Portal Berita Online

Akses Berobat Kian Terjamin, 99,91 Persen Warga Lampung Selatan Terlindungi JKN


DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat komitmennya dalam menjamin akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Hingga Juni 2026, cakupan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Lampung Selatan telah mencapai 99,91 persen, sekaligus memastikan status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas tetap terjaga.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, mengatakan capaian tersebut telah melampaui indikator yang ditetapkan BPJS Kesehatan untuk kategori UHC Prioritas, yakni cakupan kepesertaan minimal 98 persen dan tingkat keaktifan peserta minimal 80 persen.

"Periode Juni 2026, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Lampung Selatan mencapai 99,91 persen dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 81,18 persen. Capaian tersebut telah memenuhi parameter UHC Prioritas," ujar Hendry dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Berdasarkan data terbaru, jumlah penduduk Kabupaten Lampung Selatan tercatat sebanyak 1.146.074 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.145.098 jiwa telah terdaftar sebagai peserta JKN, sedangkan jumlah peserta aktif mencapai 930.390 jiwa.

Hendry menjelaskan, status UHC Prioritas memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Melalui program tersebut, masyarakat Kabupaten Lampung Selatan yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan maupun yang kepesertaannya tidak aktif tetap dapat memperoleh perlindungan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Melalui program UHC Prioritas, kepesertaan JKN dapat diaktifkan saat masyarakat membutuhkan layanan di fasilitas Kesehatan, baik yang telah menjalani perawatan di rumah sakit, puskesmas, maupun klinik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan," ujar Hendry.

Untuk menjaga keberlanjutan program tersebut, Pemkab Lampung Selatan telah mengalokasikan anggaran pembayaran iuran JKN bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemerintah Daerah atau Penerima Bantuan Iuran (PBI) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp49,62 miliar.

Berdasarkan hasil pemutakhiran data kepesertaan, jumlah peserta PBPU Pemerintah Daerah yang menjadi tanggungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan hingga Juni 2026 mencapai 197.208 jiwa.

Selain itu, sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan jumlah peserta dan kebutuhan pembayaran iuran, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga menyiapkan tambahan alokasi anggaran yang akan ditetapkan melalui Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 sehingga total anggaran menjadi Rp87,62 miliar.

Pengalokasian anggaran tersebut telah dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung yang ditandatangani pada 26 Juni 2026. Kerja sama itu menjadi landasan penyelenggaraan JKN bagi peserta pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja dalam rangka mempertahankan status UHC Prioritas di Kabupaten Lampung Selatan.

Hendry menambahkan, penyesuaian anggaran dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah agar seluruh masyarakat tetap memiliki akses terhadap layanan kesehatan tanpa terkendala status kepesertaan.

“Dengan tetap terjaganya status UHC Prioritas, masyarakat memperoleh kepastian akses terhadap pelayanan kesehatan. Kepesertaan JKN dapat diaktifkan sesuai ketentuan saat dibutuhkan, sementara keberlangsungan pelayanan kesehatan serta pendanaan kapitasi pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) juga tetap terjamin,” kata Hendry.

Secara nasional, pemerintah menetapkan target cakupan kepesertaan JKN sebesar 98,6 persen pada tahun 2027 dan meningkat menjadi 99 persen pada tahun 2029. Dengan capaian saat ini, Kabupaten Lampung Selatan telah melampaui target nasional tersebut sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. (Kmf)

Share:

Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Pinggir Laut Ketapang


LAMPUNG SELATAN - Seorang pria ditemukan meninggal dunia di pinggir laut Dusun 2 Mekar Jaya, Desa Sumber Nadi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Identitas korban belum diketahui.

Penemuan mayat tersebut bermula saat seorang nelayan, Mujamil bin Dartim, sedang mencari rebon atau udang kecil di pesisir. Saksi melihat sesosok mayat dalam posisi terlentang di tepi laut, lalu segera melaporkan kepada Kepala Desa Sumber Nadi.

Menerima laporan dari Kades Sumber Nadi, Tim Damkarmat Posko Ketapang langsung meluncur ke lokasi untuk bergabung bersama Tim Pol Airud dan Polsek Penengahan.

“Kejadian bermula pada saat saksi sedang mencari rebon. Saksi melihat sesosok mayat di pinggir laut dengan posisi terlentang kemudian saksi menghubungi Kades Sumbernadi,” ujar Sekdin Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Gunawan, yang mendampingi Kadis Damkarmat Sefri Masdian.

Selanjutnya, Kanit Reskrim Polsek Penengahan bersama Unit INAFIS Polres Lampung Selatan melakukan cek dan olah TKP. Bersama anggota Satpol PP, Damkar Kecamatan Ketapang, dan warga, jenazah kemudian dievakuasi dari pinggir laut menggunakan perahu.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah telah dibawa ke RSUD Bob Bazar untuk dilakukan pemeriksaan Visum Et Repertum atau otopsi, kata Hendry Gunawan.

Ciri-ciri dan identitas korban hingga saat ini korban belum dapat diidentifikasi.
Ciri-ciri Jenazah, tidak menggunakan pakaian, kondisi sudah membusuk. Kelamin sudah membengkak dan terdapat belatung.
Mengenakan celana levis biru yang digulung.

Pihak kepolisian telah memeriksa dua orang saksi di lokasi kejadian, polisi sudah mendatangi dan mengamankan TKP, melaksanakan Olah TKP bersama INAFIS Polres Lampung Selatan dan
Membawa jenazah ke RS Bhayangkara/RSUD Bob Bazar untuk dilakukan otopsi.

Hingga saat ini penyebab pasti kematian korban belum dapat ditentukan karena masih menunggu hasil otopsi. Dalam laporan disebutkan, “Tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukan Autopsy. SARAN: Dilakukan Autopsy.”

Laporan kejadian ini telah diteruskan kepada Wakil Bupati Lampung Selatan, Sekda, Asisten Bidang Pemerintahan, Kalak BPBD, dan Kadis Sosial Lampung Selatan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera melapor ke Polsek Penengahan atau Polres Lampung Selatan.
(Is)

Share:

UMKM Raup Berkah dari Nobar Piala Dunia, Bupati Egi: Gema HELAU Gerakkan Ekonomi Rakyat dan Perkuat Gotong Royong


LAMSEL, Kalianda - Gelaran Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia FIFA 2026 babak 16 besar antara Argentina melawan Mesir yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan di Lapangan Korpri, Kalianda, Selasa malam (7/7/2026), membawa berkah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Tingginya antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara berdampak langsung pada meningkatnya pendapatan para pedagang, sekaligus menjadi wujud nyata semangat Gerakan Bersama HELAU (Gema HELAU) dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Sejak pukul 20.00 WIB, ratusan masyarakat mulai memadati kawasan Lapangan Korpri untuk menyaksikan pertandingan bergengsi tersebut. Ramainya pengunjung menciptakan perputaran ekonomi yang positif bagi puluhan pelaku UMKM kuliner maupun pedagang lainnya yang membuka lapak di sekitar lokasi kegiatan.

Kegiatan yang diinisiasi langsung oleh Pemkab Lampung Selatan itu tidak hanya menjadi ruang hiburan masyarakat, tetapi juga dikemas sebagai festival rakyat yang menghadirkan bazar UMKM, pembagian voucher belanja UMKM gratis, pentas seni, pertunjukan musik, hingga pengundian doorprize. Berbagai rangkaian kegiatan tersebut sukses menarik minat masyarakat sekaligus meningkatkan transaksi ekonomi di lokasi acara.

Dampak positif itu dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM. Salah seorang pedagang kuliner, Ida, mengaku bersyukur atas terselenggaranya kegiatan yang memberikan peluang usaha bagi masyarakat kecil.

Menurutnya, sejak sebelum pertandingan dimulai, lapaknya telah dipadati pembeli sehingga omzet penjualannya meningkat drastis dibandingkan hari biasa.

"Biasanya jam segini sudah mulai sepi, tetapi malam ini ramai sekali. Omzet saya naik hingga tiga kali lipat. Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan Pak Bupati yang telah menghadirkan kegiatan seperti ini karena benar-benar membantu perekonomian masyarakat," ujarnya.

Sebelum pertandingan dimulai, masyarakat juga dihibur dengan penampilan grup musik lokal yang semakin menambah semarak suasana.

Kebersamaan tersebut turut dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, didampingi Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Supriyanto, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa momentum kebersamaan melalui olahraga harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Gerakan Bersama HELAU (Gema HELAU) yang tidak hanya mengedepankan nilai gotong royong, tetapi juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Egi mengatakan, sepak bola mengajarkan pentingnya kerja sama, disiplin, strategi, dan kerja keras. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun Kabupaten Lampung Selatan yang semakin maju dan sejahtera.

"Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat Gema HELAU. Ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi semangat gotong royong kita dalam menjaga kebersihan, keamanan, kerukunan, sekaligus mendukung pembangunan daerah," kata Bupati Egi.

Pada kesempatan itu, Bupati Egi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, aparat keamanan, tenaga kesehatan, petugas kebersihan, sponsor, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia mengajak masyarakat menikmati pertandingan dengan tertib, menjaga keamanan, serta saling menghormati satu sama lain.

Sementara itu, Tim Nasional Argentina memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Mesir dengan skor 3-2 pada laga babak 16 besar di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Selasa (waktu setempat).

Mesir sempat membuat kejutan dengan unggul dua gol lebih dahulu melalui Yasser Ibrahim dan Mostafa Ziko. Namun, Argentina menunjukkan mental juara dengan bangkit membalikkan keadaan lewat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez. Kemenangan dramatis 3-2 tersebut memastikan langkah Argentina ke babak perempat final, di mana mereka akan menghadapi Swiss.

Keberhasilan penyelenggaraan Nobar Piala Dunia FIFA 2026 tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan secara langsung. Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi instrumen efektif dalam memperkuat ekosistem ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM, sejalan dengan semangat Gema HELAU sebagai gerakan bersama membangun Lampung Selatan yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. (Kmf)

Share:

Libur Sekolah, ASDP Layani 2,05 Juta Penumpang, Operasional di Empat Pelabuhan Utama Lancar Terkendali


Jakarta, 7 Juli 2026 – Momen libur sekolah kembali menjadi periode dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Sebagai operator penyeberangan nasional, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan di empat pelabuhan utama tetap berjalan lancar dan terkendali, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan antarpulau dengan aman, nyaman, dan tertib. Selama periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026, ASDP berhasil melayani 2.052.184 penumpang dan 502.490 unit kendaraan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan keberhasilan menjaga kelancaran layanan selama libur sekolah merupakan hasil kesiapan operasional yang telah dipersiapkan sejak awal, didukung kolaborasi erat bersama regulator, aparat, serta seluruh pemangku kepentingan.

"Peningkatan mobilitas masyarakat selama libur sekolah dapat kami layani dengan baik melalui berbagai langkah antisipatif dan penguatan operasional. Fokus kami tidak hanya pada peningkatan kapasitas layanan, tetapi juga memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi pengguna jasa," ujar Heru.

Pada lintasan Merak–Bakauheni (PP), ASDP melayani 1.236.168 penumpang, meningkat 4,21 persen dibandingkan periode sebelumnya. Jumlah kendaraan yang diseberangkan mencapai 289.794 unit, atau tumbuh 3,66 persen. Sementara itu, di lintasan Ketapang–Gilimanuk (PP), ASDP melayani 816.016 penumpang, meningkat 0,95 persen, dengan jumlah kendaraan mencapai 212.696 unit, atau naik 3,87 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan di tengah lonjakan trafik, ASDP mengoptimalkan armada dan kapasitas pelabuhan, memperkuat personel operasional di lapangan, menerapkan sistem delaying pada sejumlah buffer zone, serta mempererat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Saat terjadi kepadatan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, ASDP juga segera menerapkan pola operasi Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) serta mengoperasikan kapal perbantuan di Dermaga Bulusan (LCM) guna mempercepat proses bongkar muat dan mengurai antrean kendaraan.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa ASDP turut mendukung kebijakan Pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat melalui program stimulus berupa diskon tarif jasa pelabuhan sebesar 100 persen, atau rata-rata memberikan penghematan sekitar 21,9 persen dari total tarif penyeberangan. Program tersebut diterapkan di 14 pelabuhan yang melayani tujuh lintasan strategis nasional.

Selama periode keberangkatan 20 Juni hingga 5 Juli 2026, sebanyak 1.125.088 pengguna jasa telah memanfaatkan program tersebut, atau mencapai 93,25 persen dari target 1.206.585 penerima manfaat.
"Capaian ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan program stimulus sekaligus menunjukkan bahwa kebijakan tersebut efektif membantu masyarakat mengakses layanan penyeberangan dengan tarif yang lebih terjangkau," jelas Windy.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhana, yang menyampaikan bahwa program stimulus tersebut bertujuan menjaga keterjangkauan biaya transportasi selama libur sekolah sekaligus mendorong perputaran ekonomi nasional.

Kelancaran layanan selama periode libur sekolah juga didukung pemanfaatan platform digital Ferizy sebagai sistem pembelian tiket penyeberangan secara daring. Melalui pengaturan jadwal keberangkatan berbasis digital, distribusi pengguna jasa menuju pelabuhan menjadi lebih tertata, sehingga potensi antrean dapat diminimalkan dan pelayanan berlangsung semakin efektif.

Ke depan, ASDP akan terus memperkuat transformasi digital, meningkatkan standar keselamatan, serta memperluas kapasitas operasional di berbagai lintasan strategis. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin andal, efisien, dan memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi seluruh pengguna jasa.
(Rls)

Share:

Pemkab Pesisir Barat Kejar Pajak Hotel Dan Restoran Yang Bandel


Pesisir Barat –Di tengah ramainya wisatawan, penerimaan pajak hotel, restoran, dan kafe di Kabupaten Pesisir Barat justru tertinggal. Data Pemkab menyebut hanya 25-30% pelaku usaha yang taat setor pajak.

Untuk menutup kebocoran itu, Tim Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Pesisir Barat turun ke lapangan selama 5 hari, 6-10 Juli 2026. Sasarannya: hotel, restoran, dan kafe yang selama ini diduga mangkir.

Tim gabungan dari Bapenda, PTSP, Disporaparekraf, Koperasi, PUPR, Kesbangpol, Satpol PP, dan Diskominfotik tidak hanya mengecek setoran pajak. Legalitas usaha seperti NIB, KBLI, dan izin bangunan juga diperiksa.

Kepala Bapenda Pesisir Barat, Hendri Dunan, menyebut hotel dan restoran berstatus wajib pungut. Artinya, pajak 10% sudah dibayar konsumen, tinggal disetor ke kas daerah.”Masalahnya, pajak yang sudah dipungut dari tamu tidak semuanya masuk ke pemerintah. Ini rawan mengarah ke penggelapan,” tegas Hendri

Pada hari pertama, tim menyasar usaha-usaha dengan catatan kepatuhan paling rendah. Pendekatannya masih edukasi dan pembinaan. Namun Hendri memperingatkan, jika tetap membandel maka sanksi administratif hingga penyitaan menanti.

Ketua Tim Optimalisasi PAD, Armen Qodar, mengakui pertumbuhan wisatawan domestik dan mancanegara ke Pesisir Barat terus naik. Sayangnya, kenaikan itu belum berbanding lurus dengan setoran PAD.”Kami ingin pelaku usaha nyaman. Tapi nyaman itu harus dibarengi legalitas lengkap. Jangan cuma cari untung, kewajiban ke daerah juga ditunaikan,” kata Armen.

Armen menegaskan, pajak yang dipungut bukan milik pengusaha. “Itu uang rakyat. Harusnya kembali untuk bangun jalan, sekolah, dan pelayanan publik,” ujarnya.
Langkah Pemkab disambut pelaku usaha. Alexis, pemilik salah satu kafe di Pesisir Barat, menyatakan siap bayar pajak.”Kami siap taat. Tapi tolong adil. Jangan yang ini dikejar, yang itu dibiarkan. Awasi semua,” pintanya
Pemkab menargetkan, melalui operasi ini kepatuhan wajib pungut bisa naik secara senigfikan tahun 2026.(mayasir).

Share:

Forum Segekhi Suku Silaturahmi ke Tokoh Adat Sai Batin, Tegas Tolak Pengeboran Gunung Rajabasa


LAMPUNG SELATAN - Forum Segekhi Suku melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman para tokoh adat Sai Batin di dua wilayah adat Kabupaten Lampung Selatan pada Senin, (6/7/2026). Kunjungan dilakukan ke Lamban Balak Marga Legun di Desa Kesugihan dan Lamban Balak Marga Rajabasa di Desa Rajabasa.


Pertemuan yang berlangsung sederhana ini bertujuan untuk menyampaikan perkembangan pergerakan masyarakat adat Forum Segekhi Suku, sekaligus menegaskan kembali sikap terkait isu rencana pengeboran di kawasan Gunung Rajabasa.


Dipimpin Ketua Forum, Silaturahmi Jadi Jembatan dengan Pemangku Adat


Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Forum Segekhi Suku, Beta Rahmi bergelar Pangikhan Puk Sabuay Nimbau. Ia didampingi oleh Mukhtar Wahid bergelar Khaja Pemuka, Rizal Anwar bergelar Khadin Setia, beserta jajaran perwakilan pengurus forum lainnya.


Dalam pertemuan tersebut, Beta Rahmi menyampaikan bahwa Forum Segekhi Suku merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat adat di Lampung Selatan. Karena itu, menjaga komunikasi dan dukungan dari para Sai Batin selaku pemangku adat menjadi hal yang penting.


Ia menegaskan komitmen forum dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Lampung Selatan, khususnya Gunung Rajabasa. “Segekhi Suku tetap konsisten berada pada pendirian awal sejak tahun 2011 hingga saat ini, yaitu menolak segala aktivitas kegiatan pengeboran di kawasan tersebut demi menjaga keseimbangan ekologis,” tegas Beta Rahmi.


Sai Batin Marga Legun: Dukung dan Hargai Perjuangan Forum


Menanggapi kunjungan tersebut, Sai Batin Marga Legun, Azhar Marzuki bergelar Pangikhan Tihang Marga, menyampaikan rasa hormatnya atas inisiatif silaturahmi yang sarat makna ini.


Pihaknya memberikan respons positif dan menghargai konsistensi perjuangan yang dilakukan Forum Segekhi Suku. “Apa yang sudah dilaksanakan oleh Forum Segekhi Suku tidak mungkin kami halangi, kami mendukung dan menghargai niat serta tujuan Segekhi Suku,” ujar Pangikhan Azhar Marzuki.


Lebih lanjut, ia berpesan agar forum senantiasa menjaga nilai-nilai luhur dan mematuhi tatanan serta aturan kehadatan yang berlaku dalam setiap langkah pergerakannya.


Terkait kepastian kelanjutan proyek pengeboran, Pangikhan Azhar menyampaikan hingga saat ini belum menerima informasi resmi dan jelas dari pihak terkait.


Sai Batin Marga Rajabasa: Kemaslahatan Masyarakat Jadi Prioritas


Usai menyambangi Marga Legun, rombongan melanjutkan perjalanan ke kediaman Sai Batin Marga Rajabasa. Niat baik dan kepedulian lingkungan ini disambut senada oleh David Merison bergelar Pangikhan Punyimbang Agung, selaku Sai Batin Marga Rajabasa.


Pangikhan David memberikan apresiasi tinggi atas kegigihan Forum Segekhi Suku yang tetap konsisten bergerak demi lingkungan.


Menyikapi isu pengeboran, ia juga mengakui belum menerima informasi valid mengenai kepastian proyek tersebut. Namun ia menekankan bahwa faktor kemaslahatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.


“Kami belum menerima informasi apakah kegiatan ini akan terlaksana atau mulai berjalan. Yang jelas, terkait apa pun hal yang menyangkut kesejahteraan alam dan masyarakat, harus kami dukung demi kepentingan masyarakat Lampung Selatan,” tegas Pangikhan David Merison.


Perkuat Sinergi Jaga Alam dan Kearifan Lokal


Kunjungan silaturahmi ini mempertegas sinergi antara gerakan elemen masyarakat adat dan para pemangku adat Sai Batin di Lampung Selatan. Sinergi ini diharapkan dapat terus terjaga dalam upaya melestarikan alam dan menjaga keharmonisan sosial di Bumi Lampung Selatan.

(Red)

Share:

Sekda Lampung Selatan Minta Perangkat Daerah Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik


LAMPUNG SELATAN -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, saat memimpin Rapat Koordinasi Mingguan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan di Aula Rajabasa, kantor bupati setempat, Senin (6/7/2026).

Peningkatan kualitas pelayanan menjadi perhatian utama mengingat dalam waktu dekat Kabupaten Lampung Selatan akan menghadapi Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung.

Dalam arahannya, Supriyanto mengingatkan seluruh perangkat daerah agar menjadikan capaian tahun sebelumnya sebagai motivasi untuk terus berbenah. Pada Penilaian Kepatuhan Tahun 2025, Kabupaten Lampung Selatan berhasil meraih kategori hijau, yang menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi terhadap standar pelayanan publik.

Namun demikian, menurutnya, capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh perangkat daerah berpuas diri. Justru sebaliknya, setiap organisasi perangkat daerah harus terus meningkatkan kualitas pelayanan agar nilai kepatuhan semakin baik.

“Tahun lalu kita memperoleh kategori hijau. Tahun ini tentu harus meningkat. Kategori hijau itu memiliki skor yang harus terus kita tingkatkan. Jangan sampai turun menjadi kuning, apalagi merah,” tegas Supriyanto.

Sekda juga meminta perangkat daerah yang menjadi lokus penilaian agar benar-benar mempersiapkan seluruh indikator yang telah ditetapkan. Menurutnya, pemenuhan setiap aspek penilaian harus dilakukan secara maksimal sehingga hasil yang diraih Kabupaten Lampung Selatan dapat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tolong perangkat daerah yang sudah diinformasikan untuk penilaian ini benar-benar diperhatikan dan diseriusi. Pastikan penilaiannya berjalan dengan baik sehingga hasil penilaian kita menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Adapun perangkat daerah yang menjadi lokus Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2026 meliputi Inspektorat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Sosial, Bagian Organisasi Sekretariat Daerah, serta SD Negeri 1 Way Urang.

Selain membahas kesiapan menghadapi penilaian Ombudsman, Supriyanto juga menyoroti pelaksanaan penilaian Zona Integritas yang saat ini tengah berlangsung di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Puskesmas Way Urang, dan Puskesmas Kalianda.

Untuk memastikan seluruh proses berjalan optimal, Supriyanto meminta Inspektorat bersama Bagian Organisasi terus memberikan pendampingan kepada perangkat daerah yang menjadi lokus penilaian, baik dalam pemenuhan administrasi maupun indikator penilaian.

“Saya minta Pak Inspektur bersama Bagian Organisasi membantu dan memfasilitasi seluruh kebutuhan penilaian. Pastikan prosesnya berjalan dengan baik sehingga memperoleh hasil yang maksimal,” kata Supriyanto.

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts