Portal Berita Online

Front Cipayung Plus dan BEM Lampung Selatan Aksi, Soroti Kepemimpinan Bupati dan Wabup


LAMPUNG SELATAN - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Front Cipayung Plus dan BEM Lampung Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati dan Gedung DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Senin (23/2/2026).

Para aksi menyoroti kinerja Bupati Egi dan Wakil Bupati Syaiful yang sudah satu tahun memimpin daerah kabupaten Lamsel.

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa aksi bergerak dari Lapangan Cipta Karya, Kalianda, menuju kompleks perkantoran dinas bupati dengan melakukan konvoi menggunakan sepeda motor, disertai satu unit mobil komando. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung menyampaikan orasi secara bergantian.

Sempat situasi memanas ketika itu sejumlah perwakilan dari mahasiswa mencoba untuk memasuki area kantor bupati memastikan keberadaan Egi Bupati Lamsel.

Namun’ yang bersangkutan tidak berada di tempat. Lalu Pemerintah daerah kemudian mengutus Asisten Pemerintahan Setdakab Lampung Selatan, M. Darmawan, untuk menemui massa aksi.

Mereka bahkan mengancam akan menggelar aksi jilid II dalam waktu 1×24 jam jika tidak mendapat ruang dialog langsung dengan Bupati.

Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa karena tidak dapat bertemu langsung dengan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang disebut sedang berada di luar daerah.

Sebelumnya Mahasiswa awalnya menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Kantor Bupati, lalu bergerak menuju Gedung DPRD Lampung Selatan untuk menyampaikan tuntutan serupa kepada wakil rakyat.

Di Gedung DPRD, mahasiswa massa aksi hanya ditemui oleh Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan, Merik Havit, SH, MH. Politisi muda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan menerima lalu mendengarkan aspirasi mahasiswa secara langsung.

“Yang pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa semua yang hadir di sini. Yang kedua, bahwa kantor DPRD ini adalah kantor rakyat, kantor yang dibangun pakai uang rakyat. Jadi siapapun bebas menyampaikan aspirasi dan memberikan masukan kepada kami,” ucapnya Merik di hadapan para demonstran.

Menanggapi tuntutan mahasiswa yang ingin meminta bertemu langsung dengan Ketua DPRD, Merik menjelaskan bahwa hampir seluruh anggota DPRD tengah mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang telah terjadwal sebelumnya.

“Kami mohon maaf karena Ketua DPRD tidak bisa menemui adik-adik. Kerenah Surat pemberitahuan aksi baru kami terima tadi malam dan kebetulan juga berbenturan dengan kegiatan Bimtek. Namun saya sebagai unsur pimpinan juga di DPRD akan memastikan bahwa apa yang menjadi tuntutannya akan kami perjuangkan dan diteruskan kepada pimpinan,” jelasnya merik.

Dalam hal tersebut, Mahasiswa secara khusus menyoroti satu tahun masa kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar. Mereka menilai sejumlah janji kampanye yang terangkum dalam konsep “Pitu Vista” belum terealisasi secara nyata di tengah masyarakat.

Mahasiswa yang menuntut evaluasi menyeluruh atas tujuh misi pembangunan yang menjadi dasar kepemimpinan Egi–Syaiful selama satu tahun terakhir. Menurut mereka, berbagai gagasan dan kritik konstruktif sebelumnya telah disampaikan melalui jalur audiensi dan saran resmi, namun’ tidak mendapatkan respons yang memadai dari pemerintah.

“Nanti akan kami sampaikan secara rinci tujuh misi itu ketika kami bertemu langsung dengan Bupati Lampung Selatan,” Ujarnya.

Mesyur dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lampung Selatan.
Ia menegaskan, Cipayung Plus dan BEM Lampung Selatan hadir sebagai mitra kritis pemerintah daerah, bukan sebagai oposisi tanpa dasar. Namun, minimnya kehadiran pejabat saat aksi berlangsung justru mempertegas kekecewaan mereka.

“Kami sudah di Kantor Bupati, yang hadir bukan Bupati bahkan bukan Wakil Bupati. Kami ke Gedung DPRD, dari sekitar 50 anggota DPRD hanya satu yang hadir. Ini menunjukkan minimnya keseriusan dalam menerima aspirasi rakyat,” tegas Mesyur.

Usai melakukan deklarasi di depan Kantor Bupati, mahasiswa memberikan ultimatum. Mereka menegaskan akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa lebih besar apabila dalam 1×24 jam tidak ada kepastian jadwal audiensi langsung dengan Bupati.

“Kami akan menggelar aksi jilid II dengan massa yang lebih banyak dari hari ini,” ancamnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Lampung Selatan, M. Darmawan yang menemui mahasiswa di lokasi aksi, menyampaikan pesan dari Bupati yang saat ini berada di Jakarta.

“Bupati Lampung Selatan akan menjadwalkan waktu lain untuk bertemu adik-adik mahasiswa. Silakan sampaikan apa yang perlu disampaikan nanti dalam forum tersebut,” ujar Darmawan.

Hingga menjelang waktu Maghrib, sebagian mahasiswa masih bertahan di depan gerbang Kantor Bupati dengan membentangkan sejumlah spanduk bernada kritik. Di antaranya bertuliskan, “Mu Lampung Selatan Maju? Jangan cuma janji manis, kami perlu pemimpin yang bijak. Buktikan kerjamu, jangan hanya omongan” serta “Evaluasi 1 Tahun Pitu Vista Bupati Lampung Selatan.”

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Namun, ultimatum yang disampaikan mahasiswa menjadi sinyal bahwa gelombang protes terhadap evaluasi satu tahun kepemimpinan di Lampung Selatan berpotensi kembali memanas dalam waktu dekat. (Is)

Share:

Penanganan Cepat Jalan Rusak Dorong Aktivitas Ekonomi Warga di Daerah


Metro --- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal meninjau penanganan reaksi cepat perbaikan ruas jalan provinsi di Kota Metro dan Kabupaten Lampung Tengah, Senin (23/2/2026). Peninjauan dilakukan bersama Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung M. Taufiqullah untuk memastikan kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik Lebaran.

Salah satu titik yang ditinjau yakni Jalan Pattimura di Metro Utara, Kota Metro. Ruas ini merupakan jalur penghubung strategis antara Kota Metro, Kabupaten Lampung Timur, dan Lampung Tengah.

Selain itu, Gubernur juga meninjau ruas Jalan Merapi di Desa Nambah Dadi, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah. Kedua ruas tersebut menjadi prioritas penanganan cepat karena mengalami kerusakan yang berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat.

Dalam keterangannya di sela-sela kegiatan, Gubernur Mirza mengatakan perbaikan yang dilakukan saat ini bersifat sementara. Fokusnya adalah penebalan badan jalan dan penutupan lubang agar perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran lebih aman dan nyaman.

"Ini sementara kita tutup lubang-lubang supaya Lebaran bisa nyaman jalannya. Perbaikan permanen akan kita mulai setelah Lebaran," ujar Gubernur.

Ia menjelaskan, untuk Jalan Pattimura akan dilakukan pembangunan permanen menggunakan konstruksi rigid beton sepanjang sekitar satu kilometer di sisi kanan dan kiri jalan. Anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 10 miliar dan sudah termasuk pembenahan saluran irigasi atau drainase di sepanjang ruas tersebut.

Menurut Gubernur, kerusakan berulang di Jalan Pattimura dalam tiga tahun terakhir tidak lepas dari persoalan drainase. Ia menemukan banyak saluran air yang tertutup dan tidak dibersihkan sehingga menyebabkan genangan dan mempercepat kerusakan badan jalan.

"Drainasenya banyak yang tidak pernah dibersihkan, bahkan ada yang tertutup. Air menggenang, akhirnya jalan rusak lagi. Tahun ini kita perbaiki lagi, tapi drainase harus dibenahi," katanya.

Share:

Safari Ramadan Jadi Momentum Pemprov Lampung Dengarkan Aspirasi dan Bantu Masyarakat


Lampung Tengah — Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi bersama masyarakat di Masjid At-Taqwa, Kampung Onoharjo, Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Senin (23/2/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dan didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri.

Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur menyerahkan bantuan dana hibah untuk masjid, santunan kepada anak yatim piatu, serta Al-Qur’an bagi masyarakat. Bantuan itu merupakan bagian dari program penguatan keagamaan dan sosial yang digulirkan Pemprov Lampung selama Ramadan.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengatakan Safari Ramadan menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat penting untuk memastikan setiap program berjalan tepat sasaran.

"Safari Ramadan ini ruang bagi kita untuk bertemu langsung, mendengar, dan memastikan apa yang kita kerjakan benar-benar dirasakan manfaatnya," ujar Gubernur.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan posisi strategis Lampung Tengah sebagai lumbung pangan provinsi. Kabupaten ini dikenal sebagai sentra produksi padi, jagung, singkong, peternakan sapi dan kambing, serta komoditas hortikultura.

Ia menilai, kekuatan Lampung Tengah menjadi penopang utama pembangunan daerah. "Kalau Lampung Tengah kuat, Lampung akan semakin kokoh," ucapnya.

Selain sektor pertanian, Gubernur juga menyoroti peningkatan harga komoditas seperti padi, jagung, dan singkong yang dinilai membantu mendorong perbaikan ekonomi petani. Kebijakan penyesuaian harga tersebut disebut berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat pedesaan.

Di bidang infrastruktur, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sekitar Rp 300 miliar untuk perbaikan jalan provinsi di Lampung Tengah pada 2026. Anggaran itu meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata berkisar Rp 50–60 miliar.

Sejumlah ruas prioritas yang diperbaiki antara lain Bandar Jaya–Mandala, Punggur, Seputih Surabaya–Sadewa, Metro–Kota Gajah, hingga Padang Ratu–Kalirejo–Bangunrejo. Pemerintah menargetkan sekitar 95–98 persen jalan provinsi di Lampung Tengah dalam kondisi mantap pada tahun ini.

"Ketika jangkar pembangunan kita kuat, maka rotasi ekonomi dan pembangunan akan bergerak lebih cepat," ujar Gubernur.

Share:

Pemprov Lampung Dorong Zona Integritas, Lebih Transparan dan Akuntabel


Lampung Selatan --- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Inspektorat Provinsi Lampung menjadi narasumber dalam Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) yang digelar di Aula GSG Presisi Polda Lampung, Senin (23/02/2026).

Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) ini digelar oleh Kepolisian Daerah Lampung dalam upaya Reformasi Birokrasi untuk menciptakan instansi pemerintah yang bersih dari korupsi, melayani dengan baik, transparan dan akuntabel.

Inspektur Provinsi Lampung, Bayana, menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan bagian dari strategi percepatan Reformasi Birokrasi nasional yang bertujuan mewujudkan instansi yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta menghadirkan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.

"Membangun Zona Integritas itu diawali dengan komitmen bersama, dimulai oleh pimpinan tertinggi. Ketika komitmen itu kuat, maka perubahan akan berjalan hingga ke seluruh jajaran," ujar Bayana.

Ia menjelaskan, predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) maupun Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bukanlah tujuan akhir semata, melainkan hasil dari proses perbaikan yang sistematis dan berkelanjutan.

"Zona Integritas ini adalah akhir dari sebuah reformasi birokrasi yang kita harapkan menjadi wujud nyata komitmen menghadirkan pelayanan dengan petugas yang berintegritas," tegasnya.

Dalam paparannya, Bayana juga menekankan bahwa mekanisme penilaian pembangunan ZI dilakukan secara objektif dan berlapis.

"Penilaian itu tidak hanya dilakukan secara terbuka, tetapi juga bertingkat secara tertutup untuk memastikan apakah unit pelayanan benar-benar melaksanakan pelayanan dengan integritas," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak perlu menunggu kondisi yang sempurna.

"Walaupun belum sepenuhnya memenuhi syarat, kita mulai saja untuk mewujudkan Zona Integritas. Yang penting ada komitmen dan perbaikan yang dilakukan secara nyata," tambahnya.

Lebih lanjut, Inspektur memaparkan enam komponen pengungkit pembangunan ZI, mulai dari manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Seluruh komponen tersebut harus berjalan selaras untuk menghasilkan perubahan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Melalui kegiatan yang diselenggarakan Polda Lampung ini, diharapkan semangat pembangunan Zona Integritas semakin menguat, tidak hanya di lingkungan kepolisian tetapi juga di seluruh instansi pelayanan publik, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Polri bersama TNI dan Pemda Perkuat Patroli di Jam Rawan Ramadha


LAMPUNG SELATAN - Pengamanan saat masyarakat menjalankan ibadah menjadi fokus utama jajaran Polres Lampung Selatan bersama TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri menegaskan, pola pengamanan tahun ini difokuskan pada waktu-waktu krusial yang berkaitan langsung dengan aktivitas ibadah masyarakat, mulai dari ngabuburit, pelaksanaan salat tarawih, hingga sahur. Hal tersebut disampaikan saat membacakan amanat Kapolda Lampung dalam Apel Gelar Pasukan pengamanan ibadah Ramadhan. Senin, 23/02/2026.

“Pengamanan ini untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perubahan pola aktivitas masyarakat selama bulan puasa—dari dini hari hingga malam hari—membawa konsekuensi terhadap meningkatnya potensi kerawanan kamtibmas. Karena itu, aparat keamanan dituntut hadir di tengah masyarakat, baik saat warga beristirahat maupun ketika menjalankan ibadah.

“Ketika masyarakat beribadah, kita menjaga. Ramadhan adalah waktu di mana kewaspadaan harus ditingkatkan dan kehadiran aparat harus semakin nyata,” kata Toni.

Pada waktu ngabuburit, personel ditempatkan di sejumlah titik keramaian seperti pasar tumpah dan sentra penjualan takjil. Pengaturan arus lalu lintas diperketat guna mengantisipasi kemacetan, mencegah potensi gesekan antarwarga, serta menekan peluang terjadinya tindak kriminalitas di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang berbuka puasa.

Memasuki waktu salat tarawih, pengamanan difokuskan pada area masjid dan lingkungan sekitarnya. Petugas melakukan penjagaan di area parkir untuk mengantisipasi pencurian kendaraan bermotor, sekaligus melaksanakan patroli dialogis demi memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama ibadah berlangsung.

Sementara itu, pada waktu sahur yang dinilai sebagai jam rawan, patroli gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah ditingkatkan untuk mencegah aksi balap liar, konvoi kendaraan yang mengganggu ketertiban umum, serta potensi kegiatan sahur on the road yang mengarah pada tindakan anarkis.

Selain pengamanan preventif dan penegakan hukum, aparat juga mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas. Personel diminta mengutamakan sikap persuasif dan edukatif, khususnya dalam menangani pelanggaran ringan selama Ramadhan.

Dengan penguatan patroli di jam-jam ibadah tersebut, aparat berharap stabilitas kamtibmas tetap terjaga, sehingga umat Islam dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah Ramadhan dengan aman, tertib, dan nyaman. (Hms-Is)

Share:

Ramadhan, Jam Operasional RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Seperti Biasa


Kota Bekasi – RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi komitmen memberikan pelayanan prima pada masyarakat. 

Hal ini terbukti, saat Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, di saat layanan publik lainnya membatasi atau mengurangi jam layanan, RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tetap melayani seperti biasa.

Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Dr. dr. Ellya Niken Prastiwi, MKM., MARS yang akrab di sapa dr. Niken mengungkapkan seluruh layanan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tidak ada perubahan jam layanan atau dalam kata lain tetap seperti biasa.

“Layanan rawat jalan seperti biasa, jam pendaftaran hari senin sampai kamis pukul 07:00 s/d 11:00, kemudian hari jumat dan sabtu pukul 07:00 s/d 10:00 WIB”, ungkapnya.

Lebih lanjut dr. Niken menjelaskan “untuk IGD kita juga tetap melayai 24 jam, tidak ada pengurangan jam kerja juga bagi pegawai, jadi pegawai bekerja tetap sesuai dengan jam kerja normal”.

“Layanan rutin lainnya seperti hemodialisa atau cuci darah tetap melayani seperti biasa yang sudah terjadwal, layanan hemodialisa buka 3 shift, bahkan saat ini sudah tersedia layanan hemodialisa pasien infeksius seperti hepatitis B dan HIV”, sambungnya.

“Untuk pengunjung lainnya seperti yang mau besuk juga sama masih seperti biasa, jam besuk di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi hanya di pukul 17:00 s/d 19:00”, jelasnya.

“Jadi untuk warga masyarakat Kota Bekasi yang membutuhkan layanan kesehatan ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid tidak perlu khawatir mengenai jam operasional yang berubah selama ramadhan”, pungkasnya.

Seperti diketahui media sosial RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi sangat aktif, jika ada pengumuman perubahan jam layanan atau pengumuman libur layanan masyarakat bisa mengaksesnya dengan mudah. (Adv) 

Share:

Kadis BMBK Lampung Pastikan Jalan Provinsi Aman Dilalui Selama Arus Mudik


 Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung memastikan seluruh ruas jalan provinsi yang masuk dalam kegiatan pemeliharaan akan ditangani sebelum Lebaran,l. Sehingga tidak ada jalan berlubang yang membahayakan pengguna jalan selama arus mudik dan balik Idulfitri.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menegaskan bahwa penanganan ini bersifat pemeliharaan rutin dan darurat. Difokuskan pada penambalan dan perbaikan titik-titik rusak di ruas jalan provinsi.

“Untuk kepentingan mudik, jalan provinsi harus aman dan nyaman dilalui. Ruas yang masuk pemeliharaan kami tangani sebelum Lebaran, supaya tidak ada lubang yang membahayakan masyarakat,” ujar Taufiqullah.

Ia menegaskan bahwa pekerjaan tersebut berbeda dengan pembangunan 62 ruas jalan tahun 2026. Kegiatan pemeliharaan dilakukan sekarang untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, sementara pembangunan 2026 tetap mengikuti tahapan pengadaan dan akan dilaksanakan setelah proses tender selesai pasca Lebaran.

“Jadi perlu kami luruskan, pemeliharaan menjelang Lebaran jalan terus, sedangkan pembangunan 2026 tetap sesuai aturan dan jadwal setelah tender. Ini dua proses yang berbeda dan tidak saling tumpang tindih,” jelasnya.

Taufiqullah juga menambahkan bahwa seluruh jajaran di lapangan sudah diminta bergerak cepat, khususnya pada ruas-ruas dengan lalu lintas tinggi dan jalur utama mudik antar kabupaten/kota.

“Prinsipnya sederhana, jangan biarkan masyarakat mudik di jalan berlubang. Soal pembangunan 2026, itu tetap kami siapkan secara matang agar pekerjaan fisik bisa langsung berjalan setelah seluruh proses administrasi selesai,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Pemprov Lampung menegaskan komitmennya menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik, sekaligus memastikan program pembangunan jalan tahun 2026 berjalan tertib, jelas, dan sesuai ketentuan. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts