Portal Berita Online

Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Jajaran Kantor Imigrasi Kelas 1 NON TPI Jakarta Pusat Jalan Santai Semarakkan HUT RI ke-80


Jakarta – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat menggelar kegiatan Jalan Santai pada Jumat pagi, 15 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Kantor Imigrasi Jakarta Pusat.

Mengambil rute di sekitar kawasan Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran, para peserta berangkat dengan penuh semangat dari halaman kantor menuju titik finish yang telah ditentukan. Selain untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan, kegiatan ini juga bertujuan mempererat kebersamaan dan meningkatkan kebugaran jasmani bagi seluruh pegawai.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat menyampaikan bahwa Jalan Santai bukan hanya kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan solidaritas antar pegawai.

Sejalan dengan pepatah Latin, men sana in corpore sano, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dengan tubuh sehat, kita dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sesuai semangat Kemerdekaan

Jalan santai ini diharapkan menjadi tradisi positif yang dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wujud sinergi antara kebugaran fisik, kesehatan mental, dan semangat pengabdian. (Lis)

Share:

Gabungan Elemen Demo Di KPK dan Kejagung Bawa Kasus PT SGC


Bandar Lampung - Dugaan suap yang melibatkan PT Sugar Group Companies (SGC) Rp70 miliar dan penyalahgunaan dana CSR Bank Indonesia (BI). Tiga LSM asal Lampung bersatu dalam satu barisan, bergerak dari Bandar Lampung menuju Jakarta, membawa satu tujuan menagih keadilan yang hingga kini dinilai masih diabaikan oleh lembaga penegak hukum.


Aksi lanjutan yang akan digelar di depan Kantor Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (25/05/2025) menjadi momen kedua setelah sebelumnya mereka menggelar aksi serupa pada 11 Juni lalu. Massa yang tergabung dalam DPP Akar Lampung, DPP Pematank, dan Kramat Lampung itu, kini membawa dokumen-dokumen tambahan sebagai penguat laporan sebelumnya.


“Ini bukan sekadar demo biasa. Ini misi menegakkan keadilan bagi rakyat Lampung,” ujar Indra Musta’in, Ketua Umum DPP Akar Lampung, saat ditemui di kantor pusat Akar Lampung di Jalan P. Damar, Bandar Lampung, Selasa pagi.


Indra tampak berdiri bersama dua rekannya, Sudirman dari Kramat Lampung dan Suadi Romli dari DPP Pematank. Ketiganya terlihat sibuk menyiapkan berkas dan koordinasi logistik sebelum keberangkatan menuju Jakarta. Di sela-sela kesibukan, mereka menyampaikan bahwa langkah ini adalah bentuk nyata kepedulian sipil terhadap dugaan pengemplangan pajak triliunan rupiah yang dilakukan PT SGC, serta keterlibatan oknum anggota DPR RI dalam penyalahgunaan dana CSR BI.


“Ada kerugian negara yang sangat besar, dan sampai hari ini belum ada tanda-tanda keseriusan dari aparat penegak hukum. Kami akan terus datang dan membawa suara rakyat,” ujar Suadi Romli, menambahkan.


Dalam pernyataan mereka, aksi ini juga menyoroti indikasi pelanggaran HGU yang dilakukan oleh PT SGC melalui dua anak perusahaannya, PT SIL dan PT ILP. Ketiganya mendesak agar dilakukan pengukuran ulang seluruh lahan, termasuk tanah-tanah adat yang diduga turut dikuasai secara tidak sah.


“Kami minta ATR/BPN turun tangan langsung ke lapangan. Jangan hanya duduk di belakang meja. Ini tanah rakyat, bukan tanah konglomerat,” tegas Sudirman.


Sementara itu, tekanan juga diarahkan kepada KPK agar segera memanggil dan memeriksa tiga anggota DPR RI dari Komisi XI asal Lampung periode 2019–2024. Ketiganya diduga kuat terlibat dalam manipulasi distribusi dana CSR BI yang tidak sampai ke masyarakat.


Indra Musta’in menutup pernyataannya dengan nada tegas. “Kami akan ke Kejagung, ke KPK, dan jika perlu ke Istana Negara. Ini bukan sekadar spanduk dan orasi. Ini soal amanat rakyat. Presiden Prabowo harus tahu bahwa janji memberantas mafia tanah tidak boleh hanya berhenti di pidato pelantikan.”


Kendati izin aksi di Istana masih menunggu konfirmasi dari Mabes Polri, ketiganya memastikan bahwa aksi di Kejagung dan KPK telah mendapat persetujuan resmi.


Keberangkatan massa ke Jakarta hari ini bukanlah akhir, tapi bagian dari gelombang gerakan yang terus bergulir—menggugah nurani penegak hukum dan menggugah negara agar berpihak pada rakyat, bukan pada kekuasaan korporasi.

Diketahui, tiga organisasi masyarakat sipil asal Lampung, yakni Aliansi Komunitas Aksi Rakyat (Akar), Koalisi Rakyat Madani (Keramat), dan Pergerakan Masyarakat Analisis Kebijakan (Pematank), menggelar aksi unjuk rasa serentak di dua lokasi strategis di Jakarta, Rabu (11/6/2025): Kejaksaan Agung RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Aksi tersebut membawa dua isu besar, dugaan kejahatan korporasi oleh PT Sugar Group Companies (SGC) dan skandal korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI).

Desak Kejagung Usut Dugaan Kejahatan Korporasi SGC

Di depan Kejagung RI, massa menuntut penegakan hukum atas dugaan pelanggaran serius oleh SGC, antara lain, Suap kepada pejabat Mahkamah Agung, Penyerobotan lahan masyarakat adat, Ketimpangan Hak Guna Usaha (HGU) dan pengemplangan pajak.

Koordinator aksi menyebut dugaan suap sebesar Rp70 miliar kepada mantan pejabat MA, Zarof Ricar, sebagai bentuk mafia peradilan. Dalam kasus ini, juga ditemukan dugaan aliran dana sebesar Rp915 miliar serta 51 kg emas, yang ditengarai sebagai bagian dari “pelunasan perkara” SGC.

Selain itu, massa menyoroti luas lahan HGU SGC yang tidak transparan dan bervariasi antara 62.000 hingga 124.092 hektare, termasuk dugaan penyusupan kawasan adat Buay Aji dan lahan konservasi ke dalam wilayah konsesi SGC tanpa dasar hukum sah.

“Kami menuntut agar Kejagung segera menetapkan petinggi SGC, termasuk Purwanti Lee dan Gunawan Yusuf, sebagai tersangka. Kami juga mendesak penyitaan aset terkait,” tegas Indra Musta’in, Ketua LSM Akar Lampung.

Pada saat yang sama, Ketua LSM Pematank, Suhadi Romli menilai bahwa dugaan kejahatan korporasi oleh Sugar Group Companies sudah sangat keterlaluan dan tidak boleh dibiarkan.

Penyerobotan lahan adat, pengemplangan pajak, hingga dugaan suap kepada pejabat tinggi MA menunjukkan bahwa sistem hukum kita sedang diacak-acak oleh kekuatan modal.

“Kami mendesak Kejaksaan Agung RI untuk bertindak tegas, tanpa pandang bulu. Jangan biarkan hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Penetapan tersangka terhadap para petinggi SGC adalah langkah awal yang sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum,” kata Romli.

Dalam aksi tersebut, perwakilan aliansi juga menyerahkan laporan resmi pengaduan dugaan kejahatan korporasi SGC kepada pihak Kejaksaan Agung RI. Laporan tersebut diterima langsung oleh bagian pengaduan bidang Humas Kejaksaan Agung, yang menyatakan bahwa pengaduan akan segera ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Korupsi Dana CSR BI

Secara bersamaan, massa juga menggelar aksi di depan kantor KPK, menuntut transparansi dan percepatan pengusutan dugaan korupsi dana CSR Bank Indonesia senilai Rp1,6 triliun.

Dana yang semestinya dialokasikan untuk beasiswa dan pemberdayaan UMKM ini, menurut aliansi, justru disalurkan ke yayasan fiktif dan digunakan untuk keperluan logistik kampanye oleh sejumlah politisi.

“Sudah hampir setahun sejak penggeledahan dilakukan, tapi belum ada satu pun tersangka. Ini mencurigakan dan mencederai integritas KPK,” kritik Indra.

Tiga anggota DPR RI dari Dapil Lampung—Ela Siti Nuryamah (PKB), Marwan Cik Asan (Demokrat), dan Ahmad Junaidi Auly (PKS)—disebut dalam orasi sebagai pihak yang harus diperiksa karena diduga kuat ikut menikmati dana CSR untuk kepentingan pribadi dan kampanye.

Aliansi menyebut sejumlah modus, seperti Pengadaan ambulans untuk kampanye, Pembelian alat percetakan logistik pemilu, Penyaluran bantuan UMKM fiktif atau tidak tepat sasaran.

Aksi di kedua lokasi diwarnai dengan spanduk, poster, serta seruan moral yang menolak pembiaran terhadap korupsi dan kejahatan korporasi.

“SGC bukan raja yang kebal hukum, dan koruptor bukan wakil rakyat. Kami akan terus berjuang sampai keadilan ditegakkan!” seru Indra lantang di hadapan massa.

Ultimatum dan Seruan Aksi LanjutanAliansi memberikan tenggat waktu 14 hari kepada KPK untuk menetapkan tersangka. Jika tidak, mereka mengancam akan kembali turun ke jalan, mengepung kantor KPK dan memobilisasi aksi serentak di berbagai wilayah, termasuk di Provinsi Lampung.

“KPK harus menjawab pertanyaan publik dengan tindakan nyata. Dana CSR Bank Indonesia yang bernilai triliunan rupiah bukan untuk dijadikan ‘celengan politik’ menjelang pemilu,” ucap Sudirman.

“Kami mendesak KPK menetapkan tersangka dalam waktu 14 hari. Jika tidak, kami akan melakukan aksi lanjutan di Lampung dan Jakarta secara serentak. Korupsi ini tidak boleh dibungkam dengan politik kompromi,” tandas Sudirman. (lis/ndi) 

Share:

DPP KNPI Siap Bersinergi Pemerintah Prabowo-Gibran Melalui Bidang Humas dan Event


Jakarta - Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menggelar Rapat Harian untuk membahas isu-isu strategis dan kerjasama program dengan pemerintah yang diselenggarakan di Gedung DPP KNPI, Jalan H. R. Rasuna Said pada Sabtu (04/01/25).


Rapat itu dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP KNPI, Dr. H. Ali Hanafiah, S.E., S.H., M.Si dan turut hadir pada kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal DPP KNPI Guntur Setiawan, S.H., M.M., Bendahara Umum I dan II, Roy Stevy Wendy dan Teguh Riadi, S.E., M.Si., Ketua Harian, Raja Agung Nusantara, M.Pd., M.M., Wakil Ketua Umum, Wakil Sekretaris Jenderal, Wakil Bendahara Umum serta Ketua - Ketua Bidang DPP KNPI lainnya.


Dalam kesempatan tersebut, Ketum DPP KNPI turut mengapresiasi kinerja dan progress yang akan dilaksanakan oleh Ketua Bidang Humas dan Event DPP KNPI, Luthfi Wicaksono dalam melakukan kegiatan dan gebrakan yang langsung berdampak positif untuk masyarakat kedepannya.


"Tentunya kedepan kita akan melaksanakan sejumlah kegiatan besar dan akan bersinergi dengan Pemerintahan Bapak Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka untuk Satu Pemuda Satu KNPI Untuk Indonesia Raya," ujarnya.


Ali Hanafiah juga menekankan pentingnya kemandirian pemuda dalam mewujudkan implementasi dan langkah kongkret DPP KNPI selanjutnya.


Ditempat yang sama, Ketua Bidang Humas dan Event DPP KNPI, Luthfi Wicaksono juga mengungkapkan bahwa pada Rapat Harian tersebut juga turut menyusun program jangka pendek, menengah dan panjang yang akan dilaksanakan nantinya seperti Konser Akbar Kebangsaan 2025 bersama Pemerintahan Prabowo - Gibran dengan para Tokoh Pemuda, Agama dan Artis Nasional serta melaksanakan Tabligh Akbar dengan turut mengundang Da'i maupun Qori Nasional.


"Kita akan selalu bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan tegak lurus dibawah kepemimpinan Ketum DPP KNPI, Dr. H. Ali Hanafiah, S.E., S.H., M.Si. Satu Pemuda Satu KNPI Untuk Indonesia Raya," pungkasnya mengakhiri. (Abd Halim)

Share:

Kado Ahir Tahun Dari Hashim Untuk SMSI


JAKARTA – Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus yang mengusulkan pemberian gelar kepahlawanan nasional untuk RM Margono Djojohadikusumo mendapatkan penghargaan dari Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS).

Penyampaian penghargaan inisiator gelar pahlawan dibacakan oleh Ketua Umum FORMAS Yohanes Handojo Budhisedjati di Auditorium Abdulrahman Saleh, Radio Republik Indonesia (RRI), Jakarta, Senin 30 Desember 2024.

Selain Firdaus, juga pengusul gelar kepahlawanan nasional lainnya, yakni Grace Siahaan Njo, aktivis Vox Point Indonesia yang mengusulkan Herman Yosep Fernandez.

Usai pembacaan para penerima penghargaan oleh Ketua Umum FORMAS, dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat oleh Ketua Dewan Pembina FORMAS, Hashim Djojohadikusumo.

Hashim juga memberi selamat kepada para penerima penghargaan lainnya termasuk sejumlah Ormas yang ikut berperan dalam kepedulian terhadap masyarakat.

Pemberian penghargaan tersebut juga menandai kegiatan peluncuran program Gerakan Masyarakat Peduli Anak Sekolah (Gemas), dan peresmian 19 anggota ormas yang baru tergabung dalam FORMAS.

Gelar Kepahlawanan

Ketua Umum SMSI Firdaus mulai merintis pengusulan gelar pahlawan nasional untuk RM Margono Djojohadikusumo dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD).

FGD itu untuk mendukung RM Margono Djojohadikusumo sebagai Pahlawan Nasional Indonesia dengan menghadirkan pakar-pakar sejarah. FGD berlangsung di Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2024).

Diskusi mengungkapkan bahwa kontribusi Margono dalam memperbaiki kondisi ekonomi pasca-kemerdekaan sangat penting dalam mendukung kehidupan ekonomi bangsa.

RM Margono saat itu sebagai pendiri dan Direktur Utama BNI. Margono turut merancang bank sentral yang menjadi fondasi ekonomi nasional, setelah pelantikan Soekarno dan Hatta menjadi Presiden dan Wapres.

Setelah dibentuk Kabinet Presidentil dan Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS), Margono mengusulkan supaya dibentuk sebuah Bank Sentral atau Bank Sirkulasi seperti yang dimaksud dalam UUD '45.

Soekarno-Mohammad Hatta kemudian memberikan mandat kepada Margono untuk membuat dan mengerjakan persiapan pembentukan Bank Sentral (Bank Sirkulasi) Negara Indonesia pada tanggal 16 September 1945.

Kemudian pada tanggal 19 September 1945, sidang Dewan Menteri Republik Indonesia memutuskan untuk membentuk sebuah Bank milik negara yang berfungsi sebagai "Bank Sirkulasi".

Seiring usulan gelar kepahlawanan tersebut, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau sering disapa dengan panggilan Gus Ipul, Minggu (10/11/2024) di Jakarta, menilai pemberian gelar pahlawan pada Raden Mas (RM) Margono Djojohadikusumo, kakek Prabowo Subianto Presiden sangat layak.

Pendapat Gus Ipul sejalan dengan penilaian Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang mengusulkan RM Margono diberi penghargaan sebagai pahlawan bangsa, terutama kiprahnya di bidang ekonomi.

Herman Yosep Fernandez

Grace Siahaan Njo dalam memperjuangkan Herman Yosep Fernandez, juga diawali dengan menggelar Focus Grup Discusion (FGD) dengan mengusung tema Herman Fenandes dari perlawanan bawah tanah di Bayah hingga gugur di Yogyakarta. FGD menghadirkan narasumber dari tokoh pers nasional dan juga peneliti sejarah, di Serang, Banten, Senin (21/10-24).

Herman Fernandez dikenal sebagai tokoh perlawanan bawah tanah di Bayah, Banten, pada masa pendudukan Jepang. Bersama tokoh pergerakan nasional lainnya, ia membentuk jaringan perjuangan romusha yang menolak eksploitasi kerja paksa oleh Jepang.

Pada masa revolusi fisik, Fernandez bergabung dengan Tentara Pelajar di Yogyakarta, ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Puncak perjuangannya terjadi dalam pertempuran di Sidobunder, Kebumen, di mana ia gugur bersama rekannya, Alex Rumambi. (*)

Share:

ASDP Gelar Customer Gathering 2024 Guna Perkuat Loyalitas Pelanggan


JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengadakan Customer Gathering 2024 sebagai rangkaian perayaan Hari Pelanggan Nasional, yang berlangsung pada Kamis (19/09) pekan lalu di Hotel Mercure Gatot Subroto, Jakarta. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada para pelanggan setia yang terus mendukung transformasi dan inovasi layanan ASDP. Minggu (22/9/2024).


Direktur Keuangan, Teknologi Informasi, dan Manajemen Risiko ASDP Djunia Satriawan, menyampaikan dalam sambutannya bahwa tema yang diusung tahun ini, “Bangga Menyatukan Nusantara, Melayani Pengguna Jasa,” mencerminkan peran strategis ASDP dalam menjaga konektivitas di Indonesia.


“Tema ini bukan hanya sekadar slogan, tetapi juga cerminan komitmen kami untuk terus menjadi penghubung utama yang memfasilitasi perjalanan antarwilayah di Indonesia, baik secara fisik, emosional, maupun ekonomi. Kami bangga menjadi jembatan yang menyatukan masyarakat dan budaya di seluruh Nusantara,” ujar Djunia.


Acara Customer Gathering ini juga menjadi momentum penting bagi ASDP untuk meluncurkan logo baru Contact Center ASDP 191, yang kini telah bertransformasi menjadi Hay ASDP 191. Logo baru ini membawa konsep layanan yang lebih segar, adaptif, dan ramah terhadap pelanggan. Dengan desain yang merepresentasikan keterhubungan 24 jam, 7 hari seminggu, logo ini menunjukkan komitmen ASDP untuk selalu hadir memenuhi kebutuhan pelanggan di seluruh penjuru Indonesia.


Dalam rangkaian acara, ASDP juga memberikan penghargaan kepada para pengguna setia melalui berbagai kategori, seperti The Most Engaged Audience, The Most Interactive Audience, First Buyer Ferizy, The Most Frequent Retail Customer, Top Spender IFCS, hingga Ferizy Partner of the Year. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi ASDP kepada pelanggan yang telah berkontribusi dalam membangun kesuksesan ASDP selama ini.


Windy Sustia Andale, Vice President Pelayanan Pelanggan ASDP, menegaskan bahwa selama lebih dari 51 tahun, ASDP terus berinovasi, terutama dalam hal pelayanan publik. Salah satu inovasi terbesar ASDP adalah penerapan sistem tiket online Ferizy pada tahun 2020.


“Ferizy telah membawa perubahan signifikan dalam cara pelanggan membeli tiket, menjadikannya lebih praktis, efisien, dan modern. Hingga Juli 2024, sistem ini telah digunakan oleh lebih dari 2,38 juta pengguna, dengan total penumpang mencapai 51,6 juta orang. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya inovasi digital bagi peningkatan kualitas layanan ASDP,” jelas Windy.


Tak hanya itu, ASDP juga telah meningkatkan kapasitas dermaga dan memperluas jangkauan platform Ferizy hingga mencakup 39 pelabuhan di seluruh Indonesia. Windy menambahkan bahwa berdasarkan data Engagement Rate periode Januari hingga Mei 2024, Ferizy mencatat tingkat keterlibatan pelanggan sebesar 71,1%.


“Ini menunjukkan peningkatan kepuasan pelanggan yang signifikan, dan kami akan terus berupaya mempertahankan momentum ini ke depannya,” ungkapnya.


ASDP berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat daya saing di industri transportasi, dan memperluas pangsa pasar. Dengan terus mengembangkan inovasi layanan, ASDP berharap dapat terus memainkan peran strategisnya dalam membangun konektivitas yang kuat dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. (Is/Hms)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts