Portal Berita Online

Korupsi, Kejari Lampung Selatan Tahan Kades Bangunan

 


LAMPUNG SELATAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan menetapkan sekaligus menahan mantan Kepala Desa Bangunan, Kecamatan Palas, berinisial IS (45), sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan desa Tahun Anggaran 2024, Rabu (29/4/2026).

Penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik bidang tindak pidana khusus menemukan bukti permulaan yang cukup atas adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran desa yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp651.207.212,10.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Lampung Selatan, Agung Trisa Putra Fadillah Burdan, menyampaikan bahwa penetapan tersangka tersebut berdasarkan Surat Penetapan Nomor: TAP-01/L8.11/Fd.2/04/2026 tertanggal 29 April 2026.

“Dari hasil penyidikan, ditemukan adanya ketidaksesuaian antara laporan realisasi anggaran dengan dokumen pendukung serta fakta di lapangan berdasarkan keterangan para pelaksana kegiatan,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, pada Tahun Anggaran 2024, Pemerintah Desa Bangunan mengelola total anggaran sebesar Rp2.044.912.668 yang bersumber dari Dana Desa (DD) sebesar Rp1.443.350.000 dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp534.693.868.

Namun dalam pelaksanaannya, diduga terjadi penyimpangan yang berdampak pada kerugian negara hingga lebih dari Rp651 juta, sebagaimana hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara.

Untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, tersangka IS langsung dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak 29 April hingga 18 Mei 2026 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 603 sebagai dakwaan primer dan Pasal 604 sebagai dakwaan subsider Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, juncto Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Kejaksaan menegaskan akan terus mendalami perkara ini guna mengungkap secara menyeluruh pihak-pihak yang terlibat serta memastikan pengelolaan keuangan negara di tingkat desa berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh aparatur desa untuk mengelola anggaran secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Red/*)

Share:

Satlantas Lamsel Edukasi Pengendara Tertib Berlalu Lintas


LAMPUNG SELATAN, — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lampung Selatan melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) melaksanakan kegiatan “Polantas Menyapa” di kawasan Pasar Inpres Kalianda, Senin (27/4/2026) pukul 09.30 WIB.

Kegiatan ini dilakukan oleh Aiptu Helmi bersama Brigpol Riansyah dengan menyasar para pengguna kendaraan, khususnya pengendara sepeda motor yang beraktivitas di sekitar pasar.

Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan edukasi dan imbauan secara humanis kepada masyarakat terkait pentingnya keselamatan berlalu lintas. Fokus utama kegiatan adalah meningkatkan kesadaran penggunaan helm serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

Aiptu Helmi menegaskan bahwa penggunaan helm merupakan hal mendasar yang harus dipatuhi oleh setiap pengendara demi keselamatan diri.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengendara sepeda motor untuk selalu menggunakan helm standar demi keselamatan saat berkendara,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan aturan lalu lintas, meskipun dalam perjalanan jarak dekat.

“Disiplin berlalu lintas harus dimulai dari diri sendiri, karena keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Selain itu, petugas juga memberikan teguran humanis kepada pengendara yang masih melanggar aturan, sekaligus mengajak mereka untuk lebih tertib di jalan raya.

“Kami hadir untuk mengingatkan, bukan hanya menindak. Harapannya masyarakat semakin sadar dan patuh terhadap aturan lalu lintas,” tegas Helmi.

Kegiatan “Polantas Menyapa” ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya di kawasan padat aktivitas seperti pasar.

Melalui pendekatan persuasif, diharapkan tercipta hubungan yang lebih dekat antara Polri dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar Pasar Inpres Kalianda terpantau aman, tertib, dan kondusif. (Red)

Share:

Wujudkan Akses Kesehatan Lebih Dekat, Bupati Egi Jajaki Kerja Sama dengan RSUD Bandar Negara Husada


LAMSEL, Kalianda - Masyarakat Lampung Selatan, khususnya di wilayah Barat dan Timur, berpeluang mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih dekat.

Hal ini menyusul langkah Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang mulai menjajaki kerja sama strategis dengan Rumah Sakit Umum Daerah Bandar Negara Husada (RSUD BNH) milik Pemerintah Provinsi Lampung.

Rencana penguatan sistem rujukan ini dibahas dalam audiensi antara jajaran RSUD BNH dengan Bupati Lampung Selatan di ruang kerja Bupati, Rabu (29/4/2026).

Kerja sama ini diproyeksikan untuk memangkas jarak tempuh warga dalam mendapatkan layanan medis lanjutan.
Direktur RSUD BNH, dr. Sri Aryanti, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan layanan rumah sakit provinsi dengan visi pembangunan kesehatan di Kabupaten Lampung Selatan.

Dengan sistem rujukan lintas sektoral yang lebih kuat, pasien dari puskesmas maupun klinik di Lampung Selatan dapat lebih mudah menjangkau layanan spesialis di RSUD BNH Kompleks Pemerintahan Provinsi Lampung, Kota Baru, Kecamatan Jati Agung.

"Kami ingin meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat dan memudahkan warga Lampung Selatan menjangkau layanan spesialis melalui sistem rujukan yang terintegrasi," ujar dr. Sri Aryanti saat memaparkan fasilitas rumah sakit yang meliputi rawat jalan spesialistik, laboratorium, radiologi, hingga layanan ambulans.

Bupati Radityo Egi Pratama, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia mengakui adanya aspirasi besar dari masyarakat terkait kebutuhan fasilitas rumah sakit yang lebih terjangkau secara jarak, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari pusat kota Kalianda.

"Ada aspirasi masyarakat terkait kebutuhan rumah sakit di wilayah barat maupun timur. Dengan hadirnya RSUD Bandar Negara Husada, ini tentu bisa menjadi opsi untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi warga kami," kata Bupati Egi.

Meski mendukung penuh perluasan akses, Bupati muda ini memberikan catatan kritis terkait kualitas pelayanan. Ia menegaskan bahwa ketersediaan gedung dan alat medis yang canggih harus dibarengi dengan keramahan dan kecepatan penanganan pasien.

"Saya terbuka terhadap semua bentuk kerja sama. Namun saya titip, sisi pelayanan harus terus ditingkatkan. Masyarakat harus menjadi prioritas utama," tegasnya.

Terkait skema teknis kerja sama, Pemkab Lampung Selatan melalui Bagian Kerja Sama Setdakab akan melakukan kajian mendalam agar implementasi di lapangan berjalan sesuai regulasi dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam menghadirkan layanan kesehatan yang dekat, cepat, dan berkualitas di Bumi Khagom Mufakat. (Is-Kmf)

Share:

Sekdaprov Lampung Terima Audensi Ombudsman RI


Bandar Lampung – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menerima audiensi Ombudsman RI bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (29/04/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Marindo menegaskan pentingnya penguatan pelayanan administrasi di seluruh OPD agar penyelenggaraan pelayanan publik berjalan sesuai aturan, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga menekankan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus menaati seluruh ketentuan dan mekanisme pengawasan dalam pelayanan publik.

Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan administrasi agar tetap berjalan dengan baik dan benar.

Sementara itu, perwakilan Ombudsman RI, Fikri Yasin, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 Ombudsman RI melaksanakan penilaian maladministrasi pelayanan publik terhadap delapan pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Provinsi Lampung. Penilaian tersebut merupakan transformasi dari penilaian kepatuhan yang sebelumnya telah dilakukan.

Ia menyebutkan, pada tahun 2025 terdapat penyempurnaan indikator penilaian, termasuk penambahan aspek kepercayaan masyarakat serta kepatuhan terhadap tindakan korektif, saran perbaikan, dan penyempurnaan layanan. Penilaian dilakukan berdasarkan empat dimensi utama, yakni input, proses, output, dan pengaduan.

Fikri juga menekankan bahwa pencegahan maladministrasi merupakan langkah strategis dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

“Tidak terjadinya korupsi juga didukung dengan tidak adanya maladministrasi, karena praktik tersebut seringkali berawal dari penyimpangan administrasi,” ujarnya.

Adapun lokus penilaian di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung meliputi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Dinas Sosial Provinsi Lampung, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.
Berdasarkan hasil evaluasi terhadap tiga perangkat daerah tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung berhasil meraih predikat nasional dengan nilai 88,48.

Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat upaya pencegahan maladministrasi.

Melalui audiensi ini, diharapkan sinergi antara Ombudsman RI dan Pemerintah Provinsi Lampung semakin kuat dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Pemprov Lampung Optimalkan Kualitas Layanan Publik


L
ampung Raih Apresiasi Nasional atas Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025

Bandar Lampung --- Pemerintah Provinsi Lampung menerima apresiasi atas keberhasilan dalam penyusunan dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) berkualitas di tingkat kabupaten/kota tahun 2025
dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN.

Apresiasi diserahkan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih, kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang diwakili oleh Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari, dalam kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Provinsi Lampung Tahun 2026 di Hotel Radisson, Selasa (28/04/2026).

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa pembangunan keluarga perlu terus diperkuat melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, pendidikan keluarga, kualitas pengasuhan, serta pemenuhan kebutuhan dasar keluarga.

Menurutnya, Keberhasilan pembangunan keluarga tidak hanya ditentukan oleh program yang dirancang, tetapi juga oleh komitmen seluruh pihak dalam pelaksanaannya secara bersama-sama.

"Keberhasilan pembangunan keluarga ditentukan oleh komitmen bersama antara pemerintah, swasta, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan masyarakat," ujarnya.

Mengusung tema 'Transformasi Kemendukbangga/BKKBN untuk Mewujudkan Lampung Maju dan Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045',  Gubernur memandang bahwa tema ini sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.

Dalam perspektif kependudukan, Provinsi Lampung diproyeksikan akan mencapai puncak bonus demografi pada tahun 2035, yang menjadi peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi apabila didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat kemiskinan di Provinsi Lampung pada September 2025 tercatat sebesar 9,66 persen, menurun dari 10,62 persen pada tahun 2024. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung pada tahun 2025 mencapai 73,98, meningkat dari 73,13 pada tahun sebelumnya.

Gubernur juga memberikan tiga arahan strategis, yakni penguatan integrasi program pembangunan keluarga dalam perencanaan daerah, peningkatan sinergi lintas sektor hingga tingkat desa, serta penguatan pengelolaan data keluarga yang didukung sistem monitoring dan evaluasi berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN yang diwakili oleh Plt. Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat, Wahyuniati, menyampaikan apresiasi atas capaian Provinsi Lampung dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana.

Ia menilai berbagai progres yang telah dicapai, khususnya dalam pendataan keluarga dan pelaksanaan program hingga tingkat desa, menjadi modal penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Selain Pemerintah Provinsi Lampung, apresiasi juga diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Lampung Timur atas keberhasilan penyusunan dokumen PJPK berkualitas.

Pada kegiatan tersebut dilakukan  penandatanganan komitmen bersama antara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung dengan OPD KB kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, serta penandatanganan perjanjian kerja sama Program Bangga Kencana dan Gerakan Indonesia Asri dalam upaya menciptakan lingkungan kerja dan publik yang berkelanjutan. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Inspeksi Fasilitas Publik, Sekda Supriyanto Tegaskan Lampung Selatan HELAU sebagai Budaya Kebersihan Berkelanjutan


LAMSEL, Kalianda - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan bukan sekadar kesiapan sesaat menjelang kunjungan pejabat, melainkan harus menjadi budaya yang dijaga secara konsisten.

Penegasan itu disampaikan saat meninjau langsung Puskesmas Way Urang dan SD Negeri 3 Way Urang, Selasa (28/4/2026), dalam rangka memastikan implementasi Program Lampung Selatan HELAU berjalan optimal.

Selain Puskesmas Way Urang dan SD Negeri 3 Way Urang, peninjauan juga dilakukan di sejumlah perangkat daerah, di antaranya Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

Dalam peninjauan tersebut, Supriyanto didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan Wahidin Amin, Asisten Bidang Administrasi Umum Edi Firnandi, Kepala Dinas Kesehatan Devi Arminanto, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Syaifulloh.

Kunjungan ini difokuskan untuk mengevaluasi sejauh mana kesiapan fasilitas publik dalam menerapkan standar kebersihan dan penataan lingkungan sesuai konsep Lampung Selatan HELAU yang diinisiasi Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.

Supriyanto menegaskan, penilaian terhadap lokasi yang masuk dalam program tersebut tidak bersifat insidental, melainkan akan dilakukan secara rutin setiap pekan.

“Hari ini saya ingin mengecek titik-titik yang masuk dalam perencanaan Lampung Selatan HELAU di Puskesmas dan SDN 3 Way Urang. Perlu diingat, lokasi ini akan dinilai setiap hari Senin, seminggu sekali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, standar kebersihan yang dimaksud tidak hanya terbatas pada ruang dalam gedung, tetapi mencakup seluruh area, mulai dari saluran air (siring), halaman, teras, hingga kondisi kamar mandi dan detail ruangan.

Menurutnya, lingkungan yang bersih dan tertata rapi menjadi cerminan nyata filosofi “HELAU” yang diusung pemerintah daerah.

Selain kebersihan fisik, Supriyanto juga menyoroti pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Ia menegaskan, instansi pemerintah harus memiliki sistem pengelolaan sampah yang jelas dan tidak sekadar memindahkan masalah.

“Pengelolaan sampah harus dipikirkan solusinya. Jangan hanya dikumpulkan, tetapi bagaimana bisa diselesaikan di tempat agar tidak mencemari lingkungan luar,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa implementasi Program Lampung Selatan HELAU tidak harus membutuhkan biaya besar. Pemanfaatan potensi lokal dan sumber daya yang ada dinilai sudah cukup untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat, Supriyanto meminta agar edukasi terkait pemilahan sampah disampaikan dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Istilah teknis seperti organik dan non-organik, menurutnya, perlu diterjemahkan dalam konteks yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Tak hanya itu, perhatian juga diberikan pada aspek penghijauan. Ia menginstruksikan agar perawatan tanaman dilakukan secara bijak, termasuk melarang penebangan pohon sembarangan.

“Jika harus dipangkas, harus dilakukan oleh yang memahami. Dan yang paling penting, jangan lagi menggunakan bahan kimia untuk rumput. Gunakan cara manual agar tanah tetap sehat dan lingkungan tetap asri,” katanya.

Melalui peninjauan ini, pemerintah daerah berharap Program Lampung Selatan HELAU tidak hanya menjadi program administratif, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Is-Kmf)

Share:

STQ Lampung Selatan 2026 Ditutup, Sekda Supriyanto Tegaskan Target Besar: Juara hingga Tingkat Provinsi

 


LAMSEL, Kalianda - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, secara resmi menutup gelaran Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-VII tingkat kabupaten di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (27/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan, para kepala perangkat daerah, camat se-Lampung Selatan, Ketua LPTQ Lampung Selatan dan jajaran, dewan hakim, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Dalam sambutannya, Supriyanto menegaskan bahwa STQ bukan sekadar agenda rutin tahunan atau ajang perebutan piala. Lebih dari itu, STQ merupakan sarana strategis untuk memperkuat syiar Islam sekaligus membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

“STQ adalah momentum memperkuat syiar Islam dan memperkokoh ukhuwah Islamiyah. Melalui lantunan ayat suci, kita diingatkan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup utama,” ujar Supriyanto.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan pembinaan bagi para peserta, khususnya para juara, agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Menurutnya, hasil STQ harus menjadi indikator keberhasilan pembinaan yang dilakukan LPTQ di tingkat kecamatan.

“Para juara akan dipersiapkan melalui pembinaan yang lebih intensif dan terukur. Ini adalah titik awal untuk langkah yang lebih besar ke depan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan turut memberikan apresiasi kepada dewan juri atas integritas dalam penilaian, serta kepada seluruh peserta dan official yang telah berpartisipasi dengan maksimal mewakili kecamatan masing-masing.

Kepada para pemenang, Supriyanto berpesan agar tidak cepat berpuas diri. Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab berikutnya adalah membawa nama baik daerah pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Lampung.

Acara penutupan ditandai dengan penyerahan hadiah secara simbolis kepada para juara pertama dari berbagai cabang lomba. Di antaranya, Muh. Doni Saputra untuk cabang Tilawah Qur’an Remaja Putra, Sandi Adi Pratama untuk Hifzil Qur’an 1 Juz Ma’attilawah Putra, serta M. Rafi Alfaris untuk Khottil Qur'an Kaligrafi Kontemporer Putri.

Selain itu, prestasi juga diraih oleh Wike Widianti dari Kecamatan Katibung pada cabang Fahmil Qur’an Grup Putra, serta Muh. Quraish Shihab dari Katibung pada cabang Makalah Qur’an Putra, dan Erika Tantania Assyifa dari Tanjung Sari pada cabang 500 Hadits Putri.

Dengan berakhirnya STQ ke-VII ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap pembinaan generasi Qur’ani semakin kuat dan berkelanjutan, sekaligus mampu mencetak duta-duta terbaik untuk bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. (Is-Kmf)

Share:

Perkuat Akuntabilitas, Pemprov Lampung Dorong Kompetensi Pelaku PBJ


Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi belanja daerah melalui penguatan kompetensi para pelaku Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). 

Fokus utama diarahkan pada implementasi strategi konsolidasi paket pengadaan serta optimalisasi sistem E-Purchasing sebagai instrumen kunci pencegahan pemborosan anggaran. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdaprov Lampung, Sukmawan Hendriyanto, saat membuka kegiatan Peningkatan Kompetensi Pelaku PBJ di Gedung Pusiban, Selasa (28/04/2026). 


Gubernur menekankan bahwa transformasi digital melalui E-Katalog bukan sekadar perubahan teknis, melainkan langkah strategis untuk menciptakan proses pengadaan yang lebih cepat, terbuka, dan akuntabel. 

"Langkah ini akan membantu kita bekerja lebih rapi, meminimalisir potensi kesalahan, dan yang terpenting, memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran pemerintah," tegas Sukmawan. 


Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Lampung menaruh harapan besar pada jajaran CPNS yang memiliki latar belakang keahlian di bidang teknologi informasi. Kehadiran mereka dinilai sangat relevan untuk mengakselerasi proses digitalisasi pengadaan yang kini menuntut pemahaman mendalam terhadap sistem elektronik. 


Ketua Pelaksana Kegiatan, Budi Setiawan, melaporkan bahwa agenda ini bertujuan memberikan panduan teknis mengenai peran dan tanggung jawab Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sesuai dengan regulasi terbaru, termasuk Perpres Nomor 46 Tahun 2025. 


Narasumber dalam kegiatan ini, Hernaning Rangga Dita Utama dari LKPP RI, memaparkan pentingnya pemahaman batasan kewenangan guna menghindari risiko hukum. Sementara itu, Yusron dari Biro PBJ Lampung menjelaskan kewajiban penggunaan produk dalam katalog serta prioritas penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan pelibatan Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK). 


Melalui konsolidasi pengadaan, diharapkan tercipta efektivitas belanja yang sejalan dengan prinsip Value for Money, memastikan setiap rupiah anggaran memberikan dampak maksimal bagi masyarakat Lampung. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Pemprov Lampung Tekankan Peran Strategis Lulusan Tarbiyah di Era Perubahan

 


Tulang Bawang – Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul Ishlah Tulang Bawang atas Wisuda Perdana Program Sarjana (S1) Tahun 2026 yang digelar di Aula STIT Darul Ishlah, Senin (27/4/2026).

Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menyampaikan salam hormat dari Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung kepada seluruh civitas akademika, wisudawan, serta keluarga besar STIT Darul Ishlah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, kami mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Hari ini adalah momen yang sangat bermakna, bukan hanya bagi para lulusan, tetapi juga bagi orang tua dan keluarga yang telah mendampingi dengan doa, perjuangan, serta pengorbanan tanpa henti,” ujarnya.

Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan titik awal memasuki ruang pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat. Gelar sarjana yang diraih hari ini, kata dia, membawa tanggung jawab besar untuk memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Gubernur menegaskan, lulusan ilmu tarbiyah memiliki posisi strategis sebagai calon pendidik, pembina umat, sekaligus penjaga nilai moral di tengah derasnya arus perubahan zaman.

“Jadilah bagian dari solusi, bukan bagian dari persoalan. Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi proses membentuk karakter, menanamkan akhlak, dan menyiapkan generasi yang berdaya saing serta berkepribadian kuat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti besarnya potensi bonus demografi di Provinsi Lampung, di mana sekitar 69 persen penduduk berada pada usia produktif. Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang besar yang harus dimanfaatkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, dan keterampilan kerja.

“Lampung memiliki modal besar. Jika generasi mudanya dibekali ilmu, akhlak, dan kompetensi, maka daerah ini akan semakin maju dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur memberikan apresiasi kepada para dosen, pengelola kampus, dan Yayasan Pondok Pesantren Darul Ishlah yang dinilai berhasil menjaga semangat pendidikan di tengah tantangan, termasuk saat masa pandemi Covid-19.

Ia berharap STIT Darul Ishlah terus berkembang, meningkatkan mutu akademik, memperluas program studi, hingga membuka jenjang pendidikan magister (S2) di masa mendatang.

“Perguruan tinggi ini memiliki potensi besar untuk terus tumbuh. Kami berharap para alumni ikut berkontribusi melalui penelitian, inovasi, dan pengabdian masyarakat agar kualitas kampus semakin meningkat,” katanya.

Sementara itu, Ketua STIT Darul Ishlah, Dr. Tohir Muntoha, S.Pd., M.Pd.I, menyampaikan bahwa wisuda perdana ini menjadi bukti ketangguhan, kerja keras, serta doa yang terjawab bagi keluarga besar kampus.

“Kalian bukan sekadar angka dalam data lulusan, tetapi duta-duta perubahan yang akan terjun langsung di tengah masyarakat. Gelar sarjana adalah tiket untuk mulai berkarya, namun karakter dan kegigihanlah yang akan menentukan sejauh mana kalian melangkah,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Ishlah sekaligus Rois Syuriah PWNU Lampung, KH Shodiqul Amin, menegaskan bahwa pesantren saat ini menjadi kekuatan besar dalam pembangunan bangsa, termasuk dalam bidang pendidikan tinggi.

Ia berharap STIT Darul Ishlah terus berkembang dari jenjang S1 menuju S2 hingga S3, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat pendidikan berbasis pesantren.

Wisuda perdana tersebut  menjadi tonggak sejarah penting bagi STIT Darul Ishlah Tulang Bawang dalam mencetak generasi unggul, religius, dan siap membangun Lampung. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Sinergi Kuat Lapas Kalianda–Kodim Lampung Selatan: Senjata Inventaris Dijaga, Keamanan Diperkuat!

 


Kalianda – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda bekerjasama dengan Kodim 0421 Lampung Selatan melaksanakan kegiatan perawatan dan pemeliharaan senjata api inventaris yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kalianda sebagai bagian dari upaya menjaga kesiapsiagaan pengamanan di lingkungan Lapas (28/4).

Kegiatan ini dilakukan secara rutin dan terstruktur guna memastikan seluruh senjata api dalam kondisi baik, layak pakai, serta siap digunakan dalam mendukung pelaksanaan tugas pengamanan.

Perawatan dan pemeliharaan ini juga menjadi bentuk komitmen Lapas Kalianda dalam meningkatkan profesionalisme petugas serta menjamin keamanan dan ketertiban tetap terjaga secara optimal.

Kepala Lapas Kalianda menegaskan bahwa kesiapan sarana pengamanan merupakan hal yang tidak dapat ditawar dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

“Seluruh peralatan pengamanan harus dalam kondisi siap digunakan setiap saat. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kita dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas,” tegas Kalapas.(Hms-Is)

Share:

Lapas Kalianda Gelar Tasyakuran HBP ke-62, Serahkan Bantuan Gerobak UMKM untuk Keluarga WBP



Kalianda – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda melaksanakan kegiatan tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 yang digelar di lingkungan Lapas Kalianda. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus momentum memperkuat semangat pengabdian seluruh jajaran pemasyarakatan (27/4).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Lapas Kalianda juga melaksanakan penyerahan bantuan gerobak usaha kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi dan keberlanjutan kehidupan sosial keluarga WBP.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Kalianda. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga WBP.

Kepala Lapas Kalianda, Beni Nurrahman menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian nyata pemasyarakatan terhadap kesejahteraan keluarga warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan hadir tidak hanya dalam proses pembinaan di dalam Lapas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi keluarga warga binaan. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi awal kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Kalapas.
(Hms-Is)

Share:

Lapas Kalianda Gandeng Disdukcapil, Laksanakan Perekaman Data Kependudukan WBP dalam Rangka HBP ke-62


Kalianda – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) melaksanakan kegiatan perekaman data kependudukan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (27/4).

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antar instansi dalam memberikan pelayanan publik yang optimal, khususnya dalam pemenuhan hak administrasi kependudukan bagi warga binaan. Melalui perekaman data ini, diharapkan seluruh WBP memiliki identitas resmi yang dapat digunakan sebagai dasar dalam mengakses berbagai layanan publik ke depannya.

Selain sebagai bentuk pelayanan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan yang berkelanjutan, guna mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat dengan identitas yang sah dan lengkap.

Kepala Lapas Kalianda menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud komitmen Lapas dalam memberikan pelayanan yang inklusif dan bermanfaat.

“Kami berkomitmen untuk memastikan setiap warga binaan tetap mendapatkan hak administrasi kependudukan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Bakti Pemasyarakatan, sebagai bentuk pelayanan nyata kepada warga binaan,” ujar Kalapas.
(Hms-Is)

Share:

Gaji ke-13 ASN dan PPPK Pemprov Lampung Cair Awal Juni 2026


Bandarlampung — Kabar baik bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Gaji ke-13 bagi ASN dan PPPK dipastikan mulai dicairkan pada awal Juni 2026, dengan total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp150 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung, Nurul Fajri, menyampaikan bahwa pencairan gaji ke-13 tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2026.
“Pembayaran gaji ke-13 mulai dilakukan pada Juni 2026 sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp150 miliar untuk memenuhi hak ASN dan PPPK,” ujarnya.
Ia menjelaskan, alokasi anggaran tersebut diperuntukkan bagi 12.648 pegawai negeri sipil (PNS), 12.779 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), serta 863 PPPK paruh waktu di lingkungan Pemprov Lampung.
Lebih lanjut, Nurul Fajri menegaskan bahwa komponen gaji ke-13 bagi PPPK meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, serta tunjangan kinerja atau tambahan penghasilan.
Namun demikian, terdapat ketentuan khusus bagi PPPK dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Pembayaran gaji ke-13 akan dilakukan secara proporsional, dihitung berdasarkan jumlah bulan masa kerja dibagi 12, sebagaimana mekanisme yang juga diterapkan pada pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).
“Untuk PPPK yang masa kerjanya belum genap satu tahun, besarannya disesuaikan secara proporsional. Ini sudah diatur dalam regulasi yang sama,” jelasnya.
Dengan pencairan gaji ke-13 ini, diharapkan dapat meningkatkan daya beli serta membantu kebutuhan pendidikan keluarga ASN menjelang tahun ajaran baru.
Pemerintah Provinsi Lampung juga memastikan proses pencairan dilakukan tepat waktu dan sesuai mekanisme, guna menjaga stabilitas kesejahteraan pegawai di tengah dinamika ekonomi saat ini. (*)

Share:

Bupati Pesisir Barat Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Dan Pohon Tumbang


PESIBAR - Bupati Pesisir Barat, Lampung, (Pesibar) Dedi Irawan, menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat yang terdampak musibah kebakaran dan pohon tumbang di Lebak, Kelurahan Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, serta di Kecamatan Karya Penggawa, Senin (27/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Dedi Irawan didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (PPPAKB), Irhamudin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Herdi Wilismar, Camat Karya Penggawa, Iskandar Haris, Sekretaris Dinas DPRKPPLH, Peratin Way Sindi, Wawan Kurniawan, Camat Pesisir Tengah yang diwakili Sekretaris Kecamatan, serta Lurah Pasar Krui.

Pada kunjungannya, Bupati Dedi Irawan menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga terdampak, sekaligus memastikan kondisi para korban dalam keadaan aman dan telah mendapatkan penanganan cepat dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat.

“Pemerintah daerah hadir untuk masyarakat, terutama saat menghadapi musibah seperti ini. Kami berkomitmen untuk terus memberikan bantuan dan dukungan agar masyarakat dapat segera bangkit dan kembali beraktivitas,” ujar Bupati Dedi Irawan.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi bantuan sosial berupa uang tunai, buffer stock, paket sembako, bantuan material seperti asbes, perlengkapan rumah tangga, serta berbagai kebutuhan lain yang diperlukan oleh para korban.

Selain menyalurkan bantuan, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas dan saling membantu dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

Langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat ini diharapkan mampu membantu proses pemulihan para korban, yang terkena musibah semoga kondisi di wilayah cepat normal.(yasir)

Share:

Menantu Bunuh Mertua, Keluarga Dan Kuasa Hukum Minta Pelaku Dihukum Mati


Lampung Selatan – Peristiwa tragis pembunuhan yang dilakukan oleh menantu terhadap mertuanya sendiri terjadi di Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, dan masih menyisakan duka mendalam di tengah masyarakat. Pelaku, Abdul Mukti (34), tega membacok hingga tewas Almarhumah Hajjah Supriyani Binti H.Hamzah, seorang pensiunan PNS, pada Sabtu (18/4/2026) siang di kediaman korban.


Almarhumah dikenal luas di lingkungan masyarakat sebagai sosok yang sangat baik, santun, dan selalu berbuat kebaikan serta menolong sesama. Kepergiannya secara tidak wajar ini tentu sangat mengejutkan dan meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga besar, kerabat, maupun warga sekitar tempat tinggalnya.

Motif pembunuhan ini bermula dari konflik rumah tangga yang berlarut-larut. Pelaku dan istrinya yang merupakan anak kandung korban sudah berpisah tempat tinggal selama 6 bulan, meski secara hukum dan agama mereka masih terikat sebagai suami istri.

Ketegangan memuncak saat pelaku mendatangi rumah korban. Kedatangan tersebut justru membuat istri pelaku merasa sangat ketakutan hingga langsung mengunci diri di dalam kamar. Tak lama berselang, terdengar teriakan dan jeritan kesakitan dari arah ruang tamu. Saat anak korban memberanikan diri keluar, ia mendapati ibunya sudah tergeletak tak berdaya bersimbah darah. Diduga kuat aksi kejam ini sudah direncanakan matang-matang oleh pelaku, yang sengaja membawa dan menggunakan senjata tajam jenis golok untuk menghabisi nyawa mertuanya.

Saat ini pelaku sudah diamankan dan ditahan di Polres Lampung Selatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui proses hukum yang berlaku.

Keluarga dan Kuasa Hukum Tuntut Hukuman Mati

Menanggapi peristiwa keji yang sangat tidak manusiawi ini, keluarga korban didampingi oleh tim kuasa hukum AMRI SOHAR SH & Partner menyatakan sikap tegas. Mereka menuntut aparat penegak hukum menjerat pelaku dengan hukuman yang setimpal, bahkan meminta agar Abdul Mukti dijatuhi hukuman mati sebagai bentuk keadilan.

Perlu diketahui, tim hukum AMRI SOHAR SH & Partner merupakan kolaborasi yang solid antara para advokat senior dan advokat muda yang berpengalaman, di antaranya Sahroni SH dan Eko Humaidi SH. Gabungan pengalaman dan semangat baru ini diharapkan dapat memperkuat upaya penegakan keadilan bagi keluarga korban.

"Kami keluarga korban sangat terpukul, sedih sekaligus kecewa luar biasa atas perbuatan yang dilakukan pelaku. Membunuh orang tua sendiri dengan cara yang sangat sadis dan kejam, adalah tindakan yang tidak akan pernah bisa kami maafkan. Apalagi almarhumah Hajjah Supriyani Binti H.Hamzah adalah sosok yang sangat baik, dermawan, dan dihormati di tengah masyarakat," ujar perwakilan keluarga.

AMRI SOHAR SH menegaskan bahwa perbuatan pelaku tergolong pembunuhan berencana yang dilakukan dengan penuh kekejaman dan melanggar segala nilai kemanusiaan, sehingga pantas mendapatkan sanksi terberat menurut hukum yang berlaku.

"Kami mendesak pihak kepolisian dan kejaksaan untuk memproses kasus ini dengan cepat, transparan, dan tuntas. Kami meminta agar pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dan dijatuhi hukuman mati. Ini bukan hanya untuk memberikan keadilan bagi almarhumah yang telah meregang nyawa secara tidak wajar, tetapi juga sebagai efek jera agar tidak ada orang lain yang berani melakukan tindakan serupa di masa mendatang," tegas Amri Sohar.

Hal senada juga disampaikan oleh partner beliau, Nur Salam SH. Ia menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Abdul Mukti sudah melampaui batas kewajaran dan kemanusiaan.

"Tindakan yang dilakukan pelaku ini sungguh sangat biadab dan di luar batas kemanusiaan. Membunuh orang tua dengan cara yang begitu sadis adalah perbuatan yang sangat keji. Sepantasnya pelaku dihukum mati agar mendapatkan rasa keadilan yang setimpal," tegas Nur Salam SH.

Keluarga berharap keadilan dapat segera ditegakkan, dan pelaku mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya yang telah merenggut nyawa seorang ibu, nenek, dan tokoh masyarakat yang tidak bersalah.
(Red)

Share:

Dukung Program Bupati Radityo Egi, Bhabinkamtibmas Aipda Deni Madyistira Gencar promosikan Wisata Canti dan Pulau Sebesi Hingga Mancanegara


LAMPUNG SELATAN - Kabupaten Lampung Selatan sejak tahun – tahun sebelumnya hingga sekarang di tahun 2026 dikenal kekayaan alam yang luar biasa dan memilki budaya paling beragam seperti salah satunya destinasi wisata.

‎Di Kepempimpinan Radityo Egi Pratama sebagai Bupati Lampung Selatan sepertinya perkembangan Pariwisata di Lampung Selatan semakin meluas dan dikenal hingga berbagai Mancanegara.


‎Dalan hal itu, terhadap program yang di prioritaskan oleh Bupati Lampung Selatan, khususnya salah satu menggalakan bidang wisata di Lampung Selatan, ternyata banyak dukungan dari berbagai pihak.

‎Sorotan Positif dari tim Media ini, Seperti salah satu anggota Polri, Polres Lampung Selatan, Polsek Kalianda, sebagai Babinkamtibmas desa Tejang Pulau Sebesi dan Canti, Kecamatan Rajabasa ikut serta mempromosikan Wisata di Lampung Selatan.

‎Sosok anggota Polres Lampung Selatan, Aipda Deni Madyistira terlihat sangat gencar mempromosikan wisata di wilayah desa binaannya yakni desa canti dan desa Tejang Pulau Sebesi itu.

‎Bagaimana tidak ??

‎Aipda Deni Madyistira bahkan mengajak keluarga kecilnya ikut serta saat menjalankan tugas di wilayah binaan yang diketahui wilayah tersebut menyeberangi lautan yang menggunakan Parahu mesin untuk mencapai tujuan tempat dirinya bertugas.

‎Terlihat beberapa vidio hingga Poto Aipda Deni setiap bertugas selalu tak luput menunjukkan potensial destinasi wisata berbagai pantai yang indah bersih dan ramai di kunjungi para wisatawan lokal hingga global.


‎Sejak hari Kemarin, Sabtu 25 April 2026, Deni beserta keluarga kecilnya selain mempromosikan pariwisata di wilayahnya, dirinya tak luput juga memberikan himbauan – himbauan kepada pengunjung. ‎ ‎Aipda Deni Madyistira mengatakan bahwa, destinasi wisata di Lampung Selatan telah lama menjadi Icon Internasional, contoh salah satunya wisata Gunung Krakatau, tempat Snorkeling dan pantai yang begitu indah dan bersih seperti pulau Sebesi hingga pantai – pantai lainnya.


‎ ‎”Kita dukung Program yang di prioritaskan pemimpin kita, Bapak Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama. Kabupaten kita ini diferensiasi yang kuat dibandingkan yang lainnya, Keunikan budaya, keindahan bahari, kekayaan kuliner, hingga keramahan masyarakat menjadi keunggulan kompetitif yang tidak mudah ditiru. ‎ ‎


Selain itu, sektor pariwisata juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Industri ini menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar, menggerakkan UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor jasa lainnya. Dalam konteks pembangunan nasional, pariwisata bukan sekadar sektor tambahan, melainkan salah satu pilar pertumbuhan,”ujar Deni.


‎ ‎”Kesiapan bersaing tidak hanya ditentukan oleh potensi. Daya saing global sangat dipengaruhi oleh kualitas infrastruktur, konektivitas, kemudahan akses, standar pelayanan, hingga kepastian regulasi.


Wisatawan nasional hingga internasional saat ini membandingkan pengalaman mereka secara global. Mereka tidak hanya membandingkan Lampung Selatan dengan Kabupaten tetangga, tetapi juga dengan destinasi kelas dunia lainnya. Artinya, standar yang harus digunakan adalah standar internasional.


”kata Aipda Deni,sosok Anggota polri yang sangat mendukung program pemerintahan Lampung Selatan. ‎ ‎ ‎


”Jika pengelolaan dilakukan secara strategis dan terintegrasi, pariwisata di Lampung Selatan bukan hanya siap bersaing, tetapi berpotensi menjadi salah satu pemimpin industri pariwisata global di masa depan,” ungkapnya ‎ ‎


”Untuk itu mari kita gencarkan bersama mendukung penuh program pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan untuk memajukan wisata dibarbagai desa,” tutupnya.(red)

Share:

Rutan Krui Ikuti Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Secara Virtual


Pesisir Barat - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Krui turut serta dalam kegiatan Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang dilaksanakan secara terpusat melalui Zoom dan diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rutan Krui dengan penuh khidmat, sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat;

Pelaksanaan tasyakuran ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran Pemasyarakatan dalam meningkatkan kinerja, integritas, serta pelayanan publik yang lebih baik. Seluruh pegawai Rutan Krui mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias, menyimak sambutan serta refleksi perjalanan Pemasyarakatan yang terus bertransformasi menuju arah yang lebih profesional dan humanis;

Sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng yang dilakukan secara sederhana namun penuh makna. Momen ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan serta menjadi simbol harapan agar Pemasyarakatan, khususnya Rutan Krui, semakin maju, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara, ( Yasir )

Share:

Tak Semua Rumah Bisa Dibedah, Ini Penjelasan Pemkab Lampung Selatan di Balik Syarat Ketat Program RTLH

 


LAMSEL, Kalianda - Kasus Nenek Asnah (64), warga Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung yang sempat viral di media sosial karena dianggap luput dari perhatian pemerintah, justru membuka pemahaman baru bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menegaskan bahwa bantuan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah memiliki mekanisme dan syarat ketat agar benar-benar tepat sasaran.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Lampung Selatan, Aflah Efendi, menjelaskan bahwa tidak semua rumah tidak layak huni otomatis bisa mendapatkan bantuan perbaikan. Program RTLH dirancang dengan regulasi yang jelas untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.

Menurut Aflah, kasus yang dialami Nenek Asnah bukan karena pemerintah abai. Faktanya, Asnah telah menerima sejumlah bantuan sosial, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan lainnya dari Kementerian Sosial.

“Bantuan bedah rumah itu ada aturannya. Bukan berarti pemerintah tidak peduli, tapi harus sesuai ketentuan agar tidak salah sasaran,” ujar Aflah, Minggu (26/4/2026).

Ia menjelaskan, rumah milik Nenek Asnah belum dapat diperbaiki melalui program tersebut karena berdiri di kawasan register hutan. Secara regulasi, lokasi tersebut tidak diperbolehkan untuk pembangunan atau renovasi menggunakan dana bantuan pemerintah.

Aflah kemudian mengedukasi masyarakat terkait syarat penerima bantuan RTLH. Di antaranya, lahan harus milik pribadi yang dibuktikan dengan sertifikat atau dokumen sah, rumah dalam kondisi tidak layak huni dan telah ditempati minimal satu tahun serta pemohon merupakan warga Lampung Selatan yang dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga.

Selain itu, calon penerima harus terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTSEN) desil 1 hingga 5, belum pernah menerima bantuan serupa, serta memiliki surat pengantar dari desa yang diketahui camat. Syarat lainnya yang kerap terlewat adalah adanya swadaya dari penerima, meskipun dalam jumlah terbatas.

Di sisi lain, jumlah RTLH di Lampung Selatan masih cukup tinggi. Berdasarkan data, terdapat sekitar 8.400 unit rumah tidak layak huni yang membutuhkan penanganan bertahap.

“Karena jumlahnya banyak, tidak bisa diselesaikan sekaligus. Kami terus berupaya menambah kuota bantuan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, provinsi, DPR RI, hingga pihak swasta melalui CSR,” jelas Aflah.

Untuk tahun 2026, Pemkab Lampung Selatan telah mendapatkan alokasi sementara sebanyak 544 unit dari APBN melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Sementara dari APBD, dialokasikan 123 unit melalui Program Rumah Layak Huni (RULANI), dengan kemungkinan penambahan kuota.

Aflah pun mengimbau masyarakat agar bersabar apabila usulan bantuan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menekankan pentingnya akses informasi yang akurat guna mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat untuk menjadikan Dinas Kominfo sebagai pintu utama dalam memperoleh informasi terkait kebijakan pemerintah daerah.

“Kominfo siap membantu masyarakat mendapatkan informasi yang benar, sehingga tidak perlu bingung atau terburu-buru menyimpulkan tanpa klarifikasi,” ujar Hendry.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dengan menyaring informasi sebelum dibagikan ke publik.

“Pastikan informasi yang beredar itu benar. Jika ragu, masyarakat dapat langsung mengonfirmasi melalui Kominfo agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tegasnya.

Dengan penjelasan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami bahwa program bantuan, termasuk bedah rumah, dijalankan berdasarkan aturan yang ketat demi keadilan dan ketepatan sasaran. (KMF/IS)

Share:

Polsek Palas Silahturahmi Sabuk Kamtibmas Bersama Warga


PALAS - Berdasarkan UU Nomor. 02 Tahun 2022 tentang Kepolisian Republik Indonesia tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia bertujuan menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.

Oleh karena itu, Kapolsek Palas kabupaten Lampung Selatan, IPTU.Suyitno dan para Anggota melaksanakan giat Silaturahmi dengan para Tokoh dan masyarakat di Mako Polsek Palas dalam Rangka Silaturahmi Sabuk Kamtibmas Polsek Palas.

Ia juga menyampaikan agar masyarakat tidak ada jarak dengan Kepolisian, khususnya Polsek Palas Yang secara langsung Berada di lokasi Dusun 3 Desa Bangunan, untuk minta dukungan kepada para tokoh dan masyarakat dusun 3 , supaya situasi polsek tetap kondusif.

Sementara itu, Zulkifli Reza Salah satu tokoh masyarakat setempat menyampaikan,terkait keamanan di lingkungan sekitar polsek, pihaknya akan ikuti apa yang menjadi program dari kepolisian.
"Kami siap untuk rembuk dan musyawarah untuk meningkatkan keamanan di wilayah polsek palas khususnya di lingkungan sekitar Polsek Palas," kata dia.

“Kami dari Dusun 3 ini memang dari dulu merupakan bagian dari Polsek Palas dan Siap membantu keamanan lingkungan di sekitar Polsek Palas, Kami akan tetap selalu guyup antar masyarakat yang  ada di Dusun 3 dan Polsek Palas,” ungkapnya.

Ia mengucapkan terimakasih kepada Polsek Palas yang selama ini selalu membantu Masyarakat dalam pengamanan setiap ada acara, khususnya warga yang ada di Dusun 3, Desa Bangunan.

Kemudian di penghujung acara hasil dari silahturahmi tukar pendapat antara warga dan Polsek Palas sepakat Tlterjalinnya komunikasi yang aktif serta Silaturahmi selalu terjalin dengan masyarakat sekitar mako Polsek Palas.

"Masyarakat berperan aktif ikut menjaga situasi keamanan kamtibmas dan bersedia turut menjaga Keamanan Mako Polsek Palas bilamana Terjadi Situasi Kontijensi di Mako Polsek Palas," jelas Kapolsek Palas IPTU.Suyitno. (is)

Share:

Creative Financing 2026: Lampung Selatan Raih Peringkat Kedua Nasional


Palembang* - Setelah melalui proses penilaian panjang dan ketat dalam mengukur kemampuan daerah mengelola pembiayaan secara inovatif, Kabupaten Lampung Selatan akhirnya berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Daerah ini meraih peringkat kedua kategori Creative Financing dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam acara yang digelar di Wyndham Opi Hotel, Palembang, Sabtu malam (25/4/2026).

Ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan detik.com ini menilai sejauh mana pemerintah daerah mampu menerapkan konsep entrepreneur government, yakni pendekatan inovatif dalam menggali serta mengelola sumber pembiayaan pembangunan secara kreatif dan berkelanjutan.

Dalam kategori kabupaten, posisi pertama diraih Kabupaten Bintar, disusul Kabupaten Lampung Selatan di posisi kedua, dan Kabupaten Batu Bara di peringkat ketiga. Sementara di tingkat kota, Kota Bandar Lampung menempati posisi pertama, diikuti Kota Medan dan Kota Palembang. Adapun penghargaan tingkat provinsi diraih oleh Sumatera Utara.

Selain penghargaan, para pemenang juga memperoleh insentif fiskal dari pemerintah pusat sebagai stimulus daerah. Juara kedua seperti Lampung Selatan berhak atas bantuan sebesar Rp2 miliar, sementara juara pertama mendapatkan Rp3 miliar dan juara ketiga Rp1 miliar.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan instrumen untuk mendorong terciptanya iklim kompetisi yang sehat antar pemerintah daerah.

“Penghargaan ini menjadi metode untuk mendorong kinerja pemerintah daerah agar lebih optimal. Tantangan kepala daerah tidak mudah, sehingga capaian positif perlu dipublikasikan agar diketahui masyarakat luas,” ujar Tito.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan media arus utama dalam menjaga kredibilitas ajang penghargaan tersebut.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih. Ia menyebut penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen daerah.

“Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari wakil bupati, sekda, perangkat daerah, hingga masyarakat di tingkat desa. Penghargaan ini kami persembahkan untuk Kabupaten Lampung Selatan,” kata Egi.

Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam pengelolaan pembiayaan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Kmf)

Share:

Polisi Gerak Cepat Bersihkan Minyak Tumpah di Lampung Selatan

 


Lampung Selatan - Anggota Satuan Lalulintas Polres Lampung Selatan bergerak cepat membersihkan tumpahan minyak yang membahayakan pengendara di jalan Lintas Sumatera tepatnya di Jalinsum Desa Talang Baru, Kecamatan Sidomulyo, pada Jumat (24/4/2026).

Tumpahan minyak yang diduga berasal dari kendaraan angkutan barang itu menggenangi sebagian badan jalan yang dikenal rawan kecelakaan tersebut. Akibatnya, sejumlah kendaraan sempat mengalami kesulitan melintasi bahkan beberapa kendaraan sepeda motor hampir terjatuh.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Satlantas Polres Lampung Selatan segera turun ke lokasi untuk mengamankan area dan melakukan pembersihan bersama petugas dinas terkait serta warga sekitar.

"Kami langsung kerahkan personel begitu mendapat laporan. Tindakan cepat dilakukan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas," ujar kasat lantas Polres Lampung Selatan, AKP Erza Nasution.

Pembersihan dilakukan dengan menaburkan pasir dan abu batu guna menyerap minyak dan mengurangi licinnya permukaan jalan. Arus lalu lintas sempat dialihkan sementara selama proses pembersihan berlangsung.

Hingga saat ini, kondisi jalan kembali normal dan arus kendaraan dapat melintas dengan aman. Polisi mengimbau pengemudi, terutama truk dan kendaraan berat, untuk lebih berhati-hati dan memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.

“Kami juga akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal tumpahan minyak ini dan apakah ada unsur kelalaian,” tambahnya.

Lokasi jalinsum desa talang baru, Kecamatan Sidomulyo dikenal ramai kendaraan yang melintas serta sebagai titik rawan kecelakaan karena kondisi jalan menanjak dan menikung, sehingga petugas mengingatkan agar pengemudi selalu waspada dan menjaga kecepatan.

Share:

Hari Kartini, Pemkab Lampung Selatan Dorong Ibu Jadi Benteng Anak dari Ancaman Siber


Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Tim Penggerak  PKK menggelar Diseminasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (Paaredi) dalam rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Kamis (23/4/2026).

Mengusung tema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga, khususnya ibu, dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Peserta yang hadir terdiri dari pengurus TP PKK kabupaten dan kecamatan, Dharma Wanita Persatuan, Gabungan Organisasi Wanita, guru Bimbingan Konseling (BK), Forum Anak, hingga PGRI di Kabupaten Lampung Selatan.

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Rheny Apriyani, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengasuhan anak di era digital.

Menurutnya, arus informasi yang begitu cepat tidak semuanya sejalan dengan nilai-nilai yang diharapkan dalam keluarga.

“Ini adalah upaya strategis dalam memperkuat peran keluarga dalam pengasuhan anak di era digital. Kita dihadapkan pada derasnya arus informasi yang tidak semuanya positif,” ujar Rheny.

Ia menambahkan, ibu memiliki peran sentral sebagai pendamping, pengarah, sekaligus pelindung anak di tengah perkembangan teknologi.

“Teknologi ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi membuka peluang, namun di sisi lain membawa ancaman seperti perundungan siber. Peran ibu yang cerdas digital sangat penting untuk melindungi dan mengarahkan anak,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Selatan, Muhammad Syaiful Anwar, menyampaikan bahwa semangat perjuangan R.A. Kartini harus terus relevan dengan perkembangan zaman, termasuk dalam menghadapi era digital.

“Jika dulu Kartini menulis surat untuk memperjuangkan mimpi, kini surat itu telah berubah menjadi ketikan di layar ponsel. Tugas kita memastikan arus digital menjadi berkah, bukan musibah,” kata Syaiful.

Ia juga menyoroti semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini, mulai dari perundungan di sekolah hingga ancaman di dunia maya, termasuk maraknya judi online.

“Bahkan bukan hanya anak-anak, orang dewasa pun banyak yang terjebak judi online. Karena itu ibu harus menjadi benteng utama keluarga, memantau aktivitas digital anak dan hadir sebagai sahabat sekaligus pelindung,” tegasnya.

Syaiful berharap, peringatan Hari Kartini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi mampu melahirkan perempuan-perempuan tangguh yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kartini modern harus hadir di setiap rumah, menjaga anak-anak dari derasnya arus informasi yang tidak terbatas,” kata Syaiful. (ptm)

Share:

Hendry Kurniawan Pimpin PDBI Lampung Selatan, Siap Cetak Atlet Drum Band Nasional


Bandar Lampung - Hendry Kurniawan,  yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Lampung Selatan oleh Ketua Umum PDBI Provinsi Lampung, Thomas Amirico.

Pengukuhan tersebut berlangsung di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (23/4/2026), bersamaan dengan rangkaian pelantikan pengurus PDBI di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Sebelumnya, Thomas Amirico terlebih dahulu dikukuhkan sebagai Ketua PDBI Provinsi Lampung masa bakti 2025-2029 oleh Ketua KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus PDBI kabupaten/kota, termasuk pengukuhan pengurus Pengkab PDBI Lampung Selatan masa bakti 2026-2030.

Dalam sambutannya, Thomas Amirico menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan olahraga drum band di seluruh wilayah Lampung. Ia menilai potensi daerah, termasuk Lampung Selatan, sangat besar untuk dikembangkan hingga level nasional.

“Kami berkomitmen meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga drum band di Lampung agar mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Thomas.

Usai dikukuhkan, Hendry Kurniawan menyampaikan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan pengurus provinsi dalam membangun ekosistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Ia menegaskan, Lampung Selatan memiliki potensi besar menjadi lumbung atlet drum band melalui program pembinaan yang terstruktur, termasuk menggelar kejuaraan kabupaten secara rutin serta mengaktifkan kembali unit drum band di sekolah-sekolah.

“Kami berharap PDBI Lampung Selatan semakin berkembang, tetap eksis, dan mampu meraih prestasi hingga tingkat nasional,” kata Hendry.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet drum band di Lampung Selatan, sehingga mampu melahirkan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional. (lmhr-Kmf)

Share:

Ketua Umum TP-PKK Pesisir Barat Buka Sosialisasi Dan Penandatanganan MOU RBI


Pesisir Barat - Ketua Umum TP-PKK Kabupaten Pesisir Barat, Dian Hardiyanti Dedi, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi dan Penandatanganan Komitmen Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang berlangsung di Aula Sunset Beach, Pekon Way Redak, Kecamatan Pesisir Tengah, Kamis (23/04/2026).

Acara ini turut dihadiri para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Kementerian Agama, para camat se-Kabupaten Pesisir Barat, serta perwakilan peratin dari masing-masing kecamatan. Hadir pula narasumber Dr. Asrin, S.Kep., M.M., dan Ir. Amir Mahmudin Hasan, M.M.

Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Pesisir Barat menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menyinergikan program PKK dengan inisiatif berbasis komunitas yang inovatif dan berkelanjutan.

“PKK tidak bisa berjalan sendiri. Melalui kolaborasi dengan Ruang Bersama Indonesia, kita ingin memastikan setiap keluarga di Pesisir Barat memiliki akses terhadap ruang belajar, pengembangan kreativitas, serta pemberdayaan ekonomi yang lebih luas,” ujarnya.

Penandatanganan MoU ini mencakup sejumlah poin strategis, di antaranya pemberdayaan ekonomi kreatif, pengembangan UMKM lokal berbasis komunitas, penyediaan akses informasi dan pelatihan keterampilan bagi kader PKK serta generasi muda, hingga pemanfaatan fasilitas bersama sebagai ruang diskusi dan solusi berbagai persoalan sosial di tingkat masyarakat.

Dengan adanya, kegiatan sosialisasi juga memberikan pemahaman teknis terkait mekanisme akses masyarakat terhadap program-program RBI yang akan diintegrasikan dengan kegiatan posyandu, kelompok dasawisma, serta program PKK lainnya.

Dengan adanya sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat optimistis dapat mempercepat pencapaian target pembangunan sumber daya manusia (SDM) serta meningkatkan kesejahteraan keluarga yang mandiri dan berdaya saing. (Yasir)

Share:

Sinergi Pemprov–BKKBN, Warga Lampung Didorong Lebih Sehat

 


Bandar Lampung -- Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.

Hal ini ditegaskan dalam audiensi antara Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih, di Ruang Kerja Sekda, Kamis (23/04/2026).

Pertemuan tersebut difokuskan pada persiapan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 28-29 April mendatang.

Rakorda ini diproyeksikan menjadi momentum evaluasi sekaligus penyelarasan strategi antara pusat, provinsi, hingga 15 kabupaten/kota untuk mewujudkan visi Lampung Maju dan Indonesia Emas 2045.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih, menyampaikan bahwa Rakorda tersebut akan melibatkan sekitar 120 mitra kerja strategis, termasuk TP PKK, DPRD, dan berbagai instansi vertikal.

"Fokus utama kami adalah mengevaluasi kinerja tahun 2025 dan memastikan program prioritas seperti siklus hidup mulai dari ibu hamil, balita, hingga lansia dapat terintegrasi dengan program daerah," ujarnya.

Dalam laporannya, BKKBN menyoroti beberapa capaian dan inovasi lapangan, di antaranya keberhasilan layanan bagi 520.000 sasaran melalui implementasi program MBG 3B. Selain itu, ditekankan pula pentingnya keterlibatan peran ayah melalui gerakan "Ayah Teladan Indonesia" serta pengembangan "Sekolah Lansia" bagi warga berusia di atas 60 tahun yang mendapat respons positif dari pemerintah daerah.

"Kami rutin melakukan evaluasi per dua bulan bersama OPD-KB di kabupaten/kota untuk memastikan target dan capaian tetap terukur sesuai perjanjian kerja sama yang ada," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyatakan bahwa Pemprov Lampung memandang peran BKKBN sangat vital sebagai mitra strategis yang menjalankan fungsi-fungsi krusial pembangunan di daerah.

"Target-target pembangunan akan lebih cepat tercapai apabila program-program dari instansi vertikal seperti BKKBN diinternalisasikan dan diselaraskan dengan program kerja pemerintah daerah. Kami menyambut baik dan siap mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat Lampung," tegas Sekdaprov.

Direncanakan dalam kegiatan tersebut akan diberikan apresiasi atas Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Terbaik kepada Pemerintah Provinsi Lampung.

Sekdaprov menekankan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras dalam menjalankan prosedur dan tata kelola kependudukan yang benar.

"Yang utama adalah bagaimana kita di daerah mampu in-line dengan program pusat dan bersinergi secara vertikal maupun horizontal hingga ke tingkat kabupaten/kota," pungkasnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Dari Drumband hingga E-Sport, LSO 2026 Satukan Bakat Terbaik Pelajar Lampung

 


Bandar Lampung — Semangat dan antusiasme generasi muda mewarnai pembukaan Lampung Student Olympic (LSO) 2026 yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Lampung, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung, M. Firsada, yang mewakili Gubernur Lampung. Dalam sambutannya, Gubernur mengapresiasi semangat para peserta yang berasal dari jenjang SD hingga SMA. Ia menilai, kehadiran para pelajar dalam ajang ini mencerminkan optimisme dan harapan besar bagi masa depan Lampung.

“Dari wajah kalian terlihat jelas, ini adalah kumpulan anak-anak hebat yang datang membawa semangat dan harapan. Keberanian kalian untuk tampil di ajang ini saja sudah menjadi langkah besar,” ujarnya.

Ia menegaskan, LSO bukan semata-mata ajang untuk mengejar kemenangan, melainkan wadah untuk membangun karakter, sportivitas, dan ketangguhan mental. Menurutnya, keberanian mencoba, disiplin berlatih, serta kemampuan bangkit dari kegagalan merupakan nilai utama yang harus ditanamkan sejak dini.

“Yang terpenting bukan siapa yang menang, tetapi keberanian untuk ikut, berproses, dan tetap jujur serta sportif dalam bertanding,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Lampung, berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang pengembangan bagi generasi muda. Melalui kegiatan seperti LSO, diharapkan lahir atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

Menurutnya, melalui latihan, disiplin, dan semangat yang  dilakukan hari ini akan menjadi bekal berharga di masa depan. Kegiatan seperti ini akan terus berlanjut dengan dukungan semua pihak.

“Selamat bertanding, tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan nikmati setiap prosesnya. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Lampung Student Olympic 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.
(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

HUT Ke-13, Bupati Dedi Irawan Ajak Optimalisasi Potensi Daerah


PESISIR BARAT – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 di Lapangan Merdeka Labuhan Jukung, Kecamatan Pesisir Tengah, Rabu (22/04/2026).


Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, menegaskan bahwa perjalanan 13 tahun ini bukan sekadar hitungan waktu, melainkan perjuangan panjang yang dibangun dari semangat dan harapan masyarakat.

“Berbagai capaian telah kita raih, namun tantangan ke depan juga semakin besar. Ini membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Pada momen ini, pemerintah mengusung tema “Optimalisasi Potensi Daerah Menuju Pesisir Barat Yang Unggul”. Dedi Irawan menjelaskan, tema ini menjadi komitmen untuk memaksimalkan potensi di sektor pariwisata, perikanan, pertanian, hingga sumber daya manusia demi mewujudkan daerah yang sejahtera, maju, dan religius.

“Di tengah efisiensi anggaran, kita dituntut bijak mengelola sumber daya. Sinergi eksekutif dan legislatif harus terus diperkuat dengan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh jajaran untuk terus berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan meningkatkan pelayanan publik. Pencapaian saat ini dinilai bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar.

Upacara yang diikuti oleh Wakil Bupati Irawan Topani, jajaran Forkopimda, OPD, tokoh adat, hingga pelajar ini ditutup dengan kegiatan ramah tamah di Gedung Marga Sai Batin.
(Diskominfotiksan)

Share:

Pemkab Pesisir Barat Gelar Upacara Peringatan HUT Ke-13 Kabupaten

 


Pesisir Barat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat, Lampung, menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-13 di Lapangan Merdeka Labuhan Jukung, Rabu (22/4/2026).

Upacara suasana khidmat dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta perwakilan warga.

Momentum peringatan tahun ini mengusung semangat optimalisasi potensi daerah menuju Pesisir Barat yang unggul. Tema tersebut menjadi refleksi atas capaian pembangunan sekaligus arah kebijakan ke depan dalam memperkuat daya saing daerah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pesisir Barat, Mesrawan, yang turut hadir dalam upacara tersebut menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama pertumbuhan daerah.

“Pembangunan infrastruktur yang merata dan berkualitas menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas PUPR terus mengakselerasi berbagai program strategis, terutama dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, aksesibilitas layanan publik, serta pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil.

Peringatan HUT ke-13 ini juga menjadi pengingat perjalanan Kabupaten Pesisir Barat sejak dimekarkan, sekaligus memperkuat komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

"Pemerintah daerah berharap sinergi lintas sektor dapat terus ditingkatkan guna mewujudkan Pesisir Barat sebagai daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing di tingkat nasional," ungkapnya.(mayasir).

Share:

Lampung Selatan Jadi Tuan Rumah Jamnas PPAJI 2026, Ini Pesan Bupati Egi


Kalianda - Kabupaten Lampung Selatan resmi dipercaya menjadi tuan rumah Jambore Nasional (Jamnas) ke-XIV Persatuan Penggemar American Jeep Indonesia (PPAJI) Tahun 2026 yang akan digelar pada Oktober 2026 mendatang.

Event otomotif berskala nasional ini merupakan ajang silaturahmi penggemar American Jeep Indonesia yang diperkirakan akan diikuti peserta dari berbagai penjuru Indonesia.

Kepastian tersebut terungkap dalam audiensi antara Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dengan Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Penggemar Asli Jeep Indonesia (PPAJI) Provinsi Lampung di ruang kerja bupati, Rabu (22/4/2026).

Dalam pertemuan itu, Ketua Pengda PPAJI Provinsi Lampung, M. Jonas, menyampaikan bahwa penunjukan Lampung Selatan sebagai tuan rumah merupakan hasil kesepakatan bersama komunitas Jeep Willys tingkat nasional.

Ia menyebut, jambore ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi komunitas, tetapi juga berpotensi besar mendorong promosi pariwisata daerah.

“Peserta akan datang dari seluruh Indonesia. Ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi wisata Lampung Selatan yang sangat besar,” ujar Jonas.

Ia juga mengusulkan agar pelaksanaan Jamnas dapat dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lampung Selatan guna meningkatkan daya tarik dan kemeriahan acara.

Selain itu, Ketua Willys Lampung Community (WLC) Koordinator Wilayah Lampung Selatan, Nivolin, turut menyampaikan rencana pengukuhan kepengurusan yang akan dilaksanakan pada 25 April 2026. Ia berharap Bupati Lampung Selatan dapat hadir dalam agenda tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyambut positif rencana penyelenggaraan Jambore Nasional tersebut. Ia bahkan membuka peluang untuk mengintegrasikan kegiatan itu dalam rangkaian Lampung Selatan Fest 2026.

“Kami sangat terbuka dan menyambut baik kegiatan ini. Jika dirangkaikan dengan Lampung Selatan Fest 2026, dampaknya akan jauh lebih luas, baik dari sisi promosi maupun ekonomi,” kata Egi.

Lebih lanjut, Egi menekankan pentingnya konsep yang kuat dalam penyelenggaraan jambore agar tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Ia mendorong agar event tersebut mengangkat tema “Spirit of Krakatoa”, dengan menggabungkan unsur sejarah, baik sejarah kendaraan Willys maupun sejarah Kabupaten Lampung Selatan.

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat identitas daerah di tingkat nasional.

Melalui penyelenggaraan Jambore Nasional PPAJI 2026, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap dapat mendorong pengembangan wisata berbasis ekspedisi serta meningkatkan citra daerah sebagai destinasi unggulan.

“Pada prinsipnya, kami mendukung penuh dan siap berkolaborasi untuk menyukseskan kegiatan ini,” tegas Egi. (Kmf-lmhr)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts