Portal Berita Online

Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi


Kalianda- Banyak talenta muda di Lampung Selatan dinilai masih membutuhkan ruang untuk tampil dan menunjukkan kemampuan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Karang Taruna Kabupaten Lampung Selatan bersiap menghadirkan Karang Taruna Got Talent 2026, sebuah panggung bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, kreativitas, sekaligus meraih prestasi.

Mengusung tema “Nyalakan Potensi, Tunjukkan Prestasi”, ajang tersebut dirancang tidak hanya sebagai kompetisi pencarian bakat, tetapi juga sebagai ruang yang mempertemukan berbagai potensi anak muda Lampung Selatan dalam satu panggung.

Rencana pelaksanaan Karang Taruna Got Talent 2026 dibahas dalam rapat di Ruang Rapat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Lampung Selatan, Selasa (29/9/2026).

Ketua Karang Taruna Kabupaten Lampung Selatan, Sahirul Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi dalam memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengembangkan potensi dan kreativitas.

Menurutnya, masih banyak anak muda di Lampung Selatan yang memiliki kemampuan di berbagai bidang, namun belum memperoleh kesempatan yang cukup untuk memperkenalkan bakat mereka kepada publik.

“Acara ini penting karena banyak talenta luar biasa di Lampung Selatan yang belum memiliki ruang yang layak. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk menunjukkan kemampuan dan prestasinya,” ujar Sahirul.

Karang Taruna Got Talent 2026 terbuka bagi beragam jenis talenta. Peserta dapat mengikuti kategori vokal solo, duet maupun grup, tari tradisional, modern dan kreasi, hingga musik instrumental, akustik dan tradisional.

Ruang kreativitas juga dibuka bagi peserta yang memiliki kemampuan seni peran dan komedi, seperti monolog, puisi dan stand up comedy. Selain itu, bakat unik seperti sulap, beatbox dan berbagai atraksi kreatif lainnya juga dapat ditampilkan.

Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan pendaftaran yang dibuka pada 21 September hingga 7 Oktober 2026, dengan biaya pendaftaran Rp50 ribu.

Peserta selanjutnya mengikuti verifikasi dan technical meeting pada 8-9 Oktober, kemudian audisi live show pada 10-18 Oktober dan semifinal pada 19-23 Oktober 2026.

Puncak kegiatan atau grand final dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2026 di Lapangan Cipta Karya, Kalianda.

Tidak hanya menghadirkan kompetisi bakat, kegiatan tersebut juga akan diramaikan sejumlah agenda pendukung, antara lain wahana permainan, pasar malam, pasar murah serta pelibatan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sejumlah kegiatan sosial juga disiapkan sebagai bagian dari rangkaian agenda Karang Taruna tahun ini.

Untuk memberikan apresiasi kepada peserta, panitia menyiapkan hadiah bagi para pemenang. Juara pertama memperoleh uang pembinaan Rp2,5 juta beserta trofi dan sertifikat, juara kedua Rp2 juta, serta juara ketiga Rp1,5 juta yang masing-masing juga dilengkapi trofi dan sertifikat.

Selain tiga juara utama, panitia menyediakan hadiah Rp750 ribu untuk kategori juara favorit berdasarkan voting penonton dan Rp750 ribu untuk kategori best performance.

Sahirul menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung rencana pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap dukungan juga dapat terus diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, khususnya Bupati Lampung Selatan selaku pembina utama Karang Taruna, bersama perangkat daerah terkait.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Lampung Selatan, M. Darmawan, meminta perangkat daerah memberikan dukungan sesuai kemampuan dan kewenangan masing-masing serta tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku.

Ia menilai Karang Taruna Got Talent 2026 sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan kreativitas.

“Kami minta kepada rekan-rekan perangkat daerah untuk mendukung sesuai dengan kemampuan. Kegiatan ini sangat mendukung program Pak Bupati, namun jangan sampai menyalahi aturan. Tetap harus berdasarkan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Melalui Karang Taruna Got Talent 2026, Lampung Selatan tidak hanya menyiapkan panggung pertunjukan, tetapi juga membuka ruang bagi anak muda untuk tampil percaya diri, mengasah kemampuan dan membawa potensi lokal ke ruang yang lebih luas.

Karang Taruna berharap ajang tersebut dapat menjadi salah satu wadah tumbuhnya talenta-talenta baru Lampung Selatan yang mampu mengembangkan prestasi sekaligus membawa nama baik daerah. (Kmf)

Share:

Dua Oknum Wartawan Diduga Dijebak Pemerasan, Ini Kata Ketua DPC GWI Lamsel


LAMPUNG SELATAN — Kasus dugaan penjebakan dua wartawan oleh Sekretaris Desa Jati Indah, Kecamatan Tanjung Bintang, dengan uang Rp3 juta untuk mencabut tiga berita, kini mendapat kecaman keras dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Lampung Selatan.


Ketua DPC GWI Lampung Selatan, Beddi Rizal, mengecam tegas pernyataan Sekdes Jati Indah, Sugus Antoni, yang secara terang-terangan mengaku telah mendesain skenario pemberian uang tersebut sejak awal.

"Jika Sekdes sendiri sudah buka kartu dan mengaku uang Rp3 juta itu untuk take down berita serta sudah didesain sebelumnya, maka ini bukan lagi Operasi Tangkap Tangan biasa. Ini adalah kejahatan terencana terhadap kemerdekaan pers. Ini upaya pembungkaman yang sistematis," tegas Beddi Rizal saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2026).

Pengakuan Sekdes itu justru menjadi bukti kuat adanya niat jahat untuk menjerat wartawan.

"Satu berita tentang Kades, dua berita tentang dirinya dan Kopdes. Artinya sangat jelas: ada sesuatu yang ingin ditutupi di Desa Jati Indah. Kalau tidak ada masalah, mengapa harus bayar untuk hapus berita? Mengapa harus menjebak?" tandasnya.

DPC GWI Lampung Selatan mendesak Kapolres Lampung Selatan beserta jajarannya untuk tidak hanya memproses pihak yang menerima uang, melainkan juga menjadikan Sekdes Jati Indah sebagai tersangka perencana dan pemberi uang.

"Kami minta hukum jangan tumpul ke atas. UU Pers No. 40 Tahun 1999 jelas melindungi kerja jurnalistik. Jika ada sengketa pemberitaan, mekanismenya adalah hak jawab dan Dewan Pers, bukan menjebak dengan uang lalu melaporkan ke polisi. Ini preseden buruk dan sangat berbahaya bagi demokrasi di Lampung Selatan," tegasnya.

GWI juga meminta Kades Jati Indah, Ibdi Irwanto, untuk tidak berdiam diri dan segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik terkait keterlibatannya dalam kasus ini.

"Kami dari GWI akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Kami akan bersurat resmi ke Polres Lampung Selatan dan meminta agar Sekdes Jati Indah juga diperiksa sebagai terduga pelaku percobaan penyuapan dan perintangan kerja jurnalistik," pungkas Beddi Rizal dengan tegas.(is)

Share:

Pemkab Lampung Selatan Realisasi Pembangunan Jalan Beton di Kedaton


KALIANDA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan telah merealisasikan proyek perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan Cor Beton, di Desa Kedaton, tepatnya di dusun 07. Senin (28/9/26.

Akhirnya, senyum sumringah terlihat terpancar dari wajah warga Desa Kedaton dan para Siswa Siswi SMKN 2 dan MTsN 1 Kecamatan Kalianda. Karena Impian untuk memiliki akses jalan  yang mulus dan layak akhirnya terwujud. Setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan merealisasikan proyek perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan di desa tersebut.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kadus 07 Desa Kedaton, *Woro *, saat memantau langsung proses pengecoran jalan desa Menuju jalan SMKN 2 Kalianda tersebut pada Senin (28/09/2026).

*Ucapan Terima Kasih Warga dan Manfaat Nyata*

Kadus Woro , menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Pemkab Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama yang telah merealisasikan aspirasi warga  Dusun 07 Desa Kedaton serta Siswa Siswi dan Guru SMKN 2 dan MTsN Kalianda .

“Saya selaku Kepala Dusun 07 Desa Kedaton mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemkab Lampung Selatan yang telah merealisasikan perbaikan jalan di desa kami. Jalan sepanjang 355 meter ini sekarang sudah mulus di Cor Beton, ini sangat bermanfaat bagi warga,” ujar Woro dengan penuh antusias.

Menurut Kadus 07  Woro , pembangunan jalan dengan panjang Total  *355 meter* tersebut memiliki dampak yang sangat besar. Selain memperlancar mobilitas warga dan para Siswa Siswi , jalan yang mulus ini juga akan mendongkrak perekonomian masyarakat.

Dulu jalannya rusak, berlubang, kalau hujan susah dilalui. Sekarang sudah bagus, mulus.
Siswa siswi SMKN 2 dan MTsN kalianda jadi nyaman, ibu-ibu mau ke pasar lancar, hasil bumi petani juga mudah diangkut. Semoga pembangunan seperti ini terus berlanjut dan diperhatikan di dusun-dusun lain,” tambahnya.

Dengan diperbaikinya jalan tersebut, aktivitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun akses antar dusun, kini menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman.

*Spesifikasi Proyek dan Komitmen Pelaksana*

Diketahui proyek Peningkatan Jalan Desa Kedaton yang berada di depan SMKN 2 dan MTs N kalianda ini dikerjakan oleh kontraktor lokal *CV. ANJA RAYA* yang beralamat di Tajimalela, Kalianda, dengan total *nilai kontrak Rp. 797.073.487. (Tujuh Ratus Sembilan  Puluh Tujuh Juta Tujuh Puluh Tga  Ribu Empat Ratus Delapan Puluh Tujuh  Rupiah).*

Pelaksana kegiatan, *Malik*, selaku penanggung jawab lapangan menyampaikan pihaknya berkomitmen penuh untuk mengerjakan proyek ini sesuai dengan spesifikasi teknis, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan kualitas terbaik.

“Alhamdulillah pekerjaan peningkatan jalan di Desa Kedaton , tepat nya di jalan SMKN 2 Kalianda berjalan lancar sesuai jadwal. Kami kerjakan sesuai spesifikasi yang telah ditentukan. Terima kasih atas dukungan penuh dari aparat Desa dan  masyarakat   di   Dusun 07 RT 1 Desa kedaton , Camat Kalianda serta Pemkab Lampung Selatan sehingga pekerjaan bisa kondusif,” kata Malik.

Proyek infrastruktur jalan desa ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa, sebagai upaya untuk meningkatkan kenyamanan Siswa Siswi SMKN 2 dan MTsN Kalianda serta kesejahteraan dan konektivitas antar wilayah di Kabupaten Lampung Selatan. **

Share:

Rawat Tanaman, Panen Hasil Budidaya, Lapas Kalianda Dorong Kemandirian WBP


Kalianda – Lapas Kelas IIA Kalianda terus melaksanakan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan budidaya tanaman di area pembinaan Lapas Kelas IIA Kalianda (28/9/2026).

Kegiatan diawali dengan perawatan tanaman tomat melalui penyiraman secara rutin untuk memastikan kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi. Kondisi tanaman juga diperiksa secara berkala guna memastikan pertumbuhan berlangsung dengan baik.

Setelah kegiatan perawatan, WBP melaksanakan panen kangkung yang telah mencapai usia dan ukuran yang sesuai. Proses panen dilakukan secara hati-hati, kemudian hasil panen dikumpulkan dan dibersihkan untuk selanjutnya dimanfaatkan maupun dipasarkan.

Kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada WBP dalam melakukan perawatan hingga memanen hasil budidaya. Melalui kegiatan ini, WBP dilatih untuk memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, ketekunan, serta keterampilan produktif sebagai bagian dari persiapan kembali ke tengah masyarakat.

Merawat dengan tekun, memanen dengan hasil. Dari proses sederhana, tumbuh kemandirian. 🌱

(HumasPaskal)

@kemenimipas @ditjenpas @pemasyarakatanlampung

#LapasKalianda #PembinaanKemandirian #BudidayaTanaman #WBPProduktif #HumasPaskal

Share:

Kriya Nusa 2026 Resmi Dibuka, Dekranasda Pesisir Barat Pamerkan Wastra Dan Kriya Khas Daerah


JAKARTA -. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pesisir Barat turut ambil bagian dalam Pameran Kriya Nusa 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (26/09/2026).

Pameran Kriya Nusa 2026 dibuka secara resmi oleh Ibu Selvi Gibran Rakabuming selaku Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Pesisir Barat dalam ajang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus memperluas pasar produk kriya dan wastra unggulan daerah ke tingkat nasional.

Pameran tahunan yang digagas oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) tersebut menjadi wadah promosi seni, budaya, dan produk kerajinan unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, Kriya Nusa 2026 menjadi panggung bagi para perajin daerah untuk menampilkan kreativitas, inovasi, serta daya saing produk kriya dan wastra kepada masyarakat dan pasar yang lebih luas.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 26 hingga 30 September 2026.

Dalam kegiatan itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Pesisir Barat Dian Hardiyanti Dedi, S.ST., M.M., turut didampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Pesisir Barat M. Ma’ruf, S.P., Wakil Ketua Dekranasda Dea Derika Topani, S.H., M.Kn., serta Wakil Ketua Harian Dekranasda Elizawati, S.Sos.

Dian Hardiyanti Dedi menyampaikan bahwa keikutsertaan Pesisir Barat dalam Kriya Nusa 2026 tidak hanya menjadi kesempatan untuk memamerkan produk daerah, tetapi juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam melestarikan warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajin lokal.

“Kehadiran Pesisir Barat dalam Kriya Nusa 2026 bukan sekadar pameran produk, tetapi upaya berkesinambungan untuk melestarikan warisan budaya sekaligus mengangkat kesejahteraan para perajin lokal. Wastra dan kriya unggulan Pesisir Barat memiliki nilai estetika dan keunikan historis yang tinggi, dan kami optimistis karya lokal kita mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Ketua Dekranasda Pesisir Barat.

Pada stan Kabupaten Pesisir Barat, pengunjung dapat melihat secara langsung berbagai produk unggulan khas daerah, di antaranya wastra khas Pesisir Barat berupa kain Sinjang/Tapis dengan corak khas pesisir yang kaya nilai estetika.

Selain wastra, turut ditampilkan berbagai kriya dan kerajinan tangan (handicraft) berbahan dasar alam lokal yang dipadukan dengan desain modern dan fungsional.

Produk aksesori dan fashion juga menjadi bagian dari produk unggulan yang diperkenalkan, berupa berbagai olahan wastra yang dikembangkan menjadi busana siap pakai, tas, hingga perhiasan etnik dengan mengangkat tema dan identitas lokal Pesisir Barat.

Melalui keikutsertaan dalam Pameran Kriya Nusa 2026, Dekranasda Pesisir Barat berharap dapat membuka peluang kemitraan, memperluas jaringan pemasaran melalui business matching, serta mendorong para perajin dan pelaku UMKM di Pesisir Barat untuk terus bertransformasi dan berinovasi mengikuti perkembangan tren pasar tanpa meninggalkan identitas budaya daerah.

Pameran Kriya Nusa 2026 akan berlangsung hingga 30 September 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan, di antaranya workshop, peragaan busana, serta bazar produk kriya dari berbagai provinsi di Jakarta.(sir)

Share:

Early Warning System BPBD Lampung Selatan Terhubung dengan Lapas Kalianda, Tingkatkan Respons Menghadapi Gempa dan Tsunami

 


Kalianda – Lapas Kalianda memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana melalui pemanfaatan Early Warning System (EWS) yang terhubung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Lampung Selatan. Sistem ini dirancang untuk mempercepat penerimaan informasi, penyampaian peringatan, serta pelaksanaan evakuasi apabila terjadi gempa bumi atau ancaman tsunami.

Informasi awal berasal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memantau aktivitas seismik dan kemungkinan terjadinya tsunami. Ketika terdeteksi potensi bahaya, BMKG menyampaikan peringatan kepada BPBD Kab Lampung Selatan, Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Lapas Kalianda  melalui jalur komunikasi resmi yang telah ditetapkan.

Petugas Lapas Kalianda yang menerima informasi segera melakukan konfirmasi dan menilai tingkat risiko berdasarkan keterangan dari BPBD. Apabila situasi dinyatakan berpotensi membahayakan, pejabat atau petugas yang berwenang mengaktifkan prosedur kedaruratan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Peringatan kemudian disebarluaskan kepada petugas dan warga binaan melalui sirene, pengeras suara, radio komunikasi, serta perangkat komunikasi internal lainnya. Petugas Lapas Kalianda memastikan pesan tersampaikan secara jelas ke seluruh blok dan area Lapas, sekaligus memberikan instruksi mengenai langkah yang harus dilakukan.

Dalam kondisi yang mengharuskan evakuasi, warga binaan dan personel diarahkan menuju titik kumpul atau lokasi yang lebih aman melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan. Pelaksanaan evakuasi dilakukan secara teratur dengan mempertimbangkan aspek keamanan, pengawasan, ketertiban, serta pembagian tanggung jawab setiap petugas.

Sesampainya di lokasi aman, petugas melakukan pemeriksaan dan pendataan untuk memastikan seluruh warga binaan serta personel telah keluar dari area berisiko. Lapas Kalianda juga terus berkoordinasi dengan BPBD Kab Lampung Selatan dan mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan BMKG.

Sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan, Lapas Kalianda menyiapkan peta jalur evakuasi, titik kumpul, sarana komunikasi, pembagian tugas personel, serta melaksanakan latihan tanggap darurat secara berkala. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan setiap petugas Lapas Kalianda memahami peran dan mampu bertindak cepat ketika terjadi bencana.

(HumasPaskal)

@kemenimipas
@ditjenpas
@pemasyarakatanlampung

#LapasKalianda
#KesiapsiagaanBencana
#EarlyWarningSystem
#MitigasiBencana
#HumasPaskal

Share:

Terekam CCTV, Kades di Natar Hajar Pelajar 16 Tahun Hingga Pingsan Di Depan SPBU


LAMPUNG SELATAN— Arogansi oknum Kades kembali mencoreng Lampung Selatan.

Kepala Desa Rejosari, Kecamatan Natar, Teguh Maulana resmi dilaporkan ke Polda Lampung setelah aksinya terekam CCTV diduga menganiaya seorang pelajar berinisial DN (16) hingga tak sadarkan diri.

Peristiwa biadab itu terjadi di depan SPBU Natar, Rabu (24/9/2026) malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam rekaman CCTV, terlihat jelas Teguh melayangkan pukulan ke arah korban.

Bukannya melerai, oknum Kades itu justru main hakim sendiri. Korban yang masih di bawah umur langsung ambruk, terjatuh ke tanah, dan pingsan di lokasi.

Diduga, pemicu aksi koboi itu hanya masalah sepele: antrean kendaraan di SPBU.

Keluarga korban tak tinggal diam. Mereka langsung mengadukan aksi premanisme berkedok jabatan itu ke Mapolda Lampung.

Dirreskrimum Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan, membenarkan laporan tersebut.

"Benar, kasus tersebut sudah dilaporkan dan sudah kami terima. Baru tadi malam laporannya masuk," tegas Indra, Minggu (26/9/2026).

Polisi kini bergerak cepat. Tim penyidik tengah mengumpulkan bukti-bukti, mulai dari keterangan saksi, keterangan korban, hingga hasil visum.

Jika terbukti, oknum Kades arogan ini terancam dicopot dan dipenjara. Jabatan bukan alasan untuk menganiaya anak di bawah umur!.(Ndi)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts