Portal Berita Online

Tampilkan postingan dengan label Bandar Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandar Lampung. Tampilkan semua postingan

BRI Region 5 Bandar Lampung Perkuat Dukungan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah


Bandar Lampung – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Region 5 Bandar Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sepanjang periode awal tahun 2026, BRI Region 5 Bandar Lampung secara konsisten menyalurkan pembiayaan produktif kepada pelaku UMKM di wilayah Provinsi Lampung dan sekitarnya. Penyaluran ini difokuskan pada pembiayaan yang inklusif, berkelanjutan, serta tepat sasaran guna meningkatkan kapasitas usaha masyarakat.


Regional CEO BRI Region 5 Bandar Lampung Bernadi Kurniawan menyampaikan bahwa peran UMKM sangat strategis dalam menopang perekonomian daerah. Oleh karena itu, BRI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan perbankan yang mudah diakses, aman, dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. “BRI tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memberikan pendampingan dan literasi keuangan agar UMKM dapat naik kelas dan berdaya saing,” ujar Bernadi Kurniawan. 


Salah satu bentuk nyata dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang merupakan program pembiayaan bersubsidi dari pemerintah. KUR BRI ditujukan bagi pelaku usaha produktif yang layak, sehingga mampu memperluas akses permodalan bagi UMKM.


Melalui jaringan kantor yang tersebar hingga pelosok wilayah, BRI Region 5 Bandar Lampung memastikan layanan keuangan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain pembiayaan, BRI juga mendorong digitalisasi transaksi melalui pemanfaatan layanan perbankan digital guna meningkatkan efisiensi dan kenyamanan nasabah.


Dengan sinergi antara pembiayaan, pendampingan usaha, dan inovasi digital, BRI Region 5 Bandar Lampung optimistis dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Share:

PORKOT Bandar Lampung 2025, FPTI Jaring 38 Atlet Muda Baru


Bandar Lampung - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bandar Lampung sukses menggelar cabang olahraga Panjat Tebing dalam ajang Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Bandar Lampung 2025 pada 27–28 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Venue Panjat Tebing PKOR Way Halim, Bandar Lampung, dan berhasil menjaring 38 atlet muda baru.

Ketua FPTI Kota Bandar Lampung, Aep Saripudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ajang PORKOT ini menjadi bagian dari persiapan sekaligus pencarian atlet-atlet berbakat panjat tebing yang ke depan akan diproyeksikan mewakili Kota Bandar Lampung pada berbagai event besar. Beberapa agenda yang telah menanti antara lain PORPROV pada November 2026, Piala Gubernur Lampung yang akan digelar FPTI Provinsi Lampung pada Juli 2026, PRAPON pada 2027, hingga PON 2028. Aep juga menegaskan bahwa Provinsi Lampung akan menjadi tuan rumah PON 2032, sehingga pembinaan atlet sejak dini menjadi sangat penting.

Aep mengajak para atlet dan pelatih untuk terus mengembangkan kemampuan serta meningkatkan intensitas latihan agar mampu berprestasi pada event-event mendatang, sehingga Bandar Lampung dapat melahirkan atlet panjat tebing berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Lebih lanjut, Aep mengungkapkan bahwa hingga saat ini FPTI Kota Bandar Lampung masih belum memiliki fasilitas papan panjat tebing sendiri. Ia berharap Ketua KONI Kota Bandar Lampung yang juga Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, dapat memfasilitasi penyediaan sarana dan prasarana yang memadai bagi atlet panjat tebing. Menurutnya, dukungan fasilitas yang layak menjadi faktor penting dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi. Di akhir sambutannya, Aep menyampaikan terima kasih kepada KONI Kota Bandar Lampung, FPTI Provinsi Lampung, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan baik dan lancar.

Sementara itu, Ketua FPTI Provinsi Lampung, Andi Antoni, menjelaskan bahwa olahraga panjat tebing merupakan cabang olahraga yang sangat aman selama dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Seluruh peralatan yang digunakan telah memenuhi standar internasional UIAA, yakni organisasi internasional yang memberikan rekomendasi keamanan peralatan panjat tebing, baik untuk panjat tebing buatan maupun alam.

Andi juga mengapresiasi kepengurusan FPTI Kota Bandar Lampung yang dinilainya telah bekerja secara konkret. Meskipun kepengurusan baru berjalan sekitar tiga bulan, FPTI Bandar Lampung telah mampu menggelar event yang memfasilitasi atlet untuk berkompetisi dan berprestasi. Ia berharap hal ini menjadi titik awal kebangkitan olahraga panjat tebing di Kota Bandar Lampung.

Selain itu, Andi menekankan pentingnya pembinaan prestasi dengan menghimpun seluruh potensi atlet yang ada di Kota Bandar Lampung. Menurutnya, tolok ukur keberhasilan sebuah kepengurusan cabang olahraga adalah prestasi berupa raihan medali dalam setiap ajang. Atlet Bandar Lampung diharapkan mampu menyumbangkan prestasi di level yang lebih tinggi sebagai wakil Provinsi Lampung, serta tidak cepat puas dengan capaian di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Dalam kegiatan ini FPTI Bandar Lampung menggelar delapan nomor perlombaan yang terdiri dari, Lead Umum Putra, Lead Umum Putri, Lead U 20 Putra, Lead U 20 Putri, Lead Spider Kid Putra, Lead Spider Kid Putri, Boulder Spider Kid Putra dan Boulder Spider Kid Putri.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ibnu Ramadhan Ketua Bina Prestasi FPTI Provinsi Lampung,  Maulvie Tamizudin Yunus Ketua Bidang Organisasi KONI Kota Bandar Lampung, Toni Afrido Ketua FPTI Kota Bandar Lampung periode sebelumnya dan para atlet senior panjat tebing.

Share:

Walikota Bandar Lampung Tutup Rangkaian APEKSI Outlook 2025


Bandar Lampung – Pidato Akhir Tahun APEKSI Outlook 2025 yang digelar pada 20 Desember 2025 di Kota Bandar Lampung resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Gubernur Lampung, serta para wali kota se-Indonesia.

Dalam pidato penutup tersebut, ditegaskan pentingnya solidaritas perkotaan. Kota-kota di Indonesia diharapkan tidak bergerak sendiri-sendiri, melainkan berjalan dalam satu kesatuan visi pembangunan nasional. Forum ini juga mengusung semangat optimisme menuju 2026, dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
APEKSI Outlook 2025 menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mendorong inovasi teknologi serta kebijakan yang pro-rakyat guna menjawab tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks.
Kegiatan yang dipandu oleh Gilang Dirga dan Narji berlangsung meriah dan ditutup dengan penampilan penyanyi legendaris Vina Panduwinata. Apresiasi diberikan kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung selaku tuan rumah yang dinilai berhasil mengintegrasikan agenda birokrasi nasional dengan pesta rakyat bertajuk Begawi Jejama.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, APEKSI Outlook 2025 juga menggelar penggalangan dana kemanusiaan yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp150 miliar. Dana tersebut akan disalurkan untuk membantu korban bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatera. Dalam konteks ini, APEKSI hadir tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga kontribusi nyata secara materil bagi masyarakat terdampak.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menegaskan pentingnya solidaritas dan kolaborasi antar daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan ke depan.
Selaku Wakil Ketua APEKSI, Eva juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh wali kota dan tamu undangan, termasuk unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh masyarakat, perwakilan kecamatan, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Bandar Lampung yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Eva Dwiana turut menyoroti dampak cuaca ekstrem yang belakangan melanda berbagai daerah di Indonesia dan berimplikasi pada meningkatnya risiko bencana di sejumlah kota dan kabupaten. Menurutnya, APEKSI menjadi ruang strategis untuk saling berbagi praktik baik antar kota, sekaligus memperkuat perencanaan pembangunan yang berorientasi pada keselamatan dan kepentingan masyarakat. (Iwan)

Share:

APEKSI Outlook 2025 di Bandar Lampung Bahas Evaluasi Kinerja Kota dan Tantangan 2026


Bandar Lampung – Forum APEKSI Outlook 2025 yang digelar di Kota Bandar Lampung menjadi ajang strategis nasional bagi para wali kota se-Indonesia untuk merefleksikan capaian pembangunan tahun 2025 sekaligus merumuskan arah kebijakan perkotaan ke depan.

Salah satu agenda utama kegiatan tersebut adalah Mayors Talk APEKSI Outlook, yang berlangsung di Balai Kota Bandar Lampung, Jumat (20/12/2025), dan dipandu oleh Prita Laura.
Dalam forum dialog ini, para wali kota membahas sejumlah isu penting, mulai dari refleksi capaian pembangunan 2025, evaluasi program-program unggulan pemerintah kota, khususnya di bidang digitalisasi layanan publik dan ketahanan pangan.
Selain itu, Mayors Talk juga mengulas Outlook 2026, yang mencakup proyeksi tantangan perkotaan di tahun mendatang, termasuk penyesuaian kebijakan akibat transisi pemerintahan nasional serta isu keberlanjutan lingkungan (green city).
Topik lainnya adalah kolaborasi antar kota, yang ditandai dengan kesepakatan kerja sama atau penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antar sejumlah pemerintah kota, terutama dalam pertukaran teknologi dan komoditas unggulan daerah.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menegaskan pentingnya peningkatan kewaspadaan dan koordinasi antar pemerintah kota dalam menghadapi dinamika dan tantangan daerah yang semakin kompleks.
“Pemerintah kota harus terus memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan, termasuk dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu serta dinamika sosial dan ekonomi,” ujar Eva Dwiana.
Melalui penyelenggaraan APEKSI Outlook 2025, Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap forum ini mampu melahirkan kolaborasi konkret, gagasan strategis, serta memperkuat peran pemerintah kota dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif, berdaya saing, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.(wan)

Share:

Komwil APEKSI 2025 Tekankan Pentingnya Penguatan Otonomi Daerah


Bandar Lampung— Komisariat Wilayah (Komwil) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menekankan pentingnya penguatan otonomi daerah, kolaborasi antarkota, serta dukungan konkret pemerintah pusat dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan menuju 2026.

Hal tersebut mengemuka dalam pidato akhir tahun APEKSI Outlook 2025 yang digelar di Paradise Hall Hotel Novotel Lampung, Sabtu (20/12/2025).
Perwakilan Komwil I APEKSI, Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nuryadi, menyoroti meningkatnya bencana alam di berbagai daerah menjelang akhir tahun. Menurutnya, penanganan bencana masih sering terkendala karena skema bantuan dari pemerintah pusat belum sepenuhnya menyesuaikan kebutuhan spesifik daerah terdampak.
“Bantuan memang tersedia, tetapi sering kali tidak cepat dan tidak tepat sasaran karena kondisi setiap daerah berbeda,” ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya penguatan infrastruktur perkotaan, khususnya di wilayah yang dilalui sungai dan kawasan bantaran sungai yang rawan banjir akibat keterbatasan infrastruktur pengendali.
Sementara itu, Wakil Komwil II APEKSI sekaligus Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah kota. Ia mengajak seluruh kepala daerah memperkuat peran kolektif menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
“Memasuki 2026, tantangan akan semakin berat, baik dari dinamika global maupun kondisi dalam negeri. Namun peluang tetap terbuka, terutama dalam pengendalian inflasi dan penguatan UMKM melalui kerja sama antardaerah,” kata Maulana.
Ia juga menyoroti isu perubahan iklim, banjir, abrasi, pengelolaan sampah, serta konektivitas wilayah. Sejumlah rekomendasi disampaikan, antara lain penguatan kerja sama pembangunan, peningkatan akses jalan lintas Sumatera, pengembangan transportasi publik ramah lingkungan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan dan kesehatan.
Perwakilan Komwil III APEKSI, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, menekankan pentingnya solidaritas antarkepala daerah, khususnya bagi wilayah yang tengah mengalami musibah.
“Kita tidak sendirian dalam membangun kota masing-masing. Semua daerah memiliki tantangan dan potensi yang sama. Kolaborasi menjadi kunci,” ujarnya.
Ketua Komwil IV APEKSI sekaligus Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyoroti keterbatasan fiskal daerah dan kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, APEKSI memiliki peran strategis sebagai saluran aspirasi daerah kepada pemerintah pusat.
“Banyak daerah dengan fiskal terbatas tetap membutuhkan perhatian pusat. APEKSI harus menjadi wadah untuk memperjuangkan kepentingan daerah,” katanya. (Iwan)

Share:

APEKSI Outlook: Wali Kota Bandar Lampung Tegaskan Pentingnya Memperkuat Solidaritas


Bandar Lampung— Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menegaskan pentingnya memperkuat solidaritas dan kolaborasi antardaerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan perkotaan ke depan.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan pidato akhir tahun Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Outlook 2025 yang digelar di Paradise Hall Hotel Novotel Lampung, Sabtu (20/12/2025).
Sebagai Wakil Ketua APEKSI, Eva Dwiana menyampaikan apresiasi kepada seluruh wali kota se-Indonesia dan tamu undangan yang hadir, termasuk unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh masyarakat, perwakilan kecamatan, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Dalam sambutannya, Eva menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang belakangan melanda berbagai wilayah di Indonesia dan berdampak pada meningkatnya potensi bencana alam di sejumlah daerah.
“Banyak saudara-saudara kita di berbagai daerah yang sedang tertimpa musibah. Kita semua berharap mereka diberikan kekuatan dan kesabaran, serta kondisi segera kembali pulih,” ujar Eva Dwiana.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemkot Bandar Lampung telah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana di sejumlah daerah, di antaranya Aceh, Sumatera Utara, dan Medan, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas antarpemerintah daerah.
Menurut Eva, APEKSI merupakan forum strategis untuk saling berbagi pengalaman, belajar dari keberhasilan kota-kota besar, serta memperkuat perencanaan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Harapan kita, kota-kota di Sumatera, Sulawesi, dan wilayah lainnya bisa berkembang sejajar dengan kota-kota besar di Pulau Jawa. Semua daerah memiliki peluang yang sama untuk maju,” katanya.
Meski pelaksanaan kegiatan sempat diguyur hujan, Eva menegaskan hal tersebut tidak mengurangi semangat para kepala daerah untuk terus memperkuat APEKSI sebagai wadah sinergi nasional.
“Cuaca memang tidak bisa kita kendalikan, tetapi semangat kita untuk membangun kota dan menatap masa depan yang lebih baik harus tetap terjaga,” tegasnya.
APEKSI Outlook 2025 yang dihadiri 56 wali kota se-Indonesia ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung sebagai tuan rumah yang mendorong kerja sama, solidaritas, dan arah pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.(wan)

Share:

APEKSI Outlook 2025 Dipusatkan di Kota Bandar Lampung


Bandar Lampung – Penyelenggaraan APEKSI Outlook 2025 yang dipusatkan di Kota Bandar Lampung menempatkan ibu kota Provinsi Lampung tersebut sebagai rujukan pembangunan perkotaan bagi kota-kota di Indonesia.

Forum nasional ini diisi sejumlah agenda strategis, di antaranya Mayors Talk sebagai dialog tertutup refleksi kinerja wali kota sepanjang 2025, Sarasehan Istri Wali Kota, Pidato Akhir Tahun, Begawi Jejama Warga dan UMKM, serta agenda Solidaritas Musibah Sumatra.
Dalam forum tersebut, Kota Bandar Lampung dinilai sebagai salah satu contoh kota yang mampu memanfaatkan otonomi daerah secara optimal untuk merancang kebijakan pembangunan yang mandiri, progresif, dan berkelanjutan.
Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat APEKSI, Dr. H. Muhammad Tauhid Soleman, yang juga Wali Kota Ternate, menyebut perkembangan Bandar Lampung menunjukkan lompatan signifikan dalam tata kelola perkotaan.
“Saya melihat Bandar Lampung berkembang pesat dan mulai menyerupai kota-kota metropolitan besar di Jawa, Sumatra, hingga Sulawesi. Kemajuan ini bisa menjadi pelajaran penting bagi kota lain,” ujar Muhammad Tauhid Soleman.
Menurutnya, praktik pembangunan yang berhasil di satu daerah dapat direplikasi oleh daerah lain dengan penyesuaian terhadap karakter dan kebutuhan lokal masing-masing.
“Setiap kota memiliki tantangan yang berbeda. Namun pengalaman Bandar Lampung menunjukkan bahwa dengan perspektif yang jelas dan kebijakan yang terarah, kemajuan daerah dapat dicapai,” pungkasnya.(wan)

Share:

APEKSI Outlook 2025 Bandar Lampung Dorong Penguatan Ekonomi



Bandar Lampung – Forum APEKSI Outlook 2025 yang digelar di Kota Bandar Lampung menjadi ruang konsolidasi antarpemerintah kota dalam memperkuat arah pembangunan serta ketahanan ekonomi daerah menjelang tahun 2026.

Forum ini menempatkan penguatan potensi lokal dan kemandirian fiskal sebagai fondasi utama pembangunan perkotaan, terutama di tengah dinamika kebijakan nasional yang berdampak langsung terhadap keuangan daerah.
Wakil Ketua Dewan Pengurus Nasional APEKSI, Muhammad Tauhid Suleiman, menegaskan bahwa APEKSI Outlook bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan forum reflektif untuk memperkuat daya tahan ekonomi dan tata kelola pemerintahan kota di seluruh Indonesia.
“APEKSI Outlook 2025 menjadi ruang refleksi atas perjalanan pemerintah kota sepanjang tahun. Banyak dinamika dan persoalan yang dihadapi kota-kota di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” ujar Muhammad Tauhid Suleiman dalam kegiatan yang berlangsung di Novotel Bandar Lampung, Sabtu (20/12/2025).
Menurutnya, setiap kota memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Karena itu, forum ini dinilai penting sebagai ruang berbagi pengalaman, saling menguatkan, serta menyampaikan praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan pembangunan daerah.
Muhammad Tauhid juga menyinggung tantangan kebijakan fiskal yang dihadapi pemerintah kota pada awal 2025, khususnya terkait efisiensi anggaran dan pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
“Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah kota. Namun di sisi lain, mendorong daerah untuk lebih berinovasi agar roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik tetap berjalan,” katanya.
Ia menilai, meski tidak menghasilkan kesepakatan atau perjanjian formal, APEKSI Outlook memiliki nilai strategis karena membuka ruang pertukaran gagasan dan pembelajaran antarkota secara setara.
“Tidak ada keputusan bersama atau perjanjian formal. Yang terpenting adalah pertukaran informasi dan pengalaman atas keberhasilan masing-masing daerah,” tandasnya. (Wan)

Share:

Rangkaian APEKSI Outlook 2025 Bandar Lampung, Diisi Sarasehan Istri Wali Kota


Bandar Lampung – Rangkaian kegiatan APEKSI Outlook 2025 di Kota Bandar Lampung turut diisi dengan Sarasehan Istri Wali Kota yang digelar pada Jumat (20/12/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Bayu Oktara, aktor, presenter, sekaligus communication coach, sebagai narasumber yang memberikan pembekalan terkait komunikasi publik dan penguatan citra diri kepada para istri wali kota yang juga menjabat sebagai Ketua TP-PKK dan Dekranasda.
Sarasehan tersebut bertujuan membekali para istri wali kota agar tidak hanya berperan sebagai pendamping dalam kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menjadi duta promosi daerah bagi kota masing-masing.
Dengan keterampilan komunikasi yang baik, para peserta diharapkan dapat berperan aktif dalam mempromosikan produk UMKM, potensi ekonomi kreatif, serta identitas budaya daerah ke tingkat nasional maupun internasional.
Selain sarasehan, Forum APEKSI Outlook 2025 juga menjadi wadah strategis bagi para wali kota se-Indonesia untuk membahas berbagai isu krusial, mulai dari tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi daerah, hingga penanganan persoalan sosial dan lingkungan perkotaan.
Forum ini sekaligus menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik antar daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks. Hingga saat ini, tercatat 56 wali kota telah menyatakan kesiapan untuk hadir dalam agenda nasional APEKSI Outlook 2025 tersebut.(wan)

Share:

Ketua Umum APEKSI Sampaikan Pidato Akhir Tahun di APEKSI Outlook 2025


Bandar Lampung — Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, selaku Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), menyampaikan pidato akhir tahun dalam kegiatan APEKSI Outlook 2025 bertema “Kota Kita Bisa Apa?” di Kota Bandar Lampung, Sabtu (20/12/2025).

Tauhid menegaskan, APEKSI Outlook bukan sekadar penutup agenda tahunan, melainkan ruang refleksi kolektif bagi kota-kota di Indonesia untuk menilai capaian sekaligus menatap arah masa depan.
“Refleksi ini bukan catatan administratif, melainkan perenungan bersama tentang apa yang telah kita lalui dan ke mana kita akan melangkah,” ujar Tauhid.
Ia menyebut, secara internal, pemerintah kota menghadapi tuntutan yang kian kompleks, mulai dari peningkatan kualitas layanan publik, dampak perubahan iklim dan risiko kebencanaan, hingga dinamika sosial ekonomi yang bergerak cepat. Di sisi lain, kota juga dituntut adaptif, inovatif, dan responsif di tengah keterbatasan.
Sementara secara eksternal, tantangan datang dari keterbatasan ruang gerak kewenangan, kapasitas fiskal, arah kebijakan publik, hingga dampak geopolitik global yang turut dirasakan di tingkat lokal.
Dalam pidatonya, Tauhid menekankan tiga pokok pikiran. Pertama, penguatan kebijakan berbasis pendekatan teknokratis yang kontekstual. Menurutnya, setiap kota memiliki karakter, kapasitas, dan tantangan yang berbeda sehingga tidak bisa diseragamkan.
Kedua, pemerintah kota perlu berani membedah dampak inkonsistensi kebijakan. Perubahan arah, penundaan, atau penghentian proyek strategis, kata dia, kerap menimbulkan beban lingkungan, sosial, dan tata ruang yang harus ditanggung kota dan warganya.
“Ini bukan semata persoalan proyek, tetapi menyangkut kemanfaatan publik dan keadilan pembangunan,” tegasnya.
Ketiga, APEKSI mendorong penguatan dialog dan kepercayaan antarlembaga pemerintahan. Tauhid menegaskan, kota tidak meminta keistimewaan, melainkan konsistensi kebijakan dan pengakuan atas keragaman konteks.
Selain itu, Tauhid mengajak seluruh anggota APEKSI membangun solidaritas bagi warga di Sumatra dan Aceh yang terdampak bencana, serta menyerukan komitmen bersama menjaga kelestarian lingkungan.
“Berbagai musibah harus menjadi muhasabah agar pembangunan ke depan lebih bijak, berkelanjutan, dan manusiawi,” ujarnya.
Memasuki 2026, APEKSI berkomitmen mendorong pembangunan yang lebih teknokratis, berbasis data, dan sensitif terhadap konteks lokal.
“Kami percaya, ketika kota diberi kepercayaan dan kepastian kebijakan, kota akan bekerja lebih efektif untuk warganya dan pada akhirnya untuk Indonesia,” pungkas Tauhid.(wan)

Share:

APEKSI Outlook Bandar Lampung: Bahas Banyak Isu Perkotaan


Bandar Lampung – Pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dinilai menjadi alarm serius bagi keberlanjutan pembangunan kota-kota di Indonesia. Isu tersebut mengemuka dalam forum Outlook 2025 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang dihadiri para wali kota se-Indonesia di Bandar Lampung.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, yang hadir sebagai Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) V APEKSI Kalimantan, menegaskan bahwa kondisi fiskal ke depan menuntut pemerintah kota untuk lebih adaptif dan inovatif agar pembangunan tetap berjalan meski menghadapi keterbatasan anggaran dari pusat.
Menurut Edi, forum APEKSI Outlook 2025 tidak hanya menjadi wadah evaluasi capaian pembangunan sepanjang tahun, tetapi juga ruang diskusi untuk memetakan tantangan perkotaan yang semakin kompleks.
“Isu yang dibahas cukup luas, mulai dari dampak pengurangan TKD hingga persoalan klasik perkotaan seperti genangan air, pengelolaan sampah, sanitasi, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Termasuk dukungan daerah terhadap program nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih,” ujar Edi usai menyampaikan pidato pada forum tersebut, Sabtu (20/12/2025).
Ia mengakui kebijakan pengurangan TKD menjadi tantangan besar bagi pemerintah kota karena berpotensi mempersempit ruang fiskal daerah. Namun kondisi itu, menurutnya, harus dijawab dengan strategi baru dalam pengelolaan anggaran serta penguatan kemandirian ekonomi daerah.
Sebagai langkah jangka panjang, Edi menekankan pentingnya mendorong iklim investasi melalui transformasi pelayanan publik yang cepat, mudah, dan transparan. Upaya tersebut dinilai mampu menggerakkan perekonomian daerah sekaligus memperkuat kemandirian fiskal kota.
“Kunci utamanya adalah menstimulasi investasi. Jika pelayanan publik dibenahi, investasi akan tumbuh, ekonomi bergerak, dan pembangunan kota dapat berjalan berkelanjutan,” tegasnya.
Edi memastikan seluruh masukan dan aspirasi para wali kota yang disampaikan dalam forum APEKSI Outlook 2025 akan dirumuskan sebagai rekomendasi resmi APEKSI, termasuk upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penggalian sumber-sumber pendapatan baru tanpa menghambat pelayanan publik maupun pembangunan daerah. (Wan)

Share:

APEKSI Outlook 2025 di Bandar Lampung, Ini Kata Dandim 0410/KBL


BANDAR LAMPUNG — Komandan Kodim (Dandim) 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M. menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan APEKSI Outlook 2025 di Kota Bandar Lampung. Dukungan tersebut ditunjukkan dengan kehadirannya pada kegiatan Begawi Jejama yang digelar di Halaman Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, Sabtu (20/12/2025) pagi.

Kegiatan bertema “Kota Kita Bisa Apa?” itu berlangsung meriah dan dihadiri sekitar 5.000 peserta, serta diikuti 24 wali kota se-Indonesia. Acara dipimpin langsung Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, S.E., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua APEKSI.
Turut hadir Sekretaris Jenderal/Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, unsur Forkopimda Kota Bandar Lampung, termasuk Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol H. Alfret Jacob Tilukay.
Dalam sambutannya, Eva Dwiana menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu undangan. Ia menjelaskan bahwa Begawi Jejama merupakan bagian dari adat Lampung sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan tamu, sekaligus sarana memperkenalkan budaya serta potensi Kota Bandar Lampung.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan budaya, kekayaan alam, dan potensi pariwisata Kota Bandar Lampung yang dikelilingi laut dan perbukitan,” ujar Eva Dwiana.
Ia juga menyampaikan doa dan simpati bagi daerah-daerah yang tengah dilanda musibah, seperti Medan, Aceh, dan Padang, serta berharap Indonesia senantiasa aman dan damai menyongsong tahun 2026.
Sementara itu, kehadiran Dandim 0410/KBL menegaskan komitmen TNI dalam mendukung kegiatan pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan penguatan ekonomi, budaya, dan kebersamaan sosial. Sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dinilai penting dalam memperkuat ketahanan wilayah melalui pendekatan budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Rangkaian acara Begawi Jejama diisi dengan senam bersama, ramah tamah, serta pameran dan promosi UMKM lokal. Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar hingga berakhir sekitar pukul 09.00 WIB.
"Begawi Jejama memiliki nilai strategis sebagai media pemersatu budaya, penggerak ekonomi kreatif, sekaligus ajang promosi pariwisata dan pembelajaran antar daerah bagi para kepala daerah se-Indonesia," ucap dia.(wan)

Share:

Pemkot Bandar Lampung Awali Pelaksanaan APEKSI Outlook 2025 dengan Adat Begawi Jejama


BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung mengawali pelaksanaan APEKSI Outlook 2025 dengan menggelar prosesi adat Begawi Jejama, Sabtu (20/12/2025). Prosesi adat Lampung tersebut menjadi simbol pembuka sekaligus bentuk penyambutan kepada para wali kota se-Indonesia, pelaku UMKM, serta masyarakat Kota Bandar Lampung.

APEKSI Outlook merupakan forum strategis nasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) sebagai wadah kolaborasi, pertukaran gagasan, serta penguatan sinergi antarpemerintah kota dalam mendorong inovasi, peningkatan pelayanan publik, dan pembangunan daerah berkelanjutan.
Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana menjelaskan bahwa Begawi Jejama memiliki makna bekerja bersama-sama, yang dinilai sejalan dengan semangat APEKSI sebagai forum kolaboratif antar kepala daerah.
“Nilai kebersamaan dalam Begawi Jejama mencerminkan semangat APEKSI untuk saling menguatkan, berkolaborasi, dan membangun kota secara bersama-sama,” ujar Eva Dwiana.
Sebagai tuan rumah APEKSI Outlook 2025, Pemerintah Kota Bandar Lampung memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jejaring kerja sama lintas daerah, sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Eva Dwiana juga mengajak seluruh pemerintah kota untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai tantangan daerah, termasuk kondisi cuaca yang tidak menentu.
Melalui penyelenggaraan APEKSI Outlook 2025, Pemkot Bandar Lampung berharap forum ini dapat melahirkan kolaborasi konkret, gagasan strategis, serta penguatan peran pemerintah kota dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif, berdaya saing, dan berorientasi pada kesejahteraan mmasyarakat. (Wan)

Share:

Walikota Bandar Lampung Sambut Kedatangan Peserta APEKSI Outlook 2025


Bandar Lampung — Kota Bandar Lampung menjadi tuan rumah pelaksanaan APEKSI Outlook 2025 yang digelar pada 19–20 Desember 2025. Kegiatan nasional ini dihadiri puluhan wali kota dari berbagai daerah di Indonesia sebagai forum refleksi dan konsolidasi pembangunan perkotaan.

Pada Sabtu (20/12/2025), Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana bersama Wakil Wali Kota Deddy Amarulah menyambut langsung kedatangan para kepala daerah peserta APEKSI Outlook 2025 di depan Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Penyambutan berlangsung dengan latar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siger Milenial, salah satu ikon Kota Bandar Lampung. Eva Dwiana bersama jajaran Pemerintah Kota tampak menyapa dan menerima para wali kota beserta pendamping yang hadir.
Selain mengikuti agenda utama APEKSI Outlook 2025, para peserta juga dijadwalkan mengunjungi stand Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berderet di sepanjang Jalan dr. Susilo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya promosi produk lokal serta penguatan ekonomi kerakyatan.
Para wali kota dan pendamping turut mengikuti Begawi Jejama, sebuah kegiatan kebersamaan yang melibatkan pelaku UMKM dan masyarakat Kota Bandar Lampung.
Forum APEKSI Outlook 2025 menjadi momentum pertemuan akhir tahun para wali kota se-Indonesia untuk membahas berbagai isu strategis, di antaranya tantangan fiskal daerah, kebencanaan, penguatan kapasitas pemerintah kota, serta sinergi antardaerah dalam menyongsong tahun 2026.
Rangkaian kegiatan APEKSI Outlook 2025 meliputi Mayors Talk, dialog tertutup antarwali kota sebagai refleksi tahun 2025, sarasehan istri wali kota, Pidato Akhir Tahun APEKSI, kegiatan Begawi Jejama bersama warga dan UMKM, serta agenda solidaritas untuk musibah di wilayah Sumatra.
Melalui pelaksanaan APEKSI Outlook 2025, Pemerintah Kota Bandar Lampung diharapkan tidak hanya menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran serta fasilitator pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM bagi pemerintah kota lainnya di Indonesia.(wan)

Share:

APEKSI Outlook 2025: Bandar Lampung Jadi Sorotan Nasional


Bandar Lampung-Kota Bandar Lampung menjadi sorotan nasional dengan menjadi tuan rumah APEKSI Outlook 2025 yang digelar pada 19–20 Desember 2025.

Forum yang dihadiri 56 Wali Kota dari berbagai daerah di Indonesia ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarpemerintah kota dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan ke depan.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para kepala daerah di Provinsi Lampung. Ia menegaskan bahwa APEKSI Outlook tidak hanya menjadi ruang diskusi kebijakan, tetapi juga wadah mempererat kebersamaan dan kolaborasi lintas daerah.
“Alhamdulillah, dengan hadirnya teman-teman Wali Kota di Bandar Lampung, harapannya kita bisa saling berkolaborasi dan menguatkan. Semoga ke depan seluruh daerah semakin baik, lancar, dan daerah yang terdampak bencana dapat segera pulih,” ujar Eva Dwiana, Sabtu (20/12/2025).
Eva juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia, sembari berharap APEKSI terus berperan dalam mendorong pemerataan pembangunan antarkota.
Rangkaian kegiatan APEKSI Outlook 2025 diawali dengan Begawi Jejama, tradisi khas Lampung yang bermakna bekerja bersama-sama. Dalam kesempatan tersebut, Eva Dwiana mengajak seluruh peserta untuk mendoakan masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah mengalami bencana.
“Semoga saudara-saudara kita diberikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan dalam menghadapi ujian ini. Kita juga mendoakan rekan-rekan Wali Kota yang daerahnya sedang diuji agar selalu diberi ketabahan,” ucapnya.
Menurut Eva, nilai-nilai Begawi Jejama sejalan dengan semangat APEKSI yang menekankan kebersamaan, kekompakan, dan jejaring antarkepala daerah demi mewujudkan birokrasi yang efektif, pelayanan publik yang inovatif, serta sinergi kuat dengan seluruh pemangku kepentingan.
Tidak hanya diisi dengan forum formal, APEKSI Outlook 2025 juga menghadirkan kegiatan yang bersifat merakyat. Para Wali Kota se-Indonesia mengikuti senam bersama di halaman Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, kemudian meninjau stand UMKM di sepanjang Jalan Dr. Susilo hingga kawasan depan Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP).
Kehadiran para kepala daerah di tengah pelaku UMKM dan masyarakat menjadi simbol nyata dukungan terhadap ekonomi kerakyatan sekaligus sarana promosi potensi lokal Bandar Lampung, mulai dari kuliner hingga produk kreatif.
“Melalui APEKSI Outlook 2025, mari kita songsong tahun 2026 dengan optimisme dan tekad kuat untuk mewujudkan pemerintahan kota yang maju, inklusif, dan berdaya saing,” pungkas Eva Dwiana.
Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap seluruh delegasi yang hadir dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman serta menikmati keindahan alam, panorama laut dan pegunungan, serta kekayaan kuliner yang dimiliki Kota Bandar Lampung.(wan)

Share:

APEKSI Outlook 2025 Bandar Lampung, Angkat Ekonomi Daerah


Bandar Lampung-Pelaksanaan APEKSI Outlook 2025 di Kota Bandar Lampung pada 19–20 Desember 2025 mendapat apresiasi dari berbagai kepala daerah.

Forum nasional yang dihadiri 56 wali kota se-Indonesia ini dinilai tidak hanya menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antarpemerintah kota, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah tuan rumah.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menilai kesiapan Pemerintah Kota Bandar Lampung di bawah kepemimpinan Wali Kota Eva Dwiana sangat matang dalam menyelenggarakan agenda nasional tersebut.
“Bunda Eva mempersiapkan kegiatan ini dengan sangat luar biasa. APEKSI Outlook bukan sekadar forum pertemuan wali kota, tetapi menjadi berkah bagi Bandar Lampung,” ujar Dedy Wahyudi, Sabtu (20/12/2025).
Menurutnya, kehadiran para wali kota beserta rombongan memberikan efek langsung terhadap perputaran ekonomi lokal. Ia menyebut, setiap wali kota umumnya hadir bersama rombongan berjumlah puluhan orang.
“Kalau satu wali kota datang bersama 20 hingga 50 orang, dikalikan jumlah peserta, tentu perputaran uang di Bandar Lampung sangat besar. Dampaknya terasa bagi hotel, transportasi, kuliner, hingga UMKM,” ungkapnya.
Dedy menilai momentum ini turut mendorong citra positif Lampung di tingkat nasional sebagai daerah yang siap menjadi tuan rumah kegiatan strategis berskala besar.
Menjawab tantangan tahun 2026, Dedy menekankan pentingnya optimisme kepala daerah dalam menghadapi dinamika kebijakan anggaran nasional. Ia menyebut, efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik di daerah.
“Tahun 2026 harus kita hadapi dengan optimisme. Ada pergeseran anggaran, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berkurang,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran lebih diarahkan pada penguatan program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan pangan, kesehatan, dan pendidikan.
“Misalnya pengadaan perangkat pendukung pembelajaran digital agar anak-anak bisa belajar lebih baik. Itu adalah investasi jangka panjang,” katanya.
Dedy menegaskan, kepala daerah dituntut untuk lebih kreatif dan cermat dalam mengelola keuangan daerah agar pembangunan tetap berjalan seiring dengan terjaganya pelayanan publik.
“Daerah harus cerdas menyiasati anggaran. Pembangunan jalan terus, pelayanan tetap maksimal. Di situlah tantangan kepemimpinan daerah,” pungkasnya.
APEKSI Outlook 2025 di Bandar Lampung pun menjadi bukti bahwa agenda nasional tidak hanya memperkuat sinergi antarpemerintah kota, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi daerah dan masyarakat. (Wan)

Share:

Pesan Gubernur Lampung di Gelaran APEKSI Outlook 2025 Bandar Lampung


Bandar Lampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa keberlanjutan pembangunan perkotaan sangat ditentukan oleh kesiapan pemerintah kota (Pemkot) untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Penegasan tersebut disampaikan Rahmat Mirzani Djausal dalam pidato akhir tahun APEKSI Outlook 2025 yang digelar di Paradise Hall Hotel Novotel Lampung, Sabtu (20/12/2025).
Menurutnya, forum APEKSI menjadi ruang strategis bagi para wali kota se-Indonesia untuk melakukan refleksi atas kondisi daerah masing-masing, sekaligus menyusun arah pembangunan kota ke depan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
“Outlook 2025–2026 ini mendorong kita untuk melihat siapa diri kita sebagai kota, memahami tantangan yang dihadapi, dan merancang masa depan dengan perencanaan yang lebih matang,” ujarnya.
Ia menyebutkan, sepanjang 2025 pemerintah daerah dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari meningkatnya kebutuhan layanan publik, ketimpangan wilayah, keterbatasan fiskal, hingga meningkatnya frekuensi bencana. Tantangan tersebut diperparah oleh perkembangan teknologi yang bergerak lebih cepat dibandingkan kemampuan birokrasi dalam beradaptasi.
“Dari berbagai tantangan itu kita belajar satu hal penting, kota yang mampu bertahan adalah kota yang mau belajar dan Pemkot yang berani menyesuaikan diri dengan perubahan,” tegasnya.
Rahmat Mirzani juga menilai, setiap kota di Indonesia memiliki karakter, potensi, dan keunggulan yang berbeda-beda. Ada kota yang bertumpu pada sektor pariwisata, perdagangan, industri kreatif, pendidikan, kawasan pesisir, hingga kota yang mulai bertransformasi menuju ekonomi hijau dan digital serta memperkuat kesiapsiagaan bencana dan ketahanan fiskal.
“Perbedaan ini bukan kelemahan, melainkan kekuatan. Tinggal bagaimana Pemkot membaca peluang dan mengolahnya menjadi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dalam konteks Lampung, ia menyoroti peran strategis Kota Bandar Lampung dan Kota Metro sebagai pusat pendidikan dan perdagangan. Sekitar 60 hingga 70 persen perputaran ekonomi Provinsi Lampung, menurutnya, terjadi di dua kota tersebut.
“Kota tidak boleh tumbuh sendiri. Pertumbuhan yang tinggi harus menjadi pengungkit bagi kabupaten di sekitarnya agar pembangunan lebih merata, terarah, dan inklusif,” jelasnya.
Selain itu, ia mendorong Pemkot untuk memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Ia mencontohkan sejumlah kota dunia, seperti Singapura, yang mampu menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, serta didukung perencanaan kota dan sistem transportasi yang terintegrasi.
“Pemerintah Provinsi Lampung mendorong Pemkot Bandar Lampung dan Pemkot Metro untuk terus berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan menjadi motor penggerak pertumbuhan wilayah sekitarnya,” pungkasnya.(wan)

Share:

APEKSI Outlook 2025, Bandar Lampung Jadi Titik Temu Strategis Wali Kota se-Indonesia


Bandar Lampung — Kota Bandar Lampung kembali menjadi sorotan nasional dengan dipercaya sebagai tuan rumah APEKSI Outlook 2025. Menjelang pelaksanaan agenda nasional tersebut, delegasi wali kota dari berbagai daerah di Indonesia mulai berdatangan ke Kota Tapis Berseri, Jumat (19/12/2025).

Forum yang akan berlangsung selama dua hari, 19–20 Desember 2025, ini menjadi momentum strategis bagi pemerintah kota se-Indonesia untuk memperkuat sinergi, konsolidasi, dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan perkotaan ke depan.
Sebanyak 56 wali kota tercatat telah menyatakan kesiapan hadir dalam forum yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tersebut. Kehadiran puluhan kepala daerah ini sekaligus menegaskan posisi Bandar Lampung sebagai tuan rumah yang dipercaya menggelar forum diskusi tingkat nasional.
Sejak 18 hingga 19 Desember 2025, panitia lokal tampak aktif menyambut kedatangan para kepala daerah di Bandara Raden Intan II, Lampung Selatan. Sejumlah tokoh yang telah tiba di Bandar Lampung antara lain Wali Kota Sorong, Wali Kota Palu, Direktur APEKSI, Wali Kota Tidore, perwakilan TP PKK Kota Singkawang, serta Wali Kota Kediri. Kedatangan wali kota dari daerah lainnya dijadwalkan berlangsung secara bertahap hingga hari pelaksanaan.
Penanggung jawab kegiatan sekaligus Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol, mengatakan APEKSI Outlook 2025 dirancang sebagai ruang strategis untuk membahas isu-isu krusial yang dihadapi kota-kota di Indonesia.
“Forum ini membahas berbagai hal, mulai dari tata kelola pemerintahan yang adaptif, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi daerah, hingga penanganan persoalan sosial dan lingkungan perkotaan yang semakin kompleks,” jelas Wilson.
Selain menjadi forum diskusi, APEKSI Outlook 2025 juga berfungsi sebagai sarana pertukaran gagasan dan praktik baik antar wali kota. Berbagai inovasi dan kebijakan yang telah diterapkan di daerah diharapkan dapat menjadi referensi dan direplikasi sesuai dengan karakteristik masing-masing kota.
Menurut Wilson, seluruh rangkaian persiapan dilakukan secara matang, mulai dari penyambutan tamu, pelaksanaan kegiatan, hingga kepulangan para delegasi ke daerah asal.
“APEKSI Outlook merupakan kegiatan besar karena mengumpulkan wali kota se-Indonesia. Karena itu, persiapan dilakukan secara optimal agar seluruh rangkaian berjalan lancar dan meninggalkan kesan positif bagi para peserta,” ujarnya.
Dengan kehadiran puluhan kepala daerah dari berbagai penjuru Tanah Air, APEKSI Outlook 2025 diharapkan mampu melahirkan gagasan segar dan solusi konkret bagi pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat citra Bandar Lampung sebagai kota yang siap menjadi tuan rumah agenda nasional berskala besar. (Wan)

Share:

APEKSI 2025, Ini Kata Kadis Pariwisata Bandar Lampung


Bandar Lampung— Pelaksanaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2025 di Kota Bandar Lampung selama dua hari, Jumat–Sabtu (19–20 Desember 2025), dimanfaatkan Pemerintah Kota Bandar Lampung sebagai momentum strategis untuk mempromosikan potensi wisata sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Melalui Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Pemkot gencar memperkenalkan beragam destinasi wisata unggulan kepada para kepala daerah dan delegasi dari berbagai kota di Indonesia yang hadir dalam forum nasional tersebut. Promosi mencakup wisata alam, wisata buatan, hingga wisata pantai.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Adiansyah, mengatakan APEKSI menjadi etalase penting untuk menunjukkan bahwa Bandar Lampung memiliki potensi pariwisata yang lengkap dan layak menjadi tujuan kunjungan.
“Objek wisata yang kita tonjolkan adalah wisata alam, wisata buatan, dan wisata pantai,” ujar Adiansyah, Jumat (19/12/2025).
Ia menjelaskan, untuk destinasi wisata milik pemerintah daerah, Bandar Lampung memiliki Taman Hutan Kera di Sumur Batu serta Air Terjun Batu Putung di Kelurahan Sukadanaham, Kecamatan Tanjungkarang Barat, yang menawarkan suasana alam asri di tengah kota.
Selain itu, wisata buatan dan edukatif juga menjadi daya tarik tersendiri, seperti Lembah Hijau, yang memadukan konsep wisata alam dan kebun binatang.
“Untuk menikmati pemandangan Kota Bandar Lampung dari ketinggian, ada Ocean View, Way Gubak Hill, dan Bukit Aslan,” katanya.
Di sektor wisata bahari, meski garis pantai Kota Bandar Lampung tidak terlalu panjang, namun sejumlah pantai tetap menjadi destinasi favorit, di antaranya Pantai Tiska dan Pantai Duta Wisata.
Adiansyah juga menyebut para delegasi APEKSI diarahkan untuk mengunjungi Navara City Park, ruang terbuka publik yang akan dilaunching pada 22 Desember 2025 dan diproyeksikan menjadi ikon destinasi baru di Kota Tapis Berseri.
“Kalau peserta APEKSI belum kembali ke daerah masing-masing, bisa sekalian berkunjung ke Navara City Park,” ujarnya.
Lebih dari sekadar promosi wisata, Adiansyah berharap APEKSI 2025 mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Bandar Lampung, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Tak kalah penting, sektor kuliner dan UMKM lokal juga menjadi perhatian utama. Menurutnya, Bandar Lampung merupakan miniatur kuliner Nusantara dengan ragam cita rasa dari berbagai daerah.
“Hampir semua kuliner Indonesia ada di Bandar Lampung. Dari Coto Makassar, Pecel Lele Lamongan, sampai kuliner lokal yang kualitasnya tidak kalah,” katanya.
Ia bahkan menyebut beberapa kuliner khas yang telah memiliki nama dan mampu bersaing dengan daerah asalnya.
“Pempek kita bisa bersaing dengan Palembang, ada Pempek 124. Bakso ada Bakso Soni, nasi uduk ada Nasi Uduk Toha,” ujarnya.
Selain kuliner, berbagai produk UMKM lokal juga dipromosikan melalui tenant-tenant yang dibuka di kawasan Hotel Novotel dan sepanjang Jalan Dr. Susilo, tepat di depan Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung.
“Kami berharap UMKM yang membuka tenant benar-benar merasakan dampak ekonomi dari kegiatan APEKSI ini, dengan kunjungan dan transaksi yang meningkat,” pungkas AAdiansyah. (Wan)

Share:

Sejumlah Walikota Sudah Berdatangan di Kegiatan APEKSI Outlook 2025 Bandar Lampung


Bandar Lampung-Sejumlah wali kota dari berbagai daerah di Indonesia mulai berdatangan ke Kota Bandar Lampung menjelang pelaksanaan APEKSI Outlook 2025 yang digelar pada 19–20 Desember 2025. Kehadiran para kepala daerah tersebut menandai komitmen pemerintah kota dalam memperkuat sinergi, kolaborasi, serta pertukaran gagasan untuk mendorong pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Pantauan pada Kamis (18/12/2025), panitia lokal tampak menjemput para wali kota di Bandara Raden Intan II, Lampung Selatan. Beberapa kepala daerah yang telah tiba di antaranya Wali Kota Palu serta Sekretaris Kota Tidore Kepulauan.
Forum APEKSI Outlook 2025 menjadi wadah strategis bagi para wali kota untuk membahas berbagai isu krusial, mulai dari tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi daerah, hingga penanganan persoalan sosial dan lingkungan perkotaan. Kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman serta praktik terbaik antar pemerintah kota.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 56 wali kota telah menyatakan kesiapan untuk hadir dalam agenda nasional tersebut. Jumlah ini masih berpotensi bertambah seiring adanya konfirmasi lanjutan dari daerah lain.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan daerah-daerah peserta.
“Data sementara sudah 56 wali kota yang memastikan kehadiran. Kami masih membuka ruang konfirmasi dari kepala daerah kota lainnya,” ujar Wilson.
Ia menambahkan, APEKSI Outlook 2025 tidak hanya dirancang sebagai forum diskusi antar wali kota, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat. Panitia telah menyiapkan empat agenda utama dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Agenda pembuka diawali dengan kegiatan Begawi Jajama yang dipusatkan di lingkungan Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, dilanjutkan dengan senam bersama serta kunjungan para wali kota ke stan UMKM.
Selanjutnya, para wali kota akan mengikuti pertemuan tertutup di Ruang Wali Kota Bandar Lampung untuk membahas kondisi terkini dan proyeksi pembangunan perkotaan ke depan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan seminar serta pendalaman materi, sebelum ditutup dengan agenda Outlook Pembangunan dan Gala Dinner.(Rls)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts