Portal Berita Online

Pemprov Lampung Raih Predikat Tertinggi Pelayanan Publik dari Ombudsman RI


 Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung menerima predikat kualitas tertinggi tanpa maladministrasi dalam Penilaian Opini Pelayanan Publik Tahun 2025 dari Ombudsman Republik Indonesia. Penghargaan tersebut disampaikan dalam kegiatan Opini Ombudsman RI: Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Senin (9/2/2026).

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela menegaskan capaian tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan standar minimum yang harus dijaga dan ditingkatkan secara berkelanjutan. "Penghargaan ini harus menjadi habit. Ini standar paling minimal dalam melayani masyarakat," ujar Wagub Jihan Nurlela.

Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Pimpinan Ombudsman RI Dadan Suparjo Suharmawijaya di Lampung. Ia juga menegaskan kesiapan Pemprov Lampung untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi Ombudsman melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas lembaga.

Menurut Wagub, pelayanan publik yang baik harus dekat dengan masyarakat, cepat, transparan, dan manusiawi. Ia mengingatkan bahwa di era keterbukaan informasi, kualitas pelayanan menjadi sorotan publik dan tidak bisa lagi dikerjakan secara seadanya.

"Dulu mengurus administrasi bisa berhari-hari dan menyebalkan. Hari ini kita berada di posisi yang bisa mengubah itu. Maka lakukan sebaik-baiknya," ucap Wagub, seraya menegaskan pentingnya empati dalam setiap pelayanan.

Ia mengibaratkan pembangunan daerah seperti membangun rumah yang membutuhkan pondasi kuat berupa integritas. Tanpa integritas, menurut Wagub, program sebaik apa pun tidak akan bertahan lama dan kehilangan kepercayaan publik.

Untuk itu, Pemprov Lampung menjadikan perbaikan tata kelola dan kualitas pelayanan publik sebagai prioritas utama. Upaya yang didorong meliputi percepatan layanan, digitalisasi, inovasi berkelanjutan, penguatan akuntabilitas, serta peningkatan kapasitas aparatur.

"Semua warga, dari petani, pelajar hingga profesional, berhak mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, dan adil," ujarnya.

Berdasarkan hasil penilaian Ombudsman RI, Pemprov Lampung menjadi satu-satunya pemerintah provinsi yang masuk kategori kualitas tertinggi tanpa maladministrasi. Wagub menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas OPD, pemerintah kabupaten/kota, serta instansi vertikal di Lampung.

Sementara itu, Pimpinan Ombudsman RI Dadan Suparjo Suharmawijaya menyampaikan apresiasi atas kemajuan signifikan pelayanan publik di Lampung dalam lima tahun terakhir. Ia menilai kepemimpinan daerah dan kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas tersebut.

Dadan menjelaskan, penilaian opini Ombudsman tidak hanya mengukur kinerja pelayanan, tetapi juga kepatuhan terhadap tindak lanjut hasil pengawasan Ombudsman. Predikat "tanpa maladministrasi" diberikan kepada instansi yang mampu menyelesaikan dan memperbaiki temuan secara tuntas.

"Opini ini bukan sekadar penghargaan, tetapi instrumen untuk mendorong perbaikan berkelanjutan. Tujuannya agar pelayanan publik benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Dadan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Lampung Nur Rakhman Yusuf menambahkan, hampir seluruh kabupaten/kota dan instansi vertikal di Lampung telah masuk kategori penilaian tinggi. Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah terlena.

"Nilai ini adalah rapor bersama. Jangan sampai hanya bergantung pada OPD yang sudah tinggi, sementara yang lain tertinggal," ucap Nur Rakhman.

Ia berharap penilaian opini Ombudsman dapat mendorong pelayanan publik menjadi budaya kerja, bukan hanya respons saat dinilai. Dengan demikian, peningkatan kualitas layanan dapat terus terjaga dan dirasakan langsung oleh masyarakat Lampung.

Pada kegiatan tersebut ombudsman RI memberikan penghargaan kepada Provinsi Lampung sebagai satu-satunya provinsi yang menerima predikat tertinggi tanpa maladministrasi. Penghargaan juga diberikan kepada OPD Dinas Sosial Provinsi Lampung, Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, dan Rumah Sakit Umum Daerah Badul Moeloek yang menjadi lokus utama penilaian pada Provinsi Lampung. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

YJI Lampung Perkuat Sinergi Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan pada Anak


Bandar Lampung --- Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Lampung terus mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, rumah sakit rujukan, serta komunitas guna memastikan anak-anak yang terdeteksi penyakit jantung bawaan (PJB) dapat segera memperoleh tindak lanjut dan akses layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Ketua YJI Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza dalam Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week atau Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan 2026 yang dilaksanakan di Klinik Pahlawan Medical Center (PMC), Bandar Lampung, Senin (9/2/2026).

Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week atau Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan 2026 mengdilaksanakan serentak  di 27 Kota di Indonesia dan dalam peringatan ini juga dilakukan pemeriksaan ekokardiografi (USG jantung) gratis bagi anak-anak usia 0 hingga 18 tahun sebagai upaya deteksi dini penyakit jantung bawaan, disertai edukasi kesehatan bagi orang tua dan masyarakat awam.

Ketua YJI Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menegaskan bahwa penyakit jantung bawaan masih menjadi tantangan serius karena kerap tidak terdeteksi sejak dini. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan edukasi, baik di kalangan orang tua maupun masyarakat awam.

"Penyakit jantung bawaan ini merupakan salah satu kelainan bawaan yang sering kali tidak terdeteksi. Bukan karena tidak ada, tetapi karena orang tua tidak memahami gejala-gejala yang muncul pada anak," ujarnya.

Ia menjelaskan, kelainan jantung bawaan sejatinya sudah dapat dideteksi sejak bayi baru lahir, bahkan sejak usia nol bulan. Namun, keterlambatan deteksi membuat penanganan juga menjadi terlambat.

"Bagaimana mau ditanggulangi kalau memang tidak terdeteksi. Padahal semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang anak-anak kita untuk tumbuh normal, sehat, dan produktif," lanjutnya.

Melalui kegiatan screening ini, YJI bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Lampung berupaya meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya deteksi dini. Pemeriksaan dilakukan menggunakan ekokardiografi dan disertai edukasi langsung dari dokter spesialis jantung subspesialis anak.

"Ini adalah bentuk kepedulian kami untuk mendeteksi sejak awal apakah ada gejala kelainan jantung bawaan pada anak. Pengobatannya bukan proses singkat, tetapi proses panjang yang membutuhkan komitmen bersama," tegasnya.

Selain aspek medis, Purnama Wulan Sari Mirza juga menyoroti pentingnya dukungan psikososial bagi anak penyandang PJB. Menurutnya, peran orang tua, guru, dan lingkungan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

"Kami juga mendengar ada anak yang tidak mau sekolah karena mengalami perundungan. Artinya, persoalan ini tidak hanya soal medis, tetapi juga psikologis. Anak-anak ini harus dibantu agar tetap percaya diri dan mampu tumbuh dengan baik," tegasnya.

Diakhir, Purnama Wulan Sari Mirza mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama bahwa bergerak menyelamatkan masa depan anak Indonesia melalui jantung yang lebih sehat.

"Kegiatan ini kami harapkan tidak hanya menjadi sarana pemeriksaan dan edukasi, tetapi juga langkah nyata membangun kepedulian bersama. Setiap anak berhak atas kehidupan yang sehat dan masa depan yang lebih baik," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PERKI Cabang Lampung, dr. Terrance Ransun, Sp.JP(K), menyampaikan bahwa penyakit jantung bawaan masih menjadi masalah kesehatan anak yang membutuhkan perhatian serius.

"Diperkirakan dari setiap seribu kelahiran hidup, sekitar 9 hingga 10 bayi memiliki penyakit jantung bawaan. Secara global, ini berarti sekitar 1,3 hingga 1,4 juta bayi lahir dengan kelainan jantung setiap tahunnya," jelasnya.

Menurut dr. Terrance, tantangan utama saat ini bukan hanya tingginya angka kejadian, tetapi juga keterbatasan deteksi dini dan akses layanan kesehatan yang belum merata, termasuk di Provinsi Lampung. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan komplikasi serius hingga meningkatkan angka kematian pada anak dengan PJB berat.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan screening ini tercatat sekitar 70 peserta di Klinik PMC dengan rentang usia 3 bulan hingga 17 tahun. Sementara di RSUD Abdul Moeloek ditargetkan sekitar 50 pasien untuk menjalani pemeriksaan serupa.

"Program ini bertujuan mengidentifikasi dini kelainan jantung pada bayi dan anak, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan lokal dalam deteksi awal, serta membangun sistem rujukan yang efisien untuk perawatan lanjutan," ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Terrance juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen antara PERKI Lampung, YJI dan mitra kesehatan lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan masyarakat, khususnya orang tua, mengenai cara mendeteksi penyakit jantung bawaan sejak dini.

"Melalui kegiatan ini, PERKI Lampung bersama YJI dan mitra kesehatan lainnya berkomitmen meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan masyarakat, khususnya orang tua, tentang cara mendeteksi dini penyakit jantung bawaan. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar dan menjadi momentum peningkatan pelayanan kesehatan jantung bawaan di Provinsi Lampung," pungkasnya.

Sebagai bentuk empati dan dukungan nyata, YJI Provinsi Lampung juga menyerahkan bantuan pendampingan kepada pasien penyandang penyakit jantung bawaan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban orang tua dan menegaskan bahwa mereka tidak menghadapi perjuangan ini sendirian.

Kegiatan ini juga diisi dengan penyuluhan kesehatan terkait penyakit jantung bawaan yang disampaikan oleh dr. Dwi Krisnawati, Sp.JP., FIHA, Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Sinergitas Program, Kadis PMD Lampung Selatan Kunjungi Desa Suak


LAMPUNG SELATAN – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik (bersih), dan indah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lampung Selatan, Erdiyansyah, didampingi Camat Sidomulyo Fran Sinata Adung, melakukan kunjungan kerja ke Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Jumat 6 februari 2026 kemarin.

Kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan dan motivasi kepada Desa Suak yang telah menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat Juara Favorit Lomba Bangun Desa Bangun Indonesia Wisata Nusantara 2025, kategori Wisata Ramah Lingkungan II Tematik Maju Mandiri, mewakili Provinsi Lampung di tingkat nasional.

Kategori tersebut diberikan kepada desa-desa dari berbagai provinsi yang dinilai berhasil mengembangkan potensi wisata berbasis tematik dan integratif, dengan konsep pengelolaan ramah lingkungan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Desa Suak dinilai mampu mengoptimalkan potensi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Erdiyansyah menyampaikan bahwa capaian Desa Suak sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, yang berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, bersih, dan tertib, baik di kawasan perkantoran desa maupun ruang publik. Program tersebut terintegrasi dengan gerakan BKW (Bersih, Kering, dan Wangi).
Minggu,(8/2/2026)

“Desa Suak kini telah menyandang predikat juara favorit kategori lomba Bangun Desa Bangun Indonesia Wisata Nusantara 2025. Karena itu, kami ingin terus memberikan bimbingan dan masukan yang positif agar desa ini semakin maju dan berkembang,” ujar Erdiyansyah.

Menurutnya, sebuah desa wisata harus mampu menghadirkan suasana yang ramah bagi siapa pun yang berkunjung, dengan mencerminkan budaya Aman, Sehat, Resik, dan Indah, sebagaimana konsep desa helau yang digaungkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

“Desa yang baik itu ketika kita masuk langsung disambut masyarakat yang ramah, lingkungannya bersih, tertata, dan mencerminkan nilai-nilai BKW,” tambahnya.

Erdiyansyah optimistis
sejalan dengan visi Radityo Egi Pratama Bupati menjadikan Desa Helau (Hijau,Elok,Lestari,Aman,Unggul) penerapan konsep tersebut akan meningkatkan minat kunjungan wisatawan.
Dampaknya, perputaran ekonomi desa akan tumbuh, sektor UMKM bergerak, dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Apalagi, Desa Suak telah memiliki fasilitas homestay yang memungkinkan wisatawan untuk menginap.

Ia juga menyebutkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Desa Suak telah menerima kunjungan dari luar daerah seperti Provinsi Jambi dan Kabupaten Pesawaran, yang melakukan kunjungan kerja dan studi tiru. Hal ini menempatkan Desa Suak sebagai calon desa percontohan, khususnya di bidang wisata berbasis lingkungan.

“Selain itu, Desa Suak memiliki tradisi ruat laut yang harus terus dikembangkan ke depan dan dapat dikemas sebagai agenda event wisata, sehingga kunjungan ke desa ini semakin ramai,” harap Erdi

Sementara itu, Camat Sidomulyo Fran Sinata Adung menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih Desa Suak.

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata ramah lingkungan.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Desa Suak mampu membuktikan bahwa potensi lokal yang dikelola dengan baik dapat dikenal hingga tingkat nasional,” terang Fran.

Ia berharap prestasi Desa Suak dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Sidomulyo untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menggali potensi masing-masing desa.

“Ini sesuai arahan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, bahwa setiap desa harus mampu mengembangkan agroeduwisata dan potensi unggulan yang dimiliki,” jelasnya.

Fran menambahkan, ke depan seluruh desa di Kecamatan Sidomulyo diharapkan terus aktif bergerak meski tanpa adanya ajang perlombaan. Setiap desa diyakini memiliki kearifan lokal yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Prestasi Desa Suak semoga menjadi pemicu semangat baru bagi desa-desa lainnya menuju Lampung Selatan yang lebih maju,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Suak Juli Wahyudin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan pendampingan, khususnya kepada Kepala Dinas PMD dan Camat Sidomulyo yang terus memberikan masukan demi kemajuan desa.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar atas dukungan penuh terhadap pengembangan Desa Suak.

“Terima kasih kepada Bupati Lampung Selatan Egi–Saiful. Dengan kekompakan, insyaallah Lampung Selatan maju. Bismillah, pasti bisa,” pungkas Juli Wahyudin. (Red)

Share:

Lampung Selatan Raih Opini Kualitas Tinggi Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025


Bandar Lampung - Prestasi demi prestasi terus ditorehkan Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati Muhammad Syaiful Anwar.

Kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan meraih Opini Ombudsman Republik Indonesia kategori Kualitas Tinggi dalam Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung berdasarkan periode observasi pada September hingga November 2025 pada acara Penyampaian Hasil Penilaian/Opini Ombudsman RI Tahun 2025.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Gedung Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (9/2/2026), dan diserahkan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela kepada Plt Asisten Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, disaksikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nur Rahman Yusuf.

Penilaian ini mengacu pada Peraturan Ombudsman Nomor 61 Tahun 2025 tentang Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik sebagai bagian dari fungsi pengawasan pelayanan publik secara nasional. Dalam hasil penilaian tersebut, Kabupaten Lampung Selatan memperoleh nilai 80,51 dengan predikat Baik (Kualitas Tinggi).

Adapun unit layanan yang menjadi objek penilaian meliputi Dinas Sosial, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ketiga unit layanan tersebut dinilai menunjukkan kualitas pelayanan publik yang baik dan konsisten memenuhi standar pelayanan kepada masyarakat.

Plt Asisten Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Berdasarkan hasil pengawasan pelayanan publik, Kabupaten Lampung Selatan berhasil meraih Predikat Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025 dari Ombudsman RI dengan nilai 80,51 kategori Baik atau Opini Kualitas Tinggi,” ujar Edy.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Egi-Syaiful dalam memperbaiki tata kelola pelayanan publik agar semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, Kabupaten Lampung Selatan mendapatkan penghargaan Opini Kualitas Tinggi dari Ombudsman RI. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.

Edy juga menegaskan bahwa hasil penilaian Ombudsman RI akan dijadikan bahan evaluasi dan penguatan sistem pelayanan publik ke depan. Pemkab Lampung Selatan berkomitmen mendorong pelayanan yang semakin cepat, mudah, serta akuntabel bagi masyarakat.

Penghargaan ini sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Lampung Selatan sebagai salah satu daerah di Provinsi Lampung yang serius membangun pelayanan publik berkualitas dan berintegritas, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan peningkatan kinerja pemerintahan daerah. (Kmf)

Share:

Ferizy Tembus 3,5 Juta Pengguna, Digitalisasi Penyeberangan Kian Melaju


Jakarta, 8 Februari 2026 — Di tengah mobilitas masyarakat yang terus meningkat, layanan penyeberangan nasional terus bergerak menuju wajah baru yang lebih modern, tertib, dan efisien melalui digitalisasi. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat tonggak penting di awal 2026 ketika jumlah pengguna layanan tiket online Ferizy resmi menembus 3,50 juta pengguna, menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan berbasis digital.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan capaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti konsistensi transformasi layanan yang terus dilakukan perusahaan. Menurutnya, Ferizy kini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem mobilisasi nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Capaian ini menunjukkan Ferizy telah menjadi bagian dari perubahan besar layanan penyeberangan nasional. Bukan hanya sistem tiket digital, tetapi fondasi transformasi menyeluruh untuk menghadirkan layanan yang lebih tertib, modern, dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Heru.

Kinerja Ferizy pada Januari 2026 menunjukkan tren positif dengan penambahan 61.980 pengguna dibanding Desember 2025 yang mencatat 3,44 juta pengguna. Pertumbuhan ini mencerminkan semakin luasnya adopsi layanan digital di berbagai lintasan penyeberangan.

Sejalan dengan peningkatan pengguna, ASDP terus memperluas implementasi Ferizy yang kini telah beroperasi di 58 pelabuhan di seluruh Indonesia. Sepanjang 2026, perusahaan menargetkan penerapan di 10 pelabuhan tambahan, guna memastikan layanan digital dapat diakses lebih merata di seluruh simpul transportasi penyeberangan nasional.

*Aman dan Fleksibel*
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa digitalisasi Ferizy memudahkan masyarakat melakukan perjalanan tanpa perlu antre di pelabuhan. Tiket dapat diterima melalui WhatsApp maupun email, serta didukung berbagai metode pembayaran digital yang aman dan fleksibel.

Lebih dari kemudahan transaksi, sistem digital ini membantu perusahaan mengatur arus kendaraan dan penumpang secara lebih terencana sehingga potensi kepadatan pelabuhan dapat ditekan, terutama menjelang Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami lonjakan trafik.

Windy menambahkan, peningkatan layanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesiapan armada dan fasilitas pelabuhan hingga kualitas interaksi petugas di lapangan. Nilai #MelayaniSepenuhHati kini menjadi fondasi budaya pelayanan ASDP untuk memastikan perjalanan berlangsung aman, tertib, dan nyaman.

Ferizy juga memungkinkan pemesanan tiket hingga H-60 sebelum keberangkatan, sekaligus membantu meningkatkan ketepatan jadwal kapal, efisiensi operasional pelabuhan, serta keselamatan perjalanan melalui pengaturan trafik yang lebih terukur.

Di sisi operasional, kesiapan armada terus diperkuat. Pada lintasan Merak–Bakauheni, ASDP menyiapkan 75 kapal, didukung penambahan Dermaga Express, peningkatan kapasitas dermaga Ciwandan, serta pelabuhan contingency.
Sementara di lintasan Ketapang–Gilimanuk, sebanyak 56 kapal dioperasikan, termasuk kapal berkapasitas besar guna memastikan arus kendaraan dan penumpang tetap lancar.

Melalui penguatan digitalisasi dan kesiapan operasional tersebut, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Ferizy sebagai platform layanan penyeberangan nasional yang andal, modern, dan berkelanjutan.

*CORPORATE SECRETARY PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)*

Share:

Gubernur Lepas Peserta Bank Lampung RUN 2026, Apresiasi Kontribusi untuk UMKM


Bandar Lampung -- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, hadir pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Bank Lampung yang dikemas dalam acara Bank Lampung RUN 2026 di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Minggu (08/02/2026).

Acara yang diikuti oleh lebih dari 5.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat ini menjadi simbol semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat di Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Lampung atas dedikasi selama enam dekade dalam melayani masyarakat. Menurutnya, usia 60 tahun merupakan perjalanan panjang yang membuktikan ketangguhan Bank Lampung dalam beradaptasi dan bertumbuh.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-60 kepada Bank Lampung. Ini bukan sekedar angka di kalender, melainkan perjalanan panjang penuh dedikasi. Jika pembangunan ibarat membangun rumah, maka fondasinya adalah kepercayaan masyarakat. Bank Lampung telah berhasil menjaga fondasi itu hingga menjadi bank daerah yang besar dan membanggakan," ujar Gubernur.

Gubernur juga menyoroti peran strategis Bank Lampung dalam menjangkau pelosok daerah. Dengan populasi Lampung yang mencapai 9,5 juta jiwa, kehadiran Bank Lampung hingga ke desa-desa telah menjadi penggerak roda ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM.

"Ke depan, tantangan perbankan semakin besar dengan perubahan teknologi yang cepat. Saya berharap Bank Lampung terus adaptif, inovatif, dan transparan. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus terus diperkuat agar kita bisa maju bersama," tambah Gubernur.

Sementara itu, Pjs. Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan Bank Lampung RUN tahun ini merupakan tahun kedua. Ia menegaskan bahwa kehadiran ribuan peserta menjadi bukti bahwa Bank Lampung adalah milik seluruh masyarakat Lampung.

"Kehadiran lebih dari 5.000 peserta hari ini adalah energi positif bagi kami untuk terus bergerak maju. Sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas nasabah, pada hari ini kami juga melaksanakan pengundian hadiah utama Tabungan Lokal dengan total hadiah sebesar Rp1 miliar," jelas Indra.

Indra juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur, Bupati, dan Walikota se-Provinsi Lampung selaku pemegang saham atas dukungan yang berkelanjutan. Ia berkomitmen bahwa Bank Lampung akan terus bertransformasi memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas layanan demi menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

"Kami bertekad untuk terus bertransformasi menjadi bank daerah yang sehat, kuat, dan kompetitif, serta konsisten melayani dengan hati untuk kesejahteraan Bumi Lampung," tutupnya.

Acara diakhiri dengan pelepasan peserta lari oleh Gubernur Lampung dan pengundian grand prize tabungan yang disaksikan oleh jajaran Forkopimda Provinsi Lampung dan direksi Bank Lampung. (Lis).

Share:

Pengkab Perbakin Lampung Selatan Gelar Kejuaraan Menembak Bupati Cup I


LAMPUNG SELATAN - Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Lampung Selatan menggelar Kejuaraan Menembak Bupati Cup I Tahun 2026 di Lapangan Tembak Pengkab Perbakin Lampung Selatan, Jalan Wisata Way Belerang, Dusun Sukajadi, Desa Buah Berak, Kecamatan Kalianda, Sabtu (7/2/2026).


Kejuaraan tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Selatan, Supriyanto, yang hadir mewakili bupati. Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forkopimda serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.


Bupati Cup I menghadirkan peserta dari berbagai wilayah, tidak hanya dari Provinsi Lampung, tetapi juga dari luar daerah seperti Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, hingga sejumlah provinsi di Pulau Jawa. Kehadiran atlet lintas daerah ini menunjukkan tingginya minat terhadap kompetisi sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi atlet lokal.


Dalam sambutannya, Supriyanto menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang telah menghadirkan ajang kompetitif dan edukatif. Menurutnya, kejuaraan ini merupakan langkah strategis untuk membawa nama Lampung Selatan lebih dikenal dalam dunia olahraga menembak, baik di tingkat nasional maupun internasional.


Ia menekankan bahwa olahraga menembak bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan juga membutuhkan pengendalian diri, kesabaran, serta akurasi tinggi. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam membentuk karakter atlet profesional yang tangguh.


Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, lanjutnya, berkomitmen menjadikan Bupati Cup sebagai agenda rutin tahunan. Harapannya, kompetisi ini mampu melahirkan bibit atlet potensial sekaligus memperkuat mental juara melalui interaksi langsung dengan penembak berpengalaman dari berbagai daerah.


“Kami ingin kejuaraan ini terus berkembang dan diikuti penembak elit dari seluruh Indonesia. Dengan begitu, terjadi transfer ilmu dan mentalitas juara bagi atlet lokal. Lampung Selatan harus menjadi magnet bagi pecinta olahraga menembak di tanah air,” ujar Supriyanto.


Sementara itu, Ketua Umum Perbakin Lampung Selatan, M. Andriawan, menjelaskan bahwa kejuaraan ini mempertandingkan berbagai nomor, mulai dari senjata api hingga nomor lain seperti senapan angin menggunakan gas (PCP), sistem pump, serta air pistol.


Ia juga menegaskan pentingnya aspek keselamatan selama kompetisi berlangsung, mengingat lokasi lapangan tembak berada di lingkungan masyarakat. Seluruh peserta dan ofisial diminta menjaga disiplin penggunaan senjata demi keamanan bersama.


“Paling penting saya sampaikan, mohon safety tetap kita jaga. Karena tidak ada yang bisa menghentikan peluru kecuali tanah. Saya berharap seluruh ofisial dan peserta dapat selalu mengendalikan penggunaan senjata secara terukur,” tegas Andriawan. 

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts