LAMPUNG SELATAN – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026/1447 Hijriah.
Sebanyak 57 unit kapal disiagakan untuk melayani penyeberangan di lintasan utama Merak–Bakauheni. Kesiapan tersebut disampaikan dalam kegiatan Jumpa Pers dan Buka Puasa Bersama Media yang digelar di Ruang VIP Kantor Cabang Utama Bakauheni PT ASDP Indonesia Ferry, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat silaturahmi serta meningkatkan sinergi antara PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni dengan insan media.
Dalam kegiatan tersebut, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan kelancaran arus penumpang dan kendaraan selama periode mudik Lebaran.
Salah satu strategi yang diterapkan adalah pembagian jalur kendaraan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) guna mengurai potensi kepadatan di pelabuhan. “Beberapa kendaraan akan dilayani melalui Pelabuhan Bakauheni, sementara kendaraan besar khususnya logistik akan dialihkan ke pelabuhan alternatif seperti Pelabuhan BBJ, Wika Beton, dan SMA. Ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan,” ujar Partogi.
Ia menjelaskan kendaraan yang dapat menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni meliputi pejalan kaki, sepeda motor, kendaraan pribadi, serta pick-up, sedangkan kendaraan logistik dan truk besar akan diarahkan menuju pelabuhan alternatif.
Prediksi Lonjakan Penumpang
Berdasarkan data tahun sebelumnya, jumlah penumpang selama periode angkutan Lebaran tercatat sekitar 1.253.200 orang. Pada tahun 2026 diperkirakan meningkat sekitar 2,11 persen menjadi 1.376.970 orang.
Sementara itu, kendaraan roda empat pada tahun lalu tercatat 169.147 unit, dengan total kendaraan mencapai sekitar 313.550 unit.
Tahun ini diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 1,99 persen, sehingga kendaraan roda empat diproyeksikan mencapai 172.712 unit, dengan total kendaraan sekitar 319 ribu unit.
“Secara nasional kenaikan diperkirakan sekitar 1,7 persen, namun khusus lintasan Merak–Bakauheni angkanya sedikit lebih tinggi,” jelasnya.
57 Kapal Disiagakan
Untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.
Dalam operasional harian, sekitar 28 kapal akan beroperasi secara bergantian, sementara sisanya disiapkan sebagai kapal cadangan guna mengantisipasi lonjakan penumpang.
Selain itu, pelabuhan alternatif juga akan difungsikan, di antaranya Pelabuhan Ciwandan yang akan dilayani sekitar 12 kapal, serta Pelabuhan BBJ untuk membantu distribusi kendaraan.
ASDP juga akan menerapkan sistem single tarif pada dermaga eksekutif guna pemerataan distribusi kendaraan dan penumpang selama masa angkutan Lebaran.
ASDP memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 18–19 Maret 2026, sedangkan arus balik diperkirakan terjadi pada H+3 hingga H+4 Lebaran, atau sekitar 25–26 Maret 2026.
Namun jadwal tersebut masih dapat berubah mengikuti kebijakan pemerintah terkait libur nasional dan cuti bersama.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, ASDP juga menyiapkan tiga skema operasional, yaitu skema normal, skema padat, dan skema sangat padat, yang akan diterapkan sesuai kondisi di lapangan.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan baik di kapal maupun di pelabuhan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” ungkap Partogi.
ASDP juga berharap dukungan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026.(Red)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar