Portal Berita Online

Krakatau Raya Resmi Jadi Korda IJTI, Heri Fulistiawan Terpilih Pimpin Jurnalis TV Lamsel-Lamtim


LAMPUNG SELATAN — Koordinator Daerah (Korda) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Krakatau Raya resmi terbentuk. Korda ini menjadi wadah organisasi bagi jurnalis televisi yang bertugas di wilayah Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur.

Kepastian tersebut ditetapkan melalui Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) IJTI Krakatau Raya yang digelar di Senaya Beach, Way Urang, Kalianda, Lampung Selatan, Senin (14/9/2026).

Dalam Muskorda, Heri Fulistiawan, jurnalis iNews, terpilih sebagai Ketua IJTI Korda Krakatau Raya melalui mekanisme voting. Heri memperoleh dukungan lebih dari 50 persen plus satu suara dari peserta yang memiliki hak suara.

Heri selanjutnya akan memimpin kepengurusan perdana Korda Krakatau Raya, yang menaungi jurnalis televisi di dua wilayah tersebut. Sementara posisi Wakil Ketua dipercayakan kepada Hetlerion Marchel, jurnalis Delta TV.

Untuk posisi Sekretaris Jenderal dipercayakan kepada Tengku Khalidsyah, jurnalis KompasTV. Sedangkan jabatan Bendahara diisi Harry Atfriansyah dari Garuda TV.

Ketua Umum IJTI Pusat Herik Kurniawan yang hadir langsung dalam Muskorda mengapresiasi terbentuknya Korda Krakatau Raya. Menurutnya, keberadaan organisasi jurnalis di tingkat daerah penting untuk memperkuat penyajian informasi yang utuh dan berimbang kepada masyarakat, khususnya di tengah derasnya informasi melalui media sosial yang belum tentu terverifikasi.

“Kami mengapresiasi terbentuknya Korda Krakatau Raya sebagai wadah jurnalis di wilayah Lampung Selatan dan Lampung Timur. Kehadiran IJTI diharapkan dapat memberikan informasi yang utuh dan berimbang bagi masyarakat, sekaligus menjadi penetralisir polusi informasi di media sosial yang belum diketahui kebenarannya secara utuh,” ujar Herik.

Herik mengingatkan, informasi yang keliru ketika sudah disampaikan kepada publik dapat memberikan dampak panjang. Terlebih, jejak digital membuat sebuah informasi dapat tetap ditemukan meskipun telah bertahun-tahun berlalu.

“Informasi yang salah disampaikan ke publik akan mencemari pikiran masyarakat dalam waktu panjang. Apalagi jejak digital, meskipun sudah bertahun-tahun, tetap akan ada,” tegasnya.

Karena itu, Herik berharap keberadaan IJTI Korda Krakatau Raya dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas informasi publik dengan mengedepankan akurasi, keberimbangan dan kelengkapan data dalam setiap produk jurnalistik.

“Untuk itu, kehadiran IJTI Korda Krakatau Raya diharapkan dapat membersihkan polusi informasi tersebut dengan selalu menyajikan data yang akurat, berimbang dan informatif,” katanya.

Pembentukan Korda Krakatau Raya turut mendapat dukungan langsung dari jajaran IJTI di tingkat pusat, wilayah dan provinsi. Selain Herik Kurniawan, hadir Ketua Koordinator Wilayah Sumatera Gusti Yenosa serta Ketua Pengurus Daerah IJTI Provinsi Lampung Ander Afandi beserta jajaran Pengda IJTI Lampung.

Seremoni pembentukan juga dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar yang mewakili Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Ketua DPRD Lampung Selatan turut hadir melalui perwakilan, yakni Sekretaris DPRD Achmad Herry.

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung Selatan juga hadir, di antaranya perwakilan Polres Lampung Selatan dan Kejaksaan Negeri Lampung Selatan. Sejumlah pimpinan organisasi profesi di Lampung Selatan turut menghadiri agenda tersebut.

Terbentuknya IJTI Korda Krakatau Raya sekaligus menandai babak baru organisasi jurnalis televisi di Lampung Selatan dan Lampung Timur. Wadah ini diharapkan tidak hanya memperkuat soliditas antarjurnalis, tetapi juga mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Di tengah derasnya arus informasi digital, keberadaan Korda Krakatau Raya diharapkan mampu mengambil peran sebagai bagian dari ekosistem pers yang menyaring informasi melalui proses jurnalistik—dengan mengedepankan verifikasi, akurasi, keberimbangan dan kepentingan publik. (Ar.mcl/Red)

Share:

Muskorda IJTI Krakatau Raya, Andreas Afandi Minta Doa & Tetap Berharap Pencairan 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda


KALIANDA - Ketua DPRD IJTI Lampung, Andreas Afandi minta doa dan tetap optimis atas pencarian 5 rekan jurnalis dan 3 awak kapal speedboat yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Senin (7/9/2026) pekan lalu.

Dalam sambutan pada acara pembukaan Muskorda IJTI Krakatau Raya, Andreas menyampaikan asa bahwa keluarga besar IJTI dan seluruh masyarakat tetap berharap dengan iringan doa agar rekan-rekan jurnalis beserta rombongan dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

"Dengan iringan doa serta harapan yang tidak pernah padam, bahwasanya kami masih berharap teman-teman kita yang hari ini masih dilakukan pencarian dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," ucap Andreas Afandi, Senin 14 September 2026.

Dalam kesempatan itu, Andreas Afandi juga menyatakan, bahwa gelaran Muskorda IJTI Krakatau Raya ini bukan hanya sekadar agenda organisasi, namun lebih dari itu bagian regenerasi dari upaya dan aplikasi pengembangan dan pembinaan dalam berorganisasi profesi jurnalis TV.

"Musyawarah Koordinator Daerah IJTI Krakatau Raya ini , bukan sebatas gelaran menjalankan agenda organisasi saja, tapi merupakan peluang bagi kami, jurnalis TV untuk terus bertumbuh dan berkembang dan ruang bagi kami juga untuk regenerasi," imbuhnya.

Sementara, dalam gelaran Muskorda IJTI Krakatau Raya itu ada 2 nama yang digadang-gadang bakal berkompetisi, nama pertama adalah Heri Fulistiawan. Wartawan senior dari MNC grup ini disebut-sebut bakal jadi pesaing kuat Teuku Halidsyah wartawan muda dari Kompas TV.(*)

Share:

Polres Lampung Selatan Bersama Tim Sar Gabungan Sisir Pesisir Pulau Sebesi Cari 8 Orang Hilang


LAMPUNG SELATAN - Upaya pencarian delapan orang yang hilang kontak dalam perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau terus dilakukan. Memasuki hari keempat, Satpolairud Polres Lampung Selatan bersama tim SAR gabungan menyisir pesisir Pulau Sebesi hingga Pulau Umang, Jumat (11/9/2026).

Penyisiran dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan personel Satpolairud Polres Lampung Selatan, Ditpolairud Polda Lampung, KSOP Kelas IV Bakauheni Pos Pulau Sebesi serta masyarakat setempat.
Tim bergerak menyusuri garis pantai dari kawasan Dermaga Dusun Tejang, Pulau Sebesi, hingga Pulau Umang. Setiap titik di sepanjang pesisir diperiksa sebagai bagian dari upaya menemukan petunjuk yang dapat mengarah pada keberadaan rombongan tersebut.

Selain penyisiran, personel juga memperkuat koordinasi dengan Syahbandar yang berada di Pulau Sebesi. Informasi dari aparat setempat dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas pencarian, mengingat warga pesisir memiliki aktivitas dan pengetahuan mengenai kondisi perairan di sekitar wilayah tersebut.

Kasat Polairud Polres Lampung Selatan Iptu Panpan Hermayadi mengatakan, pencarian dilakukan secara bertahap dengan mengoptimalkan informasi yang diperoleh tim di lapangan.

“Kami terus bergerak dan menyisir setiap lokasi yang memungkinkan memberikan petunjuk. Koordinasi dengan Syahbandar, aparat desa dan masyarakat juga terus dilakukan. Kami berharap setiap informasi yang masuk dapat membantu mempersempit area pencarian,” ujar Panpan.

Pada Kamis (10/9/2026), tim SAR gabungan terlebih dahulu menindaklanjuti informasi titik yang diduga berkaitan dengan perangkat seluler salah satu jurnalis yang hilang kontak. Tim yang dipimpin Kasat Polairud Polres Lampung Selatan Iptu Panpan Hermayadi berkoordinasi dengan Syahbandar dan aparat Desa Pulau Sebesi, kemudian menuju titik tersebut sekitar pukul 17.09 WIB. Setelah dicek, lokasi berada di sekitar menara BTS Telkomsel di Desa Tejang, Pulau Sebesi.

Melanjutkan pencarian pada Jumat (11/9/2026), tim SAR gabungan kembali menyisir kawasan pesisir mulai dari Dusun Tejang, Pulau Sebesi, hingga Pulau Umang. Pencarian ini dilakukan untuk mengembangkan upaya sebelumnya, dengan tetap berkoordinasi bersama Syahbandar, aparat desa dan masyarakat setempat. Hasil sementara masih nihil dan pencarian selanjutnya akan diarahkan ke perairan sekitar Gunung Anak

Panpan mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Umang hingga perairan Gunung Anak Krakatau agar segera melaporkan kepada petugas apabila melihat kapal, orang, atau tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan rombongan tersebut. “Kami berharap informasi sekecil apa pun dari masyarakat dapat membantu mempercepat proses pencarian dan membawa hasil yang baik, sehingga seluruh rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Panpan.
(Rls)

Share:

Perkuat Tata Kelola Pertanahan, Pemkab Way Kanan Dan BPN Tandatangani Nota Kesepakatan


WAY KANAN – Pemerintah Kabupaten Way Kanan bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Way Kanan memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat melalui Penandatanganan Nota Kesepakatan, di Rumah Dinas Jabatan Bupati Way Kanan, Rabu (09/09/2026).

Nota Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., bersama Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Way Kanan, Nikolas Palinggi, S.SiT., M.H. Kesepakatan ini menjadi landasan bersama untuk mengintegrasikan potensi, sumber daya, data, informasi, sarana dan prasarana, serta kompetensi kedua pihak dalam mendukung pelayanan publik bidang pertanahan di Kabupaten Way Kanan.

Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Way Kanan dan Kantor Pertanahan diharapkan dapat mendorong pelayanan pertanahan yang semakin efektif dan efisien, sekaligus mendukung pengamanan aset daerah, pengelolaan data pertanahan dan perpajakan, serta kebutuhan pembangunan daerah dan nasional.

Melalui Nota Kesepakatan ini diharapkan, koordinasi antara perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan dengan Kantor Pertanahan juga akan semakin diperkuat. Berbagai program dan kegiatan yang berkaitan dengan pertanahan dapat ditindaklanjuti sesuai dengan tugas, fungsi, kewenangan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Adapun sinergi yang dibangun mencakup sejumlah bidang strategis, antara lain integrasi Nomor Idektifikasi Bidang (NIB) dan Nomor Objek Pajak (NOP), pelaksanaan KKN Tematik Pertanahan, serta percepatan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS).

Kerja sama juga diarahkan pada penguatan integrasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) dalam rencana tata ruang, optimalisasi peran Gugus Tugas Reforma Agraria, serta pengembangan dan pemanfaatan Zona Nilai Tanah (ZNT).

Selain itu, kesepakatan mencakup konsolidasi tanah untuk mendukung pembangunan daerah, integrasi layanan pertanahan dengan Mall Pelayanan Publik Kabupaten Way Kanan, serta percepatan pendaftaran tanah.

Berbagai ruang lingkup tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat koordinnasi antarlembaga, tetapi juga menghadirkan tata kelola pertanahan yang lebih terintegrasi. Ketersediaan data dan informasi pertanahan yang semakin baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perencanaan pembangunan, pengelolaan aset pemerintah daerah, perpajakan, tata ruang, maupun pelayanan kepada masyarakat.

Bagi masyarakat, penguatan sinergi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam memperoleh layanan pertanahan sekaligus meningkatkan kepastian dan keteraturan dalam pengelolaan administrasi pertanahan.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Way Kanan dan Kantor Pertanahan Kabupaten Way Kanan akan menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai kewenangan masing-masing. Pelaksanaan berbagai kegiatan juga mlibatkan perangkat daerah, unit kerja maupun pihak terkait lainnya sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Penandatanganan Nota Kesepakatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Way Kanan untuk terus memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sinergi yang dibangun diharapkan mampu mendukung terwujudnya pengelolaan pertanahan yang lebih tertib, terintegrasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan Kabupaten Way Kanan. (Rls)

Share:

Menko Pangan Zulhas Pastikan Bantuan Beras untuk 33,2 Juta KPM Berlanjut hingga Akhir 2026, Termasuk 182.398 KPM Lampung Selatan


Penengahan* - Pemerintah pusat memastikan penyaluran bantuan pangan beras terus berlanjut hingga akhir 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya kelompok penerima manfaat yang membutuhkan dukungan pemerintah. 

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka penyaluran Bantuan Pangan Beras alokasi Juli-September 2026 di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (11/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli Hasan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sekaligus memastikan proses penyaluran berjalan lancar hingga tingkat desa.

Program bantuan pangan beras alokasi Juli-September 2026 tersebut menyasar 33,2 juta KPM di seluruh Indonesia, termasuk 182.398 KPM di Kabupaten Lampung Selatan.

Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai 30 kilogram untuk periode tiga bulan.

Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah juga memastikan program bantuan pangan beras tetap dilanjutkan untuk periode Oktober-Desember 2026 dengan kuota yang sama.

“Bantuan pangan ini kita lanjutkan. Untuk Oktober sampai Desember, kuotanya tetap satu juta ton beras untuk 33,2 juta masyarakat yang membutuhkan, dengan masing-masing penerima mendapat 10 kilogram beras setiap bulan,” ujar Zulkifli Hasan.

Menurutnya, bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat pada desil 1 hingga desil 4, terutama kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Keberlanjutan program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga akses pangan masyarakat di tengah kebutuhan akan perlindungan sosial yang tetap harus diperkuat.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penyaluran bantuan pangan merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, terutama kelompok penerima pada desil 1 hingga desil 4.

Khusus di Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, sebanyak 233 KPM menerima bantuan pangan beras untuk alokasi Juli-September 2026.

Total beras yang disalurkan mencapai 6.990 kilogram, dengan masing-masing penerima memperoleh 10 kilogram per bulan atau 30 kilogram selama tiga bulan.

“Kami bersyukur dapat menyalurkan bantuan pangan ini kepada masyarakat Desa Pisang. Ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI beserta rombongan ke Kabupaten Lampung Selatan sekaligus atas keberlanjutan program bantuan pangan bagi masyarakat.

“Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan. Dan semoga Bapak Menteri beserta rombongan senantiasa diberikan kesehatan serta keselamatan,” kata M. Syaiful Anwar.

Selain menyalurkan bantuan pangan beras, Menko Bidang Pangan RI juga menyerahkan bantuan beras kepada sejumlah pengemudi ojek online di kawasan Kalianda serta memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Harapan Bangsa.

Dalam kegiatan tersebut, Menko Pangan Zulkifli Hasan turut didampingi Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, Anggota DPRD Provinsi Lampung M. Hazizi, serta jajaran perangkat daerah dan instansi terkait. (Kmf)

Share:

Diterjang Angin Kencang, Lapak Hasil Bumi di Kalianda Hancur Berantakan


KALIANDA - Angin kencang yang melanda wilayah Lampung Selatan membawa pilu bagi seorang warga yang bernama Okta Diansyah (40), warga Desa Kecapi, Kecamatan Kalianda.

Lapak usaha jual beli hasil bumi miliknya yang berlokasi di dusun 05 Desa Negeri Pandan, tepatnya di perbatasan Desa Negeri Pandan dan Desa Palembapang, hancur berantakan setelah diterjang angin puting beliung pada Selasa siang 8 September 2026.

Peristiwa naas tersebut terjadi begitu cepat sekitar pukul 13.30 WIB. Embusan angin yang sangat kuat langsung menghempaskan dan merobohkan hampir seluruh struktur bangunan tempatnya mencari nafkah.

“Tadi siang kejadiannya, posisi saya sedang berada di dalam sendirian. Sementara di luar ada beberapa teman,” tutur Dian kepada media ini Selasa sore 17.35 WIB

Akibat ambruknya bangunan tersebut, Dian terperangkap dan tertimpa reruntuhan tembok. Ia mengalami luka robek di bagian kepala serta cedera di punggung. Beruntung, nyawanya masih bisa terselamatkan dan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Warga sekitar yang melihat kejadian langsung bergerak cepat mengevakuasi Dian ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, karena luka di kepalanya cukup serius dan membutuhkan penanganan intensif, ia segera dirujuk ke RSUD Bob Bazar Kalianda.

“Alhamdulillah kepala saya sudah dijahit dan malam ini sudah diperbolehkan pulang,” ungkap Dian dengan nada lemas namun bersyukur.

Selain mengalami cedera fisik, kerugian materiil yang diderita korban tergolong besar. Seluruh bangunan lapak beserta fasilitas di dalamnya rusak parah dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp35 juta.

Merespons bencana tersebut, jajaran pemerintah daerah langsung turun ke lokasi kejadian untuk meninjau situasi dan memastikan kondisi korban.

“Tadi juga sudah hadir Camat Kalianda, BPBD, Damkar, dan Dinas Sosial yang membawa bantuan dari Bupati Lampung Selatan. Alhamdulillah mereka sudah hadir dan memberikan bantuan berupa makanan serta perlengkapan lainnya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” tutup Dian. (Is*)

Share:

Kepala BKD Lampung Selatan Paparkan Alasan Rolling Ratusan ASN


LAMPUNG SELATAN —  Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Lamsel, Darma Kurniawan, akhirnya memberikan klarifikasi resmi ihwal pelantikan 101 pejabat ditambah 4 Pelaksana Tugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

“Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Tidak ada pihak lain, semuanya murni hasil penilaian Tim Baperjakat," kata dia, Selasa (8/9).
Kata dia, penilaian tim juga memperhatikan dan mempertimbangkan usulan Kepala Perangkat Daerah.
"Memang harus dirahasiakan hingga proses pelantikan dilakukan," ujarnya.
Kemudian kata dia, latar belakang pendidikan bukan satu-satunya ukuran kompetensi.

"Ada juga pengalaman kerja dan penilaian perilaku kerja yang dipertimbangkan pihak tim," imbuhnya.
Saat disinggung dugaan jual beli jabatan?

“Saya pastikan tidak ada uang berpindah tangan atau titipan apa pun. Ini murni seleksi dari tim. Sudah kami umumkan kepada masyarakat. Tentunya akan ada evaluasi dari semua proses yang sudah berjalan, kepala OPD tinggal mengusulkan kembali,” paparnya.

Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Supriyanto belum memberikan tanggapan apa pun atas seluruh pertanyaan masyarakat. (Is)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts