Portal Berita Online

Hadirkan Senyum Anak Yatim, UKP Zita Anjani Ajak Tujuh Bocah Panti Belanja Baju Lebaran di Pasar Inpres Kalianda


LAMSEL, Kalianda - Suasana berbeda terlihat di lorong-lorong Pasar Inpres Kalianda pada Selasa siang (10/3/2026). Di tengah keramaian pasar tradisional itu, tawa anak-anak terdengar riang saat mereka memilih baju, sepatu, dan tas baru untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.

Di antara mereka, Utusan Khusus Presiden (UKP) sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, tampak berjalan santai mendampingi tujuh anak yatim piatu dari Panti Asuhan Balita Kalianda. Tanpa canggung, ia menyusuri satu per satu kios pakaian, membiarkan anak-anak tersebut memilih sendiri kebutuhan lebaran yang mereka inginkan.

Momen sederhana itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi anak-anak panti.
Dengan wajah ceria, mereka mencoba sepatu baru, menenteng tas pilihan, hingga memilih baju yang akan dikenakan saat Idulfitri nanti.

Kegiatan berbagi kebahagiaan tersebut turut didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Reni Apriyani, Ketua DWP Lampung Selatan, Ratna Yanuana Supriyanto, serta Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani.

Menurut Zita Anjani, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim piatu sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan menjelang hari raya.

“Anak-anak ini adalah anak-anak kesayangan kita semua, juga anak-anak kesayangan Bapak Bupati. Hari ini kita ingin mengajak mereka bergembira, memilih sendiri baju baru, sepatu baru, dan tas baru agar mereka bisa merasakan kebahagiaan dalam menyambut Idulfitri,” ujar Zita.

Ia mengatakan, kebahagiaan sederhana seperti berbelanja bersama diharapkan dapat menjadi kenangan indah bagi anak-anak panti tersebut.

“Kami ingin mereka merasakan kasih sayang dan perhatian dari pemerintah daerah. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa memberikan kebahagiaan dan semangat bagi mereka,” tambahnya.

Kehadiran Zita Anjani di Pasar Inpres Kalianda juga menarik perhatian para pengunjung. Sejumlah warga yang tengah berbelanja tampak antusias menyapa dan mengabadikan momen dengan berfoto bersama.

Tak hanya mendampingi anak-anak panti, Zita juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para pedagang dan masyarakat. Bahkan, ia turut membelikan kue lebaran bagi beberapa warga yang sedang berbelanja di pasar tersebut.

Bagi anak-anak dari Panti Asuhan Balita Kalianda, kegiatan itu menjadi pengalaman yang sangat membahagiakan. Salah satu anak mengungkapkan rasa syukurnya setelah mendapatkan baju dan sepatu baru untuk Lebaran.

“Terima kasih Bunda Zita sudah mengajak kami membeli baju dan sepatu baru. Kami sangat senang,” ujar salah satu anak panti dengan wajah penuh kegembiraan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Di balik hiruk pikuk pasar tradisional, siang itu menjadi saksi bahwa kebahagiaan kadang hadir dari hal-hal sederhana, sepasang sepatu baru, baju lebaran pilihan sendiri, dan kehangatan perhatian dari orang-orang yang peduli. (Is-Kmf)

Share:

Direktur BUMD Lampung Selatan Paparkan Capaian 100 Hari Kerja


 LAMPUNG SELATAN - Memasuki 100 hari masa kerja jajaran direksi dan komisaris, BUMD Lampung Selatan Maju (Perseroda) mulai menunjukkan berbagai langkah strategis dalam mendorong transformasi perusahaan daerah menjadi entitas bisnis yang produktif, profesional, dan berdaya saing.

Direktur Utama BUMD Lampung Selatan Maju, Baiquni Sanjaya mengatakan capaian 100 hari kerja bukanlah hasil akhir, melainkan refleksi awal dari perjalanan panjang dalam mewujudkan transformasi BUMD sebagai penggerak ekonomi daerah.

“Capaian 100 hari ini menjadi langkah awal untuk membangun fondasi yang kuat. Fokus kami adalah melakukan penataan kelembagaan, memperkuat tata kelola perusahaan, serta mengoptimalkan unit-unit usaha strategis yang berpotensi memberikan nilai tambah bagi daerah,” ujar Baiquni kepada wartawan, Senin (9/3/2026).

Baiquni yang dilantik pada 9 Desember 2025 lalu mengusung strategi “Percepat Transformasi Bisnis dan Buka Peluang Ekonomi Daerah” guna mendorong BUMD Lampung Selatan Maju menjadi perusahaan daerah yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, dalam tiga bulan pertama manajemen BUMD lebih memprioritaskan penguatan fondasi perusahaan, baik dari sisi sistem kerja, tata kelola, maupun pengembangan unit usaha.

“Target kami jelas, BUMD harus hadir sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah,” imbuh mantan anggota DPRD Lampung Selatan periode 2019–2024 tersebut.

Pada tahap awal, manajemen BUMD melakukan sejumlah langkah strategis dalam memperkuat sistem pengelolaan perusahaan. Di antaranya penyusunan roadmap bisnis perusahaan, penataan organisasi berbasis prinsip Good Corporate Governance (GCG), penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta penguatan sistem administrasi, pelaporan, dan pengendalian internal.

Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting agar perusahaan daerah dapat berkembang secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Selain penguatan tata kelola, BUMD Lampung Selatan Maju juga mulai mengoptimalkan sejumlah unit usaha yang telah berjalan, di antaranya:

Pengelolaan parkir Mal Pelayanan Publik (MPP) Lampung Selatan
Layanan outsourcing Office Boy (OB) untuk instansi pemerintah
GWH Homestay sebagai layanan hunian dan penginapan. Platform e-commerce “Si-Muli”
Distribusi dan penjualan beras merek Pulon
Distribusi benih padi dan bibit jagung untuk mendukung sektor pertanian.

Selain itu, BUMD juga tengah menyiapkan beberapa unit usaha baru yang dinilai berpotensi mendukung pengembangan sektor ekonomi strategis daerah.

Dalam rangka memperluas peluang usaha, BUMD Lampung Selatan Maju juga mulai menjajaki berbagai kerja sama dengan sejumlah pihak.

Beberapa di antaranya meliputi kerja sama distribusi komoditas pangan, pengembangan teknologi informasi, penjajakan kemitraan dengan perusahaan di sektor energi dan logistik, hingga persiapan kerja sama pengelolaan layanan transportasi penumpang di kawasan Pelabuhan Bakauheni.

Selain itu, BUMD juga berupaya memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha lokal dan UMKM sebagai bagian dari strategi memperluas jaringan bisnis sekaligus meningkatkan potensi pendapatan perusahaan.

Ke depan, manajemen BUMD Lampung Selatan Maju akan lebih fokus pada penguatan unit usaha yang telah berjalan agar lebih produktif, sekaligus mengembangkan usaha pada sektor logistik, perdagangan, komoditas, dan jasa.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi salah satu prioritas agar pengelolaan BUMD semakin profesional.
“Kami optimistis BUMD Lampung Selatan Maju dapat menjadi perusahaan daerah yang sehat, mandiri, dan berdaya saing serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Baiquni.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, para mitra kerja, serta seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan BUMD Lampung Selatan Maju.

Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, BUMD Lampung Selatan Maju optimistis mampu menjadi salah satu lokomotif penggerak ekonomi daerah, sejalan dengan tagline perusahaan sebagai “Lokomotif Ekonomi Beranda Sumatera.”

Share:

Satgas Ketahanan Pangan Polres Lampung Selatan bersama Tim Gabungan Gelar Pasar Murah


LAMPUNG SELATAN - Satgas Ketahanan Pangan Polres Lampung Selatan bersama tim gabungan stakeholder menggelar kegiatan pasar murah beras dan bahan pokok penting di halaman Polsek Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau selama bulan Ramadan.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari langkah Satgas Ketahanan Pangan dalam memastikan ketersediaan bahan pokok di masyarakat tetap aman serta harga tetap terkendali.

“Melalui Satgas Ketahanan Pangan, kami bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait berupaya menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus memastikan harga tetap stabil, khususnya selama bulan Ramadan ketika kebutuhan masyarakat meningkat,” ujar AKBP Toni Kasmiri.

Ia menambahkan, pasar murah tersebut juga menjadi bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat agar kebutuhan pokok dapat diperoleh dengan harga yang lebih terjangkau.

“Selain itu, kami juga melakukan pengawasan distribusi pangan agar tidak terjadi penimbunan ataupun permainan harga di pasaran,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Di antaranya telur Rp26.000 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp15.000 per liter, gula pasir Maniskita Rp16.000 per kilogram, serta beras SPHP Rp55.000 per kemasan 5 kilogram.

Selain bahan pokok utama, masyarakat juga dapat membeli berbagai sayur-mayur seperti cabai, bawang, wortel, dan komoditas lainnya yang turut disediakan dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan, Eka Riantinawati, mengatakan kegiatan Gerakan Pangan Murah merupakan program yang rutin dilaksanakan, terutama saat momentum Ramadan.m

“Memang kegiatan ini sudah rutin dilaksanakan, apalagi di bulan Ramadan. Kami dari OPD terkait berupaya menekan harga melalui Gerakan Pangan Murah. Harapannya harga kebutuhan pokok bisa dijangkau masyarakat dan inflasi dapat kita kendalikan,” jelasnya.

Ia juga menyebut dipilihnya Polsek Kalianda sebagai lokasi kegiatan merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian yang sama-sama tergabung dalam Satgas Pangan.

“Kami berharap masyarakat bisa merasa lebih dekat dengan kepolisian. Jadi datang ke Polsek bukan hanya ketika ada masalah, tetapi juga saat ada kegiatan pelayanan seperti ini,” katanya.

Kapolsek Kalianda IPTU Sulyadi mengatakan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan kegiatan pasar murah tersebut sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat di wilayah hukumnya.

“Kami sangat mendukung kegiatan pasar murah ini karena dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, khususnya di bulan Ramadan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk meringankan beban masyarakat,” ujar IPTU Sulyadi.

Kegiatan pasar murah ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Salah seorang pengunjung, Umyani, mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut karena harga bahan pokok yang dijual lebih murah dibandingkan di pasar.

“Iya senang saya, soalnya kalau di pasar biasanya masih lebih mahal sekitar dua ribu rupiah. Lumayan bisa hemat,” ujarnya setelah membeli beras, minyak goreng, dan telur.

Kegiatan pasar murah dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir sekitar 10.00 WIB setelah sebagian besar komoditas yang disediakan habis dibeli masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan ini turut dipantau langsung oleh Staf Ahli Bupati Lampung Selatan Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kemasyarakatan Yanny Munawarty, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lampung Selatan Eka Riantinawati, Kapolsek Kalianda IPTU Sulyadi, serta KBO Sat Reskrim Polres Lampung Selatan IPTU Rudi Yuwono. (Red)

Share:

Ketum SMSI Soroti Verifikasi Perusahaan Dewan Pers: Dinilai Memberatkan


Ketua Umum SMSI Firdaus menyoroti kebijakan verifikasi perusahaan pers oleh Dewan Pers yang menurutnya cukup memberatkan bagi media kecil.

Hal tersebut diungkapkan Firdaus dalam Rapimnas SMSI dan hut SMSI ke 9 tahun di Milenium hotel Jakarta, 6-7 Maret 2027.Ia menyebut banyak pemerintah daerah hanya bersedia bekerja sama dengan media yang telah terverifikasi Dewan Pers, sehingga menyulitkan media kecil untuk bertahan hidup.

“Banyak anggota kami merasa seperti ‘dibom’ dengan kebijakan verifikasi itu karena bisa mematikan keberlangsungan hidup media kecil,” ujar Firdaus.Menurut Firdaus, yang lebih penting adalah menjaga kemerdekaan pers, bukan sekadar menambah beban administratif bagi perusahaan media.

“Yang lebih esensial adalah kemerdekaan pers. Jangan sampai kemerdekaan itu justru dibatasi oleh rezim administrasi,” tegasnya.Ia juga menyinggung persoalan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Menurutnya, sebagian besar media anggota SMSI memiliki wartawan dengan jenjang kompetensi utama, namun organisasi tersebut belum diberi kewenangan sebagai lembaga pelaksana UKW.

“Kami tidak diberi otoritas UKW, tetapi ada lembaga lain dengan sumber daya terbatas yang menjadi lembaga uji. Pengujinya sering meminjam anggota SMSI, yang diuji juga anggota SMSI, bahkan biayanya sering ditanggung anggota kami,” ujarnya.

Rapimnas tersebut dihadiri para Ketua SMSI provinsi dari seluruh Indonesia, serta sejumlah tokoh pers nasional dan pimpinan organisasi pers.Dari Dewan Pers hadir Ketua Dewan Pers. Prof Komaruddin Hidayat, bersama tiga anggota Dewan Pers lainnya, yakni Yogi Hadi Ismanto SH MH (Ketua Komisi Penelitian Pendataan dan Ratifikasi Pers),
Rosarita Niken Widiastuti (Ketua Komisi Kemitraan Hubungan Antar Lembaga dan Infrastuktur Organisasi), dan Dahlan Dahi (Ketua Komisi Digital dan Sustainability)

Kemudian tamu undangan yang hadir dari Konstituen Dewan Pers, antara lain Bambang Santodo, (Ketua Umum ATVLI), Ahmad Munir (Ketua Umum PWI), Elin Y Kristanti (Direktur Eksekutif AMSI), Sopian (Koordinator PFI Pusat), dan Wilson Lumi (Wakil Ketua Bid. Organisasi SPS)

Sementara dari jajaran Dewan Pembina SMSI, tampak hadir Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, SH., MH., CREL selaku ketua dan Mayjen (Purn) Joko Warsito, S.Ip sebagai wakil ketua. Dari Dewan Pakar SMSI hadir Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, S.E., M.E (ketua) dan Prof. Dr. Drs. H. Henri Subiakto, SH., MSi (wakil ketua). Hadir juga Ketua Forum Pemred SMSI, Theodorus Dar Edi Yoga.(*)

Share:

Kuasa Hkum Keluarga Korban Dugaan Kekerasan Seksual Sambangi Mapolres Lampung Selatan


LAMPUNG SELATAN - Kuasa hukum bersama keluarga korban dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, mendatangi Mapolres Lampung Selatan pada Senin (9/3/2026).


Kedatangan tersebut bertujuan untuk mempertanyakan perkembangan penanganan kasus yang hingga kini dinilai belum memberikan kejelasan bagi korban dan keluarganya.


Kuasa hukum korban berasal dari Firma Hukum Naga Selatan Indonesian yang beralamat di Jalan Pula Tegal No.02 RT.02 LK.11, Kelurahan Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung.


Tim kuasa hukum yang hadir di antaranya Heri Prasojo, SH., MH., Julizar, SH., Titi Hartati, SH., MH., dan Arya Setiyawan, SH. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Ketua Distrik GMBI Lampung Selatan Casmayanto bersama sejumlah anggotanya.


Perwakilan kuasa hukum, Julizar, SH, mengatakan bahwa anak-anak seharusnya hidup aman, tenteram, dan terlindungi sesuai amanat Undang-Undang Perlindungan Anak, yakni UU Nomor 23 Tahun 2002 serta perubahan melalui UU Nomor 35 Tahun 2014.


Menurutnya, kasus yang menimpa korban tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan perhatian bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pihak sekolah, serta perangkat desa untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak.


“Kondisi ini membuat keseharian korban dipenuhi rasa takut dan was-was. Kami menilai perlu adanya perhatian bersama agar korban dapat segera pulih dan kembali menatap masa depannya,” ujar Julizar.


Ia juga menjelaskan pihaknya akan menelusuri perkembangan proses hukum yang sedang berjalan di Polres Lampung Selatan maupun Kejaksaan Negeri Lampung Selatan agar kasus tersebut dapat segera diselesaikan.


“Rencananya pada Rabu (11/3/2026) kami juga akan mendatangi Kejaksaan Negeri Kalianda untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus ini,” jelasnya.


Julizar menambahkan, berdasarkan keterangan dari penyidik Polres Lampung Selatan, salah satu kendala dalam penanganan perkara tersebut adalah banyaknya pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Selain itu, proses tes DNA juga masih dilakukan untuk mengetahui identitas ayah biologis dari anak yang telah dilahirkan oleh korban.


“Dari keterangan korban, ada belasan orang yang diduga terlibat. Namun hingga saat ini yang sudah menjalani tes DNA baru empat orang,” katanya.


Penyidik, lanjutnya, juga meminta pihak keluarga, kuasa hukum, serta organisasi masyarakat yang turut mendampingi agar tetap bersabar karena proses penanganan perkara tersebut membutuhkan waktu.

Sementara itu, Iwan, orang tua korban, mengaku berterima kasih kepada tim kuasa hukum yang telah bersedia membantu keluarganya dalam memperjuangkan keadilan bagi anaknya.


“Saya bersama keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum untuk memperjuangkan keadilan bagi anak kami yang menjadi korban kekerasan seksual hingga menyebabkan anak saya hamil,” ujarnya.


Ia berharap aparat penegak hukum dapat segera menangkap para pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.


“Saya berharap para pelaku segera ditangkap dan diadili dengan hukuman yang setimpal. Anak saya mengalami trauma berat dan kondisi psikologisnya terganggu,” tutupnya.

(Red)

Share:

Alumni SMPN 2 Kalianda dan Alumni SMEA Yapri Bersama GML Bagikan Ratusan Takjil


LAMPUNG SELATAN - Suasana sore di kawasan Tugu Pancasila, Kalianda, tampak berbeda pada Minggu, 8 Maret 2026. Puluhan alumni SMPN 2 Kalianda angkatan 1994 dan alumni SMEA Yapri angkatan 1997 bersama keluarga besar ormas Gema Masyarakat Lokal (GML) Lampung Selatan turun ke jalan membagikan ratusan paket takjil kepada pengguna jalan.


Kegiatan sosial di bulan Ramadan itu diikuti sekitar 50 orang alumni yang secara sukarela mengumpulkan dana dan menyiapkan paket takjil untuk dibagikan kepada masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.

Ketua pelaksana kegiatan, Slamet Riyadi, mengatakan kegiatan berbagi takjil tersebut bukan yang pertama kali dilakukan. Tradisi berbagi di bulan Ramadan itu bahkan sudah berjalan selama empat tahun berturut-turut.

“Kegiatan ini sudah kami lakukan selama empat tahun berturut-turut. Tujuannya untuk mempererat silaturahmi antaralumni sekaligus berbagi dengan masyarakat, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” ujar Slamet.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berkumpul para alumni, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

"Kami berharap kegiatan berbagi seperti ini juga bisa dilakukan oleh lebih banyak komunitas atau masyarakat lainnya, sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya, khususnya saat Ramadan,” tambahnya.

Antusiasme masyarakat terlihat saat pembagian takjil dimulai. Pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di sekitar Tugu Pancasila tampak tertib mengantre untuk menerima paket berbuka puasa.

Dalam waktu relatif singkat, lebih dari 700 paket takjil yang disiapkan panitia berhasil dibagikan kepada masyarakat yang melintas di lokasi tersebut. Kegiatan ini pun berlangsung tertib dan penuh keakraban antara para alumni dan warga.(Red)

Share:

HMI Desak Pemda Lampung Selatan Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Terbengkalai Pelecehan Seksual Anak di Bawah Umur

 ‎


LAMPUNG SELATAN - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendesak Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk segera turun tangan secara serius dalam mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.


‎Korban yang berinisial RR, anak dari bapak IW, diketahui telah melaporkan kasus tersebut sejak tahun 2025. Namun hingga kini proses penanganannya dinilai belum memberikan keadilan yang jelas bagi korban dan keluarganya, dan plaku predator Sex masih berkeliaran menghantui Korban. 


‎"Dalam UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 1, Pasal 5, Pasal 13 dan Pasal 20. Anak memiliki hak untuk dilindungi dari kekerasan dan eksploitasi, Pemerintah dan masyarakat memiliki peran dalam melindungi anak"


‎Medha Octharian Bendahara Umum HMI Lampung Selatan, dalam wawancara dengan keluarga korban menghimpun informasi bahwa salah satu pelaku berinisial JH sempat ditahan selama 120 hari. Namun penahanan tersebut berakhir dengan alasan belum lengkapnya alat bukti, di antaranya belum adanya hasil tes DNA serta keterangan psikiater terhadap korban. Kondisi ini menjadi persoalan serius karena keluarga korban diketahui berasal dari kalangan tidak mampu sehingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pembuktian tersebut.

‎Ironisnya, menurut pengakuan korban, terdapat sekitar 13 orang pelaku yang diduga terlibat dalam tindakan pemerkosaan terhadap dirinya. Hingga saat ini para terduga pelaku lainnya masih bebas berkeliaran di lingkungan masyarakat, yang menyebabkan korban mengalami tekanan psikologis serta gangguan mental akibat trauma yang dialaminya.


‎Medha Selaku kader HMI yang bernotaben Mahasiswa Hukum menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Selain menyangkut keadilan bagi korban, kasus ini juga menjadi ujian serius bagi komitmen pemerintah daerah dalam melindungi anak dan perempuan.

‎“Jika salah satu pelaku sudah mengakui perbuatannya, maka aparat penegak hukum harus lebih serius mendalami kasus ini. Negara tidak boleh mengangap enteng kasus pelecehan ini meski di alami oleh keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi,” tegas Medha.

‎Medha sebagai Mahasiswa Hukum juga mempertanyakan peran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dalam memberikan pendampingan hukum, psikologis, serta pemenuhan kebutuhan pembuktian bagi korban.

‎Lebih jauh, HMI lampung selatan menilai Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memiliki tanggung jawab moral dan politis untuk memastikan kasus ini ditangani secara transparan dan tuntas. Hal ini mengingat Lampung Selatan menyandang predikat sebagai Kabupaten Layak Anak dan Perempuan, yang seharusnya menjamin perlindungan maksimal terhadap korban kekerasan seksual.

‎HMI mendesak agar pemerintah daerah melalui dinas terkait segera memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban, termasuk pembiayaan pemeriksaan medis dan psikologis yang dibutuhkan dalam proses hukum.

‎“Predikat Kabupaten Layak Anak jangan hanya menjadi simbol administratif. Negara harus hadir melindungi korban dan memastikan para pelaku diproses secara hukum tanpa terkecuali,” tutup pernyataan tersebut.

‎HMI menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan bagi korban RR dan keluarganya. (Red..)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts