Portal Berita Online

Tanggul Way Pisang Lampung Selatan Belum Rampung Diperbaiki Alami Pengikisan


LAMSEL,(PALAS) - Tanggul Way Pisang yang belum rampung diperbaiki kembali mengalami pengikisan. Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa tidak adanya penguatan bronjong menjadi penyebab utama masalah ini.


Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Lampung telah melakukan pengecekan sehari sebelumnya. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi dampak yang lebih besar jika tidak segera ditangani.


Informasi dari petani wilayah kecamatan palas di guyur hujan sejak sore hingga malam, Petani Was-Was, Tanggul Way Pisang yang Baru Dikerjakan Mulai Terkikis dan terancam jebol kembali karena kurangnya penguatan bronjong.


” Kalau pengerjaannya seperti ini, mau berapa kali di timbun akan jebol kembali, seharusnya ada penguatnya seperti bronjong ini sama sekali tidak ada, kami sudah tiga kali gagal tanam ini, kalau hanya seperti ini maka kami akan selalu was – was akan kembali jebol susulan,” ucap salah satu petani, Sabtu, (14/2/2026). 


Mereka berharap BBWS Mesuji Sekampung segera mengambil tindakan preventif agar tanggul kuat dan lahan pertanian mereka aman dari banjir. Dan segera mengambil tindakan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memastikan keamanan wilayah sekitar sungai.


Setelah melihat tanggul yang baru saja dikerjakan hasilnya tidak menuaskan menimbulkan ketidakpastian pihak BBWS Mesuji Sekampung tidak serius menagani perbaikan tanggul way pisang.


"kami ini berharap pihak BBWS segera mengambil tindakan preventif agar tanggul kuat dan lahan pertanian kami aman dari banjir, ini kondisi tanggul Way Pisang yang kembali terkikis membuat kami petani di sekitar sungai merasa was-was,” paparnya. 


Mereka khawatir erosi akan semakin parah dan menyebabkan banjir yang dapat merusak tanaman mereka. Ancaman gagal panen kini menghantui, dan mereka mendesak pemerintah untuk segera melakukan perbaikan permanen. (Red)

Share:

Dinas Sosial Lampung Selatan Salurkan Bantuan Pada Warga Korban Puting Beliung di Penengahan


LAMSEL,(PENENGAHAN) - Angin puting beliung disertai hujan deras menerjang rumah warga Dusun Sekurip, Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 17.50 WIB. Peristiwa yang berlangsung kurang lebih lima menit itu menyebabkan enam rumah warga dan satu kandang ternak sapi rusak akibat tertimpa pohon besar.


Berdasarkan data sementara, tiga rumah mengalami kerusakan sedang dan tiga lainnya rusak ringan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.


Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Sosial bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan, Siswanto, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan dari pemerintah desa dan masyarakat setempat.


"Begitu menerima laporan, kami langsung menyiapkan bantuan logistik untuk penanganan awal. Data sementara yang kami terima kemarin ada lima kepala keluarga, karena kondisi hujan deras sehingga pendataan belum maksimal,” ujarnya saat meninjau lokasi pada Sabtu (14/2/2026).


Dinas Sosial telah mendistribusikan paket sembako bagi warga terdampak dan siap melakukan verifikasi lanjutan apabila terdapat tambahan laporan kerusakan.

Selain itu, tim Dinas Sosial bersama Pemerintah Kecamatan Penengahan, Pemerintah Desa Kuripan, serta BPBD Kabupaten Lampung Selatan turut bergotong royong membersihkan puing-puing dan reruntuhan.


Penanganan darurat logistik menjadi fokus utama Dinas Sosial, sementara perbaikan rumah dan infrastruktur akan ditindaklanjuti oleh dinas teknis terkait dan BPBD sesuai kewenangan masing-masing. Dukungan juga datang dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) sekitar 50 personel serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang membantu proses koordinasi dan pendataan.


Kepala Desa Kuripan, Suhatsyah, mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah musibah menjadi penguat moral bagi warga yang terdampak.


“Kehadiran pemerintah di lokasi bencana ini sangat berarti bagi warga. Walaupun kita memiliki keterbatasan, kekompakan antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa menjadi bukti bahwa masyarakat tidak sendiri menghadapi musibah,” ungkapnya.


Salah satu warga terdampak, Jafar Sariya, juga menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Sementara itu, Kepala Dusun Sekurip, Bahtiar, menjelaskan bahwa angin puting beliung datang dari arah utara ke selatan dan berputar selama sekitar lima menit sebelum akhirnya mereda.


Di tempat terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan, Puji Sukanto, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang, terutama saat cuaca ekstrem.


Ia menyarankan warga memperkuat struktur bangunan, memangkas pohon rapuh di sekitar rumah, mengamankan barang-barang di luar ruangan, serta menutup rapat celah pintu dan jendela. Saat angin kencang terjadi, masyarakat diminta segera berlindung di dalam bangunan kokoh, mematikan aliran listrik dan gas, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar atau struktur tinggi. (*-Red)

Share:

Di Rakernas APUDSI, Bupati Egi Tegaskan Komitmen Lampung Selatan Dukung Koperasi Merah Putih sebagai Penggerak Ekonomi Desa


Jakarta - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menegaskan komitmennya mendukung kebijakan Presiden Republik Indonesia terkait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih/Kelurahan sebagai instrumen strategis penggerak ekonomi desa.


Komitmen tersebut disampaikan langsung Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI), di Hotel Borobudur Jakarta, 14 Februari 2026.


Dalam forum nasional bertema “Resilient Village: Ketahanan Dimulai dari Desa” yang dihadiri pelaku usaha desa dari berbagai wilayah Indonesia itu, Bupati Egi memaparkan langkah konkret yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam mengakselerasi pembentukan koperasi desa.


Ia mengungkapkan, dari total 256 desa dan 4 kelurahan di Kabupaten Lampung Selatan, sebanyak 148 unit koperasi saat ini dalam proses pembangunan. Sekitar 100 unit di antaranya telah mencapai progres 75 persen, sementara sisanya hampir rampung 100 persen. Adapun desa lainnya masih dalam tahap pemenuhan persyaratan lahan.


“Saya sangat mendukung kebijakan Presiden. Dengan koperasi ini, penggunaan dana desa menjadi lebih terarah, termonitor, dan terukur. Ini menyelaraskan visi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah hingga tingkat desa,” ujar Bupati Egi.


Menurutnya, pembentukan koperasi desa merupakan langkah strategis untuk memastikan pengelolaan dana desa lebih tepat sasaran serta mampu menjadi penggerak ekonomi lokal yang terstruktur dan berkelanjutan.


Selain menyoroti penguatan koperasi desa, Bupati Egi juga memaparkan potensi Kabupaten Lampung Selatan yang dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi berbasis desa. Dengan luas wilayah sekitar 2.200 kilometer persegi yang terdiri dari 17 kecamatan, 256 desa, dan 4 kelurahan, Kabupaten Lampung Selatan didukung akses transportasi penting seperti Pelabuhan Bakauheni dan Bandara Radin Inten II. 


Ia menegaskan, kemudahan investasi menjadi salah satu fokus pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa.


Berbekal pengalaman di dunia usaha, pihaknya berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan perizinan dan kepastian data.


“Saya berasal dari dunia usaha. Investor butuh kemudahan izin, kepastian data, dan iklim investasi yang kondusif. Itu yang kami dorong di Lampung Selatan,” tegasnya.


Rakernas APUDSI sendiri digelar sebagai wadah kolaborasi nasional bagi pelaku usaha desa untuk memperkuat ketahanan ekonomi berbasis desa sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun ke-1 organisasi tersebut. (Is-Kmf)

Share:

Tampil di Forum Bergengsi APUDSI, Bupati Egi Paparkan Strategi Desa Wisata Berkelanjutan Lampung Selatan


 Jakarta - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, tampil sebagai narasumber dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (14/2/2026).


Forum nasional bergengsi yang dihadiri pelaku usaha desa dari seluruh Indonesia tersebut menjadi panggung strategis bagi Lampung Selatan untuk memperkenalkan konsep pembangunan desa berbasis pariwisata berkelanjutan sekaligus peluang investasi daerah.


Dalam paparannya, Bupati Egi mengangkat tema “Percepatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Potensi Desa untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.” Ia menekankan bahwa setiap desa memiliki karakteristik unik sehingga kebijakan pembangunan harus disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing.


“Semua desa di Indonesia punya keunggulan masing-masing. Tidak bisa kita pukul rata. Kita harus melihat potensi lokalnya, lalu kita dorong agar menjadi kekuatan ekonomi,” ujar Egi di hadapan peserta Rakernas.


Ia memaparkan, Kabupaten Lampung Selatan mencatat sekitar 1,6 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2025. Namun, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih berada di angka sekitar 1,2 persen, karena rata-rata lama tinggal wisatawan hanya sekitar tiga jam.


Menurutnya, kondisi tersebut sekaligus menjadi peluang investasi yang besar, khususnya pada sektor hotel, restoran, kafe, serta homestay yang masih terbuka luas. Pemerintah daerah, lanjutnya, juga terus melakukan pembenahan aksesibilitas dan infrastruktur pendukung untuk meningkatkan konektivitas ekonomi desa.


“Tahun 2025 kami menyelesaikan pembangunan jalan hampir 270,9 kilometer guna memperkuat konektivitas kawasan ekonomi desa dan destinasi wisata,” jelasnya.


Selain itu, Bupati Egi turut memperkenalkan konsep agroeduwisata yang tengah dikembangkan di Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro. Konsep tersebut mengintegrasikan sektor pertanian dengan pariwisata sebagai upaya meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga ketahanan pangan.


“Kita ingin produksi pertanian tetap berjalan, namun memiliki nilai tambah melalui sektor pariwisata. Model ini sedang kami dorong di beberapa desa,” tambahnya.


Rakernas APUDSI yang berlangsung selama dua hari, 13-14 Februari 2026, juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-1 organisasi tersebut.


Mengusung tema “Resilient Village: Ketahanan Dimulai dari Desa,” kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha desa dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.


Melalui forum nasional tersebut, Bupati Egi berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha desa semakin kuat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan di berbagai daerah, termasuk Lampung Selatan. (Is-Kmf)

Share:

Dari Lampung ke Jawa, Kasi Intel Berprestasi Mohammad Rony Promosi ke Kejari Kebumen


Lamtim - Faktuall.id Dedikasi dan prestasi yang konsisten akhirnya mengantarkan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Lampung Timur, Mohammad Rony, meraih promosi jabatan dan melanjutkan pengabdian di Kejaksaan Negeri Kebumen, Jawa Tengah.

Promosi tersebut ditandai dengan prosesi pelepasan internal yang digelar di Kejaksaan Negeri Lampung Timur pada Jumat, 13 Februari 2025, dalam suasana khidmat, penuh kehangatan, dan rasa bangga dari seluruh jajaran.

Selama menjabat sebagai Kasi Intel Kejari Lampung Timur, Mohammad Rony dikenal sebagai sosok yang aktif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan penegakan hukum, khususnya di bidang intelijen.

Sejumlah prestasi bergengsi berhasil ditorehkan, di antaranya meraih Terbaik I Kinerja Bidang Intelijen se-Provinsi Lampung Tahun 2024. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata atas kerja keras, kepemimpinan, serta kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor.

Selanjutnya Tahun 2025, Mohammad Rony kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Peringkat I Bidang Intelijen atas kinerja dan inovasi dalam mendukung akselerasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Capaian ini diwujudkan melalui optimalisasi dan pengisian aplikasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) sebagai upaya penguatan pengawasan dan pendampingan hukum di tingkat desa. Selain itu, ia juga mengimplementasikan Program Petani Mitra Adhyaksa yang bertujuan memberikan pendampingan hukum kepada petani, sekaligus mendorong ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Tak berhenti di situ, Mohammad Rony turut berperan aktif dalam percepatan aktivasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Mitra Adhyaksa di Provinsi Lampung. Program ini dinilai strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa dengan pendampingan hukum dari kejaksaan. Atas konsistensi dan kinerjanya, Mohammad Rony juga meraih Peringkat II Prestasi Kerja Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri se-Lampung Tahun 2025.

Di luar tugas kedinasan, Mohammad Rony juga dikenal aktif membangun kekompakan internal. Melalui kegiatan olahraga, ia turut mengharumkan nama institusi dengan membawa Adhyaksa Football Club meraih Juara III, yang dinilai mampu memperkuat soliditas, kebersamaan, dan semangat korps di lingkungan kejaksaan.

Dalam sambutannya pada acara pelepasan, Mohammad Rony menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan serta kebersamaan selama bertugas di Lampung Timur.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Timur beserta seluruh jajaran atas dukungan, kerja sama, dan kebersamaan selama ini. Seluruh prestasi yang diraih bukan hasil kerja pribadi, melainkan kerja tim. Saya mohon doa restu agar di tempat tugas yang baru dapat terus menjaga amanah dan meningkatkan kinerja demi nama baik institusi Kejaksaan," ujar Mohammad Rony.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Timur, Pofrizal, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kontribusi Mohammad Rony selama menjabat sebagai Kasi Intel.

Pofrizal menambahkan, Mutasi dan penugasan pejabat di lingkungan kejaksaan merupakan bagian dari dinamika organisasi sebagai upaya penyegaran dan penguatan kinerja institusi.

"Kami merasa bangga atas berbagai prestasi dan inovasi yang telah ditorehkan Saudara Mohammad Rony selama bertugas di Kejari Lampung Timur. Promosi ini merupakan bentuk kepercayaan institusi atas kinerja yang bersangkutan. Saya berharap, di manapun bertugas, beliau dapat terus menjaga nama baik Kejaksaan serta meningkatkan kinerja intelijen dalam mendukung penegakan hukum dan program strategis pemerintah," kata Pofrizal.

Dengan promosi tersebut, Mohammad Rony diharapkan dapat membawa pengalaman, inovasi, dan semangat pengabdian yang sama di tempat tugas yang baru.

Keberangkatannya ke Kejari Kebumen tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kejari Lampung Timur, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kinerja dalam melayani masyarakat serta menegakkan hukum.
(rl/Damiri)

Share:

Ketua MPR RI Apresiasi Virtual Tour 360 Lampung Selatan, Dinilai Jadi Strategi Promosi Daerah di Era Digital



KALIANDA - Kunjungan kerja Ketua MPR RI Ahmad Muzani ke Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (13/2/2026), menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menampilkan inovasi promosi berbasis digital.


Salah satu yang mendapat sorotan utama adalah layanan Virtual Tour 360 derajat yang menampilkan destinasi wisata, potensi investasi hingga gambaran pembangunan daerah secara interaktif.


Kunjungan Ketua MPR RI yang berlangsung di Kantor Bupati Lampung Selatan tersebut disambut langsung oleh Bupati Radityo Egi Pratama bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, anggota DPRD Provinsi Lampung dan kabupaten/kota di Lampung, serta unsur Forkopimda dan kepala perangkat daerah.


Dalam kesempatan itu, Ahmad Muzani menyaksikan secara langsung presentasi layanan digital Virtual Tour 360 derajat yang dikembangkan sebagai sarana promosi daerah.


Layanan tersebut memuat informasi visual mengenai destinasi wisata unggulan, peluang investasi, serta perkembangan pembangunan Kabupaten Lampung Selatan dalam format digital yang interaktif.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memanfaatkan teknologi sebagai media promosi yang dinilai relevan dengan kebutuhan zaman.


“Inovasi seperti Virtual Tour 360 ini menunjukkan kesiapan daerah menghadapi transformasi digital. Promosi berbasis teknologi akan membuka akses yang lebih luas, baik untuk menarik wisatawan maupun investor,” ujar Ahmad Muzani.


Selain meninjau inovasi digital, Ketua MPR RI juga mengunjungi bazar UMKM yang digelar di pelataran Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan. Berbagai produk unggulan dipamerkan, mulai dari keripik pisang, selai pisang, roti, wedang jahe, aneka olahan ikan, tukus, hingga kain tapis dan produk kerajinan lainnya.


Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Muzani terlihat memborong sejumlah produk UMKM sebagai bentuk dukungan langsung terhadap pelaku usaha lokal. 


Ia menilai kualitas produk yang ditampilkan memiliki potensi daya saing dan peluang untuk berkembang di pasar yang lebih luas.



Kegiatan ini juga dihadiri unsur legislatif, eksekutif, tokoh adat, serta berbagai pemangku kepentingan daerah. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi simbol sinergi pembangunan yang diharapkan mampu mendorong Lampung Selatan melangkah lebih progresif melalui inovasi digital, penguatan UMKM, serta promosi potensi daerah yang semakin modern. (Is-Kmf)

Share:

Sempat Disebut “Anak Tiri”, Bupati Lampung Selatan Buka Data: Anggaran Natar Ternyata Paling Besar


NATAR - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan secara merata di 17 kecamatan.

Namun, ia menekankan bahwa pemerataan bukan berarti pembagian anggaran secara sama rata, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah, luas daerah, serta jumlah penduduk.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Egi saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 titik ke-16 di Kecamatan Natar yang digelar di Aula Balai Desa Candimas, Jumat (13/2/2026).

Dalam forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat tersebut, Bupati Egi sekaligus membantah anggapan bahwa Kecamatan Natar menjadi “anak tiri” pembangunan. Ia memaparkan data alokasi anggaran Tahun 2025 yang menunjukkan Kecamatan Natar menerima anggaran fisik sebesar Rp45 miliar, terbesar dibandingkan kecamatan lainnya di Kabupaten Lampung Selatan.

“Bagaimana mungkin disebut anak tiri, kalau anggarannya paling besar se-Kabupaten Lampung Selatan. Ruas jalannya paling banyak, panjang jalan yang dibangun juga paling tinggi,” tegasnya.

Sepanjang tahun 2025, pemerintah daerah merealisasikan 26 lokasi pembangunan ruas jalan di Natar dengan total panjang 17,5 kilometer. Selain itu, pembangunan lima jembatan, tiga drainase, 10 titik sanitasi dan air minum, 13 kegiatan sumber daya air, serta normalisasi dan pembangunan embung juga dilaksanakan di wilayah tersebut.

Menurutnya, konsep pemerataan pembangunan yang diterapkan pemerintah daerah mengedepankan asas keadilan berbasis kebutuhan. Kecamatan dengan wilayah luas dan jumlah penduduk besar, seperti Natar, memerlukan alokasi pembangunan yang lebih besar agar pelayanan publik berjalan optimal.

“Semua kecamatan dapat pembangunan jalan dan perbaikan sekolah. Itulah pemerataan yang adil, sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Egi juga memaparkan capaian makro pembangunan Lampung Selatan Tahun 2025 yang menunjukkan tren positif.

Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,62 persen, angka kemiskinan turun menjadi 12,05 persen, tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 4,67 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia meningkat menjadi 73,10.

Ia mengajak masyarakat melihat pembangunan secara objektif dan tidak mudah terpengaruh isu yang tidak berdasar. Menurutnya, Musrenbang merupakan momentum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyusun prioritas pembangunan yang tepat sasaran untuk tahun 2027.

Bupati Egi juga menyoroti posisi strategis Kecamatan Natar yang berbatasan langsung dengan Kota Bandar Lampung serta menjadi akses menuju Bandara Radin Inten II. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan melalui penguatan Gerakan Desa Helau dengan semangat Asri, Bersih, Rapih, Indah serta Bersih, Kering, dan Wangi.

Sementara itu, Camat Natar, Eko Irawan, menyampaikan sejumlah usulan prioritas pembangunan tahun 2027, di antaranya rekonstruksi dan rehabilitasi infrastruktur jalan, pembangunan Mal Pelayanan Publik mini, perbaikan sekolah, normalisasi embung dan sungai, bantuan sektor pertanian, serta peningkatan fasilitas kesehatan dan keluarga berencana.

Musrenbang tersebut menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan arah pembangunan berjalan merata, terukur, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Lampung Selatan. (Is-Kmf)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts