Portal Berita Online

Diarak di Atas Bade 24 Meter, Bupati Radityo Egi Bawa Mimpi Besar Balinuraga Jadi 'Penglipuran' Kedua pada 2027


Way Panji- Desa Balinuraga kembali menorehkan sejarah dalam pelaksanaan Ngaben Massal Terbesar di Indonesia, Jumat (7/8/2026). Di tengah ribuan masyarakat yang memadati jalannya prosesi sakral, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mendapat kehormatan langka diarak di atas bade setinggi sekitar 24 meter sebagai simbol penghormatan tertinggi masyarakat adat kepada pemimpin daerah.

Momen yang baru pertama kali terjadi itu bukan sekadar menjadi bagian dari prosesi budaya, tetapi juga menandai eratnya hubungan antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan masyarakat adat yang selama ini konsisten menjaga tradisi warisan leluhur.

Dari penghormatan tersebut lahir sebuah komitmen besar, menjadikan Balinuraga sebagai Desa Wisata Budaya pada tahun 2027 dengan konsep yang terinspirasi dari Desa Penglipuran di Bali.

Di hadapan masyarakat, Bupati Egi menyampaikan optimisme bahwa Balinuraga memiliki seluruh potensi untuk berkembang menjadi destinasi wisata budaya unggulan, selama masyarakat tetap menjaga kekompakan dan mempertahankan nilai-nilai yang selama ini menjadi kekuatan desa.

"Kalau kita sepakat, insyaallah tahun 2027 Balinuraga akan saya jadikan desa wisata seperti Desa Penglipuran di Bali. Syaratnya satu, masyarakat harus tetap kompak menjaga kebersihan, keamanan, keindahan, dan kelestarian budayanya," kata Egi.

Bagi Egi, pengalaman menaiki bade raksasa tersebut menjadi momen yang sangat berkesan. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti prosesi adat seperti itu dan merasakan langsung makna penghormatan yang diberikan masyarakat Balinuraga.

"Saya merasakan pengalaman yang luar biasa. Ini pertama kalinya saya mengikuti prosesi seperti ini. Perasaan saya campur aduk antara haru, bangga, dan bahagia. Saya sangat mengapresiasi masyarakat Desa Balinuraga yang terus menjaga tradisi dan budaya ini," ujarnya.

Menurut Egi, kekayaan budaya yang masih terpelihara, semangat gotong royong masyarakat, serta tingginya kepedulian terhadap adat istiadat merupakan modal besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya. Potensi tersebut dinilai tidak hanya mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas Kabupaten Lampung Selatan sebagai daerah yang kaya akan keberagaman budaya.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyatakan siap memberikan dukungan melalui peningkatan infrastruktur menuju desa, penataan kawasan, hingga penguatan ekosistem pariwisata.

Namun demikian, Egi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa wisata hanya dapat tercapai apabila seluruh masyarakat ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, keamanan, keindahan desa, dan kelestarian budaya.

"Kalau Balinuraga menjadi desa wisata, akses jalannya akan kita perbaiki, lingkungannya dipercantik. Tetapi pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ini harus menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat," tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Balinuraga semata, melainkan aset berharga Lampung Selatan yang memiliki nilai strategis sebagai daya tarik wisata sekaligus warisan yang harus dijaga lintas generasi.

Sementara itu, salah seorang panitia yang terlibat dalam pembangunan bade, Wayan Mantra, mengatakan bahwa keputusan mengarak Bupati Lampung Selatan di atas bade merupakan bentuk penghormatan tertinggi masyarakat adat kepada pemimpin daerah yang dinilai memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya.

"Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Bupati bersama jajaran kami arak di atas bade sebagai simbol penghormatan masyarakat adat sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Desa Balinuraga," ujar Wayan Mantra.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Ketua PHDI Provinsi Lampung Dr. I Nyoman Setiawan, Camat Way Panji Raden Permata Marga, serta tokoh agama dan pemuka adat setempat.

Perpaduan antara prosesi Ngaben Massal yang megah, penghormatan adat kepada kepala daerah, dan komitmen membangun desa wisata berbasis budaya menjadikan perhelatan tahun ini bukan hanya sebuah upacara keagamaan, tetapi juga titik awal lahirnya visi baru bagi Balinuraga.

Dari desa yang berhasil menjaga tradisi, Balinuraga kini menatap masa depan sebagai destinasi wisata budaya yang diharapkan mampu menjadi ikon baru Kabupaten Lampung Selatan. (Kmf)

Share:

Bupati Lampung Selatan Hadiri Ngaben Massal di Balinuraga


LAMSEL, Way Panji - Ribuan warga memadati Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, saat prosesi puncak Upacara Pitra Yadnya atau Ngaben Massal berlangsung khidmat dan megah, Jumat (7/8/2026).

Di tengah lautan manusia yang mengiringi bade menuju setra, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, turut menyaksikan secara langsung kemegahan tradisi yang dikenal sebagai salah satu Ngaben terbesar di Indonesia.

Kehadirannya menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas daerah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Ngaben Massal Balinuraga bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga aset budaya yang memperkaya keberagaman dan memperkuat jati diri daerah.

Bupati Egi menegaskan bahwa keberlangsungan tradisi seperti Ngaben Massal merupakan kekuatan budaya yang harus terus dijaga bersama.

Menurutnya, kelestarian budaya hingga saat ini tidak terlepas dari komitmen masyarakat dalam merawat dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada setiap generasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Egi saat menghadiri sekaligus melepas prosesi pengarakan bade atau bale tajuk menuju Tempat Pemakaman Umum (Setra) sebagai rangkaian puncak pelaksanaan Ngaben Massal di Desa Balinuraga.

Turut mendampingi Bupati Egi, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Lampung Dr. I Nyoman Setiawan, Camat Way Panji Raden Permata Marga, Ketua PHDI Kabupaten Lampung Selatan Made Sugriwa, tokoh agama, tokoh adat, serta tamu undangan dan masyarakat dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Egi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Balinuraga yang dinilai berhasil menjaga sekaligus mewariskan adat dan budaya secara konsisten. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Ngaben Massal tidak terlepas dari kuatnya persaudaraan dan semangat gotong royong yang terus dipelihara masyarakat.

"Saya melihat sendiri bagaimana adat, budaya, dan semangat gotong royong terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Inilah kekayaan yang sangat berharga bagi Kabupaten Lampung Selatan yang harus terus kita jaga bersama," ujar Bupati Egi.

Ia menambahkan, Ngaben Massal bukan semata prosesi adat dan keagamaan, melainkan juga menjadi simbol persatuan masyarakat. Hal itu terlihat dari hadirnya keluarga peserta upacara yang datang dari berbagai daerah, seperti Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, hingga Pulau Bali.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Bupati Egi juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh keluarga peserta dan tamu yang hadir. Menurutnya, momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap warisan budaya bangsa.

"Kehadiran Bapak dan Ibu menjadi bukti nyata eratnya tali persaudaraan dalam menjaga warisan adat dan budaya yang kita banggakan. Desa Balinuraga telah menjadi tempat berkumpulnya keluarga besar, bukan hanya untuk melaksanakan upacara adat, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan yang telah terjalin sejak lama," katanya.

Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Lampung Selatan, Made Sugriwa, menjelaskan bahwa Ngaben Massal tahun ini diikuti 270 sawa, terdiri atas 153 jenazah dewasa dan 117 jenazah anak-anak. Pelaksanaan kegiatan juga didukung sekitar 500 panitia dan relawan yang terlibat sejak tahap persiapan hingga puncak acara.

Menurut Made Sugriwa, penyelenggaraan Ngaben Massal tidak hanya membawa makna spiritual dan budaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Selama rangkaian kegiatan berlangsung, diperkirakan 15.000 hingga 16.000 orang hadir di Desa Balinuraga, sehingga turut menggerakkan aktivitas usaha masyarakat, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Selama rangkaian kegiatan berlangsung, diperkirakan sekitar 15.000 hingga 16.000 orang hadir di Desa Balinuraga. Kehadiran ribuan pengunjung tersebut turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat," ujarnya.

Ia berharap penyelenggaraan Ngaben Massal pada periode berikutnya dapat didukung dengan penataan yang semakin baik, khususnya dalam penyediaan fasilitas bagi tamu dari luar daerah. Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa Ngaben Massal Balinuraga telah berkembang menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Lampung Selatan kepada masyarakat yang lebih luas.

Pelaksanaan Ngaben Massal Desa Balinuraga kembali menegaskan bahwa keberagaman budaya merupakan kekuatan yang menjadi identitas Kabupaten Lampung Selatan.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen terus mendukung pelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan. (Kmf)

Share:

Bukan di Bali, Ngaben Massal Balinuraga Memikat Turis Italia dan Puluhan Ribu Pengunjung

 


DISKOMINFO LAMSEL, Way Panji - Lautan manusia memenuhi Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (7/8/2026).

Sejak pagi, puluhan ribu masyarakat dari berbagai daerah tumpah ruah mengikuti puncak prosesi Ngaben Massal yang dikenal sebagai tradisi Ngaben terbesar di Indonesia.

Di tengah kerumunan itu, tampak pula seorang wisatawan asal Italia yang rela datang untuk menyaksikan secara langsung kekayaan budaya dan tradisi suci yang hanya dapat dijumpai di Indonesia.

Pemandangan tersebut menjadi gambaran bagaimana Ngaben Massal Balinuraga telah berkembang tidak hanya sebagai prosesi keagamaan umat Hindu, tetapi juga sebagai daya tarik budaya yang mampu mengundang perhatian masyarakat dari berbagai penjuru tanah air, bahkan hingga mancanegara.

Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan ribu orang memadati puncak Ngaben Massal 2026 di Desa Balinuraga. Mereka datang dari berbagai daerah di Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Jakarta, hingga Pulau Bali untuk menyaksikan prosesi sakral yang sarat nilai spiritual, gotong royong, dan persaudaraan.

Antusiasme itu juga dirasakan Mirco, wisatawan asal Italia yang mengaku selalu menyempatkan diri berkunjung ke Balinuraga setiap kali berada di Indonesia.

Setelah sebelumnya menyaksikan perayaan Ogoh-ogoh, tahun ini ia akhirnya berkesempatan melihat langsung prosesi Ngaben Massal.

"Saya senang berada di sini. Orang-orangnya ramah dan selalu tersenyum. Di Italia tidak ada tradisi seperti ini. Saya sangat mencintai budaya Indonesia," ujar Mirco.

Bagi Mirco, Ngaben Massal bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan pengalaman budaya yang memperlihatkan eratnya hubungan masyarakat dengan tradisi serta kuatnya nilai kebersamaan yang tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Kesan serupa juga datang dari Dewi, pengunjung asal Jakarta. Ia mengaku baru pertama kali menyaksikan langsung prosesi Ngaben Massal dan tidak menyangka tradisi tersebut juga dilaksanakan di Kabupaten Lampung Selatan.

"Awalnya saya pikir prosesi (ngaben) seperti ini hanya ada di Bali. Ternyata di Lampung Selatan juga ada dan menurut saya luar biasa. Budaya seperti ini sangat positif karena menunjukkan kebersamaan tanpa memandang perbedaan. Saya senang sekali bisa menyaksikannya secara langsung," ungkap Dewi.

Sementara itu, Artini, warga Nusa Penida, Bali, sengaja datang ke Balinuraga untuk mengikuti prosesi Ngaben Massal sekaligus mendoakan anggota keluarganya.

"Saya datang langsung dari Nusa Penida untuk mengikuti prosesi Ngaben Massal dan mendoakan saudara-saudara saya yang ada di sini," tuturnya.

Tidak hanya menarik perhatian pengunjung, pelaksanaan Ngaben Massal juga memberikan kemudahan bagi umat Hindu yang mengikuti prosesi tersebut. Hal itu disampaikan Wayan Sudarto, peserta asal Kabupaten Mesuji.

Menurutnya, pelaksanaan secara massal membuat prosesi menjadi lebih ringan, baik dari sisi biaya maupun pelaksanaan karena seluruh rangkaian telah dikelola oleh desa adat.

"Di sini masyarakatnya kompak. Prosesi Ngaben Massal sudah ditangani oleh desa adat sehingga kami merasa lebih mudah. Karena dilaksanakan secara massal, biayanya juga lebih ringan," kata Wayan.

Beragam testimoni dari pengunjung maupun peserta memperlihatkan bahwa Ngaben Massal Balinuraga telah melampaui makna sebagai tradisi adat semata. Prosesi ini menjadi ruang perjumpaan berbagai latar belakang masyarakat yang dipersatukan oleh penghormatan terhadap budaya, nilai kemanusiaan, dan semangat kebersamaan.

Kehangatan masyarakat, kekompakan warga, serta kemegahan prosesi yang berlangsung khidmat meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang hadir.

Dari warga sekitar, masyarakat lintas provinsi, hingga wisatawan mancanegara, semuanya menjadi saksi bahwa Balinuraga mampu menghadirkan sebuah tradisi budaya yang tidak hanya lestari, tetapi juga semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Lampung Selatan.

Ngaben Massal Balinuraga pun kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ikon budaya Indonesia yang mampu memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara kepada masyarakat luas. Lebih dari sekadar upacara keagamaan, tradisi ini menjadi jembatan yang mempererat persaudaraan sekaligus membawa nama Kabupaten Lampung Selatan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. (Kmf)

Share:

Perbaikan Jalan RA Basyid Segera Dimulai, Pemkab Lampung Selatan Pastikan Mobilitas Warga Lebih Aman dan Nyaman


Kalianda - Harapan masyarakat agar Jalan RA Basyid di Kecamatan Jati Agung segera diperbaiki kini mulai terjawab. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memastikan penanganan ruas jalan tersebut telah dipersiapkan dan akan segera memasuki tahap pelaksanaan.

Jalan yang menjadi salah satu akses utama penghubung Kabupaten Lampung Selatan dengan Kota Bandar Lampung itu dipastikan akan segera diperbaiki setelah anggaran penanganannya dialokasikan pada Tahun Anggaran 2026 dan proses kontrak pekerjaan telah selesai.

Selama beberapa waktu terakhir, kondisi Jalan RA Basyid menjadi sorotan masyarakat karena mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Lubang-lubang yang cukup dalam dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Bahkan, di beberapa lokasi warga memasang ban bekas sebagai penanda agar pengendara lebih waspada dan terhindar dari kecelakaan.

Sebagai jalur penghubung yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua, roda empat hingga kendaraan bertonase besar, ruas jalan tersebut memiliki tingkat mobilitas yang tinggi.

Kepadatan lalu lintas biasanya meningkat pada sore hari ketika masyarakat kembali dari tempat kerja maupun aktivitas lainnya, sehingga kondisi jalan yang rusak kerap menimbulkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran bagi pengguna jalan.

Menanggapi berbagai keluhan masyarakat tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan ruas jalan tersebut pada tahun 2026.

Hendry mengatakan, berdasarkan data yang diterima Dinas Kominfo dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan, penanganan jalan tersebut berada pada Ruas Jalan Karang Sari-Batas Bandar Lampung yang merupakan jalan kabupaten dengan Nomor Ruas 201 dan memiliki total panjang 4,47 kilometer.

Ia merinci, dari total panjang ruas jalan tersebut, sepanjang 450 meter berada dalam kondisi baik, 1.600 meter berkondisi sedang, 2.090 meter mengalami kerusakan ringan, dan 330 meter masuk kategori rusak berat.

"Pada Tahun Anggaran 2026 Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.130.985.584 untuk rehabilitasi ruas jalan tersebut dengan target penanganan sepanjang 750 meter menggunakan konstruksi AC-WC," ujar Hendry, Kamis (6/8/2026).

Lebih lanjut Hendry menyampaikan, pekerjaan rehabilitasi jalan itu kini telah memasuki tahapan pelaksanaan administrasi. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah menandatangani kontrak dengan penyedia jasa CV. Bintang Artha Nagendra melalui Nomor Kontrak 118/KTR/KONS-BM/DPUPR-LS/APBD/2026 tertanggal 30 Juli 2026.

"Saat ini penyedia jasa sedang melakukan persiapan untuk memulai pekerjaan di lapangan," kata Hendry.

Hendry memahami tingginya harapan masyarakat agar seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan dapat segera diperbaiki. Namun demikian, ia mengajak masyarakat memahami bahwa pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah saat ini harus melakukan penyesuaian skala prioritas sebagai dampak dari keterbatasan anggaran, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Karena itu, penanganan infrastruktur dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan ruas-ruas yang menjadi prioritas berdasarkan tingkat kerusakan, volume lalu lintas, serta manfaat bagi masyarakat.

"Keluhan masyarakat menjadi perhatian kami. Pemerintah tidak tinggal diam dan terus berupaya melakukan perbaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang ada. Kami berharap masyarakat dapat terus mendukung agar pembangunan berjalan lancar. Dengan dimulainya perbaikan ini, semoga kondisi Jalan RA Basyid semakin baik sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih aman, nyaman, dan lancar," tutup Hendry. (Kmf)

Share:

GMBI Lampung Bersama Polda Baksos di Bakauheni, Bagikan Puluhan Paket Sembako


LAMPUNG SELATAN -- Dalam rangka memperingati HUT RI ke-81 tahun, LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Provinsi Lampung bersama GMBI Distrik Kabupaten Lampung Selatan gelar bakti sosial (baksos) salurkan sembako ke masyarakat.

Pembagian sembako dilakukan LSM GMBI Provinsi Lampung didampingi Direktorat Intel Polda Lampung yang dipusatkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Pilu Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan.

Bakti sosial GMBI Peduli bukan kali pertama, melainkan menjadi giat rutin sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat serta bentuk kepedulian GMBI terhadap masyarakat bawah yang membutuhkan ditengah kondisi harga kebutuhan bahan pokok yang meningkat.

Ketua GMBI Provinsi Lampung Heri Prasojo, SH, MH mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata eksistensi keberadaan LSM GMBI ditengah-tengah masyarakat yang membutuhkan.

"Alhamdulillah tahun ini kami (GMBI Provinsi Lampung - GMBI Kabupaten Lamsel) didampingi Polda Lampung kembali bagikan puluhan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan seperti di Muara Pilu Bakauheni Lamsel ini," ujar Ketua Heri Prasojo, SH, MH kepada media, Kamis (6/8/2026).

Menurut Heri Prasojo, SH, MH mengatakan semoga bantuan sembako yang diberikan hari ini dapat meringankan beban masyarakat, meskipun sembako tidak banyak, namun itulah bentuk kepedulian GMBI terhadap masyarakat sekitar.

"Hari ini saya didampingi tim Polda Lampung melaksanakan baksos 'GMBI Peduli', semoga  bermanfaat bagi masyarakat, apalgi kondisi saat ini harga kebutuhan sembako semakin meningkat," katanya.

Dilain sisi kata pengacara asal Kalianda Lampung Selatan ini, pihaknya mengajak kepada seluruh Ketua Distrik (Kabupaten), KSM (Kecamatan) serta anggota GMBI untuk hadir ditengah-tengah masyarakat, membantu masyarakat dengan harapan kehadiran LSM GMBI dirasakan masyarakat.

"Berbagi itu indah, apalagi untuk masyarakat yang membutuhkan. Saya mengajak seluruh GMBI di 15 Kabupaten Kota di Provinsi Lampung untuk menyisihkan uang untuk menyalurkan sembako ke masyarakat sekitar," imbuhnya.

Kemudian kata pemilik kantor hukum Naga Selatan Indonesia Law firm ini, keberadaan LSM GMBI khususnya di Provinsi Lampung sudah dirasakan masyarakat bahkan GMBI Lampung sangat terbuka bagi masyarakat yang merasa dirugikan atau tersandung hukum.

"Selain untuk kontrol sosial terhadap kebijakan dan program pemerintah, GMBI memiliki sisi positif untuk masyarakat yang membutuhkan, salah satunya menyalurkan sembako untuk keluarga kurang mampu meskipun tidak banyak.

Ditempat yang sama, salah satu penerima manfaat mengucapkan terima kasih kepada LSM GMBI Provinsi Lampung dan LSM GMBI Kabupaten Lampung Selatan, semoga berkah dan jaya selalu GMBI.

"Terima kasih banyak, semoga selalu diberi kelancaran dalam beraktifitas, ditambah rezekinya dan sehat selalu, GMBI semakin jaya dan peduli sama masyarakat kurang mampu," tutupnya.

Sekedar untuk diketahui, penyaluran sembako di Muara Pilu, selain didampingi Direktorat Intel Polda Lampung, turut hadir Ketua GMBI Distrik Lamsel Casmayanto, Ketua KSM Bakauheni Saefuddin dan anggota. (Red).

Share:

Enam Pelabuhan ASDP Resmi Terapkan Standar Baru Keselamatan Nasional

 


Merak, 5 Agustus 2026 - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi mengimplementasikan secara penuh program Sterilisasi Pelabuhan secara serentak di enam pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar, pada Rabu (5/8). Momentum ini menandai babak baru transformasi layanan penyeberangan nasional menuju tata kelola pelabuhan yang semakin aman, tertib, modern, dan berorientasi pada keselamatan pengguna jasa.

Implementasi serentak tersebut dilaksanakan di lima cabang operasional ASDP yang mencakup enam pelabuhan utama, yaitu Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar. Penerapan ini menjadi puncak dari rangkaian persiapan yang telah dimulai sejak soft launching pada 20 Juli 2026. Seremoni go live dilaksanakan secara serentak di seluruh lokasi dan turut dihadiri jajaran Direksi ASDP.

Selama masa transisi, ASDP bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan melakukan penyempurnaan mekanisme operasional, sosialisasi kepada pengguna jasa dan pelaku usaha, hingga penguatan koordinasi lintas instansi untuk memastikan seluruh sistem berjalan optimal sejak hari pertama implementasi.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa sterilisasi pelabuhan bukan sekadar perubahan tata ruang kawasan, melainkan transformasi budaya operasional yang menempatkan keselamatan sebagai nilai utama dalam setiap proses pelayanan.

"Hari ini menjadi tonggak penting transformasi layanan penyeberangan nasional. Sterilisasi pelabuhan bukan sekadar penataan kawasan, melainkan perubahan budaya operasional yang memastikan setiap aktivitas di kawasan pelabuhan berlangsung secara aman, tertib, dan sesuai standar. Kami percaya pelabuhan yang aman akan melahirkan perjalanan yang nyaman, operasional yang semakin andal, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan," ujar Heru.

Pada hari pertama implementasi, pengendalian kawasan pelabuhan berjalan sesuai rencana melalui pengaturan akses yang lebih tertib, pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung operasional, penataan aktivitas di area pelabuhan, serta penguatan pengawasan melalui sinergi bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan. Upaya ini menjadi fondasi penting dalam membangun budaya operasional yang semakin disiplin, sekaligus memastikan seluruh aktivitas di kawasan pelabuhan berlangsung sesuai standar keselamatan dan keamanan.

Di Pelabuhan Merak, implementasi sterilisasi turut difokuskan pada penataan kawasan secara menyeluruh melalui penertiban aktivitas di area operasional, pendataan ulang seluruh pihak yang beraktivitas, penataan pedagang dengan identitas resmi, serta penguatan fasilitas pengawasan. Penerapan One Gate System (OGS) memperkuat pengendalian akses, sementara Automatic Gate System memangkas waktu layanan truk dari 10–15 menit menjadi 1–2 menit sehingga operasional pelabuhan menjadi lebih efisien. Sementara di Pelabuhan Bakauheni, implementasi diperkuat melalui penataan jalur lalu lintas kendaraan, pembangunan kantong parkir roda dua, penyempurnaan rambu dan media informasi, serta optimalisasi sistem pengendalian akses.

*Sosialisasi Intensif*
Pada lintasan Ketapang–Gilimanuk, implementasi difokuskan pada penguatan kepatuhan operasional melalui sosialisasi intensif kepada seluruh stakeholder, pengawasan penggunaan APD, patroli gabungan secara rutin, serta penerapan pengaturan akses berbasis zonasi sehingga area operasional hanya dapat diakses oleh petugas sesuai tugas dan kewenangannya.

Adapun di Pelabuhan Kayangan dan Lembar, implementasi ditandai dengan penguatan pengendalian akses berbasis Face Recognition, penyematan APD secara simbolis kepada perwakilan stakeholder, serta peninjauan langsung kawasan steril sebagai bagian dari komitmen bersama mewujudkan pelabuhan yang aman, tertib, dan profesional.

Sejalan dengan implementasi tersebut, Kepala BPTD Kelas II Banten, Eko Indrayanto, menyampaikan bahwa pelaksanaan sterilisasi menjadi momentum penting setelah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 91 Tahun 2021 diterbitkan dan kini dapat dijalankan secara penuh.

"Setelah kurang lebih lima tahun sejak PM Nomor 91 Tahun 2021 diterbitkan, implementasi ini akhirnya dapat dilaksanakan. Kami mengapresiasi PT ASDP yang terus berinovasi dan melakukan perubahan yang sangat signifikan. Dengan adanya sterilisasi ini diharapkan keselamatan, keamanan, dan ketertiban di pelabuhan semakin terjamin," jelas Eko.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan keberhasilan go live hari ini merupakan buah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung proses sosialisasi hingga implementasi penuh di lapangan.

"Sterilisasi merupakan langkah bersama dalam membangun budaya operasional yang lebih disiplin, profesional, dan berorientasi pada keselamatan. Ke depan, pelaksanaan ini akan terus dievaluasi dan disempurnakan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh pengguna jasa serta seluruh ekosistem pelabuhan," ujar Windy.

*Standar Baru*
Dukungan juga datang dari kalangan akademisi. Pengamat transportasi Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menilai sterilisasi pelabuhan merupakan langkah strategis yang tidak lagi dapat ditunda sebagai bagian dari modernisasi transportasi penyeberangan nasional.

"Kebijakan ini akan memperkuat aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas layanan, sekaligus meningkatkan kelancaran arus logistik maupun mobilitas masyarakat melalui operasional yang lebih tertib dan efisien. Selain itu, kesiapan infrastruktur serta sinergi seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar implementasi berjalan konsisten dengan tetap memperhatikan aspek sosial masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem pelabuhan," ujarnya.

Melalui implementasi serentak di lima cabang operasional yang mencakup enam pelabuhan utama, ASDP optimistis sterilisasi akan menjadi standar baru pengelolaan pelabuhan penyeberangan nasional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, berorientasi pada keselamatan, serta selaras dengan praktik pengelolaan pelabuhan berstandar internasional. Transformasi ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi penyeberangan Indonesia sekaligus mendukung konektivitas nasional yang lebih andal dan berkelanjutan.

*CORPORATE SECRETARY PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)*

Share:

Analisis Dugaan Penyimpangan DD Sinar Pasemah Lampung Selatan Capai Rp1,8 Miliar


LAMPUNG SELATAN – Dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Desa (DD) di Desa Sinar Pasemah, Candipuro, Lampung Selatan mencuat. Sebuah dokumen analisis yang disusun Law Firm Mahatva Yodha, menyebut adanya indikasi penyimpangan anggaran selama empat tahun, mulai Tahun Anggaran 2022 hingga 2025, dengan estimasi potensi kerugian keuangan negara mencapai sedikitnya Rp1,8 miliar.

Dalam dokumen tersebut disebutkan, total pagu Dana Desa Sinar Pasemah selama periode 2022–2025 mencapai Rp4,56 miliar, dengan realisasi penyaluran sekitar Rp4,13 miliar. Sejumlah pos anggaran dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut karena disebut belum didukung bukti administrasi maupun hasil pekerjaan yang memadai.

Analisis tersebut menguraikan sejumlah temuan yang diklaim berulang setiap tahun, di antaranya penggunaan anggaran keadaan mendesak, penyertaan modal BUMDes, insentif RT/RW, operasional pemerintah desa, hingga pembangunan infrastruktur yang disebut belum didukung dokumen pertanggungjawaban maupun bukti fisik sesuai nilai anggaran.

Pada Tahun Anggaran 2022, misalnya, dokumen itu menyoroti penggunaan anggaran keadaan mendesak senilai lebih dari Rp417 juta, pembangunan saluran irigasi, serta sejumlah belanja PAUD, Posyandu, dan operasional desa yang menurut penyusun analisis memerlukan penjelasan lebih lanjut terkait realisasi dan pertanggungjawabannya.

Sementara pada Tahun Anggaran 2023, sorotan diarahkan pada program ketahanan pangan berupa lumbung desa dengan nilai hampir Rp300 juta, yang disebut belum ditemukan bukti fisik maupun laporan distribusi manfaat. Selain itu, anggaran operasional pemerintah desa dan belanja keadaan darurat juga menjadi bagian dari analisis tersebut.

Memasuki Tahun Anggaran 2024, perhatian tertuju pada penyertaan modal BUMDes sebesar Rp100 juta, pembangunan jalan desa, serta pembayaran insentif RT/RW. Penyusun dokumen menyebut sejumlah kegiatan tersebut perlu diaudit lebih mendalam untuk memastikan kesesuaian antara penggunaan anggaran dengan pelaksanaan di lapangan.

Sedangkan pada Tahun Anggaran 2025, analisis menyoroti belum tersalurkannya sebagian Dana Desa, tambahan penyertaan modal BUMDes, pembayaran insentif RT/RW, serta penggunaan anggaran keadaan mendesak yang dinilai memerlukan penjelasan resmi dari pemerintah desa.

Secara keseluruhan, dokumen tersebut menyebut adanya pola yang diduga berulang selama empat tahun, mulai dari penggunaan pos keadaan mendesak, dugaan pemecahan pekerjaan, penyertaan modal BUMDes, hingga belanja operasional dan insentif yang disebut belum didukung dokumen pertanggungjawaban yang memadai.

Meski demikian, seluruh temuan dalam dokumen tersebut masih merupakan dugaan dan belum dapat disimpulkan sebagai tindak pidana sebelum adanya pemeriksaan oleh aparat penegak hukum maupun auditor yang berwenang.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sinar Pasemah, Hadi Mustopa, belum memberikan keterangan. (Is)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts