Portal Berita Online

HMI Desak Pemda Lampung Selatan Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Terbengkalai Pelecehan Seksual Anak di Bawah Umur

 ‎


LAMPUNG SELATAN - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendesak Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk segera turun tangan secara serius dalam mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.


‎Korban yang berinisial RR, anak dari bapak IW, diketahui telah melaporkan kasus tersebut sejak tahun 2025. Namun hingga kini proses penanganannya dinilai belum memberikan keadilan yang jelas bagi korban dan keluarganya, dan plaku predator Sex masih berkeliaran menghantui Korban. 


‎"Dalam UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 1, Pasal 5, Pasal 13 dan Pasal 20. Anak memiliki hak untuk dilindungi dari kekerasan dan eksploitasi, Pemerintah dan masyarakat memiliki peran dalam melindungi anak"


‎Medha Octharian Bendahara Umum HMI Lampung Selatan, dalam wawancara dengan keluarga korban menghimpun informasi bahwa salah satu pelaku berinisial JH sempat ditahan selama 120 hari. Namun penahanan tersebut berakhir dengan alasan belum lengkapnya alat bukti, di antaranya belum adanya hasil tes DNA serta keterangan psikiater terhadap korban. Kondisi ini menjadi persoalan serius karena keluarga korban diketahui berasal dari kalangan tidak mampu sehingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pembuktian tersebut.

‎Ironisnya, menurut pengakuan korban, terdapat sekitar 13 orang pelaku yang diduga terlibat dalam tindakan pemerkosaan terhadap dirinya. Hingga saat ini para terduga pelaku lainnya masih bebas berkeliaran di lingkungan masyarakat, yang menyebabkan korban mengalami tekanan psikologis serta gangguan mental akibat trauma yang dialaminya.


‎Medha Selaku kader HMI yang bernotaben Mahasiswa Hukum menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Selain menyangkut keadilan bagi korban, kasus ini juga menjadi ujian serius bagi komitmen pemerintah daerah dalam melindungi anak dan perempuan.

‎“Jika salah satu pelaku sudah mengakui perbuatannya, maka aparat penegak hukum harus lebih serius mendalami kasus ini. Negara tidak boleh mengangap enteng kasus pelecehan ini meski di alami oleh keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi,” tegas Medha.

‎Medha sebagai Mahasiswa Hukum juga mempertanyakan peran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dalam memberikan pendampingan hukum, psikologis, serta pemenuhan kebutuhan pembuktian bagi korban.

‎Lebih jauh, HMI lampung selatan menilai Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memiliki tanggung jawab moral dan politis untuk memastikan kasus ini ditangani secara transparan dan tuntas. Hal ini mengingat Lampung Selatan menyandang predikat sebagai Kabupaten Layak Anak dan Perempuan, yang seharusnya menjamin perlindungan maksimal terhadap korban kekerasan seksual.

‎HMI mendesak agar pemerintah daerah melalui dinas terkait segera memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban, termasuk pembiayaan pemeriksaan medis dan psikologis yang dibutuhkan dalam proses hukum.

‎“Predikat Kabupaten Layak Anak jangan hanya menjadi simbol administratif. Negara harus hadir melindungi korban dan memastikan para pelaku diproses secara hukum tanpa terkecuali,” tutup pernyataan tersebut.

‎HMI menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan bagi korban RR dan keluarganya. (Red..)

Share:

Kepergok Curi Burung Dara, Pemuda Natar Diciduk Polisi


LAMPUNG SELATAN — Aparat Unit Reskrim Polsek Natar, jajaran Polres Lampung Selatan, menangkap seorang pria yang diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan di wilayah Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Kapolsek Natar, AKP Setio Budi Howo, mengatakan penangkapan dilakukan setelah petugas menerima laporan dari korban dan segera melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

“Pelaku berinisial A.F. (28) diamankan pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 01.15 WIB di Desa Merak Batin, tidak lama setelah peristiwa pencurian dilaporkan oleh korban.” ujar Setio.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 00.30 WIB di rumah korban F.E.S. (34) yang berada di Dusun Tanjung Senang, Desa Merak Batin, Kecamatan Natar. Saat itu saksi melihat pelaku masuk ke dalam rumah korban dan mengambil dua ekor burung dara milik korban, lalu memasukkannya ke dalam sebuah kardus.

Mengetahui kejadian tersebut, korban kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian. Akibat peristiwa itu, korban mengalami kerugian berupa dua ekor burung dara warna coklat dan hitam dengan nilai ditaksir sekitar Rp4 juta.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Unit Reskrim Polsek Natar langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku di wilayah Desa Merak Batin.

“Setelah dilakukan interogasi, pelaku mengakui perbuatannya telah mengambil dua ekor burung dara milik korban. Saat ini pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Mapolsek Natar untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” kata Setio.

Dalam kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu kardus mi instan merek Sakura warna cokelat, satu kaos singlet bermotif loreng, satu celana pendek hitam bermerek Adidas, serta satu pasang burung dara yang terdiri dari betina warna teritis dan jantan warna gambir.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 477 KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan di lingkungan sekitar dan segera melapor apabila mengetahui adanya peristiwa mencurigakan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Apabila terjadi tindak kejahatan atau melihat hal mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” ujarnya. (**)

Share:

1.175 KK Korban Banjir di Empat Kecamatan Terima Bantuan Beras dan Sembako dari Pemkab Lampung Selatan dan 10 Perusahaan


LAMSEL, Jati Agung - Respons cepat ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dalam menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu.

Melalui kolaborasi dengan sejumlah perusahaan, bantuan kemanusiaan segera disalurkan kepada warga terdampak di empat kecamatan pada Minggu (8/3/2026).

Sebanyak 1.175 kepala keluarga (KK) korban banjir menerima bantuan beras dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), masing-masing sebanyak 10 kilogram per keluarga. Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak segera terpenuhi.

Penyaluran bantuan dilakukan secara serentak di empat titik, yakni Kecamatan Jati Agung, Tanjung Bintang, Tanjung Sari, dan Natar.


Untuk wilayah Kecamatan Jati Agung, bantuan dipusatkan di Kantor Camat Jati Agung dan diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, yang hadir mewakili bupati.


Sementara itu, penyaluran bantuan di Kecamatan Tanjung Bintang dilakukan di Desa Jatibaru, di Kecamatan Tanjung Sari dipusatkan di Kantor Camat Tanjung Sari, dan di Kecamatan Natar disalurkan di Desa Sidosari.


Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan, jumlah penerima bantuan terbanyak berada di Kecamatan Jati Agung dengan 865 KK, disusul Kecamatan Natar 143 KK, Kecamatan Tanjung Bintang 117 KK, dan Kecamatan Tanjung Sari 50 KK.


Selain beras, masyarakat juga menerima berbagai bantuan kebutuhan pokok lainnya seperti telur, mi instan, roti, makanan siap saji, lauk pauk siap saji, kasur, selimut, sandang dewasa hingga paket peralatan dapur.


Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat yang tengah menghadapi musibah.


“Bapak Bupati menyampaikan agar masyarakat tetap bersabar menghadapi musibah ini. Pemerintah daerah hadir dan terus berupaya memberikan bantuan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi,” ujar Supriyanto.


Ia menambahkan, penyaluran bantuan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah merespons berbagai keluhan masyarakat pascabanjir.


“Kami ingin memastikan warga yang terdampak mendapatkan dukungan dan tidak merasa sendiri menghadapi situasi ini,” tambahnya.


Dalam penyaluran bantuan tersebut, pemerintah daerah juga menggandeng sejumlah perusahaan di Lampung Selatan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).


Tercatat 10 perusahaan ikut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut, di antaranya Senaya, PT Konverta Mitra Abadi, ASDP, BBJ, PT Optima Nusa Tujuh, PT Natar Gerbang Angkasa, PT Charoen Pokphand Feedmill Lampung, Starlight Cabin, Krakatoa Grup (Junglea Sea dan Elty), serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.


“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dukungan dunia usaha melalui CSR ini menjadi bukti bahwa kolaborasi semua pihak sangat penting untuk membantu masyarakat yang terdampak,” jelas Supriyanto.


Selain penyaluran bantuan darurat, Pemkab Lampung Selatan juga mulai menyiapkan langkah penanganan jangka panjang untuk mengatasi penyebab banjir yang terjadi di sejumlah wilayah.


Pemerintah daerah, kata Supriyanto, akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai dan instansi terkait lainnya untuk menelusuri akar persoalan banjir sehingga solusi yang diambil bisa lebih efektif.


Di sisi lain, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, serta instansi terkait juga telah diterjunkan ke lapangan guna melakukan penanganan teknis dan memantau kondisi wilayah terdampak.


Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap masyarakat yang terdampak banjir dapat segera bangkit dan aktivitas kehidupan kembali berjalan normal. (Is-Kmf)

Share:

Pengurus PAN Lampung Selatan Buka Bersama


LAMPUNG SELATAN - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Amanah Nasional (PAN) Lampung Selatan, adakan acara buka bersama dengan seluruh jajaran pengurus partai, yang bertempat di Sekretariat DPD PAN. Sabtu (7//3/2025).

Dalam acara Buber tersebut Ketua DPD PAN Lamsel, Bella Jayanti ldi pemilihan legislatif (Pileg) mendatang, menyampaikan Partai PAN akan targetkan 12 kursi.

“Insyaallah dengan kerja keras bersama seluruh pengurus baru, sayap partai, kader, dan simpatisan dari 7 daerah pemilihan di Lampung Selatan, target 12 kursi dapat terwujud,” ujar Bella.

Bella mengungkapkan strategi kunci kemenangan PAN adalah fokus pada kebutuhan masyarakat. Menurutnya, anggota legislatif dan kader harus lebih sensitif serta peka terhadap keluhan rakyat, dengan prinsip “bekerja nyata dan bermanfaat untuk rakyat, dengarkan dan bertindak nyata untuk rakyat”.

“Mari kita mulai dari lingkungan sendiri, kemudian berkembang fokus ke dapil masing-masing. Kita buktikan bahwa kerja keras bersama akan membawa kita mencapai target yang telah ditetapkan,” tambah anggota DPRD dari dapil 1 meliputi Kecamatan Rajabasa dan Kalianda ini.

Pada kesempatan yang sama, Bella juga menegaskan bahwa sekretariat DPD PAN Lamsel akan difungsikan sebagai “rumah kerja rakyat”. Tempat ini menjadi wahana berkumpul, berkomunikasi, dan berdiskusi untuk mewujudkan aspirasi masyarakat.

Acara buka bersama juga diisi dengan penyerahan simbolis Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru oleh Bella Jayanti didampingi Sekretaris DPD PAN Lamsel, Agus Sartono. (Red)

Share:

Tekab 308 Polres Lampung Selatan Gerebek Lokasi Persembunyian Pelaku Pencurian Motor


LAMPUNG SELATAN - Tekab 308 Polres Lampung Selatan melakukan penggerebekan terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku pencurian sepeda motor di wilayah Lampung Selatan. Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil menemukan sepeda motor milik korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, meski para pelaku berhasil melarikan diri

Peristiwa pencurian dengan pemberatan itu terjadi pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di area parkir Rumah Makan  di Dusun Kenyayan Atas, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.

Korban berinisial F.B.T.I. (27) diketahui memarkirkan sepeda motor Honda Beat warna putih hitam bernomor polisi B 5239 BPO di area parkir rumah makan tersebut. Saat itu korban bersama rekannya sedang singgah untuk beristirahat dan makan.

Namun beberapa saat kemudian, ketika hendak melanjutkan perjalanan, korban mendapati kendaraan yang diparkir sudah tidak berada di lokasi semula. Selain sepeda motor, di dalam jok kendaraan tersebut juga terdapat sejumlah barang milik korban, termasuk satu dokumen penting. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp22 juta dan melaporkannya ke pihak kepolisian.

Kapolsek Penengahan IPTU Donal Afriansyah mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pencurian tersebut.

“Unit Reskrim Polsek Penengahan segera melakukan penyelidikan di lokasi kejadian dan mengumpulkan sejumlah petunjuk, termasuk keterangan saksi di sekitar tempat kejadian,” kata Donal.

Dari hasil penyelidikan, polisi mendapati dari warga sekitar melihat dua orang pelaku diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut dengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy. Selain itu, petugas juga menelusuri keberadaan kendaraan korban yang mengarah ke wilayah Lampung Timur.

Berbekal informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Penengahan yang dibackup Tim Tekab 308 Polres Lampung Selatan bersama Tekab 308 Polres Lampung Timur kemudian melakukan penggerebekan pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di sebuah rumah warga di Desa Tanjung Aji, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur, yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku.

Namun saat petugas tiba di lokasi, para pelaku diduga telah melarikan diri. Meski demikian, polisi berhasil menemukan dan mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi tersebut.

Barang bukti yang diamankan di antaranya satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih milik korban, satu unit sepeda motor Honda Scoopy tanpa nomor polisi yang diduga digunakan pelaku sebagai sarana kejahatan, satu buah matras warna abu-abu, kain warna cokelat yang diduga digunakan sebagai tempat tidur gantung, serta sebuah tas warna biru bertuliskan Thermarst.

“Barang bukti telah kami amankan di Polsek Penengahan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Saat ini petugas masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang identitasnya telah kami kantongi,” ujar Donal.

Ia menambahkan, pihak kepolisian terus berupaya mengungkap kasus tersebut serta mencari keberadaan para pelaku yang masih dalam pelarian.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memarkirkan kendaraan di tempat umum.

“Kami mengingatkan masyarakat agar memastikan kendaraan dalam kondisi terkunci dengan aman dan tidak meninggalkan barang berharga di dalamnya. Apabila menemukan atau mengalami tindak kejahatan, masyarakat dapat segera melapor melalui kantor kepolisian terdekat atau memanfaatkan layanan darurat 110,” kata Donal.(Red)

Share:

Berikan Kesempatan Belajar, Lapas Kalianda Fasilitasi Pembelajaran Baca Tulis bagi Warga Binaan


Kalianda – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda terus berkomitmen memberikan pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan. Salah satunya melalui kegiatan pembelajaran baca tulis bagi warga binaan yang masih mengalami keterbatasan kemampuan literasi. Kegiatan ini dilaksanakan bersama peserta magang Batch 2 di area pembinaan Lapas Kalianda. (6/2)


Sebanyak 15 orang warga binaan mengikuti kegiatan pembelajaran yang berlangsung dengan tertib dan penuh antusias. Dalam kegiatan ini, warga binaan diberikan pendampingan untuk belajar membaca dan menulis sebagai bekal dasar yang penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.


Program pembelajaran ini menjadi bagian dari upaya Lapas Kalianda dalam memastikan setiap warga binaan tetap mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan memperbaiki diri. Melalui peningkatan kemampuan literasi, warga binaan diharapkan dapat memiliki kepercayaan diri yang lebih baik serta membuka peluang untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri di masa depan.


Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Beni Nurrahman, menyampaikan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga pada peningkatan kualitas diri warga binaan.


"Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang. Kemampuan membaca dan menulis adalah bekal penting bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat nanti," ujar Kalapas. (Hms-Is)

Share:

Respons Cepat Banjir Jati Agung, Bupati Egi Turun Malam Hari Cek Kondisi Warga

 


Jati Agung - Air masih menggenangi sejumlah permukiman di Kecamatan Jati Agung ketika Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama tiba meninjau lokasi banjir, Jumat (6/3/2026) malam.

Usai menghadiri Safari Ramadan di Kalianda, Egi langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi warga terdampak sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan cepat.

Peninjauan dilakukan di beberapa titik yang masih tergenang air, yakni Desa Gedung Harapan, Desa Margo Agung, serta Dusun 3 Desa Jati Mulyo. Saat bupati tiba di lokasi, kondisi banjir masih cukup tinggi dan belum sepenuhnya surut.

Bupati Egi hadir didampingi Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Dalam peninjauan tersebut, mereka mengecek langsung penyebab banjir sekaligus memastikan proses penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah setelah banjir bandang melanda sejumlah wilayah akibat hujan deras yang mengguyur sejak Jumat sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan dengan intensitas tinggi mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan debit air meningkat secara cepat hingga akhirnya meluap ke permukiman warga.

Di Desa Gedung Harapan, luapan air yang terjadi sejak sekitar pukul 17.00 WIB bahkan menutup akses Jalan Kota Baru. Derasnya arus banjir juga menyebabkan dua unit mobil terseret arus.

Sementara itu, di Desa Margo Agung, banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

Salah seorang warga, Sri Utari, mengatakan air mulai naik sekitar pukul 16.00 WIB dan terus meningkat hingga merendam rumah-rumah warga. “Air naik cepat sekali, sekitar jam empat sore sudah tinggi,” ujarnya.

Hingga pukul 23.30 WIB, Jumat (6/3) malam, data sementara mencatat sekitar 160 kepala keluarga terdampak banjir di Desa Margo Agung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 warga terpaksa mengungsi di Gedung KDMP Margo Agung demi keselamatan.

Di wilayah Desa Jati Mulyo, banjir juga dipicu oleh jebolnya tanggul Bendungan Way Panas yang berada di Dusun 3, sehingga air meluap ke area permukiman sekitar.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Egi langsung menginstruksikan jajaran pemerintah kecamatan dan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan pendataan terhadap seluruh warga terdampak.

“Saya minta camat segera mendata seluruh warga yang terdampak banjir agar penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Kepada masyarakat yang saat ini berada di pengungsian, saya harap tetap bersabar dan tetap menjaga kesehatan,” kata Bupati Egi.

Ia juga memastikan pemerintah daerah akan segera menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, termasuk bantuan air bersih untuk membantu masyarakat membersihkan rumah-rumah yang terendam banjir.

“Kami akan mengirimkan bantuan, termasuk air bersih untuk membantu warga membersihkan rumah yang terdampak banjir. Yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat dalam kondisi aman, sehat, dan kebutuhan pangan mereka terpenuhi,” tambahnya.

Sebelum Bupati dan Wakil Bupati tiba di lokasi, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan telah lebih dulu bergerak melakukan evakuasi warga serta membantu pengaturan lalu lintas di kawasan terdampak.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak serta menyiapkan langkah-langkah penanganan lanjutan guna memastikan keselamatan warga dan mempercepat pemulihan pasca banjir. (Kmf)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts