Portal Berita Online

Bongkar Jaringan Industri Sabu-Ekstasi Rumahan di Lampung Selatan, Polisi Tangkap Tersangka


LAMPUNG SELATAN - Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung membongkar jaringan industri rumahan (home industry) narkotika jenis sabu dan pil ekstasi di Lampung Selatan. Bisnis haram itu dijalankan di sejumlah unit kontrakan di wilayah Natar, Lampung Selatan.


Pengungkapan ini dilakukan oleh Subdit II Ditreserse Narkoba Polda Lampung yang dipimpin oleh AKBP Wahyudi Sabhara di Kompleks Rajawali Residence, Candimas, Natar, Lampung Selatan. Dalam operasi ini, polisi menangkap sejumlah tersangka beserta alat cetak pil ekstasi.


Dirresnarkoba Polda Lampung Kombes Dodi Suryadin menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat yang menyebut kawasan tersebut sering dijadikan tempat penyalahgunaan narkotika. Berdasarkan informasi itu, polisi langsung melakukan pengintaian sejak Kamis (27/8/2026).


” Tim kami segera melakukan observasi dan surveillance terkait informasi dari masyarakat. Sekitar jam 12.00 WIB, kami datangi rumah tempat tinggal Eka Pradinasta, 33, wiraswasta di kontrakan Rajawali Residence dan mengamankan Eka Pradinasta,” kata Kombes Dodi melalui keterangannya, Minggu (30/8).


Di lokasi itu, polisi menemukan alat isap sabu, timbangan digital, serbuk hijau, serta puluhan butir ekstasi. Tak berhenti di situ, penyidik kemudian melakukan pengembangan ke lokasi kedua dan mengamankan pria bernama Andika Sandi (37) beserta seorang perempuan berinisial YDS (29).


“Di TKP kedua ini, kami amankan AS dan seorang perempuan berinisial YDS, 29,” ucap Dodi.


Penyidik mendapati bahwa pelaku memproduksi sendiri pil ekstasi tersebut. Sejumlah barang bukti yang turut disita antara lain alat isap sabu, satu bungkus serbuk warna biru, dua pil ekstasi warna biru, setengah pil ekstasi warna abu, satu plastik klip kecil berisi sabu, seperangkat alat pencetak pil ekstasi, dan tiga ponsel android.


“Jadi saudara AS ini diketahui mencetak sejumlah pil ekstasi dengan bahan dasar ekstasi menggunakan alat cetak pil,” rinci Dodi.


Tak berhenti di situ, polisi kembali melakukan pengembangan ke TKP ketiga dan meringkus tersangka Hadi Pranoto (35) dan MS (21). Di lokasi ini, polisi menyita bahan baku berupa serbuk berbagai warna mulai dari biru, hijau, pink, abu-abu hingga cokelat, serta alat cetak ekstasi lainnya.


Dodi menyebutkan total ada lima titik penggeledahan dalam satu rangkaian operasi ini. Di TKP keempat dan kelima, polisi menangkap pasangan AS (36) dan SF (43) serta RS (33) dan FA (28). Para pelaku, lanjut Dodi, beroperasi di area yang sangat berdekatan.


“Jadi kelima TKP itu saling berdekatan dalam satu blok, satu komplek,” ungkapnya.


Kini, para tersangka beserta barang bukti telah diamankan ke Mapolda Lampung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dodi memastikan pihaknya masih terus mendalami keterlibatan pelaku lain dan menelusuri jaringan peredaran hasil produksi industri rumahan tersebut.


“Saksi-saksi dan para tersangka kini dilakukan penahanan dan bersamaan pemeriksaan barang bukti hingga melakukan gelar perkara kami laksanakan,” pungkas Dodi. (Red)

Share:

Bursa Ketua IJTI Krakatau Raya: Jurnalis Kompas TV Serahkan Berkas Pendaftaran


Lampung Selatan – Jurnalis Kompas TV, Teuku Khalid Syah, menjadi pendaftar pertama sebagai bakal calon Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Krakatau Raya.

Berkas pendaftaran tersebut diserahkan langsung kepada Ketua Panitia Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) I, Axgeis Yohanes Sapta, di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (31/8/2026).

IJTI Korda Krakatau Raya merupakan wadah organisasi profesi yang menaungi para jurnalis televisi di wilayah tugas Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Lampung Timur.

Seusai menyerahkan berkas, Teuku menyatakan bahwa langkahnya mendaftar di awal waktu merupakan bentuk komitmen untuk segera meletakkan fondasi organisasi yang baru terbentuk tersebut.

"Saya tidak melihat pencalonan ini semata-mata sebagai upaya untuk menjadi ketua. Saya melihat ini sebagai kesempatan untuk ikut membangun fondasi IJTI Korda Krakatau Raya sejak awal dan menjadikannya rumah bersama," kata Teuku.

Sebagai kandidat, Teuku membawa visi "Jurnalisme Positif" serta program peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan jurnalistik televisi, digital journalism, dan investigasi. Ia menegaskan, konsep jurnalisme positif sama sekali tidak menumpulkan daya kritis pers.

Jurnalis dituntut tetap independen dan menjalankan fungsi kontrol sosial, sekaligus menghadirkan karya yang edukatif bagi masyarakat.

Terkait manajerial, Teuku berkomitmen menerapkan gaya kepemimpinan yang kolektif.

"Ketua bukan pemilik organisasi, tetapi bagian dari anggota yang mendapat mandat untuk bekerja dan memastikan IJTI tumbuh bersama seluruh anggotanya," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Muskorda I IJTI Korda Krakatau Raya, Axgeis Yohanes Sapta, membenarkan bahwa Teuku adalah pendaftar pertama sejak bursa pencalonan dibuka pada 24 Agustus 2026.

"Proses penjaringan masih kami buka hingga 11 September 2026. Kami memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anggota IJTI Korda Krakatau Raya yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri," kata Axgeis.

Panitia memastikan seluruh tahapan penjaringan akan berjalan secara terbuka, tertib, dan demokratis sesuai dengan pedoman dasar organisasi. (Red)

Share:

Pemprov Lampung dan TNI-Polri Perkuat Mitigasi TNWK, Lindungi Gajah dan Warga


Lampung Timur — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terus diperkuat untuk mencegah munculnya kembali titik api sekaligus melindungi satwa, terutama gajah Sumatera.

“Dalam laporan tadi sudah tidak ada lagi titik-titik kebakaran, tidak ada lagi titik-titik api yang terjadi di 120.000 hektare wilayah TNWK,” ucap Gubernur Mirza saat meninjau TNWK, Lampung Timur, Senin (31/8/2026).
Peninjauan dilakukan Gubernur Lampung bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Fadly Munzir Ismail, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Kepala Balai TNWK MHD. Zaidi, serta jajaran terkait.
Gubernur Mirza mengatakan operasi gabungan penanganan karhutla masih berjalan meski tidak lagi ditemukan titik api di kawasan TNWK. Personel pemadam kebakaran dan kepolisian tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan dan merespons apabila kembali ditemukan potensi kebakaran.
“Teman-teman dari pemadam, teman-teman dari kepolisian masih standby di sini, di sekitar TNWK. Ada yang melakukan sosialisasi, ada yang menjaga monitoring dan lain-lain,” ujar Gubernur.
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca atau OMC yang dipantau dari Bandara Radin Inten II. Menurut Mirzani, hujan buatan dilakukan secara berkala untuk menjaga kondisi kawasan tetap lembap sehingga risiko kebakaran dapat ditekan.
Selain memastikan kondisi kawasan, Gubernur bersama rombongan berkeliling menggunakan kendaraan jeep untuk melihat langsung kondisi satwa di dalam TNWK. Langkah ini dilakukan menyusul beredarnya informasi mengenai kondisi gajah yang terdampak karhutla.
Gubernur memastikan kondisi gajah-gajah di TNWK dalam keadaan baik. Ia melihat langsung sejumlah gajah, termasuk anak gajah, yang masih aktif makan dan bermain.
“Alhamdulillah kita melihat gajah-gajah kita sehat walafiat, makan, main. Anak-anak gajah yang kecil juga masih sangat-sangat semangat,” ujar Gubernur.
Di sisi lain, upaya mitigasi jangka panjang di TNWK dilakukan melalui pembangunan sejumlah fasilitas untuk mengurangi potensi konflik antara manusia dan gajah. Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan pembangunan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan dan Komite Satgas Mitigasi.
Fasilitas yang dibangun antara lain pagar besi, high beam, serta struktur penghalang lainnya untuk mencegah gajah keluar dari kawasan TNWK menuju permukiman warga. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko konflik antara satwa dan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.

Share:

Pemprov Lampung Perkuat SDM Kesehatan


Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menghadiri Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Sumpah Dokter Periode III Tahun 2026, bertempat di Grand Ballroom Hotel Novotel, Senin (31/08/2026).

Dalam prosesi tersebut, sebanyak 102 dokter baru Fakultas Kedokteran Universitas Lampung mengucapkan Sumpah Dokter sebagai bagian dari tahapan penting dalam perjalanan profesi kedokteran.

Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh dokter baru yang telah menyelesaikan pendidikan kedokteran sekaligus kepada keluarga besar Fakultas Kedokteran Universitas Lampung yang terus berkomitmen mencetak sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas.

“Alhamdulillah, dengan rasa syukur yang luar biasa hari ini bisa membersamai menyaksikan secara langsung prosesi yang sangat sakral. Ini adalah core pendidikan kedokteran. Saya ucapkan selamat kepada sahabat-sahabat sejawat yang hari ini telah disumpah dan sah menyandang gelar dokter,” ujarnya.

Menurut Wagub, Sumpah Dokter bukan sekadar prosesi seremonial, tetapi merupakan ikrar moral dan profesional yang menandai dimulainya tanggung jawab para dokter untuk mengabdikan ilmu dan kompetensinya bagi kemanusiaan.

“Sumpah dokter hari ini bukan seremonial, tetapi bukan pula akhir dari perjalanan. Ini adalah tanda bahwa teman-teman sejawat telah menyelesaikan pendidikan kedokteran dan sumpah dokter merupakan ikrar moral dan profesional untuk mengabdikan ilmu bagi kemanusiaan,” jelasnya.

Wagub juga mengatakan, perjalanan untuk menjadi seorang dokter bukanlah sesuatu yang mudah dan singkat. Oleh karena itu, para dokter baru diharapkan memiliki kesadaran bahwa ilmu dan kompetensi yang dimiliki merupakan sumber daya yang sangat dibutuhkan oleh negara maupun daerah.

Untuk itu, ia mendorong para dokter baru agar senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme.

“Teman-teman sekalian adalah sumber daya yang berharga, sumber daya yang memang dibutuhkan oleh negara, dibutuhkan oleh daerah. Karena teman-teman sekalian sangat dibutuhkan, maka harus ada kesadaran diri bahwa teman-teman perlu memberikan yang terbaik bagi negara dan daerah tercinta untuk kesehatan masyarakat,” katanya.

Share:

Mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Divonis 13 Tahun Penjara


BANDAR LAMPUNG — Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tanjungkarang memperberat hukuman mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona ( menjadi 13 tahun penjara. Putusan banding dibacakan secara online pada Senin (31/8/2026).

Vonis tersebut lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum 11 tahun penjara, dan dari vonis PN Tanjungkarang sebelumnya 8 tahun penjara.

Dendi terbukti bersalah dalam kasus korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Pesawaran Tahun 2022, gratifikasi, dan Tindak Pidana Pencucian Uang/TPPU.

Dalam amar putusan banding, Dendi dijatuh, piidana Penjara 13 Tahun, denda: Rp750 juta subsider 6 bulan kurungan, uang pengganti Rp21,6 miliar. Jika tidak dibayar dalam 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta disita dan dilelang. Jika tidak cukup, diganti pidana penjara 4 tahun.

Sebelumnya, Rabu (22/7/2026) PN Tanjungkarang hanya memvonis Dendi 8 tahun penjara dengan denda dan uang pengganti yang sama.
Kejaksaan Tinggi Lampung juga mengajukan banding terhadap 3 terdakwa lain, Adal Linardo, Syaril Ansori, dan Syahril.

Kuasa hukum Dendi, Sopian Sitepu, mengajukan banding dengan alasan proses persidangan belum sesuai KUHAP. Pihaknya keberatan atas keterangan Zainal Fikri selaku saksi mahkota dan Kadis PUPR Pesawaran.

Menurut kuasa hukum, keterangan satu orang saksi tidak seharusnya menjadi dasar pembebanan uang pengganti kepada Dendi demi mempertahankan statusnya sebagai _justice collaborator_.

Namun majelis hakim PT Tanjungkarang menolak seluruh dalil banding dan justru memperberat hukuman Dendi Ramadhona yang menjabat Bupati Pesawaran periode 2016 – 2025. (ndi)

Share:

Kepsek SMPN 2 Kalianda Bantah Tudingan Jual Buku Di Sekolah


LAMPUNG SELATAN — Dugaan penjualan buku seharga Rp70 ribu kepada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Kalianda, Lampung Selatan, mendapat bantahan dari pihak sekolah.

Kepala SMPN 2 Kalianda, Yulinda menegaskan pihak sekolah tidak pernah memberikan izin kepada pihak penyedia untuk menjual buku kepada siswa.

Yulinda mengatakan, dirinya baru mengetahui adanya transaksi pembelian buku tersebut setelah membaca pemberitaan media online. Ia pun mengaku keberatan karena sejak awal pihak yang mengatasnamakan penyedia buku hanya meminta izin untuk melakukan kegiatan sosialisasi.

"Sebelumnya mereka datang dan meminta izin untuk memberikan sosialisasi tentang cara berhitung cepat dalam pelajaran matematika. Tidak ada penyampaian kepada saya bahwa mereka akan menjual buku kepada siswa," kata Yulinda saat ditemui di kantornya, Senin, 31 Agustus 2026.

Atas permintaan tersebut, pihak sekolah memberikan kesempatan selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis, 26-27 Agustus 2026, untuk kegiatan sosialisasi.

Namun, menurut Yulinda, kegiatan tersebut kemudian berujung pada penawaran buku panduan matematika kepada siswa. Dari lima kelas yang mengikuti sosialisasi, penawaran buku disebut terjadi di empat kelas.

Buku berjudul Solusi Berhitung Matematika tersebut memiliki tebal 128 halaman dan ditawarkan kepada siswa dengan harga Rp70 ribu per buku.

"Setelah kami mengetahui ada transaksi, kami langsung mendata siswa yang membeli. Hasilnya ada 33 siswa yang diketahui membeli buku tersebut," ungkapnya.

Yulinda menegaskan, sekolah tidak pernah memerintahkan maupun mewajibkan siswa membeli buku tersebut. Bahkan, menurut dia, pihak sekolah merasa dirugikan lantaran kegiatan yang semula disepakati sebagai sosialisasi justru berakhir dengan transaksi kepada siswa.

"Kami merasa dibohongi. Karena izin yang diberikan kepada mereka hanya untuk sosialisasi, bukan untuk berjualan. Akibat praktek tersebut sekolah kami jadi tercoreng." Ucap Yulinda, menyayangkan sikap penyedia.

Pihak sekolah kemudian berupaya menyelesaikan persoalan tersebut dengan menghubungi penyedia yang disebut bernama Firmansyah. Yulinda meminta agar buku yang telah dibeli siswa dikembalikan dan uang pembelian dikembalikan kepada para siswa.

Namun, menurut Yulinda, permintaan tersebut tidak mendapat respons sebagaimana yang diharapkan. Penyedia disebut menyampaikan bahwa pengembalian buku dan uang tidak dapat dilakukan karena dana tersebut sudah masuk sebagai operasional perusahaan.

"Saya sudah meminta supaya buku-buku itu diambil kembali dan uang siswa dikembalikan. Tetapi mereka menyampaikan pengembalian tidak bisa dilakukan karena sudah menjadi operasional perusahaan," ujar Yulinda.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Firmansyah melalui nomor kontak yang dimiliki belum mendapatkan tanggapan.

Sebelumnya, ada dugaan penjualan buku seharga Rp70 ribu di SMPN 2 Kalianda mencuat setelah seorang wali murid mengaku membeli buku tersebut untuk anaknya. Muncul kekhawatiran orang tua bahwa anaknya akan merasa minder apabila tidak membeli ketika siswa lainnya membeli. (Tim)

Share:

Tampilkan Kreativitas dan Budaya Lampung, Peserta Terbaik Tapis Karnaval 2026 Raih Penghargaan


B
andar Lampung — Rangkaian Lampung Tapis Karnaval 2026 semakin meriah dengan penyerahan penghargaan kepada para peserta terbaik yang dinilai berhasil menampilkan kreativitas, kemegahan, dan keunikan budaya Lampung.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung Ganjar Jationo di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026).

Beragam kategori penghargaan diberikan kepada peserta dari tingkat kabupaten/kota, sekolah atau peserta didik, organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas, hingga penghargaan khusus.

Pada kategori kabupaten/kota, penghargaan Termegah diraih oleh Kabupaten Lampung Tengah, kategori Terspektakuler diraih Kabupaten Lampung Selatan, kategori Terkreatif diraih Kabupaten Lampung Barat, dan kategori Terfavorit diraih Kota Bandar Lampung.

Sementara itu, pada kategori sekolah atau peserta didik, penghargaan Termegah diberikan kepada SMP Islam Azzahra, kategori Terspektakuler diraih SMAN 16 Bandar Lampung, sedangkan kategori Terkreatif diraih SMK Geomatika.

Penilaian juga diberikan kepada perangkat daerah yang turut memeriahkan Lampung Tapis Karnaval. Untuk kategori OPD, penghargaan Termegah diraih Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, kategori Terspektakuler diraih RSUD Abdul Moeloek, dan kategori Terkreatif diraih Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung.

Kemeriahan karnaval juga semakin terasa dengan partisipasi berbagai komunitas. Pada kategori komunitas, penghargaan Termegah diraih Mihrul Lampung Bersatu, kategori Terpopuler diraih Bundo Kanduang Minangkabau, kategori Terkreatif diraih Mr & Ms Lampung, dan kategori Terfavorit diberikan kepada Karang Taruna Provinsi Lampung.

Selain penghargaan berdasarkan kategori, Pemerintah Provinsi Lampung juga memberikan Anugerah Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung Tahun 2026 kepada Kabupaten Lampung Utara.

Adapun penghargaan khusus Best Costume diraih oleh MKKS Tulang Bawang Barat.
Penyerahan penghargaan ini menjadi salah satu puncak kemeriahan Lampung Tapis Karnaval 2026 yang menampilkan keberagaman budaya, kreativitas, serta semangat masyarakat Lampung dalam melestarikan dan mempromosikan tapis sebagai salah satu warisan budaya unggulan daerah.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong pelestarian budaya sekaligus menjadikan kekayaan tradisi daerah sebagai bagian dari pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Lampung Tapis Karnaval diharapkan tidak hanya menjadi ruang apresiasi bagi para peserta, tetapi juga mampu memperkuat citra Lampung sebagai daerah yang kaya budaya, kreatif, dan terbuka bagi wisatawan.

Dengan semangat “Tapis untuk Lampung Maju”, kemeriahan karnaval menjadi momentum untuk memperkenalkan tapis dan berbagai kekayaan budaya Lampung kepada masyarakat luas, sekaligus mendorong semakin tumbuhnya industri kreatif dan pariwisata daerah. (GLA).

Share:

Kalapas Baru Kalianda Diminta Lanjutkan Inovasi, Pemkab Perkuat Sinergi Pembinaan Warga Binaan


LAMSEL, Kalianda - Pergantian kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pembinaan warga binaan sekaligus melanjutkan berbagai inovasi yang telah dibangun sebelumnya.

Hal itu mengemuka dalam acara serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda yang dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, Rabu (26/8/2026).

Jabatan Kepala Lapas resmi diserahterimakan dari Benny Nurrahman, A.Md. IP., S.H., M.H. kepada Badarudin, A.Md. IP., S.H., M.H., ditandai dengan penandatanganan berita acara dan memori jabatan.

Mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wabup Syaiful menyampaikan apresiasi kepada Benny Nurrahman beserta istri atas dedikasi dan pengabdian selama memimpin Lapas Kelas IIA Kalianda.

“Mewakili Bapak Bupati Radityo Egi Pratama, saya menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Benny Nurrahman beserta Ibu atas pengabdian, dedikasi, serta kerja sama yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda,” ujar Syaiful.

Menurut Syaiful, berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi selama masa tugas merupakan bagian dari perjalanan pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik sesuai amanah yang diemban. Ia juga mengapresiasi komunikasi dan koordinasi yang selama ini terjalin baik antara Lapas Kalianda, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Ia berharap hubungan dan kolaborasi yang telah dibangun dapat terus terjaga meskipun Benny Nurrahman melanjutkan tugas di tempat yang baru.

Kepada Kepala Lapas yang baru, Wabup Syaiful menyampaikan ucapan selamat datang dan berharap Badarudin dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, serta semangat pengabdian.

Syaiful menegaskan, keberadaan lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membina dan memberdayakan warga binaan agar mampu memperbaiki diri dan kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

“Untuk itu sinergi dan kolaborasi antara Lapas Kelas IIA Kalianda, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat harus terus kita perkuat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Lampung, Maulidi Hilal, mengapresiasi pengabdian Benny Nurrahman selama kurang lebih satu setengah tahun memimpin Lapas Kelas IIA Kalianda.

Maulidi berpesan kepada Badarudin agar mempertahankan sekaligus mengembangkan berbagai inovasi dan capaian positif yang telah dibangun sebelumnya.

“Jangan merubah inovasi yang sudah dilakukan oleh Pak Benny. Kalau itu baik, teruskan. Kalau memang dibutuhkan organisasi, tingkatkan,” pesan Maulidi.

Menurutnya, pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Karena itu, pemimpin baru tidak perlu menghilangkan program-program yang telah terbukti baik hanya untuk meninggalkan jejak kepemimpinannya sendiri.

Ia juga mengingatkan pentingnya kecerdasan emosional dalam menghadapi berbagai dinamika pekerjaan maupun interaksi dengan masyarakat. Seorang pemimpin, kata dia, harus mampu menjaga hubungan dengan berbagai pihak dan tidak mudah terpancing emosi dalam menyelesaikan persoalan.

Dalam kesempatan tersebut, Benny Nurrahman menyampaikan pamit setelah mengemban amanah sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda sejak 1 Februari 2025. Selanjutnya, ia akan melanjutkan tugas di Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Barat.

Benny menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Lapas Kalianda, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Forkopimda, serta insan media yang selama ini mendukung pelaksanaan tugas dan program pembinaan di lingkungan Lapas.
Ia berharap berbagai hal baik yang telah dibangun bersama dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan oleh kepemimpinan yang baru.

Sementara itu, Badarudin menyatakan kesiapan melanjutkan estafet kepemimpinan dan meneruskan berbagai program yang telah berjalan di Lapas Kalianda.

“Kami siap melanjutkan apa yang telah Pak Benny perjuangkan dan laksanakan. Insyaallah dengan memohon dukungan saudara-saudara sekalian, baik stakeholder internal maupun stakeholder eksternal,” ujar Badarudin.

Ia juga meminta dukungan dari Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen daerah. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas pemasyarakatan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan pembinaan warga binaan. (Nsy-Is)

Share:

Wagub Jihan Perkuat Komitmen Pemprov Lampung Pada Kesetaraan


Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela menyampaikan pesan persatuan dan kesetaraan saat menyapa hangat anak-anak penyandang disabilitas pada acara Ramah Tamah peringatan HUT ke-81 RI di Kantor Sekretariat Pembinaan Kesejahteraan Disabilitas Lampung (PKDL), Bandar Lampung, Minggu (30/08/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Dalam Perbedaan, Bersatu Dalam Kesetaraan” ini menjadi momentum penting untuk terus menumbuhkan ruang yang inklusif dan kebebasan berekspresi bagi anak-anak disabilitas di Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Wagub menekankan pentingnya menjaga kerukunan serta menghindari segala hal yang berpotensi memecah belah persaudaraan.
Wagub juga secara khusus meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat untuk jajaran pimpinan daerah.
“Kita harus menghindari segala bentuk yang memecah belah bangsa, dan dimampukan pemimpinnya untuk memajukan negara kita. Mohon doanya Pak Gubernur Rahmat Mirzani, saya, dan seluruh jajaran bisa dimampukan untuk membawa Provinsi Lampung lebih baik lagi. Amin ya rabbal alamin,” ujar Wagub.
Lebih lanjut, Wagub turut meneruskan pesan dan salam hangat dari jajaran pimpinan daerah kepada seluruh pengurus dan anggota PKDL yang hadir.
“Salam sayang dari Pak Gubernur, dari Batin Wulan Ibu Ketua TP PKK, dari Ibu Ketua Harian Ibu Mayang, dan semuanya. Salam sayang untuk keluarga besar PKDL. Terima kasih sekali lagi,” tambahnya menutup sambutan.

Share:

Siswanto Paparkan Pekerjaan Proyek Revitalisasi SMK Negeri 1 Sragi


LAMPUNG SELATAN — Setelah sorotan publik menguat, Plt. Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sragi, Siswanto, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah bernilai Rp1.084.141.000,00. Ia menegaskan seluruh pekerjaan sepenuhnya mengacu pada ketentuan kementerian dan terbuka untuk diverifikasi siapa pun.

 

Siswanto menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Rencana Kerja dan Biaya (RKB) serta spesifikasi teknis resmi:

 

"Besi yang kami gunakan berukuran 13 mm, cincin pengikat 10 mm. Untuk adukan semen, perbandingannya adalah 1 bagian semen berbanding 5 bagian pasir. Semua sesuai ketentuan yang ditetapkan kementerian, tidak ada satu pun yang kami turunkan. Silakan datang langsung ke lokasi untuk memeriksa, kami terbuka sepenuhnya untuk dikontrol," kata dia. 

 

Dengan suara tegas dan penuh tanggung jawab, Siswanto menambahkan sama sekali tidak mau dan tidak akan melakukan pengurangan material. Karena bangunan ini adalah untuk anak-anak sekolah. 

"Mereka adalah generasi penerus bangsa kita. Bagaimana mungkin kita mengorbankan keselamatan masa depan mereka demi keuntungan sesaat? Itu tidak akan pernah kami lakukan," kata dia. 

 

Ia mengatakan, proyek ini tidak berjalan tanpa pengawasan, Koramil, namun dari konsultan pengawas ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Lampung memantau pelaksanaan secara berkala


"Pendampingan TNI/Koramil Palas bersifat pengamanan wilayah, bukan pengawasan teknis. Seluruh tahapan mengikuti edaran dan pedoman kementerian pendidikan. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh unsur TNI. Pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari mekanisme pengamanan program pemerintah pusat, bukan untuk mengawasi teknis pekerjaan," ujarnya.


Terkait laporan pekerja tanpa perlengkapan keselamatan, kata dia, APD telah disediakan bagi seluruh pekerja. Jika ada yang terlihat tidak lengkap, itu bersifat insidental, misalnya saat beristirahat atau keperluan tertentu.

"Kami akan tetap memperketat pengawasan K3 agar semua ketentuan dipatuhi dengan baik," ungkapnya.

Siswanto menegaskan pihaknya menghormati kontrol sosial masyarakat, namun berharap informasi yang disampaikan juga berdasarkan pengecekan langsung:

 

"Siapa pun yang ingin melakukan verifikasi, kami persilakan datang langsung ke lokasi. Tidak ada yang kami sembunyikan. Semua mengacu pada RAB dan ketentuan teknis yang berlaku. Kami juga terbuka terhadap kritik dan masukan, selama disampaikan berdasarkan data dan hasil pengecekan di lapangan," jelasnya.(is) 

 


Share:

Disdikbud Lampung Kerahkan Pelajar SMA-SMK Meriahkan Festival Krakatau XXXV 2026


BANDAR LAMPUNG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung tampil all-out memeriahkan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026. Tak sekadar hadir sebagai penonton, pelajar SMA dan SMK bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dari 15 kabupaten/kota di Lampung dikerahkan untuk menjadi bagian dari kemeriahan pesta budaya tahunan tersebut.

Keterlibatan unsur pendidikan itu terlihat dalam Lampung Tapis Karnaval yang digelar di pusat Kota Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026).

Ribuan peserta dari berbagai elemen berjalan menyusuri ruas Jalan Raden Intan menuju kawasan Tugu Adipura dengan membawa beragam kreasi, atribut dan busana bernuansa budaya.

Festival Krakatau XXXV tahun ini menjadi panggung kolaborasi besar. Sekitar 6.000 peserta yang tergabung dalam 127 tim ambil bagian, mulai dari peserta didik, mahasiswa, Forkopimda, BUMN dan BUMD, organisasi perangkat daerah (OPD), perusahaan swasta, komunitas, sanggar, paguyuban, organisasi hingga marching band.

Di tengah lautan peserta tersebut, keterlibatan pelajar SMA dan SMK menjadi salah satu kekuatan yang memperlihatkan peran dunia pendidikan dalam menghidupkan kebudayaan Lampung.
Pelajar tidak hanya ditampilkan sebagai peserta karnaval, tetapi juga menjadi representasi generasi muda yang membawa identitas budaya Lampung ke ruang publik.

Beragam penampilan mengangkat kekayaan budaya Lampung, baik tradisi masyarakat adat Pepadun maupun Sai Batin, disandingkan dengan kreasi seni dan budaya dari berbagai daerah lainnya.
Kehadiran pelajar dari satuan pendidikan menengah tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana sekolah dapat menjadi ruang untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal melalui kegiatan kreatif di luar pembelajaran kelas.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung bersama jajaran MKKS se-Lampung mengambil peran dalam mengoordinasikan keterlibatan unsur pendidikan agar festival tidak hanya menjadi agenda pariwisata, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kebudayaan bagi generasi muda.

*Ribuan Peserta Penuhi Jalan Protokol*

Lampung Tapis Karnaval dipusatkan di kawasan Tugu Adipura. Peserta bergerak dari Jalan Raden Intan menuju Bundaran Gajah Tugu Adipura untuk menampilkan kreasi yang telah dipersiapkan.

Usai melewati kawasan Tugu Adipura, rombongan melanjutkan perjalanan melalui Jalan Kartini sebelum kembali menuju Lapangan Saburai.

Sepanjang rute, suasana berubah menjadi panggung terbuka. Busana adat, atraksi seni, marching band, hingga berbagai kreasi peserta membuat pusat Kota Bandar Lampung dipadati masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, mengatakan rangkaian Festival Krakatau hingga pelaksanaan Lampung Tapis Karnaval berjalan dengan baik.

“Rangkaian acara Festival Krakatau sampai dengan hari ini, acara Lampung Tapis Karnaval juga berjalan dengan baik,” kata Tony.

Menurut Tony, evaluasi tetap menjadi bagian penting setelah seluruh rangkaian Festival Krakatau selesai. Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan dan memperbaikinya pada penyelenggaraan berikutnya.

“Pastinya ada beberapa hal yang harus kita perbaiki ke depan. Tapi mulai dari awal tanggal 25 sampai hari ini tanggal 30 dan nanti malam acara penutupan, saya sudah melihat ada keberhasilan. Tingkat keberhasilannya cukup lancar,” ujarnya.

*6.000 Peserta, 127 Tim*

Tony menyebut Lampung Tapis Karnaval tahun ini melibatkan sekitar 6.000 peserta yang tergabung dalam 127 tim.

“Kalau dari jumlah tim, itu ada 127 tim. Kalau dari jumlah peserta, kurang lebih hampir 6 ribu orang,” jelasnya.

Besarnya jumlah peserta tersebut menunjukkan Festival Krakatau bukan lagi sekadar agenda seremonial pemerintah. Festival telah menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Menurut Tony, penyelenggaraan Festival Krakatau dilakukan dengan pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, BUMN, BUMD, media dan sektor swasta.

“Itulah kita melakukan komunikasi, melakukan kerja sama dan berkolaborasi dengan kawan-kawan stakeholder, pentahelix secara keseluruhan dengan pemerintah, dengan akademisi, dengan BUMN, BUMD, kemudian dengan media kita lakukan kerja sama agar kiranya acara ini bisa berhasil,” katanya.

Kolaborasi tersebut juga dinilai penting di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

Tony mengatakan dukungan dari berbagai pihak membuat sejumlah rangkaian kegiatan dapat dilaksanakan dengan penggunaan APBD yang relatif minim.

“Alhamdulillah, sangat minim APBD yang kita pergunakan dan lebih banyak ini adalah bantuan dari kawan-kawan sponsor yang membiayainya. Dan ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Tony berharap pelaksanaan Festival Krakatau selama enam hari, sejak 25 hingga 30 Agustus 2026, menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun mendatang.

“Alhamdulillah enam hari, mudah-mudahan ke depan akan lebih ditingkatkan lagi,” katanya. Ia juga mendorong para peserta untuk terus meningkatkan kreativitas dan menghadirkan penampilan yang lebih atraktif serta modern.

“Kita akan terus memotivasi kawan-kawan agar lebih membuat penampilan, lebih berkreasi lagi, lebih modern lagi,” ujarnya.
Menurut Tony, pengembangan Festival Krakatau ke depan akan tetap mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kemudian acara-acara akan kita lebih ramaikan lagi, kemudian akan kita kolaborasikan lagi dengan kawan-kawan lainnya. Pokoknya yang penting kita akan terus tingkatkan dan evaluasi ini lebih baik lagi,” tutupnya.(**)

Share:

Insentif RT, Linmas dan Para Kader di Desa Marga Catur September–Desember 2025 Belum Dibayar


LAMPUNG SELATAN — Insentif Ketua RT, Linmas, serta para kader di Desa Marga Catur, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, untuk periode September hingga Desember 2025 hingga kini belum dibayarkan.

Tunggakan tersebut berarti hak insentif selama empat bulan belum diterima oleh sejumlah unsur yang selama ini menjadi bagian dari pelayanan pemerintahan desa dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Informasi mengenai belum dibayarkannya insentif tersebut diperoleh IndepthNews dan kemudian dikonfirmasi langsung kepada Kepala Desa Marga Catur, M. Abdul Muhlis, Jumat, 28 Agustus 2026.

Muhlis membenarkan bahwa pembayaran insentif untuk Ketua RT, Linmas dan para kader pada empat bulan terakhir tahun anggaran 2025 memang belum direalisasikan.

Menurut Muhlis, kondisi tersebut terjadi karena Dana Desa (DD) tahap II tahun 2025 tidak dicairkan. Pemerintah desa, kata dia, kemudian berupaya mencari sumber anggaran lain melalui Dana Bagi Hasil (DBH), namun dana tersebut disebut tidak mencukupi untuk membayar seluruh insentif yang tertunggak.

“Untuk tahun 2025 memang belum kita bayarkan, Bang, karena tidak adanya pencairan DD tahap II. Sementara kita ambilkan dari DBH, tetapi tidak mencukupi, sehingga empat bulan akhir tahun 2025 belum kita bayarkan,” ujar Muhlis.

Namun, penjelasan tersebut belum disertai rincian mengenai berapa total nilai insentif yang menjadi kewajiban Pemerintah Desa Marga Catur untuk periode September hingga Desember 2025.

Padahal, informasi mengenai nominal tunggakan penting untuk memastikan secara terbuka berapa besar hak para Ketua RT, Linmas dan kader yang hingga kini belum direalisasikan.

Salah seorang Ketua RT di Desa Marga Catur mengaku kecewa karena dirinya bersama unsur masyarakat lainnya tetap menjalankan tugas pelayanan, sementara insentif yang seharusnya mereka terima justru tertunda selama berbulan-bulan.

Menurutnya, keterlambatan pembayaran tersebut menjadi persoalan serius karena Ketua RT merupakan salah satu unsur yang berhadapan langsung dengan masyarakat dalam berbagai urusan pelayanan di tingkat lingkungan.

“Kami harus melayani masyarakat, tapi pemerintahan desa tidak memikirkan nasib kami. Insentif yang seharusnya menjadi hak kami tidak diberikan, padahal uangnya ada. Kalau seperti ini bagaimana kami menjalankan fungsi dengan baik dan penuh dedikasi?” sesalnya.

Keluhan tersebut menggambarkan adanya persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan keterlambatan pembayaran, tetapi juga menyangkut kepastian hak bagi mereka yang tetap menjalankan fungsi pelayanan masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah desa menyebut keterlambatan tersebut berkaitan dengan tidak cairnya DD tahap II 2025. Namun, hingga kini belum dijelaskan secara rinci kapan tunggakan empat bulan tersebut akan dibayarkan. (Tim)

Share:

Disepakati Cair Tiap Tiga Bulan, Insentif RT Marga Catur Kembali Tertunda


LAMPUNG SELATAN — Belum tuntas persoalan tunggakan insentif Ketua RT, Linmas dan para kader Desa Marga Catur, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, pada September–Desember 2025, persoalan serupa kembali muncul pada tahun 2026.

Sejumlah Ketua RT mengaku belum menerima insentif sejak April hingga Agustus 2026. Artinya, pembayaran yang seharusnya sudah berjalan selama lima bulan tersebut hingga kini belum juga diterima.

Kondisi ini menjadi sorotan karena Kepala Desa Marga Catur, M. Abdul Muhlis, sebelumnya menyebut pembayaran insentif pada 2026 telah disepakati dilakukan setiap tiga bulan.

“Untuk pembayaran insentif di tahun 2026 ini, kami telah sepakati untuk pencairannya per tiga bulan, Bang,” ujar Muhlis saat dikonfirmasi IndepthNews, Jumat, 28 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan. Jika mekanisme pembayaran telah disepakati setiap tiga bulan, mengapa insentif yang mulai tertunggak sejak April hingga Agustus belum juga direalisasikan?

Di tengah persoalan tersebut, sejumlah Ketua RT menduga keterlambatan pembayaran berkaitan dengan kinerja Kaur Keuangan Desa Marga Catur, M. Abdul Mukmin.

Salah seorang Ketua RT menyebut Mukmin jarang berada di kantor desa sehingga diduga berdampak terhadap proses administrasi yang menjadi tanggung jawabnya.

“Kalau dugaan kami, Bang, pembayaran honor kami ini terkendala akibat bendahara jarang ngantor,” ungkap salah seorang Ketua RT.

Dugaan tersebut kemudian dikonfirmasi kepada Kepala Desa Marga Catur. Muhlis mengakui adanya persoalan kedisiplinan pada Kaur Keuangan. Ia bahkan mengaku telah memberikan teguran dan peringatan agar Mukmin lebih disiplin dalam menjalankan tugasnya.

“Sudah saya tegur dan saya berikan peringatan agar berlaku disiplin dalam melaksanakan tugas sebagai perangkat desa,” kata Muhlis.

Muhlis menambahkan, pembayaran insentif Ketua RT, Linmas dan para kader untuk periode April hingga Agustus 2026 saat ini masih dalam proses pencairan melalui bank.

“Untuk pembayaran insentif bulan April sampai Agustus ini masih dalam proses pencairan ke bank,” jelasnya.

Persoalannya, pemerintah desa belum menjelaskan secara rinci kapan proses tersebut selesai dan kapan para penerima benar-benar menerima hak mereka.

Kondisi itu semakin menjadi perhatian karena pembayaran 2026 disebut telah memiliki pola pencairan setiap tiga bulan. Dengan demikian, keterlambatan hingga lima bulan menimbulkan pertanyaan mengenai pelaksanaan mekanisme yang telah disepakati tersebut.

Persoalan insentif di Desa Marga Catur kini tidak lagi hanya berkaitan dengan keterlambatan pembayaran. Ada persoalan tata kelola yang perlu dijelaskan secara terbuka oleh pemerintah desa. Mulai dari kepastian ketersediaan anggaran, proses administrasi, mekanisme pencairan, hingga pembagian tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan desa.

Terlebih, Kepala Desa Marga Catur sendiri mengakui adanya persoalan kedisiplinan Kaur Keuangan. Jika benar pembayaran telah disepakati setiap tiga bulan, maka pemerintah desa perlu menjelaskan di mana letak kendalanya sehingga pembayaran justru tertunda hingga lima bulan.

Apakah persoalannya terletak pada ketersediaan anggaran, administrasi, proses pencairan di bank, atau ada persoalan lain?. Pertanyaan tersebut penting dijawab agar keterlambatan pembayaran tidak terus berulang dan para Ketua RT, Linmas serta kader tidak kembali berada dalam posisi menunggu tanpa kepastian. (Tim)

Share:

Insentif Tertunda, Disiplin Kaur Keuangan dan Ketegasan Kades Marga Catur Dipertanyakan


LAMPUNG SELATAN — Keterlambatan pembayaran insentif Ketua RT, Linmas dan para kader di Desa Marga Catur, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, tak hanya menyoroti persoalan pencairan anggaran.

Kinerja Kaur Keuangan Desa Marga Catur, M. Abdul Mukmin, ikut dipertanyakan setelah sejumlah Ketua RT menduga keterlambatan pembayaran berkaitan dengan kedisiplinannya yang disebut jarang masuk kantor.

“Kalau dugaan kami, Bang, pembayaran honor kami ini terkendala akibat bendahara jarang ngantor,” ujar salah seorang Ketua RT.

Kepala Desa Marga Catur, M. Abdul Muhlis.  mengakui bahwa persoalan kedisiplinan Kaur Keuangan memang tengah menjadi perhatiannya.

“Sudah saya tegur dan saya berikan peringatan agar berlaku disiplin dalam melaksanakan tugas sebagai perangkat desa,” kata Muhlis.

Pengakuan itu sekaligus memunculkan sorotan terhadap pengawasan kepala desa. Sebab, Kaur Keuangan memiliki tugas penting dalam administrasi keuangan desa, sementara persoalan pembayaran insentif hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan.

Untuk insentif periode April hingga Agustus 2026, Muhlis menyatakan pembayarannya masih dalam proses pencairan melalui bank.

“Untuk pembayaran insentif bulan April sampai Agustus ini masih dalam proses pencairan ke bank,” jelasnya.

Namun, belum ada kepastian kapan pembayaran tersebut diterima para penerima. Kondisi ini membuat persoalan tidak hanya menyangkut keterlambatan pembayaran, tetapi juga bagaimana kepala desa memastikan perangkatnya disiplin dan proses administrasi berjalan tepat waktu. Apalagi, insentif periode September–Desember 2025 juga sebelumnya belum dibayarkan.

Ketika perangkat yang bertanggung jawab pada urusan keuangan disebut bermasalah dalam kedisiplinan, sementara pembayaran hak masyarakat kembali tertunda, ketegasan kepala desa dalam melakukan pengawasan menjadi penting untuk dipertanyakan.(Tim)

Share:

Gubernur Mirza Dorong Teknologi Tepat Guna untuk Percepat Hilirisasi Komoditas Lampung


Bandar Lampung — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mendorong penguatan riset dan inovasi sains terapan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mempercepat hilirisasi komoditas berbasis desa.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan opening speech pada Seminar Nasional IPTEK Terapan (SIPTEKTERA) dengan tema ‘Sinergi Inovasi Sains Terapan dan Transformasi Digital dalam Akselerasi Sustainable Development Goals (SDGs)’ yang berlangsung di Gedung Serba Guna Politeknik Negeri Lampung, Sabtu (29/08/2026).
Gubernur menilai tema SIPTEKTERA sangat relevan dengan arah pembangunan Lampung saat ini. Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan bukan sekadar menghasilkan pengetahuan, melainkan memastikan pengetahuan, penemuan, dan teknologi dapat diterapkan menjadi solusi nyata bagi persoalan masyarakat.
“Kita tidak hanya bicara bagaimana menghasilkan pengetahuan, tetapi bagaimana pengetahuan dan penemuan itu harus bisa menjadi solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Gubernur.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memaparkan besarnya potensi sumber daya pangan yang dimiliki Provinsi Lampung. Dengan luas daratan sekitar 3,3 juta hektare dan jumlah penduduk sekitar 9,6 juta jiwa, Lampung memiliki basis ekonomi yang kuat pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
Lampung merupakan salah satu sentra pangan utama nasional. Produksi padi Lampung mencapai sekitar 3,5 juta ton per tahun. Selain itu, Lampung juga memiliki komoditas unggulan seperti jagung, singkong, nanas, pisang, kopi, lada, tebu, kakao, kelapa sawit, karet, serta berbagai komoditas peternakan dan perikanan
“Kekayaan Provinsi Lampung ini murni adalah pangan. Kita punya sekitar 1,7 juta petani. Artinya, ketika harga komoditas bagus, petaninya akan makmur. Tetapi kalau harga komoditas rendah, kita sangat bergantung pada harga komoditas,” jelasnya.
Menurut Gubernur, pertumbuhan ekonomi Lampung dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan perkembangan positif, salah satunya didorong membaiknya harga sejumlah komoditas pertanian. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat Lampung hanya bergantung pada kenaikan harga komoditas.
Ia menegaskan, momentum pertumbuhan ekonomi harus dimanfaatkan untuk memperkuat produktivitas dan daya saing, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada harga komoditas.
“Pertumbuhan ekonomi yang sekarang ini tidak kita pakai untuk menaikkan harga lagi, tetapi menjadi waktu bagi kita untuk memperkuat daya saing,” katanya.

Share:

Gubernur Mirza Dorong Bhayangkara Presisi Lampung FC Raih Tiga Besar


Bandar Lampung – Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menghadiri sekaligus memimpin acara Launching Team & Jersey Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam rangka menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027 yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Sabtu (29/8/2026).

​Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi kontribusi positif Bhayangkara FC sejak menjadikan Lampung sebagai markas utamanya. Menurutnya, keberadaan klub ini telah membangkitkan gairah dan harapan baru bagi kemajuan olahraga, khususnya sepak bola di Provinsi Lampung.

​”Hari ini kita tahu sepak bola selalu punya cara untuk menyatukan banyak orang. Di lapangan, 11 orang yang bermain, tapi di balik 11 orang ini ada pelatih, ada manajemen, ada suporter, ada keluarga, bahkan masyarakat yang ikut menaruh harapan,” ujar Gubernur.

​Gubernur juga memberikan apresiasi atas capaian pada musim perdana Bhayangkara FC di Lampung yang berhasil mengakhiri musim di peringkat lima besar. Berdasarkan evaluasi tersebut, Gubernur menyuarakan optimisme agar tim dapat mengincar hasil yang lebih tinggi pada musim ini.

​”Dan tentunya 5 besar ini bukan prestasi akhir, bukan target akhir. Saya dikasih tahu tadi oleh Pak Marji, bahwa insya Allah tahun ini kita lebih baik, 3 besar,” tegasnya.

​Untuk mendukung pencapaian target tersebut, peluncuran jersey baru dan pengenalan skuat pemain anyar diharapkan mampu memberikan suntikan semangat serta warna baru bagi permainan tim di lapangan. Gubernur berpesan kepada manajemen dan tim pelatih agar mengedepankan pembinaan jangka panjang.

​”Klub yang kuat tidak dibangun dalam satu musim, tapi melalui kerja konsisten, pembinaan berkelanjutan, dan komitmen yang tidak pernah berhenti,” tambah Gubernur Mirza.

​Senada dengan hal tersebut, Gubernur Lampung dalam sesi konferensi pers menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi yang terjalin erat antara pihak kepolisian dan masyarakat Lampung yang kini telah menganggap klub tersebut sebagai milik bersama.

​”Saya mewakili masyarakat Lampung sangat berterima kasih kepada Bhayangkara FC. Bhayangkara FC hari ini bukan milik polisi lagi, mohon maaf, tapi ini sekarang sudah menjadi milik masyarakat Lampung,” ungkap Gubernur saat konferensi pers.

​Sementara itu, CEO Bhayangkara FC sekaligus Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Wibowo, menjelaskan bahwa komposisi tim musim ini dirancang dengan memadukan pemain berpengalaman dan talenta muda berbakat guna mencapai target peringkat tiga besar nasional.

Share:

Bupati Pesisir Barat Letakkan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Gantung Way Pemerihan


PESISIR BARAT,— Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat kembali menunjukkan komitmen membangun infrastruktur hingga ke wilayah terisolir. Komitmen itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Gantung Way Pemerihan oleh Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, Kamis (27/8/2026).


Acara berlangsung di Muara Way Pemerihan, Kecamatan Bangkunat. Jembatan ini menjadi akses satu-satunya menuju 4 pekon di wilayah Way Haru yang selama ini terisolir, yaitu Pekon Way Haru, Bandar Dalam, Way Tias, dan Siring Gading. 


Jembatan gantung yang lama sebelumnya telah roboh akibat dimakan usia dan kikisan karat karena berdekatan dengan pantai. 


“Pembangunan sarana transportasi memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar akses, serta menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari. Khususnya untuk menuju pusat pemerintahan, kesehatan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Bupati Dedi Irawan. 


Bupati menjelaskan, Pesisir Barat memiliki banyak aliran sungai. Kondisi geografis ini menjadikan pembangunan jembatan sebagai kebutuhan utama untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


Pembangunan Jembatan Gantung Way Pemerihan diharapkan mempermudah akses masyarakat 4 pekon menuju sekolah, puskesmas, pasar, dan fasilitas pelayanan lainnya.


Selama ini, jika jembatan tidak segera dibangun, warga terpaksa menempuh rute memutar yang jauh, memakan waktu lama, dan berisiko membahayakan keselamatan.


“Dimana sebelum dibangun ulang, masyarakat harus mengambil rute yang lebih jauh dan memakan waktu cukup lama, serta membahayakan masyarakat,” tegasnya.


Bupati menegaskan, Pemkab Pesisir Barat akan terus mengatasi berbagai kendala untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur secara bertahap.


Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan jembatan ini. Sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat.


“Untuk masyarakat Bangkunat, khususnya Pekon Way Haru, Bandar Dalam, Way Tias, dan Siring Gading agar sama-sama menjaga dan merawat jembatan ini,” pesan Bupati.


Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan pemerintah, tetapi juga butuh dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan kepedulian bersama, infrastruktur ini diharapkan memberi manfaat jangka panjang dan mendukung peningkatan aktivitas pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan sosial.(yasir) 



Share:

Proyek Revitalisasi SMKN 1 Sragi Rp 1 Lebih Disoal


LAMPUNG SELATAN — Dugaan penyimpangan proyek revitalisasi sekolah semakin memprihatinkan. Kali ini menimpa proyek Revitalisasi SMK Negeri 1 Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, dengan anggaran  Rp 1.084.141.000,00.

Namun di lapangan, material yang dipakai diduga tidak sesuai spesifikasi, besi struktur lebih kecil 13 mm ulir, dan cincin pengikat hanya memakai besi 6 mm. Warga menduga kuat Kepala Sekolah selaku penanggung jawab sengaja melakukan penghematan material.

Humas SMK Negeri 1 Sragi Andik Putra Pratama mengaku tidak tahu menahu soal proyek tersebut.
"Semuanya itu urusannya kepada sekolah, ditanyakan anggaran, kami tidak paham. Silahkan lihat sendiri disana sudah ada papan proyeknya," ungkapnya dia.

Salah satu pekerja di lapangan mengatakan ia   pekerja harian, sudah bekerja kurang lebih setengah bulan ini.
"Kalau besinya yang digunakan dalam proyek ini besi ulir 13 mm dan cincin 6 mm kalau gak salah," ucapnya dengan singkat.

Berdasarkan pantauan langsung awak media di lokasi proyek SMK Negeri 1 Sragi, besi diduga diganti lebih kecil menggunakan besi ulir 13 mm yang seharusnya dari spesifikasi kontrak
cincin pengikat/sengkang: minimal ø8–10 mm yang digunakan besi 6 mm (besi 6 banci) — sangat lemah, diduga tidak memenuhi syarat konstruksi.

"Bayangkan, anggaran lebih dari Rp 1 miliar, tapi cincin pengikatnya dipakai besi 6 banci, dan besi ulir 13 mm Ini sangat berbahaya. Bangunan ini tidak akan kuat, tidak tahan gempa, bisa ambruk kapan saja. Selisih harga besi yang lebih murah ini kemana? Apakah masuk ke kantong Kepala Sekolah," tegas warga yang memantau pengerjaan proyek.

Warga meminta dinas terkait dan penegak hukum memantau kegiatan ini dengan lebih jeli.
"Kami minta Dinas Pendidikan Provinsi, Inspektorat, dan Kejaksaan segera turun ke lokasi. Ukur besinya satu per satu, bandingkan dengan spesifikasi kontrak, audit keuangannya dari awal sampai sekarang. Jangan biarkan proyek miliaran ini hanya jadi mesin pencetak uang bagi segelintir orang," ungkap warga sekitar.

Data Resmi dari Papan Proyek

Data Keterangan
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan
Pekerjaan Revitalisasi SMK Negeri 1 Sragi
Jumlah Dana Bantuan Rp 1.084.141.000,00
Sumber Dana APBN Tahun Anggaran 2026
Pelaksana Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP)
Penanggung Jawab Kepala Sekolah SMKN 1 Sragi
Waktu Pelaksanaan 150 Hari Kalender
Lokasi Jl. Raya Sumber Ayung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan . (Is)

Share:

Wulan Mirza Ajak Masyarakat Lestarikan Seruit sebagai Warisan Kuliner Lampung


Bandar Lampung – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza mendorong seruit sebagai kuliner khas Lampung untuk terus dilestarikan dan diperkenalkan lebih luas hingga tingkat nasional dan mancanegara.

‎
‎Hal tersebut disampaikan Wulan Mirza saat membuka ajang Seruit Battle yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan pada Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di Lapangan Saburai, Jumat (28/8/2026).
‎
‎Menurut Wulan Mirza, seruit tidak hanya merupakan makanan khas daerah, tetapi juga bagian dari identitas dan kekayaan budaya Lampung yang perlu terus dikenalkan melalui berbagai kegiatan kreatif.
‎
‎”Hari ini kita melihat bahwa pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi, kerja sama dari semua pihak. Kita semua sangat ingin seruit ini dikenal bukan hanya di Lampung saja, tapi di nasional bahkan mancanegara,” ujarnya.
‎
‎Ia mengatakan, Festival Krakatau menjadi salah satu momentum bagi masyarakat Lampung untuk memperkenalkan kekayaan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif daerah. Karena itu, kegiatan yang mengangkat kuliner khas Lampung dinilai dapat menjadi sarana promosi sekaligus pelestarian budaya.
‎
‎”Melalui kegiatan Seruit Battle ini, kita tidak hanya menyelenggarakan perlombaan memasak atau meracik sambal seruit, tetapi kita sedang menghadirkan kembali sebuah tradisi dan budaya Lampung dalam bentuk yang lebih kreatif lagi, lebih menarik, dan relevan dengan perkembangan pariwisata masa kini,” katanya.
‎
‎Seruit Battle diikuti 31 tim dari berbagai unsur, termasuk BUMN, BUMD, swasta, serta OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
‎Para peserta berkompetisi menyajikan seruit dengan kreativitas masing-masing, sekaligus menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kerja sama.
‎
‎Wulan Mirza menilai semangat kebersamaan menjadi salah satu nilai penting dalam tradisi seruit. Menurutnya, proses menyiapkan dan menikmati seruit secara bersama-sama mencerminkan nilai kekeluargaan yang perlu dipertahankan.
‎
‎”Nah hari ini bukan hanya Ibu-ibu dandan, ngulek sambal, menyiapkan ikan, lalapan, dan semuanya, tetapi di sini ajang kita semua silaturahmi. Ajang kita untuk bekerja sama per tim. Kerja sama yang baik nanti akan menghasilkan juga hasil yang baik secara kekeluargaan, tentunya dengan semangat yang sama,” ujarnya.
‎
‎Ia berharap Seruit Battle tidak berhenti sebagai kegiatan perlombaan, tetapi dapat terus menjadi bagian dari upaya mempromosikan kuliner Lampung sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap budaya dan kearifan lokal.
‎
‎”Di sini adalah tugas kita sama-sama untuk terus melestarikan adat, budaya, ciri khas, identitas kita sebagai masyarakat Lampung. Batin juga mengharapkan kegiatan Seruit Battle ini tidak berhenti hanya dalam sebuah perlombaan. Jadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk membangun silaturahmi, mempromosikan kuliner Lampung, serta menumbuhkan kebanggaan kita terhadap budaya dan kearifan lokal kita,” jelasnya.
‎

Share:

Pemprov Lampung Raih Anugerah Pembangunan Terpuji

 


Depok — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu kunci utama bagi Lampung untuk mengejar ketertinggalan dan mendorong kemajuan daerah.

Hal itu disampaikan Gubernur Mirza saat menerima Anugerah Pembangunan Terpuji Kategori Inovasi Pendidikan dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia dalam ajang detikSumatera Awards 2026 di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Depok, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026) malam.
“Kami di Provinsi Lampung, sangat percaya salah satu syarat peradaban kita akan maju, salah satu syarat negara kita akan maju, masyarakat kita akan maju, apabila pendidikannya jadi lebih baik,” ucap Gubernur Mirza.
Menurut Gubernur, pembangunan SDM menjadi fokus Pemerintah Provinsi Lampung karena kualitas manusia merupakan fondasi penting untuk mendorong pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat.
“Sumber daya manusia adalah fokus kami dalam mengejar ketertinggalan. Bagaimana ke depan sumber daya manusia Provinsi Lampung akan menjadi lebih terdidik, lebih baik, guna ikut membangun Provinsi Lampung dan Indonesia,” ujar Gubernur.
Komitmen tersebut antara lain diwujudkan melalui kebijakan penghapusan uang komite pada SMA, SMK, dan SLB Negeri di Lampung. Kebijakan itu menjadi bagian dari program pendidikan gratis yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperluas akses pendidikan pada jenjang menengah.
Melalui kebijakan tersebut, biaya pendidikan diharapkan tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak Lampung untuk melanjutkan sekolah, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Namun demikian, penghapusan uang komite tidak berarti kebutuhan operasional sekolah dihentikan. Pemerintah Provinsi Lampung mengalihkan dukungan pembiayaan melalui anggaran daerah agar sekolah tetap dapat menjalankan proses pembelajaran dan memenuhi kebutuhan operasional tanpa membebankan pungutan rutin kepada orang tua siswa.
Dalam APBD 2026, Pemprov Lampung mengalokasikan lebih dari Rp 100 miliar untuk mendukung penggratisan biaya pendidikan SMA dan SMK Negeri melalui Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD). Anggaran tersebut menjadi instrumen pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan operasional sekolah setelah uang komite dihapus.

Share:

Pemprov Lampung Perkuat Biro Perekonomian untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi


Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat peran Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Lampung sebagai pengendali, pengintegrasi, dan akselerator pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, mandiri, dan inovatif.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan saat memimpin Rapat Penguatan Peran Biro Perekonomian sebagai Pengendali, Pengintegrasi, dan Akselerator Pertumbuhan Ekonomi Lampung yang Inklusif, Mandiri, dan Inovatif, di Ruang Kerja Sekda, Jumat (28/08/2026).

Marindo mengatakan, Biro Perekonomian memiliki posisi strategis karena tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga berperan mengoordinasikan berbagai kebijakan ekonomi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

Menurutnya, jika Biro Organisasi berperan memastikan tata kelola internal pemerintahan, maka Biro Perekonomian memiliki cakupan yang lebih luas dalam memastikan tata kelola ekonomi eksternal melalui koordinasi dengan perangkat daerah maupun stakeholder terkait.

“Biro Ekonomi ini lebih luas lagi. Kalau Biro Organisasi memastikan tata kelola internal, Biro Ekonomi memastikan tata kelola eksternal dalam hal ekonomi,” ujar Marindo.

Ia menjelaskan, penguatan Biro Perekonomian sejalan dengan misi pertama pembangunan Provinsi Lampung, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan inovatif.

Untuk itu, Marindo meminta Biro Perekonomian tidak sekadar menjalankan rutinitas rapat dan administrasi, tetapi mampu menghasilkan analisis serta rekomendasi yang dapat digunakan pimpinan dalam mengambil kebijakan secara cepat dan tepat.

Marindo memaparkan lima peran strategis yang perlu diperkuat Biro Perekonomian.

Pertama, sebagai economic intelligence, yakni mampu membaca kondisi dan perkembangan ekonomi sebelum kebijakan ditetapkan. Biro Perekonomian diharapkan menjadi sumber economic briefing bagi Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda, asisten, dan staf ahli, khususnya terkait indikator penting seperti pertumbuhan ekonomi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Kedua, sebagai economic policy hub yang mengintegrasikan kebijakan lintas perangkat daerah. Biro Perekonomian diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebijakan dan program ekonomi yang dijalankan perangkat daerah, seperti sektor pertanian, energi dan sumber daya mineral, ketahanan pangan, serta perindustrian dan perdagangan.

Ketiga, sebagai economic control, yakni menjadi sistem peringatan dini atau early warning system terhadap berbagai indikator ekonomi strategis.

Dalam konteks tersebut, Marindo mendorong Biro Perekonomian membangun dashboard ekonomi Lampung yang mampu menyajikan perkembangan indikator secara harian, mingguan, dan bulanan, dengan sistem penanda kondisi seperti merah, kuning, dan hijau.

Dashboard tersebut, menurutnya, tidak hanya memuat perkembangan inflasi dan harga komoditas, tetapi juga investasi, ekspor, kinerja BUMD, pertumbuhan ekonomi, serta indikator strategis lainnya.

Keempat, Biro Perekonomian harus berperan sebagai economic problem solver. Setelah mampu membaca indikator dan memberikan alarm, Biro Perekonomian harus dapat menyusun rekomendasi penyelesaian terhadap berbagai persoalan ekonomi yang muncul.

Marindo mencontohkan persoalan kenaikan harga komoditas pangan. Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis Biro Perekonomian, pemerintah dapat segera melakukan intervensi melalui perangkat daerah terkait.

Ia menilai langkah intervensi pasar yang dilakukan Dinas Perindustrian pada periode sebelumnya menunjukkan pentingnya sistem peringatan dini dan respons cepat pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.

“Ketika saya rapat inflasi, harga beras naik. Dari data series minggu ke minggu, kita itu harusnya inflasi tinggi. Tapi karena Dinas Perindustrian melakukan intervensi dengan melaksanakan penetrasi pasar, ternyata asumsi itu tidak menjadi kenyataan. Malah kita deflasi,” jelasnya.

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, harus menjadi pembelajaran agar respon terhadap perkembangan ekonomi dapat dilakukan lebih cepat dan berbasis data.

Share:

RSUDAM Dan KKI Gelar Webinar Nasional P2KB Diikuti Sekitar 6.275 Peserta


RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung kembali mengambil peran dalam peningkatan mutu dan profesionalisme sumber daya manusia kesehatan melalui Webinar Nasional Pelaksanaan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB) Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang digagas Direktur RSUDAM, dr. Imam Ghozali, Sp.An., KMN., M.Kes., ini digelar secara hybrid dari Auditorium Medical Cinema RSUDAM, Bandar Lampung. Sebanyak 8.000 peserta mengikuti secara luring dan sekitar 3.000 peserta secara daring melalui SATUSEHAT SDMK Kementerian Kesehatan RI.

Webinar membahas sejumlah materi strategis, mulai dari peran Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), registrasi tenaga medis dan tenaga kesehatan, pelaksanaan P2KB, hingga pembinaan dan penegakan disiplin profesi.

Melalui kegiatan ini, RSUDAM menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga ruang pembelajaran, pengembangan kompetensi, dan kolaborasi bagi tenaga kesehatan. Dari Lampung, RSUDAM mendorong penguatan kompetensi tenaga kesehatan untuk mendukung peningkatan mutu dan keselamatan pasien secara berkelanjutan.

Share:

RSUDAM Lampung Laksanaan Audit Klinis Layanan TBC RO Tahun 2026


RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung melaksanakan Audit Klinis Layanan Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO) Tahun 2026 oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya evaluasi, peningkatan mutu, serta penguatan kualitas layanan TBC RO agar pelayanan kepada pasien dapat terlaksana secara optimal, sesuai standar, dan berkesinambungan.

Melalui audit klinis, diharapkan pelayanan TBC RO di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung semakin efektif, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan serta kesembuhan pasien.

Share:

RSUDAM Lampung Laksanakan Angkat Janji Mahasiswa Profesi Dokter


Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung melaksanakan Angkat Janji Mahasiswa Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung menjadi momentum penting dalam perjalanan para calon dokter menuju tahap pengabdian yang sesungguhnya.

Dengan mengucapkan janji profesi, para mahasiswa meneguhkan komitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai etika, profesionalisme, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Momentum ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi awal dari perjalanan panjang untuk mengabdikan ilmu, tenaga, dan hati dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.



Selamat menjpalani tahap profesi dan teruslah tumbuh menjadi tenaga medis yang berintegritas, kompeten, dan penuh kepedulian. Semoga setiap langkah pengabdian senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat.

Share:

Pesan Gubernur Lampung di Pembukaan IWAPI


BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Lampung memperkuat peran perempuan dalam menggerakkan perekonomian daerah, khususnya melalui hilirisasi komoditas pangan dan pengembangan usaha berbasis teknologi digital.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV DPD IWAPI Provinsi Lampung Tahun 2026 di Gedung Graha Surya, Bandar Lampung, Kamis (27/8/2026).

Rakerda IV DPD IWAPI Lampung mengusung tema “IWAPI Lampung: Inovasi Pangan Lokal Go Digital” dan diikuti pengurus DPD IWAPI Provinsi Lampung dari seluruh kabupaten/kota, pelaku UMKM, serta mitra strategis lainnya.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi IWAPI Lampung untuk merumuskan program kerja satu tahun ke depan sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai mitra kerja.

Gubernur Mirza mengatakan perempuan memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, semakin banyak perempuan yang dipercaya menduduki posisi strategis, baik di pemerintahan maupun dunia usaha.

“Mereka tidak ada yang dipilih karena mereka wanita, tetapi mereka dipilih karena kompetensi, kapabilitas, kerja keras, ulet, dan benar-benar sungguh-sungguh bekerja,” ujar Mirza.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas untuk mengambil peran dalam berbagai sektor pembangunan. Karena itu, ruang bagi perempuan untuk berkembang melalui dunia usaha perlu terus diperkuat.

Salah satu peluang yang dapat dikembangkan IWAPI, kata Mirza, adalah hilirisasi komoditas pangan unggulan Lampung. Besarnya produksi pangan daerah perlu diikuti dengan kemampuan mengolah hasil produksi menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Ia menyebut masih terdapat komoditas pangan Lampung yang belum diolah lebih lanjut sehingga potensi nilai tambahnya belum sepenuhnya dinikmati di daerah. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang ekonomi yang masih dapat dikembangkan melalui hilirisasi.

“Yang punya kemampuan mengolah ini adalah pengusaha. Maka posisi IWAPI sangat kuat sebagai tempat berkumpulnya para pengusaha wanita,” katanya.

Karena itu, Gubernur mendorong IWAPI mengambil peran dalam mengolah berbagai komoditas unggulan Lampung, seperti singkong, jagung, dan padi, agar tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah.

Menurutnya, hilirisasi dapat memberikan manfaat lebih luas melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah komoditas, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di daerah.

“Kemajuan daerah bukan hanya ditentukan oleh investasi yang masuk, tetapi oleh banyaknya pengusaha lokal yang tumbuh, berkembang, dan mampu menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” ujarnya.

Share:

Festival Band Meriahkan Hari Ketiga Festival Krakatau 2026, Lima Grup Melaju ke Babak Final


Bandar Lampung — Hari ketiga pelaksanaan Festival Krakatau 2026 di kawasan Lapangan Saburai, Bandar Lampung, Kamis (27/8/2026), berlangsung semarak dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku ekonomi kreatif, komunitas kopi, hingga generasi muda.

Salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian masyarakat digelar di area Krakatau Coffee Expo, melalui kegiatan Fun Battle Coffee dan workshop yang dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung.
Kegiatan juga dihadiri sejumlah pengusaha kopi serta para pemilik kedai kopi (coffee shop) yang ada di Provinsi Lampung. Kehadiran para pelaku usaha tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pemerintah, pelaku industri kopi, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif dalam satu rangkaian kegiatan Festival Krakatau.
Selain kegiatan di area Krakatau Coffee Expo, kemeriahan Festival Krakatau 2026 juga terasa di area kuliner dengan digelarnya Festival Band.
Sebanyak 20 grup band mengikuti kompetisi tersebut dengan menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri dan penonton. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa dan mahasiswi, hingga masyarakat umum.
Setelah melalui proses penilaian dan kurasi, lima grup band dinyatakan berhasil melaju ke babak final yang akan berlangsung pada 29 Agustus 2026.
Kelima grup tersebut yakni 7.30 (Seven Thirty), Five In The Sun, Fivedreams, CG’KM yang berasal dari Bandar Lampung, serta Pandava dari Lampung Timur.
Persaingan pada babak final dipastikan semakin menarik karena para finalis akan kembali menunjukkan kemampuan terbaik mereka untuk memperebutkan posisi juara Festival Band 2026.
Festival Band menjadi salah satu ruang bagi musisi muda dan pelaku seni di Lampung untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan bermusik, sekaligus mendapatkan pengalaman tampil di hadapan masyarakat luas.
Kelima grup yang lolos ke babak final akan kembali tampil pada 29 Agustus 2026. Juara pertama Festival Band nantinya mendapatkan kesempatan untuk tampil kembali pada malam puncak Festival Krakatau 2026.

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts