Portal Berita Online

Modus COD Motor Kembali Makan Korban, Polisi Ringkus Dua Pelaku Curas


LAMPUNG SELATAN - Satreskrim Polres Lampung Selatan berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) bermodus transaksi jual beli sepeda motor yang terjadi di Kecamatan Sragi. Dua pelaku berhasil ditangkap dalam pengembangan penyelidikan, sementara seorang pelaku lainnya diketahui tengah menjalani proses hukum dalam perkara lain di Polres Lampung Timur.

Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh, S.Tr.K., S.I.K., M.Sc. membenarkan pengungkapan tersebut. Pelaku pertama berinisial B.M. (47), warga Desa Bangunan, Kecamatan Palas, berhasil kami amankan di kediamannya pada Kamis, 16 Juli 2026.

“Dari hasil pengembangan, keesokan harinya kami kembali menangkap pelaku kedua berinisial S.C. (24), warga Desa Kelau, Kecamatan Penengahan, di tempat kerjanya di Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda,” ujarnya.

Kasus ini bermula pada Jumat, 26 Juni 2026 sekitar pukul 18.00 WIB di kawasan Tugu Udang, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi. Saat itu korban, Agus Candra Jaya, datang memenuhi janji transaksi jual beli sepeda motor Suzuki Satria FU miliknya dengan seseorang yang telah menghubunginya. Namun sesampainya di lokasi, korban justru didatangi tiga orang pelaku yang langsung menodongkan senjata api.

Korban bersama seorang rekannya kemudian dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil. Kedua korban diborgol, mata mereka dilakban, lalu telepon genggam Samsung Galaxy A05s dan sepeda motor Suzuki Satria FU milik korban dibawa kabur. Akibat peristiwa tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp10 juta.

“Para pelaku menggunakan modus berpura-pura menjadi calon pembeli sepeda motor. Setelah korban datang ke lokasi yang telah disepakati, pelaku langsung mengancam menggunakan senjata api, menyekap korban, kemudian mengambil kendaraan dan barang berharganya,” kata AKP Stefanus.

Berdasarkan laporan korban, Tim Opsnal Presisi 308 Polres Lampung Selatan melakukan penyelidikan intensif hingga berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku. Dari hasil penangkapan terhadap B.M., penyidik memperoleh informasi mengenai keterlibatan pelaku lain sehingga dilakukan pengembangan yang berujung pada penangkapan S.C. Polisi juga mengungkap satu pelaku lainnya berinisial M.F. saat ini sedang menjalani proses penyidikan di Polres Lampung Timur.

Dalam pengungkapan perkara ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa kotak telepon genggam milik korban, dokumen sepeda motor Suzuki Satria FU, pakaian yang digunakan para pelaku saat beraksi.

Serta barang bukti lain yang disita dalam proses penyidikan di Polres Lampung Timur berupa satu unit mobil Honda Mobilio warna abu-abu, satu buah borgol, satu gulung lakban cokelat, dan satu pucuk senjata api rakitan yang diduga digunakan saat melakukan aksi kejahatan.

“Kedua tersangka kami persangkakan melanggar Pasal 479 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun. ” tegas AKP Stefanus.

Penyidikan masih terus kami kembangkan untuk melengkapi alat bukti dan mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara ini. Kami juga akan menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain maupun jaringan yang membantu pelaksanaan maupun hasil kejahatan tersebut. (Red)

Share:

Gelar Nobar Final Piala Dunia di 17 Kecamatan, Pemkab Lampung Selatan Ubah Kemeriahan Jadi Berkah bagi UMKM Lokal


LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar nonton bareng (nobar) partai final Piala Dunia 2026 secara serentak di 17 kecamatan sebagai upaya menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Kegiatan nobar tersebut akan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026, mulai pukul 02.00 WIB, saat laga final mempertemukan Spanyol melawan Argentina yang bakal digelar langsung di Stadion MetLife, New York, Amerika Serikat.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, mengatakan Pemkab Lampung Selatan telah menyiapkan sejumlah titik strategis dan ruang publik milik pemerintah daerah sebagai lokasi nobar final Piala Dunia 2026. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat menyaksikan pertandingan dalam suasana yang aman, nyaman, dan meriah.

Hendry menjelaskan, sesuai arahan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, kegiatan nobar tidak hanya menjadi wadah bagi masyarakat untuk menikmati pertandingan sepak bola paling bergengsi di dunia, tetapi juga dimanfaatkan sebagai upaya menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan pelaku UMKM di setiap kecamatan.

"Kita akan mengadakan nobar di masing-masing kecamatan. Sesuai arahan Pak Bupati, kita berkolaborasi dengan UMKM lokal di setiap kecamatan untuk menyemarakkan acara," ujar Hendry Kurniawan, Minggu (19/7/2026).

Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat dapat menikmati pertandingan sambil mencicipi beragam kuliner dan produk unggulan UMKM setempat.

Dengan begitu, kegiatan nobar diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga.

Adapun lokasi nonton bareng final Piala Dunia 2026 di 17 kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan, sebagai berikut:

Merbau Mataram: Balai Desa Baru Ranji.

Katibung: Halaman Kantor Kecamatan Katibung.

Jati Agung: Balai Desa Jatimulyo.

Palas: Halaman Parkir Pasar Bumidaya.

Rajabasa: Kantor Desa Way Muli.

Tanjung Sari: Halaman Kantor Desa Bangun Sari.

Sidomulyo: Halaman Kantor Kecamatan Sidomulyo.

Natar: Halaman Kantor Kecamatan Natar.

Way Sulan: Halaman Balai Desa Karang Pucung.

Candipuro: Halaman Kantor Kecamatan Candipuro.

Penengahan: Aula Balai Desa Pasuruan.

Bakauheni: Kantor BUMDes Desa Hatta.

Tanjung Bintang: GOR PB Satria Jatibaru.

Kalianda: Lapangan Korpri Kalianda.

Way Panji: Halaman Kantor Desa Sidoharjo.

Ketapang: Desa Pematang Pasir.

Sragi: Balai Desa Sumbersari.

Pemkab Lampung Selatan mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan momentum nobar final Piala Dunia sebagai ajang mempererat kebersamaan sekaligus memberikan dukungan kepada pelaku UMKM lokal yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Masyarakat juga diimbau untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan di setiap lokasi nobar agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, nyaman, dan kondusif.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung agar suasana nobar tetap nyaman, tertib, dan Kabupaten Lampung Selatan tetap HELAU," kata Hendry Kurniawan. (Kmf-Is)

Share:

Binmas Polres Lampung Selatan Beri Penyuluhan di Yayasan SMP dan SMA Swadhipa


LAMPUNG SELATAN - Jarak dan medan yang harus ditempuh tidak menjadi penghalang bagi Polres Lampung Selatan untuk memberikan pembinaan kepada generasi muda.

Demi menjangkau pelajar di wilayah kepulauan, personel Satuan Binmas Polres Lampung Selatan menyeberangi perairan Selat Sunda menggunakan perahu dari Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi untuk menggelar penyuluhan di Yayasan SMP dan SMA Swadhipa, Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan yang dipimpin Kasat Binmas Polres Lampung Selatan IPTU Aprizal itu disambut hangat oleh pihak sekolah, dewan guru, dan para siswa.

Penyuluhan berlangsung interaktif dengan mengangkat berbagai persoalan yang kini menjadi ancaman bagi generasi muda, mulai dari penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), judi online, hingga penggunaan media sosial secara bijak.

Dalam arahannya, IPTU Aprizal menegaskan bahwa pelajar harus mampu membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan.

"Jangan pernah mencoba narkoba, jauhi judi online, dan gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif. Isi waktu dengan belajar, berorganisasi, berolahraga, dan kegiatan positif lainnya," tegas IPTU Aprizal.

Ia juga mengajak para pelajar untuk berani menolak segala bentuk ajakan yang mengarah pada tindakan melanggar hukum. Menurutnya, apabila menemukan persoalan di lingkungan sekitar, para siswa tidak perlu takut untuk melaporkannya kepada guru, orang tua, maupun pihak kepolisian.

Dalam sesi berikutnya, IPDA Sefi Ariana memberikan materi mengenai bahaya bullying. Ia menjelaskan bahwa perundungan tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat terjadi melalui ejekan, pengucilan, intimidasi, maupun komentar negatif di media sosial yang berpotensi menimbulkan dampak psikologis bagi korban.

Para pelajar juga dibekali pemahaman mengenai perbedaan antara bermain game sebagai hiburan dengan praktik judi online. Dijelaskan bahwa judi online mengandung unsur taruhan yang dapat memicu kecanduan, kerugian ekonomi, hingga berujung pada proses hukum.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan pembinaan keagamaan di wilayah kepulauan, Sat Binmas Polres Lampung Selatan turut menyerahkan bantuan berupa kipas angin, Al-Qur'an, serta karpet untuk rumah mengaji.

Bhabinkamtibmas Desa Canti, Aipda Deni Madyistira, mengatakan kehadiran polisi di Pulau Sebesi merupakan bagian dari upaya preventif dalam menjaga keamanan dan membangun karakter generasi muda sejak dini.

"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita jaga bersama. Melalui edukasi seperti ini, kami berharap mereka memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba, bullying, maupun judi online. Kami juga mengajak para orang tua, guru, dan seluruh elemen masyarakat agar terus mengawasi serta membimbing anak-anak dalam pergaulan sehari-hari maupun saat menggunakan media sosial," ujar Aipda Deni Madyistira.

Ia menambahkan, pembinaan kepada pelajar di wilayah kepulauan menjadi bukti bahwa Polres Lampung Selatan berkomitmen memberikan pelayanan, perlindungan, dan edukasi kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Sementara itu, Kepala Yayasan SMP dan SMA Swadhipa, Robi, S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polres Lampung Selatan yang datang langsung ke Pulau Sebesi untuk memberikan pembekalan kepada para siswa.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Lampung Selatan yang telah hadir langsung memberikan edukasi kepada anak-anak kami. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi pelajar saat ini," ungkap Robi.

Melalui kegiatan tersebut, Sat Binmas Polres Lampung Selatan berharap para pelajar di Pulau Sebesi semakin memahami bahaya narkoba, bullying, judi online, serta mampu menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Edukasi ini diharapkan menjadi bekal bagi para pelajar untuk tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan taat hukum.(Red)

Share:

Damkarmat Lampung Selatan Dampingi Fire Skill Competition PT Japfa, Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Keadaan Darurat

 


LAMSEL, Tanjung Bintang - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan terus memperkuat budaya kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran melalui kolaborasi dengan dunia usaha.

Salah satunya dengan memberikan pendampingan pada Fire Skill Competition yang diselenggarakan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Lampung, di Desa Lematang, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (17/7/2026).

Pendampingan tersebut tidak sekadar memastikan jalannya perlombaan berlangsung aman, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menghadapi situasi darurat melalui berbagai simulasi penanganan kebakaran.

Fire Skill Competition diikuti enam regu yang terdiri dari 48 personel. Para peserta diuji kemampuan fisik, kecepatan, ketangkasan, serta kekompakan tim dalam menghadapi simulasi keadaan darurat.

Dua kategori dipertandingkan, yakni hose laying dan pemadaman api menggunakan hydrant, serta pemadaman menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Suasana perlombaan berlangsung penuh semangat. Dukungan antartim dan atmosfer kompetitif yang sehat menjadi penyemangat peserta dalam menyelesaikan setiap tantangan yang diberikan.

Ketua pelaksana yang juga Manager Head of HR & GA Department PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Lampung, Hellen, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan sekaligus kepercayaan diri Tim Damkar dari Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) dalam menghadapi potensi keadaan darurat di lingkungan perusahaan.

"Kami berharap melalui perlombaan ini kemampuan dan kepercayaan diri Tim Damkar P2K3 semakin meningkat, sehingga mereka terbiasa mengimplementasikan budaya K3 dalam setiap aktivitas kerja," ujar Hellen.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dengan target zero accident, zero traffic accident, zero environmental case, dan zero fire case.

Usai perlombaan, Head of Unit PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Lampung, Darwin, menyampaikan apresiasi kepada Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan atas arahan dan pendampingan yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

"Terima kasih kepada Pak Sefri dan seluruh tim Damkar Lampung Selatan yang telah hadir dan mendampingi kegiatan ini. Kami berharap latihan seperti ini dapat meningkatkan kemampuan karyawan, sehingga apabila terjadi keadaan darurat di lingkungan perusahaan, risiko maupun kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalkan," kata Darwin.

Sementara itu, Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan, Sefri Masdian, mengapresiasi inisiatif PT Japfa Comfeed yang mengemas pembinaan keterampilan penanganan kebakaran dalam bentuk kompetisi. Menurutnya, pendekatan tersebut mampu meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperkuat kebersamaan antarkaryawan.

"Saya melihat ada dua manfaat dari kegiatan ini. Pertama, sebagai sarana internal public relations yang dapat mempererat hubungan antarkaryawan dan berdampak pada meningkatnya semangat kerja. Kedua, tentu saja keterampilan peserta dalam penanganan keadaan darurat semakin meningkat melalui simulasi yang dilaksanakan," ujar Sefri.

Sefri menilai kegiatan seperti ini menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun budaya keselamatan kerja di lingkungan perusahaan. Selain meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, pelatihan juga membentuk respons yang lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika kondisi darurat terjadi.

"Kita semua tentu tidak mengharapkan musibah terjadi. Namun, ketika setiap orang telah dibekali pengetahuan dan kemampuan, mereka tidak akan mudah panik dan akan lebih siap dalam menghadapi situasi darurat. Harapan kita, APAR maupun hydrant yang ada di lingkungan perusahaan hanya digunakan untuk latihan, bukan untuk pemadaman yang sesungguhnya," kata Sefri.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha, upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penanggulangan kebakaran diharapkan semakin optimal. Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman, tangguh, dan berbudaya keselamatan. (Kmf-Is)

Share:

ASDP Percepat Sterilisasi Enam Pelabuhan Demi Layanan Penyeberangan Modern Berstandar Keselamatan Tinggi


Jakarta, 17 Juli 2026 – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat transformasi layanan kepelabuhanan melalui implementasi program sterilisasi pelabuhan sebagai bagian dari upaya membangun sistem penyeberangan yang lebih aman, tertib, modern, dan terintegrasi.

Memasuki pekan ini, ASDP menggelar sosialisasi intensif di Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar sebagai tahapan akhir menjelang soft launching implementasi sterilisasi pelabuhan pada Senin, 20 Juli 2026.

Program ini merupakan bagian dari transformasi operasional ASDP untuk memperkuat pengelolaan kawasan pelabuhan sebagai objek vital transportasi nasional. Melalui sistem registrasi digital, Face Recognition (FR), pengendalian akses berbasis zonasi, hingga One Gate System, ASDP menghadirkan tata kelola kawasan yang lebih aman, transparan, dan akuntabel. Transformasi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keamanan kawasan pelabuhan, tetapi juga membangun budaya operasional yang disiplin, efisien, dan berorientasi pada keselamatan.

Implementasi ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 91 Tahun 2021 tentang Zonasi Kawasan Pelabuhan Penyeberangan, serta regulasi terkait pengamanan objek vital transportasi.

Direktur Operasional dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rio Lasse, mengatakan sterilisasi pelabuhan merupakan fondasi menuju operational excellence yang akan memperkuat keandalan layanan penyeberangan nasional.

"Sterilisasi pelabuhan bukan sekadar pengaturan akses, tetapi transformasi menyeluruh dalam cara kita mengelola operasional. Kami ingin memastikan setiap orang, kendaraan, dan aktivitas di kawasan pelabuhan dapat teridentifikasi, terverifikasi, dan termonitor dengan baik. Dengan pengelolaan akses berbasis digital melalui Face Recognition, zonasi yang jelas, serta One Gate System, kami memperkuat keamanan objek vital sekaligus meningkatkan keandalan operasi dan kualitas pelayanan. Pada akhirnya, pelabuhan yang tertib akan melahirkan operasi yang semakin aman, andal, dan memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat pengguna jasa," ujar Rio.

*Penataan Kawasan Pelabuhan*
Sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia, berbagai persiapan di Pelabuhan Merak terus diintensifkan selama dua pekan terakhir. Bersama seluruh pemangku kepentingan, ASDP rutin menggelar patroli gabungan, sosialisasi sterilisasi, serta penataan kawasan pelabuhan guna memastikan hanya pihak yang berkepentingan dapat mengakses area operasional.

Penataan juga dilakukan terhadap pedagang asongan melalui pendataan ulang, pengaturan lokasi berjualan, dan pemberian identitas resmi, disertai penataan kawasan sekitar Masjid Keramat agar lingkungan pelabuhan menjadi lebih tertib, aman, dan representatif. Penerapan One Gate System juga terus dioptimalkan dengan dukungan CCTV, pagar pembatas, rambu, penerangan, dan pos pengawasan sebagai bagian dari penguatan sistem keamanan kawasan pelabuhan.

Sementara di Pelabuhan Bakauheni, ASDP mematangkan kesiapan implementasi melalui koordinasi intensif bersama regulator, aparat keamanan, operator kapal, dan seluruh stakeholder. Persiapan difokuskan pada penyelesaian infrastruktur pendukung, pemasangan media sosialisasi dan rambu sterilisasi, pendataan akses berbasis Face Recognition (FR), penataan jalur kendaraan, serta penguatan sistem pengawasan terintegrasi yang didukung teknologi digital, CCTV, dan vehicle monitoring.

Seluruh langkah tersebut dilakukan untuk memastikan implementasi berjalan efektif, konsisten, serta mampu menghadirkan operasional pelabuhan yang semakin aman, tertib, modern, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menegaskan bahwa sosialisasi menjadi tahapan penting untuk membangun pemahaman bersama sebelum implementasi diberlakukan secara penuh.

"Transformasi sebesar ini hanya dapat berjalan dengan baik apabila seluruh stakeholder memiliki pemahaman dan komitmen yang sama. Sterilisasi pelabuhan bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat, melainkan membangun budaya baru yang mengedepankan keselamatan, keamanan, kedisiplinan, dan pelayanan prima. Dengan kolaborasi regulator, operator kapal, aparat keamanan, dan seluruh mitra kerja, kami optimistis implementasi sterilisasi akan menjadi fondasi terciptanya pelabuhan penyeberangan yang semakin modern, efisien, dan berstandar internasional demi mendukung konektivitas nasional," ujar Windy menandaskan.(is)

Share:

Rapat Koordinasi MCSP KPK di Inspektorat Lampung Selatan Dinilai Tertutup untuk Media


KALIANDA – Pelaksanaan rapat koordinasi tindak lanjut permintaan data Program Monitoring Center for Prevention (MCSP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Aula Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (16/7/2026), menjadi sorotan publik. Kegiatan ini dipertanyakan setelah muncul anggapan berlangsung tertutup dan awak media tidak diperkenankan melakukan peliputan.

Saat berupaya memperoleh informasi di lokasi, awak media tidak mendapat penjelasan langsung terkait pelaksanaan kegiatan. Heni, staf pada Irban V Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan, kemudian mengarahkan wartawan untuk berkoordinasi langsung dengan Inspektur Pembantu (Irban) V, Ikhwan, guna memperoleh keterangan resmi.

Berdasarkan pantauan langsung awak media di lokasi, saat perwakilan dari OPD memasuki ruangan dan rapat sedang berlangsung, Heni terlihat bergegas menutup pintu Aula Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan.

Peristiwa itu sempat memunculkan dugaan di kalangan awak media bahwa penutupan dilakukan agar aktivitas di dalam ruangan tidak terpantau dari luar. Namun, dugaan tersebut kemudian dibantah secara tegas oleh pihak Inspektorat.

Menanggapi insiden ini, Ketua Forum Studi dan Advokasi Masyarakat Lampung Selatan (FUSVOMALS), Ainul Fajri, menilai pelaksanaan program MCSP sebagai instrumen pencegahan korupsi yang digagas KPK semestinya dijalankan dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi dan keterbukaan informasi kepada publik.

“Ketika ada arahan atau permintaan dari KPK, pelaksanaannya harus menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam upaya pencegahan korupsi. Keterbukaan menjadi kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat,” ujar Ainul di Kalianda, Kamis.

Ia menambahkan, kehadiran media dalam kegiatan pemerintah tidak hanya sebagai peliput, melainkan juga menjalankan fungsi kontrol sosial sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta prinsip keterbukaan informasi publik.

“Kalau tujuannya baik, seharusnya media diberikan ruang untuk meliput. Masyarakat juga berhak mengetahui langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih. Keterbukaan informasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari akuntabilitas,” tegasnya.

Sementara itu, menanggapi sorotan tersebut, Irban V Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan, Ikhwan, menegaskan rapat tersebut bukan agenda tertutup.

“Kami tidak menutup akses. Kebetulan ruangan kami memang terbatas, bahkan pegawai kami sendiri tidak semuanya bisa duduk di dalam aula,” jelas Ikhwan.

Ia menerangkan, kegiatan tersebut merupakan rapat koordinasi internal sebagai tindak lanjut Surat Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK RI Nomor B/4002/KSP.00/70-73/06/2026 tanggal 30 Juni 2026, tentang permintaan data untuk pemantauan dan evaluasi Program MCSP di lingkungan pemerintah daerah.

“Surat itu ditujukan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Kami diminta melengkapi 17 butir data pendukung tahun 2024 hingga 2026 yang harus disampaikan paling lambat 24 Juli 2026. Masing-masing OPD menyiapkan data sesuai tugas dan fungsinya untuk kemudian dihimpun oleh Inspektorat,” paparnya.

Perbedaan pandangan ini kembali mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara efektivitas pelaksanaan administrasi pemerintahan dengan prinsip keterbukaan informasi publik.

Di satu sisi, masyarakat sipil mendorong akses media sebagai bagian kontrol sosial; di sisi lain, pihak Inspektorat menegaskan tidak ada niat menutup informasi, melainkan keterbatasan kapasitas ruangan menjadi alasan teknis yang dihadapi.(is)

Share:

Pemkab Lampung Selatan Perkuat Transformasi Koperasi Modern, Supriyanto: Jadikan Motor Penggerak Ekonomi Daerah


KALIANDA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memanfaatkan momentum peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026 untuk memperkuat transformasi koperasi sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

Melalui semangat "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", Pemkab Lampung Selatan menegaskan komitmennya mendorong koperasi yang sehat, modern, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Upacara Bulanan yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang digelar di Lapangan Korpri, Kompleks Perkantoran Pemkab Lampung Selatan, Jumat (17/7/2026).

Upacara berlangsung khidmat dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, bertindak sebagai inspektur upacara mewakili Bupati Radityo Egi Pratama.

Kegiatan diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lampung Selatan, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat fungsional, hingga PNS dan PPPK, serta jajaran Perumda Air Minum Tirta Jasa (Perseroda).

Dalam amanatnya, Supriyanto menegaskan bahwa tema Hari Koperasi Nasional tahun ini merupakan refleksi nyata dari ekonomi kerakyatan yang dibangun di atas nilai kebersamaan dan gotong royong.
Menurutnya, peringatan Hari Koperasi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kontribusi koperasi dalam pembangunan ekonomi daerah.

"Lampung Selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, hingga UMKM. Kunci untuk mengoptimalkan potensi tersebut ada pada koperasi yang sehat, modern, dan transparan. Jadikan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Supriyanto.

Ia juga meminta Dinas Koperasi dan UKM bersama seluruh penggiat koperasi untuk terus melakukan transformasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Selain itu, penguatan Koperasi Desa Merah Putih dinilai penting agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman sekaligus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Tak hanya itu, Supriyanto turut mengajak generasi muda untuk aktif bergabung dalam gerakan koperasi. Menurutnya, koperasi harus terus berinovasi agar berkembang menjadi organisasi yang modern, adaptif, serta semakin diminati berbagai kalangan.

Mengakhiri amanatnya, Supriyanto mengajak seluruh ASN menjadikan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kolaborasi yang menjadi nilai dasar koperasi sebagai budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Dengan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, gerakan koperasi, pelaku usaha, dan masyarakat, Supriyanto optimistis berbagai program pembangunan daerah dapat berjalan lebih optimal guna mewujudkan Lampung Selatan yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. (Red-Nsy)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts