LAMPUNG SELATAN - Memasuki 100 hari masa kerja jajaran direksi dan komisaris, BUMD Lampung Selatan Maju (Perseroda) mulai menunjukkan berbagai langkah strategis dalam mendorong transformasi perusahaan daerah menjadi entitas bisnis yang produktif, profesional, dan berdaya saing.
Direktur Utama BUMD Lampung Selatan Maju, Baiquni Sanjaya mengatakan capaian 100 hari kerja bukanlah hasil akhir, melainkan refleksi awal dari perjalanan panjang dalam mewujudkan transformasi BUMD sebagai penggerak ekonomi daerah.
“Capaian 100 hari ini menjadi langkah awal untuk membangun fondasi yang kuat. Fokus kami adalah melakukan penataan kelembagaan, memperkuat tata kelola perusahaan, serta mengoptimalkan unit-unit usaha strategis yang berpotensi memberikan nilai tambah bagi daerah,” ujar Baiquni kepada wartawan, Senin (9/3/2026).
Baiquni yang dilantik pada 9 Desember 2025 lalu mengusung strategi “Percepat Transformasi Bisnis dan Buka Peluang Ekonomi Daerah” guna mendorong BUMD Lampung Selatan Maju menjadi perusahaan daerah yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, dalam tiga bulan pertama manajemen BUMD lebih memprioritaskan penguatan fondasi perusahaan, baik dari sisi sistem kerja, tata kelola, maupun pengembangan unit usaha.
“Target kami jelas, BUMD harus hadir sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah,” imbuh mantan anggota DPRD Lampung Selatan periode 2019–2024 tersebut.
Pada tahap awal, manajemen BUMD melakukan sejumlah langkah strategis dalam memperkuat sistem pengelolaan perusahaan. Di antaranya penyusunan roadmap bisnis perusahaan, penataan organisasi berbasis prinsip Good Corporate Governance (GCG), penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta penguatan sistem administrasi, pelaporan, dan pengendalian internal.
Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting agar perusahaan daerah dapat berkembang secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Selain penguatan tata kelola, BUMD Lampung Selatan Maju juga mulai mengoptimalkan sejumlah unit usaha yang telah berjalan, di antaranya:
Pengelolaan parkir Mal Pelayanan Publik (MPP) Lampung Selatan
Layanan outsourcing Office Boy (OB) untuk instansi pemerintah
GWH Homestay sebagai layanan hunian dan penginapan. Platform e-commerce “Si-Muli”
Distribusi dan penjualan beras merek Pulon
Distribusi benih padi dan bibit jagung untuk mendukung sektor pertanian.
Selain itu, BUMD juga tengah menyiapkan beberapa unit usaha baru yang dinilai berpotensi mendukung pengembangan sektor ekonomi strategis daerah.
Dalam rangka memperluas peluang usaha, BUMD Lampung Selatan Maju juga mulai menjajaki berbagai kerja sama dengan sejumlah pihak.
Beberapa di antaranya meliputi kerja sama distribusi komoditas pangan, pengembangan teknologi informasi, penjajakan kemitraan dengan perusahaan di sektor energi dan logistik, hingga persiapan kerja sama pengelolaan layanan transportasi penumpang di kawasan Pelabuhan Bakauheni.
Selain itu, BUMD juga berupaya memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha lokal dan UMKM sebagai bagian dari strategi memperluas jaringan bisnis sekaligus meningkatkan potensi pendapatan perusahaan.
Ke depan, manajemen BUMD Lampung Selatan Maju akan lebih fokus pada penguatan unit usaha yang telah berjalan agar lebih produktif, sekaligus mengembangkan usaha pada sektor logistik, perdagangan, komoditas, dan jasa.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi salah satu prioritas agar pengelolaan BUMD semakin profesional.
“Kami optimistis BUMD Lampung Selatan Maju dapat menjadi perusahaan daerah yang sehat, mandiri, dan berdaya saing serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Baiquni.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, para mitra kerja, serta seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan BUMD Lampung Selatan Maju.
Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, BUMD Lampung Selatan Maju optimistis mampu menjadi salah satu lokomotif penggerak ekonomi daerah, sejalan dengan tagline perusahaan sebagai “Lokomotif Ekonomi Beranda Sumatera.”








Tidak ada komentar:
Posting Komentar