Portal Berita Online

PWI Lampung Selatan Akan Gelar Konferkab


KALIANDA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lampung Selatan menggelar Konferensi Kerja (Konker) Tahun 2026 di Grand Elty Krakatoa, Kalianda, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan strategis menjelang pelaksanaan Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Lampung Selatan.

Konferensi Kerja merupakan amanat organisasi yang wajib dilaksanakan sebagai forum evaluasi sekaligus perumusan program kerja kepengurusan. Forum ini berperan penting dalam menentukan arah kebijakan serta menyusun program prioritas organisasi untuk periode mendatang sebelum Konferkab digelar.

Konker PWI Lampung Selatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal PWI Provinsi Lampung, Andi S. Panjaitan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Konferensi Kerja merupakan kewajiban organisasi yang harus dilaksanakan minimal satu kali dalam setiap periode kepengurusan.

“Konferensi kerja ini adalah forum penting untuk membahas dan menyusun program kerja organisasi ke depan. Ini bagian dari konsolidasi serta penguatan kelembagaan PWI,” ujar Andi yang akrab disapa Andy.

Ia berharap seluruh rangkaian Konferensi Kerja dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan rumusan program yang realistis, aplikatif, serta bermanfaat bagi kepengurusan PWI Lampung Selatan ke depan.

“Semoga dari forum ini lahir program-program yang benar-benar dapat dijalankan secara optimal oleh kepengurusan mendatang,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua PWI Lampung Selatan Supradianto menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian kegiatan, baik Konferensi Kerja maupun Konferensi Kabupaten, dapat berlangsung lancar, demokratis, dan kondusif.

“Mari kita duduk bersama, bermusyawarah, dan membahas seluruh program yang akan dilaksanakan ke depan agar menghasilkan keputusan terbaik demi kemajuan organisasi,” ujar Supradianto yang akrab disapa Supra.

Diketahui, jalannya Konferensi Kerja dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Lampung Selatan Ekastiawan, didampingi dua pengurus lainnya, Munizar dan Junaidi. Para peserta tampak aktif mengikuti pembahasan program kerja sebagai bagian dari persiapan menuju Konferkab PWI Lampung Selatan. (*)

Share:

Bupati Pesibar Kembalikan Penempatan PPPK Paruh Waktu ke Penugasan Awal


Pesisir Barat - Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan  memberikan tanggapan langsung atas keluhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang berasal dari wilayah jauh, seperti Kecamatan Bangkunat dan Lemong. Para pegawai tersebut sebelumnya bekerja di daerah domisili masing-masing, namun penempatan berdasarkan Surat Keputusan (SK) membuat mereka dipindahkan ke lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda).

Pembahasan terkait penataan PPPK paruh waktu ini digelar dalam rapat di Ruang Payung Agung Lantai 4, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat. Dalam rapat tersebut, Bupati menyoroti sejumlah keluhan pegawai, mulai dari jarak tempuh yang jauh, tingginya biaya transportasi, hingga potensi menurunnya efektivitas kinerja.

Dedi menegaskan agar seluruh PPPK paruh waktu dikembalikan ke lokasi penugasan awal, terutama bagi tenaga pendidik yang sebelumnya bertugas di satuan pendidikan di daerah asal masing-masing.

“Kita harus memperhatikan kondisi di lapangan. Banyak PPPK paruh waktu yang berasal dari daerah jauh seperti Bangkunat dan Lemong. Jika mereka ditempatkan di Pemda, tentu akan memberatkan dan mengganggu kinerja. Karena itu, saya tegaskan agar PPPK paruh waktu dikembalikan ke tempat kerja semula,” ujar dia.

Menurutnya, kebijakan ini penting untuk menjaga kelancaran pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan, sekaligus memberikan rasa keadilan dan kenyamanan bagi para PPPK paruh waktu. Dengan dikembalikannya pegawai ke lokasi awal, proses belajar mengajar dan pelayanan kepada masyarakat diharapkan tetap berjalan optimal.

Rapat tersebut dihadiri jajaran pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, di antaranya Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Pendidikan, serta instansi teknis lainnya.

Ia juga meminta agar seluruh perangkat daerah segera menindaklanjuti arahannya dengan menerbitkan keputusan resmi terkait penempatan PPPK paruh waktu sesuai domisili dan tugas awal masing-masing. ( Yasir )

Share:

Lampung Maju Bikin Indonesia Makin Terang!


Oleh: Ahmad Novriwan Ketua Formatur JMSI Lampung  AWAL tahun selalu menjadi ruang kontemplasi, saat yang tepat untuk menimbang arah perjalanan dan menyusun ulang langkah ke depan. Bagi Provinsi Lampung, tahun 2026 bukan sekadar penanda waktu, melainkan momentum strategis untuk menegaskan komitmen menuju Lampung Maju yang berdampak nyata bagi Indonesia secara keseluruhan.  Sebagai organisasi perusahaan pers, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung memandang bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada jargon, seremoni, atau sekadar capaian statistik. Pembangunan harus menyentuh keseharian rakyat, memperkuat ketahanan sosial, serta menciptakan ekosistem yang berkeadilan dan berkelanjutan.  Lampung Maju harus bertumpu pada rencana strategis yang komprehensif dan terukur. Bukan sekadar dokumen administratif, melainkan peta jalan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara nyata, dari desa hingga kota, dari pesisir hingga pegunungan. 

Share:

Lampung Masuk 10 Besar Tujuan Wisata Nasional, Pariwisata Dorong Perputaran Ekonomi Tembus Rp 53 Triliun pada 2025


Bandar Lampung — Sektor pariwisata Provinsi Lampung mencatat kinerja impresif sepanjang tahun 2025 dan semakin menegaskan perannya sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Pertumbuhan kunjungan wisatawan yang kuat dan konsisten tidak hanya mengangkat posisi Lampung dalam peta pariwisata nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi, penyerapan tenaga kerja, serta penguatan UMKM.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang Januari–November 2025 jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Provinsi Lampung mencapai 24.702.664 perjalanan. Angka tersebut tumbuh signifikan sebesar 53,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadikan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan kunjungan tertinggi di Sumatera dan melampaui rata-rata nasional.

Secara nasional, capaian ini menempatkan Lampung masuk dalam 10 destinasi wisata yang diminati wisatawan nusantara versi Kementerian Pariwisata.  Pada September 2025, Lampung berada di posisi kesembilan nasional dengan 2.159.343 perjalanan wisatawan, bahkan melampaui Bali   yang mencatat sekitar 2,12 juta perjalanan pada periode yang sama. Dari perspektif regional, Lampung menjadi provinsi tujuan wisata terbesar kedua di Sumatera dengan kontribusi sekitar 13,26 persen terhadap total perjalanan wisatawan nusantara.

Momentum pertumbuhan ini juga tercermin pada periode puncak mobilitas nasional. Selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Provinsi Lampung tercatat sebagai salah satu dari 10 tujuan favorit wisatawan nasional dengan estimasi kunjungan mencapai sekitar 2,35 juta orang. Capaian tersebut mengindikasikan bahwa pertumbuhan pariwisata Lampung tidak bersifat musiman, melainkan berlangsung secara berkelanjutan.

Dari sisi belanja, rata-rata pengeluaran wisatawan di Lampung pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp2,15 juta per kunjungan. Perputaran uang ini memberikan dampak luas, khususnya bagi lebih dari 3.000 UMKM di sektor kuliner, kerajinan, transportasi, akomodasi, dan jasa pendukung lainnya.

Selain itu sektor pariwisata juga berkontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. BPS Provinsi Lampung mencatat jumlah penduduk bekerja pada periode Agustus 2024–Agustus 2025 mencapai 4.853 ribu orang, dengan penambahan tenaga kerja terserap sebanyak 65,79 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diperkirakan menyerap lebih dari 254 ribu tenaga kerja, baik formal maupun informal, sekaligus berperan dalam menjaga tingkat pengangguran tetap terkendali.

Kinerja pariwisata turut tercermin pada sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Lampung rata-rata tahun 2024 tercatat sebesar 47,11 persen, sedangkan bulan November 2025, TPK hotel berbintang berada di angka 48,93 persen, sementara non Bintang 25,60%.

Prestasi ini semakin diperkuat dengan pengakuan nasional, di mana Lampung masuk dalam jajaran 10 Destinasi Pariwisata yang diminati utk dikunjungi oleh wisatawan nusantara versi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Secara kewilayahan, pergerakan wisatawan masih terpusat di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Pesawaran. Wilayah-wilayah tersebut menjadi episentrum pariwisata sekaligus pusat perputaran ekonomi daerah, didukung oleh destinasi unggulan seperti Taman Nasional Way Kambas, Pulau Pahawang, Pantai Tanjung Setia, serta berbagai destinasi wisata alam dan bahari lainnya.

Kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, diperkuat dengan dukungan penyelenggaraan berbagai event unggulan seperti Krakatau Festival dan Lampung Festival, serta pengembangan sport tourism melalui ajang Krakatau Run, menjadi fondasi penting dalam mendorong daya saing dan keberlanjutan sektor pariwisata Lampung.

Secara makro, kinerja sektor pariwisata Lampung sepanjang 2025 menunjukkan bahwa pariwisata telah berkembang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak hanya mendorong peningkatan kunjungan, sektor ini juga memperkuat struktur ekonomi daerah, memperluas kesempatan kerja, serta menggerakkan UMKM sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat Lampung. (**)

Share:

Camat Kalianda dan Danramil Tinjau Lokasi Pendirian Koperasi Merah Putih


 LAMPUNG SELATAN - Camat Kalianda Ruris Apdani, bersama Danramil Kalianda Tatang, didampingi Kepala Desa Palembapang Romy Ansori, meninjau lokasi rencana pendirian Koperasi Merah Putih di Dusun Delapan Pelita Dewa, Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (9/1/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah kecamatan terhadap program penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan Koperasi Merah Putih di tingkat desa.

Dalam kegiatan itu, rombongan melihat secara langsung titik lokasi yang direncanakan menjadi pusat aktivitas Koperasi Merah Putih. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan serta dukungan lingkungan sekitar sebelum koperasi resmi didirikan dan beroperasi.

Camat Kalianda Ruris Apdani, S.Pd., menyampaikan bahwa pendirian Koperasi Merah Putih di Desa Palembapang, khususnya di Dusun Delapan Pelita Dewa, diharapkan mampu menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan warga.

“Koperasi Merah Putih ini diharapkan dapat dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Danramil Kalianda Tatang menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh pendirian Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa.

“Kami dari TNI akan terus bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan desa dalam mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah,” kata Tatang.

Kepala Desa Palembapang Romy Ansori juga menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan pemerintah kecamatan serta Danramil Kalianda terhadap rencana pendirian Koperasi Merah Putih di wilayahnya.

“Kami siap memfasilitasi dan mendukung seluruh tahapan pendirian Koperasi Merah Putih ini. Harapannya, koperasi ini benar-benar menjadi wadah ekonomi bersama yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga Desa Palembapang,” ujar Romy Ansori.

Kegiatan monitoring tersebut menjadi langkah awal sebelum memasuki tahapan pendirian dan operasional Koperasi Merah Putih di Dusun Delapan Pelita Dewa, Desa Palembapang. (Red)

Share:

Hangat dan Penuh Empati, Bupati Lampung Selatan Sambangi SLB Negeri Sidomulyo Bersama Tiga Putrinya


LAMSEL, Sidomulyo - Tawa polos dan sapaan hangat mewarnai halaman Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sidomulyo, Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, Jumat (9/1/2026).

Di tengah suasana sederhana namun penuh keakraban itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, hadir langsung menyapa siswa-siswi berkebutuhan khusus, membawa pesan empati, perhatian, dan dukungan moral dari pemerintah daerah.

Kehadiran Bupati Egi terasa istimewa karena ia turut mengajak ketiga putrinya, Kaleela Aisyah Pratama, Kaisara Alisyah Pratama, dan Khawla Ameena Pratama. Kebersamaan keluarga tersebut semakin memperkuat nuansa kekeluargaan saat mereka membaur, berinteraksi, dan memperkenalkan diri satu per satu di hadapan para siswa.

Dalam kesempatan itu, Bupati Egi mengungkapkan kesan positifnya saat pertama kali mengunjungi SLB Negeri Sidomulyo.

Ia menilai dedikasi para guru sangat luar biasa dalam mendidik siswa-siswi berkebutuhan khusus. Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, dan penuh warna menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Lingkungannya bagus, nyaman, bersih, dan penuh warna. Saya yakin anak-anak merasa senang dan betah belajar di sekolah ini,” ujar Bupati Egi.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, Bupati Egi bersama ketiga putrinya menyerahkan secara langsung sebanyak 128 paket bingkisan berupa susu UHT dan buku tulis kepada para siswa, serta 20 paket sembako bagi keluarga siswa yang kurang mampu.

Turut mendampingi Bupati Radityo Egi Pratama dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Lampung Selatan Agus Sartono, Plt Kepala Dinas Pendidikan M. Darmawan, Kepala Dinas Sosial Puji Sukanto, serta Camat Sidomulyo Fran Sinatra Adung.

Kehadiran jajaran pejabat ini sekaligus menegaskan komitmen kolektif Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menjamin kesejahteraan, perlindungan, serta pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, agar tumbuh setara, bermartabat, dan memiliki masa depan yang lebih baik. (Kmf-Is)

Share:

Camat Rajabasa Turun Pimpin Kegiatan Jumat Bersih di Sukaraja


LAMPUNG SELATAN - Memasuki musim hujan, Camat Rajabasa, Firdaus, turun langsung memimpin kegiatan Jumat Bersih di Dusun Kenali, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan gorong-gorong yang tersumbat sampah di sekitar permukiman warga.

Tak hanya memberikan instruksi, Firdaus bersama staf Kecamatan Rajabasa, Pemerintah Desa Sukaraja, RT, kepala dusun, hingga masyarakat setempat, tampak bahu-membahu membersihkan lingkungan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah banjir serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Firdaus mengatakan, Jumat Bersih merupakan agenda rutin Pemerintah Kecamatan Rajabasa sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan antara aparatur pemerintah dan masyarakat.

“Ini bukan sekadar bersih-bersih, tetapi juga membangun kekompakan dan semangat gotong royong,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di musim hujan. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah penting untuk mengantisipasi berbagai penyakit, khususnya demam berdarah (DBD).

“Di musim hujan ini kita juga harus waspada. Kita jaga bersama kebersihan lingkungan untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah (DBD) Kalau lingkungan bersih, insyaallah penyakit juga tidak akan datang,” kata Firdaus.

Selain berdampak pada kesehatan, Firdaus menegaskan bahwa lingkungan yang bersih juga akan berpengaruh terhadap kenyamanan masyarakat serta kualitas pelayanan publik.

Kegiatan Jumat Bersih ini pun menjadi bagian dari dukungan terhadap program Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yakni ABRI dan BKW.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Rajabasa berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat, tidak hanya di lingkungan perkantoran, tetapi juga di seluruh wilayah Kecamatan Rajabasa. (Red)

Share:

Rutan Kelas IIB Krui Tanda tangani Perjanjian Kinerja 2026


Pesisir Barat -  Jumat, 9 Januari 2026 melaksanakan kegiatan Penandatangan Perjanjian Kinerja Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama pimpinan dan seluruh jajaran dalam mewujudkan kinerja yang peofesional, akuntabel dan berorientasi pada pelayanan publik;

Penandatangan Perjanjian Kinerja ini bukan sekedar pemenuhan kewajiban administratif, namun menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan persepsi seleuruh pegawai dalam menjalankan tugas dan fungi sesuai dengan target yang telah di tetapkan;

Dalam arahannya, Kepala Rutan Kelas IIB Krui, Nixwanto menegaskan bahwa Perjanjian Kinerja harus dijadikan pedoman nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.  Perjanjian Kinerja ini jangan hanya dijadikan acara seremonial belaka, tetapi harus menjadi acuan seluruh pegawai dalam melaksanakan tugas. Dengan negitu, pekerjaan kita sebagai pelayan masyarakat dapat berjalan segara maksimal dan tetap sesuai dengan peraturan yang berlaku Seluruh kegiatan berjalan aman dan lancar. (Yasir)

Share:

Indeks SPBE Lampung Selatan Naik Jadi 3,34, Transformasi Digital Pemerintahan Kian Matang


 LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mencatat peningkatan signifikan dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Indeks SPBE Kabupaten Lampung Selatan naik dari 3,08 pada tahun 2024 menjadi 3,34 pada tahun 2025 dengan predikat “Baik”.

Capaian tersebut berdasarkan hasil pemantauan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Menteri PAN-RB Nomor B/76/M.PD.06/2025 tentang Hasil Pemantauan SPBE Tahun 2025 yang ditetapkan pada 31 Desember 2025. Pemantauan dilakukan terhadap 266 instansi pusat dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Anasrullah, menyampaikan bahwa peningkatan indeks SPBE tersebut mencerminkan progres nyata transformasi digital pemerintahan yang terus berkembang secara berkelanjutan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar.

“Sesuai arahan Bupati Radityo Egi Pratama, peningkatan nilai SPBE ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya layanan digital yang semakin berkualitas, terintegrasi, dan berdaya guna, baik bagi penyelenggaraan pemerintahan maupun masyarakat luas,” ujar Anasrullah, dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan indeks tersebut menandakan semakin matangnya kualitas penerapan SPBE di Kabupaten Lampung Selatan, khususnya dalam mendukung pelayanan publik dan administrasi pemerintahan berbasis elektronik.

Menurutnya, indeks SPBE merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Dinas Komunikasi dan Informatika. Penerapan SPBE juga berkontribusi terhadap penguatan SAKIP, Reformasi Birokrasi, Indeks Pelayanan Publik, Sistem Merit, serta Indeks Inovasi Daerah.

“Capaian ini menjadi bukti komitmen dan konsistensi Pemkab Lampung Selatan dalam membangun pemerintahan digital secara terarah dan berkelanjutan,” tegasnya.

Secara historis, Indeks SPBE Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023, indeks SPBE berada di angka 2,74, meningkat menjadi 3,08 pada 2024, dan kembali naik menjadi 3,34 pada 2025, seluruhnya dengan predikat “Baik”.

Berdasarkan hasil pemantauan SPBE 2025, Domain Kebijakan SPBE meraih skor tertinggi sebesar 4,20, yang ditopang oleh capaian Kebijakan Tata Kelola SPBE dengan skor yang sama.

Sementara itu, Domain Tata Kelola SPBE mencatat skor 2,80, dengan rincian Perencanaan Strategis SPBE sebesar 2,25, Teknologi Informasi dan Komunikasi 3,25, serta Penyelenggara SPBE 3,00.

Pada Domain Manajemen SPBE, Kabupaten Lampung Selatan memperoleh skor 1,64, yang ditopang oleh Penerapan Manajemen SPBE sebesar 1,88 serta Audit Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan skor 1,00.

Adapun Domain Layanan SPBE meraih skor 4,00, dengan capaian maksimal pada Layanan Administrasi Pemerintahan Berbasis Elektronik dan Layanan Publik Berbasis Elektronik yang masing-masing memperoleh skor 4,00.

Pemantauan SPBE merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 sebagai bagian dari strategi penguatan transformasi digital pemerintah secara berkelanjutan dalam mendukung pembangunan nasional. (Kmf-Is)

Share:

Bupati Pesisir Barat Terima Audiensi Rektor Universitas Aisah Pringsewu Lampung


Pesisir Barat - Bupati Pesisir Barat, Lampung, Dedi Irawan menerima audiensi Universitas Aisyah Pringsewu (UAP), Selasa (06/01/2026).


Dalam audiensi tersebut Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) dipimpin langsung Dr. Sutrisno, S.Kep., Ners., MAN. (Rektor) beserta jajarannya.


Didampingi Bupati dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Tedi Zadmiko, Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Armand Achyuni, dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.


 Audiensi tersebut, Dr. Sutrisno, S.Kep., Ners., MAN. mewakili UAP)l menyampaikan Sebagai Rektor, saya memandang audiensi dengan Bupati Pesisir Barat sebagai langkah penting dalam membangun kerja sama strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.


Rencana Kerjasama yang disepakati di bidang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada masyarakat, dan Pengembangan Inovasi Daerah. Di bidang pendidikan, kerja sama diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.


Dalam penelitian, perguruan tinggi siap menghasilkan kajian yang relevan dengan kebutuhan dan potensi daerah.


"Melalui pengabdian kepada masyarakat, kami berkomitmen mendukung pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, pada aspek pengembangan inovasi daerah, sinergi ini diharapkan melahirkan solusi dan inovasi yang aplikatif. Kami meyakini bahwa kerja sama ini akan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Kabupaten Pesisir Barat secara berkelanjutan," kata dia. 


Ia berujar, audiensi ini dilakukan dalam rangka memperkuat pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi serta memperluas jaringan kemitraan dengan pemerintah daerah kabupaten pesisir barat.


Harapannya untuk menjalin komunikasi, melakukan perjanjian kerja sama, serta merencanakan sosialisasi yang akan segera ditindaklanjuti.


Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menyambut baik kerjasama dengan Universitas Aisyah Pringsewu tersebut. Mengingat pentingnya pengetahuan dan pendidikan. (Aliyubsir). 

Share:

Bupati Lampung Selatan Lantik 17 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Dermaga BOM: Pejabat Harus Turun ke Rakyat


LAMPUNG SELATAN -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama dengan cara yang tidak lazim.

Bertempat di Dermaga BOM Kalianda, kawasan pesisir yang menjadi salah satu ikon wisata daerah, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama melantik dan mengambil sumpah 17 pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II), Selasa (6/1/2026).

Tidak berlangsung di aula perkantoran atau ruang berpendingin udara, pelantikan digelar di ruang terbuka berlatar laut. Pemilihan lokasi ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan birokrasi yang dekat dengan masyarakat, adaptif, serta selaras dengan penguatan identitas pariwisata Lampung Selatan.

Para pejabat yang dilantik tampak mengenakan pakaian dinas harian yang dipadukan dengan aksesoris adat khas Lampung, yakni Tukus bagi pejabat pria dan Kumbut bagi pejabat perempuan. Nuansa tersebut mencerminkan penghormatan terhadap nilai budaya lokal yang menjadi bagian dari karakter daerah.

Pelantikan ini merupakan bagian dari rangkaian penataan dan pengisian jabatan hasil uji kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama yang telah dilaksanakan sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja pemerintahan daerah.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan, pelantikan di ruang publik sengaja dilakukan untuk menanamkan kesadaran sejak awal bahwa kepemimpinan bukan tentang jarak, melainkan kedekatan dengan masyarakat.

“Pelantikan hari ini seru, ramai, dan kita bisa berbaur langsung dengan masyarakat. Ini saya ciptakan agar tidak ada batas antara pejabat dengan rakyat, sehingga bisa mendengar langsung aspirasi dan harapan masyarakat Lampung Selatan,” ujar Bupati Egi.

Dalam suasana dermaga menjelang senja, Bupati Egi juga menyampaikan pesan reflektif tentang makna waktu dan tanggung jawab kepemimpinan. Ia mengingatkan bahwa masa jabatan tidak bersifat abadi dan harus diisi dengan karya yang berdampak.

“Waktu terus berjalan. Pertanyaannya, warisan apa yang akan kita tinggalkan sebelum masa jabatan itu berakhir. Ini harus kita pikirkan dan rasakan bersama,” katanya.

Menurut Bupati Egi, para pejabat yang dilantik telah melalui proses penilaian yang panjang dan penuh pertimbangan. Karena itu, kepercayaan yang diberikan harus dibayar dengan kerja nyata, integritas, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.

“Kepercayaan ini harus dibayar dengan kerja nyata. Jadilah pejabat yang bersih, disiplin, dan senantiasa melayani. Setiap detik nilai integritas, semangat, dan pelayanan itu harus diterapkan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sikap ikhlas, sigap, dan amanah, kepatuhan terhadap aturan, serta tertib dalam pelaporan dan pertanggungjawaban tugas.

Bupati Egi turut menyoroti kekuatan Lampung Selatan sebagai daerah dengan keberagaman suku dan budaya yang tinggi. Menurutnya, potensi tersebut menjadi modal sosial penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Hanya di Lampung Selatan keberagaman ini begitu kuat. Karena itu, saya mengajak seluruhnya untuk berkolaborasi, bekerja kompak dan solid,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Egi menegaskan bahwa para pejabat eselon II memegang peran strategis dalam pembangunan daerah. Ia meminta para pejabat tidak hanya bekerja di balik meja, melainkan aktif turun ke lapangan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Saya tidak butuh pejabat yang hanya menunggu laporan. Turunlah ke masyarakat, hilangkan ego sektoral. Kita tidak akan maju kalau ingin menang sendiri-sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, percepatan pembangunan membutuhkan komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan pemerintah pusat dan provinsi. Seluruh program pembangunan, menurutnya, harus bermuara pada visi Lampung Selatan Maju dengan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama kesejahteraan masyarakat.

“Saya ingin 2026 ini kita berlari. Pariwisata akan menjadi jembatan kesejahteraan, dan seluruh perangkat daerah harus menyinkronkan program menuju pariwisata yang berkelanjutan,” jelasnya.

Sebagai simbol komitmen terhadap keberlanjutan dan kepedulian lingkungan, rangkaian pelantikan ditutup dengan kegiatan penaburan benih ikan di perairan sekitar Dermaga BOM.

Dalam kesempatan itu, Bupati Egi juga berdialog langsung dengan masyarakat yang hadir, mendengarkan pesan, kesan, serta harapan mereka terhadap para pejabat yang baru dilantik.

Melalui pelantikan di ruang publik ini, Pemkab Lampung Selatan menegaskan pesan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, berakar pada budaya lokal, serta berkomitmen membangun daerah secara inklusif dan berkelanjutan. (Kmf-IS)

Share:

Bupati Pesisir Barat Serahkan Bantuan Pada Korban Kebakaran Di Krui Selatan


Pesisir Barat - Bupati pesisir Barat Dedi Irawan, menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran yang terjadi di Pekon Pemerihan, Kecamatan Krui Selatan, Selasa (6/1/2026).

Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian serta respons cepat Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat terhadap warganya yang tertimpa musibah.

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Solihin, warga yang menjadi korban kebakaran. Adapun bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, buffer stock berupa family kit dan makanan anak, bantuan bidang sosial sebesar Rp5 juta, serta bantuan bidang perumahan senilai Rp4,3 juta.

Selain bantuan dari pemerintah daerah, Bupati Dedi Irawan juga secara pribadi menyerahkan bantuan tambahan berupa 25 kilogram beras kepada korban. Bantuan pribadi tersebut menjadi wujud empati dan kepedulian langsung Bupati terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Dalam kesempatan itu, Bupati Dedi Irawan menyampaikan bahwa musibah kebakaran merupakan kejadian yang tidak diharapkan oleh siapa pun. Ia berharap korban dapat tetap sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan tersebut.

“Ini adalah musibah yang tidak kita harapkan. Kami berharap korban tetap sabar dan tabah, karena setiap musibah insyaallah selalu ada hikmah di baliknya,” ujar Bupati.

Diketahui, peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada 26 Desember 2025 dan diduga disebabkan oleh korsleting listrik yang mengakibatkan kerusakan pada rumah korban. Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat juga menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak aman, guna mencegah kejadian serupa tidak akan terulang kembalienyerahkan bantuan kepada korban kebakaran yang terjadi di Pekon Pemerihan, Kecamatan Krui Selatan

Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian serta respons cepat Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat terhadap warganya yang tertimpa musibah.

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Solihin, warga yang menjadi korban kebakaran. Adapun bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, buffer stock berupa family kit dan makanan anak, bantuan bidang sosial sebesar Rp5 juta, serta bantuan bidang perumahan senilai Rp4,3 juta.

Selain bantuan dari pemerintah daerah, Bupati Dedi Irawan juga secara pribadi menyerahkan bantuan tambahan berupa 25 kilogram beras kepada korban. Bantuan pribadi tersebut menjadi wujud empati dan kepedulian langsung Bupati terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Dalam kesempatan itu, Bupati Dedi Irawan menyampaikan bahwa musibah kebakaran merupakan kejadian yang tidak diharapkan oleh siapa pun. Ia berharap korban dapat tetap sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan tersebut.

“Ini adalah musibah yang tidak kita harapkan. Kami berharap korban tetap sabar dan tabah, karena setiap musibah insyaallah selalu ada hikmah di baliknya,” ujar Bupati.

Diketahui, peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada 26 Desember 2025 dan diduga disebabkan oleh korsleting listrik yang mengakibatkan kerusakan pada rumah korban. Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat juga menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak aman, guna mencegah kejadian serupa tidak akan terulang kembali. ( Yasir )

Share:

Korban Hanyut Diseret Ombak di Pantai Mandiri Sejati Ditemukan Nelayan


Pesisir Barat- Pencarian terhadap Rizal Wahyudi (30), wisatawan asal Lampung Utara yang hilang terseret ombak di Pantai Mandiri Sejati, akhirnya membuahkan hasil. 

Jenazah korban ditemukan oleh perahu nelayan di sekitar perairan Pantai Tanjung Setia, Senin (5/1/2026).

Nenazah, usai dievaluasi dibawa menggunakan mobil Basarnas, dibawa ambulans Puskesmas Kecamatan Pesisir Selatan untuk dibawa menuju Puskesmas Krui Selatan, sesuai permintaan keluarga, guna dilakukan proses pengkafanan.

Penjabat (Pj) Pekon (Kades) Mandiri Sejati, Sahrudin, membenarkan penemuan tersebut. Ia menjelaskan, sejak laporan awal diterima, tim gabungan bersama warga terus melakukan penyisiran di darat maupun laut.

Sebelumnya, liburan bersama rombongan warga Lampung Utara di Pantai Mandiri Sejati berubah menjadi kepanikan. Rizal, yang datang bersama 14 rekannya, dilaporkan hanyut saat mandi di laut. Ombak tiba-tiba gelombang pasang datang dan menyeret korban ke tengah, sementara upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil karena arus terlalu kuat.

Tim dari Polsek Pesisir Tengah, BPBD Pesisir Barat, Basarnas, Camat Krui Selatan, serta aparatur pekon bergerak cepat membentuk tim pencarian. Hingga akhirnya, informasi penemuan korban oleh nelayan mengakhiri proses pencarian yang dilakukan sejak kejadian.

Pihak pemerintah pekon dan aparat mengimbau wisatawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di pantai, lebih -lebih hari sudah sore pertukaran angin gunung dengan angin laut,gelombang tinggi dan kondisi laut tidak bersahabat, demi mencegah kejadian serupa harus waspada.(aliyubsir).

Share:

TPG 13 dan TPG THR Guru ASN Lampung SelatanTA 2025 Dipastikan Cair Januari 2026


KALIANDA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memastikan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) serta Tambahan Penghasilan Gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) atau TPG ke-14 Tahun Anggaran 2025 akan direalisasikan ke rekening guru ASN pada Januari 2026, sekaligus menegaskan tidak ada dana yang hilang atau tidak dibayarkan.

Kepastian tersebut disampaikan Pemkab Lampung Selatan melalui Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Wahidin Amin, menanggapi pertanyaan dan keresahan guru ASN terkait belum cairnya TPG ke-13 dan TPG ke-14 pada awal tahun 2026.

Isu pencairan TPG tersebut menjadi sorotan karena sejumlah daerah lain telah lebih dahulu menyalurkan tunjangan profesi guru ke rekening penerima. Kondisi ini memicu pertanyaan di kalangan pendidik mengenai kepastian waktu pembayaran di Kabupaten Lampung Selatan.

Wahid menjelaskan, keterlambatan pencairan bukan disebabkan oleh kelalaian pemerintah daerah, melainkan karena faktor regulasi di tingkat nasional.

Dasar hukum pembayaran TPG Gaji ke-13 dan TPG THR (TPG ke-14) Guru ASN Tahun Anggaran 2025 baru ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Republik Indonesia Nomor 372 Tahun 2025 pada 22 Desember 2025.

KMK Nomor 372 Tahun 2025 mengatur perubahan rincian Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025 dalam rangka dukungan pendanaan Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas bagi Guru Aparatur Sipil Negara di daerah. Kebijakan tersebut berlaku secara nasional dan menjadi acuan seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

Menurut Wahid, penetapan regulasi yang relatif dekat dengan akhir tahun anggaran membuat proses administrasi dan penganggaran tidak memungkinkan untuk diselesaikan sebelum penutupan Tahun Anggaran 2025.

Selain itu, mekanisme pencairan TPG dilakukan melalui transfer dana dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

“Transfer dana dari pemerintah pusat ke kas daerah baru kami terima pada 30 Desember 2025. Waktu yang tersedia sangat terbatas untuk melakukan proses penyaluran ke rekening masing-masing guru,” ujarn Wahid, Senin (5/1/2026).

Wahid menambahkan, pencairan TPG membutuhkan tahapan rekonsiliasi dan validasi data guru ASN penerima, sehingga secara administratif tidak memungkinkan direalisasikan pada Desember 2025.

“Saat ini masih dalam tahap rekonsiliasi dan validasi data ASN guru penerima oleh Dinas Pendidikan, yang selanjutnya akan diajukan proses pencairannya,” kata Wahid.

Pemkab Lampung Selatan menegaskan bahwa TPG ke-13 dan TPG THR merupakan hak guru ASN dan dipastikan tetap dibayarkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak ada dana yang hilang, dialihkan, ataupun tidak dibayarkan.

Pemkab Lampung Selatan juga mengimbau para guru untuk bersabar dan mengacu pada informasi resmi dari instansi berwenang, serta tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen melaksanakan pengelolaan keuangan daerah secara profesional, transparan, dan akuntabel. Kami pastikan pembayaran TPG Gaji ke-13 dan TPG THR akan direalisasikan pada Januari 2026,” tegas Wahidin. (Kmf-Is)

Share:

Refleksi Awal 2026: Ujian Fiskal dan Konsistensi Kepemimpinan Gubernur Lampung

 


Oleh Drs. Achmad Rusdi Oemar, MM

AWAL tahun 2026 kembali menjadi fase tahun kedua kepemimpinan yang tidak ringan bagi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Ia kembali memulai dari persoalan klasik namun krusial: pendapatan asli daerah (PAD) yang tidak mencapai target.

Tahun 2025, ketika baru menerima estafet kepemimpinannya, ia juga langsung dihadapkan pada persoalan klasikklasik: kas cuma Rp400 miliaran dengan warisan utang jangka pendek dan kewajiban tunda bayar yang menembus Rp1,8 triliun.

Awal tahun ini, dari proyeksi lebih dari Rp4,22 triliun, realisasi PAD tahun anggaran sebelumnya hanya berkisar Rp3,37 triliun atau sekitar 79,9 persen dari target. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hanya menyumbang Rp691,7 milar atau 42,41 persen.

Akibatnya, ruang fiskal pemerintah provinsi sangat terbatas. Padahal, ekspektasi publik terhadap pemimpin muda ini terbilang tinggi. Infrastruktur diharapkan membaik untuk menggerakkan ekonomi rakyat, iklim investasi harus dirayu agar potensi daerah tidak terus tertidur, sementara sektor pendidikan, sosial, dan kebudayaan menunggu sentuhan kebijakan yang nyata.

Telah terbukti, di tengah keterbatasan anggaran, pemerintahan Mirza mulai menunjukkan arah kerja yang terukur. Kemantapan jalan provinsi berhasil meningkat 1,71 persen, dari sebelumnya sekitar 78 persen menjadi 79,79 persen.

Lebih penting lagi, laju degradasi jalan berhasil ditekan—dari rata-rata 4 persen per tahun menjadi sekitar 2,25 persen.

Sepanjang tahun pertama, Pemprov Lampung menangani 52 ruas jalan dengan total panjang 66,209 kilometer, serta melakukan pekerjaan pada 52 unit jembatan.

Angka ini mungkin belum spektakuler, tetapi dalam konteks fiskal yang cekak, capaian tersebut menunjukkan pilihan kebijakan yang realistis: memperbaiki yang paling mendesak, bukan menjanjikan yang berlebihan.

Persoalan banjir di Kota Bandarlampung pun mulai disentuh. Pemerintah provinsi membangun embung pengendali banjir di kawasan Kemiling dan Langkapura, yang sekaligus dirancang sebagai ruang publik dan jogging track bagi warga. Infrastruktur tidak semata beton, tetapi juga ruang hidup.

Untuk tahun berjalan, Mirza mendorong percepatan akses Jalan Tol Lematang–Pelabuhan Panjang, yang diproyeksikan menjadi nadi ekonomi baru bagi distribusi logistik dan industri Lampung.

Pendidikan dan Sumber Daya Manusia
Di sektor pendidikan, kebijakan yang diambil menyentuh langsung keresahan masyarakat. Uang komite dan pungutan yang memberatkan orang tua siswa dihapuskan di sekolah-sekolah negeri.

Ribuan ijazah yang sempat tertahan akibat persoalan administrasi berhasil dikembalikan kepada para lulusan—sebuah langkah kecil, tetapi berdampak besar bagi masa depan generasi muda.

Tak berhenti di situ, pemerintah provinsi juga membuka akses penempatan tenaga kerja ke Jepang, sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Lampung di tingkat global. Wacana lain, tenaga kerja ke Timur Tengah.

Budaya dan Identitas

Pada bidang kebudayaan, Mirza menegaskan identitasnya sebagai pemimpin yang tumbuh dari akar budaya Lampung. Sejak memasuki Mahan Agung, ia menggelar prosesi adat “ngantak Gubernur Buka Belangan” (membuka pintu rumah), menyatukan simbol budaya Lampung Pepadun dan Saibatin—sebuah pesan persatuan di tengah keberagaman.

Dalam masa kepemimpinannya, sejumlah situs cagar budaya Lampung berhasil memperoleh sertifikasi tingkat nasional, seperti menandai keseriusan pemerintah provinsi dalam menjaga warisan sejarah dan identitas daerah.

Etos Personal dan Simbol Moral

Dalam sepuluh bulan pertama, kerja-kerja pemerintahan berlangsung nyaris tanpa jeda. Tak banyak yang tahu, selepas dilantik, Mirza memilih bermalam di masjid, dan hingga kini rutin setidaknya sekali sepekan menginap di masjid.

Menyambut Tahun Baru 2026, ia bahkan memilih bermalam di masjid bersama anak-anaknya—sebuah simbol personal tentang kesederhanaan dan disiplin moral, terlepas dari tafsir politik yang menyertainya.

sektor-sektor

Dalam Pilgub Lampung 2024, 82,7 persen atau sekitar 3.300.681 pemilih memberikan mandat kepadanya untuk memimpin hingga 2029. Angka ini adalah legitimasi kuat, sekaligus beban tanggung jawab yang besar.

Kritik tentu tetap ada — nyir-nyir itu wajar dan lumrah dalam demokrasi. Namun satu hal yang semestinya disepakati bersama: kesejahteraan dan kemaslahatan rakyat harus menjadi prioritas utama, melampaui kepentingan kelompok dan sentimen pribadi.

Penutup

Lampung kerap diselimuti pameo sinis: “Ini di Lampung, selip diolah kawan.” Pameo semacam ini hanya akan terus hidup jika publik lebih sibuk meremehkan daripada mengawasi secara objektif.

Sepuluh bulan pertama pemerintahan Mirza belumlah sempurna. Namun di tengah PAD yang tak mencapai target dan dompet daerah yang nyaris kosong, arah kerja mulai terlihat: bekerja senyap, bertahap, dan berbasis kemampuan fiskal.

Yang "menghibur" kita, sejarah hampir selalu sepakat pada satu hal: pemimpin besar tidak lahir dari keadaan serba cukup. Mereka ditempa oleh keterbatasan, diuji oleh krisis, dan dibesarkan oleh keberanian mengambil keputusan sulit.

Kepemimpinan sejati lahir ketika keadaan tidak ramah. Saat sumber daya terbatas, tekanan publik meningkat, dan pilihan kebijakan tidak pernah benar-benar populer. Di titik inilah watak seorang pemimpin diuji—bukan oleh pujian, melainkan oleh keberanian menanggung risiko.

Dalam konteks pemerintahan, krisis fiskal sering kali menjadi ruang pembuktian. Anggaran yang cekak memaksa pemimpin memilih: apakah akan larut dalam dalih warisan masalah, atau justru menjadikannya momentum pembenahan. Sejarah daerah dan bangsa menunjukkan, banyak reformasi besar justru lahir ketika kas negara kosong dan kepercayaan publik berada di titik rendah.

Pemimpin yang dibesarkan oleh kenyamanan cenderung menghindari konflik. Ia merawat popularitas, menghindari keputusan pahit, dan menunda pembenahan struktural. Sebaliknya, pemimpin yang lahir dari keterbatasan belajar satu hal penting: tidak semua orang harus senang, tetapi rakyat harus selamat.

Di situlah letak perbedaan antara kekuasaan dan kepemimpinan. Kekuasaan mencari aman, kepemimpinan mencari arah. Kekuasaan bertumpu pada fasilitas, kepemimpinan bertumpu pada kepercayaan. Kekuasaan bisa diwariskan, tetapi kepemimpinan harus diperjuangkan setiap hari.

Budaya Nusantara sejatinya telah lama mengajarkan hal ini. Dalam banyak tradisi lokal, pemimpin tidak dimuliakan karena kemewahan, melainkan karena laku hidupnya—kesederhanaan, keberanian, dan kemampuan berdiri paling depan saat badai datang. Etika semacam inilah yang hari ini terasa langka, namun justru semakin relevan.

Kenyamanan sering kali meninabobokan nurani. Ia membuat pemimpin lupa pada realitas rakyat yang hidup di tengah keterbatasan. Padahal, legitimasi sejati bukan berasal dari jabatan, melainkan dari keberpihakan yang konsisten kepada kepentingan umum, terutama saat pilihan itu tidak menguntungkan diri sendiri.

Karena itu, pemimpin hebat tidak diukur dari seberapa nyaman ia memerintah, melainkan seberapa tabah ia bertahan dalam tekanan. Ia tidak menjanjikan surga, tetapi memastikan rakyat tidak jatuh ke jurang. Ia tidak selalu tampil sempurna, tetapi berani bertanggung jawab atas setiap keputusan.

Pada akhirnya, kenyamanan boleh jadi membuat seseorang berkuasa lebih lama. Namun hanya krisis yang mampu melahirkan pemimpin sejati—mereka yang dikenang bukan karena fasilitas yang dinikmati, melainkan karena keberaniannya mengubah keadaan ketika segalanya tidak mudah.

Uji wong, kato kito —kalau bukan memberi ruang bagi kerja yang rasional dan beradab, kamorang hendak mencari pemimpin seperti apa lagi woi! Doa awal tahun 2026, semoga pemimpin muda kita menjadi fajar kemajuan dan kesejahteraan Lampung, aamiin.

* Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII)
* Mantan anggota DPRD Balam
* Wakil Ketua V Kwarda Gerakan Pramuka Lampung

Share:

PT ASDP Sebut Arus Lalulintas Libur Nataru Stabil


BAKAUHENI - Arus pergerakan masyarakat yang kembali dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 terpantau berjalan relatif stabil dan terkendali.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat, sejak H-10 pada 15 Desember 2025 hingga H+9 pada 3 Januari 2026, sebanyak 647.898 orang penumpang dan 161.695 unit kendaraan telah menyeberang dari Sumatera menuju Jawa. Minggu (4/1/2026).

Angka tersebut menunjukkan dinamika arus balik akhir tahun yang berjalan konsisten, meski tidak terjadi lonjakan signifikan sebagaimana pada periode sebelumnya. Pola perjalanan masyarakat dinilai lebih moderat, dengan sebaran perjalanan yang relatif merata sepanjang masa libur Nataru.

Direktur Keuangan ASDP, Bunga Herlina Oktaviyanti, menjelaskan bahwa karakteristik libur Nataru 2025/2026 memang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Jumlah pengguna jasa pada periode ini relatif tidak terlalu signifikan. Selain karena jarak libur yang berdekatan dengan Ramadhan dan libur sekolah di bulan puasa, masyarakat juga mempertimbangkan faktor cuaca ekstrem, sehingga sebagian memilih menunda perjalanan dan fokus pada mudik Lebaran,” ujarnya.

Secara kumulatif, jumlah penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni tercatat naik 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari 641.521 orang menjadi 647.898 orang. Sementara total kendaraan meningkat 4,2 persen, dari 155.148 unit menjadi 161.695 unit.

Kenaikan tersebut mencerminkan bahwa aktivitas mobilitas masyarakat dan logistik tetap berjalan, meskipun dalam ritme yang lebih terukur.

Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menyebut bahwa faktor eksternal juga turut memengaruhi pola perjalanan masyarakat.

“Terjadinya bencana di beberapa wilayah Sumatera juga menjadi pertimbangan bagi masyarakat dalam menentukan waktu perjalanan, sehingga pergerakan menjadi lebih selektif,” jelasnya.

Menjelang periode angkutan Lebaran, ASDP telah menyiapkan berbagai langkah penguatan layanan, mulai dari ramp check armada, kesiapan fasilitas pelabuhan, penambahan trip kapal, hingga optimalisasi pelabuhan alternatif.

“Secara operasional kami selalu siap, bahkan di hari biasa. Namun menjelang Lebaran, penguatan dilakukan melalui ramp check, memastikan kesiapan armada dan fasilitas pelabuhan, penambahan trip, serta optimalisasi pelabuhan alternatif,” tambah Partogi.

Memasuki H+9 atau Sabtu (3/1), intensitas arus balik dari Sumatera ke Jawa mulai menguat. Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam (pukul 00.00–23.59 WIB), tercatat 106 trip kapal beroperasi melayani penyeberangan.

Total penumpang yang menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 40.131 orang, naik 11,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 35.991 orang.

Kenaikan juga terjadi pada seluruh golongan kendaraan, yakni:

Roda dua: 2.188 unit (naik 41,1 persen)

Roda empat: 4.316 unit (naik 8,3 persen)

Truk: 2.896 unit (naik 1,1 persen)

Bus: 451 unit (naik 25,6 persen)

Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang pada H+9 tercatat 9.851 unit, atau naik 12,4 persen dibandingkan realisasi tahun lalu.

ASDP memastikan seluruh layanan penyeberangan selama periode Nataru berjalan aman, lancar, dan terkendali, sekaligus menjadi bahan evaluasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan menjelang Angkutan Lebaran 2026. (Red)

Share:

PT ASDP Resmi Tutup Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru


BAKAUHENI  -  Minggu 4, Januari 2026,

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi mengumumkan menutupan Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) periode 2025 & 2026.

Pengumuman penutupan posko tersebut dilaksanakan di Kantor ASDP Cabang Bakauheni. Ini semua menandaikan berakhirnya juga masa pelayanan intensif angkutan Nataru, secara umum. Arus penyeberangan di lintasan Bakauheni–Merak selama periode libur panjang 2025 - 2026 berjalan aman, lancar, dan terkendali.

Direktur Keuangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Bunga Herlina Oktavianti, menyampaikan bahwa tidak terdapat gangguan berarti selama pelaksanaan angkutan, baik dari sisi keselamatan pelayaran, pengaturan arus kendaraan, maupun kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

“ Alhamdulillah pelaksanaan Angkutan Nataru 2025–2026 di lintasan Bakauheni–Merak berjalan dengan aman dan lancar. Itu semua berkat sinergi seluruh stakeholder serta kesiapsiagaan petugas di lapangan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Senior General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Zulfidon. Ia menegaskan bahwa seluruh personel ASDP disiagakan penuh selama 24 jam guna memastikan kelancaran layanan penyeberangan.

“Pengaturan antrean kendaraan, optimalisasi dermaga dan kapal, serta penguatan personel lapangan kami lakukan secara intensif demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pengguna jasa, "terangnya.

ASDP juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait, mulai dari Kementerian Perhubungan, Kepolisian, TNI, pemerintah daerah, KSOP, BPTD, hingga operator kapal atas dukungan dan kerja sama selama masa Angkutan Nataru.

Ke depan, ASDP berkomitmen terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan, termasuk penguatan sistem manajemen lalu lintas pelabuhan serta digitalisasi layanan untuk menghadapi periode angkutan berikutnya.

Adapun, berdasarkan data penyeberangan dari Sumatera ke Jawa pada 3 Januari 2026 yang dipantau selama 24 jam, ASDP mengoperasikan 100 trip kapal. Jumlah penumpang tercatat meningkat 11,5 persen atau mencapai 40.131 orang.

Kendaraan roda empat naik 8,2 persen menjadi 4.312 unit, sementara truk mengalami sedikit penurunan sebesar 2,1 persen atau tercatat 2.805 unit.

Sedangkan jumlah bus meningkat 5,8 persen menjadi 380 unit. Secara total, jumlah kendaraan yang menyeberang di lintasan Sumatera–Jawa meningkat 10,5 persen atau mencapai 9.685 unit.

Sementara secara kumulatif, sejak H-10 (15 Desember 2025) hingga H+9 (3 Januari 2026), ASDP mencatat total penumpang mencapai 647.898 orang, dengan total kendaraan sebanyak 157.257 unit. (Red)

Share:

Realisasi PAD Lampung 2025 Turun, Kepala Bapenda Jelaskan Penyebab Tunda Bayar Pemprov


BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung resmi menerapkan kebijakan tunda bayar pada penghujung tahun anggaran 2025.

Keputusan ini menjadi perhatian publik karena berdampak pada sejumlah kegiatan dan kewajiban keuangan daerah. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung, Slamet Riadi, memberikan penjelasan komprehensif mengenai realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 yang tidak mencapai target.
Slamet menyatakan bahwa target PAD Provinsi Lampung tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp4,22 triliun lebih, namun hingga penutupan tahun anggaran pada 31 Desember 2025, realisasinya baru mencapai Rp3,37 triliun lebih atau 79,95 persen.
“Secara umum, capaian PAD kita masih berada di bawah target. Beberapa sektor tumbuh positif, namun sektor yang menjadi tulang punggung seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) justru mengalami penurunan signifikan,” ujar Slamet Riadi saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu (3/1/2025).
Slamet merinci bahwa tidak seluruh sektor mengalami penurunan. Beberapa justru menunjukkan performa yang cukup menggembirakan:
1. Retribusi Daerah: Rp473,9 miliar lebih (103,03%)
2. Lain-lain PAD yang Sah: Rp221,55 miliar lebih (106,49%)
3. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: Rp27,35 miliar lebih (99,09%)
“Beberapa sektor sudah sangat baik, bahkan melampaui target. Namun capaian positif itu tidak mampu menutupi kekurangan dari sektor pajak daerah,” jelasnya.
Pajak Daerah jadi titik lemah: PKB paling rendah dari total Rp2,65 triliun lebih pendapatan pajak daerah, terdapat ketimpangan capaian antar komponen pajak.
Berikut rincian realisasi pajak daerah Provinsi Lampung:
    1. PKB (Pajak Kendaraan Bermotor): Rp691,37 miliar (42,41%)
2. BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor): Rp391,49 miliar (113,48%)
3. PBBKB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor): Rp861,40 miliar (107,68%)
4. PAP: Rp9,38 miliar (98,38%)
5. Pajak Rokok: Rp695,39 miliar (94,09%)
6. Pajak Alat Berat: Rp2,20 miliar (220,48%)
7. Opsen Pajak MBLB: Rp1,59 miliar (77,93%)
Dari tabel ini terlihat jelas bahwa PKB menjadi penyebab utama tidak tercapainya target PAD. Penurunan drastis terjadi pada kelompok kendaraan pribadi dan kendaraan niaga.
“Tunggakan pajak kendaraan bermotor masih tinggi. Walaupun kami sudah melakukan program pemutihan, membuka layanan gerai baru, hingga menggandeng perusahaan pembiayaan (leasing), efeknya belum signifikan,” ungkap Slamet.
Menurut Slamet, ada beberapa alasan mengapa PKB tidak mampu mendukung pendapatan daerah secara optimal:
Banyak kendaraan yang menunggak pajak hingga lebih dari dua tahun.
Perpindahan kepemilikan kendaraan tidak dilaporkan (jual—putus tangan).
Kemampuan bayar masyarakat menurun di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Masih rendahnya kesadaran wajib pajak dalam melakukan pembayaran tepat waktu. Dan kurangnya sanksi tegas terhadap kendaraan menunggak pajak.
“Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemprov Lampung. PKB adalah sektor dengan potensi pendapatan sangat besar. Jika digarap optimal, PAD Lampung bisa jauh lebih stabil,” ujarnya.
Realisasi pendapatan yang hanya 79,95 persen membuat Pemprov Lampung harus menerapkan kebijakan tunda bayar. Kebijakan ini terkait pembayaran sejumlah kegiatan operasional, belanja pihak ketiga, serta kewajiban anggaran lainnya.
“Tunda bayar adalah langkah fiskal yang terukur. Pemerintah tetap menjaga kredibilitas fiskal dan memastikan layanan publik tidak terganggu,” kata Slamet.
Slamet menambahkan bahwa keputusan tersebut diambil agar arus kas daerah tetap stabil sambil menunggu pergeseran anggaran dan pendapatan masuk pada tahun berikutnya.
Strategi Pemulihan Pendapatan 2026
Untuk memperkuat kembali PAD Lampung pada 2026, Bapenda menyiapkan beberapa strategi:
1. Digitalisasi penuh layanan pajak
Transformasi digital melalui aplikasi pembayaran pajak kendaraan diharapkan mempercepat layanan dan memudahkan wajib pajak.
2. Perluasan gerai dan pelayanan jemput bola
Gerai Samsat akan diperluas, termasuk layanan Samsat Keliling dan Samsat Desa.
3. Evaluasi besar-besaran kinerja UPTD Samsat
Pemprov disebut mempertimbangkan perombakan kepala UPTD jika kinerja pemungutan tidak membaik.
4. Integrasi data kendaraan dengan kepolisian dan leasing
Tujuannya memastikan setiap kendaraan yang berpindah tangan terupdate.
5. Edukasi kesadaran pajak
Program komunikasi publik akan diperkuat untuk meningkatkan kepatuhan.
“Langkah-langkah ini kita siapkan untuk memperbaiki capaian PKB dan mengurangi tunggakan yang selama ini menahan laju PAD,” tegas Slamet.
Slamet berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya membayar pajak tepat waktu.
“Pajak daerah, terutama PKB, adalah sumber pendapatan untuk pembangunan Lampung. Kami berharap masyarakat semakin kooperatif dan memanfaatkan kemudahan yang kami sediakan,” tutupnya. (*)

Share:

Diduga Cabuli Dua Anak di Bawah Umur, Warga Penengahan Lampung Selatan Ditahan


LAMPUNG SELATAN - Kasus dugaan persetubuhan terhadap anak kembali terjadi di Lampung Selatan. Kali ini, seorang pria berinisial S (44), warga Kelaten, Kecamatan Penengahan, diamankan aparat kepolisian setelah diduga melakukan pencabulan terhadap dua anak perempuan yang masih di bawah umur.

Kasus ini terungkap setelah keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Peristiwa itu diketahui terjadi pada Senin, 15 Desember 2025, di wilayah Kalianda.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka berkenalan dengan korban melalui aplikasi percakapan WhatsApp. Dengan bujuk rayu dan janji pemberian uang, tersangka mengajak korban berkomunikasi intens hingga akhirnya meminta korban mengirimkan foto pribadi.

Setelah itu, tersangka mengajak korban bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Kalianda. Di lokasi tersebut, tersangka diduga melakukan melakukan pencabulan terhadap korban.

Dari hasil pengembangan, penyidik menemukan bahwa tersangka tidak hanya menyasar satu korban. Korban lain yang juga masih di bawah umur mengaku mengalami perlakuan serupa dari tersangka yang sama.

Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Indik Rusmono menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas setiap bentuk kejahatan terhadap anak.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, korban, dan alat bukti, tersangka telah kami tetapkan dan saat ini sudah diamankan untuk menjalani proses hukum,” ujar Indik.

Tersangka diamankan pada Kamis, 2 Januari 2026, dan kini ditahan di Mapolres Lampung Selatan.

“Tersangka dijerat Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” jelasnya.

Polres Lampung Selatan mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap keselamatan anak, khususnya di tengah maraknya interaksi digital yang rawan disalahgunakan.

“Kami mengajak orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan melindungi anak. Jangan ragu melapor jika ada indikasi kejahatan terhadap anak,” pungkas Indik. (Red)

Share:

Akses Ciwandan Tergenang, Pelabuhan Merak Ambil Peran Jaga Arus Logistik


MERAK, 2 Januari 2026 — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Cilegon dan sekitarnya pada Kamis sore (2/1) membawa dampak pada akses transportasi menuju Pelabuhan Ciwandan. Genangan air di sejumlah ruas jalan membuat mobilitas kendaraan terganggu. Dalam situasi tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry bergerak cepat memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan terkendali.

Sebagai langkah antisipatif, ASDP kembali melayani penyeberangan kendaraan logistik golongan VIB dan VII serta kendaraan roda dua golongan II dan III melalui Pelabuhan Merak. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kelancaran arus distribusi dan keselamatan pengguna jasa di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional.
“Keselamatan pengguna jasa adalah prioritas utama kami. Bersama Kepolisian dan KSOP, ASDP melakukan pengalihan layanan dari Ciwandan ke Merak sebagai langkah antisipatif agar pelayanan penyeberangan tetap berjalan aman, tertib, dan terkendali,” ujar Heru.

Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca pada Kamis (2/1) pukul 17.18 WIB. Dalam peringatan tersebut, diprakirakan terjadi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang hingga pukul 20.30 WIB. Kondisi ini kemudian berdampak langsung pada akses jalan menuju Pelabuhan Ciwandan.

Merespons perkembangan di lapangan, ASDP segera melakukan koordinasi intensif dengan jajaran Kepolisian melalui Kasat Lantas Polres Cilegon serta regulator pelabuhan, yakni KSOP Kelas I Banten. Hasil koordinasi menetapkan pengalihan kendaraan yang menuju maupun berasal dari Pelabuhan Ciwandan ke Pelabuhan Merak sebagai langkah pengamanan dan pengendalian arus penyeberangan.

*Tiket Tidak Hangus*
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa kondisi ini dikategorikan sebagai force majeure, sehingga pengguna jasa tidak perlu khawatir terhadap status tiket penyeberangan. “Dalam situasi force majeure seperti ini, tiket penyeberangan tidak hangus. ASDP memastikan kebijakan refund dan reschedule tetap dapat dilakukan melalui layanan customer service pelabuhan sebagai wujud fleksibilitas layanan,” jelas Windy.

Ia menambahkan, penyesuaian pada sistem tiket online Ferizy telah dilakukan untuk memastikan proses layanan tetap berjalan lancar. Informasi resmi dapat diakses melalui WhatsApp 08111021191, Telepon 021-191, serta Instagram @asdp191.

Untuk mendukung kelancaran operasional di Pelabuhan Merak, ASDP juga melakukan sejumlah penyesuaian layanan. Di antaranya pengoperasian loket tambahan, penerapan skema layanan lintas pelabuhan (cross boarding) bagi kendaraan logistik golongan VIB dan VII serta sepeda motor golongan II dan III, hingga pengaturan arus kendaraan di dalam kawasan pelabuhan secara terkoordinasi.

Pengendalian lalu lintas dilakukan mulai dari jalur reguler hingga distribusi kendaraan ke dermaga sesuai kapasitas dan kondisi operasional. Petugas juga ditempatkan di titik-titik strategis untuk membantu kelancaran arus serta memberikan informasi langsung kepada pengguna jasa.

ASDP menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memantau informasi resmi yang disampaikan oleh ASDP dan instansi terkait.

Dengan kesiapsiagaan operasional dan sinergi lintas pemangku kepentingan, ASDP berkomitmen menjaga layanan penyeberangan tetap andal—bahkan di tengah tantangan cuaca—demi memastikan konektivitas dan distribusi logistik nasional tetap terjaga.

*CORPORATE SECRETARY PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)*

Share:

Bupati Lampung Selatan Terbitkan SE, UMK 2026 Naik Jadi Rp3,21 Juta dan Berlaku Mulai 1 Januari



 LAMSEL, Kalianda - Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 26 Tahun 2025 tanggal 31 Desember 2025 tentang Upah Minimum Kabupaten (UMK) Lampung Selatan Tahun 2026.

Surat edaran tersebut menegaskan pemberlakuan UMK Lampung Selatan Tahun 2026 sebesar Rp3.219.609, sesuai Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/878/V.08/HK/2025, dan berlaku efektif mulai 1 Januari 2026.

UMK Lampung Selatan tahun 2026 tercatat mengalami kenaikan 4,64 persen atau sebesar Rp142.618,49 dibandingkan UMK tahun 2025 yang berada di angka Rp3.076.990.

Penetapan ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menyesuaikan upah minimum dengan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan terkini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lampung Selatan, Badruzzaman, menjelaskan bahwa ketentuan UMK 2026 tersebut secara khusus berlaku bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

“UMK Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2026 sebesar Rp3.219.609 dan berlaku bagi pekerja dengan masa kerja di bawah satu tahun,” ujar Badruzzaman, Jumat (2/1/2026).

Ia menambahkan, bagi pekerja yang memiliki masa kerja satu tahun atau lebih, pengusaha wajib menyusun dan menerapkan struktur dan skala upah sebagai pedoman dalam pemberian gaji, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, pengusaha dilarang membayar upah di bawah UMK yang telah ditetapkan. Meski demikian, ketentuan UMK ini dikecualikan bagi Usaha Mikro dan Usaha Kecil (UMK) sebagaimana diatur dalam regulasi yang berlaku.

“Surat Edaran Bupati Lampung Selatan ini menjadi dasar pelaksanaan UMK dan mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2026,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Lampung telah mengesahkan UMK Tahun 2026 untuk seluruh kabupaten/kota setelah Dewan Pengupahan Provinsi menyelesaikan pembahasan final bersama unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja pada 29 Desember 2025. (Kmf-Is)

Share:

Segini Skema Gaji PPPK Paruh Waktu di Lampung Selatan


LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memberikan klarifikasi resmi terkait skema gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang belakangan menimbulkan keresahan.

Pemkab menegaskan, penetapan gaji masih mengacu pada regulasi nasional dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah agar pembayarannya berkelanjutan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Selatan, Wahidin Amin, menjelaskan bahwa kebijakan penggajian PPPK Paruh Waktu berpedoman pada Diktum ke-19 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 16 Tahun 2025 tentang PPPK Paruh Waktu.

Dalam regulasi tersebut, pemerintah daerah diwajibkan mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah sebelum menetapkan besaran gaji, guna menjamin kesinambungan pembayaran.

“Penentuan tarif gaji PPPK Paruh Waktu harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah agar pembayaran dapat berlangsung secara berkelanjutan,” ujar Wahid usai Rapat Persiapan Pelaksanaan dan Pemantapan Anggaran Tahun 2026 Pemkab Lampung Selatan, di ruang Sekda Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (2/1/2026).

Wahid menjelaskan, perubahan status tenaga non-Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi PPPK Paruh Waktu membawa konsekuensi besar terhadap struktur pembiayaan daerah.

Jika sebelumnya gaji tenaga non-ASN bersumber dari dana BOS, BOK, maupun Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), maka setelah diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, seluruh gaji menjadi tanggung jawab Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pemkab Lampung Selatan, kata dia, harus mengalokasikan anggaran sekitar Rp91 miliar untuk membayar gaji 5.792 PPPK Paruh Waktu. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan anggaran gaji tenaga honorer atau Tenaga Harian Lepas Sukarela (THLS) Kabupaten Lampung Selatan pada 2025 yang mencapai sekitar Rp41 miliar.

“Sekarang statusnya sudah ASN, sehingga seluruh gaji ditanggung APBD. Artinya, ada penambahan anggaran lebih dari Rp50 miliar,” jelas Wahid.

Terkait besaran gaji, Wahid menyampaikan bahwa nilainya tidak seragam dan disesuaikan dengan kategori PPPK Paruh Waktu. Untuk guru PPPK Paruh Waktu, besaran gaji ditetapkan sebesar Rp800 ribu per bulan.

Penetapan tersebut, lanjutnya, mempertimbangkan kewajiban belanja wajib daerah (mandatory spending), termasuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang harus tetap berjalan.

Sementara itu, bagi PPPK Paruh Waktu tenaga teknis lainnya, besaran gaji disesuaikan dengan penghasilan yang diterima saat masih berstatus non-ASN.

Selain gaji pokok, PPPK Paruh Waktu juga mendapatkan jaminan sosial berupa jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, serta tunjangan keagamaan.

Wahid menegaskan, Pemkab Lampung Selatan masih terus merumuskan kebijakan penggajian PPPK Paruh Waktu agar tetap adil dan manusiawi, sekaligus realistis dari sisi fiskal.

“Kemampuan keuangan daerah menjadi faktor penting agar pembayaran gaji dapat dilakukan tepat waktu dan berkelanjutan, tanpa mengganggu pelayanan publik dan pembangunan daerah,” kata Wahid. (Kmf-Is)

Share:

Kunker Awal Tahun 2026, Bupati Lampung Selatan Buka Ruang Dialog Dan Soroti Data Bansos


LAMPUNG SELATAN, – Mengawali aktivitas pemerintahan di tahun 2026, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, melakukan kunjungan kerja (Kunker) dan sekaligus silaturahmi bersama masyarakat melalui kegiatan lomba menangkap ikan.

Kegiatan tersebut yang digelar di kediaman salah seorang Relawan (OK GAS), Bapak Untung, di Desa Jati Indah, Kecamatan Tanjung Bintang. pada hari Kamis tanggal 1/1/2026.

Agenda ini menjadi kegiatan perdana Bupati Lamsel di tahun 2026 sekaligus ajang hiburan rakyat yang dikemas dalam suasana akrab dan partisipatif.

Bupati Lamsel didampingi Ketua BPH Yayasan Battuta Bangun Negeri Universitas Indonesia Mandiri (UIM), dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Lamsel, kepala perangkat daerah, camat, serta unsur Forkopimcam Tanjung Bintang.

Dalam Sambutannya Bupati Lamsel menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh warga yang hadir. Ia mengaku sangat bahagia dapat mengawali tahun baru dengan bersilaturahmi langsung bersama masyarakat.

“Saya mengucapkan selamat Tahun Baru 2026. Semoga seluruh harapan dan aspirasi kita bisa terwujud. Ini adalah agenda pertama saya di tahun 2026. Begitu bangun pagi, saya langsung ke sini sebagai bentuk kebahagiaan dan apresiasi saya bisa melihat dan bersilaturahmi langsung dengan Bapak Ibu semua,” katanya Egi.

Selain itu, Egi juga membuka ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya dan harapan di tahun yang baru ini. Sejumlah warga yang menyampaikan doa’ agar diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, serta kemudahan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Suasana diskusi kemudian menghangat saat salah satu perwakilan RT menyampaikan usulan terkait perlunya revisi dan verifikasi ulang data penerima bantuan sosial (bansos). Ia berharap pendataan dapat diperbaiki agar bantuan tersebut benar-benar diterima oleh warga yang berhak.

Menanggapi hal tersebut, Egi menegaskan bahwa pengawasan penyaluran bansos merupakan tanggung jawab bersama. Ia menginstruksikan para camat hingga para kepala desa untuk terjun langsung ke lapangan supaya memastikan validitas data penerima bantuan.

“Saya minta bantuan harus tepat sasaran. Jangan sampai ada praktik nepotisme, mentang-mentang saudara lalu didahulukan. Harus adil dan merata sesuai visi dan misi saya. Dari sisi kebijakan saya pastikan tepat sasaran, namun’ jajaran di bawah juga harus merealisasikannya dengan jujur dan tepat sasaran,” tegasnya Egi.

Diakhir Silaturahmi yang dikemas dalam lomba menangkap ikan itu tidak hanya menjadi hiburan rakyat, akan tetapi juga menjadi ruang terbuka antara pemerintah dan masyarakat untuk memastikan program-program berjalan sesuai kebutuhan warga.

Untuk itu Komitmen Bupati dalam menyerap aspirasi dan mengawal ketepatan program sosial sejak hari pertama tahun 2026 dinilai sebagai sinyal positif bagi pembangunan dan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Lampung Selatan ke depan lebih maju lagi.(Red)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts