Portal Berita Online

H-6, Penumpang Menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara Naik 44,7 Persen


JAWA - SUMATERA : Berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara) selama 24 jam (periode 15 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H-6, tercatat jumlah trip yang beroperasi sebanyak 134 trip.

Adapun realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H-6 mencapai 88.791 orang atau naik 44,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 61.383 orang.

Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H-6 mencapai 5.996 unit atau naik 89,7% dibandingkan realisasi tahun lalu yaitu 3.161 unit. Kendaraan roda empat mencapai 10.705 unit atau naik 27,2% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 8.413 unit.

Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 2.237 unit atau naik 14,2% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.958 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 852 unit atau naik 61,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 527 unit.

Total seluruh kendaraan tercatat 19.790 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H-6 atau naik 40,8% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 14.059 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara mulai dari H-10 sampai H-6 tercatat 287.802 orang atau naik 8,9% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 264.174 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 68.816 unit atau naik 13,8% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 60.452 unit.

Sumatera – Jawa Sebaliknya, berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam (periode 15 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H-6 tercatat jumlah trip yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni sebanyak 131 trip.

Adapun realisasi total penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H-6 mencapai 46.641 orang atau naik 14,9% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 39.708 orang.

Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H-6 mencapai 877 unit atau naik 62,7% dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 539 unit. Kendaraan roda empat mencapai 5.210 unit atau naik 15,4% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.514 unit.

Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 2.374 unit atau naik 13,4% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.094 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 631 unit atau naik 5,2% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 600 unit.

Total seluruh kendaraan tercatat 9.092 unit yang telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H-6 atau naik 17,4% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 7.747 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa (Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu) pada H-10 sampai H-6 tercatat 183.820 orang atau turun 1,2% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 186.134 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 40.870 unit atau naik 4,6% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 39.077 unit. (*/Red)

Share:

Blusukan ke Pasar Natar, Bupati Egi Cek Harga Sembako Jelang Lebaran, Pedagang: Masih Stabil


Natar - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama turun langsung ke Pasar Natar, Kecamatan Natar, Senin (16/3/2026), untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan pasokan pangan tersedia bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Egi menyusuri sejumlah lapak pedagang sembako sambil berdialog langsung dengan para pedagang dan pembeli.

Ia menanyakan kondisi harga bahan pokok sekaligus memantau kemungkinan kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang Lebaran.

“Hari ini kita melakukan pengecekan langsung harga bahan pokok di Pasar Natar. Dari hasil pemantauan, sebagian besar harga sembako masih relatif stabil,” ujar Egi di sela kegiatan.

Pemantauan langsung ke pasar tradisional ini dilakukan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga secara berkala melakukan monitoring harga pangan di pasar guna mengantisipasi lonjakan harga.

Di sela-sela kunjungan, Bupati Egi juga membeli sejumlah sayuran dari pedagang pasar. Sayuran tersebut kemudian dibagikan kepada warga yang sedang berbelanja, yang disambut antusias oleh masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Egi menyebutkan terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Namun demikian, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas yang wajar.

Ia mencontohkan, harga ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp35.000 per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp40.000 per kilogram.

Sementara itu, harga daging sapi juga mengalami kenaikan dari sekitar Rp125.000 menjadi Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram.

“Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, tetapi masih dalam rentang yang normal,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkab Lampung Selatan memastikan akan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan harga bahan pokok di pasar.

“Kami akan terus melakukan monitoring hingga mendekati Lebaran. Insyaallah harga masih dalam batas normal dan tidak akan mengalami lonjakan yang terlalu tinggi,” tambah Egi.

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Natar, Muis, mengatakan bahwa harga bahan pokok secara umum masih relatif stabil, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami sedikit kenaikan.

“Kalau secara umum masih stabil, hanya beberapa barang saja yang naik sedikit,” kata Muis.

Dengan pemantauan langsung tersebut, pemerintah daerah berharap stabilitas harga pangan dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan lebih tenang. (Kmf)

Share:

Damkar Lampung Selatan Bagikan Kiat Aman Mudik


Tips aman mencegah kebakaran mobil saat mudik meliputi servis rutin (cek kebocoran bahan bakar/oli & kabel), membawa APAR di kabin, hindari parkir di dekat sumber panas/bahan mudah terbakar, dan tidak meninggalkan barang aerosol/powerbank di dasbor. Segera menepi dan evakuasi jika mencium bau hangus.

Pemerintah Kabupaten Lamsel
+4
Berikut adalah panduan detail untuk menjaga mobil aman dari kebakaran selama perjalanan mudik:
1. Persiapan Sebelum Berangkat (Pre-Trip)
Servis Kendaraan Rutin: Pastikan sistem bahan bakar, oli, dan kelistrikan diperiksa. Kebocoran kecil pada oli atau bahan bakar yang mengenai mesin panas dapat memicu kebakaran.
Cek Radiator: Pastikan air radiator cukup agar mesin tidak overheat, yang bisa melelehkan komponen plastik/karet.
Periksa Kabel: Pastikan tidak ada kabel yang terkelupas, longgar, atau instalasi listrik tambahan yang tidak standar.
Bawa APAR: Wajib membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) tipe Dry Chemical Powder di dalam mobil, tempatkan di lokasi yang mudah dijangkau.
Pemerintah Kabupaten Lamsel
+4
2. Selama Perjalanan (On-Trip)
Hindari Barang Berbahaya: Jangan meninggalkan kaleng aerosol (parfum, disinfektan), powerbank, atau pemantik api di dasbor atau area yang terkena matahari langsung.
Istirahat Berkala: Istirahatkan mesin dan pengemudi setiap 3 jam perjalanan untuk mencegah overheat.
Waspada Tanda Bahaya: Cium bau hangus, kabel terbakar, atau lihat asap? Segera menepi ke bahu jalan.
Aman saat SPBU: Matikan mesin, jangan merokok, dan jangan menelepon saat mengisi bahan bakar.
Damkar Lamsel
+4
3. Tindakan Darurat
Jangan Panik: Segera pinggirkan mobil, matikan mesin, dan ambil APAR.
Evakuasi Cepat: Keluarkan semua penumpang dan menjauh minimal 15-20 meter untuk menghindari ledakan.
Gunakan APAR: Jika api masih kecil, semprotkan APAR ke sumber api.
Damkar lamsel
+2
Dengan melakukan tindakan pencegahan di atas, risiko kebakaran mobil dapat diminimalisir sehingga mudik menjadi lebih aman dan nyaman.

Share:

Bupati Lampung Selatan Gelar Open House Lebaran Kedua di Lamban Rakyat


LAMPUNG SELATAN - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, akan menggelar open house Idulfitri 1447 Hijriah di rumah dinas bupati atau Lamban Rakyat pada hari kedua Lebaran, Minggu (22/3/2026) mulai pukul 12.00 WIB.

Kegiatan tersebut akan berlangsung bersama Wakil Bupati Lampung Selatan, Saiful Anwar. Turut hadir Ketua TP PKK Lampung Selatan, Zita Anjani, serta Wakil Ketua TP PKK Reni Saiful Anwar dalam rangka tradisi silaturahmi atau halal bihalal Idulfitri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, mengatakan kegiatan open house tersebut terbuka untuk seluruh masyarakat.

Menurutnya, Bupati Radityo Egi Pratama mengundang warga dari berbagai kalangan untuk datang bersilaturahmi dan saling bermaafan dalam suasana Idulfitri.

“Pesan Bapak Bupati Egi, open house ini terbuka untuk kita semua. Siapa saja boleh datang untuk bertemu, saling menyapa, dan memperkuat akar persaudaraan,” ujar Hendry.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai hidangan serta hiburan sederhana untuk menyambut masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Diharapkan, momen open house ini dapat menjadi ajang mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat Lampung Selatan dalam suasana kebersamaan Hari Raya Idulfitri.(Is)

Share:

Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Ini Kata Polres Lampung Selatan


LAMPUNG SELATAN – Polres Lampung Selatan menegaskan bahwa penanganan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Kecamatan Sidomulyo masih terus berjalan dan tidak mandek seperti opini yang beredar di masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan, AKP Noviarif Kurniawan, menjelaskan bahwa penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) tetap melakukan proses penyidikan secara profesional dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Perkara ini tidak berhenti atau mandek. Penyidik masih terus bekerja melakukan pendalaman untuk memastikan fakta hukum yang sebenarnya,” kata AKP Noviarif.

Dalam proses penyidikan sebelumnya, penyidik telah menetapkan satu orang tersangka dan melakukan penahanan. Namun, berdasarkan hasil uji DNA, tidak ditemukan kecocokan antara tersangka dengan bayi yang dilahirkan oleh korban.

Menindaklanjuti hasil tersebut, Jaksa Penuntut Umum melalui petunjuk P-19 meminta penyidik melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan ayah biologis dari bayi yang dilahirkan korban sebagai pelaku utama.

Seiring perkembangan penyidikan, tersangka tersebut kemudian dikeluarkan dari tahanan karena masa penahanannya telah berakhir sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Meski demikian, statusnya sebagai tersangka tidak berubah dan saat ini yang bersangkutan diwajibkan melakukan wajib lapor sambil menunggu perkembangan penyidikan.

Penyidik selanjutnya melakukan pemeriksaan tambahan terhadap korban untuk memperjelas rangkaian peristiwa yang terjadi. Dari hasil pemeriksaan tersebut, diperoleh keterangan baru yang mengarah pada 13 nama yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut.

“Terhadap nama-nama tersebut akan dilakukan langkah-langkah penyidikan lebih lanjut, termasuk pemanggilan dan pemeriksaan guna mengklarifikasi keterangan korban,” jelasnya.

AKP Noviarif menambahkan, penyidikan perkara kekerasan seksual terhadap anak memerlukan kehati-hatian dan waktu yang tidak singkat karena harus memastikan seluruh alat bukti diperoleh secara sah dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Pemeriksaan korban anak dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi psikologis korban serta pendampingan dari keluarga maupun penasihat hukum,” ujarnya.

Polres Lampung Selatan memastikan Unit PPA Satreskrim akan terus menangani perkara tersebut secara serius, profesional, dan transparan hingga proses penyidikan tuntas dan dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
(Red)

Share:

Bupati Egi Terapkan Standar Kebersihan Baru, Mulai 2026 Warga Lampung Selatan Wajib Pilah Sampah


Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai menerapkan standar baru dalam pengelolaan kebersihan dan keindahan lingkungan.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama resmi mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Kebersihan dan Keindahan Lingkungan, yang menjadi pedoman baru bagi seluruh instansi pemerintah, fasilitas publik, hingga masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Peraturan ini menandai perubahan cara pandang terhadap kebersihan di Lampung Selatan. Jika sebelumnya kebersihan lebih dipahami sebatas kondisi bersih secara umum, kini pemerintah daerah menetapkan standar yang lebih terukur dan sistematis.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menjelaskan bahwa Perbup tersebut mengatur penerapan tiga konsep utama, yakni ABRI, BKW, dan Strategi Bijak Kelola Sampah.

“Mulai 2026, kebersihan di Lampung Selatan tidak lagi hanya soal bersih secara kasat mata, tetapi memiliki standar yang jelas melalui Peraturan Bupati,” ujar Hendry dalam keteranganya resminya, Minggu, 15/3/2026.

Menurut Hendry, aturan ini berlaku bagi seluruh kantor pemerintah daerah, perangkat daerah, instansi vertikal, kecamatan, desa dan kelurahan, sekolah, puskesmas, serta berbagai fasilitas pelayanan publik yang berada dalam kewenangan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

*Konsep ABRI: Asri, Bersih, Rapi, Indah*

Dalam peraturan tersebut, setiap instansi diwajibkan menerapkan konsep ABRI, yaitu Asri, Bersih, Rapi, dan Indah.

Konsep *asri* diwujudkan melalui penanaman dan pemeliharaan tanaman hias, pohon pelindung, serta ruang terbuka hijau di lingkungan kantor maupun fasilitas publik.

Sementara itu, aspek *bersih* menekankan pembersihan rutin area kerja, ruang pelayanan, halaman kantor, hingga area publik dari sampah, debu, maupun bau tidak sedap.

Kemudian aspek *rapi* mengatur penataan dokumen, ruang kerja, area parkir, dan fasilitas pelayanan agar tertata dengan baik dan mudah diakses masyarakat.

Sedangkan aspek *indah* diwujudkan melalui pengecatan bangunan, penataan ornamen estetika, serta pengaturan elemen visual yang memberikan kenyamanan sekaligus mencerminkan kearifan lokal Lampung Selatan.

*Standar Toilet BKW*

Selain lingkungan kerja, Perbup ini juga mengatur standar fasilitas sanitasi melalui konsep *BKW, yaitu Bersih, Kering, dan Wangi.*

Toilet di kantor pemerintah maupun fasilitas publik diwajibkan bebas dari kotoran dan bau, tidak memiliki genangan air, serta memiliki ventilasi dan sistem sanitasi yang baik.

“Standar BKW ini bertujuan memastikan fasilitas sanitasi yang layak dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan layanan publik,” kata Hendry.

*Strategi Bijak Kelola Sampah*

Perbup ini juga menekankan strategi pengelolaan sampah yang lebih terstruktur melalui konsep *Bijak Kelola Sampah.*

Beberapa langkah yang diwajibkan antara lain pemilahan sampah minimal menjadi tiga jenis, yaitu sampah organik, sampah anorganik yang dapat didaur ulang, dan sampah residu.

Pemerintah daerah juga mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, optimalisasi barang tahan lama, serta penerapan prinsip *3R* _(reduce, reuse, recycle)_ melalui bank sampah, fasilitas pengomposan, dan TPS3R.

Setiap instansi dan fasilitas publik juga diwajibkan menyediakan tempat sampah terpilah, bahkan dapat dikembangkan hingga empat jenis termasuk sampah B3 rumah tangga.

Selain itu, penggunaan bahan yang sulit terurai seperti styrofoam juga dibatasi dalam kegiatan pemerintah daerah.

*Larangan dan Sanksi*

Perbup tersebut juga memuat sejumlah larangan bagi masyarakat maupun pelaku usaha, termasuk membuang sampah sembarangan di jalan, sungai, pantai, dan fasilitas umum.

Larangan lain mencakup pembakaran sampah sembarangan, pencampuran berbagai jenis sampah dalam satu wadah, serta pembuangan limbah berbahaya ke tempat sampah umum.

Bagi pelaku usaha, penggunaan kemasan yang sulit terurai seperti styrofoam juga dilarang, serta diwajibkan menyediakan fasilitas pemilahan sampah di area usaha.

Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenai sanksi administratif mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, pembinaan khusus, hingga penghentian sementara aktivitas usaha.

*Penghargaan untuk Daerah Bersih*

Selain sanksi, pemerintah daerah juga menyiapkan mekanisme penghargaan bagi instansi, desa, dunia usaha, maupun masyarakat yang berhasil menerapkan standar kebersihan tersebut dengan baik.

Bentuk penghargaan dapat berupa piagam dari bupati, publikasi resmi pemerintah daerah, hingga penetapan sebagai zona bersih dan nyaman.

Penghargaan tersebut akan diberikan minimal satu kali dalam setahun setelah melalui proses evaluasi oleh perangkat daerah yang membidangi lingkungan hidup.

Hendry mengatakan, penerbitan Perbup ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju budaya hidup bersih dan ramah lingkungan.

“Harapannya, kebersihan bukan hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi budaya bersama masyarakat Lampung Selatan,” katanya. (KMF)

Share:

Update Informasi Posko Angkutan Lebaran 2026 H-7


Jawa-Sumatera - Berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara) selama 24 jam (periode 14 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H-7, tercatat jumlah trip yang beroperasi sebanyak 164 trip.

Adapun realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H-7 mencapai 72.735 orang atau naik 52,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 47.630 orang.

Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H-7 mencapai 2.756 unit atau naik 30,3% dibandingkan realisasi tahun lalu yaitu 2.115 unit. Kendaraan roda empat mencapai 10.365 unit atau naik 73,8% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 5.963 unit.

Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 3.352 unit atau naik 95% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.719 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 594 unit atau naik 17,6% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 505 unit.

Total seluruh kendaraan tercatat 17.067 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H-7 atau naik 65,7% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 10.302 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara mulai dari H-10 sampai H-7 tercatat 199.011 orang atau turun 1,9% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 202.791 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 49.026 unit atau naik 5,7% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 46.393 unit.

*Sumatera - Jawa*
Sebaliknya, berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam (periode 14 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H-7 tercatat jumlah trip yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni sebanyak 128 trip.

Adapun realisasi total penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H-7 mencapai 40.794 orang atau naik 4,9% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 38.885 orang.

Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H-7 mencapai 620 unit atau naik 15,5% dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 537 unit. Kendaraan roda empat mencapai 4.623 unit atau naik 12,8%  dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.098 unit.

Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 2.531 unit atau naik 8,5% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.332 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 550 unit atau turun 7,9% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 597 unit.

Total seluruh kendaraan tercatat 8.324 unit yang telah menyeberang dari Sumatera ke  Jawa pada H-7 atau naik 10% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 7.564 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa (Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu) pada H-10 sampai H-7 tercatat 138.179 orang atau turun 5,6% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 146.426 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 31.660 unit atau naik 1,1% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 31.330 unit.

*CORPORATE SECRETARY PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)*

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts