Portal Berita Online

Infrastruktur Mulai Diperbaiki, Harapan Warga Lampung Tengah Segera Terwujud


Lampung Tengah -- Pemerintah Provinsi Lampung terus memastikan pembangunan infrastruktur berjalan dengan baik. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meninjau langsung progres perbaikan ruas jalan di Kabupaten Lampung Tengah, Jum'at (3/04/2026).

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan warga.

“Jalan yang baik akan meningkatkan nilai hasil pertanian, memperlancar distribusi, serta mendukung aktivitas sosial masyarakat, seperti akses ke sekolah dan tempat ibadah,” tegasnya.

Jalan yang rusak selama ini menjadi salah satu keluhan utama masyarakat Lampung. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan perbaikan besar-besaran, termasuk hampir 200 kilometer jalan provinsi pada tahun 2026.

Khusus di Lampung Tengah, yang merupakan poros konektivitas wilayah, tingkat kemantapan jalan ditargetkan meningkat dari 89 persen menjadi 98 persen pada tahun ini.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqulloh, menjelaskan bahwa ruas-ruas yang diperbaiki merupakan jalur vital dengan mobilitas tinggi.

Aktivitas ekonomi di kawasan tersebut ditopang oleh pasar-pasar besar seperti Kalirejo, Bangunrejo, dan Poncowarno, serta sektor pertanian dan perkebunan. Tak hanya itu, terdapat pula aktivitas pertambangan rakyat dan industri bahan bangunan yang turut meningkatkan lalu lintas kendaraan berat.

“Karena tingginya tonase kendaraan, konstruksi jalan dirancang lebih kuat agar tahan lama,” jelasnya.

Total penanganan pada tiga ruas tersebut mencapai sekitar 17 kilometer, terdiri dari Kalirejo–Bangun Rejo sepanjang ±6 kilometer, Padang Ratu–Kalirejo ±7 kilometer, dan Padang Ratu–Pekurun Udik ±4 kilometer.

Pembangunan dilakukan dengan kombinasi konstruksi beton kaku dan aspal, disesuaikan dengan kondisi tanah dan beban lalu lintas. Selain itu, sistem drainase juga dibangun secara menyeluruh, meliputi saluran samping, gorong-gorong, hingga normalisasi aliran air untuk mencegah genangan yang kerap menjadi penyebab kerusakan jalan.

Gubernur mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pembangunan. Ia menekankan bahwa jalan yang dibangun berasal dari uang rakyat, sehingga harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab.

“Kalau kualitas tidak dijaga, jalan bisa cepat rusak dan masyarakat kembali dirugikan. Kita ingin jalan ini benar-benar awet dan dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perawatan jalan secara berkala, termasuk menjaga drainase dan kebersihan saluran air agar tidak menimbulkan kerusakan baru.

Kini, perubahan mulai terasa. Jalan yang dulunya berlumpur dan penuh lubang perlahan berubah menjadi akses yang layak, aman, dan nyaman. Bagi masyarakat Lampung Tengah, ini bukan hanya soal pembangunan, tetapi tentang hadirnya harapan baru, harapan akan kehidupan yang lebih baik, lebih lancar, dan lebih sejahtera.

Raut wajah bahagia tak bisa disembunyikan dari warga saat menyaksikan perbaikan jalan yang selama ini mereka dambakan akhirnya terwujud. Di ruas Bangun Rejo–Kalirejo, Padang Ratu–Kalirejo, hingga Padang Ratu–Pekurun Udik, kehadiran Pemerintah Provinsi Lampung terasa nyata di tengah kehidupan masyarakat.

Bagi warga, jalan bukan sekadar infrastruktur, jalan adalah urat nadi kehidupan, tempat harapan digantungkan, dari anak-anak berangkat sekolah hingga petani mengangkut hasil panen.

Sri (53), warga Pekon Kaliwungu, Kalirejo, tak dapat  menyembunyikan rasa syukurnya. Selama bertahun-tahun, ia menyaksikan langsung kondisi jalan yang rusak parah.

“Dulu jalannya rusak sekali, sudah lama, mungkin sekitar lima tahun. Kalau hujan becek, susah dilewati, banyak yang jatuh. Kami bahkan sempat swadaya memperbaiki seadanya,” tuturnya.

Kini, jalan yang mulai mulus memberi harapan baru. Aktivitas warga menjadi lebih lancar, terutama dalam mengangkut hasil kebun yang menjadi sumber penghidupan mereka.

Hal serupa disampaikan Nur (42), warga Pekon Sri Basuki. Ia merasakan langsung perubahan besar dari perbaikan jalan tersebut.

“Sekarang perjalanan lebih cepat dan aman. Saya paling senang karena anak-anak jadi lebih nyaman berangkat sekolah,” ujarnya.

Kepala Pekon Kaliwungu, Umi Kulsum, juga mengungkapkan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.

“Jalan ini sudah lama rusak, bahkan sudah beberapa kali berganti gubernur, tapi belum tersentuh perbaikan optimal. Sekarang akan dibangun dengan beton, tentu kami sangat bersyukur dan berterima kasih,” katanya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Jembatan Perintis Garuda Dorong Akses Ekonomi dan Pendidikan Warga Lampung Timur


Lampung Timur — Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV di Desa Kalipasir, Kecamatan Bungur, Kabupaten Lampung Timur, mulai menunjukkan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membuka akses konektivitas yang selama ini terbatas.

Ground breaking pembangunan jembatan tersebut dilakukan oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi, jajaran TNI dan Forkopimda setempat, Rabu (1/4/2026). Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Selama ini, masyarakat Desa Kalipasir masih mengandalkan transportasi perahu sebagai akses utama antarwilayah. Kondisi tersebut kerap menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas harian warga. Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi solusi nyata yang memberikan kemudahan, keamanan, serta efisiensi waktu tempuh.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jihan menegaskan pentingnya keberadaan infrastruktur jembatan bagi masyarakat.

“Jembatan ini menjadi infrastruktur yang sangat krusial. Jika jalan masih bisa dilalui meski dalam kondisi kurang baik, berbeda halnya jika jembatan tidak tersedia, maka konektivitas benar-benar terputus,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi petani dan pedagang dalam mendistribusikan hasil produksi. Selain itu, akses pendidikan bagi anak-anak juga akan lebih mudah dan aman.

Wagub Jihan juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.

“Ini adalah bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan TNI. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Pembangunan jembatan ini juga dinilai memiliki tantangan tersendiri karena panjang bentang yang lebih besar dibandingkan jembatan serupa di wilayah lain di Provinsi Lampung.

Koordinasi yang solid antar pihak diharapkan mampu memastikan proyek berjalan sesuai target.
Ke depan, keberadaan Jembatan Perintis Garuda diharapkan tidak hanya menjadi penghubung fisik antarwilayah, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Jembatan ini nantinya akan sangat membantu aktivitas masyarakat, mulai dari anak sekolah, petani, hingga pedagang. Mari kita jaga bersama agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pembangunan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Desa Kalipasir yang selama puluhan tahun mendambakan akses transportasi yang lebih layak, aman, dan berkelanjutan. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Strategi Terpadu Pemprov Lampung: Dari Pelatihan Kerja hingga Pengembangan Industri


Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran melalui berbagai kebijakan strategis dan inovatif. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, saat mengikuti rapat penilaian apresiasi kinerja pemerintah daerah dimensi penurunan tingkat pengangguran oleh tim penilai pusat secara virtual dari ruang kerjanya, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses penilaian kinerja pemerintah daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri, sebagai tindak lanjut evaluasi terhadap dokumen kebijakan, capaian kinerja, dan inovasi daerah di bidang ketenagakerjaan.

Dalam paparannya, Marindo menjelaskan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi besar dari sisi bonus demografi, dengan jumlah penduduk mencapai 9,52 juta jiwa dan didominasi usia produktif sebesar 69,24 persen.

Namun, potensi tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti kualitas sumber daya manusia yang belum optimal, tingkat kemiskinan yang masih di atas rata-rata nasional, serta struktur ekonomi yang masih bergantung pada sektor pertanian dengan produktivitas relatif rendah.

Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Lampung pada 2025 tercatat sebesar 4,21 persen. Meski mengalami sedikit peningkatan dibanding tahun sebelumnya, capaian ini masih lebih baik dibandingkan sejumlah provinsi lain di Sumatera.

Namun demikian, persoalan mendasar masih terlihat pada dominasi tenaga kerja di sektor informal yang mencapai 64,72 persen serta tingginya pengangguran lulusan SMA dan SMK yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan pasar.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan sejumlah kebijakan strategis dalam RPJMD 2025–2029. Kebijakan tersebut meliputi transformasi ekonomi yang inklusif, peningkatan kualitas SDM melalui revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan kerja, perluasan kesempatan kerja, serta perlindungan tenaga kerja.

Salah satu program unggulan adalah “Desaku Maju” yang berfokus pada penguatan ekonomi berbasis desa dan penciptaan lapangan kerja. Pada tahun 2025, Pemprov Lampung juga mengalokasikan anggaran penanggulangan pengangguran sebesar Rp36,5 miliar atau 0,48 persen dari APBD.

Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai program, seperti pelatihan kerja dan peningkatan produktivitas tenaga kerja, penempatan tenaga kerja, serta perencanaan tenaga kerja. Melalui program pelatihan vokasi, sebanyak 928 peserta telah mendapatkan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Selain itu, berbagai langkah konkret terus dilakukan, di antaranya penyelenggaraan bursa kerja, penguatan layanan penempatan tenaga kerja dalam dan luar negeri, pelatihan kewirausahaan, serta pengembangan aplikasi informasi pasar kerja “SiGajah”.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, serta mendorong pembatasan pengiriman pekerja migran non-skill guna meningkatkan perlindungan tenaga kerja.

Dalam aspek kolaborasi, Pemprov Lampung memperkuat sinergi dengan dunia usaha, lembaga pendidikan, serta program pemerintah pusat. Salah satunya melalui dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis yang hingga Februari 2026 telah melibatkan 1.081 satuan pelayanan dan mampu menyerap 48.693 tenaga kerja di seluruh kabupaten/kota di Lampung.

Ke depan, strategi keberlanjutan terus diperkuat melalui peningkatan kualitas SDM, kemudahan perizinan investasi, pengembangan kawasan industri, dukungan kewirausahaan, serta penyusunan Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) sebagai roadmap penciptaan lapangan kerja hingga 2029.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis dapat menekan angka pengangguran secara bertahap sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Gubernur Lampung Tekankan Pentingnya Nilai Tri Hita Karana


Bandar Lampung - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya nilai Tri Hita Karana sebagai landasan menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Lampung. Hal tersebut disampaikan saat membuka Kongres Nasional Mahasabha XIV Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, Rabu (1/4/2026).

Gubernur mengapresiasi kontribusi masyarakat Hindu/Bali di Lampung sejak tahun 1956 serta menilai nilai harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam sangat relevan dalam kehidupan sosial saat ini. Ia juga menegaskan pentingnya peran generasi muda, khususnya kader KMHDI, untuk menjadi pemimpin berintegritas dan mampu beradaptasi di era digital.

Selain itu, Gubernur mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia serta inovasi di sektor strategis guna mendukung pembangunan daerah. Dengan semangat kebersamaan dan keberagaman, Lampung diharapkan terus menjadi contoh persatuan dan harmoni bagi Indonesia.(lis)

Share:

Dari Balik Jeruji ke Etalase Publik: Karya WBP Lapas KaliandaTampil di Lounge Imigrasi


KALIANDA – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda memajang galeri produk hasil karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) di area layanan keimigrasian (Lounge Imigrasi) Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kalianda. (31/3/2026)

Kehadiran galeri ini menjadi sarana untuk memperkenalkan hasil pembinaan kemandirian warga binaan kepada masyarakat luas. Berbagai produk yang ditampilkan merupakan hasil kreativitas dan keterampilan WBP yang telah dibina secara berkelanjutan di dalam Lapas.

Melalui pemajangan produk ini, masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa warga binaan juga mampu menghasilkan karya yang bernilai dan bermanfaat. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang dukungan pasar, sekaligus menumbuhkan kepercayaan bahwa warga binaan memiliki potensi untuk kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam mendukung pembinaan yang produktif.

“Kami ingin hasil karya warga binaan dapat dikenal oleh masyarakat luas. Ini bukan hanya soal produk, tetapi tentang memberi ruang dan kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan bahwa mereka mampu berubah dan berkarya," ujar Kalapas.
(Hms-Is)

Share:

Paripurna DPRD Lampung Selatan Disoal


LAMPUNG SELATAN - Kedisiplinan kerja para anggota DPRD kabupaten Lampung Selatan kembali menjadi sorotan tajam masyarakat, Selasa (31/03/2026).


Rapat paripurna DPRD Lampung Selatan dalam rangka, Penyampaian Ranperda tentang penyerahan prasarana, sarana dan Utilitas Umum Perumahan, kemudian Penyampaian LKPJ Bupati Lampung Selatan tahun anggaran 2025.

Yang dijadwalkan pukul 13.00 WIB, molor hingga dua jam karena minimnya kehadiran para anggota dewan.

Rapat tersebut digelar di Gedung DPRD Kabupaten Lampung Selatan pada hari Selasa tanggal (31/03/2026) itu baru dimulai sekitar pukul 14.40 WIB setelah hampir dua jam tertunda akibat belum terpenuhinya kuorum.

Pantauan di lokasi menunjukkan, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar tiba di lokasi pada pukul 14.05 WIB. Namun, ia langsung menunggu di ruang Ketua DPRD dikarenakan ruang sidang masih tampak kosong.

Begitu rapat dibuka oleh pimpinan Ketua DPRD Lamsel Erma Yusneli, Wakil Ketua Beni Raharjo dan beberapa anggota dewan tampak baru berdatangan ketika lagu Indonesia Raya dan Mars Lampung Selatan dikumandangkan.

Sekretaris DPRD, Achmad Herry, dalam laporannya menyebutkan, rapat paripurna kali ini hanya dihadiri 39 anggota dewan, sementara 11 anggota lainnya absen.

“Dari total 50 anggota DPRD, yang hadir cuman 39 orang. Sebanyak 8 orang izin dan 3 orang lainnya dalam perjalanan,” ujar Herry.

Namun’ hingga rapat ditutup, ke 3 anggota yang diklaim masih dalam perjalanan itu tak kunjung hadir. Dengan Jumlah kehadiran tetap bertahan di angka 39 orang.

Dan diketahui satu anggota DPRD kabupaten Lampung Selatan sedang menjalankan hukuman dan belum di lakukan PAW.

Nampaknya memang sudah terbiasa tidur di Kedisiplinan dalam agenda rapat paripurna DPRD Lampung Selatan yang mengabaikan waktu, ini menjadi sorotan masyarakat setempat.(is)

Share:

Elemen Pertanyakan Tender Studi SPALD Rp 672 Juta Milik Dinas PKPCK Lampung


BANDAR LAMPUNG - LSM PRO RAKYAT menyoroti tender Studi Kelayakan SPALD (Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik) Regional Provinsi Lampung pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Provinsi Lampung yang bersumber dari APBD Tahun 2025.

Sorotan menguat setelah data pengadaan menunjukkan paket senilai Rp 672.897.808,00 itu telah menetapkan pemenang, namun hasil kajian dan manfaat nyatanya belum terbuka ke publik.

Berdasarkan data pada e-procurement/inaproc, tender Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi tersebut dimenangkan oleh CV. Kreasi Indah Mandiri, beralamat di Jl. Purnawirawan 7 No. 9A Gunung Terang, Kecamatan Langkapura, Bandar Lampung. Nilai harga penawaran tercatat Rp 650.150.421,04, sementara harga negosiasi akhir sebesar Rp 649.649.700,00.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum LSM PRO RAKYAT Aqrobin AM didampingi oleh Sekretaris Umum LSM PRO RAKYAT Johan Alamsyah, S.E kepada awak media di Kantor Kejaksaan Tinggi Lampung, Senin (30/3/2026).

Ketua Umum LSM PRO RAKYAT, Aqrobin AM, menegaskan pihaknya tidak mempersoalkan program sanitasi, namun menuntut keterbukaan penuh atas penggunaan uang rakyat.

“Kami tidak anti perencanaan. Tapi jangan sampai anggaran ratusan juta rupiah hanya habis untuk studi yang hasilnya tidak pernah diketahui masyarakat. Kalau tender ini benar dan bermanfaat, buka dokumen hasil kajiannya ke publik,” tegas Aqrobin AM.

LSM PRO RAKYAT juga menyoroti adanya perbedaan tampilan data pagu dan HPS antara informasi yang sempat beredar dengan tampilan terbaru di sistem, yang menurut mereka harus dijelaskan agar tidak memunculkan kebingungan publik.

Sekretaris Umum LSM PRO RAKYAT, Johan Alamsyah, S.E., menilai penetapan pemenang justru menjadi titik awal pengawasan yang lebih substansial.

“Publik tidak cukup hanya tahu siapa pemenangnya. Yang lebih penting adalah apa hasilnya, apa manfaatnya, dan apakah studi ini benar-benar dipakai sebagai dasar pembangunan SPALD regional. Kalau hanya selesai di dokumen, maka itu patut dipertanyakan, sudah bukan jaman nya lagilah,” ujar Johan Alamsyah.

LSM PRO RAKYAT menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan secara terbuka bahwa paket tersebut secara spesifik disebut sebagai temuan BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung. Namun, menurut mereka, hal itu bukan berarti selesai dari pengawasan, karena belanja jasa konsultansi tetap wajib diuji dari sisi kepatuhan, efisiensi, dan manfaat riil.

LSM PRO RAKYAT mendesak Dinas Perkim dan Cipta Karya (PKPCK) Provinsi Lampung, Inspektorat Provinsi Lampung, DPRD Provinsi Lampung, serta BPK RI Perwakilan Lampung untuk membuka dan menguji, – KAK dan ruang lingkup pekerjaan – Dokumen hasil studi kelayakan – Tindak lanjut program dari hasil kajian – Klarifikasi perbedaan data pagu dan HPS

“Kalau bersih, buka. Kalau bermanfaat, tunjukkan. Uang rakyat tidak boleh habis hanya untuk dokumen yang tak pernah diuji publik, kami akan segera melaporkan ke Presiden Prabowo, Kejaksaan Agung RI dan KPK RI," tutup Aqrobin AM. (Is)

Share:

Pemkab Pesisir Barat Musrenbang Susun RKPD 2027


Pesisir Barat– Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Lampung menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Hotel Sartika, Pekon Seray, Senin, 30  Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan prioritas Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Pusat.

Musrenbang tersebut dihadiri oleh pejabat penting, di antaranya Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Anang Risgiyanto, mewakili Gubernur Lampung Kepala Disdik Provinsi Lampung Thomas Amirico,  Kepala PMDT Provinsi Lampung Saipul, serta Ketua DPRD Pesibar, Mohammad Emir Lil Ardi.

Bupati Pesisir Barat dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Zukri Amin, menegaskan bahwa RKPD 2027 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD 2025–2029. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor guna menjawab tantangan ekonomi dan sosial.

“Tema pembangunan tahun 2026 adalah akselerasi pengembangan daerah yang berkualitas melalui peningkatan produktivitas berbasis potensi lokal. Sinergi sangat diperlukan agar pembangunan di Pesisir Barat mampu menjawab isu strategis nasional,” ujar Zukri Amin.

Dalam forum tersebut, Pemkab Pesisir Barat menetapkan lima prioritas pembangunan tahun 2027:

1. Pengembangan infrastruktur berkelanjutan yang mendukung ketahanan pangan dan mitigasi bencana.

2. Penguatan ekonomi daerah berbasis potensi unggulan dan penurunan angka kemiskinan.

3. Peningkatan kualitas serta daya saing Sumber Daya Manusia (SDM).

4. Penguatan harmonisasi kehidupan sosial dan pelestarian budaya daerah.

5. Peningkatan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berintegritas.

Sementara itu, Kepala Bappeda Lampung, Dr. Anang Risgiyanto, menyampaikan arahan Gubernur terkait posisi strategis Pesisir Barat dalam Koridor Wilayah III. Wilayah ini diarahkan sebagai pusat pengembangan ekonomi biru, branding pariwisata pesisir, serta industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA).

Baca Juga:  Cegah Pencemaran Nama Baik, Diskominfotiksan Pesisir Barat Gelar Sosialisasi Internet Sehat
“Pesisir Barat memiliki potensi besar melalui konsep blue and green economy, seperti penguatan pariwisata pantai barat, pelestarian mangrove, hingga sektor perikanan yang tangguh,” jelas Anang Risgiyanto.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, instansi vertikal (BPS, BPN, TNBBS), perbankan, akademisi STAI Aminullah, hingga perwakilan Forum Anak. Melalui sinkronisasi kebijakan ini, diharapkan tercipta pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi masyarakat di Negeri Para Sai Batin dan Para ulama.(yasir)

Share:

Penipuan Investasi Digital, Ini Pesan Bupati Lampung Selatan


LAMSEL, Kalianda - Ancaman penipuan investasi dan kejahatan digital kian nyata di tengah masyarakat. Merespons hal itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengingatkan warga agar tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.

Hal ini sejalan dengan imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus investasi ilegal dan scam digital.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Oktofitriady, menegaskan maraknya penawaran investasi ilegal saat ini kerap dibungkus dengan janji keuntungan tinggi yang tidak masuk akal, proses instan, serta promosi agresif melalui media sosial.

Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum memutuskan berinvestasi.
“Jangan mudah tergiur janji manis keuntungan besar dalam waktu singkat. Jika tidak memiliki legalitas yang jelas, maka risikonya sangat tinggi,” ujar Oktofitriady dalam Siaran Pers OJK, yang diterima pada Selasa (17/3/2026).

Data Indonesia Anti Scam Centre (IASC) menunjukkan skala ancaman yang tidak kecil. Dalam periode 22 November 2024 hingga 28 Februari 2026, tercatat 479.587 laporan pengaduan masyarakat terkait penipuan transaksi keuangan.

Dari jumlah tersebut, terdapat 812.496 rekening yang dilaporkan terlibat aktivitas ilegal, dan 438.609 rekening berhasil diblokir.
OJK pun mengimbau masyarakat yang menjadi korban agar segera melapor melalui kanal resmi IASC di laman https://masc.ojk.go.id/ atau melalui perbankan masing-masing, guna mempercepat penanganan dan pemblokiran rekening pelaku.

Selain itu, OJK juga meminta seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat manajemen risiko, termasuk risiko operasional, likuiditas, hingga perlindungan konsumen di tengah meningkatnya kejahatan berbasis teknologi.

Tak hanya itu, OJK Lampung turut mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap modus penawaran penghapusan utang yang dilakukan oleh Golden Eagle International UNDP (Golden Eagle) maupun entitas ilegal lainnya.

Pasalnya, entitas tersebut tidak memiliki legalitas yang sah dan diduga menyampaikan informasi menyesatkan yang berpotensi merugikan masyarakat.
Satgas PASTI telah menyebarluaskan informasi penghentian kegiatan Golden Eagle karena tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

Masyarakat dapat mengecek legalitas entitas keuangan atau melaporkan dugaan aktivitas ilegal melalui situs resmi sipasti.ojk.go.id, Contact Center OJK 157, WhatsApp OJK 081-157-157-157, atau melalui website resmi OJK di https://www.ojk.go.id.

Di tingkat daerah, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menilai ancaman ini bukan sekadar angka statistik, melainkan persoalan nyata yang dapat merusak stabilitas ekonomi keluarga.

“Jangan pernah membiarkan diri kita terbuai oleh tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat,” tegas Bupati Egi.

Ia menekankan bahwa iming-iming keuntungan tinggi tanpa dasar yang jelas sering kali menjadi pintu masuk penipuan yang dapat menguras tabungan masyarakat.

Menurutnya, kewaspadaan harus dimulai dari hal sederhana, yakni bersikap kritis terhadap setiap informasi yang diterima, baik melalui pesan singkat, media sosial, maupun telepon dari pihak yang tidak dikenal.

“Mari kita lebih teliti. Verifikasi sebelum percaya, karena penipuan digital sering kali datang dengan topeng yang sangat rapi,” ujarnya.

Egi juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan pengecekan legalitas lembaga keuangan melalui kanal resmi OJK sebelum mengambil keputusan finansial.

Sinergi antara imbauan OJK dan pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus menekan angka kejahatan digital.
Kewaspadaan, verifikasi, dan tidak mudah tergiur keuntungan instan menjadi kunci utama agar masyarakat terhindar dari jebakan investasi ilegal. (Is-Kmf).

Share:

Apel Pagi Bersama Dan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H, Pemkab Pesibar Perkuat Disiplin dan Pelayanan ASN

 


PESISIR BARAT - Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, menggelar Apel Pagi Bersama dan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman kompleks perkantoran Pemkab Pesibar, Senin (30/03/2026).

Apel tersebut dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Zukri Amin, yang bertindak sebagai pembina apel mewakili Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kominfotiksan Antoni Wijaya bertugas sebagai perwira apel, dan Doughlas Pratama Pardede, sebagai pemimpin apel. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta apel dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Zukri Amin, menyampaikan ucapan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat

“Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan aktivitas seperti biasa, serta menjadi pribadi yang lebih baik demi mewujudkan Pesisir Barat yang maju, madani, religius, wisata terdepan” ujarnya.


Ia mengajak seluruh ASN untuk terus berbenah diri dan meningkatkan kedisiplinan di lingkungan Pemkab Pesisir Barat sebagai langkah menuju perubahan yang lebih baik.


“Mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memberikan pelayanan terbaik dan memuaskan sesuai dengan regulasi yang berlaku, guna mendukung pembangunan di Pesisir Barat,” pungkasnya.


Kegiatan ditutup dengan saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan antara ASN, Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemkab Pesisir Barat.(mayasir).

Share:

Heboh UU HKPD, Pemkab Lampung Selatan Tegaskan Tak Ada PHK Massal PPPK


Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menegaskan tidak ada kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menyusul kekhawatiran yang berkembang akibat penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD).

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung Selatan, Rini Ariasih, meminta para pegawai tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Menurut Rini, isu tersebut mencuat seiring adanya ketentuan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dalam UU HKPD. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan itu perlu dipahami secara utuh dalam konteks pengelolaan fiskal daerah.

“Pembatasan belanja pegawai merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan fiskal daerah, bukan kebijakan yang secara langsung mengarah pada pengurangan tenaga kerja, termasuk PPPK paruh waktu,” ujar Rini dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).

Ia menjelaskan, setiap kebijakan terkait kelanjutan kontrak PPPK tidak dilakukan secara sepihak. Evaluasi dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kinerja pegawai, kebutuhan organisasi, serta kemampuan keuangan daerah.

Dalam praktik penganggaran, Pemkab Lampung Selatan juga memastikan skema pembiayaan gaji telah disusun sesuai regulasi.

Gaji CPNS dan PPPK penuh waktu dialokasikan dalam belanja pegawai, sedangkan PPPK paruh waktu masuk dalam belanja barang dan jasa.

Rini menambahkan, mengacu pada regulasi Kementerian Dalam Negeri, penganggaran PPPK paruh waktu tidak termasuk dalam komponen belanja pegawai.

Skema ini dinilai memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan APBD, sehingga tidak terdampak langsung oleh batas maksimal belanja pegawai.

Di sisi lain, kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di Lampung Selatan tetap mengalami penyesuaian, terutama karena adanya pegawai yang memasuki masa pensiun.

“Pengisian kebutuhan ASN tetap dilakukan melalui mekanisme pengadaan, baik CPNS maupun PPPK, termasuk PPPK paruh waktu, berdasarkan hasil analisis beban kerja guna mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipatif, Pemkab Lampung Selatan mengimbau seluruh PPPK untuk terus menjaga etos kerja, meningkatkan kinerja, serta mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan.

Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan fiskal tanpa mengganggu kualitas pelayanan publik, serta terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan teknis pengelolaan ASN.

“Seluruh PPPK diimbau tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan tetap menjalankan tugas secara profesional,” tegas Rini.

Pemkab memastikan setiap kebijakan akan dijalankan secara hati-hati, terukur, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Kmf)

Share:

Update Informasi Posko Angkutan Lebaran 2026 H+6, Pelabuhan Bakauheni 112 Trip

 


Sumatera - Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam (periode 28 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H+6 tercatat jumlah trip yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni sebanyak 112 trip.

Adapun realisasi total penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+6 mencapai 111.589 orang atau turun 11% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 125.406 orang.

Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+6 mencapai 11.661 unit atau naik 17,9% dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 9.891 unit. Kendaraan roda empat mencapai 14.142 unit atau turun 16% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 16.844 unit.

Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 0 unit atau turun 100% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.149 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 762 unit atau turun 20,2% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 955 unit.

Total seluruh kendaraan tercatat 26.565 unit yang telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+6 atau turun 7,9% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 28.839 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa (Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu) pada H-10 sampai H+6 tercatat 1.148.252 orang atau naik 2,5% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 1.120.046 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 275.622 unit atau naik 4,6% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 263.481 unit.

*Jawa-Sumatera*
Sebaliknya, berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara) selama 24 jam (periode 28 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H+6 tercatat jumlah trip yang beroperasi sebanyak 128 trip.

Adapun realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H+6 mencapai 60.978 orang atau turun 3,6% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 63.280 orang.

Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+6 mencapai 1.935 unit atau naik 22,3% dibandingkan realisasi tahun lalu yaitu 1.582 unit. Kendaraan roda empat mencapai 7.897 unit atau turun 3,2% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 8.160 unit.

Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 1.337 unit atau naik 12,1% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.193 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 732 unit atau turun 11,9% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 831 unit.

Total seluruh kendaraan tercatat 11.901 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H+6 atau naik 1,1% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 11.766 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara mulai dari H-10 sampai H+6 tercatat 1.266.794 orang atau naik 2,3% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 1.238.326 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 319.121 unit atau naik 6,4% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 299.824 unit.

*CORPORATE SECRETARY PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)*

Share:

GMBI Lampung Soroti Kondisi PJU yang Gelap Gulita


LAMPUNG - Di tengah perayaan Hari Lahir (Harlah) Ke-24 LSM GMBI pada 28 Maret 2026, Ketua Wilter Lampung, Heri Prasojo, melontarkan kritik keras terhadap kondisi sejumlah jalan utama di Provinsi Lampung yang dinilai gelap gulita dan jauh dari standar kelayakan.

Dalam pernyataannya, Heri tidak menutupi kekecewaannya terhadap lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap penerangan jalan umum (PJU), yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Ini jalan ataukah kuburan? Karena yang gelap di malam hari itu cuma kuburan,” tegasnya.

Ia menilai, kondisi tersebut bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan cerminan dari kurangnya keseriusan dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Jalan utama yang seharusnya menjadi simbol kemajuan justru berubah menjadi ruang gelap yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Menurut Heri, pemerintah daerah tidak bisa lagi beralasan. Pasalnya, secara regulasi sudah sangat jelas bahwa penyediaan dan pemeliharaan Penerangan Jalan Umum merupakan bagian dari kewenangan daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya dalam sektor pekerjaan umum dan pelayanan dasar.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung keberadaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang dipungut dari masyarakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Menurutnya, pungutan tersebut harus berbanding lurus dengan kualitas layanan yang diberikan.

"Jangan sampai masyarakat rutin membayar pajak, tapi hak dasarnya diabaikan. Ini bukan sekadar soal lampu jalan mati, ini soal tanggung jawab dan akuntabilitas,” ujarnya.

Ia juga mendesak dinas terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk tidak saling lempar tanggung jawab. Menurutnya, koordinasi yang lemah hanya akan memperparah kondisi di lapangan.

Heri menegaskan bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya potensi kecelakaan lalu lintas yang meningkat, tetapi juga membuka peluang terjadinya tindak kriminal di ruang-ruang gelap tersebut.

Momentum Harlah ke-24 LSM GMBI, lanjutnya, tidak boleh hanya menjadi seremoni, tetapi harus menjadi titik tekan bagi pemerintah untuk segera berbenah.

“Kami tidak butuh janji, kami butuh tindakan nyata. Terangi jalan-jalan ini, karena itu hak masyarakat,” pungkasnya. (Is)

Share:

Arus Balik Lebaran Terkendali, 60 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Jawa dari Sumatera


Bakauheni, 27 Maret 2026 — Di tengah dinamika arus balik Angkutan Lebaran 2026, pergerakan pemudik dari Sumatera menuju Jawa terus menunjukkan tren yang ramai namun tetap terkendali. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjaga ritme layanan tetap optimal, memastikan perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh pengguna jasa.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa pola arus balik tahun ini bergerak lebih merata, menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran operasional di lintasan utama.

“Distribusi arus yang lebih merata menjadi fondasi penting dalam menjaga kelancaran layanan. Dukungan kesiapan armada, optimalisasi operasional, serta kesadaran masyarakat untuk menghindari periode puncak sangat menentukan keberhasilan layanan penyeberangan,” ujarnya.

Berdasarkan data Posko Bakauheni, realisasi kumulatif penumpang yang kembali ke Jawa sejak 22 Maret hingga 27 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H s.d. H+5) tercatat sebanyak 543.440 orang, atau sekitar 60 persen dari total 898.864 orang yang berangkat dari Jawa saat arus mudik (H-10 s.d. H).

Sementara itu, total kendaraan yang telah kembali mencapai 144.039 unit, atau 60 persen dari total 239.920 unit kendaraan saat periode mudik. Angka ini menunjukkan bahwa masih terdapat sekitar 40 persen pemudik yang akan kembali dalam beberapa hari ke depan.

Mengantisipasi hal tersebut, ASDP terus memperkuat kesiapan operasional melalui strategi adaptif berbasis kondisi lapangan. Langkah yang dilakukan mencakup penyesuaian pola operasi kapal sesuai tingkat kepadatan, pengalihan arus kendaraan secara situasional, hingga penerapan delaying system terintegrasi di sejumlah buffer zone untuk mengurai antrean.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa kebijakan stimulus turut menjadi instrumen penting dalam mendistribusikan arus balik secara lebih merata. Penerapan tarif tunggal di Pelabuhan Bakauheni sejak 23 Maret hingga 29 Maret 2026, serta program diskon tiket pada periode 12–31 Maret 2026, memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan masyarakat.

“Hingga 26 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp24,2 miliar atau 68,08 persen dari target. Tingkat realisasi pengguna yang telah boarding bahkan mencapai 93,98 persen. Ini menunjukkan tingginya respons masyarakat terhadap kebijakan yang kami hadirkan,” jelas Windy.

Secara keseluruhan, total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa sejak H-10 hingga H+5 tercatat 977.990 orang, meningkat 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total kendaraan mencapai 234.430 unit, naik 9,1 persen.

Adapun pergerakan dari Jawa ke Sumatera tercatat 1.175.918 penumpang atau meningkat 2,9 persen, dengan total kendaraan mencapai 300.717 unit, tumbuh 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan berbagai langkah strategis yang dijalankan, ASDP optimistis layanan penyeberangan akan tetap terjaga hingga akhir periode arus balik. Konsistensi pelayanan menjadi kunci untuk menghadirkan perjalanan yang tidak hanya lancar, tetapi juga memberikan pengalaman yang aman dan menyenangkan bagi seluruh pengguna jasa.

*CORPORATE SECRETARY PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)*

Share:

Update Posko Angkutan Lebaran 2026 H+4, Pelabuhan Bakauheni Sebanyak 169 Trip


Sumatera - Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam (periode 26 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H+4 tercatat jumlah trip yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni sebanyak 169 trip.

Adapun realisasi total penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+4 mencapai 103.325 orang atau turun 20,3% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 129.853 orang.

Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+4 mencapai 10.366 unit atau turun 41,2% dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 17.635 unit. Kendaraan roda empat mencapai 13.541 unit atau turun 18,5% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 16.623 unit.

Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 2.288 unit atau naik 84,5% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.240 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 696 unit atau naik 49% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 467 unit.

Total seluruh kendaraan tercatat 26.891 unit yang telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+4 atau turun 25,2% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 35.965 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa (Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu) pada H-10 sampai H+4 tercatat 936.670 orang atau naik 12,6% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 831.684 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 255.480 unit atau naik 17,2% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 192.431 unit.

*Jawa-Sumatera*
Sebaliknya, berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara) selama 24 jam (periode 26 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H+4 tercatat jumlah trip yang beroperasi sebanyak 144 trip.

Adapun realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H+4 mencapai 53.848 orang atau naik 4% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 51.790 orang.

Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+4 mencapai 1.813 unit atau turun 0,2% dibandingkan realisasi tahun lalu yaitu 1.816 unit. Kendaraan roda empat mencapai 6.694 unit atau turun 3,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 6.954 unit.

Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 1.780 unit atau naik 70% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.047 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 658 unit atau naik 12,5 % dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 585 unit.

Total seluruh kendaraan tercatat 10.945 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H+4 atau naik 5,2% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 10.402 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara mulai dari H-10 sampai H+4 tercatat 1.149.410 orang atau naik 3,2% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 1.113.717 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 295.291 unit atau naik 6,9% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 276.276 unit.

*CORPORATE SECRETARY PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)*

Share:

Arus Balik Lebaran 2026 H+4, Penumpang Pelabuhan Bakauheni Alami Penurunan


BAKAUHENI, - Pergerakan arus balik Lebaran 2026 pada H+4 di lintasan Sumatera–Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni mengalami penurunan jumlah penumpang dan kendaraan pribadi, namun angkutan logistik justru meningkat signifikan.

Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam pada 26 Maret 2026, tercatat 169 trip kapal beroperasi. Total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 103.325 orang atau turun 20,3% dibandingkan tahun lalu.

Kendaraan roda dua tercatat 10.366 unit atau turun 41,2%, sedangkan kendaraan roda empat mencapai 13.541 unit atau turun 18,5%. Sebaliknya, kendaraan logistik mengalami lonjakan, dengan truk mencapai 2.288 unit atau naik 84,5% dan bus sebanyak 696 unit atau naik 49%.

Secara total, kendaraan yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa mencapai 26.891 unit atau turun 25,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, secara kumulatif periode H-10 hingga H+4, jumlah penumpang tercatat 936.670 orang atau naik 12,6%, dan kendaraan mencapai 255.480 unit atau naik 17,2%.

Sementara itu, arus dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara menunjukkan tren peningkatan. Pada H+4, total penumpang mencapai 53.848 orang atau naik 4%, dengan total kendaraan sebanyak 10.945 unit atau naik 5,2%.


Kenaikan juga terjadi pada angkutan logistik, di mana truk mencapai 1.780 unit atau naik 70% dan bus 658 unit atau naik 12,5%. Secara kumulatif, penumpang tercatat 1.149.410 orang atau naik 3,2% dan kendaraan mencapai 295.291 unit atau naik 6,9%. (Is) 

Share:

Warga Lampung Selatan Dirawat di Merauke, Keluarga Mohon Bantuan Pemulangan dan Donor Darah


LAMPUNG SELATAN - Sebuah unggahan di media sosial Facebook menjadi perhatian publik setelah akun atas nama Dewi Oktavia menyampaikan permohonan bantuan untuk seorang warga Lampung Selatan yang kini dirawat di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Kamis (26/3/2026).

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa pasien bernama Ahmad Abi Ar-raji (18), yang akrab disapa Aji, merupakan warga Lingkungan V Sukajadi, Kelurahan Bumi Agung, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Saat ini, Aji tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Merauke dalam kondisi sakit dan tidak dapat berjalan.

Informasi mengenai keberadaan Aji baru diterima pihak keluarga pada Rabu (25/3/2026). Sebelumnya, ia diketahui pamit untuk bekerja ke Jakarta dan meninggalkan rumah sejak 13 Juni 2025. Sejak saat itu, keluarga sempat kehilangan kontak hingga akhirnya mendapat kabar bahwa Aji berada di Merauke dalam kondisi sakit.

Ayah kandung Aji, Ahmad Yunus, melalui pesan yang disampaikan di media sosial memohon bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan serta Pemerintah Provinsi Lampung untuk membantu proses pemulangan anaknya ke kampung halaman.

“Kami mohon kepada Pemerintah Provinsi Lampung serta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan agar dapat membantu memulangkan anak kami yang saat ini dalam kondisi sakit di Merauke. Saat ini dirawat di RS Angkatan Laut Merauke, tidak bisa berjalan dan membutuhkan donor darah golongan AB sebanyak tiga kantong,” tulisnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga tidak memiliki biaya untuk menjemput ke Merauke.

“Kami tidak bisa menjemput karena keterbatasan biaya. Kami mohon bantuan dari pihak terkait. Sebelumnya kami ucapkan terima kasih,” tambahnya.

Selain itu, Aji dilaporkan membutuhkan donor darah golongan AB sebanyak tiga kantong dalam waktu segera. Namun, ketersediaan stok darah di rumah sakit maupun PMI setempat disebutkan terbatas.
Keluarga berharap adanya bantuan dari masyarakat setempat untuk mendonorkan darah, serta dukungan dari pemerintah daerah dan instansi terkait guna membantu proses pemulangan pasien.

Untuk informasi lebih lanjut, keluarga dapat dihubungi melalui Muhammad Yunus (ayah Aji) di nomor 0821-7912-0008.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai tindak lanjut atas permohonan bantuan tersebut.(is)

Share:

Update Informasi Posko Angkutan Lebaran 2026 H+3: Pelabuhan Bakauheni Sebanyak 166 Trip Beroperasi


Sumatera - Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam (periode 25 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H+3 tercatat jumlah trip yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni sebanyak 166 trip.

Adapun realisasi total penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+3 mencapai 119.604 orang atau naik 14,2% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 104.751 orang. 


Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+3 mencapai 14.909 unit atau naik 25,4% dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 11.888 unit. Kendaraan roda empat mencapai 15.140 unit atau naik 4,4% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 14.497 unit. 


Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 1.582 unit atau naik 72,5% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 917 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 642 unit atau naik 57,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 407 unit. 


Total seluruh kendaraan tercatat 32.273 unit yang telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+3 atau naik 16,5% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 27.709 unit.


Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa (Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu) pada H-10 sampai H+3 tercatat 820.695 orang atau naik 16,9% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 702.101 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 196.135 unit atau naik 25,4% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 156.466 unit.


*Jawa-Sumatera*

Sebaliknya, berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara) selama 24 jam (periode 25 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H+3 tercatat jumlah trip yang beroperasi sebanyak 146 trip.


Adapun realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H+3 mencapai 53.391 orang atau naik 22,6% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 43.536 orang. 


Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+3 mencapai 2.363 unit atau naik 15,4% dibandingkan realisasi tahun lalu yaitu 2.048 unit. Kendaraan roda empat mencapai 6.635 unit atau naik 13,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 5.834 unit. 


Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 1.456 unit atau naik 82% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 800 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 636 unit atau naik 42,6 % dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 446 unit. 


Total seluruh kendaraan tercatat 11.090 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H+3 atau naik 21,5% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 9.128 unit.


Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara mulai dari H-10 sampai H+3 tercatat 1.095.562 orang atau naik 3,2% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 1.061.927 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 284.346 unit atau naik 6,9% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 265.874 unit.


*CORPORATE SECRETARY PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)*

Share:

Pelaku Penganiayaan di Fly Over Natar Ditangkap Dua Jam Usai Kejadian


LAMPUNG SELATAN - Aparat kepolisian menangkap seorang pria berinisial W. (60) yang diduga melakukan penganiayaan dengan senjata tajam di kawasan Fly Over Kerawang Sari, Desa Kalisari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (25/3/2026).

Pelaku yang diketahui merupakan warga Dusun Banjar Sari III, Desa Kalisari, Kecamatan Natar itu diamankan sekitar dua jam setelah kejadian oleh jajaran Polsek Natar setelah dilakukan penyelidikan berdasarkan laporan masyarakat. Kapolsek Natar, Setio Budi Howo, mengatakan penangkapan dilakukan setelah pihaknya memperoleh informasi dari saksi di lokasi kejadian.

“Kami langsung mendatangi tempat kejadian perkara setelah menerima laporan. Berdasarkan keterangan saksi, identitas pelaku diketahui dan dalam waktu singkat berhasil diamankan,” kata Setio.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, korban A. (58), warga Dusun Tanjung Waras RT 07 RW 02, Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, tengah berada di pinggir jalan untuk membeli minuman. Pelaku kemudian datang dan meminta korban untuk meminta maaf terkait persoalan lama yang diduga terjadi puluhan tahun lalu.

Namun, permintaan tersebut tidak diindahkan korban sehingga memicu cekcok antara keduanya. Dalam situasi tersebut, pelaku kemudian melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam yang mengenai pergelangan tangan kiri korban.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara pelaku melarikan diri dari lokasi usai melakukan aksinya. Petugas yang menerima laporan melalui layanan darurat segera melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku pada pukul 14.00 WIB di wilayah Dusun Poncol, Desa Kalisari, Kecamatan Natar.

“Pelaku mengakui perbuatannya saat dilakukan interogasi dan saat ini telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Setio. Dalam kasus ini, polisi turut mengamankan barang bukti berupa sarung senjata tajam dan pakaian yang digunakan pelaku saat kejadian.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 466 KUHPidana tentang penganiayaan. Polisi mengimbau masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian masalah secara damai serta menghindari tindakan kekerasan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. (Hms-Is)

Share:

986 Mahasiswa Poltekkes Tanjung Karang Turun ke 25 Desa di Lampung Selatan


LAMSEL, Kalianda - Sebanyak 986 mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tanjung Karang (Poltekkes Tanjung Karang) akan diterjunkan langsung ke 25 desa di Kecamatan Sidomulyo dan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, mulai 5 April 2026. Kehadiran ratusan mahasiswa lintas jurusan ini diharapkan menjadi energi baru dalam mempercepat berbagai program kesehatan daerah.

Program bertajuk Praktik Kolaborasi Semua Jurusan tersebut tidak hanya menjadi ajang pembelajaran lapangan bagi mahasiswa, tetapi juga diarahkan untuk bersinergi dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan.

Rencana pelaksanaan kegiatan itu terungkap dalam audiensi antara Pemkab Lampung Selatan dan Poltekkes Tanjung Karang di ruang Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, Kamis (26/3/2026).

Dari pihak Pemkab, hadir Sekretaris Daerah Supriyanto didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Darmawan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Devi Arminanto, perwakilan BRIDA, serta Bagian Kerja Sama.

Sementara itu, dari Poltekkes Tanjung Karang hadir Wakil Direktur I Ns. Martini Fairus, M.Sc., Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Gustop Amatiria, S.Kp., M.Kes., beserta jajaran.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Poltekkes Tanjung Karang, Gustop Amatiria menjelaskan, kegiatan ini akan melibatkan seluruh jurusan yang ada di Poltekkes Tanjung Karang dalam satu skema kolaboratif di lapangan.

“Persiapan dimulai 30 Maret hingga 4 April. Kemudian pelaksanaan di desa dimulai 5 April sampai 22 April 2026, atau sekitar 17 hari penuh di lokasi,” jelas Gustop.

Ia menambahkan, untuk tahap awal, kegiatan difokuskan di dua kecamatan, yakni Sidomulyo dan Katibung, dengan total 25 desa sebagai lokus intervensi.

“Untuk tahun ini kita mulai dari dua kecamatan dulu. Ke depan tidak menutup kemungkinan akan diperluas,” katanya.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, M. Darmawan, menyambut positif kegiatan tersebut.

Ia menilai, kehadiran mahasiswa dapat menjadi katalis dalam mempercepat penanganan berbagai persoalan kesehatan di daerah.

Menurut Darmawan, kolaborasi ini diharapkan dapat terintegrasi dengan program-program strategis Pemkab Lampung Selatan, seperti penanganan stunting, open source testing, zero dose, serta program kesehatan lainnya.

“Keberadaan mahasiswa ini kita harapkan bisa membantu percepatan penanganan masalah kesehatan di Lampung Selatan,” ujar Darmawan.

Tak hanya itu, Darmawan juga menekankan pentingnya peran edukasi kepada masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“Mereka juga diharapkan bisa memberikan edukasi langsung kepada masyarakat di desa, sehingga kesadaran dan derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat,” tambahnya.

Dengan skala yang cukup besar dan melibatkan lintas disiplin ilmu kesehatan, program ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat di tingkat desa. (Mhr-Is)

Share:

Tim Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Pantai Batu Rame Kalianda


KALIANDA - Setelah melalui proses pencarian yang penuh tantangan, korban tenggelam di sekitar Pantai Batu Rame, Kelurahan Way Urang,  Kalianda, Lampung Selatan akhirnya berhasil ditemukan pada Rabu (25/03/2025).

Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal dilaporkan tenggelam. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Damkar, Satpol PP, kepolisian, TNI, BPBD, serta masyarakat setempat menemukan jenazah korban di sekitar Pantai Bintaro pada pukul 12.10 WIB.

“Alhamdulillah sudah ditemukan, kondisi jenazah masih utuh. Informasinya akan langsung dibawa ke rumah duka,” ujar salah satu anggota tim penyelamatan dari Basarnas di lokasi.

Usai ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans dan dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan.

Korban diketahui bernama Syafiq (16), warga Dusun Jogja, Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan. Ia merupakan siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Kalianda.

Peristiwa tragis tersebut bermula pada Selasa (24/03/2025) sekitar pukul 17.40 WIB. Saat itu, korban bersama enam rekannya tengah bermain air di sekitar bibir pantai. Namun nahas, korban terseret arus laut yang cukup kuat dan tidak berhasil diselamatkan.

Laporan kejadian pertama kali diterima Dinas Pemadam Kebakaran dari rekan korban yang panik setelah upaya penyelamatan mandiri gagal dilakukan. Menanggapi laporan tersebut, tim Damkar langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pencarian awal di titik terakhir korban terlihat.

Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir garis pantai serta melakukan pemantauan ke arah laut. Namun hingga Selasa malam, korban belum berhasil ditemukan. Proses pencarian sempat terkendala oleh minimnya pencahayaan serta kondisi gelombang laut yang masih tinggi, sehingga operasi malam dilakukan secara terbatas.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di wilayah dengan karakter ombak besar dan arus bawah laut yang berbahaya. (Arya-Is)

Share:

Perkuat Layanan Arus Balik, ASDP Jaga Perjalanan Pemudik Tetap Aman dan Nyaman


Bakauheni, 24 Maret 2026 — Arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa terus menunjukkan peningkatan signifikan. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan penyeberangan guna memastikan perjalanan pemudik tetap berjalan lancar, aman, dan nyaman.

Berdasarkan data Posko per 23 Maret 2026 pukul 00.00 -  23.59 WIB (H+1), total penumpang tercatat mencapai 91.657 orang atau meningkat 58,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 57.801 orang. Sementara itu, total kendaraan mencapai 25.332 unit atau naik 70,4 persen dari 14.866 unit pada periode sebelumnya.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa tren peningkatan arus balik diproyeksikan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Puncak arus balik diperkirakan terjadi secara bertahap, yakni pada Selasa (24/3), serta kembali meningkat pada Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3). Hingga periode 24 Maret (H+2) pukul 14.00 WIB, jumlah penumpang tercatat 50.631 orang atau naik 53,5 persen, dengan total kendaraan sebanyak 12.654 unit atau meningkat 48,1 persen.

“Jumlah pergerakan arus balik mudik hingga H+2 saat ini sudah mencapai 142.288 orang dan 37.634 unit kendaraan atau 15 persen dari total trafik arus mudik. Melihat proyeksi tersebut, kami mengimbau masyarakat untuk dapat mengatur waktu perjalanan dan menghindari periode puncak tersebut guna meminimalisasi antrean dan kepadatan di pelabuhan,” ujar Heru.

GM ASDP Cabang Bakauheni Partogi Tamba mengatakan, menghadapi dinamika arus balik Lebaran khususnya dari Sumatera menuju Jawa, ASDP mengimplementasikan berbagai langkah antisipatif yang fleksibel. Operasional kapal disiapkan antara 28 hingga 33 unit per hari, menyesuaikan tingkat kepadatan. Selain itu, pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) diterapkan untuk mempercepat rotasi kapal dan menjaga kelancaran arus kendaraan.

Optimalisasi juga dilakukan melalui pemanfaatan buffer zone di sejumlah titik strategis, seperti KM49B, KM20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati di Bakauheni, serta KM63, KM48, dan Buffer Zone JLS di Merak. Area ini tidak hanya berfungsi sebagai titik pengendalian arus, tetapi juga sebagai lokasi verifikasi tiket bagi pengguna jasa.

“Fungsi buffer zone tidak hanya sebagai sistem penundaan, tetapi juga sebagai titik verifikasi bagi pengguna jasa. Pada area ini dilakukan pengecekan kepemilikan tiket serta kesesuaian jadwal kedatangan. Pengguna jasa yang belum memiliki tiket atau datang di luar jadwal akan diberikan stiker merah, sementara yang telah memiliki tiket dan datang sesuai jadwal akan diberikan stiker hijau,” tutur Partogi.

Dari sisi layanan, ASDP juga menerapkan skema single tarif serta pengaturan distribusi pengguna jasa di dermaga secara dinamis. Penumpang pejalan kaki dan kendaraan roda dua diarahkan sesuai kondisi trafik, dengan dukungan pengoperasian dermaga tambahan sebagai langkah kontingensi saat terjadi peningkatan volume.

*Perjalanan Balik Lebih Awal*
ASDP juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui platform Ferizy yang telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan dengan berbagai metode pembayaran digital.
“Pastikan telah membeli tiket melalui Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. Saat ini tidak ada penjualan tiket di pelabuhan, sehingga seluruh pengguna jasa wajib melakukan pembelian secara mandiri melalui kanal resmi,” ujar Heru menambahkan.

Secara kumulatif, data H-10 hingga H+1 mencatat total penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 572.270 orang atau naik 11,8 persen dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan tercatat 127.363 unit atau meningkat 19,7 persen. Sementara itu, dari Jawa ke Sumatera, total penumpang mencapai 995.119 orang atau naik 1,5 persen, dengan total kendaraan 262.986 unit atau meningkat 5,9 persen.

Dengan kesiapan operasional dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, ASDP berkomitmen menjaga layanan tetap andal sehingga perjalanan arus balik berlangsung lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.

*CORPORATE SECRETARY PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)*

Share:

Data Posko Angkutan Lebaran 2026 PT ASDP: H+1 di Pelabuhan Bakauheni 159 Trip


 Lampung- Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam (periode 23 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H+1 tercatat jumlah trip yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan sebanyak 159 trip.

Adapun realisasi total penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+1 mencapai 91.657 orang atau naik 58,6% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 57.801 orang. 


Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+1 mencapai 11.176 unit atau naik 87% dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 5.976 unit. Kendaraan roda empat mencapai 12.495 unit atau naik 53,8% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 8.122 unit. 


Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 1.294 unit atau naik 153,2% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 511 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 367 unit atau naik 42,8% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 257 unit. 


Total seluruh kendaraan tercatat 25.332 unit yang telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+1 atau naik 70,4% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 14.866 unit.


Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa (Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu) pada H-10 sampai H+1 tercatat 572.270 orang atau naik 11,8% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 512.063 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 127.363 unit atau naik 19,7% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 106.366 unit.


*Jawa-Sumatera*

Sebaliknya, berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara) selama 24 jam (periode 23 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H+1 tercatat jumlah trip yang beroperasi sebanyak 166 trip.


Adapun realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H+1 mencapai 42.661 orang atau naik 14,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 37.202 orang. 


Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+1 mencapai 3.292 unit atau naik 2,2% dibandingkan realisasi tahun lalu yaitu 3.220 unit. Kendaraan roda empat mencapai 5.532 unit atau naik 11,4% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.967 unit. 


Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 508 unit atau naik 67,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 303 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 329 unit atau naik 49,5 % dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 220 unit. 


Total seluruh kendaraan tercatat 9.661 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H+1 atau naik 10,9% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 8.710 unit.


Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara mulai dari H-10 sampai H+1 tercatat 995.119 orang atau naik 1,5% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 980.660 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 262.986 unit atau naik 5,9% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 248.351 unit.


*CORPORATE SECRETARY PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)*

Share:

Plh Kakanwil Ditjenpas Lampung Cek Sarana dan Prasarana Rutan Kelas IIB Krui


 Pesisir Barat - Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Krui, Pesisir Barat, Lampung menerima kunjungan perdana Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan (Ditjenpas) Lampung, Maulidi Hilal, Selasa (24/3/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau sarana dan prasarana serta pelaksanaan tugas di Rutan Krui, sekaligus memastikan seluruh kegiatan pemasyarakatan berjalan optimal sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Kegiatan ini disambut langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Krui beserta jajaran pegawai;

Dalam agenda kunjungannya, Plh Kakanwil Ditjenpas Lampung meninjau berbagai sarana dan prasarana serta layanan yang diberikan kepada warga binaan dan masyarakat, meliputi area rumah dinas, pelayanan kunjungan, blok hunian, klinik, hingga dapur. Selain itu, beliau juga memantau secara langsung pelaksanaan kunjungan Hari Raya ke-4 guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik, tertib, dan kondusif;

Plh Kakanwil Ditjenpas Lampung juga memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh petugas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga integritas, serta memperkuat komitmen dalam melaksanakan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara profesional dan  humanis. ( Yasir )

Share:

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Proyeksi Arus Balik Lebaran 2026 Meningkat Signifikan


 BAKAUHENI - Pergerakan arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa mulai terbentuk dan menunjukkan tren peningkatan signifikan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memproyeksikan puncak arus balik akan terjadi pada Selasa (24/3) dan Rabu (25/3), seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pasca libur Lebaran.

Sejak Hari H, Minggu (22/3), trafik di Pelabuhan Bakauheni terpantau mulai bergeliat, baik penumpang pejalan kaki maupun kendaraan. Meski terjadi lonjakan, layanan penyeberangan tetap berlangsung lancar, tertib, dan terkendali berkat kesiapan operasional yang matang dan koordinasi lintas stakeholder.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa peningkatan trafik saat ini menjadi indikator awal dimulainya fase arus balik. *Pergerakan yang mulai meningkat ini menandakan tren arus balik sudah berjalan. Kami terus memastikan kesiapan layanan, baik dari sisi operasional maupun fasilitas, untuk mengantisipasi lonjakan pada periode puncak,” ujarnya.

Dari sisi lapangan, General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, memastikan operasional berjalan optimal dengan skenario pengendalian yang adaptif. Adapun skema pengalihan kendaraan pada arus balik telah mulai diterapkan. Arus menuju Jawa dilayani melalui Pelabuhan Bakauheni untuk penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan I, II, III, IVA, VA, dan VIA.

Sementara itu, kendaraan golongan IVB, VB, dan VIB yang dikecualikan dari pembatasan operasional dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu. Adapun truk golongan VIB tiga sumbu, VII, VIII, dan IX yang masih dalam masa pembatasan diarahkan untuk menunggu di buffer zone maupun sejumlah rest area tol guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.

"Arus kendaraan masih dalam batas kapasitas layanan. Pola kedatangan cukup merata sehingga proses bongkar muat kapal berlangsung cepat tanpa hambatan berarti,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengelolaan layanan dermaga dilakukan secara fleksibel melalui skema multi-dermaga, baik untuk penumpang pejalan kaki maupun kendaraan, guna menjaga distribusi tetap merata dan ritme layanan stabil di tengah peningkatan volume.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa pengguna jasa diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan tidak menumpuk pada periode puncak.

“Pastikan telah membeli tiket melalui Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. Saat ini tidak ada penjualan tiket di pelabuhan, sehingga seluruh pengguna jasa wajib melakukan pembelian secara mandiri melalui kanal resmi,” tegasnya.

*Trafik Meningkat, Layanan Tetap Terkendali*

Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam pada HH, tercatat 146 trip kapal dengan total penumpang mencapai 51.751 orang atau meningkat 30,5% dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan mencapai 14.094 unit atau naik signifikan 45,3%.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada sepeda motor yang mencapai 5.248 unit atau meningkat 59,4%, diikuti kendaraan roda empat sebanyak 7.407 unit atau naik 27,9%. Sementara itu, kendaraan logistik tercatat 1.202 unit atau melonjak 189,6%, serta bus sebanyak 237 unit atau meningkat 19,7%.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga HH, jumlah penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 480.613 orang atau meningkat 5,8%, dengan total kendaraan 102.031 unit atau tumbuh 11,5%. Sebaliknya, trafik dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada Hari H tercatat 53.594 penumpang atau turun 4,3%, dengan total kendaraan 13.383 unit atau turun 5,7%. Namun secara kumulatif, pergerakan tetap menunjukkan tren positif dengan total penumpang mencapai 952.458 orang atau naik 1%, serta kendaraan sebanyak 253.049 unit atau meningkat 5,6%.

Di sisi lain, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pengelolaan arus balik harus dilakukan secara adaptif dan responsif terhadap dinamika di lapangan, termasuk optimalisasi kapasitas layanan dan penguatan buffer zone.

Dengan kesiapan operasional, penguatan digitalisasi layanan melalui Ferizy, serta sinergi seluruh pihak, layanan penyeberangan di lintasan Sumatera–Jawa diyakini akan terus mengalir lancar, aman, dan terkendali hingga periode puncak terlewati. (Is/Hms)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts