Portal Berita Online

Longsor Lereng Gunung Rajabasa, Ini Kata UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Way Pisang


Lampung Selatan – Menindaklanjuti pertemuan antara Sai Batin, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan LSM di Lamban Balak Makhga Legun, audiensi digelar bersama pihak UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Way Pisang terkait peristiwa longsor di lereng Gunung Rajabasa. Berlangsung di kantor Dinas Kehutanan Lampung Selatan UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan KPH Way Pisang. Kamis,(2/4/2026). Pukul. 10:30 Wib.

Audiensi tersebut disambut langsung oleh Kepala UPTD KPH Way Pisang, Wahyudi Kurniawan, yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian para tokoh adat dan elemen masyarakat terhadap kondisi hutan di wilayah tersebut.

Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah tokoh adat Sai Batin, di antaranya David Merison (Punyimbang Agung Sai Batin Makhga Rajabasa), Ramli Silom Singa Langkung (Pemangku Adat Marga Dantaran), serta Budi Setiawan (Khadin Paksi Setia Makhga Marga Rajabasa).

Hadir pula unsur masyarakat sipil seperti Syaifulloh (Ketua Laskar Merah Putih Lampung Selatan), Hendriyawan (Advokat), M. Halim AR (KMLS), Casmayanto (Ketua LSM GMBI Distrik Lampung Selatan), dan Sahrul selaku sekretaris dan tamu undangan setempat.

Dalam keterangannya, Wahyudi menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi langsung ke lokasi longsor yang sebelumnya sempat viral di media sosial.

“Kami sudah meninjau dan menganalisis. Dugaan sementara, longsor terjadi karena faktor alam, yakni curah hujan tinggi, kemiringan lereng yang curam, serta kondisi tanah yang labil bercampur batu. Tidak ditemukan aktivitas penebangan atau pembukaan lahan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa dokumentasi yang beredar di media sosial berasal dari jaringan kelompok binaan kehutanan di lapangan.

Sebagai langkah penanganan, KPH Way Pisang bersama instansi terkait akan segera melakukan penanaman pohon di area terdampak longsor, dengan fokus pada jenis pohon beringin dan aren yang dinilai mampu memperkuat struktur tanah.

Bibit tanaman tersebut akan disuplai dari kelompok pengelola hutan desa di wilayah Sumur Kumbang, Kalianda, serta dukungan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Sekampung Provinsi Lampung.

“Insyaallah Sabtu ini bibit sudah kita distribusikan dan langsung dilakukan penanaman di lokasi,” ujar Wahyudi.

Kegiatan penanaman ini nantinya akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, TNI-Polri, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, hingga pemerintah kecamatan setempat.

Di akhir pernyataannya, Wahyudi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang berkembang.

“Kami pastikan, berdasarkan pengamatan, longsor ini tidak membahayakan permukiman karena terhalang bukit. Namun tetap kita waspadai bersama. Semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (Red)

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Recent Posts