Tips aman mencegah kebakaran mobil saat mudik meliputi servis rutin (cek kebocoran bahan bakar/oli & kabel), membawa APAR di kabin, hindari parkir di dekat sumber panas/bahan mudah terbakar, dan tidak meninggalkan barang aerosol/powerbank di dasbor. Segera menepi dan evakuasi jika mencium bau hangus.
Pemerintah Kabupaten Lamsel
+4
Berikut adalah panduan detail untuk menjaga mobil aman dari kebakaran selama perjalanan mudik:
1. Persiapan Sebelum Berangkat (Pre-Trip)
Servis Kendaraan Rutin: Pastikan sistem bahan bakar, oli, dan kelistrikan diperiksa. Kebocoran kecil pada oli atau bahan bakar yang mengenai mesin panas dapat memicu kebakaran.
Cek Radiator: Pastikan air radiator cukup agar mesin tidak overheat, yang bisa melelehkan komponen plastik/karet.
Periksa Kabel: Pastikan tidak ada kabel yang terkelupas, longgar, atau instalasi listrik tambahan yang tidak standar.
Bawa APAR: Wajib membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) tipe Dry Chemical Powder di dalam mobil, tempatkan di lokasi yang mudah dijangkau.
Pemerintah Kabupaten Lamsel
+4
2. Selama Perjalanan (On-Trip)
Hindari Barang Berbahaya: Jangan meninggalkan kaleng aerosol (parfum, disinfektan), powerbank, atau pemantik api di dasbor atau area yang terkena matahari langsung.
Istirahat Berkala: Istirahatkan mesin dan pengemudi setiap 3 jam perjalanan untuk mencegah overheat.
Waspada Tanda Bahaya: Cium bau hangus, kabel terbakar, atau lihat asap? Segera menepi ke bahu jalan.
Aman saat SPBU: Matikan mesin, jangan merokok, dan jangan menelepon saat mengisi bahan bakar.
Damkar Lamsel
+4
3. Tindakan Darurat
Jangan Panik: Segera pinggirkan mobil, matikan mesin, dan ambil APAR.
Evakuasi Cepat: Keluarkan semua penumpang dan menjauh minimal 15-20 meter untuk menghindari ledakan.
Gunakan APAR: Jika api masih kecil, semprotkan APAR ke sumber api.
Damkar lamsel
+2
Dengan melakukan tindakan pencegahan di atas, risiko kebakaran mobil dapat diminimalisir sehingga mudik menjadi lebih aman dan nyaman.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar