Portal Berita Online

Tampilkan postingan dengan label Ekbis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekbis. Tampilkan semua postingan

PTPN I dan SPBUN Sukses Laksanakan Perundingan Perjanjian Kerja Bersama


SEMARANG  – PT Perkebunan Nusantara I bersama Serikat Pekerja Perkebunan PT Perkebunan Nusantara I (SPBUN PTPN I) telah menyelesaikan perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) untuk periode 2026-2027. Perundingan yang berlangsung di Semarang melalui beberapa sesi diskusi konstruktif itu berjalan dengan Sukses dengan menghasilkan suatu kesepakatan yang sama – sama bersinergi, sejalan, selaras, dengan tetap mengedepankan tujuan Perusahaan dan Motto SPBUN yakni “Perusahaan Sehat Karyawan Sejahtera”

Kegiatan perundingan yang dilaksanakan tanggal 9 – 12 Desember 2025 dihadiri lengkap oleh tim perunding dari SPBUN PTPN I dan Manajemen. Selain itu turut hadir juga pada saat pembukaan acara perundingan yaitu Direktur SDM dan Teknologi Informasi – Siwi Peni, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko – Doni P. Gandamihardja, Direktur Hubungan Kelembagaan – Tio Handoko, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Perkebunan (FSPBUN) – Asmanudin Sinaga, Sekretaris Jenderal FSBUN – Galif Fasisal Riza, Ketua Umum SPBUN PTPN I – Armansyah, dan Sekretaris Jenderal SPBUN PTPN I – Yohanes P. Siagian.
Serangkaian agenda sidang perundingan yang berlangsung penuh dinamika tersebut dipimpin oleh Tuhu Bangun, Region Head PTPN I Regional 7 yang dipilih oleh forum. Tuhu mengatakan, “PKB yang telah disetujui akan segera disahkan untuk kemudian menjadi landasan, baik oleh manajemen PTPN I maupun SPBUN dalam memutuskan Ketentuan Perusahaan terutama yang terkait hubungan industrial. Ia menyebut, perundingan ini merupakan Sejarah bagi PTPN I pasca penggabungan, dan keberhasilan perundingan ini menjadi landasan kuat bagi PTPN I untuk mempertahankan kinerja prima dengan memperhatikan hak-hak normatif bagi seluruh karyawan perusahaan.”
Direktur SDM dan TI – Siwi Peni menyampaikan “PKB ini merupakan instrumen penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan kompetitif. Kami memastikan adanya dukungan penuh terhadap peningkatan kompetensi, kesehatan, dan penggunaan teknologi bagi pekerja. Peningkatan kualitas SDM adalah kunci, dan PKB ini menegaskan bahwa pekerja adalah aset strategis utama dalam transformasi PTPN I.”
Mencermati poin-poin krusial dalam PKB 2026, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPN I Doni P. Gandamihardja menyebut PKB telah mempertimbangkan aspek keberlanjutan finansial perusahaan.
"Dari sisi keuangan, kami memastikan bahwa semua poin yang disepakati dalam PKB 2026-2027 ini terukur dan berkelanjutan, sejalan dengan strategi bisnis dan kemampuan finansial perusahaan. Peningkatan kesejahteraan pekerja harus berjalan beriringan dengan kinerja perusahaan yang solid, dan PKB ini adalah jembatan untuk mencapai keduanya," jelas Doni P. Gandamihardja.
Ketua Umum SPBUN PTPN I – Armansyah, menambahkan “Seluruh tim perunding ini, baik dari manajemen ataupun dari unsur SPBUN PTPN I sangat mengedepankan kepatuhan terhadap perundang-undangan yang berlaku dengan tidak mengenyampingkan kondisi dan kemampuan perusahaan. Semua yang berperan dalam perundingan ini ingin membawa perusahaan ini tumbuh kembang berkelanjutan.
Dengan rampungnya perundingan ini, kedua belah pihak akan segera melanjutkan proses penandatanganan resmi dan sosialisasi menyeluruh kepada seluruh karyawan di lingkungan PTPN I sebagai wujud pemberlakuan PKB periode 2026 – 2027. (Lis)

Share:

Program Pengembangan Kemitraan BUMN PTPN I Regional 2 Apresiasi Inovasi Entrepreneur Sukabumi



SUKABUMI – Abdul Aziz, seorang entrepreneur dari Sukabumi, meluncurkan sebuah inisiatif lokal yang ambisius. Inovasi ini mendapat perhatian dan dukungan sebagai bagian dari program pengembangan kemitraan BUMN di wilayah PTPN I Regional 2.

Ia, memperkenalkan konsep startup peternakan modern bernama TernakHub, sebuah ekosistem terintegrasi yang dirancang untuk mengatasi masalah klasik peternakan tradisional melalui teknologi dan model bisnis yang efisien.

TernakHub hadir sebagai solusi bagi peternak pemula dan kecil, khususnya dalam usaha ayam petelur. Konsep ini menawarkan kandang otomatis, sensor produktivitas, dan sistem manajemen berbasis data untuk menjamin operasional yang lebih terukur dan hasil produksi yang stabil.

Inovasi utama TernakHub terletak pada model distribusinya. Berbeda dengan rantai pasok panjang, TernakHub fokus pada Distribusi Pendek, yaitu menjual telur langsung ke warung-warung dan toko kelontong di sekitar kandang mitra.

“Fokus utama kami adalah mendekatkan mitra dengan pasar terdekat, yaitu warung-warung dan toko kelontong di lingkungan sekitar kandang. Dengan menjual telur langsung ke warung, mitra mendapatkan pendapatan harian yang stabil, margin lebih baik, serta perputaran uang yang langsung dirasakan masyarakat di sekitar,” jelas Abdul Aziz, Founder TernakHub.

Model ini tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga menjamin suplai telur yang lebih segar kepada konsumen. TernakHub juga menyediakan sistem off-take sebagai jaring pengaman, siap menyerap kelebihan produksi mitra agar mereka tetap merasa aman dan tidak kesulitan memasarkan hasilnya.

Abdul Aziz menyatakan bahwa konsep TernakHub sudah matang, didukung oleh pengalaman riset dan uji coba lapangan sejak tahun 2017, termasuk pengalaman berharga dari Kampung Ilmu dan dukungan awal dari PTPN sebelumnya.

"Sistemnya sudah siap, teknologinya sudah kami kuasai, dan bengkel produksinya pun sudah berjalan," kata Aziz. 

"Harapan besar kami kepada PTPN I adalah adanya dukungan dalam bentuk kerja sama dan pembukaan akses permodalan agar konsep TernakHub bisa diwujudkan secara fisik." harapnya.

Dukungan PTPN I akan mempercepat pembangunan kandang percontohan dan produksi perangkat otomatisasi untuk merealisasikan target awal 10 mitra ayam petelur di tahun pertama, yang semuanya akan menggunakan standar teknologi dan manajemen yang seragam.

TernakHub memiliki visi besar untuk membangun ekosistem peternakan modern yang berkelanjutan, yang tidak hanya menguntungkan mitra tetapi juga menggerakkan roda ekonomi desa melalui distribusi pendek yang efisien, kemandirian pakan dan pemanfaatan pupuk organik dari kandang.

Dengan sistem yang terintegrasi dan mudah direplikasi, TernakHub siap untuk berekspansi dari ayam petelur ke komoditas lain seperti puyuh, ikan, dan ruminansia, membuktikan bahwa teknologi, sains, dan efisiensi adalah kunci untuk membangun peternakan yang kuat dan tidak mudah runtuh oleh masalah-masalah klasik. (*)
Share:

PTPN I Reg.2 : Wisata Rancabali Serap Tenaga Kerja Pemuda Sekitar


BANDUNG— Enam objek wisata yang memanfaatkan spekta Kawasan Kebun Teh Rancabali milik PTPN I Regional 2 menyerap ratusan tenaga kerja yang didominasi kaum pemuda. Para pemuda tersebut direkrut dari masyarakat sekitar, terutama dari Kecamatan Rancabali, tempat asset milik negara itu berada. Meskipun melalui seleksi ketat, pengelola memberi prioritas berdasarkan kesungguhan.

“Minat para pemuda di sekitar sini untuk berkarya di bidang pariwisata sangat besar. Mereka kami beri prioritas untuk bergabung di beberapa objek wisata di sini. Yang penting, mereka sungguh-sungguh dan mau belajar, terutama soal keramah tamahan. Soal kemampuan teknis, kami beri pelatihan sampai bisa. Makanya lebih 90 persen yang bekerja orang sini,” kata Manajer Kebun Rancabali PTPN I Regional 2 Dadang Rukmana.
Dia mengatakan, di Kawasan Kebun Teh Rancabali milik PTPN I Regional 2 terdapat enam objek wisata yang dikelola bersama pihak ketiga. Yakni, Rengganis Suspension Bridge (wahana jembatan ganging di atas jurang setinggi 75 meter dan Panjang 375 meter), Nawasena Resort, Pemandian Air Panas Walini, Kebun Stroberi Walini, Situ Patenggang, dan Resto Ecopark Curugtilu. Ada ratusan pemuda dan pekerja pada umumnya mendapatkan penghasilan dari bekerja di sektor pariwisata ini.
Salah satu protret dominasi pekerja local ada di Resto Ecopark Curugtilu, Ciwidey. Agus Rustiana (32), manajer resto yang mengusung konsep Tourism Eco Friendly itu mengaku mendapat kesempatan pertama kali sebagai karyawan dengan pengalaman nol tahun. Ia Adalah pemuda Desa Patengan, Kecamatan Rancabali yang direkrut, lalu mendapat pelatihan dan berhasil menguasai bidang food and beverages dengan baik.
“Saya sebelumnya nggak punya pengalaman di bidang pariwisata, apalagi F&B. Nah, waktu itu dengar ada buka beberapa objek wisata di sini, saya ikut mendaftar. Alhamdulillah saya diterima dan sekarang bisa paham dengan dunia pelayanan atau hospitality. Di sini hampir semua pekerjanya dari sekitar sini. Ya, mungkin 90 persen, lah. Jadi, kami nggak perlu jauh-jauh cari kerjaan,” kata Agus usai memberi briefing kepada kru F&B Ecopark Curugtilu melayani tetamu yang menginap di vila itu.
Agus Rustiana adalah salah satu dari ratusan pemuda Kecamatan Rancabali yang mendapatkan pekerjaan dari wisata yang berada di PTPN I Regional 2 itu. Dengan adanya objek wisata di Rancabali, para pemuda tidak sulit untuk mendapatkan pekerjaan, sepanjang punya kemauan.
Agus menambahkan, bagi para pemuda yang tidak bisa bekerja sebagai karyawan juga mendapat kesempatan berwira usaha memanfaatkan keramaian objek wisata. Para pemuda yang memiliki keahlian berniaga pihak wisata juga memberikan ruang untuk berjualan dibangunkan tempat usaha sekaligus tempat tinggal.  
“Kami merasa beruntung dan berterima kasih kepada PTPN I Regional 2 melalui objek tempat wisata yang ada di kecamatan Rancabali yang telah memberikan lapangan pekerjaan, peluang untuk berniaga dan berbagai peluang untuk mengembangkan diri dengan potensi yang ada di sini,” kata Agus yang hobi musik ini.
Relasi masyarakat sekitar dengan aktivitas operasional bisnis PTPN I seperti yang terjadi di Rancabali memang menjadi salah satu misi Perusahaan. Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menegaskan, peran PTPN I untuk menjadi katalisator semangat pemuda dalam mengembangkan diri sangat besar. Beberapa bidang Pembangunan yang sedang digeber oleh Pemerintahan Presiden Prabowo, antara lain soal Kedaulatan Pangan dan Energi Berkelanjutan.
“Visi misi kami sejalan dengan tema besar Sumpah Pemuda 2025. PTPN I melihat semangat "Indonesia Bersatu" sebagai landasan utama untuk mengoptimalkan sumber daya lahan dan modal demi kepentingan nasional. Di sini pemuda sangat diharapkan menjadi motor penggerak utama Prakarsa Pembangunan,” kata dia.
Teddy Yunirman Danas menyampaikan bahwa masa depan sektor agribisnis dan ketahanan nasional berada di tangan generasi muda. PTPN I, kata dia, adalah pemilik lahan dan modal, tetapi kekuatan penggerak dan inovasi berada di tangan pemuda.
“Kami secara aktif menarik garis lurus antara semangat persatuan yang diikrarkan Sumpah Pemuda dengan aksi nyata di lapangan. Kolaborasi dengan kelompok tani muda, lulusan Magang Nasional, dan inovator lokal adalah kunci kami untuk mencapai kedaulatan pangan,” ujar Teddy Yunirman Danas. (Lis)

Share:

Holding Perkebunan Perkuat Hilirisasi, PTPN I Luncurkan Pabrik Cerutu Tembakau Deli


Deli Serdang – Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional I, meresmikan operasional pabrik cerutu “Deli Nusantara Cigar Factory” di Tandem Hulu, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Pabrik ini sepenuhnya mengolah hasil budi daya tembakau Deli dari Kebun Helvetia dan digadang menjadi pilot project hilirisasi tembakau nasional untuk menjangkau pasar global. Peresmian dilakukan langsung oleh Region Head PTPN I Regional I, Didik Prasetyo, pada Rabu siang (16/07).

Dalam sambutannya, ia menyampaikan optimisme terhadap potensi cerutu Deli yang diolah di fasilitas baru ini. “Kita harapkan pabrik ini terus mampu meningkatkan produksinya, dan tidak hanya berkontribusi bagi PTPN I Regional 1 tapi juga bagi PTPN I secara keseluruhan, sekaligus menjadi bukti kemampuan kita dalam melakukan hilirisasi tembakau Deli,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa produk cerutu buatan Tandem ini akan diterima pasar dengan baik. 

"Syukur-syukur bisa menjadi favorit bagi penggemar cerutu,” tambah Didik.

Manager Unit Tembakau, Henri Tua Hutabarat, menjelaskan bahwa saat ini sudah tersedia 2.460 batang cerutu seri Helvetia dan Saentis yang siap untuk dipasarkan. Target produksi hingga akhir tahun 2025 mencapai 6.000 batang cerutu. “Seluruh persyaratan yang diwajibkan untuk pabrik Deli Nusantara Cigar Factory sudah dimiliki. Artinya, produk kita sudah siap untuk dipasarkan secara luas,” tegasnya.

Deli Nusantara Cigar Factory mengandalkan daun tembakau Deli yang ditanam di kebun-kebun bersejarah sejak tahun 1863. Daun tembakau ini dikenal memiliki kualitas terbaik untuk cerutu, khususnya bagian daun pembungkus. Karakteristiknya meliputi tekstur halus, elastisitas tinggi, warna cerah merata, serta sifat pembakaran yang baik.

Kasubag Humas PTPN I Regional 1, Rahmat Kurniawan, menambahkan bahwa cerutu hasil olahan dari daun tembakau Deli memiliki potensi besar di pasar internasional. “Apalagi, PTPN I akan menggunakan nama-nama kebun peninggalan era kolonial sebagai identitas produksi cerutu, seperti Helvetia, Saentis, Klumpang, dan Bulu Cina. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri yang tidak ada duanya,” jelas Rahmat.

Acara peresmian turut dihadiri oleh SEVP Business Support PTPN I, Wispramono Budiman; Kabag Sekper, Kabag Trakpol, Manager Unit Tembakau, Henri Tua Hutabarat; serta sejumlah mitra strategis seperti Ferry (Frederico Kedang) selaku brand owner Sultan Cigar Indonesia dan pemilik pabrik Sejahtera Cerutu Indonesia Kebumen, Jawa Tengah. Hadir pula Capt. Ridwan Zainuddin, penikmat cerutu dari Jakarta.

Langkah strategis ini menegaskan komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.(lis) 



Share:

BRI Regional Office Bandar Lampung Dukung Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih Bumisari


PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Regional Office Bandar Lampung terus memperkuat dukungan terhadap perekonomian Koperasi Desa Merah Putih melalui BRILink.

Head Regional Micro Banking Head BRI Bandar Lampung Rahmad Budi Sulistia, saat menghadiri peresmian koperasi desa merah putih (KDMP) di Desa Bumi sari Kecamatan Natar, mengatakan pentingnya Koperasi Merah Putih dalam meningkatkan akses layanan perbankan di daerah.

Dimana Koperasi Merah Putih merupakan hasil kolaborasi antara sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berfokus pada pemberdayaan perekonomian masyarakat di tingkat lokal.

Rahmad menjelaskan bahwa hadirnya BRILink dalam Koperasi Merah Putih, agar layanan perbankan yang memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi di sekitar kampung mereka.

Dengan keberadaan agen BRILink, warga tidak lagi perlu pergi ke kota untuk melakukan transaksi seperti transfer, setoran dan pengambilan tunai.

“Jadi koperasi ini bisa melayani transaksi di sekitar kampung dan bisa melayani berbagai transaksi tanpa harus ke bank. Dengan adanya mesin BRILink, layanan ini sudah setara dengan layanan perbankan,” kata Rahmad, di Lampung Selatan, Senin (21/7/25)

Ia menjelaskan bahwa BRI ini tidak hanya menawarkan transaksi tunai, tetapi juga rencana untuk menambahkan layanan transaksi pembelian gas, beras, dan sembako lainnya.

Hal ini sejalan dengan visi pemerintah yang ingin mendorong transaksi non-tunai di masyarakat.

Ia menambahkan bahwa dengan dukungan BRI, Koperasi Merah Putih diharapkan dapat berjalan mandiri dan berfungsi sebagai pusat transaksi ekonomi di kampung.

“Dengan adanya koperasi ini, kami bisa memberikan edukasi dan bantuan untuk memastikan mereka dapat mandiri dalam pelaksanaan layanan keuangannya,” ucapnya.

BRI juga berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan program-program lain yang dapat memperluas jangkauan layanan ijin.

“Dengan langkah ini, diharapkan Koperasi Merah Putih tidak hanya meningkatkan akses ke layanan perbankan, tetapi juga membantu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memberdayakan masyarakat setempat secara mandiri,” pungkasnya.

Koperasi Desa Merah Putih hadir sebagai solusi memperkuat struktur ekonomi perdesaan sekaligus melindungi masyarakat dari jeratan pinjaman online ilegal hingga praktik rentenir yang merugikan. Inisiatif ini diharapkan memberikan kemudahan akses pembiayaan sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem usaha yang sehat, produktif, dan mandiri di tingkat desa.

Rahmad menjelaskan, sejak program KDMP mulai digaungkan, BRI telah merancang model pembiayaan yang sehat dan memiliki risiko pengembalian dana yang terjaga. Adapun skema pembiayaan disusun menyesuaikan kebutuhan modal kerja berdasarkan skala usaha (kecil, menengah, atau besar) dan dihitung sesuai dengan estimasi omzet bisnis.

Sebagai penunjang operasional koperasi merah putih, BRI Regional Office Bandar Lampung memberikan bantuan berupa satu unit mobil grand max. Kendaraan ini difungsikan untuk kegiatan operasional KDMP Bumisari.

“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan oleh KDMP Bumisari dengan baik dan tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Mohon dijaga kendaraan oprasional ini,” ungkapnya. (Lis)

Share:

PTPN IV PalmCo Distribusikan Beras SPHP di Wilayah Operasional, Ini Penjelasannya


PTPN IV Palmco Subholding PTPN III (Persero) mulai mendistribusikan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai bagian dari inisiatif pemerintah dalam menjaga kestabilan harga pangan. Di hari perdana peluncuran Gerakan Pangan Murah yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia, PalmCo menyalurkan sebanyak 7,5 ton beras SPHP melalui enam titik distribusi di wilayah operasional perusahaan yang menjangkau Sumatera dan Kalimantan.

Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi PalmCo dalam program SPHP yang dijalankan secara nasional. Total, PalmCo menargetkan akan mendistribusikan beras SPHP di 150 titik yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi dengan menjangkau wilayah-wilayah di sekitar Perusahaan.

Program SPHP sendiri akan terus didistribusikan penjualannya sebanyak 1,3 juta ton beras yang digelontorkan secara bertahap ke seluruh Indonesia. Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP., mengatakan bahwa seluruh beras SPHP berada di bawah pengawasan ketat pemerintah dan tidak mungkin dioplos seperti yang sempat dikhawatirkan publik.

“Ini program negara yang diawasi langsung. Saya saja tidak berani, apalagi yang lain. Kita bergerak bersama, hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) menyepakati distribusi SPHP 1,3 juta ton, dan kami yakin dalam 1–2 minggu harga beras akan turun,” tegas Menteri Amran saat meninjau Gerakan Pangan Murah di Kantor Pos Fatmawati, Jakarta (18/7).

Amran juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh BUMN pangan dan logistik yang ikut terlibat, mulai dari Bulog, ID Food, PT Pos Indonesia, Pupuk Indonesia, hingga PTPN Group yang menjadi salah satu motor distribusi di lapangan.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Denaldy M. Mauna yang hadir mendampingi Menteri Amran menegaskan bahwa kehadiran PTPN Group dalam program SPHP merupakan bentuk kontribusi konkret BUMN kepada masyarakat, sekaligus respon atas koordinasi yang telah dilakukan bersama stakeholders terkait.

“Ini bagian dari kontribusi kita semua kepada masyarakat. Hari ini kami bersama pemerintah dan rekan-rekan BUMN menggelar gerakan pangan murah,” ucap Denaldy.

Ia menjelaskan bahwa PTPN Group membangun 300 titik distribusi yang tersebar di kantor regional hingga unit-unit operasional di seluruh Indonesia. Dari 13 titik pada tahap awal, pihaknya telah menyalurkan hampir 17 ton beras SPHP.

Senada halnya dengan Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa dalam keterangan tertulisnya yang menyampaikan bahwa peran perusahaan dalam program ini merupakan bentuk nyata dari komitmen PalmCo sebagai bagian dari ekosistem pangan nasional.

“Ini adalah momen penting di mana BUMN, termasuk PalmCo hadir langsung menjawab tantangan kestabilan harga beras,” ujar Jatmiko.

Ia menjelaskan bahwa enam titik penyaluran awal mencakup berbagai wilayah yakni Regional I dan II di Medan Sumatera Utara yang mendistribusikan 4 ton, disusul Regional IV Jambi 1 ton, Regional VI Aceh 1 ton, Regional VII Lampung 1 ton, dan Regional V Pontianak sebesar 0,5 ton.

“Dari total 150 titik yang menjadi target PalmCo, kami baru menjangkau enam titik, artinya masih ada 144 titik lagi yang akan kami distribusikan secara bertahap,” terang Jatmiko.

Ia menambahkan, dalam proses distribusi ini, PalmCo terus berkoordinasi dengan Bulog wilayah setempat selaku penyedia beras SPHP, agar pendistribusian dapat berjalan cepat, tepat, dan merata.

“Kami berharap ke depan distribusi bisa terus kami perluas dan percepat. Masih ada banyak titik yang menunggu, dan kami siap menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya yang berada di sekitar wilayah operasional kami,” imbuhnya.

Menariknya di sejumlah titik seperti PTPN IV Regional II, distribusi beras SPHP juga digabungkan dengan penyediaan bahan pokok lain seperti minyak goreng. Inisiatif ini menurut Jatmiko lahir dari inisiatif di lapangan dengan berbagai mitra dan pemerintah daerah.

“Di beberapa lokasi, terutama di Regional II, kami menyertakan minyak goreng dalam satu paket Gerakan Pangan Murah. Ini bagian dari upaya kami untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat,” ujarnya.

Sebagai informasi, beras SPHP dalam program Gerakan Pangan Murah dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp12.500 per kilogram untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi, Rp13.100 per kilogram untuk Sumatera lainnya, Kalimantan, dan NTT, serta Rp13.500 per kilogram untuk Maluku dan Papua.

Dengan keterlibatan aktif PTPN IV PalmCo dan sinergi lintas BUMN, pelaksanaan program SPHP diharapkan dapat menahan laju inflasi pangan dan memperkuat akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga yang wajar.

Share:

ASDP Imbau Penumpang Beli Tiket Mandiri dan si Manifest Sesuai Identitas


Jakarta - Libur sekolah menjadi momentum melonjaknya arus penyeberangan di berbagai lintasan kapal feri nasional. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat sebanyak 971.262 tiket telah terjual di tujuh lintasan utama dalam periode 5 Juni hingga 14 Juli 2025. Antusiasme masyarakat juga tercermin dari total stimulus diskon tarif pelabuhan yang telah diserap mencapai Rp31,9 miliar.


Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan bahwa stimulus ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui konektivitas maritim. “Program ini ditujukan untuk mendukung kelancaran sektor logistik dan menggairahkan pariwisata daerah selama masa libur panjang,” ujarnya.


Kategori kendaraan pribadi mendominasi penyeberangan dengan 351.199 unit, disusul kendaraan roda dua sebanyak 297.249 unit, serta penumpang pejalan kaki sebanyak 283.843 orang. Tiga lintasan dengan lonjakan paling tinggi antara lain Ajibata-Ambarita (naik 78%), Kayangan-Pototano (naik 20%), dan Sape-Labuan Bajo (naik 1%).


“Ketiga lintasan ini memang menjadi destinasi favorit wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Lonjakan ini menunjukkan bahwa ASDP berhasil mendukung pergerakan masyarakat dan ekonomi lokal secara signifikan,” jelas Heru.


Dalam mendukung kelancaran layanan, ASDP kembali menekankan pentingnya pembelian tiket secara mandiri melalui aplikasi atau website Ferizy, serta tidak menggunakan jasa calo yang berisiko menimbulkan kendala di lapangan. Tiket online tidak hanya lebih aman dan praktis, tapi juga menjamin kepastian perjalanan tanpa antre panjang.


Selain itu, ASDP mengingatkan agar pengguna jasa mengisi data manifest dengan benar dan lengkap. Data identitas penumpang dan kendaraan harus sesuai dengan KTP, STNK, dan jumlah penumpang dalam kendaraan. Data manifest ini sangat krusial sebagai dasar perlindungan asuransi serta memudahkan evakuasi darurat jika terjadi hal yang tidak diinginkan selama perjalanan.


“Isi manifest dengan benar adalah hak dan tanggung jawab penumpang. Ini bukan sekadar formalitas, tapi menyangkut perlindungan nyawa dan hak asuransi setiap orang dalam perjalanan,” ujar Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin.


Program stimulus diskon tarif akan terus berlangsung hingga akhir Juli 2025. Untuk itu, ASDP mengimbau masyarakat yang ingin menyeberang agar segera melakukan pemesanan tiket secara online, menghindari pembelian mendadak di pelabuhan, dan memastikan seluruh informasi dalam tiket sesuai dengan dokumen resmi.(Is/Hms)


CORPORATE SECRETARY PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)

Share:

Ini kinerja TJSL PalmCo 6 Bulan Pertama 2025: Distribusikan Bantuan Ekonomi, Sosial, Lingkungan di seluruh Indonesia


Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo terus mempertegas peran sosialnya di tengah masyarakat. Sepanjang Semester I 2025, perusahaan telah menyalurkan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) senilai Rp16,78 miliar yang disebar ke ratusan titik di berbagai daerah, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Aceh, Jawa hingga Sulawesi.

Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, keagamaan, hingga penanggulangan bencana. Mulai dari pembangunan dan renovasi masjid, musholla, gereja, ruang kelas, hingga penyediaan air bersih, serta program pencegahan stunting dan masih banyak objek bantuan lainnya.

Dalam keterangan tertulisnya Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan program sosial perusahaan sebagai bukti nyata untuk membangun Indonesia dari desa-desa.

"Kami ingin memastikan bahwa kehadiran perusahaan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Tidak hanya lewat kontribusi ekonomi, tapi juga melalui penguatan sisi sosial, pendidikan, dan spiritual," ujarnya Sabtu (12/07) di Jakarta.

Jatmiko menambahkan bahwa seluruh kegiatan TJSL dilakukan secara terukur dengan prinsip legacy sosial dan keterlibatan aktif dari masyarakat serta pendekatan yang partisipatif dan akuntabel.

"Program-program bantuan ini adalah kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat sekitar, yang pada prinsipnya kebutuhan yang paling mendesak itulah yang kami dahulukan," sambungnya.

Meski menggelontorkan dana hingga miliaran rupiah, PTPN IV PalmCo mengklaim bahwa keseluruhan program dirancang dengan asas manfaat jangka panjang. Jatmiko menyebut bahwa nilai Rp16 miliar itu bukanlah angka akhir.

“Kami menargetkan hingga akhir tahun 2025, nilai realisasi bisa mencapai lebih dari Rp30 miliar. Yang lebih penting dari jumlahnya adalah dampak yang ditimbulkan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Hubungan Kelembagaan PalmCo Irwan Perangin-angin mengungkapkan bahwa masjid, sekolah, gereja, dan pondok pesantren masih menjadi permintaan terbanyak dari masyarakat. Menurutnya, hal ini mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur dasar yang representatif dan layak.

“Banyak masyarakat yang mengajukan permohonan renovasi ruang ibadah atau ruang kelas. Sebagian besar dari mereka sudah bertahun-tahun menunggu bantuan, dan ketika akhirnya bisa kami bantu, itu menjadi kebahagiaan tersendiri,” kata Irwan.

Ia menyebut, pada enam bulan pertama tahun 2025 saja, pihaknya telah membantu lebih dari 500 objek bantuan yang 150an objek nya adalah  pembangunan atau perbaikan fasilitas ibadah dan pendidikan.

Data internal perusahaan juga menunjukkan bahwa PalmCo aktif memberikan bantuan tanggap darurat terhadap bencana. Antara lain berupa sembako dan logistik pasca banjir di Riau, Sarolangun, Landak, hingga Jabodetabek. Perusahaan juga mengintervensi langsung wilayah-wilayah rawan stunting dengan penyediaan makanan tambahan, edukasi gizi keluarga, dan penguatan posyandu.

Salah satu bentuk program yang mendapat respons positif dari masyarakat adalah PalmCo Goes to School. Melalui program ini, PalmCo turut berbagi ilmu kepada siswa-siswi dengan memberikan narasumber yang berkompeten di bidangnya sekaligus memberikan bantuan seperti komputer, Air Conditioner (AC), serta bantuan lainnya di berbagai kota/kabupaten.

Plt Kepala SMANTig Medan, Susianto SPd MSi, menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasinya kepada PTPN IV Regional I. Ia menilai program ini sangat positif dan membuka cakrawala berpikir siswa.

Dirinya pun berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan agar siswa bisa belajar langsung dari praktisi industri.

"Kami ucapkan terimakasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan PTPN IV Palmco, karena pastinya banyak hal serta pengetahuan yang didapat para siswa. Di antaranya pengetahuan baru, khsususnya bagaimana pola kelapa sawit bisa bermanfaat dan memberikan menfaat yang lebih besar kepada masyarakat,” katanya.

Share:

PTPN I Regional 7 Perkuat Posisi Sebagai Backbone Supporting Co


BANDAR LAMPUNG--- Memasang target keuntungan (RKAP Tahun 2025) sebesar Rp600 miliar, PTPN I Regional 7 optimistis dapat mencapai. 

Rasa percaya diri itu dibangun dari catatan laba hingga 31 Mei 2025 mencapai Rp203 miliar. Selain itu, masih ada produk karet belum terjual senilai Rp300 miliar dan produk teh sebanyak 5.000 ton setara Rp100 miliar lebih dengan asumsi harga Rp20 ribu per kilo gram.

Data itu disampaikan Region Head PTPN I Regional 7 Tuhu Bangun pada acara temu pamit SEVP Business Support PTPN I Regional 7 di Bandar Lampung, Selasa (10/6/25). Tuhu Bangun mengatakan, posisi ini menguatkan PTPN I Regional 7 sebagai penyumbang keuntungan terbesar di Subholding Supporting Co PTPN I dengan persentase lebih dari 60 persen.

“Kami bersyukur bisa mencatatkan kinerja di semester I 2025 ini. Meskipun demikian masih ada potensi alias room improvement yang bisa kita gali lebih maksimal. Kami sangat optimistis hingga tutup buku 2025, RKAP bisa tercapai,” kata Region Head yang oleh banyak koleganya disapa dengan Gus Tuhu ini.

Pencapaian kinerja terbaik ini tidak lepas dari peran unsur pimpinan yang terus memacu operasional di setiap lini. Hal ini menjadi bahan apresiasi Tuhu Bangun saat melepas Bambang Agustian, SEVP Business Support PTPN I Regional 7 yang mendapat tugas baru sebagai SEVP Business Support di PTPN IV Regional 4 di Jambi. Bagus, sapaan akrab Bambang Agustian digantikan Iskandar Dewantara yang sebelumnya menjadi SEVP Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom.

Acara Temu Pamit dua pejabat dalam Board of Regional Management (BRM) berlangsung hangat dan cair, tetapi tetap produktif. Seluruh pejabat utama PTPN I Regional 7, antara lain SEVP Operation Wiyoso, Para Kepala Bagian, para manajer Kebun atau Unit Kerja Wilayah Lampung, dan pejabat lain hadir. Selain itu, Region Head PTPN IV Regional 7 Denny Ramadhan hadir didampingi SEVP Business Support Oshutri Anwar dan beberapa Kepala Bagian. Juga Ketua dan Pengurus Pusat SPPN VII, Ketua dan Pengurus IKBI, dan para direktur anak Perusahaan.

Bambang Agustian yang bertugas sebagai SEVP sejak Desember 2023 begitu dikenang oleh jajaran PTPN I Regional 7. Hal itu terlintas dalam tayangan video singkat yang ditayangkan sebagai pembuka dan menampilkan berbagai aktvitas sang tokoh serta testimoni dari beberapa karyawan. Beberapa slide dan kalimat-kalimat yang terucap sempat membuat mata Bagus berkaca-kaca.

“Saya sangat terharu. Saya menemukan atmosfer kerja penuh dedikasi tetapi cair itu, ya di sini, di Regional 7,” kata Bagus saat menyampaikan sambutan didampingi Anggita, istrinya.

SEVP berusia 47 tahun itu mengatakan, pengalaman bekerja selama satu setengah tahun di Regional 7 sangat mengesankan. Lebih dari sekadar kesan, ia menyebut kompetensi, loyalitas, dan sepirit dari SDM di PTPN I Regional 7 sudah sangat mapan. Fakta itu membuat dirinya tidak mendapati kesulitan untuk menggerakkan roda manajemen untuk mencapai kinerja terbaik.

“Ada yang menyebut bertugas di Regional 7 mengesankan, manajemennya sudah mapan dan tinggal dipacu saja. Bahkan ada yang menyebut sudah autopilot. Tentu, semua tergantung kepada bagaimana pimpinannya menggerakkan. Saya berguru dan berterima kasih kepada Gus Tuhu (Tuhu Bangun) sebagai Region Head,” kata dia.

Giliran berikutnya, Iskandar Dewantara yang menyampaikan sambutan pertamanya. Pria kelahiran Medan berusia 54 tahun itu mengenalkan diri didampingi Retno, istrinya, ia menyampaikan terima kasih atas sambutan yang hangat pada seremoni sederhana itu.

“Terus terang, saya sangat terhormat disambut dengan acara yang cair, akrab, hampir tanpa sekat, tetapi kontennya tetap produktif. Tadi istri saya juga sempat bilang salut dan merasa tersanjung. Saya yakin ini menjadi awal yang baik,” kata bapak empat anak ini.

Iskandar ikut arus cair sebagaimana sambutan sebelumnya, ia menceritakan beberapa hal, termasuk soal hobi. Bahkan, seluruh hadirin menyambut dengan riuh ketika dia menyebut beberapa hobi yang kebetulan sama dengan hobi sang pimpinan, yakni Tuhu Bangun.

Dari beberapa pernyataan dan catatan kiprahnya, Iskandar tampak sangat perhatian dengan hak-hak dan kesejahteraan karyawan. Ia mengaku sebagai salah satu dari 10 orang pendiri Serikat Pekerja Karyawan Pimpinan (SPPKP) dan aktivis pada Serikat Pekerja Perkebunan (SP-BUN). 

“Saya aktif di SP (serikat pekerja), sebagai katalisator atau penghubung antara unsur pekerja dengan manajemen. Saya bersyukur di Regional 7 ini sudah leading SP-nya dan hak-hak normatif karyawan terjaga dengan baik,” kata dia.

Sementara itu, dalam sambutan penguatannya, Region Head Tuhu Bangun berpesan agar Bagus maupun Iskandar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru dan budaya barunya. Ia menyebut, pemegang saham memilih dan menempatkan seseorang pada posisi tertentu memiliki pertimbangan yang matang dan terukur. Itu sebabnya, seseorang yang mendapat Amanah harus menunjukkan kontibusi positifnya dan mencatatkan karya untuk dikenang.

“Pengalaman kerja dan bergaul di tempat sebelumnya harus menjadi penguat dan melengkapi perbaikan di tempat yang baru. Terima kasih kepada Pak Bagus untuk dedikasinya di Regional 7. Beliau ini yang selalu menciptakan suasana cair sehingga nyaman. Kami sering rapat sambil tertawa-tawa, tetapi esensinya, critical point-nya tetap sampai. Dan yang lebih penting, apa yang sudah kami putuskan harus terlaksana,” kata Tuhu Bangun.

Mengenai proyeksi ke depan, Tuhu Bangun mengajak seluruh elemen dari top manajemen hingga lini lapangan untuk terus memacu kinerja. Pencapaian saat ini, kata dia, harus disyukuri sebagai anugerah Tuhan, tetapi Upaya yang lebih baik harus diteruskan.

Acara diakhir dengan foto Bersama, penyerahan cindera mata kepada Bambang Agustian dan istri dari manajemen dan beberapa pihak. Sedangkan kepada Iskandar Dewantara, Region Head Tuhu Bangun mengalungkan selendang tapis Lampung sebagai ungkapan selamat datang dan bertugas di Regional 7 yang memiliki wilayah kerja di Lampung, Sumsel, dan Bengkulu. (*)

Share:

Tanam Satu Juta Pohon, PTPN I Dukung Pemerintah Dalam Pelestarian Alam


Bogor,- PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Kebun Gunung Mas, kawasan Puncak Bogor. 

Kegiatan tanam pohon ini merupakan langkah nyata PTPN I mendukung Pemerintah dalam pelestarian alam. Aksi tanam pohon oleh PTPN I dilakukan bertahap setiap tahunnya, tidak hanya di Puncak Bogor melainkan di wilayah kerja PTPN I yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, hingga Sulawesi. Program besar PTPN I ini bertajuk "Penanaman Satu Juta Pohon "dengan skema Multiyears (maksimum 5 Tahun) secara berkelanjutan melalui penggunaan pola yaitu tanam, rawat dan tumbuh.


Programinibertujuanmengembalikankelestarianalamdanfungsidaerahresapanair.Dari aspek sosial, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan, khususnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem.


Penanaman pohon di Kawasan Puncak Bogor mendapat apresiasi dan dukungan dari stakeholders, yang turut hadir dan ikut menaman pohon yaitu Menteri Kehutanan Rajajuli Antoni, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ketua DPRD Provinsi Buky Wibawa, Walikota Bogor Dedie Abdu Rachim, Jajaran Dirjen Kementerian Kehutanan dan Forkopimda termasuk Direksi PTPN I serta Direksi Perhutani.


Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menyampaikan penjelasan tentang program penanaman satu juta pohon, termasuk di Kawasan Puncak Bogor.


“Penanaman Satu Juta Pohon ini dilaksanakan di areal internal yaitu konsensi PTPN I dan arealeksternalyaitudiluarkonsensiPTPNI.ArealkonsensiPTPNImeliputiDaerahAliran Sungai (Sempadan), Areal Marjinal (kemiringan ekstrim dan gersang), Tanaman Pinggir Jalan Kebun (Main Road dan Production Road) serta Areal Emplasemen (Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum). Sedangkan areal eksternal meliputi, Taman Kota, Kawasaan Hutan, Daerah Aliran Sungai (Sempapdan) dan Areal Kerja Sama Konsensi sehingga total luas arealuntukProgramPenanamanSatuJutaPohoniniadalahseluas638,9RibuHa.”Jelas Teddy.

RealisasikegiatanpenanamanpohondiKebunGunungMasatauKawasanPuncakBogor selama ini sudah sering dilaksanakan dan dilakukan secara berkelanjutan. “Kami sebelumnya telah melakukan aksi tanam pohon di Kebun Gunung Mas PTPN I Regional 2 atau Kawasan Puncak Bogor secara berkelanjutan setiap tahunnya. Seperti tanam pohon mandiridibeberapatitikGunungMasseluas48,09Hasebanyak19,622pohondantanam pohon bersama Kementerian Kehutanan seluas 2.5 Ha sebanyak 1,110 pohon.’ Tambah Teddy.


Jenis pohon yang ditanam yaitu Tanaman Konversi (Pinus, Mahoni, Cemara, Akasia, Sangon,ArendanBambu),TanamanProduktif(Durian,Mangga,Alpukat,KopidanKako), serta Tanaman Endemik (ditentukan berdasarkan spesies asli tiap daerah untuk menjaga keseimbangan ekosistem).


Selain kegiatan penanaman pohon, acara ini juga diisi dengan kegiatan penanaman atau penyulaman tanaman teh. Kegiatan ini terbagi dalam beberapa tahap. Tahap 1 yang saat ini sedang dilaksanakan merupakan kolaborasi antara PTPN I dengan Pemerintah Kabupaten Bogor yang meliputi kegiatannormalisasi area DAS Hulu Ciliwung sepanjang 2,5 Km dan reboisasi kawasan puncak di area okupasi lahan seluas 65,37 Ha atau sebanyak 43.185 Pohon. Kegiatan penanaman atau penyulaman tanaman teh di Kebun Gunung Mas PTPN I Regional 2 dilaksanakan dibeberapa areal blok Kebun Gunung Mas dengan total sebanyak 20.000 pohon. Hal ini menunjukkan komitmen PTPN I tidak hanya dalam pelestarian lingkungan, tetapi juga dalam menjaga produktivitas dan kualitas tanaman teh sebagai salah satu komoditas unggulan perusahaan.

Sebelumnya,PTPNIjugatelahberkolaborasidenganberbagaipihakdalamupayamenjaga pelestarian alam melalui penanaman pohon, diantaranya ikut serta dalam Program Penghijauan di Kawasan Konversi Das Landak, Program Agroforestry dengan Mabes AD serta ikut andil dalam raker dan pembibian konservasi.


“Dengan dilaksanakannya program ini, PTPN I berharap dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam menerapkan praktik-praktik bisnis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Program Penanaman Satu Juta Pohon diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam upaya pelestarian alam dan pengembalian fungsi puncak sebagai daerah resapan air. Maka, kolaborasi dan sinergi dengan stakeholders seperti Forkopimda,Kementerian/LembagaTerkait,TokohAdatdanMasyarakatsangatdiperlukan untuk mewujudkan program ini.” Tutup Teddy.


Di tempat terpisah, Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo menyampaikan bahwa program penanaman satu juta pohon ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi dampak perubahan iklim dengan timbulnya cuaca ekstrem dan curah hujan yang tinggi serta sebagai upaya menjaga kelestarian alam. "PTPN I berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menjaga lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui program- program yang berkelanjutan," ujarnya.

Share:

PTPN I Komitmen Jaga Stabilitas Harga Karet Rakyat


BANDAR LAMPUNG--- Sebagai perusahaan produsen karet terbesar di Indonesia, PTPN I berkomitmen menjaga stabilitas harga karet rakyat. Meskipun faktor harga merupakan domain di luar kendali manajemen, peran BUMN Perkebunan ini setidaknya dapat memberikan perlindungan kepada petani karet agar mekanisme pasar tetap terkendali dan wajar.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas saat melakukan inspeksi ke Pabrik Karet Pematang Kiwah PTPN I Regional 7 di Natar, Lampung Selatan, Rabu (12/2/25). Teddy mengatakan, sesuai visi dan misi pemerintah membentuk BUMN, dimana tidak hanya fokus kepada profit, tetapi juga mengemban amanah bangsa sebagai agen pembangunan dan pemerataan ekonomi kerakyatan sesuai dengan Asta Cita Pemerintah RI.

Teddy Yunirman Danas hadir bersama Dirketur Operasional Fauzi Omar didampingi Sekretaris Perusahaan Aris Handoyo, Kadiv. Tanaman Karet Hendra Putra, dan beberapa staf. Mereka disambut Region Head PTPN I Regional 7 Tuhu Bangun, SEVP Operation Wiyoso, SEVP Business Support Bambang Agustian, dan beberapa Kepala Bagian di Kantor Regional 7. Sedangkan Manajer Kebun Pematang Kiwah Fadlan dan seluruh asisten mengakomodasi peninjauan berkeliling di beberapa stasiun produksi yang mengolah karet beku menjadi karet olahan Standard Indonesian Rubber (SIR)-20 itu.

Tentang situasi pasar karet saat ini, Teddy menyebut harga karet alam dunia sedang berada di posisi cukup baik. Kondisi ini memungkinkan PTPN I bisa membeli karet rakyat melalui pemasok dengan harga yang cukup kompetitif. Dengan demikian, pihak pemasok juga bisa membeli karet rakyat yang diproduksi petani dengan harga yang baik pula.

“Saat ini harga karet sedang cukup baik di pasar lokal maupun pasar dunia. Kami bisa beli bokar (karet lump) dari pemasok dengan harga yang cukup kompetitif dan stabil sehingga otomatis akan kompetitif juga di tingkat petani. Dan hal ini berdampak pada kesejahteraan petani karet yang ikut meningkat,” kata dia.

Mengenai kinerja PTPN I pasca merger di tahun pertama ini, Teddy mengatakan cukup progresif. Untuk komoditas karet yang saat ini menjadi salah satu komoditas utama bagi PTPN I, dimana tahun 2024 mencatatkan produksi 91 ribu ton karet olahan dengan berbagai jenis dan grade. Dia optimistis atas target 115 ribu ton akan tercapai pada tahun 2025 ini.

“Masa transisi pasca pembentukan Subholding PTPN I setahun lalu sudah lewat dan kinerja kami sudah on the track. Kami sangat optimistis kinerja tahun 2025 akan naik minimal 30 persen. Seperti juga di Pabrik Pewa (Pematang Kiwah) ini, kinerjanya yang cukup baik dengan beberapa aspek operasional yang harus diperbaiki. Pabrik ini mengolah 60 persen karet rakyat dan 40 persen karet sendiri. Itu artinya kami sangat concern dengan nasib petani karet lokal,” kata dia.


Pada saat peninjauan pabrik, baik Teddy Yunirman Danas maupun Fauzi Omar memberi beberapa catatan untuk menjadi perhatian manajemen pabrik. Salah satunya tentang kapasitas produksi yang masih bisa dipenuhi sesuai kapasitas olah dan bisa menyerap karet rakyat secara optimal. Demikian juga dengan berbagai perbaikan infrastruktur, termasuk penambahan fasilitas yang lebih efisien, hendaknya memberikan nilai tambah untuk kinerja tahun 2025.

“Pabrik ini baru saja dilakukan renovasi dari peralatan sampai infrastruktur produksi. Termasuk penambahan instalasi bahan bakar yang lebih efisien menggunakan cangkang sawit. Ini harus dijawab dengan produktivitas yang naik dan memberikan kualitas terbaik. Terima kasih kepada teman-teman di Pewa dan Regional 7 yang sudah cukup progresif. Terus bertumbuh, ciptakan inovasi, dan terus bersemangat,” kata dia.

Sementara itu, Manajer Kebun Pematang Kiwah Fadlan menyatakan apresiasinya atas kunjungan Direksi PTPN I. Ia mengatakan, kinerja Kebun Pewa yang mengelola pabrik karet remah SIR-20 dengan bahan baku dari karet rakyat akan berkomitmen dalam memperbaiki kinerja, khususnya produksi yang meningkat. Dia juga mengaku terus menerapkan manajemen mutu dengan ketat dari proses penerimaan bokar, proses produksi, hingga hasil akhir, kata dia.

Mengomentari peran PTPN I Regional 7 Kebun Pewa terhadap lingkungan sekitar, Fadlan mengatakan sangat besar. Salah satu yang paling berpengaruh adalah serapan tenaga kerja yang berasal dari lingkungan sekitar.

“Hampir semua pekerja di sini adalah masyarakat sekitar. Keberadaan pabrik ini juga menjadi salah satu simpul ekonomi yang cukup besar sehingga lingkungan ikut merasakan dampak positifnya. Kami menjalin hubungan harmonis dengan tetangga dan lingkungan sini,” kata Fadlan. (*)

Share:

Dirop PTPN I: “Terima Kasih Regional 7”


BANDAR LAMPUNG--- PTPN I Regional 7 mencatatkan kinerja terbaik dari delapan Regional pada Subholding Supporting Co pada 2024.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Operasional PTPN I Supporting Co Fauzi Omar saat membuka Rapat Pembahasan Rencana Kerja Operasional (RKO) tahun 2025 di Bandar Lampung, Senin (3/2/25). Ia mengatakan, Regional 7 sudah dan akan terus menjadi tulang punggung dalam semua aspek kinerja, terutama pada komoditas karet.
“Atas nama HO (head office) PTPN I Supporting Co, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh elemen di Regional 7. Terus terang, sebelum membuka data akhir pada 31 Januari 2024 lalu, kami agak pesimistis. Tetapi begitu buka laporan, Alhamdulillah selamat. Dan Regional 7 menjadi penyelamat. Tolong sampaikan terima kasih kami kepada bapak ibu di lini lapangan sebagai ujung tombak pencapaian ini,” kata Fauzi Omar yang disambut tepuk tangan peserta RKO.
Pembahasan RKO PTPN I Regional 7 Tahun 2025 akan berlangsung dua hari. Dari Head Office, selain Direktur Operasional hadir Kadiv. Operasional Tanaman Kelapa Sawit dan Karet Hendra Putra, Kadiv. Pemasaran Laeli Fadli Arif, Kadiv. SDM Hidayat, dan beberapa pejabat lain yang mengikuti secara online. Sedangkan dari internal Regional 7 hadir lengkap, yakni Region Head Tuhu Bangun, SEVP Operation Wiyoso, SEVP Business Support Bambang Agustian.
RKO akan membahas dan menelisik secara detail setiap langkah operasional dari tingkat Regional hingga Kebun atau Unit Kerja, serta anak Perusahaan. Seluruh Kepala Bagian di Kantor Regional, seluruh Manajer Kebun didampingi Asisten, dan seluruh Direktur anak Perusahaan wajib hadir secara offline. Hal ini dimaksudkan agar setiap potensi yang ada bisa dikancah untuk mendapat solusi dan bisa dikonversi menjadi profi, juga setiap kendala dan masalah bisa dielaborasi bersama agar bisa diatasi.
Pada pemaparan awal secara umum, Region Head Tuhu Bangun menyampaikan beberapa data global tentang pencapaian kinerja 2024 dan proyeksi untuk 2025. Tuhu Bangun mengatakan, kinerja Regional 7 yang mengelola karet dan teh pada 2024 berhasil mencatatkan laba. Angka ini, katanya, merupakan metamorfosis dari kinerja tahun 2023 yang saat masih minus.
Untuk kinerja tahun 2025, Tuhu Bangun menyebut Regional 7 memasang angka Rp454 miliar. Selain dari karet dan teh, pendapatan itu berasal dari KSO komoditas kelapa sawit yang saat ini dikelola PTPN IV Regional 7, KSO komoditas tebu yang dikelola PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), dan optimalisasi aset lain.
Tentang RKO yang memasang tagline “Challenge Session”, Tuhu Bangun menyebut ajang ini sebagai penguatan seluruh elemen dan semua potensi yang ada untuk menjawab tantangan kinerja 2025. Menurut dia, tahun 2025 memberi peluang yang sangat luas untuk digali dan memberi harapan yang sangat tinggi untuk bisa dicapai. Beberapa indicator yang memunculkan optimism tinggi adalah cuaca yang cukup baik dan harga pasar karet yang sangat menjanjikan.
“Sebagai Perusahaan agro, kita sangat tergantung dari kebaikan alam. Padahal, kondisi alam berada di luar kendali kita. Demikian juga dengan harga, domainnya bukan di kita. Nah, tahun 2025 ini dua factor itu sangat berpihak kepada kita. Jadi, tidak ada alasan untuk meraih RKAP,” kata dia.
Sikap lebih optimistis disampaikan Fauzi Omar soal proyeksi Regional 7 tahun 2025. Ia mengatakan, Regional 7 yang pernah menjadi kampiun pada masa lalu saat Bernama PTPN VII saat ini telah menunjukkan kembali karakter kinerja dan potensi aslinya. Dengan penanganan dalam mengembalikan spirit bangkit yang tepat dan terukur, saat ini Regional 7 memulai fase yang lebih kuat, yakni fase keberlanjutan.
Tentang RKAP 2025 yang telah ditetapkan, Dirop yang pernah menjabat SEVP Operation I di PTPN VII pada 2020-2022 ini menyebut angka laba Rp456 miliar itu kurang tinggi. Hal ini melihat potensi dan peluang yang ada sangat memungkinkan untuk meraih angka yang lebih tinggi.
“Bagi saya, angka Rp456 M ini kurang. Seharusnya Bapak-Ibu memasang angka Rp600 miliar. Angka itu tidak berlebihan karena potensinya ada. Tinggal semengat dan berbagai opsi terobosan baru ditingkatkan, angka itu bisa dicapai tahun 2025 ini. Harga di pasar sangat bagus, cuaca mendukung, dan spirit kerja di semua elemen sudah mantap. Ayo kita capai,” kata dia.
Secara lebih teknis, Fauzi Omar mengaku sengaja meminta panitia RKO tidak hanya mengundang Manajer dan Kabag saja, tetapi juga menyertakan Asisten. Menurut Fauzi Omar, manajemen lapis kedua dari setiap departeman dan unit kerja harus ikut merasakan atmosfer perdebatan di ranah kebijakan dan mengetahui secara detail dan perinci soal manajemen pembiayaan. Sebab, setiap kebijakan manajemen untuk semua urusan akan berkaitan dengan operasional di lapangan.
“Saya sengaja minta Asisten, terutama Askep untuk ikut di RKO ini. Mereka adalah ujung tombak di lapangan yang akan mengeksekusi setiap kebijakan yang diambil. Mereka harus merasakan betapa setiap kebijakan sudah dikancah secara ketat. Mengejar produksi memang domainnya, tetapi mereka juga harus paham manajemen biaya. Bahwa setiap biaya yang keluar harus ada feedback yang jelas dan terukur. Bahwa efisiensi itu bukan cutting cost,” kata dia.
Sebaliknya, RKO juga harus diikuti secara seksama oleh bagian Keuangan dan Akuntasi, baik di Head Office maupun di Regional Office. Fauzi Omar memberi tekanan pada semua elemen mencermati lahirnya suatu kebijakan agar menemukan perspektif yang lebih luas.
“Kalau di tim teknis di lapangan sering meminta tambahan biaya di operasional lapangan, sebaliknya tim di manajemen terus mengejar produksi. Dua kutub ini harus ketemu dalam pembahasan di RKO ini supaya pemahamannya sama karena kita satu tim. Jadi akan jelas bahwa setiap biaya yang dikeluarkan bisa ditagih feedbacknya.”
Pembahasan RKO dalam dua hari ini akan membedah rencana operasional unit kerja secar bergilir dimulai dari Wilayah Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Beberapa anak Perusahaan juga akan memaparkan apa yang akan dikerjakan selama 2025 ini. (*)

Share:

Pindang Seruit Mentuha Pilihan Favorit Seruit Lampung, Mantan Gubernur Juga Mencicipi


Bandarlampung - Pindang Jelabat  dan tempat Seruit  Favorit Mentuha baru buka sekitar satu bulan ini sudah menjadi tempat rujukan kuliner khas Lampung.

Mulai dari masyarakat biasa sampai para pejabat bahkan mantan Gubernur Lampung, Arinal Junaidi sudah mencicipi lezatnya Pindang Seruit Mentuha.

Menurut salah satu manajemen PSM, Gita para pelanggan bahkan sudah ada yang berkali-kali berkunjung untuk menikmati menu andalan di rumah makan Mentuha ini.

Pelanggan tidak saja masyarakat Lampung tapi ada juga yang dari luar daerah banyak yang sudah mampir untuk merasakan lezatnya menu-menu yang ada di rumah makan Mentuha. Seperti dari Jakarta, Bandung, Palembang dan dari daerah lain-lain juga. 

"Rata-rata mereka mengatakan masakannya enak dan memberi saran agar dipertahankan, kami senantiasa mmberikan pelayanan terbaik dan menyajikan menu-menu andalan tentunya," kata dia baru-baru ini. 

Untuk diketahui pula Rumah Makan Mentuha  yang beralamat  di Jalan Ryacudu jalur dua Korpri, Bandar Lampung ini buka setiap hari dari jam 9 pagi sampai pada jam 10 malam. Selamat mencoba. (Hel)

Share:

Harga Naik dan Potensi Produksi Tinggi, PTPN I Regional 7 Gaspoool


TANJUNG BINTANG---Mensyukuri membaiknya kinerja pabrik dan kebun, PTPN I Regional 7 Kebun Kedaton menggelar seremonial sederhana, Selasa (5/11/24). 

Dihadiri para pejabat utama dan stakeholder, acara dilengkapi dengan santunan kepada 100 anak yatim dan duafa dari beberapa desa penyangga.

Region Head PTPN I Regional 7 Tuhu Bangun hadir dan memberi sambutan. Dalam pengarahannya, aktivis Serikat Pekerja Nasional itu meminta seluruh jajaran Kebun, terutama Kebun Kedaton, untuk menggeber kinerja di masa ujung tahun 2024 ini. Yakni, memanfaatkan momentum terbaik ketika musim gugur daun karet baru berlalu dan harga karet sedang bagus. Menurut dia, bulan ini adalah masa produktif tanaman karet sehingga bisa dieksploitasi dengan maksimal.

"Jangan kehilangan momen. Saat ini kita punya dua momen yang sangat baik, yakni masa pulih tanaman setelah trek (gugur daun) dan momen harga karet yang lagi baik. Makanya, ayo gassspoool...," kata dia.

Tasyakuran di halaman Kantor Sentral ini mengambil tema "Satukan Pikiran, Satukan Hati, Satukan Langkah, dan Fokus pada Tujuan." Selain Region Head, hadir pada acara itu SEVP Operation Wiyoso, SEVP Business Support Bambang Agustian, para Kabag., para Manajer Kebun Wilayah Lampung, dan pejabat utama lainnya. Sedangkan dari stakeholder hadir Camat Tanjung Bintang Hendri Hatta, Danramil Kapt. Inf. Tarekat, para Kades Desa penyangga, tokoh masyarakat Suwarman, para ulama, dan elemen masyarakat lainnya.

Dalam sambutan pengantarnya, Manajer Kebun Kadaton Yesy Plofesi menyampaikan apresiasinya kepada Board of Regional Management (BRM) PTPN I Regional 7 atas dukungannya sehingga Kebun Kedaton bisa mencapai kinerja maksimal. Ia juga berterima kasih kepada seluruh karyawan Kebun Kedaton, baik di Bagian Tanaman maupun Bagian Pabrik yang telah bekerja keras meraih yang terbaik. 

"Tahun ini Kebun Kedaton mendapat anugerah dari Alloh SWT., Tuhan Yang Maha Esa sehingga pada ajang PTPN Award 2024 lalu mendapat penghargaan, baik on farm maupun off farm. Kalau Pabrik, kami sudah langganan juara, tetapi untuk Tanaman, sudah lama sekali nggak dapat. Tetapi Alhamdulillah berkat kerja keras teman-teman yang kompak tahun ini kita dapat," kata dia.

Mengapresiasi kerja keras jajarannya, Manajemen Kebun Kedaton juga memberikan penghargaan berupa dana, piagam, dan paket sembako. Mereka adalah para penyadap, para mandor sadap, para karyawan pabrik, dan para asisten yang dinilai memiliki kinerja terbaik.

Pada sambutannya, Region Head Tuhu Bangun meminta dukungan kepada stakeholder yang berada di sekitar lokasi aset perusahaan. Ia juga terus berkampanye tentang posisi PTPN I Regional 7 di tengah kehidupan masyarakat sekitar dan dalam kancah pembangunan nasional.

Saya sangat berterima kasih kepada Pak Camat, Pak Danramil, Pak Kapolsek, Pak Kades di sekitar sini atas dukungannya selama ini. Bahwa, PTPN I Regional 7 adalah aset negara yang misi utamanya adalah membantu pemerintah membangun ekonomi masyarakat. Kami bekerja bukan hanya untuk internal, apalagi individu. Kami adalah kepanjangan tangan pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja, membuka simpul-simpul ekonomi baru sehingga suatu daerah yang tadinya terisolasi jadi terbuka dan maju," kata dia.

Beberapa aspek dalam kaitannya dengan stakeholder disampaikan Tuhu Bangun. Antara lain faktor keamanan aset dan produksi. Juga soal potensi gangguan terhadap keberadaan lahan yang belum sempat digarap oleh perusahaan.

"Beberapa hari lalu saya di Jakarta mendapat amanat untuk mendukung program pemerintah yang sedang dikejar. Yakni, soal ketahanan pangan dan energi, terutama tentang swasembada pangan dalam empat tahun ke depan. Jadi, lahan-lahan kita yang belum tergarap dalam waktu dekat akan dimanfaatkan untuk program ketahanan pangan. Apakah akan ditanam padi, jagung, atau lainnya. Intinya, kami adalah instrumen pemerintah dalam melaksanakan programnya," kata dia.

Soal keamanan, Tuhu Bangun juga menitipkan harapan kepada aparat keamanan, baik TNI maupun Polri. Menurut dia, aparat hukum memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengamankan aset negara yang pengelolaannya sedang diserahkan kepada PTPN I Regional 7.

"Kepada Pak Danramil dan Pak Kapolsek, secara moral saya titipkan keamanan set negara ini kepada Bapak. Jangan lihat kami sebagai perusahaan yang orientasinya hanya kepada keuntungan, tetapi ketahuilah bahwa kami ada untuk kemaslahatan bangsa. Saudara-saudara kita ini butuh pekerjaan yang berkelanjutan dan akan diwariskan kepada anak cucunya. Aktivitas ekonomi dari keberadaan PTPN ini juga sangat penting dalam tatanan ekonomi masyarakat sekitar," kata dia.

Mewakili stakeholder, Danramil Tanjung Bintang Kapt. Inf. Tarekat menyampaikan sambutannya. Perwira menengah di Jajaran Kodim Lampung Selatan ini mengakui, keberadaan PTPN I Regional 7, baik Kebun Kedaton maupun Kebun Bergen yang berada di wilayah teritorial Koramil Tanjung Bintang sangat penting dalam kondusivitas wilayah. Secara ekonomi, kata dia, sumbangsih PTPN pada peredaran likuiditas di wilayah ini cukup dominan sehingga mempengaruhi tatanan kesejahteraan masyarakat.

"Peran PTPN I Regional 7 pada stabilitas ekonomi warga sekitar itu nyata. Jika PTPN lesu, masyarakat ikut lesu. Alhamdulillah PTPN saat ini bergairah sehingga masyarakat ikut merasakan, meskipun tidak langsung," kata Tarekat.

Secara umum Tarekat melaporkan situasi Kamtibmas di wilayah ini aman terkendali. 

Tarekat menambahkan, pihak Koramil Tanjung Bintang maupun Kodim Lampung Selatan terus membuka diri untuk siapapun, terutama entitas seperti PTPN I Regional 7 dalam urusan stabilitas keamanan wilayah. Dengan segala instrumen dan regulasi yang ada, kata dia, TNI akan menjadi mitra pemerintah dan entitas di bawahnya untuk mendukung pembangunan.

Meski diguyur hujan lebat di tengah agenda, acara tetap berlangsung hikmat. Ratusan anak yatim dan duafa diantar orang tuanya tampak bertahan di bawah tenda bersama semua hadirin. Untuk melengkapi agenda bertajuk tasyakuran, panitia juga mengundang penceramah agama Islam untuk menyampaikan tausiah. Pada nasihatnya, Ustaz Ustadz Irfan Tadjusalatin meneguhkan posisi dan hakikat rasa syukur sebagai pelibatan Allah SWT dalam setiap ikhtiar manusia.

Pengajar di yayasan Darurrahmah Al-Zahra, Lampung ini mengatakan, tasyakuran adalah tanda bahwa seseorang atau suatu kaum meyakini ada kekuatan Tuhan dalam setiap langkah manusia.

Ustaz Irfan Tadju Salatin juga mengingatkan tentang kehidupan di dunia hanyalah sebentar dibandingkan kehidupan akhirat yang tidak ada masa akhirnya. (*)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts