Portal Berita Online

Kolaborasi Strategis Pemkab Lampung Selatan dan Danantara, Transformasi Beranda Sumatra Jadi Destinasi


LAMSEL, Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menjajaki kolaborasi strategis dengan Danantara untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan dan meningkatkan kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian daerah.

Langkah ini diambil menyusul tingginya angka kunjungan wisata yang belum berbanding lurus dengan dampaknya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan ke Lampung Selatan tercatat mencapai 1.647.716 orang. Namun, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB masih berada di kisaran 1,27 persen. Salah satu faktor utama rendahnya dampak ekonomi adalah rata-rata lama tinggal (length of stay) wisatawan yang hanya sekitar tiga jam.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan hal tersebut dalam rapat lanjutan pembahasan pengembangan wilayah bersama Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).


Dalam pertemuan itu, Bupati Egi didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto serta jajaran kepala perangkat daerah terkait. Hadir pula perwakilan Kemenko Bidang Pangan Irna Narulita dan sejumlah pimpinan BUMN sektor pariwisata, termasuk Direktur Utama dan Komisaris Utama InJourney serta Direktur Utama ITDC.


Bupati Egi menyebut Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi besar yang belum dikelola secara optimal. Dengan posisi strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatra dan kedekatannya dengan Jakarta, daerah ini dinilai memiliki keunggulan kompetitif untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan.


“Lampung Selatan ini seperti hidden paradise. Alamnya indah, posisinya strategis, dan punya ikon dunia seperti Gunung Anak Krakatau. Tantangannya adalah bagaimana kita mengelola dan mengintegrasikan potensi itu agar memberi nilai tambah ekonomi,” ujar Egi.


Menurutnya, kolaborasi dengan Danantara dan BUMN sektor pariwisata menjadi langkah konkret untuk mempercepat pengembangan kawasan wisata berbasis integrasi.


Pemerintah daerah membutuhkan dukungan investasi, transfer pengetahuan, serta perencanaan terpadu agar potensi yang ada dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.


Pengembangan kawasan terintegrasi dinilai penting guna meningkatkan daya tarik dan memperpanjang lama tinggal wisatawan.

Dony Oskaria menilai Lampung Selatan memiliki sejumlah destinasi potensial yang sebagian berada dalam ruang lingkup aset BUMN. Ia menekankan pentingnya percepatan pengembangan kawasan wisata terintegrasi untuk meningkatkan daya saing daerah.


“Lampung Selatan dekat sekali dengan Jakarta, apalagi sekarang akses tol sudah memadai. Potensinya luar biasa dan harus dioptimalkan,” ujarnya.


Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga mendorong peningkatan belanja wisatawan, memperpanjang length of stay, dan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat setempat.


Sebagai bagian dari strategi jangka menengah, Pemkab Lampung Selatan menyiapkan sejumlah langkah pendukung, antara lain penyusunan blueprint pengembangan wilayah berbasis potensi pariwisata, penguatan city branding “South Lampung Spirit of Krakatoa”, digitalisasi pelayanan publik melalui HALLO LAMSEL dan Mal Pelayanan Publik. Kemudian, pengembangan aplikasi virtual tour, kemudahan perizinan, pelibatan masyarakat lokal, serta kolaborasi pentahelix.


Dengan konektivitas yang terus membaik dan posisi strategis sebagai Beranda Sumatra, Lampung Selatan diproyeksikan bertransformasi dari daerah transit menjadi destinasi wisata berbasis kawasan terintegrasi yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. (Is-Kmf)

Share:

Sekda Pesisir Barat Bersama Plt. Kadis Lingkungan Hidup Hadiri Rakornas Pengelolaan Sampah


Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, didampingi Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2026. Di Jakarta ,25-26 Februari 2026.


Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup,merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam penanganan darurat sampah nasional serta bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 l.yang mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)”.


Rakornas tsb bertujuan mendorong percepatan penyelesaian permasalahan sampah secara sistematis dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.


Acara dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat dipandang sebagai isu sektoral semata, melainkan isu strategis nasional yang berdampak pada ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, pariwisata, serta keberlanjutan lingkungan.

Ia mendorong penguatan kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang modern dan berorientasi pada ekonomi sirkular.ungkapnya.


Selain itu Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian,menyampaikan peran dan tanggung jawab pemerintah daerah sebagai ujung tombak pengelolaan sampah. Ia meminta kepala daerah untuk memastikan tersedianya regulasi yang memadai, alokasi anggaran yang proporsional, serta pengawasan yang konsisten terhadap operasional pengelolaan sampah di daerah. Mendagri juga mendorong integrasi indikator kinerja pengelolaan sampah dalam evaluasi kinerja pemerintah daerah.


Menteri Pekerjaan Umum dalam paparannya bertema “Pembangunan dan Optimalisasi Infrastruktur Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan” menegaskan pentingnya transformasi sistem TPA dari open dumping menuju sanitary landfill yang ramah lingkungan.


Disamping itu, pembangunan TPS3R dan fasilitas pengolahan sampah terpadu harus direncanakan berbasis kebutuhan daerah serta didukung oleh skema pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan.


Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menyoroti pentingnya peran desa sebagai garda terdepan dalam perubahan perilaku masyarakat. Ia mendorong optimalisasi dana desa untuk program pengelolaan sampah berbasis komunitas, pembentukan bank sampah, serta penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah bernilai ekonomis.


Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN menyampaikan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam membangun budaya sadar lingkungan. Edukasi sejak dini mengenai pemilahan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat harus dimulai dari rumah tangga sebagai unit terkecil masyarakat.


Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dalam arahannya bertema “Target Reformasi Pengelolaan Sampah Nasional dari Hulu ke Hilir” menegaskan bahwa reformasi pengelolaan sampah harus terintegrasi dalam dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah dan jangka panjang, baik di tingkat nasional maupun daerah.


Ia menyampaikan pentingnya pencapaian target pengurangan sampah di sumber, peningkatan persentase daur ulang, serta pengurangan ketergantungan pada TPA.


Pemerintah daerah diminta menyelaraskan perencanaan, penganggaran, serta indikator kinerja agar target nasional dapat dicapai secara terukur dan berkelanjutan.(mayasir) 


Sebagai penutup, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat penanganan darurat sampah melalui penguatan kebijakan pengurangan sampah di sumbernya, peningkatan kapasitas daur ulang, pengawasan terhadap TPA open dumping, serta penegakan hukum bagi pihak-pihak yang tidak memenuhi ketentuan pengelolaan lingkungan. (Yubsir) 

Share:

8 Buronan Kabur Dari Sel Polres Way Kanan, 3 Tahanan Ditangkap, 5 Dalam Pengejaran


LAMPUNG - Perburuan delapan tahanan dari sel Polres Way Kanan mulai menemukan titik terang. Dalam dua hari terakhir, polisi kembali membekuk dua buronan. Penangkapan itu dilakukan saat warga tengah terlelap dan sebagian bersiap santap sahur.

Dengan penangkapan terbaru tersebut, total tiga tahanan yang sempat meloloskan diri usai merusak plafon ruang tahanan pada 22 Februari 2026 kini sudah kembali diamankan.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, membenarkan kabar tersebut. Ia memastikan tim gabungan terus bergerak memburu para pelarian.

“Iya benar, sudah ditangkap dua lagi. Jadi total sekarang sudah tiga tahanan yang kembali kami amankan,” kata Kombes Yuni saat dikonfirmasi, pada hari Selasa (24/2/2026).

Dua tahanan yang baru ditangkap masing-masing berinisial SR dan S.

S (Sairul) diringkus di sebuah rumah kontrakan dekat SD 2 Kecamatan Bukit Kemuning, pada hari Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 03.30 WIB, tepat ketika warga bersiap makan sahur. Polisi menyergap tanpa memberi celah untuk kabur.

Sementara Surmanto alias Ragil lebih dulu dibekuk pada hari Senin (23/2/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Ia bersembunyi di sebuah gubuk di area kebun wilayah Kabupaten Way Kanan. Petugas yang telah mengantongi informasi langsung bergerak dan mengamankannya tanpa perlawanan berarti.

Sehari setelah kabur, aparat gabungan dari Polda Lampung dan Polres Way Kanan lebih dulu menangkap seorang wanita berinisial SR, yang diketahui bekerja sebagai penjaga kantin.

SR diduga menyelundupkan gergaji besi ke dalam ruang tahanan. Alat itulah yang kemudian dipakai untuk merusak plafon sel, menjadi jalan keluar bagi para tahanan.

Satu tahanan lain, HE, juga sudah lebih dulu diamankan. Ia tertangkap setelah warga Negeri Baru, Kecamatan Umpu Semenguk, melaporkan keberadaan pria mencurigakan. Petugas menemukan HE kawasan Kilometer 14 setelah ia meminta bantuan warga karena kehausan.


Kini, lima tahanan lainnya masih dalam pengejaran. Polisi mengintensifkan patroli dan memperketat pengamanan rumah tahanan untuk mencegah insiden serupa terulang.


Perburuan belum usai. Aparat memastikan akan terus memburu para buronan hingga seluruhnya kembali ke balik jeruji. (Is) 

Share:

PT. Juang Jaya Abdi Alam Salurkan Susu Gratis untuk Siswa di Lampung Selatan


LAMPUNG SELATAN - Komitmen PT. Juang Jaya Abdi Alam dalam mendukung peningkatan gizi anak terus diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa pembagian susu gratis kepada siswa-siswi kepada beberapa sekolah di Kecamatan Sidomulyo dan Kecamatan Kalianda, Rabu (25/02/2025).


Perusahaan yang bergerak di bidang penggemukan sapi potong dan pengolahan susu sapi ini membagikan susu pasteurisasi atau susu murni kepada sekolah-sekolah, susu pasteurisasi tersebut mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya kesehatan dan fungsi otak.


Program pembagian susu gratis ini telah berjalan sejak Oktober 2025, Hingga awal februari 2026, tercatat sebanyak 13.029 siswa telah menerima manfaat dari program tersebut. Diantaranya berasal dari berbagai sekolah di Kecamatan Sidomulyo, termasuk SMA Kebangsaan Kalianda dengan jumlah 542 siswa serta Pondok Pesantren Anwarul Huda Sidomulyo sebanyak 225 siswa.


Dalam pelaksanaan kegiatan di kedua lembaga pendidikan tersebut, perusahaan membagikan dan menggunakan sekitar 200 liter susu pasteurisasi untuk memastikan seluruh siswa menerima asupan gizi yang merata dan berkualitas.


Salah satu tenaga pendidik, Rido di Sidomulyo mengatakan apresiasinya atas program tersebut,


“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada PT Juang Jaya Abdi Alam atas kepeduliannya kepada murid-murid di sekolah kami. Bantuan susu ini sangat bermanfaat bagi pertumbuhan anak, terutama untuk mendukung perkembangan otak mereka,” ujarnya.


Antusiasme juga datang dari para siswa penerima manfaat. Anita salah satu seorang murid mengaku senang dengan program pembagian susu gratis tersebut karena rasanya segar dan enak untuk dikonsumsi.


“Melalui program ini, PT. Juang Jaya Abdi Alam berharap kehadirannya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak di lingkungan sekitar Perusahaan,” ungkapnya. (Rilis)

Share:

Safari Ramadan Plh. Kakanwil Ditjenpas Lampung Beri Ceramah kepada Ratusan WBP Lapas Kalianda


KALIANDA – Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Lampung, Maulidi Hilal, bersama jajaran melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Lapas Kelas IIA Kalianda. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan, Selasa (24/2).

Safari Ramadan diawali dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Momen ini tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan antara jajaran dan warga binaan, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan nilai kebersamaan, kesederhanaan, serta rasa syukur di bulan suci.

Usai berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat tarawih berjamaah. Ibadah bersama ini, yang diharapkan mampu memberikan ketenangan batin, memperkuat keimanan, serta menjadi bagian dari proses pembinaan kepribadian WBP agar semakin siap menjalani perubahan ke arah yang lebih baik.

Plh Kakanwil menyampaikan pesan kepada Warga Binaan lapas agar selalu bersukur dengan nikmat yang diberikan kepada diri masing-masing.

"Bersyukur masih menjalankan ibadah tarawih berjamaah serta bisa menjalankan ibadah berpuasa dan mensukuri nikmat sehat yang ALLAH beri kepada diri kita masing-masing," ucap Plh. Kakanwil.

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. “Safari Ramadan ini menjadi penyemangat bagi kami dan warga binaan untuk terus meningkatkan kualitas ibadah serta menjaga suasana yang aman dan kondusif. Semoga momentum ini memperkuat pembinaan spiritual dan kebersamaan di dalam lapas,” tutup Kalapas. (Hms-Is)

Share:

Tembus Rp3,040 Triliun! Investasi Lampung Selatan 2025 Over Target 115 Persen, Bukti Komitmen Bupati Radityo Egi Permudah Perizinan


LAMSEL, Kalianda - Realisasi investasi Kabupaten Lampung Selatan tahun 2025 melampaui target yang ditetapkan. Hingga akhir Triwulan IV 2025, nilai investasi tercatat mencapai Rp3,040 triliun atau 115 persen dari target Rp2,64 triliun.

Capaian tersebut menjadi bukti konkret komitmen Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan perizinan berusaha di Bumi Khagom Mufakat.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang dilansir melalui laman resmi data.bkpm.go.id, target investasi 2025 Kabupaten Lampung Selatan yang ditetapkan sebesar Rp2,64 triliun berhasil dilampaui dengan realisasi Rp3,040 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Kabupaten Lampung Selatan, Rio Gismara, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan tren positif pertumbuhan investasi di daerah.

“Target investasi 2025 Rp2,64 triliun, realisasi tercapai Rp3,040 triliun atau over target 115 persen,” ujar Rio Gismara saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2025).

Menurut Rio, komitmen Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama dalam menyederhanakan dan mempercepat proses perizinan menjadi faktor utama meningkatnya minat investor untuk menanamkan modal di Lampung Selatan.

Ia menjelaskan, promosi investasi juga dilakukan secara aktif dengan strategi jemput bola, termasuk memperkenalkan potensi daerah kepada investor nasional. Fokus utama diarahkan pada pengembangan Kota Kalianda dan sekitarnya sebagai wajah ibu kota kabupaten yang akan dibangun menjadi kawasan pariwisata premium.

“Fokus di tahun 2026 tetap mengarah ke sektor pariwisata untuk mengembangkan Kota Kalianda dan sekitarnya sebagai wajah ibukota serta membranding sebagai kawasan pariwisata premium,” kata Rio.

Secara sektoral, realisasi investasi 2025 didominasi sektor listrik, gas dan air, industri makanan, serta perdagangan dan reparasi. Selain itu, potensi industri pengolahan dan sektor hospitality juga terus dipromosikan sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

Dengan capaian tersebut, Lampung Selatan tercatat sebagai kabupaten dengan realisasi investasi tertinggi di Provinsi Lampung pada 2025, meski masih berada di bawah Kota Bandar Lampung yang membukukan nilai investasi sebesar Rp3,835 triliun.

Realisasi investasi tahun 2025 tersebut juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja sebanyak 4.209 orang. Peningkatan investasi ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menargetkan peningkatan kualitas investasi yang tidak semata berorientasi pada nilai nominal, tetapi juga pada dampak ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan sektor unggulan daerah, termasuk pengembangan agroeduwisata sebagai program prioritas kepala daerah. (MHR-IS)

Share:

Front Cipayung Plus dan BEM Lampung Selatan Aksi, Soroti Kepemimpinan Bupati dan Wabup


LAMPUNG SELATAN - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Front Cipayung Plus dan BEM Lampung Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati dan Gedung DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Senin (23/2/2026).

Para aksi menyoroti kinerja Bupati Egi dan Wakil Bupati Syaiful yang sudah satu tahun memimpin daerah kabupaten Lamsel.

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa aksi bergerak dari Lapangan Cipta Karya, Kalianda, menuju kompleks perkantoran dinas bupati dengan melakukan konvoi menggunakan sepeda motor, disertai satu unit mobil komando. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung menyampaikan orasi secara bergantian.

Sempat situasi memanas ketika itu sejumlah perwakilan dari mahasiswa mencoba untuk memasuki area kantor bupati memastikan keberadaan Egi Bupati Lamsel.

Namun’ yang bersangkutan tidak berada di tempat. Lalu Pemerintah daerah kemudian mengutus Asisten Pemerintahan Setdakab Lampung Selatan, M. Darmawan, untuk menemui massa aksi.

Mereka bahkan mengancam akan menggelar aksi jilid II dalam waktu 1×24 jam jika tidak mendapat ruang dialog langsung dengan Bupati.

Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa karena tidak dapat bertemu langsung dengan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang disebut sedang berada di luar daerah.

Sebelumnya Mahasiswa awalnya menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Kantor Bupati, lalu bergerak menuju Gedung DPRD Lampung Selatan untuk menyampaikan tuntutan serupa kepada wakil rakyat.

Di Gedung DPRD, mahasiswa massa aksi hanya ditemui oleh Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan, Merik Havit, SH, MH. Politisi muda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan menerima lalu mendengarkan aspirasi mahasiswa secara langsung.

“Yang pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa semua yang hadir di sini. Yang kedua, bahwa kantor DPRD ini adalah kantor rakyat, kantor yang dibangun pakai uang rakyat. Jadi siapapun bebas menyampaikan aspirasi dan memberikan masukan kepada kami,” ucapnya Merik di hadapan para demonstran.

Menanggapi tuntutan mahasiswa yang ingin meminta bertemu langsung dengan Ketua DPRD, Merik menjelaskan bahwa hampir seluruh anggota DPRD tengah mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang telah terjadwal sebelumnya.

“Kami mohon maaf karena Ketua DPRD tidak bisa menemui adik-adik. Kerenah Surat pemberitahuan aksi baru kami terima tadi malam dan kebetulan juga berbenturan dengan kegiatan Bimtek. Namun saya sebagai unsur pimpinan juga di DPRD akan memastikan bahwa apa yang menjadi tuntutannya akan kami perjuangkan dan diteruskan kepada pimpinan,” jelasnya merik.

Dalam hal tersebut, Mahasiswa secara khusus menyoroti satu tahun masa kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar. Mereka menilai sejumlah janji kampanye yang terangkum dalam konsep “Pitu Vista” belum terealisasi secara nyata di tengah masyarakat.

Mahasiswa yang menuntut evaluasi menyeluruh atas tujuh misi pembangunan yang menjadi dasar kepemimpinan Egi–Syaiful selama satu tahun terakhir. Menurut mereka, berbagai gagasan dan kritik konstruktif sebelumnya telah disampaikan melalui jalur audiensi dan saran resmi, namun’ tidak mendapatkan respons yang memadai dari pemerintah.

“Nanti akan kami sampaikan secara rinci tujuh misi itu ketika kami bertemu langsung dengan Bupati Lampung Selatan,” Ujarnya.

Mesyur dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lampung Selatan.
Ia menegaskan, Cipayung Plus dan BEM Lampung Selatan hadir sebagai mitra kritis pemerintah daerah, bukan sebagai oposisi tanpa dasar. Namun, minimnya kehadiran pejabat saat aksi berlangsung justru mempertegas kekecewaan mereka.

“Kami sudah di Kantor Bupati, yang hadir bukan Bupati bahkan bukan Wakil Bupati. Kami ke Gedung DPRD, dari sekitar 50 anggota DPRD hanya satu yang hadir. Ini menunjukkan minimnya keseriusan dalam menerima aspirasi rakyat,” tegas Mesyur.

Usai melakukan deklarasi di depan Kantor Bupati, mahasiswa memberikan ultimatum. Mereka menegaskan akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa lebih besar apabila dalam 1×24 jam tidak ada kepastian jadwal audiensi langsung dengan Bupati.

“Kami akan menggelar aksi jilid II dengan massa yang lebih banyak dari hari ini,” ancamnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Lampung Selatan, M. Darmawan yang menemui mahasiswa di lokasi aksi, menyampaikan pesan dari Bupati yang saat ini berada di Jakarta.

“Bupati Lampung Selatan akan menjadwalkan waktu lain untuk bertemu adik-adik mahasiswa. Silakan sampaikan apa yang perlu disampaikan nanti dalam forum tersebut,” ujar Darmawan.

Hingga menjelang waktu Maghrib, sebagian mahasiswa masih bertahan di depan gerbang Kantor Bupati dengan membentangkan sejumlah spanduk bernada kritik. Di antaranya bertuliskan, “Mu Lampung Selatan Maju? Jangan cuma janji manis, kami perlu pemimpin yang bijak. Buktikan kerjamu, jangan hanya omongan” serta “Evaluasi 1 Tahun Pitu Vista Bupati Lampung Selatan.”

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Namun, ultimatum yang disampaikan mahasiswa menjadi sinyal bahwa gelombang protes terhadap evaluasi satu tahun kepemimpinan di Lampung Selatan berpotensi kembali memanas dalam waktu dekat. (Is)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts