MEDAN, 9 Juni 2026 – Target meningkatkan produktivitas pekebun sawit swadaya mulai dijalankan. Sebanyak 60 pekebun dari berbagai daerah di Sumatra Utara berkumpul di Hotel Swiss-Belinn Gajah Mada Medan mulai 9-14 Juni 2026 untuk mengikuti Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit angkatan pertama.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Sumatra Utara, Bapak Yusfahri Perangin-Angin. Pelatihan digelar di ruang Asoka, Lily & Tulip. Pembukaan diawali tarian tradisional _Setapak Sirih_ sebagai bentuk penghormatan kepada tamu dan peserta.
Pelatihan 6 hari yang digagas BPDP dan Ditjenbun Kementan ini dibagi 2 kelas, masing-masing 30 orang. LPP Agro Nusantara sebagai pelaksana menargetkan peserta pulang dengan kemampuan praktik budidaya yang baik, dari persiapan lahan sampai perawatan tanaman.
Dede Yudo Kurniawan, S.P., dari LPP Agro Nusantara menegaskan pentingnya peran pekebun swadaya yang menguasai 40% lahan sawit nasional. “Kompetensi yang meningkat akan membawa pekebun bergerak ke berbagai aspek bisnis yang lebih berdaya saing. Apa yang dilakukan hari ini jadi penentu perubahan tahun-tahun mendatang,” tegasnya.
Bagi pekebun swadaya, pelatihan ini gratis karena didanai BPDP dari pungutan ekspor sawit. Program ini terbuka untuk pekebun, pengurus koperasi/KUD, pendamping daerah, hingga keluarga pelaku usaha sawit.
Setelah Sumatra Utara, LPP Agro Nusantara akan lanjut ke Riau, Bengkulu, Sumbar, Sumsel, Kaltim dan Kalsel dengan total 100 kelas sepanjang 2026.
*Tentang LPP Agro Nusantara*
Lembaga Pelatihan Perkebunan Agro Nusantara adalah lembaga pelatihan terpercaya yang fokus pada peningkatan SDM perkebunan. Tahun 2026 dipercaya BPDP mengelola 100 kelas pelatihan sawit dengan 3.022 peserta. (Lis)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar