Portal Berita Online

Tampilkan postingan dengan label Lampung Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lampung Utara. Tampilkan semua postingan

Kanwil Ditjenpas Lampung Gandeng Polres Lampung Utara Sidak Lapas Kelas IIA Kotabumi


Kotabumi — Dalam upaya memperkuat sinergitas dengan aparat penegak hukum dan menjaga stabilitas keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung bersama Kepolisian Resor (Polres) Lampung Utara melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Lapas Kelas IIA Kotabumi pada Selasa malam, 22 Juli 2025, pukul 22.00 WIB.


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Lampung, Jalu Yuswa Panjang, ini menyasar blok-blok hunian warga binaan. Tim gabungan melakukan penggeledahan untuk memastikan tidak adanya barang-barang terlarang serta menilai tingkat kesiapsiagaan petugas dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan.


Tidak hanya itu, kegiatan juga dirangkaikan dengan pelaksanaan tes urine secara acak terhadap sejumlah warga binaan. Pemeriksaan dilakukan oleh petugas medis sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di dalam lingkungan lapas. Dari hasil pemeriksaan sementara, seluruh sampel urine menunjukkan hasil negatif dari zat-zat terlarang.


“Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi dan soliditas antarinstansi dalam menciptakan lapas yang aman dan tertib. Selain deteksi dini, ini juga bagian dari pembinaan yang berkelanjutan kepada warga binaan,” ujar Jalu Yuswa Panjang.


Sidak berlangsung dalam suasana yang aman dan tertib. Tidak ditemukan indikasi pelanggaran atau keberadaan barang-barang terlarang di kamar hunian warga binaan. Keberhasilan pelaksanaan ini menjadi bukti kuat bahwa koordinasi antara pemasyarakatan dan kepolisian berjalan efektif dalam mencegah gangguan keamanan di dalam lapas.


Kanwil Ditjenpas Lampung berkomitmen untuk terus melaksanakan langkah-langkah preventif melalui pengawasan ketat, pemeriksaan insidental, serta kolaborasi lintas sektor guna memastikan lapas di wilayah Lampung tetap dalam kondisi kondusif dan bebas dari praktik-praktik yang menyimpang. (Red)

Share:

Presiden Prabowo Lantik Hamartoni dan Romli Pimpin Lampung Utara


Jakarta - Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, hari ini, Kamis (20/2/2025) melantik Dr. Ir. H. Hamartoni Ahadis, M.Si., dan Romli, S.Kom.S.H.M.H. sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lampung Utara terpilih periode 2025-2030. Bertempat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pelantikan dilakukan secara serentak dalam satu rangkaian prosesi bersama ratusan Kepala Daerah lainnya.


Total ada 961 Kepala Daerah, terdiri dari 33 Gubernur dan 33 Wakil Gubernur, 363 Bupati dan 362 Wakil Bupati, serta 85 Wali Kota dan 85 Wakil Wali Kota. Sebelum proses pelantikan, Kepala Daerah terpilih terlebih dahulu mengikuti kirab. Secara bersama-sama bergerak dari Monas ke Istana Negara.


Dalam amanatnya, Presiden Prabowo mengucapkan selamat atas dilantiknya seluruh Kepala Daerah hasil Pilkada Serentak 2024. Seperti yang disampaikannya kepada seluruh Kepala Daerah terlantik dalam arahannya berikut ini.


"Selamat atas mandat yang diberikan kepada rakyat atas terpilihnya Saudara-saudara menjadi Kepala Daerah masing-masing. Ini momen bersejarah, pertama kali di negara kita dilantik 33 Gubernur, 33 Wakil Gubernur, 363 Bupati dan 362 Wakil Bupati, 85 Wali Kota dan 85 Wakil Wali Kota," tegasnya.



Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengajak Kepala Daerah agar benar-benar menunaikan tugas dan kewajibannya dengan maksimal. Memperjuangkan kepentingan masyarakat adalah tujuan utamanya.


"Saudara harus menjaga kepentingan rakyat dan berjuang untuk perbaikan hidup masyarakat. Itu adalah tugas kita. Meski mungkin berasal dari partai dan suku yang berbeda-beda, tapi kita lahir dari keluarga besar yang sama, Bhineka Tunggal Ika. Kita berbeda tapi kita satu," tandasnya.


Di penghujung sambutan singkatnya, Presiden Prabowo tak lupa meminta kepada Kepala Daerah agar mampu memajukan daerahnya masing-masing. Tentunya dengan kinerja terbaiknya yang dilakukan secara sinergis bersama-sama.


"Nanti kita akan berjumpa dalam retreat di Akademi Militer Magelang yang digelar Kemendagri. Marilah kita mengabdi kepada rakyat kita. Berbuat yang terbaik untuk rakyat kita," pungkasnya.


Sementara itu, diwartakan sebelumnya, Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. H. Hamartoni Ahadis, M.Si., menyatakan pelantikannya sebagai Bupati bersama Romli, S.Kom.S.H M.H. sebagai Wakil Bupati menjadi sejarah baru. Hal itu dikarenakan menjadi pelantikan Kepala Daerah, khususnya Bupati/Wali Kota, pertama kalinya yang dilakukan serentak sejak Indonesia merdeka. Istimewanya, pelantikan langsung dipimpin oleh Presiden RI.


"Pelantikan ini berasa istimewa bagi semua Kepala Daerah. Karena ini pertama kalinya digelar serentak dan dipimpin langsung Presiden. Sehingga seperti jadi sejarah baru bagi Indonesia, khususnya bagi saya," tuturnya saat itu.


Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, S.Kom.S.H. M.H, menambahkan bahwa amanah ini adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. "Kami siap bekerja keras, bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, dan membawa Lampung Utara ke arah yang lebih baik," ujar Romli.


Kepala Dinas Kominfo Lampung Utara, Gunaido Uthama, S.IP., M.H., turut menyampaikan bahwa pihaknya akan mendukung penuh pemerintahan yang baru dalam menyampaikan informasi yang transparan dan membangun komunikasi yang positif dengan masyarakat. "Kami akan terus berperan aktif dalam mendukung program-program pembangunan daerah dengan informasi yang akurat dan terpercaya," kata Gunaido.


Setelah prosesi pelantikan di Istana Negara, acara dilanjutkan dengan Serah Terima Jabatan (Sertijab) antara Pj Bupati Lampung Utara, Drs. H. Aswarodi, M.Si., dengan Bupati Terpilih Dr. Ir. H. Hamartoni Ahadis, M.Si., yang dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., bertempat di ruang gedung Hotel Movenpick Jln. Pecenongan No. 7, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat.


Momentum ini menjadi bagian penting dalam proses peralihan kepemimpinan yang berjalan lancar dan penuh khidmat.


Dengan demikian, Dr. Ir. H. Hamartoni Ahadis, M.Si., dan Romli, S.Kom., M.H., kini resmi memimpin Lampung Utara untuk periode 2025-2030, membawa harapan baru bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.(ADVENTORIAL/ADV)

Share:

PWI Dan IKWI Promosikan Obyek Wisata Di Lampung Utara

 


Lampung Utara - Sebagai Wujud Mempromosikan obyek wisata lokal di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Lampura, berencana menggelar promosi obyek wisata lokal dibalut Family Gathering di agro wisata lembah bambu kuning, Desa Abung Jayo,  Abung Selatan, pada Kamis 26 Desember 2024. 


Sekretaris PWI, Lutfansah menyampaikan, langkah ini adalah dukungan PWI terhadap pemerintah Lampung Utara dalam upaya peningakatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).


"Tentunya dengan hal ini kita juga turut membantu Pemerintah dalam meningkatkan pendapatan asli Daerah (PAD), harus brani hilangkan gengsi dan memulai dari hal yang kecil untuk  mewujudkan Kabupaten Lampura yang maju dan berkembang," terangnya.


Menurutnya, banyak sisi positif jika kita bangga dan mau untuk meramaikan serta mempromosikan obyek wisata yang ada di Lampura ini.


"Kabupaten Lampung Utara banyak tempat obyek wisata, baik obyek wisata buatan mau pun alam ada agro wisata bermain anak, kebun jeruk, air terjun dan bahkan wisata religi pun kita ada. jadi tinggal bagaimana dari kita yang mempromosikan dan didukung Pemerintah yang turut membesarkan dalam membantu fasilitas obyek wisatanya serta kolaborasi pihak aparatur keamanan," jelas Avan sapaan akrabnya, di Balai Wartawan Effendi Yusuf, Jumat 20 Desember 2024.


Lebih lanjut, ia mengatakan, Family Gatring yang akan digelar PWI dan IKWI bukan tidak bisa digelar diluar Lampura, Tapi, lebih kepada memberikan contoh bahwa PWI dan IKWI mengajak untuk mempromosikan dan meramaikan obyek wisata yang ada di Lampura.


"Harapannya kedepan Kabupaten Lampung Utara menjadi Kota tujuan dengan dalam berbagai hal, Lampung Utara kaya akan tempat obyek wisata hingga tempat wisata kuliner tinggal bagaimana dengan kita untuk membesarkannya atau mempromosikannya dan sentuhan Pemerintah. Kami akan intens untuk membantu mempromosikan keindahan dan kekayaan  agro wisata serta kebuudayaan di Lampung Utara," pungkasnya.(Yogi) 

Share:

Jelang Nataru, Polres Lampung Utara Cek Kesiapan Pos Pelayanan Dan Pengamanan


Lampung Utara - Kabag Ops Polres Lampung Utara Kompol Firmansyah, didampingi Kasubag Dalops AKP Arahap, mengecek kesiapan Pos pelayanan dan Pos Pengamanan Operasi Lilin Krakatau 2024, Jum'at (20/12/24)


Pengecekan ini dilakukan guna memastikan kesiapan Pos yang akan di gunakan dalam Operasi Lilin Krakatau 2024.


Kabag Ops Kompol Firmansyah mewakili Kapolres Lampung Utara mengatakan, Operasi Lilin Krakatau 2024 digelar selama 13 hari mulai tanggal 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025.


"Operasi Lilin Krakatau ini di gelar dalam rangkaian memberikan rasa aman dan nyaman selama pelaksanaan Nataru," ujarnya.


Selain mengecek kesiapan pos, Kabag Ops juga melakukan pemantau aktivitas jembatan Way Sabuk yang berada di Jalinsum Desa Bumi Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara. 


"Dalam Pengamanan Nataru ini Polres Lampung Utara akan memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat," kata Kabag Ops Kompol Firmansyah.(yogi)

Share:

Kejari Lampura Selamatkan Uang Negara Rp1,9 M Dari Terpidana Maya Mettisa


Lampung Utara -- Kejaksaan Negeri Lampung Utara menyelamatkan atau mengembalikan kerugian negara Rp1,9 miliar, dalam perkara tindak pidana korupsi mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara, Maya mettisa, pada perkara Korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun anggaran 2017-2018.


"Berdasarkan Surat Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia NOMOR 1127 PK /PID.SUS/2023 tanggal 30 November 2023. Terpidana diwajibkan membayar uang pengganti yang merugikan Negara sebesar Rp2.110.443.500," ujar Kajari Lampura Hendra Syarbaini.


Ia menjelaskan, sebelumnya terpidana telah membayar uang pengganti  sebesar Rp200 juta kepada penyidik Kejaksaan Negeri pada 23 september 2020.  Sehingga terpidana atas nama Maya Mettisa masih memiliki kewajiban untuk mengembalikan Rp1.9 miliar lebih pada negara.


Ia menyampaikan, saat ini uang telah disetorkan oleh Rahmat suami Maya Mettisa kepada bendahara penerimaan Kejaksaan Negeri Lampung Utara, Jum'at (29/11/2024). 


"Uang Rp1,9 miliar telah berhasil disetorkan ke Negara berdasarkan bukti pembayaran Nomor Transaksi Bank (NTB) FT2433487SJD dan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) EC2E51JNFVKUF7PP," jelasnya. 


Dari eksekusi uang pengganti tersebut, Kejaksaan Negeri Lampung Utara telah menyelamatkan kerugian Keuangan Negara sebesar Rp2 miliar lebih. 


Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Lampung Utara telah melakukan pemasangan plang sita eksekusi terhadap aset berupa klinik kesehatan dan kos-kosan milik terpidana Maya Metissa, pada Senin (18/11/2024). 


Dengan telah dipemenuhinya kewajiban oleh terpidana dengan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp2 miliar lebih maka plang sita eksekusi dicabut dan aset dikembalikan.


“Sudah dipulihkan, atas permohonan dari pihak terpidana untuk dapat segera di cabut dan dikembalikan akan segera kita laksanakan," terangnya. (Yogi)

Share:

Kejari Lampung Utara Pasang Plang Sita Aset Mantan Kadiskes Maya Mettisa


Lampung Utara - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara melakukan pemasangan plang sita eksekusi terhadap aset terpidana mantan Kepala Dinas Kesehatan Lapung Utara, dr. Maya Metissa, Senin (18/11).


Maya dijerat perkara korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2017-2018 yang telah berkekuatan hukum tetap. Pemasangan plang sita eksekusi tersebut adalah wujud nyata atas komitmen Kejari Lampung Utara dalam pemulihan aset negara. 

Kejari Lampung Utara melakukan pelacakan aset atau harta benda terpidana yang ditindak lanjuti dengan pelaksanaan sita eksekusi untuk nantinya akan dilakukan pelelangan sebagai upaya dalam penyelamatan atau pemulihan keuangan negara.


Menurut Kasi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti,  Kejari Lampung Utara, Alif Darmawan Maruszama, pihaknya melakukan pelacakan aset atau harta benda terpidana yang ditindak lanjuti dengan pelaksanaan sita eksekusi untuk nantinya akan dilakukan pelelangan sebagai upaya dalam penyelamatan atau pemulihan keuangan negara. 


"Kita telah melakukan pemasangan plang sita terhadap aset milik terpidana pada Senin 18 November 2024 kemarin. Yang nantinya akan dilelang sebagai upaya pemulihan uang negara," tegas Alif kepada awak media, Rabu (20/11/2024). (Yogi)

Share:

Rendemen Tebu Tulungbuyut Penyemangat Bagi PTPN I Regional 7


WAY KANAN---Di tengah sulitnya mendapatkan rendemen tinggi, kebun tebu seluas 90 hektare di areal PTPN I Regional I Tulungbuyut memberi harapan. 

Pada musim giling 2024, kebun yang pada awalnya merupakan uji coba untuk proyeksi rencana konversi mencatatkan kandungan gula 8—9 persen versi brix refractometer (alat uji rendemen tebu) yang langsung diambil oleh staff bagian TMA Bungamayang. 

Angka ini cukup tinggi dibandingkan rata-rata rendemen pada tanaman tebu yang dikelola PTPN I Regional 7. Selain rendemen yang menjanjikan, produtivitas tebu per hektarenya juga cukup tinggi. 


Setiap hektare lahan PC KTG bisa menghasilkan 70—90 ton tebu siap giling. Bahkan, pada tanaman baru (PC) yang tahun ini mulai dipanen, diperkirakan bisa menembus angka 100 ton per hektare. Asisten Kepala Tanaman PTPN I Regional 7 Kebun Tulungbuyut Hotma Arnold Marpaung mengatakan, tanaman tebu di Kebun Tulungbuyut bukan komoditas utama. 

Dari sekitar 5.231,5 hektare lahan yang dikelola Kebun Tulungbuyut merupakan tanaman karet, lengkap dengan pabrik pengolahannya. “Tanaman tebu di Kebun Tubu (Tulungbuyut) ini secara keseluruhan saat ini ada  90,5 hektare, yang terdiri dari 45,5 ha Ratoon_ dan 25 ha Tanaman PC KTG. Dan juga menyiapkan areal KBD seluas 20 ha Tanaman PC. 

Semula tebu ditanam sebagai uji coba menggunakan lahan eks. Bibitan pada 2015. Jadi, untuk tahun ini sudah ada yang Ratoon 8 (tunas siklus ke 8), tetapi hasilnya masih bagus. Kalau dari brix, ada yang rendemennya sembilan koma. Di pabrik juga masih cukup bagus, masih di atas tujuh persen,” kata Askep yang bertanggung jawab atas lima dari delapan afdeling Kebun Tulungbuyut ini. 

Arnold tidak menyangka tebu yang dihasilkan dari kebunnya dinilai lebih baik. Ia mengatakan, pihaknya hanya mengikuti prosedur standar yang diberlakukan oleh induk pengelola komoditas tebu, yakni PT Buma Cima Nusantara (BCN, sekarang diambil alih oleh PT Sinergi Gula Nusantara). 

“Pada awalnya, kami mendapat mandat dari Direksi PTPN VII untuk tanam tebu. Lalu, untuk tebu pengelolaannya beralih ke BCN. Nah, sekarang di take over lagi ke Subholding Sugar Co, yaitu PT SGN. Nah, semua kami lakukan sesuai SOP dari induk,” kata dia.

 Askep yang sudah 23 tahun bekerja di PTPN ini menambahkan, selain tanaman Ratoon, pihaknya juga memiliki tanaman baru alias PC (plant cane). Menggunakan varietas baru, tanaman ini diyakini lebih baik dari sisi produktivitas dan rendemennya. 

"Untuk yang PC, kami perkirakan ini produktivitasnya lebih baik dan rendemennya juga tinggi. Dari fisiknya, ketinggian tanaman bisa sampai 2,65 meter. Tetapi, rendemen itu dibentuk jika kita taat pola MSB (Manis, Segar, Bersih). Manis itu didapat dari umur kemasakan tebu yang sesuai, segarnya didapat dari tebu dari tebang sampai digiling tidak lebih dari 24 jam, dan Bersihnya diperoleh  dari saat pengawasan penebangan bersih dari trash sampai dimuat ke dalam truk ,” kata dia. 

Tentang rencana ke depan tebu di Tulungbuyut, Manajer PTPN I Regional 7 Kebun Tulungbuyut Aripin Lubis menyatakan sangat prospektif. Ia menyebut, dari uji coba dengan luas lahan antara 70—90 hektare, beberapa varietas, dan uji petik hasil dari tanaman PC, Ratoon 1 sampai Ratoon 9, secara umum sudah bisa diambil keputusan menjadi kebijakan. 

“Kalau core business kita di Tubu ini kan karet. Bahwa ada tebu, itu hanya sekitar 70—90 hektare dan ditanam bertahap dengan beberapa varietas. Hasilnya alhamdulillah cukup baik dan sangat prospektif untuk dikembangkan secara massal. Pengalaman selama sembilan tahun ini sudah bisa menjadi pijakan mengambil keputusan. Kalau menurut saya, manajemen sudah bisa mengambil kebijakan strategis untuk tebu di Tulungbuyut ini,” kata manajer familiar ini.

 Meskipun demikian, Aripin Lubis tetap meminta kajian ilmiah yang lebih komprehensif dari para pihak yang punya kompetensi kuat untuk pengambilan kebijakan. Sebab, kata dia, jika kebijakan mengarah kepada konversi lahan dari karet ke tebu, harus didukung dengan struktur dan infrastruktur yang harus berubah. “Kalau kebijakan nantinya adalah konversi dari karet ke tebu, tentu ini sangat fundamental. 

Sebab, kita tahu budi daya tebu ini biayanya sangat besar, kultur teknis yang berbeda jauh dengan tanaman tahunan, dan perawatan intensif. Tetapi, pola perhitungan Rugi Labanya juga sangat cepat dan prospek keuntungannya juga sangat besar. Jadi, ada plus minus yang memang harus dikaji dengan cermat,” kata Aripin Lubis. 

Tentang kesiapan Kebun Tulungbuyut jika ada kebijakan konversi secara bertahap, Aripin Lubis menyatakan tidak akan ada kendala berarti. Selain sudah melakukan uji tanam sampai sembilan tahun, ia menyebut para pekerja tidak akan mendapat kesulitan beradaptasi menyesuaikan dengan komoditas yang dikelola.

 “Saya kira kami bisa cepat beradaptasi dengan perubahan. Pertama, kami sudah punya pengalaman dengan lahan sekitar 70 hektare selama sembilan tahun, itu sudah cukup. Lagi pula, di sekitar sini memang banyak sekali kebun tebu. Tinggal perusahaan bisa menyediakan sarana dan prasarananya, bisa jalan.” Rasa optimistis Aripin Lubis maupun Arnold Marpaung tidak berlebihan. Mereka mengatakan, pengelolaan tebu di Tulungbuyut selama ini dengan teknik budi daya yang relatif belum selengkap perkebunan tebu modern dengan berbagai fasilitas dan infrastrukturnya.Aripin  Lubis mengaku selama ini tebu yang dirawat lebih banyak mengandalkan kebaikan alam.

 “Terus terang, tebu kami ini belum didukung fasilitas yang lengkap sesuai standar. Kami lebih mengandalkan keramahan alam yang diberikan Allah SWT. Kami belum punya embung yang kalau terjadi kekeringan ekstrem bisa untuk menyiram. Infrastruktur irigasi dan mesin-mesinnya juga belum lengkap. Kalau semua dipenuhi, saya yakin tebu menjadi masa depan kita.” Pernyataan tentang masa depan tebu sangat baik tidak berarti mengesampingkan __kan komoditas karet. 


Aripin Lubis mengatakan, karet di Kebun Tulungbuyut masih sangat baik dan tetap bisa menjadi andalan bagi Regional 7. Hal itu dia buktikan karena pada ajang PTPN Award 2024, Kebun Tulungbuyut mencatatkan diri sebagai juara tiga nasional, baik pada pabrik maupun tanaman. Angka-angka yang ditorehkan Bagian Tanaman yang mampu menembus target RKAP menunjukkan tanaman karet masih sangat menjanjikan ke depan. Demikian juga dengan pabrik yang mengolah lateks menjadi bahan setengah jadi berupa rubber smoked sheet (RSS) masih sangat perform dan diburu pembeli manca negara.


 “Soal prospek tebu, saya tetap menyatakan sangat baik. Tetapi itu bukan berarti mengecilkan arti karet. Karet kami baru dapat juara tiga di PTPN Award 2024 akhir Agustus lalu. Itu artinya karet masih sangat baik. Hanya saja, kalau mau cepat dapat duit, tanam ulang atau replanting tebu akan lebih menarik. Memang modalnya juga sangat besar,” kata Manajer dengan banyak hobi itu. (*)

Share:

Tingkatkan Kualitas, GMBI Lampung Utara Dibekali Pengkaderan Tiga Hari


LAMPUNG UTARA -- LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Lampung Utara menggelar kegiatan pengkaderan kepada seluruh jajaran anggota yang tergabung selama 3 hari.


Pengkaderan yang dilaksanakan selama 3 hari disekretariat Distrik Lampung Utara itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan pengetahuan anggota GMBI Lampura dalam berorganisasi serta cinta kepada lembaga GMBI.


Turut Hadir dalam kegiatan Pengkaderan ketua GMBI Wilter Provinsi Lampung Heri Prasojo, SH didampingi Juru Bicara GMBI Lampung (Humas) Saefunaim atau Kang Ay dan Bendahara Wilter Dadan Hutari.


Dalam sambutannya, Ketua GMBI Wilter Provinsi Lampung Heri Prasojo, SH mengatakan pihaknya mengapresiasi kegiatan pradiklat yang dilaksanakan GMBI Distrik Lampung Utara.


Dimana kata Pengacara Asal Kalianda Lampung Selatan ini, tentunya kegiatan pengkaderan ini sangat bagus dan baik, sebab anggota GMBI yang tergabung didalamnya dapat mampu memahami apa itu Lembaga GMBI, apa fungsi dan tugasnya nanti.


"Saya Apresiasi kegiatan pengkaderan yang dilaksanakan GMBI Distrik Lampung Utara ini, semoga bisa menjadi contoh untuk Distrik-Distrik lain yang ada di Kabupaten / Kota di Provinsi Lampung," ujar Ketua GMBI Wilter Lampung Heri Prasojo, SH kepada media, Minggu (25/2/2024).


Heri Prasojo, SH mengatakan, Pengkaderan ini tentu dapat menambah ilmu dan wawasan bagi seluruh anggota GMBI, sehingga baik jajaran pengusus Distrik, KSM dan anggota memahami tugas dan fungsi GMBI ditengah masyarakat.


Untuk itu kata pria yang sedang menempuh pendidikan S2 ini berharap Distrik GMBI Lampung Utara dapak menjaga nama baik GMBI. Selain itu sebagai sosial control turun langsung ke masyarakat dan krtis terhadap kebijakan Pemerintah yang tidak berpihak kemasyarakat.


"Saya berharap, kepada seluruh jajaran distrik LSM GMBI Lampung Utara agar rajin turun kemasyarakat dan terdepan dalam membantu setiap permasalahan terutama yang berhubungan dengan prilaku oknum pejabat yang korup atau swasta yang semena mena," harapannya seraya mencetuskan NKRI Harga Mati, GMBI Sampai Mati.


Sementara itu, Ketua GMBI Distrik Lampung Utara Ansori mengatakan bahwa kegiatan Pengkaderan yang dilaksanakan untuk menunjang jajaran anggota GMBI Lampura untuk makin cinta, artinya cinta dengan Ketua umum DPP, Ketua Wilter dan Distrik yang ada di Indonesia.


"Tujuannya tidak lain untuk mereka semakin belajar, belajar arti jati diri, belajar berlembaga serta menambah kesolidan diantara sesama, sama pimpinan ataupun sama pimpinan GMBI lainnya," jelasnya.


Kemudian kata dia, kegiatan Pengkaderan ini tentunya rekan-rekan yang tergabung di GMBI Lampung Utara supaya bisa memgemban tugas dan mengembangkan organisasi ini hingga tingkat pelosok Desa.


"Insya Allah dengan Pengkaderan ini walaupun tidak sepenuhnya, mereka mengartikan makna tugas dan fungsi lembaga GMBI. Harapan saya, atas perintah ketua Wilter GMBI Lampung Heri Prasojo, SH kegiatan ini (Pengkaderan) dapat dilakukan seluruh Distrik se Provinsi Lampung," jelasnya.


Untuk diketahui kata dia, kegiatan Pengkaderan ini merupakan yang kedua kalinya dan setiap tahun dilaksanakan, guna meningkatkan kualitas seluruh anggota GMBI Lampung Utara.


"Kegiatan ini tahun kedua, yang pertama anggotan kita hanya 35, namun saat ini sudah mencapai 53, ini semuanya perintah ketua Wilter, tanpa kegiatan ini tentunya anggota terlihat ngambang kalau menurut saya, hanya GMBI, GMBI saja, tapi makna GMBI itu belum memahami," tutupnya. (Rls).

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts