Portal Berita Online

Satpol PP Banten Dukung Gerakan Nasional Indonesia Asri Lewat Instruksi Gubernur


Serang - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Banten Nana Suryana menyatakan dukungannya terhadap Gerakan Nasional Indonesia Asri, Aman, Sehat, Resik dan Indah yang tengah digalakkan pemerintah.

Di Provinsi Banten, gerakan tersebut diperkuat dengan diterbitkannya Instruksi Gubernur Nomor 2 Tahun 2026 tentang Gerakan Banten Bersih di Kawasan Wisata, Sungai, Jalan Protokol, Kawasan Permukiman, dan Perkantoran pada Jumat (27/2).

Nana mengatakan pihaknya siap mengawal pelaksanaan instruksi gubernur tersebut, terutama dalam aspek penegakan ketertiban umum dan pengawasan di lapangan.

“Satpol PP Provinsi Banten siap mendukung penuh pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 2 Tahun 2026 tentang Gerakan Banten Bersih. Kami akan memperkuat pengawasan dan penegakan ketertiban di kawasan wisata, sungai, jalan protokol, permukiman, hingga perkantoran, agar terwujud lingkungan yang asri, aman, sehat, resik, dan indah di seluruh wilayah Banten,” kata Nana.

Ia menegaskan kebersihan dan ketertiban lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat. Kawasan wisata dan sungai, menurutnya, menjadi perhatian karena kerap menghadapi persoalan sampah dan penataan lingkungan.

Selain itu, jalan protokol, kawasan permukiman, dan perkantoran juga menjadi fokus dalam gerakan tersebut guna menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman bagi masyarakat.

Melalui penguatan regulasi tersebut, Pemprov Banten berharap terbangun sinergi antara perangkat daerah, aparat penegak peraturan daerah, serta partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Banten yang bersih dan indah.

Share:

Bhayangkari Lampung Selatan Bagikan Takjil di Pelabuhan Bakauheni Jelang Berbuka


LAMPUNG SELATAN - Bhayangkari Cabang Lampung Selatan membagikan takjil kepada masyarakat di Pelabuhan Bakauheni, Jumat (27/2/2026) sore sekitar pukul 16:30 WIB. Kegiatan tersebut menyasar pekerja pelabuhan, pengguna jasa penyeberangan, serta pengemudi angkutan barang yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa. 

Kegiatan dipimpin langsung oleh Ny. Emy Toni Kasmiri. Pembagian takjil dilakukan di pintu masuk pelabuhan, Dermaga II, hingga kawasan SPBU Garuda Hitam Bakauheni.

Di tengah antrean kendaraan menuju kapal, para anggota Bhayangkari membagikan paket makanan dan minuman berbuka kepada para pengendara. Sejumlah sopir truk terlihat membuka kaca jendela untuk menerima bingkisan, sementara pengendara sepeda motor menepi sejenak.


Ny. Emy Toni Kasmiri mengatakan, aksi sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian Bhayangkari kepada masyarakat yang masih bekerja atau dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba.


“Kami ingin berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan. Semoga takjil ini bisa membantu masyarakat yang sedang bekerja atau dalam perjalanan agar bisa berbuka tepat waktu,” ujarnya.


Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya di ruang-ruang publik yang menjadi pusat aktivitas seperti pelabuhan.


Menjelang azan maghrib, hampir seluruh paket takjil yang disiapkan telah tersalurkan. Di tengah padatnya arus kendaraan dan aktivitas bongkar muat, kegiatan berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari masyarakat.


Bhayangkari Cabang Lampung Selatan berharap kegiatan berbagi di bulan Ramadhan ini dapat terus menumbuhkan kepedulian sosial serta mempererat hubungan dengan masyarakat.

(Red)

Share:

Polsek Palas Kembali Gelar Jumat Berkah Berbagi Takjil Untuk Pengguna Jalan

 ‎


LAMPUNG SELATAN‎— Polsek Palas kembali melaksanakan kegiatan berbagi takjil untuk kedua kalinya pada Jumat sore 27/2/2026 di wilayah Mapolsek Palas, Kabupaten Lampung Selatan. 

Kegiatan sosial tersebut menyasar para pengguna jalan yang melintas di depan kantor polisi (polsek-red) sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, khususnya di hari Jumat.


Kapolsek Palas mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepolisian dalam mendekatkan diri dengan masyarakat. “Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, terutama para pengendara yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa,” ujarnya.


‎Menurutnya, kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya sekadar membagikan makanan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. Ia menambahkan bahwa antusiasme warga cukup tinggi dan kegiatan berlangsung dengan tertib serta lancar.

Sejumlah pengendara mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Salah seorang pengguna jalan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran Polsek Palas. Ia mengatakan bahwa perhatian kecil seperti ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan.

Kegiatan yang dimulai pada sore hari itu berjalan dengan aman hingga selesai. Personel Polsek Palas turut mengatur arus lalu lintas agar pembagian takjil tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.


‎Dengan terlaksananya kegiatan berbagi takjil untuk kedua kalinya ini, Polsek Palas berharap dapat terus menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Lampung Selatan. (Hms-Is)

Share:

Stop Perang Sarung, Bhabinkamtibmas Turun ke Desa Canti Saat Ramadan


LAMPUNG SELATAN - Demi menciptakan kenyamanan dan keamanan dalam menjalankan puasa Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, aparat kepolisian aktif bergerak dan memberikan himbauan.

Aksi perang sarung yang kerap muncul setiap bulan puasa menjadi perhatian serius.

Bhabinkamtibmas Desa Canti, Aipda Deni Maydistira, turun langsung menyosialisasikan larangan perang sarung kepada warga. Ia juga memasang spanduk bertuliskan “Stop Perang Sarung” di sejumlah titik strategis Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Jumat (27/2/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama yang melibatkan remaja. 

Deni menegaskan, perang sarung yang awalnya dianggap tradisi permainan Ramadan, kerap berujung tawuran dan memicu keresahan warga. Karena itu, edukasi kepada remaja dinilai penting agar mereka memahami risiko hukum dan dampak sosial yang bisa timbul.

 

“Bhabinkamtibmas memiliki peran strategis untuk menyampaikan program-program Polri kepada masyarakat desa binaannya. Sosialisasi ini penting agar para remaja memahami sebab dan akibat jika terlibat dalam aksi perang sarung maupun kenakalan remaja lainnya,” ujar Deni.


Tak hanya perang sarung, imbauan juga mencakup larangan tawuran serta penggunaan petasan atau mercon yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain, sekaligus mengganggu kekhusyukan ibadah Ramadan.


Menurutnya, pemasangan banner bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk mencegah gangguan sejak dini.

“Saya berharap selama bulan suci Ramadan tidak ada lagi perang sarung, tawuran, ataupun menyalakan mercon, khususnya di Desa Canti. Mari kita jaga suasana tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

 

Ia juga mengajak masyarakat aktif melaporkan potensi gangguan keamanan kepada Bhabinkamtibmas, Polsek Kalianda, maupun melalui layanan call center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti.

 

Kepolisian berharap, dengan sinergi antara aparat dan warga, suasana Ramadan di Lampung Selatan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa diwarnai aksi kenakalan remaja yang meresahkan.(Is/Tim)

Share:

52 Tahun Menanti, Jalan Kota Dalam-Budidaya Akhirnya Mulus di Era Egi-Syaiful


LAMSEL, Sidomulyo - Penantian panjang warga Kecamatan Sidomulyo selama lebih dari setengah abad akhirnya berakhir.

Ruas Jalan Kota Dalam-Budidaya (R.092) resmi diresmikan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Jumat (27/2/2026), di Desa Budidaya.

Jalan yang disebut warga telah rusak sejak 1973 atau sekitar 52 tahun lalu itu kini berubah menjadi akses yang lebih layak dan aman. Peresmian tersebut disambut antusias masyarakat yang memadati lokasi acara.


Secara teknis, ruas jalan Kota Dalam-Budidaya memiliki panjang 2.420 meter dengan lebar 3 meter. Pada tahun 2025, penanganan dilakukan menggunakan konstruksi rabat beton sepanjang 1.350 meter dengan lebar 3,5 meter. Secara total, panjang jalan yang telah ditangani mencapai 2.150 meter dengan konstruksi rabat beton.


Bagi warga, pembangunan jalan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jawaban atas penantian panjang.

Ratnasih, warga Dusun 4 Desa Budidaya, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia menyebut jalan tersebut terakhir kali tersentuh pembangunan pada 1973.


“Jalan ini dari tahun 1973, jadi sudah 52 tahun baru diperbaiki sekarang ini. Perasaan saya senang sekali. Terima kasih Pak Bupati Radityo Egi Pratama sudah memperbaiki jalan yang sekian lama tidak pernah diperbaiki ini,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Lili Salamah. Ia mengaku bersyukur karena jalan yang selama puluhan tahun rusak akhirnya dibangun.


“Ini jalannya sudah rusak sekitar 52 tahun. Alhamdulillah sekarang sudah dibangun. Dulu waktu kampanye ada janji untuk membangun jalan ini, dan sekarang ditepati. Senang sekali akhirnya diresmikan,” katanya.


Dalam sambutannya, Bupati Egi menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan hingga akhir masa jabatan.

Ia menyampaikan bahwa pada awal 2025 tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Lampung Selatan berada di kisaran 54 persen.


“Dengan berbagai upaya peningkatan kualitas konstruksi jalan sepanjang 2025, alhamdulillah angka kemantapan jalan meningkat menjadi hampir 62 persen,” jelasnya.


Ia memastikan, program pembangunan dan peningkatan kualitas jalan akan terus dilanjutkan pada 2026 hingga 2027 sebagai bagian dari prioritas pemerintah daerah.

Peresmian jalan ruas Kota Dalam-Budidaya menjadi simbol terpenuhinya janji pembangunan sekaligus penanda perubahan nyata bagi masyarakat Sidomulyo.


Setelah lebih dari lima dekade, akses yang dulu rusak dan sulit dilalui kini berubah menjadi jalan yang lebih representatif, membuka harapan baru bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi warga setempat. (Is-Kmf)

Share:

Kakorlantas Pastikan Kesiapan Pelabuhan Bakauheni: Tambahan Pelabuhan


LAMPUNG SELATAN - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melakukan survei langsung ke sejumlah titik strategis di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Selatan Kamis (26/2/2026).

Guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana menjelang Operasi Ketupat Krakatau 2026.

Survei dipimpin Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, bersama jajaran lintas kementerian dan pemangku kepentingan terkait. Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 08.45 WIB saat rombongan tiba di Pelabuhan Bakauheni. 

Selanjutnya pada pukul 08.50 WIB, tim bergerak menuju Pelabuhan BBJ dan Pelabuhan Wika Beton menggunakan kendaraan roda empat untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan dermaga, akses masuk-keluar kendaraan, hingga pola rekayasa lalu lintas.


Sekitar pukul 10.15 WIB, rombongan melanjutkan peninjauan melalui jalur udara menuju Pelabuhan Indah Kiat, Banten, sebagai bagian dari pemetaan menyeluruh lintasan penyeberangan Bakauheni–Merak.


Agus menegaskan, survei ini bertujuan memastikan seluruh simpul transportasi dan infrastruktur pendukung siap menghadapi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026.


“Hari ini saya bersama seluruh stakeholder dari Kemenhub, KemenPU, Dirut Jasa Raharja dan ASDP melaksanakan survei udara dari Jakarta menuju Bakauheni. 

Kita sudah melakukan pengecekan di Pelabuhan BBJ dan Wika Beton. Ini menggembirakan karena ada penambahan satu pelabuhan, yakni Pelabuhan PT. SMA (Sumur Makmur Abadi), sehingga distribusi kendaraan diharapkan lebih cepat,” ujar Agus.


Ia menjelaskan, pengamanan Operasi Ketupat 2026 dibagi dalam empat klaster utama, yakni pengelolaan jalan tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan, serta pengamanan tempat ibadah dan lokasi wisata.


“Operasi Ketupat 2026 memiliki tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’. Kami hadir untuk memastikan perjalanan masyarakat, baik darat, laut, maupun udara, berlangsung selamat hingga sampai tujuan,” kata dia.


Dari hasil peninjauan, sejumlah pelabuhan disiapkan untuk mendukung distribusi kendaraan dan penumpang saat puncak arus mudik.


Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Capt. Suratno, mengatakan pihaknya menyiagakan empat dermaga utama.


“Pelabuhan utama adalah ASDP, kemudian Pelabuhan BBJ, Wika Beton sebagai pelabuhan pendukung, serta pelabuhan kontingensi. Dalam kondisi darurat, kami akan menggunakan Pelabuhan PT SMA. SMA dapat dimanfaatkan untuk kapal RoRo maupun Landing Craft Tank yang mengangkut kendaraan barang dan sepeda motor,” ujarnya.


Menurut dia, optimalisasi Pelabuhan Wika Beton dan SMA akan difokuskan pada kendaraan barang dan sepeda motor guna mengurai kepadatan di pelabuhan utama.

Selain sarana pelabuhan, kesiapan infrastruktur jalan juga menjadi perhatian dalam survei tersebut.


Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum, Wilan Oktavian, menyatakan perbaikan jalan nasional ditargetkan rampung sebelum masa angkutan Lebaran.


“Kami memastikan jalan nasional, baik tol maupun non-tol, pada H-10 atau 10 Maret sudah tanpa lubang. Di jalan tol juga disiapkan buffer zone untuk mendukung delay system di Pelabuhan Bakauheni maupun Merak,” katanya.


Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Rudi Irawan, menambahkan bahwa seluruh pelabuhan yang akan dioperasikan telah dievaluasi berdasarkan standar pelayanan minimal.


“Kami memastikan pelabuhan yang disiapkan untuk angkutan Lebaran sudah memenuhi standar pelayanan minimal. Pelabuhan BBJ saat ini dinilai siap digunakan, dengan harapan cuaca juga mendukung agar pelayanan penyeberangan berjalan lancar,” ujarnya.


Dengan survei langsung oleh Korlantas Polri dan dukungan lintas kementerian, kesiapan sarana-prasarana di lintasan Bakauheni–Merak diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan pergerakan kendaraan serta menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. (Is-*)

Share:

Akhirnya Mulus! Jalan Babatan-Simpang Bayur yang Bertahun-tahun Rusak Kini Resmi Dibuka


 LAMSEL, Katibung - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan meresmikan peningkatan ruas Jalan Babatan-Umbul Bayur (R127) hingga Jalan Tanjungan-Neglasari (R136) di Kecamatan Katibung, Jumat (27/2/2026) sore.

Ruas Babatan-Simpang Bayur sepanjang kurang lebih 850 meter yang sebelumnya rusak dan berlubang, kini resmi dibuka dan dapat digunakan masyarakat.


Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, sekitar pukul 17.32 WIB. Dengan mengucap basmalah, ia menandai beroperasinya akses jalan tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur dasar di wilayah itu.


“Alhamdulillah pada hari ini, tepat di hari Jumat pukul 17.32, ruas jalan Babatan-Simpang Bayur kurang lebih sepanjang 850 meter sudah selesai dikerjakan. Bismillah ini bisa memberikan dampak baik untuk masyarakat dan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Egi.


Sebelum diperbaiki, kondisi jalan tersebut dikeluhkan warga karena berlubang dan bergelombang. Kerusakan bahkan disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan semakin parah dalam tiga hingga empat bulan terakhir. Kondisi itu kerap menyulitkan aktivitas harian, baik bagi pengendara roda dua maupun roda empat.


Desi (40), salah satu warga yang hadir dalam peresmian, mengaku bersyukur atas pembangunan tersebut.


“Terima kasih Pak Bupati Egi, jalannya sudah diperbaiki, sekarang sudah bagus sekali. Dulu rusak berlubang bertahun-tahun, sekarang lewat jadi enak,” ujarnya.


Hal senada disampaikan warga lainnya yang merasakan langsung perubahan kondisi akses transportasi di wilayah tersebut. Dengan jalan yang lebih mulus, mobilitas warga menjadi lebih nyaman dan aman.


Meski demikian, sejumlah warga juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah turut memperhatikan persoalan drainase di sekitar jalan. Mereka mengeluhkan saluran air dan talud yang dinilai kurang memadai, sehingga saat hujan deras kerap terjadi genangan bahkan banjir.


“Ada satu keluhan, kalau hujan deras banjir. Got-got ini tolong diperbaiki biar airnya lancar. Kayaknya kurang tinggi atau bahkan tidak ada salurannya. Kami minta solusi untuk masyarakat Tanjung Ratu,” kata warga lainnya.


Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Egi meminta masyarakat bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun serta menyampaikan bahwa masukan warga akan menjadi perhatian pemerintah daerah.


“Dengan bismillahirrahmanirrahim, jalannya saya resmikan. Terima kasih, tolong dijaga aksesnya, mohon dijaga bersama-sama supaya apa yang sudah dibangun oleh pemerintah bisa awet dan panjang umurnya. Titip aset ini,” pesannya.


Peningkatan ruas jalan di Kecamatan Katibung ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Peresmian tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam memperbaiki infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. (Is-Kmf)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts