LAMPUNG SELATAN - Langkah inovatif dan penuh kepedulian kembali ditunjukkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda dalam mempersiapkan warga binaannya untuk kembali ke masyarakat. Tidak hanya membekali dengan keterampilan UMKM dan pertanian, Lapas Kalianda kini membidik keterampilan penyelamatan yang sangat vital: edukasi pemadam kebakaran.
Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan mendapat kunjungan silaturahmi yang sangat penting dari Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Badarudin, pada Jum’at (16/10). Kunjungan tersebut terkait pembahasan program pembinaan yang sangat mulia, yaitu pemberian materi edukasi kebakaran bagi warga binaan yang sebentar lagi akan bebas (menjelang masa pembebasan).
Ide cemerlang ini bertujuan agar warga binaan yang sudah bebas nantinya memiliki bekal keterampilan yang sangat berguna dan dapat langsung dipraktekkan, baik di rumahnya masing-masing, di lingkungan tempat tinggalnya, maupun menjadi relawan tanggap bencana di desanya.
Disambut Hangat Kadis Sefri Masdian dan Sekdin Hendri Gunawan
Dalam kunjungan silaturahmi yang penuh keakraban tersebut, Kalapas Badarudin disambut dengan sangat baik dan penuh antusias oleh Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan, Sefri Masdian, S.Sos., M.M., didampingi Sekretaris Dinas, Hendri Gunawan, beserta jajaran pejabat dan tim Damkarmat.
Suasana pertemuan berlangsung hangat, cair, dan penuh semangat kolaborasi. Kadis Damkarmat Sefri Masdian sangat mengapresiasi ide brilian dari Kalapas Kalianda tersebut dan menyatakan kesiapan penuh pihaknya untuk bersinergi.
Menurut Sefri Masdian, edukasi kebakaran sangat penting karena masih banyak masyarakat yang belum paham cara penanganan awal kebakaran, baik kebakaran rumah tangga akibat kompor gas, listrik, maupun kebakaran lahan.
Pernyataan Kalapas Badarudin: Bebas Harus Bawa Bekal Bermanfaat
Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Badarudin, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program pembinaan kepribadian dan kemandirian yang berkelanjutan.
“Kami tidak ingin warga binaan hanya bebas begitu saja. Kami ingin mereka bebas dengan membawa bekal keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat. Edukasi pemadam kebakaran ini sangat penting. Nantinya mereka bisa menjadi pahlawan di lingkungan masing-masing, bisa membantu tetangga jika ada kebakaran, dan menjadi relawan Damkarmat di desanya. Ini adalah life skill yang sesungguhnya,” ujar Kalapas Badarudin.
Kalapas Badarudin juga menegaskan bahwa ke depannya, Lapas Kalianda akan terus berupaya untuk tetap bersinergi dan berkolaborasi dengan pihak Dinas terkait yang ada di Kabupaten Lampung Selatan.
“Pembinaan tidak bisa dilakukan sendiri. Kita butuh kolaborasi pentahelix. Hari ini dengan Damkarmat, besok dengan Dinas Pertanian, Dinas Koperasi, dan lainnya. Tujuannya satu, agar kedepannya warga binaan mendapatkan bekal yang komplit, berdaya saing, dan siap kembali menjadi warga yang baik dan berguna setelah bebas,” tambahnya.
Rencananya, program edukasi Damkar ini akan segera direalisasikan dengan mendatangkan instruktur profesional dari Damkarmat Lamsel langsung ke dalam Lapas untuk memberikan teori dan praktik langsung, mulai dari cara menggunakan APAR, cara memadamkan api akibat kebocoran gas LPG, hingga teknik evakuasi.
Langkah ini mendapat pujian dari banyak pihak karena dinilai sebagai terobosan pembinaan yang sangat kreatif, humanis, dan menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.
Sinergi Lapas Kalianda dan Damkarmat Lampung Selatan: Membina dari dalam, menyelamatkan di luar.



























