Portal Berita Online

Tampilkan postingan dengan label Bekasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bekasi. Tampilkan semua postingan

Ramadhan, Jam Operasional RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Seperti Biasa


Kota Bekasi – RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi komitmen memberikan pelayanan prima pada masyarakat. 

Hal ini terbukti, saat Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, di saat layanan publik lainnya membatasi atau mengurangi jam layanan, RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tetap melayani seperti biasa.

Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Dr. dr. Ellya Niken Prastiwi, MKM., MARS yang akrab di sapa dr. Niken mengungkapkan seluruh layanan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tidak ada perubahan jam layanan atau dalam kata lain tetap seperti biasa.

“Layanan rawat jalan seperti biasa, jam pendaftaran hari senin sampai kamis pukul 07:00 s/d 11:00, kemudian hari jumat dan sabtu pukul 07:00 s/d 10:00 WIB”, ungkapnya.

Lebih lanjut dr. Niken menjelaskan “untuk IGD kita juga tetap melayai 24 jam, tidak ada pengurangan jam kerja juga bagi pegawai, jadi pegawai bekerja tetap sesuai dengan jam kerja normal”.

“Layanan rutin lainnya seperti hemodialisa atau cuci darah tetap melayani seperti biasa yang sudah terjadwal, layanan hemodialisa buka 3 shift, bahkan saat ini sudah tersedia layanan hemodialisa pasien infeksius seperti hepatitis B dan HIV”, sambungnya.

“Untuk pengunjung lainnya seperti yang mau besuk juga sama masih seperti biasa, jam besuk di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi hanya di pukul 17:00 s/d 19:00”, jelasnya.

“Jadi untuk warga masyarakat Kota Bekasi yang membutuhkan layanan kesehatan ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid tidak perlu khawatir mengenai jam operasional yang berubah selama ramadhan”, pungkasnya.

Seperti diketahui media sosial RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi sangat aktif, jika ada pengumuman perubahan jam layanan atau pengumuman libur layanan masyarakat bisa mengaksesnya dengan mudah. (Adv) 

Share:

RSUD CAM Kota Bekasi Gandeng PMI Rutin Adakan Donor Darah


Kota Bekasi – RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (RSUD CAM) Kota Bekasi bekerjasama dengan PMI Kota Bekasi kembali menggelar kegiatan Donor Darah rutin setiap 3 bulan sebagai bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung ketersediaan stok darah bagi masyarakat khususnya di Kota Bekasi, Kamis (12/2/2026),


Dari kegiatan yang berlangsung di aula gedung A lantai 8 RSUD CAM, sebanyak 45 kantong labu darah berhasil dikumpulkan yang selanjutnya akan diolah sebelum distribusikan kepada pasien yang membutuhkan oleh PMI Kota Bekasi.


 Ketua Pelaksana Kegiatan, Iwan Kartiwan mengungkapkan ada 50 orang yang mendaftar atau calon pendonor, tetapi hanya 45 orang yang memenuhi syarat, jadi kegiatan kali ini hanya terkumpul 45 kantong darah yang terdiri dari 6 kantong golongan darah A, 14 kantong golongan darah B, 21 kantong golongan darah O, dan 4 kantong golongan darah AB.


“Seperti kegiatan donor sebelumnya golongan darah O menominasi dari golongan darah lainnya, ini sesuai dengan data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tercatat sebanyak 18 juta jiwa penduduk Indonesia memiliki golongan darah O,” ungkapnya.


Lebih lanjut Iwan menjelaskan, kegiatan donor ini berlaku umum, bebas untuk siapa saja yang mau ikut donor darah, bisa kita lihat ada koas, ada mahasiswa yang sedang praktek, bahkan ada pengunjung dan pengantar pasien.

"Tetapi memang lebih banyak pegawai RSUD CAM, karena mereka sudah ikut rutin kegiatan ini, " ujar dia. 


Persyaratan umum pendonor dari PMI ialah Usia 17-60 tahun, Berat badan minimal 45 kg, Temperatur tubuh 36,6 – 37,5 derajat Celcius, Tekanan darah baik yaitu sistole = 110-160 mmHg, diastole = 70-100 mmHg, Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50-100 kali/menit, Hemoglobin perempuan minimal 12 gram, sedangkan untuk laki-laki minimal 12,5 gram, Jumlah penyumbangan per tahun paling banyak 5 kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan.


Tahapan untuk donor darah yaitu pertama calon pendonor mengisi formulir, kemudian menimbang berat badan, periksa HB darah, periksa tensi, setelah semua disetujui barulah seorang pendonor ke bed yang telah disediakan untuk pengatafan atau pengambilan darah.


"Ayo kita peduli dengan sesama dengan donor darah, manfaat yang di dapat bagi kesehatan yaitu mendeteksi secara dini penyakit serius, menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah, hingga membantu menurunkan berat badan," ucap dia. (Hms)

Share:

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Kecewa, Serapan Anggaran DLH Sisakan Rp177 M


Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, mengungkapkan kekecewaannya terhadap realisasi serapan Anggaran dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi.

Di tengah sorotan terkait banyaknya permasalahan pengelolaan sampah yang ada di Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup tidak mampu menyerap seluruh anggaran renja yang sdh disepakati di APBD 2025.

Tercatat dari Alokasi anggaran Renja Dinas Lingkungan Hidup untuk tahun 2025 sebesar Rp540 M, per akhir Desember hanya terserap Rp 362 M atau hanya 73% saja dan menyisakan dana Rp 177 M yang belum terserap. Dan penyerapan yang paling rendah ada di program pengelolaan persampahan yang menyisakan anggaran Rp152 M yang tidak terserap.

Data ini di dapatkan dari hasil RDP monitoring dan evaluasi hasil kinerja OPD yang menjadi mitra komisi II pada tanggal 19 Desember Kemarin dan Dinas Lingkungan Hidup menjadi salah satunya yang kami panggil untuk melakukan pembahasan. Batas waktu cut off penyerapan anggaran hanya sampai tanggal 24 Desember dan Ketua Komisi II memastikan bahwa sampai batas akhir tahun realisasi anggarannya tidak mungkin mencapai 100 %.

Kekecewaan Latu bukan tanpa alasan, ia mengungkapkan bahwa persoalan Dinas Lingkungan Hidup ini sangat banyak, terutama terkait pengelolaan sampah, beberapa diantaranya adalah, longsoran sampah di TPA sumur batu dan TPA Bantar gebang akibat sdh overload nya sampah yang ditumpuk disana, belum lagi tembok pembatas di TPA Sumur Batu yang roboh dan sampai akhir tahun ini belum juga diperbaiki. Ditambah masalah pencemaran lingkungan dari sampah dan air lindi yang sampai ke warga serta segudang permasalahan lainnya yang menuntut untuk segera diselesaikan dengan tuntas.

Latu, mengatakan dana Rp177 M sisanya ini bisa dipergunakan untuk memperbaiki tembok pembatas TPA yang roboh, bisa untuk membeli armada truk sampah yang lebih layak, bisa utk memperbaiki sistem pengelolaan air lindi dari TPA sumur batu/Bantar Gebang, atau bisa untuk membeli excavator utk mengelola sampah atau bisa dibelikan ribuan gerobak motor (Baktor) sebagai sarana penunjang program Bank Sampah, Atau malah bisa dioptimalisasikan utk penunjang kegiatan Bank Sampah atau untuk membeli mesin pengelolaan sampah dengan sistem RDF yang ditaruh di tiap kecamatan.

Ketua Komisi II menegaskan agar untuk tahun 2026 hal seperti ini tidak terulang kembali. Pemerintah kota Bekasi harus lebih serius lagi dalam hal pengelolaan sampah terutama karena kota Bekasi sudah dalam level darurat sampah. Atensi dari presiden Prabowo yang akan membangun PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) atau PSEL (Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik) baru akan terealisasi paling cepat di tahun 2028. Untk sementara selama dua tahun sebelum hal itu terealisasikan kita masih harus berjibaku untuk memberikan solusi terkait banyaknya persoalan terkait hal ini. Jadi, Persiapkan perencanaan dengan baik dan matang, dan yang paling utama serapan anggarannya harus mampu terpenuhi sesuai dengan perencanaan yang ada.(lis)

Share:

RSUD CAM Kota Bekasi Gelar Workshop Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran


Kota Bekasi – Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan bencana kebakaran di lingkungan rumah sakit, RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (RSUD CAM) Kota Bekasi melalui Instalasi Diklatlitbang mengadakan Workshop Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Batch III.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari mulai hari ini kamis (20/11/2025) hingga jumat (21/11/2025) diikuti oleh Pegawai RSUD CAM, Pegawai Building Management, Petugas Parkir, hingga petugas tenant yang ada di lingkungan RSUD CAM Kota Bekasi.

Dalam sambutannya Kepala Instalasi Diklatlitbang Dr. Rony Setiawan, S.Psi., M.Si mengungkapkan kegiatan workshop ini merupakan kegiatan inhouse training, dengan jumlah peserta sebanyak 70 orang dan dilaksanakan selama dua hari, hari pertama adalah pemberian materi dan hari kedua praktek.

“Untuk hari pertama narasumber dari internal RSUD CAM Kota Bekasi yaitu sebanyak 3 narasumber dari K3LRS RSUD CAM, dan untuk hari kedua kami mengundang instruktur dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi”, terangnya.

“Kegiatan ini bersertifikasi SKP (Satuan Kredit Profesi) dan telah mendapatkan penetapan SKP dari Kementerian Kesehatan sebesar 3 SKP, dengan total keseluruhan jam pelajaran sebanyak 8 JP, dan nantinya para peserta akan mendapatkan sertifikat setelah dua hari mengikuti kegiatan workshop ini”, jelasnya.

Sementara itu Kepala Bagian Kesekretariatan Mayasin, SE yang mewakili Direktur RSUD CAM membuka kegiatan ini mengungkapkan “keselamatan merupakan proritas utama dalam setiap pelayanan kesehatan, rumah sakit memiliki potensi risiko yang cukup besar terhadap berbagai bahaya, salah satunya bahaya kebakaran, oleh sebab itu upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran menjadi tanggung jawab kita bersama, khusunya civitas hospitalia RSUD CAM Kota Bekasi”.

Lebih lanjut Mayasin menjelaskan workshop ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen RSUD CAM dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan seluruh pegawai dalam menghadapi potensi kebakaran, menumbuhkan budaya keselamatan kerja dan kepedulian terhadap lingkungan, memastikan setiap individu memahami prosedur evakuasi, penggunaan alat pemadam, serta langkah-langkah mitigasi risiko.

Materi yang dijelaskan dalam kegiatan ini meliputi alat proteksi kebakaran, teknik pemadaman api, teori tentang api, teknik evakuasi, dan ditutup dihari kedua dengan praktek pemadaman api.

Tujuan umum dilaksanakannya kegiatan wokshop ini adalah agar para peserta mampu berperan serta dalam pengendalian kebakaran atau pemadaman api khusunya yang terjadi di lingkungan RSUD CAM Kota Bekasi. (Adv)

Share:

Terima Aspirasi, Ketua DPRD Bekasi Duduk Lesehan Di Jalan Bersama Mahasiswa


BEKASI – Pada hari Senin, 1 September 2025, suasana damai dan penuh kehangatan tercipta di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi saat Ketua DPRD, Dr. Sardi Efendi, S.Pd., M.M., bersama jajaran Pemerintah Kota Bekasi, menerima aksi demonstrasi dari perwakilan mahasiswa. Uniknya, pertemuan ini tidak berlangsung secara formal, melainkan dengan cara lesehan yang menunjukkan semangat "berdiri sama tinggi, duduk sama rendah."

Aksi yang berlangsung dengan tertib dan damai ini mendapat sambutan baik dari berbagai pihak. Ketua DPRD Kota Bekasi, yang didampingi oleh Wali Kota Bekasi, Wakil Wali Kota Bekasi, serta Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Metro Bekasi Kota, secara langsung duduk lesehan bersama para mahasiswa untuk mendengarkan setiap aspirasi yang disampaikan.

Ketua DPRD Kota Bekasi juga menambahkan bahwa apa yang disampaikan oleh mahasiswa akan menjadi catatan penting bagi pihak legislatif dan eksekutif untuk ditindaklanjuti. Wali Kota Bekasi juga turut memberikan dukungan.

Aksi lesehan ini menjadi simbol kebersamaan dan kesetaraan antara wakil rakyat dan masyarakat yang diwakilinya. Dengan duduk bersama di lantai, sekat-sekat formalitas seolah hilang, digantikan oleh dialog yang tulus dan jujur.

Pihak kepolisian melalui Kabag Ops Polres Metro Bekasi Kota juga mengapresiasi ketertiban dan kedamaian yang terjaga selama aksi berlangsung dengan situasi kondusif menunjukkan bahwa sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan aparat keamanan sangat baik.

Kondisi aman karena forkompimda kota bekasi yang solid, warganya semagat menjaga kota bekasi dan ini merupakan kerjasama semua stake holder kota bekasi

Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk terus menjalin komunikasi yang intensif guna membahas lebih lanjut aspirasi yang telah disampaikan. Semangat kolaborasi dan dialog damai diharapkan dapat terus menjadi landasan dalam setiap penyelesaian masalah di Kota Bekasi. (Lis)

Share:

Keren!!! Kalimalang Disulap Jadi Destinasi Wisata Air


Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan peletakan batu pertama perencanaan Wisata Air dan Kargo Kuliner Kalimalang Bekasi, nantinya wilayah tersebut diproyeksikan menjadi destinasi wisata air yang dapat dinikmati oleh masyarakat setempat.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, proyeksi pembangunan Wisata Air di Kalimalang, Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi telah mendapatkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Mizu.

"Nilainya kurang lebih Rp 36 Miliar di dalam rangka memulai jembatan. Dengan, nantinya Pemerintah Kota Bekasi akan menyiapkan Rp 30 Miliar untuk membangun pendestriannya. Mudah-mudahan sisa pembangunannya bisa sampai ke Kota Bintang bisa kita selesaikan tahun depan," ucap dia saat ditemui disekitaran wilayah Bekasi Selatan, Kamis (21/08/2025).

Ia menjelaskan, proyeksi pembangunan Wisata Air tersebut, diinformasikan Pemkot Bekasi juga akan mendapatkan tambahan dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 60 Miliar.

"Dengan, nantinya ada sebanyak 13 Jembatan disepanjang area Kalimalang akan kita bongkar. Kemudian, 5 jembatan akan kita bangun. Kemudian bentuknya melengkung, supaya tadi sesuai dengan apa yang kita gambarkan dan ada penambahan beberapa lampu penerangan dan kapal-kapal," sambungnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa pihaknya sedari dulu sejak masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta kerap kali menyambangi Kota Bekasi.

Saat itu, Politikus Ulung Asal Partai Gerindra memiliki cita-cita untuk merubah area sekitaran Kalimalang, menjadi destinasi air potensial.

"Saya selalu memandang Kalimalang saya bilang suatu saat terjadi Gubernur saya rapihin nih. Nah ternyata seluruh omongan saya ditangkap dengan cepat oleh Walikota," imbuhnya.

Ia menilai, bahwa pihaknya adalah orang yang belajar tentang sejarah tarumanegara. Dimana, Tarumanegara  orang tua dulu itu sudah ngerti tentang peradaban air bagaimana Sungai yang menjadi sumber kehidupan, Bagaimana Sungai menjadi sumber transportasi, Bagaimana sungai untuk menyelesaikan problem banjir.

"Sehingga ilmunya cuma dua sungai dan Rawa Bekasi itu, kalau bisa mengurus Sungai menjaga Rawa. Bekasi enggak akan banjir, nah kemudian tugas saya apalagi beresin hulunya dan ini bisa menjadi wisata baru yang dapat dinikmati masyarakat Kota Bekasi pada khususnya," tuturnya. (Lis)

Share:

Catat!!! Sekretariat DPRD Kota Bekasi Luncurkan Inovasi untuk Optimalkan Fasilitasi Pokir DPRD


Bekasi, 20 Agustus 2025 — Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi fasilitasi tugas dan fungsi DPRD, Sekretariat DPRD Kota Bekasi memperkenalkan sebuah inovasi strategis yang berfokus pada optimalisasi proses input dan verifikasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Inovasi ini digagas oleh Sekretaris DPRD Kota Bekasi sebagai bagian dari proyek kepemimpinan yang sedang dijalani dalam Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (Diklat PKN-2).

Pokok-pokok pikiran DPRD merupakan instrumen krusial dalam menjaring aspirasi masyarakat yang kemudian menjadi masukan penting bagi dokumen perencanaan pembangunan daerah. Namun, proses fasilitasi dan verifikasi yang seringkali memakan waktu menjadi tantangan tersendiri bagi Sekretariat. Menanggapi hal ini, Sekretariat DPRD Kota Bekasi meluncurkan dua inisiatif utama:
1. Penguatan Regulasi: Sekretariat DPRD telah menyusun sebuah Pedoman Fasilitasi Pokok-Pokok Pikiran DPRD dalam bentuk draf Peraturan Wali Kota (Perwal). Pedoman ini secara spesifik mengatur peran dan fungsi Sekretariat DPRD dalam melakukan verifikasi terhadap pokir, memastikan setiap aspirasi yang disampaikan telah terdata dengan akurat dan sesuai prosedur.
2. Pengembangan Sistem Digital: Bersamaan dengan penguatan regulasi, Sekretariat DPRD juga mengembangkan sistem informasi terpadu yang dirancang untuk mempercepat alur kerja fasilitasi dan verifikasi pokir. Sistem ini akan meminimalisir kesalahan manual dan mempercepat proses, dari tahap penyerapan aspirasi oleh anggota DPRD hingga verifikasi oleh tim Sekretariat.

Sekretaris DPRD Kota Bekasi menyatakan bahwa inovasi ini bertujuan untuk menciptakan alur kerja fasilitasi yang lebih efektif dan efisien. "Dengan adanya penguatan regulasi dan pengembangan sistem ini, kami berharap Sekretariat DPRD dapat memfasilitasi pokok-pokok pikiran DPRD dengan lebih optimal. Ini bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang memastikan setiap aspirasi masyarakat dapat terakomodasi dengan baik dalam dokumen perencanaan daerah," ujarnya.

Langkah strategis ini sejalan dengan tugas pokok Sekretariat DPRD untuk membantu kelancaran fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD. Didukung oleh 147 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersebar di empat bagian dan dua sub-bagian, Sekretariat DPRD Kota Bekasi berkomitmen untuk terus berinovasi demi terwujudnya pemerintahan yang responsif dan akuntabel.

Inovasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki proses internal Sekretariat, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara DPRD, perangkat daerah terkait, dan masyarakat. Pada akhirnya, tersusunnya pokok-pokok pikiran yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat akan menjadi fondasi bagi pembangunan daerah yang lebih terarah dan bermanfaat bagi seluruh warga. (Lis)

Share:

2025 PT Sinergi Patriot Bekasi Raih Penghargaan BUMD Pengendalian Piutang Pelanggan Terbaik


Kota Bekasi - PT Sinergi Patriot Bekasi (Perseroda) meraih penghargaan prestisius dari Pertamina Pertagas Niaga dalam ajang City Gas Excellence Awards 2025 sebagai BUMD Pengelola Jaringan Gas Alam dengan Kategori Pengendalian Piutang Pelanggan Terbaik.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mampu menjaga performa pelayanan sekaligus meningkatkan kepatuhan pembayaran pelanggan. Dalam hal ini, SPB dinilai berhasil menjalankan pengelolaan sistem distribusi gas rumah tangga secara efisien dan bertanggung jawab.

Plt. Direktur PT Sinergi Patriot Bekasi, Andrik, menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut. Ia menyebut, pencapaian ini tidak terlepas dari peran aktif dan dukungan penuh Pemerintah Kota Bekasi, khususnya Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, yang selama ini memberikan arahan dan dorongan strategis kepada SPB.

“Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan jaringan gas rumah tangga di Kota Bekasi. Kami berharap pengembangan jaringan gas ini dapat terus ditingkatkan ke depannya,” ujar Andrik di sela acara penerimaan penghargaan di Plaza Pemkot Bekasi.

SPB sendiri merupakan BUMD energi yang memiliki unit usaha pengelolaan Jaringan Gas Rumah Tangga (Jargas) di Kecamatan Rawa Lumbu. Unit ini dikelola oleh anak usaha SPB, yaitu Sinergi Patriot Tangguh (SPT), dengan sistem distribusi yang memanfaatkan jaringan pipa gas milik negara (Pertamina Pertagas Niaga).

Andrik menjelaskan bahwa tugas utama SPB mencakup operasional, pemeliharaan, dan pengembangan jaringan gas rumah tangga. Meski saat ini jaringan baru melayani sekitar 5.000 pelanggan, kehadirannya dinilai sangat membantu masyarakat karena menawarkan harga terjangkau serta distribusi gas yang stabil dan efisien.

“Warga tidak perlu lagi repot membeli gas di warung. Sekali pasang, layanan langsung bisa dinikmati. Ini menjadi salah satu bentuk nyata pelayanan publik berbasis energi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tambah Andrik.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turut mengapresiasi kinerja SPB. Menurutnya, BUMD di Kota Bekasi saat ini telah menunjukkan transformasi signifikan dengan berbagai capaian di tingkat nasional.

“Ini menunjukkan bahwa BUMD kita telah berbenah dan mampu bersaing. Saya harap ke depan SPB tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, tetapi juga berkontribusi sebagai penyokong Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Tri Adhianto.

Dengan capaian ini, SPB semakin mempertegas peran strategisnya sebagai mitra pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan publik di bidang energi yang profesional, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. (*)

Share:

Panen Hadiah Simpedes BRI KC Cikarang Beri Mobil, Motor & TV untuk Nasabah Setia

 


Cikarang,  – BRI Kantor Cabang Cikarang kembali menggelar acara Panen Hadiah Simpedes (PHS) sebagai bentuk apresiasi kepada para nasabah setia. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu pagi pukul 09.00–12.00 di Meikarta District 1 ini berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan nasabah, serta diwarnai dengan pengundian hadiah spektakuler.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran BRI KC Cikarang, termasuk Pimpinan Cabang (Pinca) Omang Solehudin, para manajer, kepala unit, mantri, serta perwakilan dari Kantor Cabang Pembantu (KCP). Hadir pula Regional Micro Banking Head Regional 7 Jakarta 2, Komaryati Diat Anggerawati, saksi dari notaris, pihak kepolisian, serta perwakilan dari Kementerian Sosial dan Dinas Sosial setempat.

Dalam sambutannya, Pinca BRI KC Cikarang, Omang Solehudin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud penghargaan kepada nasabah yang terus mempercayakan layanan keuangan mereka kepada BRI, khususnya melalui produk Tabungan Simpedes.

“PHS adalah bentuk apresiasi kepada nasabah kami. Selain menabung, nasabah juga dapat menikmati berbagai layanan unggulan BRI seperti fasilitas pinjaman, Brimo, QRIS, Qlola dan layanan digital lainnya,” ujarnya.

PHS merupakan program undian berhadiah yang diadakan secara rutin dua kali dalam setahun, di mana nasabah dengan saldo minimal tertentu akan mendapatkan kupon undian dan kesempatan untuk membawa pulang berbagai hadiah menarik.

UMKM binaan KC Cikarang juga turut memeriahkan acara dengan membuka stand kuliner dan produk lokal di lokasi acara, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Deretan Hadiah Spektakuler
Puncak acara ditandai dengan pengundian hadiah utama, termasuk:
• Grand Prize 1 unit Suzuki Ertiga – dimenangkan oleh Haryanti dari nasabah Unit Pasir Gombong
• Grand Prize 1 unit Suzuki Carry Pick Up
• 3 unit Yamaha Mio
• 4 unit TV LG 43”
• 9 unit TV LG 32”
Rasa haru dan bahagia terpancar dari wajah para pemenang. Dalam komentarnya, pemenang Grand Prize Haryanti mengucapkan rasa syukurnya.

“Terima kasih kepada BRI atas acara yang luar biasa ini. Semoga makin banyak yang menabung di BRI dan semakin banyak juga yang mendapatkan hadiah seperti saya,” ucapnya penuh semangat.

Acara juga dimeriahkan oleh hiburan musik, pembagian doorprize, dan antusiasme tinggi dari para nasabah yang hadir.

Melalui PHS, BRI berharap semakin banyak masyarakat yang teredukasi untuk menabung dan memanfaatkan layanan perbankan secara optimal. Dengan semangat "Melayani Dengan Setulus Hati", BRI terus berkomitmen menghadirkan layanan terbaik untuk seluruh nasabah di Indonesia.

Share:

RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Gelar Seleksi Rekrutmen Satuan Pengawas Internal (SPI) BLUD


Kota Bekasi,  – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi kembali membuka seleksi rekrutmen untuk posisi Satuan Pengawas Internal (SPI) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Proses seleksi ini dibuka melalui dua jalur pendaftaran, yakni daring melalui website resmi rumah sakit dan secara manual.

Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Dr. dr. Kusnanto Saidi, MARS, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang telah mendaftar dan mengikuti seleksi. Dalam sambutannya, dia menekankan pentingnya peran SPI dalam mendukung pelaksanaan program dan pengawasan internal rumah sakit.

“Saya berharap hari ini peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian tes dengan baik. Ada tes tulis, wawancara, dan juga presentasi mengenai pengetahuan tentang rumah sakit dan BLUD. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang telah bersedia membantu kami dalam program ini. Mohon maaf apabila ada kekurangan dalam penyelenggaraan,” ujarnya, Selasa 23 April 2025

Wakil Direktur Umum dan Keuangan, Yuli Swastiawati, S.H, M.Si, menjelaskan bahwa seleksi kali ini diikuti oleh 12 peserta dari total 13 pendaftar, setelah satu orang menyatakan mengundurkan diri secara langsung kepada direktur.

Tes yang dilaksanakan meliputi tes kompetensi yang berfokus pada pemahaman terhadap BLUD, kelembagaan rumah sakit, serta manajemen. Peserta diberikan 30 soal pilihan ganda dengan durasi 45 menit. Setelah itu, peserta mempresentasikan pemahaman mereka mengenai peran SPI dalam bentuk slide yang telah dikirimkan sebelumnya melalui email rumah sakit. Durasi presentasi dibatasi selama 10 menit.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi wawancara oleh tim asesor independen yang berasal dari Universitas Islam “45” Bekasi (Unisma Bekasi), dari Program Studi Manajemen dan Psikologi. Wawancara mencakup pertanyaan mengenai motivasi, kompetensi, dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai SPI, dengan durasi antara 5 hingga 10 menit.

“Soal tes telah disiapkan dan disegel, serta baru akan dibuka saat kegiatan dimulai. Selama pelaksanaan, seluruh alat komunikasi peserta dikumpulkan kepada panitia. Tes tulis dimulai pukul 08.30 WIB,” tambah Yuli.

Berdasarkan ketentuan Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 133 Tahun 2019, dari 12 peserta, akan dipilih maksimal 7 orang untuk mengisi posisi SPI. Peserta yang belum berhasil lolos seleksi kali ini masih memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi berikutnya, selama memenuhi persyaratan administrasi yang ditetapkan.

Salah satu peserta seleksi menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya peran SPI dalam rumah sakit.

“Prinsipnya, SPI bertugas membantu dalam melakukan pengawasan terhadap kepatuhan seluruh prosedur dan SOP di rumah sakit, termasuk pengawasan terhadap kegiatan keuangan dan review laporan. Kami juga memberikan masukan kepada direktur serta mengawasi perencanaan dan sumber daya manusia,” ungkapnya.

Peserta tersebut juga menekankan pentingnya kerja tim dalam menjalankan tugas SPI dan menyatakan bahwa, apabila terpilih, langkah pertama yang akan dilakukan adalah menyusun rencana kerja dan melakukan koordinasi yang efektif.

Turut hadir dalam acara ini Nurjamil, SKM., M.Epid selaku Kepala Bagian Kesekretariatan dan Yeyet Nurhayati, SH selaku Sub Koordinator Hukum, Publikasi, dan Informasi.

Share:

Kontroversi UU TNI, Ketua DPRD Kota Bekasi Terima Audiensi BEM Ubhara


Kota Bekasi – Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, menerima audiensi dari lima mahasiswa perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara) di Gedung DPRD Kota Bekasi, hari ini.


Dalam pertemuan tersebut, Ketua BEM Ubhara, Hernanda, menyampaikan keprihatinannya terhadap Undang-Undang TNI yang telah disahkan. Ia menilai terdapat sejumlah pasal kontroversial yang perlu dikaji ulang, bahkan mengusulkan agar dilakukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi.


"Beberapa aspirasi kami yang sempat disuarakan saat aksi pada 4 Maret lalu telah diterima oleh anggota dewan, Bu Adhelia, dan telah ditindaklanjuti. Hari ini, kami membawa hasil kajian lanjutan yang lebih konkret," ungkap Hernanda.


Ia juga menambahkan bahwa DPRD Kota Bekasi telah menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi penyusunan rekomendasi resmi kepada pemerintah pusat dan DPR RI, sebagai tindak lanjut dari aspirasi dan hasil kajian yang disampaikan mahasiswa.


Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, menyambut positif aspirasi tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan partisipasi aktif mahasiswa dalam menyuarakan isu-isu strategis nasional.


"Kami sangat menghargai semangat kritis dan konstruktif dari rekan-rekan mahasiswa. Ini adalah bagian dari proses demokrasi yang sehat," ujarnya.


Dr. Sardi juga menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi supremasi sipil sebagai bentuk penguatan prinsip demokrasi dan kedaulatan rakyat. Ia berjanji akan menindaklanjuti isu yang diangkat mahasiswa dalam pembahasan lebih lanjut di lingkungan DPRD Kota Bekasi. (Adv) 

Share:

DKM Rahmatusyifa RSUD CAM Bantu Korban Banjir Hingga Rutin Berbagi Makanan Berbuka


Kota Bekasi – Dibulan Ramadhan yang penuh berkah, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Rahmatusyifa RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid menyalurkan titipan bantuan dari pegawai RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid untuk Korban Banjir, Selasa (18/3/2025).

Bekerjasama dengan Yayasan Bina Yatim Dhuafa, bantuan logistik berupa sajadah, sarung, mukena, al-quran hingga kurma dan air mineral akan disalurkan ke masjid-masjid serta yayasan yang terdampak banjir 4 maret 2025 lalu.


Selain bantuan tersebut, DKM Rahmatusyifa juga memberikan makanan berbuka untuk santri asrama peduli yatim dan berbagi makanan berbuka rutin untuk keluarga pasien dan jamaah Masjid Rahmatusyifa di RSUD dr. Chasbullah Andulmadjid.


Rianto Rakasiwi salah satu panitia kegiatan Ramadhan mengungkapkan, makanan berbuka ini rutin dibagikan selama bulan ramadhan di Masjid Rahmatusyifa dengan jumlah kurang lebih sebanyak 70 paket setiap harinya.


Sementara itu ketua DKM Rahmatusyifa dr. Akhmad Addairrobie Kartawinata atau yang akrab disapa dr. Robbie mengungkapkan DKM Rahmatusyifa telah mengagendakan beberapa kegiatan ramadhan, seperti mengadakan shalat tarawih, kajian pekan online, pembagian makan sahur di akhir ramadhan, hingga pemberian hadiah untuk putra putri pegawai RSUD yang menghafal Al-Quran.


“Pemberian makan sahur dijadwalkan pada pekan terakhir ramadhan, dengan pertimbangan dipekan terakhir ramadhan sulit mencari pedagang yang berjualan saat sahur, karena kebanyakan pedagang sudah mudik”, ungkapnya.


“Untuk kegiatan apresiasi pemberian hadiah putra putri pegawai yang menghafal Al-Quran dijadwalkan Sabtu, 22 Maret mendatang dengan beberapa kategori mulai kategori TK, SD kelas 1-3, SD kelas 4-6, dan SMP”, sambungnya.


Lebih lanjut dr. robbie menjelaskan kegiatan gebyar ramadhan seperti yang dijelaskan merupakan agenda rutin DKM Rahmatusyifa setiap bulan ramadhan, tak lupa dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada donatur, pegawai RSUD CAM, dan jamaah Masjid Rahmatusyifa yang telah membantu mensukseskan kegiatan gebyar ramadhan ini.

“Tujuan dari kegiatan Gebyar Ramadhan ini adalah untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan dengan kegiatan Islami yang positif, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah”, pungkasnya. (Oji-HPI)

Share:

RSUD Kota Bekasi Luncurkan Berbagai inovasi Layanan untuk Permudah Masyarakat


Kota Bekasi – RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (RSUD CAM) Kota Bekasi atau lebih dikenal dengan nama RSUD Kota Bekasi telah meluncurkan berbagai inovasi layanan untuk mempermudah masyarakat menerima layanan kesehatan.


Berbagai inovasi layanan telah diluncurkan oleh RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dari mulai tahun 2018 hingga saat ini, salah satunya adalah Sistem Berobat Jalan Online atau yang disingkat SIBEROJOL.


SIBEROJOL merupakan layanan pendaftaran online untuk rawat jalan atau poliklinik di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid yang dapat diakses melalui laman website https://www.siberojol.rsudcam.id/ sehingga pasien tidak perlu mengantri lama untuk daftar.


Selain untuk pendaftaran online dan cek jadwal dokter, SIBEROJOL terus berkembang dengan menambah beberapa fitur pendukung layanan seperti tracking pengantaran obat SITARO (Siap Antar Obat) yang merupakan layanan pengantaran obat GRATIS ke rumah pasien dengan jangkauan 12 kecamatan di Kota Bekasi.


Pengembangan fitur SIBEROJOL lainnya adalah Hasil Radiologi yang dapat diakses secara online, fitur ini diberi nama SAHRONI (Sistem Administrasi dan Hasil Radiologi Online Inovatif), selain itu juga Hasil Laboratorium dapat diakses melalui online pada SIBEROJOL ini.


Layanan SIBEROJOL ini dapat dinikmati oleh pasien RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid baik pasien baru maupun pasien lama, dan untuk pasien baru wajib memiliki nomor rekam medis terlebih dahulu yang dapat di akses melalui SIBEROJOL.


Untuk memasuki laman SIBEROJOL pasien diminta memasukkan nomor rekam medis dan tanggal lahir dengan format (Tahun Lahir – Bulan Lahir – Tanggal Lahir).


Inovasi layanan terbaru dari RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid yang baru saja di launching akhir tahun 2023 lalu adalah layanan pengantaran pasien pulang rawat inap dengan nama layanan SIPABOLANG (Siap Antar Pasien Boleh Pulang).


Jadi, dengan adanya Inovasi layanan tersebut semakin mudah pasien untuk berobat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. (Oji-HPI)

Share:

DKM Rahmatusyifa RSUD CAM Bantu Korban Banjir Hingga Rutin Berbagi Makanan Berbuka


Kota Bekasi – Dibulan Ramadhan yang penuh berkah, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Rahmatusyifa RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid menyalurkan titipan bantuan dari pegawai RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid untuk Korban Banjir, Selasa (18/3/2025).


Bekerjasama dengan Yayasan Bina Yatim Dhuafa, bantuan logistik berupa sajadah, sarung, mukena, al-quran hingga kurma dan air mineral akan disalurkan ke masjid-masjid serta yayasan yang terdampak banjir 4 maret 2025 lalu.


Selain bantuan tersebut, DKM Rahmatusyifa juga memberikan makanan berbuka untuk santri asrama peduli yatim dan berbagi makanan berbuka rutin untuk keluarga pasien dan jamaah Masjid Rahmatusyifa di RSUD dr. Chasbullah Andulmadjid.



Rianto Rakasiwi salah satu panitia kegiatan Ramadhan mengungkapkan, makanan berbuka ini rutin dibagikan selama bulan ramadhan di Masjid Rahmatusyifa dengan jumlah kurang lebih sebanyak 70 paket setiap harinya.


Sementara itu ketua DKM Rahmatusyifa dr. Akhmad Addairrobie Kartawinata atau yang akrab disapa dr. Robbie mengungkapkan DKM Rahmatusyifa telah mengagendakan beberapa kegiatan ramadhan, seperti mengadakan shalat tarawih, kajian pekan online, pembagian makan sahur di akhir ramadhan, hingga pemberian hadiah untuk putra putri pegawai RSUD yang menghafal Al-Quran.


“Pemberian makan sahur dijadwalkan pada pekan terakhir ramadhan, dengan pertimbangan dipekan terakhir ramadhan sulit mencari pedagang yang berjualan saat sahur, karena kebanyakan pedagang sudah mudik”, ungkapnya.


“Untuk kegiatan apresiasi pemberian hadiah putra putri pegawai yang menghafal Al-Quran dijadwalkan Sabtu, 22 Maret mendatang dengan beberapa kategori mulai kategori TK, SD kelas 1-3, SD kelas 4-6, dan SMP”, sambungnya.


Lebih lanjut dr. robbie menjelaskan kegiatan gebyar ramadhan seperti yang dijelaskan merupakan agenda rutin DKM Rahmatusyifa setiap bulan ramadhan, tak lupa dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada donatur, pegawai RSUD CAM, dan jamaah Masjid Rahmatusyifa yang telah membantu mensukseskan kegiatan gebyar ramadhan ini.


“Tujuan dari kegiatan Gebyar Ramadhan ini adalah untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan dengan kegiatan Islami yang positif, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah”, pungkasnya. (Oji-HPI)

Share:

RSUD Kota Bekasi Luncurkan Berbagai inovasi Layanan untuk Permudah Masyarakat


Kota Bekasi – RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (RSUD CAM) Kota Bekasi atau lebih dikenal dengan nama RSUD Kota Bekasi telah meluncurkan berbagai inovasi layanan untuk mempermudah masyarakat menerima layanan kesehatan.


Berbagai inovasi layanan telah diluncurkan oleh RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dari mulai tahun 2018 hingga saat ini, salah satunya adalah Sistem Berobat Jalan Online atau yang disingkat SIBEROJOL.



SIBEROJOL merupakan layanan pendaftaran online untuk rawat jalan atau poliklinik di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid yang dapat diakses melalui laman website https://www.siberojol.rsudcam.id/ sehingga pasien tidak perlu mengantri lama untuk daftar.


Selain untuk pendaftaran online dan cek jadwal dokter, SIBEROJOL terus berkembang dengan menambah beberapa fitur pendukung layanan seperti tracking pengantaran obat SITARO (Siap Antar Obat) yang merupakan layanan pengantaran obat GRATIS ke rumah pasien dengan jangkauan 12 kecamatan di Kota Bekasi.


Pengembangan fitur SIBEROJOL lainnya adalah Hasil Radiologi yang dapat diakses secara online, fitur ini diberi nama SAHRONI (Sistem Administrasi dan Hasil Radiologi Online Inovatif), selain itu juga Hasil Laboratorium dapat diakses melalui online pada SIBEROJOL ini.


Layanan SIBEROJOL ini dapat dinikmati oleh pasien RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid baik pasien baru maupun pasien lama, dan untuk pasien baru wajib memiliki nomor rekam medis terlebih dahulu yang dapat di akses melalui SIBEROJOL.


Untuk memasuki laman SIBEROJOL pasien diminta memasukkan nomor rekam medis dan tanggal lahir dengan format (Tahun Lahir – Bulan Lahir – Tanggal Lahir).


Inovasi layanan terbaru dari RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid yang baru saja di launching akhir tahun 2023 lalu adalah layanan pengantaran pasien pulang rawat inap dengan nama layanan SIPABOLANG (Siap Antar Pasien Boleh Pulang).


Jadi, dengan adanya Inovasi layanan tersebut semakin mudah pasien untuk berobat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. (Oji-HPI)

Share:

Terus Berinovasi, RSUD CAM Kota Bekasi Komitmen Berikan Layanan Prima


Kota Bekasi – RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (RSUD CAM) Kota Bekasi atau yang lebih dikenal dengan RSUD Kota Bekasi terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, kali ini yang menjadi fokus adalah konsep Green Hospital (Rumah Sakit Hijau).


Hari ini, Rabu (26/2/2025) Direktur RSUD CAM Kota Bekasi Dr. dr. Kusnanto Saidi, MARS mengajak seluruh civitas hospitalia untuk berkomitmen menjadikan RSUD CAM berkonsep Green Hospital dengan menandatangani komitmen bersama di aula gedung A RSUD CAM.


Penandatangan komitmen ini adalah bentuk nyata dari RSUD CAM Kota Bekasi untuk terus melangkah menuju Green Hospital seperti tema HUT RSUD CAM ke-86 yang jatuh pada 4 Februari 2025 lalu dengan gerakan penanaman pohon atau penghijauan lingkungan rumah sakit.


Green Hospital ini merupakan transformasi keberlanjutan dalam pelayanan kesehatan untuk meminimalkan dampak lingkungan, meningkatkan efisiensi sumber daya, dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi pasien, staf, dan masyarakat seperti efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan penggunaan teknologi ramah lingkungan.


Kusnanto mengungkapkan untuk mengurangi konsumsi energi, dirinya membentuk satgas polisi energi yang bertugas mengontrol penghematan penggunaan listrik di lingkungan RSUD CAM, dan menggunakan sistem pencahayaan hemat energi, penggunaan lampu LED, serta kontrol pencahayaan otomatis.


“Untuk pengelolaan limbah nantinya akan kita pilah, selain sampah medis dan non medis nanti ada pemilahan seperti sampah organik, anorganik, B3, daur ulang, dan residu, jika memungkinkan nantinya kita bisa budidaya maggot”, terangnya.


“Setelah pencanangan dan penandatanganan komitmen ini mari sama-sama kita biasakan dari diri kita sendiri untuk pemilahan sampah, membawa tumbler untuk tempat minum, mengurangi sampah plastik, dan jaga lingkungan bisa dengan menanam pohon, menanam tanaman apotik hidup dan sejenisnya”, ajaknya.


“Selain dari pencanangan dan penandatangan komitmen, kita sudah menyusun project timeline green hospital RSUD CAM dan akan dievaluasi pelaksanaannya oleh direksi setiap triwulan, ini merupakan wujud keseriusan kami untuk terus melangkah menuju green hospital“, tutupnya.


Manfaat ekonomi yang didapat dari konsep green hospital ini adalah penghematan biaya dengan pengurangan konsumsi energi serta pengelolaan limbah yang efisien, selain itu dengan lingkungan yang bersih dapat meningkatkan kesehatan pasien dan staf, hingga mengurangi infeksi di rumah sakit. (ADV) 



Share:

Warga Perumahan Karyawan RSUD Kota Bekasi Tuntut Sertifikat Rumah yang Tak Kunjung Terbit Setelah 6 Tahun


 Lussi Rusdiyanti (41), seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh di salah satu perusahaan di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tengah memperjuangkan haknya atas sertifikat rumah yang belum diterbitkan, meskipun telah melunasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Bank BTN Cabang Kelapa Gading Square sejak tahun 2019.


Lussi, yang saat ini tinggal di Perumahan Griya Husada Asri, Cijengkol, Setu, membeli rumah tersebut melalui skema KPR pada 7 Oktober 2015 dengan harga Rp 295 juta. Awalnya, ia mencicil selama tiga tahun, hingga akhirnya pada 9 Januari 2019, ia mendapatkan rezeki untuk melunasi KPR lebih awal, pada angsuran ke-38. Namun, hingga kini, sertifikat kepemilikan tanah dan bangunan yang seharusnya ia terima tak kunjung diberikan.


Perumahan ini awalnya dibangun untuk kebutuhan perumahan karyawan RSUD Kota Bekasi. . Namun, seiring berjalannya waktu, mungkin karena jaraknya yang jauh antara perumahan di Cijengkol, Setu, dengan tempat kerja di RSUD Kota Bekasi, sebagian unit perumahan dijual ke masyarakat umum. Lussi bukan pegawai RSUD Kota Bekasi, melainkan warga umum yang membeli unit di perumahan ini. Perumahan ini juga telah beberapa kali berganti developer, dengan yang terakhir adalah PT. Cipta Mukti Lestari. Saat Lussi membeli unit rumahnya pada tahun 2015, ketua koperasi masih dijabat oleh dr. Apifuddin Ahmad. Meskipun ia tidak mengetahui siapa developer sebelumnya, saat dirinya membeli rumah, developer yang menangani adalah PT. Cipta Mukti Lestari. Di blok tempat tinggalnya, terdapat tiga orang yang juga telah melunasi KPR mereka, tetapi hingga kini belum mendapatkan sertifikat. Banyak warga di perumahan ini yang mengalami nasib serupa, namun mereka enggan untuk berbicara secara terbuka atau menggugat, lebih memilih menunggu kepastian.


Perumahan Griya Husada Asri sendiri memiliki sekitar 540 Kepala Keluarga (KK), di mana sebagian besar masih menghadapi kendala dalam memperoleh sertifikat kepemilikan rumah mereka. 


Selama enam tahun terakhir, Lussi telah berusaha mencari kepastian dari berbagai pihak, termasuk Bank BTN Cabang Kelapa Gading Square, Notaris Ambiati, dan Developer PT Cipta Mukti Lestari. Namun, hingga kini ia belum mendapat informasi jelas mengenai alasan keterlambatan penerbitan sertifikat.


“Saya hanya rakyat kecil yang meminta hak saya setelah kewajiban saya telah saya tunaikan. Saya membeli rumah ini dengan keringat dan air mata, tetapi sampai sekarang saya masih berjuang untuk mendapatkan legalitas kepemilikan rumah saya,” ujar Lussi dengan penuh harap.



Demi mendapatkan keadilan, Lussi mengajukan gugatan wanprestasi ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 25 Maret 2024, dengan Direktur Utama Bank BTN sebagai tergugat utama. Turut tergugat dalam kasus ini adalah Notaris Ambiati, Ketua Koperasi RSUD Kota Bekasi saat itu, yakni dr. Apifuddin Ahmad, Developer PT Cipta Mukti Lestari, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN), termasuk Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat dan Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi.


Sidang berlangsung selama 10 bulan, tetapi hanya Bank BTN dan Notaris yang hadir. Pihak developer, ketua koperasi RSUD Kota Bekasi, serta BPN Kabupaten Bekasi tidak pernah hadir dalam persidangan. Pada 11 Desember 2024, Majelis Hakim yang diketuai oleh Gede Sunarjana, S.H., M.H., membacakan putusan yang menyatakan bahwa gugatan penggugat tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard).


Tak menyerah, Lussi kemudian mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta pada 20 Desember 2024. Ia berharap perjuangannya membuahkan hasil dan haknya sebagai pemilik sah rumah tersebut segera diakui secara hukum.


*Permohonan Bantuan kepada Presiden dan Menteri Terkait*


Lussi kini memohon perhatian dari Presiden RI, Menteri BUMN, Menteri ATR/BPN, Direktur Utama RSUD Kota Bekasi dan DPRD Kabupaten Bekasi untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini. 


“Kepada siapa lagi saya harus meminta tolong di negara ini kalau tidak kepada para pemimpin bangsa? Siapa yang akan memperjuangkan nasib rakyat kecil seperti saya jika semua jalan untuk mendapatkan hak saya sepertinya tertutup?” ujarnya.


Dalam perjuangannya, Lussi juga mengajak warga lain yang mengalami masalah serupa untuk bersama-sama menuntut hak mereka. “Saya tahu banyak warga lain di perumahan ini yang juga belum mendapatkan sertifikat rumah mereka. Saya mengajak semua yang mengalami hal yang sama untuk bersuara, berani menuntut hak kita bersama. Jika kita bersatu, kita memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan keadilan,” tegasnya.


Lussi berharap warga yang masih menunggu sertifikat mereka tidak lagi takut untuk berbicara dan memperjuangkan hak mereka sebagai pemilik rumah yang sah. (Lis) 

Share:

Paripurna Penyampaian Pidato Sambutan Pertama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Penuh Khidmat


Bekasi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Pidato Sambutan Pertama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi Masa Jabatan 2025-2030.


Acara ini dilaksanakan pada Kamis, 20 Februari 2025, pukul 14.00 WIB, bertempat di Ruang Sidang DPRD Kota Bekasi.


Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, S.Pd., M.M., didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, serta dihadiri oleh:

Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bekasi

Wali Kota Bekasi, Dr. H. Tri Adhianto Tjahyono, S.E., M.M.

Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. H. Abdul Harris Bobihoe, M.Si.

Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kota Bekasi

Sekretaris Daerah Kota Bekasi beserta jajarannya

Pimpinan Organisasi Masyarakat, LSM, serta tokoh masyarakat

Perwakilan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bekasi

 • Pimpinan Partai Politik



Acara ini bertujuan untuk memberikan pidato sambutan pertama dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi yang baru dilantik. Pidato ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja yang akan dijalankan dalam lima tahun ke depan.


Dalam pidatonya, Wali Kota Bekasi, Dr. H. Tri Adhianto Tjahyono, menegaskan bahwa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota, Dr. H. Abdul Harris Bobihoe, berfokus pada mewujudkan Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera.


Beliau menyampaikan lima misi utama yang akan dijalankan dalam masa jabatan 2025-2030, yaitu:

1. Meningkatkan pelayanan publik dan infrastruktur perkotaan yang memadai.

2. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan yang lebih baik.

3. Membuka lebih banyak lapangan kerja dan mengembangkan inovasi berbasis teknologi.

4. Menciptakan iklim investasi dan dunia usaha yang adil dan kondusif.

5. Mengembangkan kolaborasi strategis untuk menjadikan Kota Bekasi sebagai kota bertaraf internasional.


Selain itu, Wali Kota juga memperkenalkan Sapta Program Kota Bekasi Keren, yang berisi tujuh program unggulan dalam berbagai bidang, seperti:

Kesehatan (Kobe Sehat) – Peningkatan layanan kesehatan dan penyediaan fasilitas air bersih.

Pendidikan (Kobe Cerdas) – Peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah.

Lingkungan (Kobe Hijau) – Meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan tata kota.

Lapangan Kerja (Kobe Berkarya) – Membuka peluang kerja berbasis teknologi.

Investasi (Kobe Menarik) – Meningkatkan kemudahan berusaha di Kota Bekasi.

Sosial Budaya (Kobe Bersinergi) – Membangun harmoni sosial dan kehidupan beragama.

Tata Kelola Pemerintahan (Kobe Berkinerja) – Meningkatkan efisiensi birokrasi dan layanan publik.



Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Bekasi telah menyusun Agenda 100 Hari Kerja, dengan beberapa program prioritas, antara lain:

Peluncuran aplikasi “Jawara Bekasi” sebagai platform aspirasi warga.

Penataan kawasan Stasiun Bekasi dan Alun-alun Kota Bekasi.

Job Fair bulanan di seluruh kecamatan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Kredit UMKM “Wirausaha Inklusif Berkualitas” dengan bunga rendah bagi 10.000 UMKM.

Pembangunan dan revitalisasi puskesmas di beberapa kelurahan.

Peningkatan infrastruktur jalan, drainase, dan sistem transportasi perkotaan.



Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menyatakan bahwa DPRD siap bersinergi dengan eksekutif untuk mewujudkan pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat kota Bekasi dan Dprd akan membahas perda RPJMD 2025 - 2030 untuk merealisasikan janji kampanye walikota dan wakil walikota terpilih, Kita berharap sinergi dengan DPRD Bekasi agar pembangunan dapat optimal dilakukan"

Share:

Lagi, RSUD CAM Gandeng UTD PMI Gelar Donor Darah


 Kota Bekasi – Untuk kesekian kalinya RSUD dr. Chabsullah Abdulmadjid Kota Bekasi (RSUD CAM) bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Kota Bekasi menggelar aksi kemanusiaan donor darah di Aula lantai 8 Gedung A RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Rabu (19/02/2025).


Dari gelaran ini UTD PMI Kota Bekasi berhasil mengumpulkan 46 kantong darah yang terdiri dari 8 kantong golongan darah A, 12 kantong golongan darah B, 23 kantong golongan darah O, dan 3 kantong golongan darah AB.


Iwan Kartiwan selaku Ketua Pelaksana Kegiatan ini mengungkapkan RSUD CAM telah bekerjasama dengan UTD PMI Kota Bekasi untuk menggelar kegiatan donor darah yang rutin dilaksanakan 3 bulan sekali.


“Setiap Tahunnya RSUD CAM mendapat jatah 4 kali untuk kegiatan donor darah ini, Di tahun 2025 ini dilaksanakan hari ini di bulan Februari, lalu nanti bulan Mei, kemudian di bulan Agustus, dan yang terakhir di bulan November”, terangnya.


“Kegiatan donor ini awalnya untuk memfasilitasi pegawai RSUD CAM yang rutin melaksanakan donor darah, tetapi seiring dengan perkembangannya tidak hanya pegawai saja yang ikut donor, bisa kita lihat ada koas, ada mahasiswa yang sedang praktek, bahkan hingga pengunjung atau pengantar pasien juga bisa ikut giat kemanusiaan ini”, ungkapnya.



Tahapan untuk donor darah yaitu pertama calon pendonor mengisi formulir, kemudian menimbang berat badan, periksa HB darah, periksa tensi, setelah semua disetujui barulah seorang pendonor ke bed yang telah disediakan untuk pengatafan atau pengambilan darah.


Persyaratan umum pendonor dari PMI ialah Usia 17-60 tahun, Berat badan minimal 45 kg, Temperatur tubuh 36,6 – 37,5 derajat Celcius, Tekanan darah baik yaitu sistole = 110-160 mmHg, diastole = 70-100 mmHg, Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50-100 kali/menit, Hemoglobin perempuan minimal 12 gram, sedangkan untuk laki-laki minimal 12,5 gram, Jumlah penyumbangan per tahun paling banyak 5 kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan.


Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mewujudkan sikap peduli terhadap sesama dan membantu menyediakan pasokan darah yang aman dan cukup untuk kebutuhan medis di Kota Bekasi, selain itu juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh si pendonor.


Dikutip dari artikel Ayo Sehat Kementerian Kesehatan, ada tiga manfaat donor darah bagi kesehatan diantaranya adalah :


Dapat Mendeteksi Penyakit Serius

Menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah

Membantu menurunkan berat badan.

(ADV) 

Share:

Ratusan Siswa MAN 2 Kota Bekasi Gelar Aksi Damai Tuntut Transparansi Dana Sekolah


Bekasi – Sebanyak 850 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bekasi mengadakan aksi damai pada Senin (17/2/2025) sebagai bentuk protes terhadap Kepala Sekolah, Nina Indriana. Mereka menuntut kejelasan terkait prosesi wisuda dan fasilitas sekolah yang dianggap tidak sebanding dengan biaya yang dibayarkan setiap bulan.


Para siswa mengungkapkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler di sekolah harus menggunakan dana patungan siswa untuk membayar pelatih. Selain itu, Unit Kesehatan Sekolah (UKS) seringkali kosong, dan obat-obatan harus dibeli dengan dana pribadi anggota Palang Merah Remaja (PMR). Ketidakpastian mengenai prosesi wisuda juga menjadi salah satu alasan utama aksi ini.


Aksi damai ini berlangsung di sela-sela kegiatan apel pagi yang dimulai pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB. Para siswa membentangkan berbagai spanduk yang berisi tuntutan terkait pengelolaan anggaran sekolah. Mereka menuntut transparansi dalam pengelolaan dana sekolah dan perbaikan fasilitas yang dianggap kurang layak.


Salah seorang siswa menyatakan, "Aksi ini sebagai bentuk protes kami agar sekolah transparan mengelola anggaran dan memperbaiki fasilitas." Ia menyoroti bahwa besaran uang SPP sebesar Rp250.000 setiap bulannya tidak sebanding dengan kebijakan sekolah yang tidak mengalokasikan dana untuk operasional kegiatan ekstrakurikuler. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kepala sekolah tidak memberikan upah kepada pembina ekstrakurikuler. "Kegiatan ekstrakurikuler tidak dibiayai, bahkan gaji pembina per bulan tidak dikeluarkan sama sekali," ungkapnya.


Selain tuntutan transparansi dana, para siswa juga mendesak kepala sekolah untuk memperbaiki sejumlah fasilitas yang dianggap kurang layak. Mereka mengungkapkan bahwa saat pertama kali menjabat sebagai kepala sekolah pada 2023, Nina Indriana pernah berjanji akan membangun fasilitas seperti kamar mandi, sistem absensi sidik jari (fingerprint), dan kamera CCTV. Meskipun beberapa fasilitas tersebut telah terealisasi, siswa merasa tidak mendapatkan manfaat yang sesuai. "Contohnya toilet, kerannya pada copot, gayung pada ilang-ilangan, penutup toilet duduk patah," jelasnya.


Atas berbagai masalah ini, para siswa menuntut agar Nina Indriana mundur dari jabatannya sebagai kepala sekolah. Desakan ini sedang dipertimbangkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi, yang turun langsung untuk mendengar aspirasi para siswa. Kepala Kemenag Kota Bekasi, H. Ali Mashuri, S.H., M.Hum., mendatangi MAN 2 Kota Bekasi dan berdiri di hadapan para siswa yang berdemo. Kepada siswa, Mashuri meminta mereka untuk kembali belajar dan cukup perwakilan siswa berbicara dengannya. Ia pun menerima tuntutan siswa terhadap kepala sekolah. Para siswa berteriak meminta Kepala Kemenag menyampaikan jawabannya saat itu juga. Hingga demo bubar, Mashuri tidak memberikan pernyataan lebih lanjut.


Salah seorang wali murid MAN 2 Kota Bekasi yang dihubungi menyatakan bahwa ia bersama beberapa wali murid lain masih berkomunikasi melalui grup WhatsApp. Mereka menunggu janji Kepala Kemenag untuk menyelesaikan masalah tuntutan siswa. "Jika tidak selesai, kami minta audiensi untuk menanyakan tindak lanjut Kemenag terkait tuntutan anak kami," kata wali murid yang meminta namanya tidak disebutkan karena khawatir anaknya dipersulit pihak sekolah.


Hingga berita ini diturunkan, pihak Kemenag Kota Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan permasalahan di MAN 2 Kota Bekasi. (Lis) 

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts