekhi Suku untuk menentukan langkah pergerakan ke depan. Yang pasti, kami tetap menolak apa pun bentuknya,” ujar Shofadli saat keterangan pers di lokasi.

Sikap Tegas Forum: Tidak Ada Ruang Kompromi

Ketua Forum Segekhi Suku Beta Rahmi Adok Pengikhan Puk Sabuay Nimbau menambahkan pernyataan keras dari internal forum. Ia menegaskan tidak ada ruang kompromi terkait proyek pemanfaatan energi panas bumi di gunung yang dianggap sakral tersebut.

“Kami menolak dengan keras rencana tersebut. Sejak awal, kami sudah menyatakan sikap untuk tidak setuju dengan kegiatan itu. Tidak ada tawaran atau kompromi, khususnya bagi forum kami. Kami akan terus berjuang. Ini adalah jihad kita untuk mempertahankan alam agar Gunung Rajabasa tetap lestari bagi generasi mendatang,” tegasnya.

DPRD Lamsel Terima Aspirasi dan Janji Kawal

Usai menyambangi kantor eksekutif, rombongan Forum Segekhi Suku melanjutkan aksi ke Kantor DPRD Lampung Selatan. Mereka diterima langsung oleh Wakil Ketua II Beny Raharjo, Wakil Ketua Komisi I Jenggis Khan Haikal, anggota Komisi III Bowo Edi Anggoro, dan anggota Komisi III Ismail.

Perwakilan legislatif menyambut baik dan mengapresiasi langkah damai serta terstruktur yang dilakukan lintas adat dan suku dalam Forum Segekhi Suku.

“Aspirasi ini kami terima dengan baik. Kami sangat mengapresiasi dan mendukung apa yang menjadi kehendak dari Forum Segekhi Suku serta lintas adat ini. Isu ini akan segera kami sampaikan kepada Ketua Dewan dan pemerintah daerah agar bisa segera didiskusikan bersama demi mencari solusi terbaik bagi masyarakat,” ujar perwakilan anggota DPRD Lampung Selatan di hadapan forum.

Forum menegaskan akan terus mengawal isu ini dan melakukan musyawarah lanjutan untuk menentukan langkah pergerakan berikutnya. Mereka berharap pemerintah daerah dan DPRD segera mengambil sikap resmi terkait rencana PLTP Gunung Rajabasa. (Is)

Share:

DPRD Lampung Selatan Warning PT Ciomas Japfa Food


LAMPUNG SELATAN - Polemik jam waktu meledak di Kecamatan Sidomulyo. 219 kepala keluarga yang bertahun-tahun jadi tulang punggung PT Ciomas Japfa Food mendadak bingung. Kontrak vendor habis, nasib pekerja digantung tanpa kejelasan.

PT Ciomas Adisatwa, anak usaha raksasa Japfa Comfeed yang katanya "tumpuan ekonomi warga", kini dituding buang pekerja kayak tisu bekas. Pabrik tetap jalan 24 jam, mesin nggak berhenti, truk hilir mudik. Tapi yang muterin mesin bukan lagi tangan-tangan anak pengabdi.

Isak tangis pecah di warung kopi Sidomulyo. Salah satu mantan karyawan dengan suara bergetar ngadu kepada jurnalis, Sabtu (20/6/2026).

"Kami kecewa sudah ngabdi. Pas kontrak vendor selesai, kami langsung dicoret tanpa kejelasan. Sekarang malah buka lowongan harian lepas. Kami khawatir cuma iming-iming karena terdesak. Kami yang udah hafal seluk-beluk pabrik kenapa ditinggalkan," ujar salah satu pekerja.

Koordinator perwakilan pekerja Amirudin nggak terima. Senin besok, gabungan 219 pekerja dan GPMM bakal kepung kantor PT Ciomas Japfa Food. Tuntutannya satu kata: diprioritaskan!

"Jangan perusahaan cuma ngasih polusi + limbah ke Sidomulyo, tapi nggak ngasih nasi ke perut warga sini. Kami siap kerja sistem apa aja - borongan, harian, kontrak. Asal pekerja lokal diprioritaskan!" tegas Amirudin.

Ketum Gali Heru Herwanto ikut ngawal: "Kami kawal aspirasi pekerja. Tanpa kejelasan setelah kontrak vendor berakhir. Kami harap pekerja lama dipekerjakan lagi tanpa tebang pilih. Jangan kasih harapan palsu pas lagi mendesak," cetusnya.

DPRD Lamsel Turun Tangan - Beri Warning

Anggota Komisi VI DPRD Lampung Selatan Agus Sartono nggak tinggal diam. Lihat polemik ini, dia langsung tembak warning keras ke PT Ciomas Adi Satwa Japfa Food.

"Perusahaan harus memberikan ruang kembali terhadap nasib pekerja yang selama ini sudah mengabdi, terutama masyarakat lokal," tegas Agus. (Is)

Share:

Ratusan Pekebun Sawit Batubara-Asahan Digembleng Enam Hari Tingkatkan Produktivitas Nasional

 


Medan - Sebanyak 119 pekebun sawit swadaya dari Kabupaten Batubara dan Asahan resmi mengikuti Pelatihan Budidaya Sawit selama enam hari, 17-22 Juni 2026, di Le Polonia Hotel Medan.


Pelatihan yang terbagi dalam empat kelas ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pekebun agar produktivitas kebun sawit rakyat semakin tinggi dan berkelanjutan.

Pembukaan pelatihan berlangsung meriah diawali penampilan Tarian Olop Olop. Kegiatan kemudian dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Asahan, Ir. Hazairin, M.M.

"Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekebun sehingga mampu mengelola kebun secara lebih baik dan produktif," ujarnya.

Program tersebut merupakan bagian dari 100 kelas pelatihan yang diselenggarakan LPP Agro Nusantara sepanjang 2026 dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

Secara nasional, sebanyak 3.022 pekebun sawit dari tujuh provinsi ditargetkan mengikuti pelatihan serupa.

Subject Matter Expert LPP Agro Nusantara, Dede Yudo Kurniawan, menegaskan pelatihan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga membangun kemampuan praktis peserta.

"Dengan kembali berjalannya program pelatihan ini, kami harap LPP Agro Nusantara bisa menjadi pendamping dalam meningkatkan keterampilan dan kemampuan pekebun sawit swadaya," kata Dede.

Sebagai penguatan materi, seluruh peserta dijadwalkan mengikuti field trip ke PT Adolina Perbaungan.

"Melalui kunjungan lapangan ini, peserta dapat melihat langsung penerapan praktik budidaya yang baik di perkebunan sehingga materi yang diterima selama pelatihan bisa diaplikasikan di kebun masing-masing," jelas penyelenggara.

Program ini dinilai penting karena produktivitas sawit rakyat masih menjadi tantangan nasional.

Meski kebun sawit swadaya mencakup sekitar 40 persen dari total luas perkebunan sawit Indonesia, kontribusi produksi minyak sawit mentah (CPO) baru berkisar 30-35 persen.

"Melalui pelatihan intensif ini, BPDP dan Ditjenbun menargetkan pekebun memiliki keterampilan yang lebih baik sehingga usaha sawit rakyat semakin berdaya saing, produktif, dan berkelanjutan," demikian komitmen penyelenggara. (Lis)

Share:

Kontrak Berakhir, Ratusan Eks Pekerja PT Ciomas Japfa Food Minta Kembali Bekerja


LAMPUNG SELATAN - Nasib 219 mantan pekerja PT Ciomas Japfa Food di Kecamatan Sidomulyo,  Lampung Selatan, kini berada dalam ketidakpastian.

Hal itu setelah berakhirnya kontrak vendor yang selama ini menaungi mereka. Ratusan pekerja yang sebagian besar merupakan warga sekitar perusahaan mengaku belum mendapatkan kejelasan terkait peluang untuk kembali bekerja.

Kondisi tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat. Pasalnya, para pekerja yang telah bertahun-tahun menggantungkan penghasilan dari perusahaan tersebut kini harus menghadapi kenyataan kehilangan mata pencaharian tanpa adanya kepastian mengenai langkah selanjutnya.

Salah seorang mantan pekerja mengaku kecewa dengan situasi yang terjadi. Menurutnya, para pekerja yang telah memiliki pengalaman dan memahami operasional perusahaan seharusnya mendapatkan perhatian dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

"Kami sudah lama bekerja di sana dan paham pekerjaan di pabrik. Ketika kontrak vendor berakhir, kami berharap ada kejelasan. Kami mendengar ada kebutuhan tenaga kerja baru, sehingga kami berharap bisa diprioritaskan," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas produksi di PT Ciomas Japfa Food masih berjalan normal. Operasional pabrik tetap berlangsung sebagaimana biasa, sementara di sisi lain beredar informasi mengenai pembukaan lowongan tenaga kerja harian lepas.

Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan mantan pekerja yang berharap perusahaan dapat mengutamakan tenaga kerja yang sebelumnya telah mengabdi dan memiliki pengalaman kerja di lingkungan perusahaan tersebut.

Koordinator perwakilan pekerja, Amirudin, menyampaikan bahwa pihaknya bersama sejumlah elemen masyarakat berencana menyampaikan aspirasi secara langsung kepada manajemen perusahaan pada Senin mendatang.

"Kami hanya meminta agar perusahaan memberikan prioritas kepada tenaga kerja yang sebelumnya telah bekerja. Kami siap mengikuti sistem kerja yang berlaku, baik harian lepas, kontrak maupun mekanisme lainnya. Yang kami harapkan adalah kesempatan untuk kembali bekerja," tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Gabungan Pekerja, Mahasiswa dan Masyarakat (GPMM), Heru Herwanto, menyatakan pihaknya akan terus mengawal aspirasi para pekerja yang terdampak berakhirnya kontrak vendor.

"Kami berharap ada komunikasi yang baik dan solusi yang berpihak kepada para pekerja. Mereka telah mengabdi selama bertahun-tahun dan tentu berharap mendapatkan kesempatan kembali bekerja sesuai kebutuhan perusahaan," ujarnya.

Para mantan pekerja juga berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait, khususnya Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lampung Selatan, dapat memfasilitasi dialog antara perusahaan dan para pekerja guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Ciomas Japfa Food belum memberikan keterangan resmi terkait nasib 219 mantan pekerja tersebut maupun informasi mengenai proses rekrutmen tenaga kerja yang sedang berjalan.

Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan.(Is)

Share:

Pentas Seni HELAU Lampung Selatan Diduga Abaikan Fasilitas Publik


LAMPUNG SELATAN - Pentas seni HELAU, yang diadakan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan di kawasan Bundaran Tugu Pancasila, Kelurahan Way Urang, Kalianda,  Lampung Selatan pada Jum’at malam 19 Juni 2026, dipadati ratusan Pengunjung.

Kehadiran pengunjung yang semakin ramai turut membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan pedagang di sekitar lokasi. Aktivitas ekonomi yang sempat lesu pun mulai kembali menggeliat seiring banyaknya orang yang datang menikmati pertunjukan seni di suasana malam.

Namun, di balik semaraknya panggung serta meningkatnya aktivitas ekonomi bagi warga, kondisi kawasan yang menjadi lataran utama kegiatan itu justru menuai sorotan. Masyarakat menilai salah satu ikon penting Kabupaten Lamsel ini terlihat kurang terawat dan jauh dari kesan sebagai wajah ibu kota kabupaten.

Pasalnya, sejumlah fasilitas yang dulunya menjadi daya tarik kawasan itu kini tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Lampu penerangan pada air mancur yang dulu memperindah suasana malam hari diketahui sudah lama tidak menyala. Begitu juga dengan air mancur pusat, yang kini tidak lagi beroperasi secara optimal.

Tak hanya disitu saja, kerusakan pada tubuh Tugu Pancasila akibat aksi vandalisme beberapa bulan lalu hingga kini belum terlihat adanya perbaikan. Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan di kalangan publik mengenai komitmen pemerintah daerah dalam merawat aset dan simbol daerah yang dibangun menggunakan anggaran negara.

Ironisnya lagi, di saat pemerintah mulai menghidupkan kembali ruang publik lewat berbagai kegiatan, fasilitas yang menjadi identitas kawasan justru terkesan terabaikan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan, I Nyoman Setiawan, saat dikonfirmasi di lokasi mengakui bahwa saat ini belum tersedia anggaran khusus untuk pemeliharaan tugu, monumen, maupun fasilitas penerangan di kawasan tersebut.

Meski begitu, ia menyebut Pemkab Lampung Selatan telah menyiapkan rencana besar untuk melakukan revitalisasi menyeluruh kawasan Bundaran Tugu Pancasila dengan konsep pembangunan alun-alun Kalianda. Program itu dianggarkan sekitar Rp 30 miliar yang bersumber dari APBD Tahun 2026.

Namun, rencana tersebut justru menyisakan banyak tanda tanya. Hingga saat ini belum ada kepastian kapan pekerjaan itu akan dimulai. Nyoman menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui jadwal pelaksanaannya karena hal itu menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan.

Nyoman juga belum dapat memastikan apakah Tugu Pancasila yang menjadi ikon kawasan itu akan dipugar dan dipertahankan keberadaannya, atau justru mengalami perubahan bentuk dalam konsep baru yang sedang dirancang.

Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa proyek senilai puluhan miliar rupiah itu masih sebatas wacana, belum disertai kejelasan teknis di lapangan. Sementara itu, kerusakan fasilitas yang ada terus menjadi pemandangan sehari-hari warga.
Di sisi lain, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan telah menetapkan Pentas Seni Budaya HELAU, sebagai agenda rutin setiap Jum’at malam. Untuk mendukung kegiatan itu, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3 juta setiap kali pelaksanaannya, yang digunakan untuk konsumsi, sewa peralatan suara, serta honorarium para seniman dan petugas.

Kebijakan ini pun memicu diskusi di tengah masyarakat terkait prioritas penggunaan anggaran daerah. Di satu sisi pemerintah berusaha menghidupkan ruang publik, namun di sisi lain fasilitas penunjang dan ikon daerah justru belum mendapatkan perhatian perbaikan yang layak.

Masyarakat berharap rencana revitalisasi yang telah diumumkan tidak berhenti sebagai janji semata. Terlebih, kawasan Bundaran Tugu Pancasila bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan wajah Kabupaten Lampung Selatan yang dilihat oleh warga maupun tamu yang berkunjung.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari Dinas PUPR terkait desain akhir, tahapan pelaksanaan, maupun target waktu penyelesaian proyek senilai Rp 30 miliar tersebut. (Is)

Share:

Pentas Seni Budaya Helau Lampung Selatan Diapresiasi Banyak Pihak


LAMPUNG SELATAN - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terus berkomitmen menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan seni budaya daerah melalui kegiatan rutin Pentas Seni Budaya Helau.

Kegiatan ini mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari masyarakat hingga pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) setempat.

Pentas ini berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB sampai selesai. Pada Jum’at malam (19/06/2026).

Awalnya dibuka oleh Supriyanto Sekretaris Daerah Kabupaten Lamsel, kala itu. digelar di Gedung Olahraga Way Handak (GWH), Kalianda, kini lokasi kegiatan dipindahkan dan berlangsung secara rutin di kawasan Tugu Pancasila Kabupaten Lampung Selatan.

Ruang Ekspresi Seniman dan Sarana Dekatkan Budaya.

Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi para seniman lokal untuk menampilkan karya dan bakatnya. Selain itu, Pentas Seni Budaya Helau juga berperan sebagai jembatan yang mendekatkan kembali nilai-nilai budaya daerah kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.

Berbagai pertunjukan kesenian khas Lampung Selatan ditampilkan secara bergantian, sehingga warga dapat menikmati tontonan yang menghibur sekaligus menambah wawasan tentang warisan leluhur.

Pernyataan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan, Dr. I Nyoman Setiawan, dalam keterangannya menyampaikan tujuan utama diselenggarakannya kegiatan ini.

“Pentas Seni Budaya Helau kami hadirkan sebagai wujud nyata upaya melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya asli Lampung Selatan. Kami ingin budaya ini tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi terus hidup dan dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemindahan lokasi ke Tugu Pancasila dilakukan agar lebih mudah diakses oleh warga dari berbagai wilayah, serta menciptakan pusat kegiatan budaya yang lebih strategis.

"Selain melestarikan budaya, kami juga merancang kegiatan ini agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Oleh karena itu, kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku UKM dan pedagang lokal untuk ikut serta memamerkan dan menjual produknya di lokasi acara,” jelasnya.

Pihaknya berkomitmen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas kegiatan ini agar semakin menarik dan memberikan dampak yang lebih luas.

Berdampak Positif Bagi Ekonomi Warga.

Tidak hanya memperkuat identitas budaya, kehadiran kegiatan ini juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian warga sekitar. Para pelaku UKM dan pedagang kecil memanfaatkan keramaian pengunjung untuk menawarkan berbagai produk kerajinan tangan, makanan khas, dan barang dagangan lainnya.

Salah satu pedagang di lokasi, Susi pemilik angkringan “Besti”, mengaku sangat merasakan manfaatnya. “Selain bisa menikmati kesenian secara gratis, kami juga bisa menjajakan dagangan. Kegiatan ini menghidupkan suasana sekaligus membantu perekonomian warga,” ungkapnya.

Dukungan ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan. (Is)

Share:

Bupati Lampung Selatan Apresiasi Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas


LAMPUNG SELATAN - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas yang menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, sebagai narasumber utama di Aula Krakatau, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati Lampung Selatan, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para staf ahli bupati, asisten sekda, kepala OPD, camat, pimpinan BUMD, tokoh masyarakat, serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar nasional yang dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat literasi sejarah dan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas ini. Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas daerah dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda,” ujar Egi.

Menurutnya, sejarah memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Dengan memahami perjalanan masa lalu, masyarakat dapat mengambil nilai-nilai positif untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Sejarah adalah kompas pembangunan. Kita tidak boleh melupakan akar budaya dan jati diri daerah di tengah derasnya arus modernisasi. Melalui buku Babad Alas, kita diajak memahami perjalanan, perjuangan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu sebagai bekal membangun Lampung Selatan yang maju dan berkarakter,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa sejarah dan budaya merupakan fondasi penting dalam membangun bangsa yang kuat dan berdaya saing.

“Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber pembelajaran untuk menata masa depan. Buku Babad Alas menghadirkan narasi penting tentang perjalanan masyarakat dan nilai-nilai lokal yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Bima Arya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

“Pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur dan ekonomi. Kita juga harus memastikan bahwa identitas, budaya, dan nilai-nilai luhur bangsa tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya turut memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan sektor pendidikan dan pariwisata berbasis budaya di Lampung Selatan.

Menurutnya, kekayaan sejarah yang dimiliki daerah dapat menjadi modal besar untuk membangun kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan daya tarik wisata.

“Lampung Selatan memiliki potensi besar, baik dari sisi sejarah, budaya, pendidikan maupun pariwisata. Potensi ini harus terus dikembangkan secara terintegrasi. Dunia pendidikan memiliki peran penting dalam meneliti, mendokumentasikan, dan mengembangkan kekayaan sejarah serta budaya daerah agar menjadi sumber pengetahuan sekaligus daya tarik wisata yang bernilai tinggi,” ungkapnya.

Bima Arya menilai, daerah yang mampu menjaga dan mengangkat sejarahnya akan memiliki identitas yang kuat di tengah persaingan global.

“Ketika sejarah dan budaya dikemas melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan destinasi wisata, maka akan lahir nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya melihat Lampung Selatan memiliki modal besar untuk itu,” tegasnya.

Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menghasilkan kajian dan inovasi yang mendukung pembangunan berbasis kearifan lokal.

“Perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat harus berjalan bersama. Hasil kajian akademik harus menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan, termasuk pengembangan sektor pariwisata dan pelestarian budaya lokal,” tambahnya.

Seminar nasional tersebut turut diikuti akademisi dari Universitas Indonesia Mandiri (UIM), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Universitas An-Nur, Universitas Muhammadiyah Kalianda, serta STAI Yasba Kalianda. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas nilai historis, budaya, dan relevansi isi buku Babad Alas terhadap pembangunan daerah.

Melalui seminar ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap semangat literasi sejarah dan pelestarian budaya dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal. (Red)

Share:

Bedah Buku Babad Alas di Lampung Selatan, Bima Arya dan Bupati Radityo Egi Dorong Lahirnya Pemimpin Masa Depan

 


LAMPUNG SELATAN - Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas karya Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, menjadi ruang berbagi pengalaman kepemimpinan sekaligus penguatan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026), dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, akademisi, mahasiswa, serta unsur Forkopimda.

Seminar tersebut mengupas isi buku Babad Alas yang memuat refleksi perjalanan Bima Arya selama satu dekade memimpin Kota Bogor. Melalui pendekatan ideologi, strategi, dan taktik pemerintahan, buku tersebut menawarkan berbagai pembelajaran mengenai kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, hingga pelayanan publik.

Turut hadir sebagai pengulas buku Feni Rosalia, Rektor Universitas Indonesia Mandiri, perwakilan Universitas Muhammadiyah Kalianda, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yayasan Pembangunan Kalianda, Universitas An-Nur, serta para mahasiswa dan akademisi.

Kegiatan dimoderatori Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa.

Menurut Egi, negara maju tidak hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kemampuan masyarakatnya dalam mengelola dan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.

Ia menilai, buku Babad Alas menyajikan banyak pelajaran berharga mengenai tantangan, dinamika, dan proses pengambilan keputusan yang dihadapi seorang pemimpin dalam menjalankan pemerintahan.

“Pengalaman yang tertuang dalam buku Babad Alas memberikan pelajaran bahwa perubahan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian mengambil langkah, membangun kolaborasi, dan bekerja secara konsisten untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” ujar Egi.

Lebih lanjut, Egi mengajak mahasiswa dan civitas akademika untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto menjelaskan bahwa Babad Alas merupakan catatan perjalanan kepemimpinannya selama 10 tahun memimpin Kota Bogor yang berangkat dari semangat pemerintahan yang bersih dan melayani masyarakat.

Menurut Bima, ideologi kepemimpinan harus diterjemahkan ke dalam strategi yang tepat agar mampu menghasilkan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

“Pemimpin adalah agen harapan. Ideologi tanpa strategi tidak akan efektif. Harapan itu harus dicicil melalui kerja-kerja nyata dan dibangun bersama tim yang loyal, solid, militan, dan kompeten,” kata Bima.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama, terutama dalam pembenahan sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta upaya memperkuat identitas daerah.

Melalui seminar nasional ini, diharapkan lahir berbagai gagasan, inspirasi, dan pembelajaran yang dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk membangun kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (Is-Kmf)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts