Portal Berita Online

Tampilkan postingan dengan label Lampung Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lampung Selatan. Tampilkan semua postingan

‎Ismi Ali Warga Bulok Terdampar di Papua Dibantu Relawan Timika Dan Pemkab Lamsel

 


LAMPUNG SELATAN,-- Ismi Ali warga Desa Bulok Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, yang terdampar di Timika Papua. Saat ini sedang menuju ke Bandara Raden Intan II di kawal oleh relawan dari Timika.


‎Pemulangan Ismi Ali tersebut, dilatarbelakangi viralnya Aji warga Sukajadi Kelurahan Bumi Agung yang menjadi korban kerja ilegal dan terdampar di Maroke. Sehingga Pemkab Lampung Selatan turun tangan untuk membantu pihak Aji untuk dapat pulang.

‎Keluarga Ismi Ali menghubungi keluarga Aji dan meminta arahannya agar Ismi Ali dapat pulang, lalu oleh keluarga Aji diarahkan ke Ahmad Syafaruddin TKSK Kemsos RI, agar berkomunikasi secara langsung. Koordinasi Ahmad Syafaruddin dengan keluarga korban dan pihak Relawan Timika secara inten dan juga koordinasi dengan pihak Dinsos Lampung Selatan untuk dapat memulangkan Ismi Ali yang kini kondisinya mengalami lumpuh atau setruk sebelah.

‎Pihak relawan Timika, melakukan upaya pemulangan secepatnya dikarenakan kondisi Ismi Ali mengalami goncangan mental sehingga percepatan pemulangan di lakukan.

‎"Saya dapat kabar, kalau Ismi Ali menangis terus meminta pulang. Saya juga sering video call dengan dia melalui relawan timika, sangat memperhatikan sekali kondisinya," kata Ahmad Syafaruddin, kepada media ini, Rabu (15/4).

‎Sehingga pihaknya secara langsung koordinasi dengan Kepala Dinsos Lampung Selatan Puji Sukamto, dan respon Kadis Sosial gercep bahkan pihaknya juga sudah mencari solusi untuk mengganti biaya pemulangan Ismi Ali.

‎"Intinya sekarang kami bersama pak Puji beserta Kabid dan pihak Pemkab sedang menyiapkan kepulangan Ismi Ali. Serta saat ini sedang koordinasi dengan pihak keluarga korban," tambahnya.

‎Ahmad Syafaruddin, juga menerangkan saat ini kondisi Ismi Ali masih sakit dan pihak Relawan Timika sudah membantu mengurus rujukan pengobatan Ismi Ali ke rumah sakit. Sehingga pihak keluarganya mudah untuk melakukan pengobatan selanjutnya di Lampung.

‎"Saya secara pribadi dan pemerintah daerah mengucapkan terimakasih banyak kepada relawan Timika yang begitu intens membantu korban sampai mengantarkan ke Lampung Selatan. Ini merupakan bentuk sosial kemanusian. Sekali saya ucapkan banyak terimakasih bagi Tim Relawan Timika," kata Ahmad Syafaruddin.

‎"Saya selaku petugas Kementrian sosial. Sangat mengapresiasi respon positif dari Bupati Lampung Selatan beserta jajaran dan anggota dewan ibu Bella Jayanti tanpa sekat komunikasi dukungan penuh untuk kepulangan Aji maupun Ismi Ali," tutupnya.

‎Sementara itu Kadis Sosial Puji Sukamto saat dihubungi media ini, mengatakan pihaknya sudah melaporkan ke Bupati terkait Ismi Ali ke Bupati Lampung Selatan Radytio Egy Pratama, bahwa Ismi Ali sudah diberangkatkan dari Timika Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah dan akan tiba pukul 20.00 wib di bandara Raden Intan II.

‎"Ismi Ali adalah korban calo tenaga kerja kapal tangkap ikan (selama 3 tahun. Belum mendapat upah) yang saat ini dalam kondisi stroke dan depresi," kata Puji.

‎Dirinya menambahkan, bahwa dirinya mendapatkan informasi terkait kondisi Ismi Ali, yang tadi rencananya dipulangkan pada hari Kamis namun diajukan hari Rabu ini. Ismi Ali mengalami kelumpuhan sehingga diperlukan bantuan untuk mengantarnya.

‎"Alhamdulillah dan saya ucapkan terima kasih kepada relawan dari Timika yang membantu proses pemulangan Ismi Ali warga Lampung Selatan," ucapnya.

‎Ia juga menyampaikan, bahwa Bupati Egy menegaskan apabila ada warga Lampung Selatan yang mengalami kondisi seperti Aji dan Ismi secepatnya untuk ditindak lanjuti serta dibantu. Baik itu di Papua dan daerah lain, hal ini sebagai bentuk kepedulian Pemkab Lampung Selatan kepada warganya yang membutuhkan bantuan serta pertolongan.

‎Dinsos Lampung Selatan beserta Disnakertrans dan beberapa dinas, menghimbau kepada masyarakat Lampung Selatan agar tidak menjadi korban calo tenaga kerja, baik melalui media sosial, pamflet dan WA group agar memastikan kebenaran pekerjaan tersebut.

‎"Saat ini Dinsos dan Disnakertrans akan melakukan sosialisasi terkait, bahayanya menjadi korban calo tenaga kerja, kepada masyarakat Lampung Selatan. Dan harapan kami tidak ada lagi korban calo lagi," tutup Puji. (Red)

Share:

56 Pejabat Dilantik di Way Berelang, Sekda Supriyanto: Jabatan Harus Dibayar Dengan Kinerja Nyata


KALIANDA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali melakukan penyegaran organisasi melalui rotasi dan mutasi pejabat. Sebanyak 56 pejabat yang terdiri dari 12 pejabat administrator dan 44 pejabat pengawas resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya, Rabu (15/4/2026).

Prosesi pelantikan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, di kawasan wisata Pemandian Air Panas Way Belerang, Kalianda. Pemilihan lokasi ini menjadi sorotan, karena sarat pesan simbolik terkait arah pembangunan dan masa depan daerah.

Supriyanto menegaskan, pelantikan di kawasan wisata bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa kekayaan alam daerah merupakan modal utama pembangunan yang harus dijaga melalui kinerja nyata.

Menurutnya, sektor pariwisata Lampung Selatan saat ini menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan tercatat meningkat sebesar 5,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya

Tempat ini adalah bukti nyata potensi besar yang kita miliki. Namun pertanyaannya, ketika dulu ramai, seharusnya bisa lebih ramai lagi. Ketika sudah dikenal, seharusnya menjadi lebih baik. Ini yang harus kita jawab bersama,” ujar Supriyanto.

Ia menekankan, kehadiran para pejabat di posisi baru bukan sekadar rotasi administratif, melainkan bagian dari upaya mendorong percepatan kinerja di setiap perangkat daerah.

Lebih lanjut, Supriyanto mengingatkan bahwa jabatan yang diemban bukanlah hadiah, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan integritas dan hasil kerja yang nyata.

“Kepercayaan ini diberikan karena saudara dinilai mampu bekerja cepat. Maka harus dibayar dengan kinerja yang terukur dan berdampak,” tegasnya.

Dalam arahannya, Supriyanto juga menyampaikan filosofi kepemimpinan yang terinspirasi dari alam. Ia mengajak para pejabat untuk memiliki prinsip yang kokoh seperti gunung, pelayanan yang mengalir seperti air, serta kepemimpinan yang meneduhkan layaknya pepohonan.

Selain itu, ia meminta para pejabat untuk tidak menunggu perintah dalam menjalankan tugas yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Inovasi dan inisiatif, menurutnya, menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan adaptif.

Di tengah tantangan perubahan yang semakin cepat, tingginya ekspektasi masyarakat, serta isu lingkungan yang semakin krusial, Supriyanto menegaskan pentingnya kolaborasi dan kerja berbasis hati.

“Oleh karena itu, mari kita bekerja dengan hati, menghadirkan inovasi, dan membangun kolaborasi yang kuat demi terwujudnya Lampung Selatan yang berkelanjutan,” pungkas Supriyanto.
  (Rls)

Share:

Bupati Lampung Selatan Jabat Wakil Ketua Umum Aspeksindo


LAMSEL, Jakarta - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, kembali dipercaya menduduki posisi strategis di tingkat nasional. Ia resmi dilantik sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) periode 2025-2030.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam rangkaian acara pelantikan dewan pengurus dan seminar nelayan yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Penunjukan tersebut menjadi bentuk kepercayaan atas kapasitas kepemimpinan Egi dalam mengelola pemerintahan daerah, khususnya di wilayah pesisir Lampung Selatan. Posisi ini sekaligus membuka ruang lebih luas bagi daerahnya untuk berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat pesisir di tingkat nasional.

Dalam keterangannya, Egi menyebut jabatan yang diembannya sebagai amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, terutama dalam memperkuat sinergi antar daerah pesisir dan kepulauan di Indonesia.

“Hari ini saya resmi dilantik sebagai Wakil Ketua Umum Aspeksindo periode 2025-2030. Ini menjadi amanah sekaligus kepercayaan untuk memperkuat sinergi pembangunan daerah pesisir dan kepulauan di tingkat nasional,” ujarnya.

Ia menegaskan, melalui peran tersebut, pemerintah daerah diharapkan semakin aktif dalam mendorong pengelolaan potensi kelautan secara berkelanjutan, sekaligus menghadirkan program pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap melalui peran ini, Lampung Selatan dapat terus mendorong pengelolaan potensi kelautan dan pesisir secara berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sebagai informasi, Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia merupakan organisasi yang mewadahi pemerintah daerah kepulauan dan pesisir di seluruh Indonesia. Organisasi ini berperan dalam memperkuat koordinasi, advokasi kebijakan, serta mendorong optimalisasi pembangunan wilayah maritim nasional. (Kmf-Is)

Share:

Wajib tahu! Jadwal Dokter Spesialis RSUD dr H Bob Bazar Kalianda, Jangan Sampai Salah Datang


LAMPUNG SELATAN - Berencana ingin berobat atau kontrol rutin di RSUD dr. H. Bob Bazar, SKM? Pastikan Anda tidak salah hari dan jam prakteknya! Berikut adalah informasi lengkap jadwal pelayanan dokter spesialis di Instalasi Rawat Jalan untuk tahun 2026.

Layanan kesehatan tersedia setiap hari Senin hingga Sabtu dengan jadwal yang berbeda-beda setiap poli. Agar kunjungan Anda lebih lancar, tidak sia-sia, sehingga bisa mendapatkan pelayanan dengan nyaman, segera catat atau simpan informasinya di bawah ini:

* Poli THT-KL

- Hari: Selasa, Kamis, Jumat
- Jam: 09.00 - Selesai
Dokter: Dr. Nanang Suhana, Sp.THT-KL

* Poli Anak

- Hari: Senin, Rabu, Kamis
-Jam: 10.00 - Selesai
Dokter: Dr. Riva Yulianto, Sp.A

- Hari: Selasa, Jumat, Sabtu
- Jam: 08.00 - Selesai
Dokter: Dr. Lily Hayati, Sp.A

* Poli Syaraf

- Hari: Rabu, Jumat
- Jam: 09.30 - Selesai
Dokter: Dr. Annur Rahmad Nugroho, Sp.N

* Poli Penyakit Dalam

- Hari: Senin - Jumat
- Jam: 10.30 - Selesai
Dokter: Dr. Wangsit Warsito Murti, Sp.PD

- Hari: Senin - Jumat
- Jam: 10.30 - Selesai
Dokter: Dr. Dite Ari Prapti, Sp.PD

* Poli Mata

- Hari: Senin, Rabu, Sabtu
- Jam: 08.30 - Selesai
Dokter: Dr. Heru Syahputra, Sp.M

- Hari: Selasa, Kamis, Jumat
- Jam: 08.30 - Selesai
Dokter: Dr. Nurfanida Natasya, Sp.M

* Poli Bedah

- Hari: Senin, Rabu, Sabtu
- Jam: 09.30 - Selesai
Dokter: Dr. Erfi Yandri, Sp.B

- Hari: Selasa, Kamis, Jumat
- Jam: 09.30 - Selesai
Dokter: Dr. Dicky Suseno, Sp.B

* Poli Gigi

- Hari: Selasa, Jumat
- Jam: 09.30 - Selesai
Dokter: Drg. Yuza Famelia

- Hari: Selasa, Jumat
- Jam: 09.30 - Selesai
Dokter: Drg. Boy Syafriadi

* Poli Gigi Bedah Mulut

- Hari: Senin, Rabu, Kamis
- Jam: 09.30 - Selesai
Dokter: Drg. Rumartha Putri Swari, Sp.BM

- Hari: Senin, Rabu, Kamis
- Jam: 09.30 - Selesai
Dokter: Drg. Surya Atma Jaya, Sp.BM

* Poli Orthopedi

- Hari: Senin, Rabu, Kamis
- Jam: 09.30 - Selesai
Dokter: Dr. Adenmart Salmen Purba, Sp.OT

* Poli Obgyn

- Hari: Senin, Selasa, Sabtu
- Jam: 10.00 - Selesai
Dokter: Dr. Fofi Livia Ariani, Sp.OG

- Hari: Rabu, Jumat
- Jam: 10.00 - Selesai
Dokter: Dr. Yasir Avisena, Sp.OG

* Poli Paru

- Hari: Senin, Selasa, Kamis, Jumat
- Jam: 09.00 - Selesai
Dokter: Dr. Pusparini Kusumajati, Sp.P

- Hari: Rabu, Sabtu
- Jam: 08.00 - Selesai
Dokter: Dr. Rizki Putra Sanjaya, Sp.P

* Poli VCT

- Hari: Senin, Rabu
- Jam: 08.00 - Selesai
Dokter: Dr. Ayusti Mutazila

* Poli Medical Check Up

- Hari: Senin - Kamis
- Jam: 08.00 - Selesai
Dokter: Dr. Liestya Risnawati

- Hari: Jumat, Sabtu
- Jam: 08.00 - Selesai
Dokter: Dr. Yuli Rokhayati, Sp.KKLP

* Poli Forensik

- Hari: Senin - Jumat
- Jam: 08.00 - Selesai
Dokter: Dr. Cathrin Andriyani, Sp.FM

* Poli Fisioterapi

- Hari: Senin - Jumat
- Jam: 08.00 - Selesai
Terapis: Turyati, SST.FT

Semoga informasi ini bermanfaat dan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang tepat waktu dan maksimal. (Rls)

Share:

Warga Lampung Selatan Minta Perbaikan Jalan Penghubung Dua Desa


LAMPUNG SELATAN – Warga Desa Sukajaya, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, kembali mempertanyakan kepastian pembangunan jalan desa yang hingga kini belum juga direalisasikan. Jalan yang menjadi akses utama masyarakat tersebut diketahui sudah mengalami kerusakan selama kurang lebih 15 tahun tanpa adanya perbaikan yang signifikan.

Jalan ini merupakan jalur aktif yang tidak hanya digunakan oleh masyarakat Desa Sukajaya, tetapi juga menjadi penghubung penting bagi warga Desa Penengahan. Kondisi jalan yang rusak parah dinilai sangat menghambat aktivitas sehari-hari, terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial.

Kepala Desa Sukajaya, Ihsan, menjelaskan bahwa pihak desa telah berulang kali mengusulkan pembangunan jalan tersebut melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan. Selain itu, pemerintah desa juga telah menyampaikan proposal secara langsung kepada dinas dan instansi terkait guna mempercepat realisasi pembangunan.

“Kami sudah berkali-kali mengusulkan melalui Musrenbang kecamatan, bahkan proposal juga sudah kami sampaikan ke dinas terkait. Namun sampai sekarang belum ada realisasi,” ungkap Ihsan.

Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini, mengingat pentingnya jalan tersebut sebagai akses utama yang menunjang mobilitas dan perekonomian masyarakat di dua desa.

Dengan kondisi jalan yang telah lama rusak dan belum tersentuh perbaikan, masyarakat Desa Sukajaya dan Desa Penengahan berharap agar pembangunan jalan tersebut dapat segera direalisasikan dan masuk dalam prioritas program pembangunan daerah. (Red)

Share:

Borong Penghargaan Nasional, Perumda Tirta Jasa Lampung Selatan Raih TOP BUMD Awards 2026 Bintang 4


Jakarta - Perumda Air Minum Tirta Jasa Kabupaten Lampung Selatan menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan TOP BUMD Awards 2026 kategori Bintang 4.

Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan kinerja perusahaan daerah, tetapi juga mencerminkan peningkatan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Prestasi tersebut semakin lengkap dengan diraihnya penghargaan TOP Pembina BUMD 2026 oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, serta TOP CEO BUMD 2026 yang diberikan kepada Direktur Perumda Air Minum Tirta Jasa, Julianto.

Ketiga penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam acara puncak TOP BUMD Awards 2026 yang digelar di Dian Ballroom, Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).

Ajang TOP BUMD Awards merupakan penghargaan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA). Penilaian dilakukan secara komprehensif terhadap kinerja, inovasi, serta kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran BUMD, khususnya Perumda Air Minum Tirta Jasa.

“Alhamdulillah, ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh jajaran pengurus BUMD, khususnya PDAM di Kabupaten Lampung Selatan,” ujarnya.

Bupati Egi menegaskan, penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi pelayanan kepada masyarakat.

“Harapannya, ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk bekerja lebih baik dan lebih inovatif ke depan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Egi menekankan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola perusahaan daerah agar semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan pelayanan optimal.

Pada tahun 2026, sebanyak 248 BUMD dan BLUD dari seluruh Indonesia mengikuti ajang ini, meningkat 4,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 218 BUMD dinyatakan mengikuti seluruh tahapan penilaian secara lengkap.

Sejak pertama kali digelar pada 2016, TOP BUMD Awards menjadi salah satu tolok ukur nasional dalam mendorong BUMD agar lebih profesional, inovatif, dan berdaya saing. (Kmf-Is)

Share:

Wakil Ketua DPRD Lampung Selatan Hadirkan Harapan Baru Bagi Korban Pekerja Ilegal Merauke


 LAMPUNG SELATAN - Didampingi Camat Kalianda, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Lampung Selatan dari Partai Amanat Nasional (PAN), Bela Jayanti, mengunjungi kediaman Aji, korban pekerja ilegal di Merauke, Papua Selatan.

Kunjungan tersebut berlangsung di Lingkungan V Sukajadi, Kelurahan Bumi Agung, Kecamatan Kalianda, pada Senin (13/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Camat Kalianda Ruris Apdani, S.Pd., Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kemensos RI Kecamatan Kalianda Ahmad Syarifuddin beserta jajaran, perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan, Kepala Dinas Sosial Fuji Sukamto, Lurah Bumi Agung Irpan Rosyadi, S.Pd., tim kesehatan Puskesmas Kalianda, serta bidan Kelurahan Bumi Agung Rika bersama tim.

Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Lampung Selatan terhadap warganya yang mengalami musibah korban pekerja ilegal di luar daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bela Jayanti menyampaikan imbauan agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar daerah maupun luar negeri yang tidak jelas prosedurnya.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming pekerjaan yang menjanjikan gaji besar, namun tidak melalui jalur resmi. Pastikan semua proses sesuai aturan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Bela Jayanti.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya hadir dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Kami bersama pemerintah daerah akan terus mendorong pendampingan dan perlindungan bagi warga, khususnya yang menjadi korban praktik pekerja ilegal,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Kalianda Ruris Apdani, S.Pd., menyampaikan bahwa pihak kecamatan akan terus bersinergi dengan semua pihak dalam memberikan perhatian kepada masyarakat.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan warga mendapatkan pendampingan yang maksimal, baik dari segi kesehatan maupun sosial,” ujar Ruris.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam menerima informasi lowongan pekerjaan.

“Pastikan setiap tawaran pekerjaan melalui jalur resmi sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tambahnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan, Fuji Sukamto, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan perhatian dan pendampingan terhadap korban.

“Kami dari Dinas Sosial akan terus hadir memberikan pendampingan, baik dalam proses pemulihan maupun pemenuhan kebutuhan dasar korban. Ini menjadi komitmen kami dalam melindungi masyarakat,” ungkap Fuji Sukamto.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait prosedur kerja yang aman dan legal.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu mengikuti prosedur resmi dalam bekerja serta melaporkan jika menemukan praktik perekrutan tenaga kerja ilegal,” tambahnya.

Sementara itu, TKSK Kemensos RI Kecamatan Kalianda Ahmad Syarifuddin menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan terhadap korban dan keluarga.

“Kami bersama Dinas Sosial akan terus mendampingi Aji dan keluarga, baik dari sisi sosial maupun kebutuhan lainnya, agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” ungkap Ahmad Syarifuddin.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah praktik pekerja ilegal.

“Kami berharap masyarakat lebih waspada dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait apabila menemukan indikasi perekrutan tenaga kerja yang tidak sesuai prosedur,” tambahnya.

Selain memberikan dukungan moril, rombongan juga memastikan kondisi kesehatan Aji pasca kepulangannya, serta mendorong agar penanganan dan pendampingan terhadap korban dapat terus dilakukan secara maksimal.

Pemerintah daerah melalui instansi terkait diharapkan terus hadir dalam memberikan perlindungan serta pendampingan bagi masyarakat, khususnya yang menjadi korban praktik pekerja ilegal. (Red)

Share:

Camat Rajabasa Kunjungi SDN 2 Way Muli Pantau Kegiatan Belajar Mengajar


LAMPUNG SELATAN – Camat Rajabasa melakukan kunjungan ke SDN 2 Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (13/4/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memantau langsung kondisi lingkungan sekolah serta kegiatan belajar mengajar.

Dalam kunjungannya, Camat Rajabasa meninjau sejumlah fasilitas sekolah, termasuk kebersihan toilet (WC) serta memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan kondusif.

Camat Rajabasa juga memberikan arahan kepada para guru dan tenaga pendidik agar selalu mengedepankan profesionalisme dalam bekerja. Ia menekankan pentingnya mencintai pekerjaan sebagai bentuk tanggung jawab dalam dunia pendidikan.

“Cintai pekerjaan, sayangi pekerjaan, dan layani siswa dengan sepenuh hati. Karena dari sinilah masa depan generasi kita dibentuk,” ujar Camat Rajabasa.

Selain itu, Camat juga mengingatkan agar pihak sekolah turut mendukung dan menjalankan program Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yakni program ABRI (Asri, Bersih, Rapi, dan Indah) serta BKW (Bersih, Kering, dan Wangi).

Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman akan sangat berpengaruh terhadap semangat belajar siswa serta kesehatan seluruh warga sekolah.

Tak hanya itu, Camat Rajabasa juga menyampaikan pesan moral kepada para siswa agar saling menyayangi sesama teman dan menjaga lingkungan sekitar.

“Cintai sesama teman dan cintai lingkungan sekitar. Dengan begitu, kita bisa menciptakan suasana sekolah yang harmonis dan menyenangkan,” pesannya.

Kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah dalam menjaga kebersihan, kedisiplinan, serta meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Kecamatan Rajabasa. (Red)

Share:

11 Bulan Tak Digaji, Buruh PT San Xiong Steel Akhirnya Dapat Kepastian Usai Bupati Egi Turun Tangan


 LAMSEL, Kalianda - Harapan baru muncul bagi ratusan buruh PT San Xiong Steel Indonesia yang selama 11 bulan tidak menerima gaji. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengambil langkah konkret dengan memimpin langsung mediasi dan menghadirkan solusi bagi pemenuhan hak-hak pekerja.

Pertemuan antara buruh dan pemerintah daerah digelar di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (10/4/2026), setelah sebelumnya ratusan pekerja menggelar aksi unjuk rasa menuntut pembayaran gaji, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, hingga Tunjangan Hari Raya (THR) yang belum dipenuhi perusahaan.

Dalam forum tersebut, Bupati Egi mempertemukan seluruh pihak terkait, mulai dari perwakilan karyawan, manajemen perusahaan, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga instansi teknis, sebagai bagian dari upaya percepatan penyelesaian masalah.

Perwakilan buruh PT San Xiong Steel Indonesia, Iwan Tulus, mengungkapkan kondisi berat yang dialami para pekerja. Selama hampir satu tahun, mereka tidak menerima penghasilan, termasuk THR saat Lebaran.

“Yang utama bagi kami adalah BPJS dan THR, pak. Hidup kami terus berjalan, kami butuh kejelasan agar bisa bekerja lagi dan mendapatkan hak kami,” ujar Iwan.

Selain persoalan upah, kendala lain yang dihadapi pekerja adalah layanan BPJS Kesehatan yang tidak dapat digunakan, terutama saat rujukan ke luar daerah. Status kepesertaan yang masih terikat dengan perusahaan juga menyulitkan mereka untuk mencari pekerjaan baru.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lampung Selatan, R. Rully Maulana, menyampaikan solusi konkret terkait pencairan Jaminan Hari Tua (JHT).

Menurutnya, pekerja tetap dapat mencairkan JHT dengan melengkapi dokumen pendukung seperti slip gaji atau surat pernyataan.

“Solusinya bisa menggunakan slip gaji untuk proses pencairan. Kami siap membantu dan menjembatani agar hak pekerja tetap bisa terpenuhi,” jelas Rully.

Bupati Egi pun langsung menginstruksikan BPJS Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja untuk aktif mendampingi proses administrasi para buruh.

“Nanti dibantu BPJS Ketenagakerjaan dan Disnaker. Data-data yang diperlukan segera dikomunikasikan. Alhamdulillah hari ini sudah ada solusi,” ujar Egi.

Kepastian pencairan JHT ini menjadi titik terang bagi para pekerja untuk melanjutkan kehidupan sekaligus membuka peluang kembali bekerja di tempat lain.

Selain solusi jangka pendek, Bupati Egi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan hak normatif pekerja.

Pemkab Lampung Selatan, kata Egi, akan segera melayangkan surat teguran kepada PT San Xiong Steel Indonesia agar memenuhi kewajiban pembayaran gaji dan THR yang tertunggak.

“Kami hadirkan semua pihak hari ini untuk memberikan solusi. Pemerintah daerah juga akan memberikan teguran kepada perusahaan agar segera menyelesaikan kewajibannya,” tegasnya.

Untuk persoalan BPJS Kesehatan, Egi menjelaskan bahwa kepesertaan dapat dialihkan, dengan syarat status hubungan kerja karyawan telah dinyatakan jelas.

Dalam langkah cepat lainnya, Egi juga melakukan koordinasi lintas daerah dengan melakukan video call bersama Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, guna membantu akses layanan BPJS Kesehatan bagi pekerja yang berdomisili di Bandar Lampung.

Langkah ini menegaskan pendekatan kolaboratif yang diambil pemerintah daerah dalam memastikan perlindungan sosial bagi para buruh tetap berjalan. (Is-Kmf)

Share:

Tangis Ibu Desi Pecah! 3 Anaknya Idap Thalasemia, Zita Anjani Datang Bawa Harapan


Kalianda  - Air mata itu akhirnya jatuh pelan, tapi tak terbendung. Di sebuah rumah sederhana di Dusun 7 Jati Baru, Kalianda, Desi Rohilah (29) tak lagi mampu menyembunyikan perasaannya saat Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan, Zita Anjani berdiri di hadapannya, menyapa satu per satu anak-anaknya yang tengah berjuang melawan penyakit sejak usia dini.

Sore itu, Kamis (9/4/2026), bukan sekadar kunjungan, momen itu menjelma menjadi pelukan emosional bagi seorang ibu tunggal yang selama ini berjuang dalam diam.

Tiga anak Desi, Almeira Azzahra Alfatun Nisa (8), Abhan Sultanul Alam (7), dan Amara Zea Pelangi (5), harus menjalani hidup yang tak biasa. Sejak kecil, mereka didiagnosis mengidap thalasemia, penyakit kelainan darah yang memaksa mereka bergantung pada transfusi darah rutin setiap dua minggu sekali.

Kadar hemoglobin yang tak stabil, peradangan darah, hingga kondisi kekurangan gizi yang dialami si bungsu Amara menjadi bagian dari keseharian yang tak bisa mereka pilih.

Zita Anjani tak sekadar datang melihat. Ia duduk, menyapa, dan berbicara langsung kepada anak-anak itu dengan bahasa sederhana, namun penuh harapan.

“Adik-adik harus tetap semangat, rajin belajar, supaya nanti bisa jadi orang sukses. Bisa jadi bupati, wakil bupati,” ujarnya, disambut tatapan polos penuh harap.

Kepada Abhan, ia menitipkan pesan yang lebih dalam. Sebuah dorongan kecil yang sarat makna bagi anak laki-laki yang kelak diharapkan menjadi penopang keluarga.

“Kalau laki-laki harus kuat, harus bantu ibu,” kata Zita Anjani.

Di balik senyum anak-anak itu, ada cerita panjang tentang perjuangan. Desi menjalani semuanya seorang diri setelah berpisah dengan suami.

Menjadi ibu sekaligus ayah, ia harus memastikan ketiga anaknya tetap mendapatkan pengobatan rutin, meski beban hidup kian berat dari hari ke hari.

Namun, ia tidak sepenuhnya sendiri. Perhatian dan kepedulian yang diberikan membuat Desi merasa tidak sendiri dalam menghadapi cobaan merawat buah hatinya yang sakit.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Kesehatan telah memberikan dukungan nyata, mulai dari fasilitas transportasi untuk pengobatan ke Rumah Sakit Immanuel hingga jaminan biaya melalui BPJS Kesehatan. Bantuan tersebut menjadi nafas tambahan bagi keluarga kecil ini untuk terus bertahan.

Dalam kunjungan itu, Zita Anjani juga menyerahkan bantuan sembako dan santunan sebagai bentuk kepedulian langsung. Meski sederhana, bagi Desi, perhatian itu memiliki arti yang jauh lebih besar dari sekadar bantuan materi.

“Terima kasih banyak Bu Zita sudah mengunjungi kami. Saya senang sekali, terharu, campur aduk rasanya. Terima kasih juga untuk semua yang sudah peduli,” ucap Desi lirih.

Di tengah segala keterbatasan, Desi tetap memastikan anak-anaknya bersekolah. Bahkan, pihak sekolah turut menjadi bagian dari sistem dukungan, dengan sigap memberi kabar jika kondisi anak menurun, seperti saat demam atau kelelahan.

Kunjungan ini bukan hanya tentang bantuan atau seremoni. Ia menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka program kesehatan, ada wajah-wajah kecil yang sedang berjuang, dan ada seorang ibu yang bertahan dengan seluruh kekuatannya.

Di rumah sederhana itu, harapan mungkin tak datang dalam bentuk besar. Tapi hari itu, ia hadir, melalui kepedulian, melalui perhatian, dan melalui keyakinan bahwa mereka tidak sendiri. (Kmf)

Share:

Merawat Harmoni di Tengah Perbedaan, Pemkab Lampung Selatan Pererat Toleransi Lewat Dharma Santi Umat Hindu


DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda* - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memperkuat nilai toleransi antarumat beragama melalui kegiatan silaturahmi Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 bersama umat Hindu, yang digelar di Aula Pendopo, Lamban Rakyat Lampung Selatan, Kamis (9/4/2026).

Momentum ini menjadi istimewa karena perayaan Nyepi tahun ini berlangsung beriringan dengan bulan suci Ramadan, mencerminkan harmoni kehidupan beragama di Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Ketua TP PKK Zita Anjani, Wakil Ketua TP PKK Reni Apriyani, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto besreta Ketua DPW Ratna Yanuana.

Turut hadir juga, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Darmawan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan I Nyoman Setiawan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Erdiyansyah, dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Firmansyah.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Lampung Selatan, Made Sugriwa, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap umat Hindu.

Ia menilai kehadiran pemerintah dalam kegiatan keagamaan menjadi bukti nyata inklusivitas dalam pembangunan daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas perhatian yang diberikan. Kehadiran pemerintah menjadi bukti bahwa umat Hindu diakui dan menjadi bagian dari pembangunan Lampung Selatan,” ujarnya.

Made Sugriwa juga menyoroti tema Nyepi tahun ini, “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”, yang dinilai relevan dengan kondisi sosial saat ini.

“Momentum Nyepi yang beriringan dengan Ramadan menunjukkan indahnya toleransi dan harmonisasi antarumat beragama di Lampung Selatan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Nyepi kepada umat Hindu, sekaligus menegaskan makna Dharma Santi sebagai ruang rekonsiliasi sosial.

“Dharma Santi adalah jembatan hati, manifestasi ajaran luhur untuk merajut kembali persaudaraan,” kata Egi.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Bali di Lampung Selatan yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara modernitas dan nilai tradisi.

“Saya bangga melihat masyarakat Bali yang mandiri, pekerja keras, dan tetap teguh memegang adat istiadat. Inilah kekuatan kita, modernitas dalam bingkai tradisi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Egi menekankan pentingnya pelestarian seni dan budaya Bali sebagai bagian dari kekayaan daerah sekaligus potensi pengembangan sektor pariwisata.

“Teruslah melestarikan seni dan budaya. Jangan biarkan identitas budaya luntur. Seni budaya Bali adalah kekuatan karakter dan daya tarik wisata Lampung Selatan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Egi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

“Kemajuan tidak hanya ditentukan pembangunan fisik, tetapi juga oleh kerukunan masyarakat. Mari kita perkuat persatuan demi Lampung Selatan yang lebih maju dan sejahtera,” katanya.

Kegiatan Dharma Santi ini diharapkan mampu mempererat silaturahmi antarumat beragama, meningkatkan kerukunan sosial, serta memperkuat nilai-nilai kebhinekaan dalam kehidupan masyarakat Lampung Selatan. (Kmf)

Share:

Mulai Besok, ASN Lampung Selatan WFH Tiap Jumat, Pemkab Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan, Ini Skemanya!


 DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda* - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai menerapkan transformasi budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) dengan skema kerja fleksibel, yakni kombinasi work from office (WFO) dan work from home (WFH). 


Kebijakan ini mulai berlaku sejak 7 April 2026 dan akan mulai diterapkan pada 10 April 2026, dengan skema WFH satu hari setiap pekan, yakni setiap Jumat.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menegaskan bahwa penerapan WFH tidak akan mengganggu pelayanan publik. Pemkab memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.


“Mulai besok, ASN akan melaksanakan WFH satu hari dalam seminggu, yakni setiap Jumat. Sementara hari kerja lainnya tetap WFO. Namun pelayanan publik tetap menjadi prioritas dan tidak boleh terganggu,” ujar Hendry, Kamis (9/4/2026).


Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Lampung Selatan Nomor 6 Tahun 2026 tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong pola kerja yang lebih adaptif dan efektif.


Selain meningkatkan efisiensi kinerja, transformasi ini juga diarahkan untuk mempercepat digitalisasi layanan pemerintahan. ASN didorong mengoptimalkan penggunaan berbagai platform elektronik seperti e-office, tanda tangan digital, aplikasi Srikandi, presensi digital, hingga sistem informasi kepegawaian.


Tak hanya itu, penerapan WFH juga diharapkan memberi dampak lebih luas, mulai dari efisiensi penggunaan energi, pengurangan mobilitas harian yang berkontribusi pada penurunan polusi, hingga mendorong pola hidup yang lebih sehat di kalangan ASN.


Dalam implementasinya, Pemkab Lampung Selatan menekankan sistem kerja berbasis output. Penilaian kinerja ASN tidak lagi bertumpu pada kehadiran fisik, melainkan pada hasil kerja yang terukur.


“Kepala perangkat daerah diharapkan melakukan pengawasan dan pengendalian agar transformasi ini berjalan efektif, termasuk dalam mendukung efisiensi energi di lingkungan kerja masing-masing,” kata Hendry.


Meski demikian, tidak seluruh ASN dapat menerapkan WFH. Unit layanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti sektor kesehatan, pendidikan, perizinan, serta administrasi kependudukan tetap diwajibkan bekerja penuh dari kantor (WFO).


Kebijakan ini juga tidak berlaku bagi pejabat struktural tertentu, seperti Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Camat, Lurah atau Kepala Desa, serta ASN yang bertugas di layanan kedaruratan dan ketertiban umum.


Sebagai bagian dari efisiensi anggaran, Pemkab Lampung Selatan juga menetapkan sejumlah kebijakan pendukung. Di antaranya pengurangan perjalanan dinas hingga 50 persen untuk dalam negeri dan 70 persen untuk luar negeri, pembatasan penggunaan kendaraan dinas maksimal 50 persen, serta mendorong pelaksanaan rapat dan kegiatan secara hybrid atau daring.


Efisiensi yang dihasilkan dari kebijakan ini nantinya akan dialihkan untuk mendukung program prioritas daerah, terutama yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.


Pemkab Lampung Selatan memastikan kebijakan ini akan dievaluasi secara berkala setiap dua bulan guna mengukur efektivitas sekaligus melakukan penyesuaian jika diperlukan. (Kmf)

Share:

Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Kunjungi Kediaman Anak Penyandang Thalasemia


LAMPUNG SELATAN - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, melakukan kunjungan sosial ke rumah seorang anak penyandang thalasemia di Dusun 7 Jati Baru, Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, Kamis (9/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Ketua TP PKK didampingi Camat Kalianda Ruris Apdani, Kepala Desa Kedaton Junaidi, serta sejumlah pejabat terkait. Seperti Kepala Dinas Sosial, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Direktur RSUD Bob Bazar, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten, serta jajaran pengurus TP PKK.

Kunjungan ini menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah bersama TP PKK terhadap kondisi kesehatan anak-anak, khususnya penyandang thalasemia yang membutuhkan perhatian dan penanganan berkelanjutan.

Camat Kalianda, Ruris Apdani, menegaskan komitmen pihak kecamatan dalam mendukung penanganan anak tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini sebagai bentuk kepedulian nyata dari pemerintah daerah. Kecamatan siap terus berkoordinasi dan mendampingi agar kebutuhan penanganan anak ini dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Ruris.

Sementara itu, Kepala Desa Kedaton, Junaidi, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada warganya.

“Kami mewakili pemerintah desa dan masyarakat Kedaton mengucapkan terima kasih atas kepedulian semua pihak. Kehadiran ini menjadi penyemangat bagi keluarga dan pengingat bagi kita semua untuk terus saling membantu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga memberikan dukungan moril kepada keluarga serta memastikan bahwa anak yang bersangkutan memperoleh pelayanan kesehatan yang maksimal dan berkelanjutan.

Kunjungan berlangsung di kediaman anak yang berada di kawasan Simpur Jaya, Kalianda, dan berjalan dengan lancar serta penuh kehangatan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui TP PKK menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan sebagai wujud nyata kepedulian sosial.
(Red).

Share:

Korban Calo Kapal Ikan Merauke, Aji Pulang dalam Luka, Bupati Egi: Jangan Mudah Percaya Janji Kerja


 Kalianda - Setelah berbulan-bulan terjebak dalam jerat sindikat calo tenaga kerja kapal ikan di Merauke, Papua Selatan, Ahmad Abi Ar-Razi, yang akrab disapa Aji, akhirnya kembali ke kampung halamannya di Lampung Selatan.

Kepulangannya bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi kisah penuh luka, harapan, dan peringatan bagi banyak orang.

Aji tiba di Bandara Radin Inten II, Rabu malam (8/4/2026) sekitar pukul 20.10 WIB, setelah menempuh perjalanan panjang dari Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Kedatangannya disambut haru oleh keluarga yang telah lama menanti, bersama jajaran Dinas Sosial Lampung Selatan yang turut mendampingi proses kepulangannya.

Suasana emosional kembali terasa pada Kamis (9/4/2026), saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengunjungi kediaman orang tua Aji di Lingkungan 05 Sukajadi, Kecamatan Kalianda. Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi Aji yang kini tengah menjalani pemulihan kesehatan.

Dari hasil pemeriksaan awal, Aji mengalami sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari batuk berdahak hijau, anemia, hingga keluhan pada kaki yang membuatnya kesulitan berjalan normal. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan pun berencana menerjunkan tim medis guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

Bupati Egi menyampaikan keprihatinannya atas apa yang dialami Aji. Ia menilai kasus ini harus menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja yang tidak jelas.

“Kita turut prihatin atas musibah ini. Saya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati menerima tawaran pekerjaan. Jangan mudah percaya dengan janji-janji yang belum jelas,” ujarnya.

Tak hanya itu, Egi juga menegaskan akan menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik penipuan tersebut. Jika ditemukan pelanggaran hukum, proses penindakan akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Di tengah kondisi yang masih lemah, Aji mendapat dorongan untuk kembali melanjutkan pendidikan. Ia diketahui sempat bersekolah hingga kelas satu SMA sebelum memutuskan bekerja.

“Saya sarankan Aji untuk sekolah lagi, minimal lulus SMA, supaya ke depan lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang layak. Sehat dulu, pendidikan juga penting,” pesan Egi.

Kisah pahit Aji bermula saat ia menerima tawaran kerja di kapal ikan dengan iming-iming gaji Rp5 juta per bulan. Ia berangkat dari Jakarta menuju Merauke dengan harapan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Namun kenyataan yang dihadapi jauh dari harapan. Setibanya di lokasi, gajinya langsung dipotong Rp4 juta dengan alasan biaya transportasi. Ia hanya menerima Rp1 juta di awal bekerja.

Selama kurang lebih 10 bulan bekerja, Aji mengaku hanya menerima gaji di bulan pertama. Delapan bulan berikutnya, ia tidak lagi dibayar, meski tetap dipaksa bekerja dalam kondisi berat.

“Kerjanya bisa sampai 24 jam, mancing terus. Kaki jadi sakit karena terlalu lama berdiri, sampai sekarang belum bisa berdiri normal,” ungkap Aji.

Kini, di tengah proses pemulihan, rasa syukur tak henti diucapkan Aji dan keluarganya. Sang ayah, Ahmad Yunus (50), menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kepulangan anaknya.

“Terima kasih banyak atas bantuan Bupati, Dinas Sosial, dan semua pihak yang sudah membantu Aji bisa pulang,” ujarnya.

Aji sendiri berharap kisahnya bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat luas.

“Alhamdulillah sekarang bisa kumpul lagi dengan keluarga. Pesan saya, cari kerja yang jelas, jangan sampai ketipu omongan manis orang,” katanya. (Kmf)

Share:

Praktisi Hukum Soroti Kinerja DPRD Lampung Selatan


LAMPUNG SELATAN – Buruknya kedisiplinan waktu dalam agenda DPRD Lampung Selatan kembali menuai sorotan tajam.

Sejumlah rapat resmi, mulai dari pembahasan LKPJ hingga paripurna, dilaporkan kerap molor hingga berjam-jam. Kondisi ini memantik kritik keras dari berbagai kalangan, termasuk praktisi hukum, akademisi, hingga lembaga swadaya masyarakat.

Keterlambatan yang berulang dinilai bukan lagi sekadar persoalan teknis, melainkan mencerminkan lemahnya komitmen dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat. Padahal, agenda yang dibahas menyangkut kepentingan publik yang luas.

Praktisi hukum Lampung Selatan, Rusman Efendi,  secara tegas mengkritik pola kerja anggota dewan yang dinilai tidak mencerminkan kedisiplinan.

Rusman Efendi yang juga menjabat sebagai pimpinan salah satu Ormas (Organisasi Masyarakat) di Lampung Selatan, yakni Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat). Ia menilai selama ini anggota DPRD terkesan memiliki keleluasaan penuh dalam mengatur waktu kehadiran mereka, meskipun jadwal telah ditetapkan secara resmi.

“Wakil rakyat seharusnya hadir tepat waktu dan menjadi contoh. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, datang sesuka hati, seolah tidak terikat pada jadwal yang sudah ditentukan,” tegasnya.

Rusman juga menyoroti adanya standar ganda dalam menyikapi keterlambatan. Ketika perangkat daerah terlambat, DPRD kerap melontarkan kritik bahkan penolakan. Namun, ketika keterlambatan dilakukan oleh anggota dewan sendiri, hal tersebut seolah harus bisa dimaklumi.

“Ini tidak adil. Kalau perangkat daerah terlambat, langsung dikritik. Tapi kalau anggota dewan yang terlambat, seakan menjadi hal biasa. Ini menunjukkan inkonsistensi,” ujarnya.

Lebih jauh, Rusman menegaskan bahwa anggota dewan harus kembali memahami tugas pokok dan fungsi mereka sebagai representasi rakyat, bukan sekadar kepentingan politik atau partai.

“Anggota DPR dipilih oleh rakyat untuk memperjuangkan aspirasi dan nasib masyarakat. Partai hanya kendaraan politik, bukan pemegang mandat utama,” katanya.

Ia pun mengingatkan pentingnya keteladanan dalam hal kedisiplinan, khususnya dalam menghargai waktu.

“Anggota DPR harus menjadi cerminan dalam kedisiplinan. Jangan membudayakan jam karet, karena itu menunjukkan sikap abai terhadap kepentingan utama, yaitu rakyat,” ujar Rusman.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa anggota dewan telah menerima hak dari negara yang bersumber dari uang rakyat. Karena itu, sudah sepatutnya kewajiban dijalankan secara maksimal dan profesional.

Sorotan terhadap molornya rapat DPRD ini diharapkan menjadi bahan evaluasi internal, agar ke depan lembaga legislatif dapat menunjukkan kinerja yang lebih disiplin, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik. (Is)

Share:

Dinsos Lampung Selatan Bantu Fasilitasi Pemulangan Aji dari Marauke


LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Dinas Sosial (Dinsos) membantu sekaligus memfasilitasi Ahmad Abi Ar-Razi (Aji) dari Marauke ke Lampung.

Pemulangan Aji sapaan remaja asal Kelurahan Bumi Agung, Kecamatan Kalianda Lamsel yang menjadi korban calo tenaga kerja kapal tangkap ikan hingga terlantar dan sakit di Merauke merupakan bentuk komitmen Pemkab Lamsel terhadap warganya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lamsel Puji Sukamto, menjelaskan bahwa pemulangan Aji sebelumnya telah menjalani perawatan di RSAL Merauke dan kini telah dinyatakan sehat.

Tentunya kata dia, pemulangan ini sebagai bentuk kepedulian Pemkab Lamsel dibawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama yang sangat peduli terhadap warganya yang membutuhkan bantuan.

"Pemkab Lampung Selatan melalui Dinsos terus berkoordinasi dengan Dinsos Merauke dalam proses pendampingan serta pemantauan kondisi Aji selama menjalani perawatan hingga dinyatakan pulih,” ujar Puji Sukamto, Rabu malam (8/4/2026).

Selain itu, kata mantan kepala BKD Lamsel ini pihaknya juga memberikan bantuan sandang kepada Aji mengingat saat ditemukan kondisinya cukup memprihatinkan dengan keterbatasan pakaian.

Kemudian, setelah dinyatakan sehat, Aji dipulangkan ke Lampung menggunakan pesawat Lion Air dengan rute Merauke–Jayapura–Makassar–Jakarta–Lampung. Ia berangkat dari Merauke pukul 09.00 WIT dan tiba di Bandara Radin Inten II pada pukul 20.19 WIB.

“Alhamdulillah, Aji telah tiba dengan selamat di Lampung dan langsung kami fasilitasi untuk kembali ke kediamannya di Lingkungan V, Sukajadi, Kelurahan Bumiagung, Kecamatan Kalianda,” jelasnya.

Sekedar diketahui kata dia, Pihak keluarga, khususnya orang tua Aji, Ahmad Yunus, juga telah menerima informasi terkait kondisi dan kepulangan yang bersangkutan.

Pemkab Lampung Selatan menegaskan akan terus hadir dalam memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat, khususnya warga yang mengalami permasalahan di luar daerah, serta meningkatkan upaya pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi. (Red).

Share:

Korsleting Listrik, Rumah Warga Palas Terbakar


LAMSEL - Musibah kebakaran menimpa rumah milik Supriyanto (40), warga Dusun 02, Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, pada Rabu (8/4/2026). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 08.20 WIB tersebut diduga disebabkan oleh korsleting listrik pada bagian plafon rumah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian istri korban, Juriyah (30), tengah mencuci pakaian di bagian belakang rumah. Sementara anak mereka, Ammar Bilfaqih (6), berada di ruang tamu sedang sarapan dan
menonton TV, tiba-tiba ada asap mengepul dan api mulai menjalar dari bagian pelapon yang terbuat dari gribik.

Melihat situasi tersebut, secara tiba-tiba anak memangil ibunya dan berteriak, beruntung warga sekitar sigap bertindak cepat. Mereka bergerak bahu-membahu memadamkan api menggunakan alat sederhana dan bantuan air sebelum kedatangan unit pemadam kebakaran.

Berkat kecepatan tanggap warga, api berhasil dipadankan dan tidak menyambar semua bangunan. Meskipun api berhasil dipadamkan, namun kerusakan pada bangunan dan isi rumah cukup parah. Sebagian besar perabotan, elektronik, serta dokumen penting hangus dilalap si jago merah.

Kerugian materiil akibat kejadian ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Nasib baik menyertai keluarga tersebut karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

” Lemari dan bahan elektronik serta perabotan lainya terbakar, penyebabnya Konseleting Listrik, karna kemaren meteran listrik baru di ganti, kalau kerugian saya perkirakan Rp20 jutaan,” ucap Supriyanto.

Saat ini pemerintah desa sedang berupaya untuk mencarikan solusinya supaya rumah korban segera di perbaiki, korban kini harus menumpang sementara di rumah kerabat terdekat sembari berusaha memperbaiki kembali tempat tinggal mereka. (Is)

Share:

Lampung Selatan Dorong Publikasi Lewat Satu Pintu, Perangkat Daerah Tak Boleh Lagi Jalan Sendiri


LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mulai merapikan arus informasi publik. Seluruh perangkat daerah kini diminta menyampaikan publikasi program melalui satu pintu di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Kebijakan ini ditempuh untuk mencegah informasi yang tumpang tindih hingga simpang siur di tengah masyarakat, sekaligus memastikan pesan pembangunan tersampaikan secara utuh dan terverifikasi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, mengatakan koordinasi terpusat menjadi kunci dalam membangun komunikasi publik yang efektif di lingkungan pemerintah daerah.

“Ke depan, seluruh informasi dari perangkat daerah harus terkoordinasi melalui Dinas Kominfo agar tidak terjadi simpang siur,” kata Hendry saat kegiatan optimalisasi pengelolaan media sosial di Aula Krakatau, kantor bupati setempat, Rabu (8/4/2026).

Ia menegaskan, peran Dinas Kominfo tidak lagi sekadar sebagai pengelola informasi, tetapi juga menjadi rujukan utama komunikasi resmi pemerintah daerah. Setiap informasi yang disampaikan ke publik dituntut cepat, akurat, dan telah melalui proses verifikasi.

Di saat yang sama, pemerintah daerah juga memperkuat upaya pengendalian informasi, terutama untuk merespons maraknya hoaks. Dinas Kominfo disebut telah membentuk tim khusus yang bertugas memantau isu yang berkembang di masyarakat.

Setiap informasi yang berpotensi menyesatkan akan dideteksi lebih awal, lalu diklarifikasi bersama perangkat daerah terkait sebelum disampaikan ke publik.

“Isu yang berkembang akan kita deteksi lebih awal, kemudian dikoordinasikan agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” ujarnya.

Selain pembenahan tata kelola informasi, Pemkab Lampung Selatan juga menyiapkan integrasi layanan publik berbasis digital melalui aplikasi “Halo Lamsel”.

Aplikasi tersebut dirancang sebagai pusat layanan terpadu yang akan mengakomodasi sebanyak kurang lebih 297 layanan dari berbagai perangkat daerah, mulai dari pengaduan hingga permohonan administrasi masyarakat.

Menariknya, seluruh aktivitas layanan dalam sistem itu akan dapat dipantau langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama. Skema ini sekaligus menjadi instrumen evaluasi kinerja perangkat daerah berbasis data.

“Setiap pengaduan dan layanan akan terpantau. Ini bagian dari upaya meningkatkan responsivitas pelayanan publik,” kata Hendry.

Sebagai konsekuensi dari integrasi tersebut, seluruh perangkat daerah diminta menyesuaikan standar operasional prosedur (SOP) layanan agar terhubung dengan sistem yang sama, sekaligus lebih aktif memanfaatkan kanal komunikasi resmi pemerintah.

Hendry menekankan, keberhasilan program pemerintah tidak cukup hanya diukur dari pelaksanaan di lapangan, tetapi juga dari sejauh mana informasi tersebut mampu menjangkau publik.

“Program yang baik harus diiringi dengan penyampaian informasi yang baik pula,” tegasnya.

Dengan skema komunikasi terpusat dan layanan digital terintegrasi, pemerintah daerah berharap penyampaian program pembangunan menjadi lebih efektif dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (Kmf-Is)

Share:

Paripurna DPRD Lampung Selatan Molor Dua Jam


KALIANDA – Lagi-lagi, Kedisiplinan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan kembali menjadi sorotan publik.

Dalam rapat pembahasan Laporan Kinerja Pemerintah Daerah (LKPj) Bupati Lampung Selatan Tahun Anggaran 2025 yang dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB, ternyata baru bisa dimulai pukul 12.00 WIB, Rabu (8/4/2026).

Dari pantauan di lokasi, jajaran eksekutif mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Satuan Kerja (Satker), hingga para Camat sudah hadir sejak pagi di ruang Badan Anggaran (Banggar). Namun, kehadiran anggota legislatif terlihat sangat minim dan hanya bisa dihitung jari

Salah satu anggota DPRD dari Fraksi Golkar yang ditemui membenarkan hal tersebut. Menurutnya, rekan-rekannya masih memiliki aktivitas lain yang berkaitan dengan kepentingan partai. Ia pun meminta agar persoalan keterlambatan ini tidak dibesar-besarkan.

Ironisnya lagi, pembahasan yang baru berjalan kurang lebih 30 menit itu kemudian langsung diputuskan untuk istirahat guna sholat dan makan (ishoma).

Hal ini menimbulkan kesan bahwa agenda penting tersebut terkesan hanya berjalan sebagai formalitas belaka, tanpa pembahasan yang serius dan mendalam. (*)

Share:

Bupati Lampung Selatan Masuk Nominasi Anugerah Cita Negeri 2026


LAMSEL, Kalianda - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, masuk dalam nominasi Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan Kompas TV, sebuah ajang penghargaan nasional bagi pemerintah daerah dengan inovasi pembangunan dan dampak nyata bagi masyarakat.

Informasi tersebut disampaikan General Manager Regional Kompas, Lina Sujud, saat melakukan pertemuan dengan Bupati Lampung Selatan bersama jajaran pemerintah daerah di ruang kerja bupati setempat, Selasa (7/4/2026).

Lina mengungkapkan, pihaknya telah mengusulkan nama Radityo Egi Pratama sebagai salah satu kandidat kepala daerah inspiratif untuk selanjutnya dipresentasikan kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Untuk Anugerah Cita Negeri, Bupati Lampung Selatan sebagai salah satu kepala daerah muda yang ‘satset’. Kami telah mengusulkan nama Pak Bupati sebagai nominasi, dan tahap berikutnya akan dipresentasikan ke Bappenas,” ujar Lina.

Ia menjelaskan, proses penilaian dilakukan secara komprehensif oleh tim redaksi Kompas dengan mempertimbangkan berbagai indikator, mulai dari capaian program, indeks kinerja, hingga dampak konkret yang dirasakan masyarakat.

Ajang Anugerah Cita Negeri sendiri dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Program ini telah berjalan selama dua tahun sebagai bagian dari upaya mengangkat praktik pembangunan daerah yang selaras dengan arah kebijakan nasional.

Dalam penilaiannya, Lina menyebut Lampung Selatan memiliki potensi besar sebagai “Beranda Sumatra” yang terus berkembang, khususnya di sektor pariwisata, UMKM, dan bisnis lokal. Ia berharap Bupati Egi dapat mempresentasikan langsung berbagai capaian dan inovasi daerah di tingkat nasional.

“Kami berharap Pak Bupati bisa hadir dan mempresentasikan langsung. Ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga peluang besar untuk memperkenalkan Lampung Selatan secara lebih luas,” tambahnya.

Adapun kriteria penilaian dalam ajang tersebut meliputi aspek inovasi, pencapaian, komitmen, kolaborasi, serta dampak sosial. Sementara kategori penghargaan mencakup Cita Daerah Sehat dan Sejahtera, Cita Daerah Damai dan Inklusif, Cita Daerah Pekerjaan Layak dan Ekonomi Lokal, serta Cita Inovasi Berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyambut baik apresiasi yang diberikan. Ia menegaskan bahwa seluruh program pembangunan di daerahnya selalu berbasis data dan diarahkan pada hasil yang terukur.

“Secara internal, kami selalu berangkat dari data yang bisa dipertanggungjawabkan, terutama yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” kata Egi.

Pemkab Lampung Selatan juga terus mendorong sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Peningkatan kunjungan wisata diyakini mampu memberikan efek berantai terhadap pertumbuhan UMKM serta peningkatan keterampilan masyarakat.

“Pariwisata terus kami genjot. Ketika kunjungan meningkat, dampaknya juga terasa ke sektor lain. Karena itu, kami juga fokus meningkatkan skill masyarakat agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” kata Egi. (Is-Kmf)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts