Portal Berita Online

Borong Penghargaan Nasional, Perumda Tirta Jasa Lampung Selatan Raih TOP BUMD Awards 2026 Bintang 4


Jakarta - Perumda Air Minum Tirta Jasa Kabupaten Lampung Selatan menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan TOP BUMD Awards 2026 kategori Bintang 4.

Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan kinerja perusahaan daerah, tetapi juga mencerminkan peningkatan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Prestasi tersebut semakin lengkap dengan diraihnya penghargaan TOP Pembina BUMD 2026 oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, serta TOP CEO BUMD 2026 yang diberikan kepada Direktur Perumda Air Minum Tirta Jasa, Julianto.

Ketiga penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam acara puncak TOP BUMD Awards 2026 yang digelar di Dian Ballroom, Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).

Ajang TOP BUMD Awards merupakan penghargaan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA). Penilaian dilakukan secara komprehensif terhadap kinerja, inovasi, serta kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran BUMD, khususnya Perumda Air Minum Tirta Jasa.

“Alhamdulillah, ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh jajaran pengurus BUMD, khususnya PDAM di Kabupaten Lampung Selatan,” ujarnya.

Bupati Egi menegaskan, penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi pelayanan kepada masyarakat.

“Harapannya, ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk bekerja lebih baik dan lebih inovatif ke depan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Egi menekankan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola perusahaan daerah agar semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan pelayanan optimal.

Pada tahun 2026, sebanyak 248 BUMD dan BLUD dari seluruh Indonesia mengikuti ajang ini, meningkat 4,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 218 BUMD dinyatakan mengikuti seluruh tahapan penilaian secara lengkap.

Sejak pertama kali digelar pada 2016, TOP BUMD Awards menjadi salah satu tolok ukur nasional dalam mendorong BUMD agar lebih profesional, inovatif, dan berdaya saing. (Kmf-Is)

Share:

Wakil Ketua DPRD Lampung Selatan Hadirkan Harapan Baru Bagi Korban Pekerja Ilegal Merauke


 LAMPUNG SELATAN - Didampingi Camat Kalianda, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Lampung Selatan dari Partai Amanat Nasional (PAN), Bela Jayanti, mengunjungi kediaman Aji, korban pekerja ilegal di Merauke, Papua Selatan.

Kunjungan tersebut berlangsung di Lingkungan V Sukajadi, Kelurahan Bumi Agung, Kecamatan Kalianda, pada Senin (13/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Camat Kalianda Ruris Apdani, S.Pd., Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kemensos RI Kecamatan Kalianda Ahmad Syarifuddin beserta jajaran, perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan, Kepala Dinas Sosial Fuji Sukamto, Lurah Bumi Agung Irpan Rosyadi, S.Pd., tim kesehatan Puskesmas Kalianda, serta bidan Kelurahan Bumi Agung Rika bersama tim.

Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Lampung Selatan terhadap warganya yang mengalami musibah korban pekerja ilegal di luar daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bela Jayanti menyampaikan imbauan agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar daerah maupun luar negeri yang tidak jelas prosedurnya.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming pekerjaan yang menjanjikan gaji besar, namun tidak melalui jalur resmi. Pastikan semua proses sesuai aturan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Bela Jayanti.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya hadir dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Kami bersama pemerintah daerah akan terus mendorong pendampingan dan perlindungan bagi warga, khususnya yang menjadi korban praktik pekerja ilegal,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Kalianda Ruris Apdani, S.Pd., menyampaikan bahwa pihak kecamatan akan terus bersinergi dengan semua pihak dalam memberikan perhatian kepada masyarakat.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan warga mendapatkan pendampingan yang maksimal, baik dari segi kesehatan maupun sosial,” ujar Ruris.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam menerima informasi lowongan pekerjaan.

“Pastikan setiap tawaran pekerjaan melalui jalur resmi sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tambahnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan, Fuji Sukamto, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan perhatian dan pendampingan terhadap korban.

“Kami dari Dinas Sosial akan terus hadir memberikan pendampingan, baik dalam proses pemulihan maupun pemenuhan kebutuhan dasar korban. Ini menjadi komitmen kami dalam melindungi masyarakat,” ungkap Fuji Sukamto.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait prosedur kerja yang aman dan legal.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu mengikuti prosedur resmi dalam bekerja serta melaporkan jika menemukan praktik perekrutan tenaga kerja ilegal,” tambahnya.

Sementara itu, TKSK Kemensos RI Kecamatan Kalianda Ahmad Syarifuddin menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan terhadap korban dan keluarga.

“Kami bersama Dinas Sosial akan terus mendampingi Aji dan keluarga, baik dari sisi sosial maupun kebutuhan lainnya, agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” ungkap Ahmad Syarifuddin.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah praktik pekerja ilegal.

“Kami berharap masyarakat lebih waspada dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait apabila menemukan indikasi perekrutan tenaga kerja yang tidak sesuai prosedur,” tambahnya.

Selain memberikan dukungan moril, rombongan juga memastikan kondisi kesehatan Aji pasca kepulangannya, serta mendorong agar penanganan dan pendampingan terhadap korban dapat terus dilakukan secara maksimal.

Pemerintah daerah melalui instansi terkait diharapkan terus hadir dalam memberikan perlindungan serta pendampingan bagi masyarakat, khususnya yang menjadi korban praktik pekerja ilegal. (Red)

Share:

Camat Rajabasa Kunjungi SDN 2 Way Muli Pantau Kegiatan Belajar Mengajar


LAMPUNG SELATAN – Camat Rajabasa melakukan kunjungan ke SDN 2 Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (13/4/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memantau langsung kondisi lingkungan sekolah serta kegiatan belajar mengajar.

Dalam kunjungannya, Camat Rajabasa meninjau sejumlah fasilitas sekolah, termasuk kebersihan toilet (WC) serta memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan kondusif.

Camat Rajabasa juga memberikan arahan kepada para guru dan tenaga pendidik agar selalu mengedepankan profesionalisme dalam bekerja. Ia menekankan pentingnya mencintai pekerjaan sebagai bentuk tanggung jawab dalam dunia pendidikan.

“Cintai pekerjaan, sayangi pekerjaan, dan layani siswa dengan sepenuh hati. Karena dari sinilah masa depan generasi kita dibentuk,” ujar Camat Rajabasa.

Selain itu, Camat juga mengingatkan agar pihak sekolah turut mendukung dan menjalankan program Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yakni program ABRI (Asri, Bersih, Rapi, dan Indah) serta BKW (Bersih, Kering, dan Wangi).

Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman akan sangat berpengaruh terhadap semangat belajar siswa serta kesehatan seluruh warga sekolah.

Tak hanya itu, Camat Rajabasa juga menyampaikan pesan moral kepada para siswa agar saling menyayangi sesama teman dan menjaga lingkungan sekitar.

“Cintai sesama teman dan cintai lingkungan sekitar. Dengan begitu, kita bisa menciptakan suasana sekolah yang harmonis dan menyenangkan,” pesannya.

Kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah dalam menjaga kebersihan, kedisiplinan, serta meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Kecamatan Rajabasa. (Red)

Share:

Survei Tunjukkan Kepuasan Publik Tinggi, ASDP Sukses Kelola Mudik 2026


Jakarta, 10 April 2026 – Di tengah derasnya arus mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menunjukkan ketangguhan operasionalnya. Lonjakan signifikan di berbagai lintasan tidak menjadi hambatan, melainkan momentum pembuktian bahwa layanan penyeberangan nasional mampu tetap berjalan lancar, aman, dan terkendali.

Keberhasilan ini selaras dengan pernyataan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, yang menegaskan bahwa seluruh moda transportasi—darat, kereta api, laut, dan udara—berjalan optimal. Ia memastikan tidak terdapat kendala menonjol, baik pada arus mudik maupun arus balik tahun ini.
Capaian tersebut diperkuat oleh berbagai hasil survei independen. Survei ITS mencatat Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 82,15 atau masuk kategori baik, meningkat 3,45 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Lembaga KedaiKOPI menunjukkan 88,8 persen responden merasa puas terhadap manajemen mudik pemerintah.

Sementara itu, Indikator mencatat tingkat kepuasan sebesar 85,3 persen di kalangan pemudik—menegaskan bahwa layanan transportasi nasional berjalan optimal di tengah tekanan trafik tinggi. Dari survey tersebut, diketahui bahwa IKM layanan pada moda penyeberangan pada moda penyeberangan tercatat mencapai nilai 77,48. Capaian ini mencerminkan tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap aspek pelayanan selama periode Angkutan Lebaran.

Di lapangan, dinamika operasional tetap terjadi, terutama di titik krusial seperti Pelabuhan Gilimanuk. Kepadatan sempat berlangsung selama dua hari pada puncak arus mudik. Namun, kondisi tersebut berhasil diurai secara efektif pada hari ketiga melalui langkah strategis—mulai dari penerapan buffer zone, percepatan layanan kendaraan besar, hingga prioritas penyeberangan bagi kendaraan roda dua.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi erat lintas sektor. Sinergi antara ASDP, Kementerian Perhubungan, TNI, Kepolisian, KSOP, BPTD, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas layanan.

“Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak dalam memastikan layanan tetap optimal di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Sinergi ini menjadi kunci menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Sejak awal periode Angkutan Lebaran, ASDP telah mengantisipasi lonjakan trafik melalui strategi terukur di empat cabang utama—Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk. Optimalisasi armada dilakukan secara dinamis dengan dukungan pola operasi Tiba Bongkar Berangkat (TBB) untuk mempercepat siklus layanan. Selain itu, buffer zone diaktifkan dan personel diperkuat di titik-titik krusial pelabuhan.

*Dampak Signifikan Stimulus*
Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengungkapkan bahwa kebijakan tarif tunggal yang disertai stimulus diskon memberikan dampak nyata. Hingga 31 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp30,05 miliar atau 84,52 persen dari target, dengan tingkat penerima manfaat mencapai 116,92 persen.
“Capaian ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kebijakan yang mempermudah akses layanan penyeberangan,” jelasnya.

Lebih jauh, digitalisasi melalui platform Ferizy menjadi tulang punggung peningkatan layanan. Sistem reservasi yang terintegrasi mampu mengatur arus kendaraan dan penumpang lebih tertib, sekaligus menekan antrean selama periode padat.

Secara kumulatif, sejak H-8 hingga H+8 pukul 06.00 WIB, total penumpang di 15 lintasan pantauan nasional mencapai 4.722.213 orang, meningkat 6,6 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 4.430.006 orang. Sementara itu, total kendaraan mencapai 1.215.273 unit atau naik 8 persen dari 1.125.178 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Ke depan, ASDP berkomitmen memperkuat kualitas layanan melalui inovasi berkelanjutan dan peningkatan standar operasional. Komitmen ini memastikan setiap perjalanan pengguna jasa tetap aman, nyaman, dan penuh kepastian—bahkan di tengah puncak mobilitas nasional.

*CORPORATE SECRETARY PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)*

Share:

11 Bulan Tak Digaji, Buruh PT San Xiong Steel Akhirnya Dapat Kepastian Usai Bupati Egi Turun Tangan


 LAMSEL, Kalianda - Harapan baru muncul bagi ratusan buruh PT San Xiong Steel Indonesia yang selama 11 bulan tidak menerima gaji. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengambil langkah konkret dengan memimpin langsung mediasi dan menghadirkan solusi bagi pemenuhan hak-hak pekerja.

Pertemuan antara buruh dan pemerintah daerah digelar di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (10/4/2026), setelah sebelumnya ratusan pekerja menggelar aksi unjuk rasa menuntut pembayaran gaji, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, hingga Tunjangan Hari Raya (THR) yang belum dipenuhi perusahaan.

Dalam forum tersebut, Bupati Egi mempertemukan seluruh pihak terkait, mulai dari perwakilan karyawan, manajemen perusahaan, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga instansi teknis, sebagai bagian dari upaya percepatan penyelesaian masalah.

Perwakilan buruh PT San Xiong Steel Indonesia, Iwan Tulus, mengungkapkan kondisi berat yang dialami para pekerja. Selama hampir satu tahun, mereka tidak menerima penghasilan, termasuk THR saat Lebaran.

“Yang utama bagi kami adalah BPJS dan THR, pak. Hidup kami terus berjalan, kami butuh kejelasan agar bisa bekerja lagi dan mendapatkan hak kami,” ujar Iwan.

Selain persoalan upah, kendala lain yang dihadapi pekerja adalah layanan BPJS Kesehatan yang tidak dapat digunakan, terutama saat rujukan ke luar daerah. Status kepesertaan yang masih terikat dengan perusahaan juga menyulitkan mereka untuk mencari pekerjaan baru.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lampung Selatan, R. Rully Maulana, menyampaikan solusi konkret terkait pencairan Jaminan Hari Tua (JHT).

Menurutnya, pekerja tetap dapat mencairkan JHT dengan melengkapi dokumen pendukung seperti slip gaji atau surat pernyataan.

“Solusinya bisa menggunakan slip gaji untuk proses pencairan. Kami siap membantu dan menjembatani agar hak pekerja tetap bisa terpenuhi,” jelas Rully.

Bupati Egi pun langsung menginstruksikan BPJS Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja untuk aktif mendampingi proses administrasi para buruh.

“Nanti dibantu BPJS Ketenagakerjaan dan Disnaker. Data-data yang diperlukan segera dikomunikasikan. Alhamdulillah hari ini sudah ada solusi,” ujar Egi.

Kepastian pencairan JHT ini menjadi titik terang bagi para pekerja untuk melanjutkan kehidupan sekaligus membuka peluang kembali bekerja di tempat lain.

Selain solusi jangka pendek, Bupati Egi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan hak normatif pekerja.

Pemkab Lampung Selatan, kata Egi, akan segera melayangkan surat teguran kepada PT San Xiong Steel Indonesia agar memenuhi kewajiban pembayaran gaji dan THR yang tertunggak.

“Kami hadirkan semua pihak hari ini untuk memberikan solusi. Pemerintah daerah juga akan memberikan teguran kepada perusahaan agar segera menyelesaikan kewajibannya,” tegasnya.

Untuk persoalan BPJS Kesehatan, Egi menjelaskan bahwa kepesertaan dapat dialihkan, dengan syarat status hubungan kerja karyawan telah dinyatakan jelas.

Dalam langkah cepat lainnya, Egi juga melakukan koordinasi lintas daerah dengan melakukan video call bersama Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, guna membantu akses layanan BPJS Kesehatan bagi pekerja yang berdomisili di Bandar Lampung.

Langkah ini menegaskan pendekatan kolaboratif yang diambil pemerintah daerah dalam memastikan perlindungan sosial bagi para buruh tetap berjalan. (Is-Kmf)

Share:

Tangis Ibu Desi Pecah! 3 Anaknya Idap Thalasemia, Zita Anjani Datang Bawa Harapan


Kalianda  - Air mata itu akhirnya jatuh pelan, tapi tak terbendung. Di sebuah rumah sederhana di Dusun 7 Jati Baru, Kalianda, Desi Rohilah (29) tak lagi mampu menyembunyikan perasaannya saat Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan, Zita Anjani berdiri di hadapannya, menyapa satu per satu anak-anaknya yang tengah berjuang melawan penyakit sejak usia dini.

Sore itu, Kamis (9/4/2026), bukan sekadar kunjungan, momen itu menjelma menjadi pelukan emosional bagi seorang ibu tunggal yang selama ini berjuang dalam diam.

Tiga anak Desi, Almeira Azzahra Alfatun Nisa (8), Abhan Sultanul Alam (7), dan Amara Zea Pelangi (5), harus menjalani hidup yang tak biasa. Sejak kecil, mereka didiagnosis mengidap thalasemia, penyakit kelainan darah yang memaksa mereka bergantung pada transfusi darah rutin setiap dua minggu sekali.

Kadar hemoglobin yang tak stabil, peradangan darah, hingga kondisi kekurangan gizi yang dialami si bungsu Amara menjadi bagian dari keseharian yang tak bisa mereka pilih.

Zita Anjani tak sekadar datang melihat. Ia duduk, menyapa, dan berbicara langsung kepada anak-anak itu dengan bahasa sederhana, namun penuh harapan.

“Adik-adik harus tetap semangat, rajin belajar, supaya nanti bisa jadi orang sukses. Bisa jadi bupati, wakil bupati,” ujarnya, disambut tatapan polos penuh harap.

Kepada Abhan, ia menitipkan pesan yang lebih dalam. Sebuah dorongan kecil yang sarat makna bagi anak laki-laki yang kelak diharapkan menjadi penopang keluarga.

“Kalau laki-laki harus kuat, harus bantu ibu,” kata Zita Anjani.

Di balik senyum anak-anak itu, ada cerita panjang tentang perjuangan. Desi menjalani semuanya seorang diri setelah berpisah dengan suami.

Menjadi ibu sekaligus ayah, ia harus memastikan ketiga anaknya tetap mendapatkan pengobatan rutin, meski beban hidup kian berat dari hari ke hari.

Namun, ia tidak sepenuhnya sendiri. Perhatian dan kepedulian yang diberikan membuat Desi merasa tidak sendiri dalam menghadapi cobaan merawat buah hatinya yang sakit.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Kesehatan telah memberikan dukungan nyata, mulai dari fasilitas transportasi untuk pengobatan ke Rumah Sakit Immanuel hingga jaminan biaya melalui BPJS Kesehatan. Bantuan tersebut menjadi nafas tambahan bagi keluarga kecil ini untuk terus bertahan.

Dalam kunjungan itu, Zita Anjani juga menyerahkan bantuan sembako dan santunan sebagai bentuk kepedulian langsung. Meski sederhana, bagi Desi, perhatian itu memiliki arti yang jauh lebih besar dari sekadar bantuan materi.

“Terima kasih banyak Bu Zita sudah mengunjungi kami. Saya senang sekali, terharu, campur aduk rasanya. Terima kasih juga untuk semua yang sudah peduli,” ucap Desi lirih.

Di tengah segala keterbatasan, Desi tetap memastikan anak-anaknya bersekolah. Bahkan, pihak sekolah turut menjadi bagian dari sistem dukungan, dengan sigap memberi kabar jika kondisi anak menurun, seperti saat demam atau kelelahan.

Kunjungan ini bukan hanya tentang bantuan atau seremoni. Ia menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka program kesehatan, ada wajah-wajah kecil yang sedang berjuang, dan ada seorang ibu yang bertahan dengan seluruh kekuatannya.

Di rumah sederhana itu, harapan mungkin tak datang dalam bentuk besar. Tapi hari itu, ia hadir, melalui kepedulian, melalui perhatian, dan melalui keyakinan bahwa mereka tidak sendiri. (Kmf)

Share:

Halal Bihalal APDESI, Bupati Pesisir Barat Ajak Peratin Tingkatkan Inovasi dan Pelayanan Publik


Pesisir Barat - Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintahan pekon dalam mendorong pembangunan yang efektif, partisipatif, dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal APDESI Kabupaten Pesisir Barat Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di Pekon Negeri Ratu, Kecamatan Ngambur, Kamis (09/04/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pesisir Barat, unsur Forkopimda atau yang mewakili, Sekretaris Daerah, Inspektur Pesisir Barat Unzir, Kepala DKPP-Perikanan Irvan Leonardo Abdullah, Kepala Dinas Kesehatan Septono, Ketua APDESI Edison Surya, para camat termasuk Camat Ngambur, serta seluruh peratin se-Kabupaten Pesisir Barat.

Bupati menekankan bahwa peratin merupakan ujung tombak pemerintahan di tingkat pekon yang memiliki peran strategis sebagai penggerak pembangunan sekaligus penjaga kepercayaan masyarakat.

“Peratin harus mampu menjadi motor penggerak pembangunan di pekon, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” tegasnya.

Selain memperkuat sinergi, Bupati juga menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana pekon. Ia mendorong seluruh aparatur pekon untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kegiatan Halal Bihalal tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan benih padi kepada 45 penerima manfaat. Bantuan ini menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat terhadap sektor pertanian sekaligus upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. (Yasir)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts