Portal Berita Online

Pemkab Pesisir Barat Upacara HUT Korpri ke-54


Pesisir Barat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat (Pesibar) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54 pada Senin, 1 Desember 2025, di Lapangan Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar. Upacara ini dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai elemen pemerintah setempat.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Armen Qodar, S.P., M.M., memberikan sambutan yang mengingatkan pentingnya dedikasi dan integritas bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). “HUT KORPRI ke-54 ini mengusung tema ‘Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI Mewujudkan Indonesia Maju,’ yang mencerminkan tekad kami untuk menjaga persatuan dan solidaritas dalam melayani bangsa ini,” ujar Armen Qodar dalam pidatonya.

Armen Qodar menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pegawai yang telah berbakti lebih dari setengah abad dalam menjalankan tugas negara. Ia menegaskan bahwa peran KORPRI sangat vital dalam mendukung pembangunan nasional, memastikan pelayanan publik berjalan efektif, dan memajukan birokrasi yang bersih dan profesional. “Korpri adalah penggerak utama yang memastikan setiap kebijakan pemerintah dapat berjalan dengan baik di seluruh pelosok negeri, dari Sabang hingga Merauke,” lanjutnya.

Lebih jauh, Armen Qodar juga menggarisbawahi pentingnya penguatan netralitas ASN di era digital yang serba cepat dan penuh tantangan. Ia berharap ASN mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dalam pelayanan publik, serta memperkuat transparansi dan kepercayaan rakyat.

Menghadapi tantangan zaman, Armen Qodar mendorong ASN untuk terus mengembangkan diri, tidak hanya dalam hal keterampilan administratif, tetapi juga dalam hal inovasi dan kemampuan adaptasi digital. “Transformasi digital harus menjadi fokus utama bagi Korpri agar ASN tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga penggerak perubahan di sektor pemerintahan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Asisten III juga menekankan pentingnya keberlanjutan reformasi birokrasi melalui pengesahan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN yang diharapkan dapat memperkuat kompetensi dan kesejahteraan pegawai negeri. “Kami harus terus menjaga netralitas, menjaga etika jabatan, serta meningkatkan profesionalisme untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan berwibawa,” ujar Armen Qodar, ( Yasir )

Share:

Upacara Hut Korpri Ke-54 Penuh Hikmad Di Rutan Krui


Pesisir Barat - Rutan Kelas IIB Krui, Pesisir Barat, Lampung menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) dengan penuh khidmat di Lapangan Rutan, Senin (01/12/2025).

Upacara ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Krui, Nixwanto, yang dalam amanatnya menegaskan pentingnya semangat pengabdian, integritas, dan profesionalisme bagi seluruh aparatur negara, khususnya petugas pemasyarakatan.

Kegiatan upacara diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Rutan Krui, peserta magang Batch 2, serta perwakilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap momentum nasional ini. Kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap insan pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam menciptakan layanan yang humanis dan berkeadilan;

"Peringatan HUT Ke-54 KORPRI ini tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pegawai dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Rutan Krui. Melalui upacara ini, diharapkan semangat Korpri untuk “Berbakti Tanpa Henti” dapat terus menginspirasi jajaran Rutan Krui dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara profesional dan penuh tanggung jawab," tutupnya.(Yasir)

Share:

Bhabinkamtibmas Lampung Selatan Amankan Buronan Pencurian Uang Rp600 Juta


LAMPUNG SELATAN - Aksi cepat dan penuh keberanian ditunjukkan Aipda Deni Meydistira, Bhabinkamtibmas Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa. Ia berhasil mengamankan seorang pria berinisial S, buronan kasus pencurian uang Rp600 juta asal Jakarta Barat. Penangkapan berlangsung di wilayah terpencil yang hanya dapat dijangkau melalui jalur laut.

Peristiwa ini terjadi Jumat (28/11/2025) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Aipda Deni bergerak setelah menerima laporan koordinasi dari Polda Metro Jaya, yang melacak pelarian S hingga ke wilayah Lampung Selatan. Menindaklanjuti informasi tersebut, Polsek Kalianda menerbitkan sprint untuk memastikan keberadaan pelaku.
Berdasarkan keterangan polisi, pelaku S diketahui melarikan diri ke Pulau Sebesi bersama istrinya karena memiliki keluarga di pulau tersebut.
“Dari informasi yang kami terima, pelaku diduga kuat berada di Desa Tejang. Kami langsung melakukan pencarian dan penindakan,” ujar Aipda Deni.
Kasus pencurian ini bermula ketika korban AFR, warga Jakarta Selatan, menitipkan kunci apartemen kepada S yang merupakan sopir pribadinya. Korban meminta pelaku membersihkan kamar. Namun beberapa jam kemudian, S tidak kembali menjemput seperti biasa. Merasa curiga, korban mendatangi apartemennya dan mendapati uang Rp600 juta di dalam lemari telah hilang. Saat itu juga pelaku menghilang dan kemudian diketahui kabur ke Lampung Selatan.
Proses penjemputan pelaku berlangsung dramatis. Aipda Deni harus menembus gelap malam dan ombak tinggi menggunakan perahu kecil bersama tiga warga menuju Dermaga Canti.
Salah seorang warga Rajabasa yang ikut membantu menggambarkan situasi tersebut sebagai aksi yang berisiko tinggi.
“Ombak cukup tinggi, gelap, tapi Aipda Deni tetap membawa pelaku untuk dibawa ke daratan. Itu bukan perjalanan mudah,” ujarnya.
Keberanian tersebut mendapatkan apresiasi dari masyarakat setempat. Warga menilai kehadiran polisi di pulau-pulau kecil memberikan rasa aman bagi masyarakat yang hidup di wilayah terpencil.
Setibanya di daratan, pelaku langsung dibawa ke Polres Lampung Selatan untuk proses hukum lebih lanjut. Ia kini ditahan sembari menunggu serah terima resmi dengan Polda Metro Jaya.
Kapolsek Kalianda, Iptu Sulyadi, menyampaikan bahwa keberhasilan penangkapan ini merupakan kolaborasi antara kesiapsiagaan anggota Polri dan dukungan warga Pulau Sebesi.
“Partisipasi warga sangat membantu mempercepat proses penangkapan,” ujarnya.
Penangkapan ini semakin menegaskan komitmen Polri bahwa tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dijangkau dalam upaya menegakkan hukum dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Terima kasih kepada warga Pulau Sebesi yang membantu,” kata Iptu Sulyadi.(Red)

Share:

KSKP Bakauheni Ringkus Pencuri Motor di Area Parkir Dermaga Eksekutif


LAMPUNG SELATAN - Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni berhasil meringkus seorang pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) sepeda motor yang terjadi di area parkir Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Rabu (26/11/2025). Pelaku berinisial LE (32), warga Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, ditangkap tanpa perlawanan oleh tim KSKP Bakauheni yang dipimpin Kapolsek KSKP Bakauheni AKP Ferdo Elfianto bersama Kanit Reskrim IPTU M. Zailani.

AKP Ferdo menjelaskan, kasus tersebut bermula saat korban W (28), karyawan Brooaster Chicken Mall Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, memarkirkan sepeda motor Honda Fit X hitam bernomor polisi B 6088 ULB pada pukul 14.30 WIB. Namun, ketika hendak membuang sampah pada malam harinya sekitar pukul 21.30 WIB, korban mendapati motornya telah raib. “Dari rekaman CCTV terlihat seorang laki-laki tak dikenal membawa kabur motor korban dengan cara memutus kabel stop kontak,” ujar Ferdo, Jumat (28/11/2025).

Mendapat laporan, tim KSKP Bakauheni langsung melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan rekaman CCTV dan meminta keterangan sejumlah saksi. Upaya tersebut membuahkan hasil cepat. “Alhamdulillah tidak perlu waktu lama, hari ini Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 22.00 WIB pelaku berhasil kami amankan beserta barang bukti motor korban,” kata Ferdo.

Saat diinterogasi, LE mengakui aksinya. Motor hasil curian itu belum sempat dijual dan masih disimpan di rumah pelaku di Desa Sumur, Kecamatan Ketapang. Polisi kemudian mengamankan pelaku dan barang bukti ke Mapolsek KSKP Bakauheni untuk penyidikan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, pelaku kami jerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara hingga tujuh tahun,” tegas AKP Ferdo. (Hms/Red)

Share:

TARKAM, Ribuan Warga Padati Sanggar Beach Kalianda


Kalianda - Embun pagi belum sepenuhnya mengering ketika ribuan peserta berdesakan memenuhi garis start FUN RUN Kejuaraan Antar Kampung (TARKAM) Kementerian Pemuda dan Olahraga 2025 di Sanggar Beach Kalianda, Minggu (30/11/2025).

Suasana pantai yang biasanya tenang sontak berubah menjadi lautan manusia yang antusias mengikuti agenda olahraga terbesar di Lampung Selatan tahun ini.
Tepat pukul 06.15 WIB, Ketua Umum KONI Lampung Selatan, Zulhaidir, bersama Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Lampung Selatan, Yespi Cory, melepas 3.700 peserta.
Para pelari langsung melesat menyusuri rute Bundaran Kalianda-Jalan Veteran-Jalan Way Urang dan kembali lagi ke garis finis di Sanggar Beach.
Sekitar 20 menit setelah start, pelari tercepat mulai menembus garis akhir. Sorakan warga yang menonton di sepanjang lintasan terus membahana, menyambut setiap peserta yang tiba di garis finis.
Di antara peserta, M. Danendra Azumar-Juara Umum II asal Desa Kedaton yang kini duduk di kelas XII SMA Negeri 1 Kalianda, mengaku bangga dan berharap kegiatan ini terus berlanjut.
“Semoga TARKAM Kemenpora semakin maju, bisa diadakan setiap tahun, dan membuat para peserta semakin semangat,” ujarnya.
Ketua Umum KONI Lampung Selatan, Zulhaidir, melaporkan bahwa Kejuaraan TARKAM tahun ini diikuti peserta dari 17 kecamatan diperkuat dengan Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) dengan total mencapai 5.000 peserta.
Mereka bertanding pada empat cabang olahraga: voli diikuti 476 peserta, fun run 3.700 peserta, gerak jalan 374 peserta, dan senam 119 peserta.
“Alhamdulillah Kejuaraan TARKAM diikuti antusias masyarakat. Kegiatan ini merupakan program Kementerian Pemuda dan Olahraga, yang berlangsung sejak 27 November hingga puncaknya pada 30 November 2025,” kata Zulhaidir.
Mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Kadispora Yespi Cory menyebut bahwa empat cabang olahraga tersebut menjadi ruang awal bagi atlet lokal untuk menunjukkan potensi terbaik.
“Kegiatan ini bukan hanya menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga mencari bibit-bibit unggul,” ujarnya.
Yespi juga menegaskan bahwa agenda ini selaras dengan arah pembangunan yang tengah digencarkan Pemkab Lampung Selatan.
“Kegiatan ini memberi semangat kepada masyarakat dan menjadi ajang silaturahmi. Tujuan kita yaitu fokus menerapkan program bupati tentang agroeduwisata,” tuturnya.
Kegiatan juga dihadiri Wakil Ketua III DPRD Lampung Selatan Bella Jayanti, Kepala Dinas PMD Erdiyansyah, Camat Kalianda, Kapolsek Kalianda, serta jajaran pengurus KONI dan KOK Lampung Selatan. (Gil-Kmf)

Share:

Pemkab Lampung Selatan Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026


Kalianda - Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Selatan menyerahkan secara simbolis Publikasi Potret Kemiskinan Kabupaten Lampung Selatan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan sebagai bagian dari Kampanye Publik Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).

Penyerahan berlangsung di pelataran Gedung Olahraga Way Handak Kalianda saat kegiatan senam rutin bersama BPS dan jajaran Pemkab Lampung Selatan, Jumat (28/11/2025), yang turut dihadiri Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution.
Kegiatan tersebut menjadi strategi BPS dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya SE2026, yang akan menjadi pendataan ekonomi terbesar di Indonesia dan dilaksanakan tahun depan.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menegaskan bahwa keberhasilan SE2026 membutuhkan dukungan luas berbagai elemen.
“Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan potret menyeluruh mengenai kondisi perekonomian nasional, mulai usaha besar, menengah, kecil, hingga mikro. Kesuksesan ini tidak bisa hanya mengandalkan BPS, tetapi memerlukan dukungan semua pihak,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama. “BPS akan mati gaya bila tidak mendapat dukungan banyak pihak. Karena itu kami sangat menghargai kehadiran dan kolaborasi dalam kegiatan hari ini,” tambahnya.
Ahmadriswan juga menyebut Lampung Selatan sebagai lokasi ketiga pelaksanaan senam publisitas SE2026 setelah Lampung Tengah dan Kota Metro.
Mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Plt Asisten Administrasi Umum Edy Firnandi menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh penyelenggaraan SE2026.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang menjaga kebugaran, namun juga sarana memperkuat dukungan publik terhadap pendataan ekonomi nasional.
“Data yang lengkap dan akurat akan membantu pemerintah merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran, baik untuk penguatan UMKM, peningkatan investasi, maupun penciptaan lapangan kerja baru,” jelas Edy.

Share:

TP PKK Muara Enim Studi Banding ke Lampung Selatan, Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Program Keluarga


Kalianda - Suasana hangat menyambut rombongan Tim Penggerak Pemberdyaan Kesejahteran Keluarga (TP PKK) Kabupaten Muara Enim saat melakukan studi banding ke Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (28/11/2025).

Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi antarorganisasi pemberdayaan perempuan di dua daerah.
Rombongan TP PKK Muara Enim yang dipimpin Ketua TP PKK, Heni Pertiwi Edison, disambut langsung Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan, Reni Apriyani, bersama Ketua DWP Lampung Selatan Ratna Yanuana Supriyanto, beserta jajaran pengurus TP PKK Lampung Selatan di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan.
Dalam sambutannya, Reni Apriyani, mewakili Ketua TP PKK Lampung Selatan, Zita Anjani, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menyebutnya sebagai kesempatan berharga untuk memperkuat gerakan PKK di kedua daerah.
“Kami merasa terhormat sekaligus berbahagia bisa menyambut ibu-ibu hebat dari Muara Enim. Studi banding ini penting, bukan hanya untuk melihat program daerah lain, tetapi juga bertukar gagasan, inovasi, dan praktik terbaik,” ujar Reni.
Ia menjelaskan, Lampung Selatan terus mendorong sejumlah inovasi, mulai dari pengembangan ekonomi keluarga berbasis UMKM, penguatan kapasitas kader melalui pelatihan digital, peningkatan gizi anak, hingga ruang kreatif bagi perempuan inovator desa.
Menurutnya, transformasi sistem kerja PKK Kabupaten Lampung Selatan juga dilakukan agar seluruh program berjalan lebih terukur dan efektif.
“Kami berharap apa yang kami lakukan dapat memberi gambaran tambahan bagi ibu-ibu sekalian, sebagaimana kami pun siap belajar dari praktik terbaik yang diterapkan di Kabupaten Muara Enim,” kata Reni.
Reni menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen bersama untuk terus belajar dan tumbuh sebagai organisasi pemberdayaan keluarga.
“Masa depan keluarga Indonesia ada di tangan perempuan-perempuan yang kuat, cerdas, dan penuh empati. Karena itu, pertemuan ini harus menjadi langkah nyata untuk memperluas jaringan dan membangun kerja sama,” tuturnya.


Share:

Bupati Lampung Selatan Hadiri Ijtima Ulama Dunia 2025


Jati Agung - Kota Baru berubah menjadi lautan manusia ketika ratusan ribu jemaah dari berbagai penjuru Indonesia bahkan mancanegara memadati kawasan tersebut untuk mengikuti Ijtima Ulama Dunia 2025: Tabligh Akbar Indonesia Berdoa, Jumat (28/11/2025).

Di tengah suasana yang penuh kekhidmatan itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Supriyanto, hadir menyambut para ulama dan jemaah yang sejak pagi telah memadati lokasi.
Selama tiga hari, 28-30 November 2025, Kawasan Kota Baru di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi pusat perjumpaan, doa, dan tausiah bagi umat Islam.
Rangkaian acara pada hari pertama dimulai dengan pelaksanaan salat Jumat berjamaah. Tampak Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, berdiri di saf depan bersama Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, serta Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar didaulat menjadi khatib salat Jumat. Dalam khutbahnya, ia mengajak umat Islam menjadikan momen ini sebagai ruang memperkokoh persaudaraan dan doa bersama demi keselamatan bangsa.
“Kita berkumpul di sini bukan sekadar memenuhi agenda, tetapi memohon keselamatan negeri, memperbaiki diri, dan mempererat ukhuwah,” ujarnya di hadapan jemaah yang memenuhi area salat.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan Tabligh Akbar sebagai momentum memperkuat nilai keislaman di tengah dinamika sosial dan tantangan zaman.
Kota Baru Hidup Sampai Malam, Warga Rasakan Dampak Ekonomi
Tak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, Ijtima Ulama Dunia 2025 juga memberi dampak nyata bagi perekonomian warga sekitar. Ribuan jemaah yang datang membuat kawasan Kota Baru kembali hidup hingga malam.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi menyambut positif gelaran internasional ini. Selain memperkuat persatuan umat melalui doa dan zikir, kegiatan berskala besar seperti Ijtima Ulama Dunia dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Lampung Selatan.
Wanda (36), warga Kota Baru, mengaku perputaran ekonomi langsung terasa sejak hari pertama kegiatan berlangsung.
“Yang tadinya bukan pedagang jadi berdagang. Mau beli ini dan itu ada. Yang tadinya sepi, sekarang ramai sampai malam,” tuturnya.
Pemerintah daerah mencatat lonjakan aktivitas ekonomi, mulai dari sektor UMKM, penyedia transportasi, hingga perhotelan. Ribuan jemaah yang berdatangan juga turut menggerakkan usaha kecil warga yang sebelumnya jarang tersentuh pengunjung. (Gil-Kmf)

Share:

Empat Sekolah di Lampung Selatan Terima Bantuan Komputer dari PTPN I Reg 7


LAMPUNG SELATAN-- PTPN I Regional 7 telah memberikan bantuan 4 unit komputer kepada 4 sekolah di Kabupaten Lampung Selatan melalui Program Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan pemerataan akses pendidikan di daerah, serta mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu Pendidikan Berkualitas
Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum, Agus Fahroni, Selasa (25/11/2025), mengatakan PTPN I Reg 7  berkomitmen untuk terus hadir mendukung kemajuan pendidikan di Lampung.
“Program TJSL ini sejalan dengan arahan Bapak Gubernur Lampung agar bantuan sosial ini  dapat lebih difokuskan ke sektor pendidikan.
"Kami berharap, bantuan komputer ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana pembelajaran berbasis teknologi, demi terwujudnya Generasi Emas Lampung yang cerdas dan berdaya saing,” ujar Agus.
PTPN I Reg 7 berkomitmen untuk terus mendukung sektor pendidikan di wilayah kerjanya, sebagai langkah nyata dalam mempersiapkan generasi muda yang unggul dan siap menghadapi era digital.
Keempat sekolah yang menerima bantuan komputer yakni SDN 1 Wonodadi, SDN 1 Purwodadi Dalam, SDN 1 Sukamarga, dan SMP Satu Atap 3 Kalianda.
Bantuan diserahkan oleh Asisten Humas Protokoler dan TJSL, Skondra Syarief didampingi Asisten SDM dan Umum Unit Bergen, Andri, diterima oleh masibg-masing kepala sekolah penerima bantuan.
Kepala Sekolah SDN I Wonodadi Arifin memgucapkan terima kasih kepada PTPN I Reg 7 yang telah memberikan bantuan komputer.
Ia menyampaikan apresiasi kepada PTPN I Reg 7 yang telah memberikan dukungan dalam proses belajar mengajar.
Hal senada diungkapkan Farida Kepala Sekolah SDN 1 Sukamarga. Bantuan ini sangat bermanfaat bisa memberika  kemudahan dalam melaksankan tugas mengajar. (**)

Share:

Bupati Lampung Selatan Tinjau Perbaikan Jalan di Penengahan


PENENGAHAN - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas salah satunya di bidang infrastruktur. Hal itu tampak saat Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama meninjau langsung progres perbaikan jalan di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, pada Kamis,(27/11/2025). Kedatangan Bupati disambut hangat masyarakat yang selama ini menantikan perbaikan fasilitas jalan utama desa.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Egi didampingi Camat Penengahan Syaifulloh, Kadis PMD Erdiansyah, Anggota DPRD Lampung Selatan Widodo, Ir. Toto Priyana, jajaran PUPR Lamsel, Forkopimcam Penengahan, Kepala Desa Pasuruan Sumali, serta masyarakat setempat.

Perbaikan jalan yang dikerjakan oleh Dinas PUPR Lampung Selatan menyasar dua titik utama yakni ruas Jalan Raden Imba dan Jalan Satria 3. Dua jalur vital ini sebelumnya mengalami kerusakan cukup berat selama bertahun-tahun dan sangat mengganggu mobilitas warga.

Pekerjaan dilakukan menggunakan metode hotmix Panjang 576 Lebar 3 Meter dan rabat beton Panjang 417 Meter Lebar 4 M dan ketebalan 15 sentimeter dengan total panjang lebih kurang 993.

Bupati Egi menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah.

“Pembangunan infrastruktur harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Jalan yang baik memperlancar mobilitas, menggerakkan ekonomi, dan memberikan kenyamanan dalam beraktivitas. Kami akan terus hadir memastikan pembangunan tepat sasaran,” ujar Bupati Egi.

Bupati serap aspirasi, warga sampaikan Keluhan Sehari-hari
Saat berdialog dengan warga, Bupati Egi menanyakan kondisi jalan sebelum diperbaiki. Salah satu warga mengaku sangat terbantu dengan adanya pembangunan ini karena sebelumnya kondisi jalan sangat memprihatinkan.

“Iya Pak Egi, dulu jalannya bolong-bolong parah hampir tiga tahun,” ungkap seorang ibu warga setempat.

Di lokasi lain, seorang warga bernama Syamsudin menyampaikan rasa syukurnya atas perbaikan jalan ini.

“Alhamdulillah, jalan ini hampir sepuluh tahun rusak. Sekarang sudah bagus berkat Pak Egi. Terima kasih, Pak Bupati,” Ucapnya.

Kepala Desa Pasuruan, Sumali, mengaku sangat mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur desa.

"Alhamdulillah, kehadiran Pak Bupati disambut antusias oleh masyarakat. Ini bukti nyata perhatian pemerintah daerah. Semoga perbaikan jalan ini menjadi awal pembangunan berkelanjutan di Penengahan,” ujar Sumali

Kades juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun.

“Mari kita jaga bersama hasil pembangunan ini. Kalau jalan baik, akses ekonomi, pendidikan, dan aktivitas sosial pasti semakin lancar,” harap kades Sumali.

Dengan adanya perbaikan jalan ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kembali menegaskan upayanya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur secara bertahap dan berkelanjutan. Kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci kemajuan wilayah Penengahan kedepan. (Red)

Share:

Kejari Lampung Selatan Minta Maaf Atas Kesalahan Undangan Pemanggilan Perangkat Desa


LAMPUNG SELATAN - Setelah adanya pemberitaan yang berjudul Pemuda Dan Masyarakat Kritik Kejaksaan Negeri Lamsel, Terkait Kesalahan Penulisan Nama Desa Mereka. (Banjar Hara Manis) yang semestinya nama Desa Hara Banjar Manis, di surat undangan dalam rangka pemanggilan mantan kepala Desa dan sekretaris desa.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Agoeng Tirtayasa Rasoen,  menyampaikan klarifikasi permohonan maaf secara resmi terkait kekeliruan penulisan nama desa dalam surat pemanggilan aparatur desa.

Agoeng menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Desa Hara Banjar Manis atas kesalahan penulisan nama desa dalam surat tersebut. Ia menegaskan bahwa desa yang dimaksud dalam proses penyelidikan adalah Desa Hara Banjar Manis, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

"Kami luruskan, desa yang sedang dimintai keterangan adalah Desa Hara Banjar Manis. Terjadi kesalahan penulisan nama desa sebelumnya, dan hal ini perlu kami klarifikasi agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat,” ujar Agoeng, Jumat (28/11/2025)

Klarifikasi ini disampaikan menanggapi terbitnya Surat Pemanggilan Nomor: B-263/L.8.11/Fd.1/11/2025, tertanggal 20 November 2025, yang ditujukan kepada Sekretaris Desa Hara Banjar Manis untuk dimintai keterangan terkait penggunaan anggaran desa tahun 2022–2024. Dalam surat tersebut sebelumnya terdapat kekeliruan penulisan nama desa.

Kejaksaan menegaskan bahwa proses penyelidikan tetap berjalan sesuai ketentuan hukum, dan klarifikasi diperlukan untuk menjaga akurasi informasi serta mencegah terjadinya miskomunikasi di ruang publik.

“Kami ingin memastikan bahwa semua informasi terkait penanganan perkara disampaikan secara benar dan proporsional. Kesalahan penulisan ini sudah kami perbaiki,” tambah Agoeng.

Hingga kini Kejari Lampung Selatan belum mengungkapkan lebih jauh mengenai materi penyelidikan maupun dugaan awal yang sedang didalami. Namun, kejaksaan memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
(Red)

Share:

Office Parking RSUD Bob Bazar Kalianda Digerebek Polisi, Dugaan Tempat Pesta Sabu


LAMPUNG SELATAN - Pihak kepolisian dari Sat Narkoba Polres Lampung Selatan geledah

Ruang peristirahatan Office Parking Staf RSUD Bob Bazar Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, diduga kuat menjadi lokasi pesta narkotika jenis sabu oleh sekelompok remaja. Jumat (28/ 11/2025)
Informasi tersebut terungkap setelah seorang warga yang bermalam di area tersebut mendapati tiga orang tak dikenal keluar secara mencurigakan,
Samsul, saksi mata yang saat itu menunggu orang tuanya dirawat di rumah sakit, mengaku awalnya melihat bayangan mencurigakan dari jendela kaca ruang Office Parking.
“Sekitar pukul 23.23 WIB saya lihat seperti ada bayangan hitam ngintip dari dalam. Saya senter dari luar, masih ada. Pas saya masuk, ternyata ada orang di dalam kamar kantor parkir. Karena merasa nggak nyaman, saya telepon saudara. Tiba-tiba mereka bertiga buru-buru keluar,” tutur Samsul. Kamis (27/11/2025)
Dia mengatakan, wajah ketiga remaja tersebut asing dan mereka mengenakan pakaian berpenutup kepala. Merasa curiga, Samsul mencoba memeriksa ruangan setelah para remaja itu pergi.
“Saya periksa pakai senter HP, awalnya nggak ketemu apa-apa. Tapi paginya saya cek lagi bareng Bang Ilham, ternyata di balik meja ada bungkus kecil dan sisa pipet. Saya curiga itu bekas alat hisap,” ungkapnya.
Laporan Samsul langsung ditindaklanjuti aparat penegak hukum. Personel Satres Narkoba Polres Lampung Selatan yang dipimpin Deni mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan.
“Dari hasil pengecekan, kami menemukan sisa pipet dan potongan bungkus kecil bagian atas yang mirip bungkus sabu,” jelas Deni.
Dia menambahkan, pihaknya masih melakukan pendalaman, termasuk pengumpulan bukti dari rekaman CCTV rumah sakit.
“Ini akan kami dalami lebih lanjut. Sehubungan Kanit sedang melaksanakan ibadah umrah, keterangan lengkap akan kami sampaikan kemudian,” ujarnya.
Temuan dugaan aktivitas narkotika di lingkungan rumah sakit tersebut mengundang perhatian masyarakat dan menjadi peringatan serius bagi pihak pengelola RSUD Bob Bazar Kalianda untuk memperketat pengawasan area fasilitas umum, terutama ruangan yang tidak selalu terpantau. (Is)

Share:

Tindak Kriminal Oknum Warga Picu Aksi Massa di Polsek Sempol Coreng Citra Kabupaten Bondowoso


BONDOWOSO – Perusakan 150 ribu batang tanaman kopi milik PTPN I Regional 5 di Desa Kaligedang, Kecamatan Sempol, Bondowoso, Jawa Timur berimbas buruk kepada kesejahteraan lebih dari 3.500 buruh.

Tindak kriminal oleh oknum warga yang sempat memicu aksi massa di Polsek Sempol pada 17 November 2025 itu juga mencoreng citra baik Kabupaten Bondowoso yang dikenal dengan tagline "Bondowoso Republik Kopi (BRK)". Lebih luas lagi, jalur pariwisata menuju Kawah Ijen juga akan mengurangi peminat.

"Insiden pada 17 November yang dipicu tindak pidana perusakan tanaman kopi milik PTPN I Regional 5 itu Jangan dianggap remeh. Dampak negatifnya akan sangat luas, bukan hanya kerugian perusahaan yang katanya lebih dari Rp4,5 miliar. Ingat, di situ ada ribuan buruh yang pendapatannya macet, citra daerah Bondowoso Republik Kopi tercoreng, dan jalur pariwisata Ijen yang berada di Kawasan itu pasti akan terganggu," kata Iffan Gallant El Muhammady, pengamat sosial dari Universitas Muhammadiyah Jember, Kamis (27/11/25).

Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UMJ itu menambahkan, dari tiga dampak itu, yang paling krusial adalah terhentinya pendapatan alias upah para buruh yang jumlahnya 3.500 orang itu. Penilaian dosen bergelar doktor ini ditimbang berdasarkan analisis potensi instabilitas wilayah. Sebab, kata dia, upah atau gaji sebagai elemen utama pemenuhan kebutuhan dasar warga memiliki ambang toleransi paling tipis.

"Kalau mau dikaji lebih dalam, sebenarnya dampaknya sangat luas lagi. Tetapi yang paling krusial sehingga harus segera ada penanganan serius dari parapihak, adalah soal nasib buruh. Soalnya ini kan masalah perut. Ini bisa melebar ke mana-mana. Kerugian lainnya lebih bersifat intangible asset, seperti citra daerah, kepercayaan investor, hingga engganya wisatawan ke Paltuding (Kawah Ijen) lewat jalur Bondowoso. Ini butuh Waktu lama untuk memulihkan," kata alumnus Program Doktor Ilmu Sosial Peminatan Kebijakan Publik Universitas Airlangga ini.

Iffan Gallant menilai insiden ini telah bergeser dari persoalan perusakan 80 hektare lahan menjadi krisis sosial yang berdampak luas. Ia menegaskan bahwa langkah mendesak saat ini adalah menahan eskalasi dan menghindari narasi saling menyalahkan.

“Pelabelan warga sebagai ‘perusuh’ hanya memperlebar jurang sosial dan menutupi persoalan struktural. Pemerintah dan aparat harus benar-benar berada di tengah. Negara tidak boleh terlihat berpihak karena yang dipertaruhkan adalah penghidupan ribuan buruh dan stabilitas kawasan,” kata dia.

Ia juga melihat potensi konflik horizontal jika situasi tidak dikelola hati-hati, terutama antara buruh yang kehilangan pendapatan dan warga Kaligedang yang percaya kebun hortikultura yang mereka garap akan "ditertibkan".

“Ini berbahaya, karena menggeser persoalan dari kegagalan tata kelola menjadi benturan antarwarga. Kisruh ini juga kini dirasakan publik secara simbolik tentang reputasi Kopi Bondowoso yang dulu menjadi ikon kebanggaan kini diasosiasikan sebagai pemicu konflik. Lalu, kerusakan Kepercayaan yang terbangun dari narasi positif BRK tidak dapat berdiri jika realitas hulunya penuh ketidakstabilan. Berikutnya, kerusakan legitimasi publik terhadap situasi ini.

Dampak pada sektor wisata pun tak bisa diabaikan. Konflik terbaru ini memperkuat persepsi bahwa jalur Bondowoso menuju Kawah Ijen kurang aman dan kurang kondusif. Kondisi ini akan menambah berat beban ketika pemeritah sedang mengkampanyekan jalur Bondowoso menuju Paltuding (Kawah Ijen) lebih menarik .

“Konflik sosial di sekitar wilayah produksi kopi menciptakan rasa tidak nyaman bagi warga lokal. Rasa bangga sebagai duta wisata ikut menurun. Jika tidak ditangani cepat, kisruh ini akan menempel di memori kolektif sebagai simbol ketidakstabilan,” jelasnya.

Bagi investor, insiden ini adalah ujian besar. Iffan mengatakan pemodal selalu menghitung tiga faktor utama: stabilitas sosial, kepastian tata kelola, dan mekanisme penyelesaian konflik.

“Kerugian Rp 4,7 miliar yang dialami PTPN I Regional 5 dan terhentinya pendapatan 3.500 orang adalah sinyal bahwa ada masalah serius dalam relasi perusahaan, warga, dan komunikasi publik. Jika pemerintah hanya merespons secara jangka pendek, investor akan membaca konflik ini sebagai pola yang bisa terulang,” urainya.

Iffan menilai situasi ini bisa berbalik positif jika pemerintah daerah dan PTPN menggunakan momentum ini untuk melakukan pembenahan sistemik. Transparansi, audit tata kelola, dan forum dialog tetap dinilai sebagai instrumen penting untuk memulihkan kepercayaan.

“Branding tidak boleh berhenti pada slogan. Kepercayaan publik hanya kembali jika perubahan terasa di lapangan,” tutup Iffan Gallant. (Lis)

Share:

Pemkab Lampung Selatan Gelar Pisah Sambut Kepala Kantor Pertanahan


Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar acara pisah sambut Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Selatan di lobi kantor bupati, Kamis malam (27/11/2025).

Momen ini menandai berakhirnya masa tugas Dr. Seto Apriyadi, S.ST., M.H. dan sekaligus menyambut pejabat baru, Rizal Rasyuddin, S.SiT., M.M., QRMP.
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, Sekretaris Daerah, tokoh adat Sai Batin Lima Marga, serta perwakilan BUMD dan perbankan.
Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama menyampaikan apresiasi atas kinerja Seto Apriyadi yang telah memimpin Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Selatan sejak Juni 2023. Ia menilai, meski masa pengabdian tidak panjang, peningkatan pelayanan pertanahan berjalan signifikan.
Bupati Egi menegaskan bahwa urusan pertanahan bukan sekadar berkas administrasi.
“Pertanahan adalah investasi, ruang hidup masyarakat, masa depan daerah, dan kepastian hukum. Malam ini bukan hanya pergantian jabatan, tetapi perpindahan estafet amanah,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Egi menyambut kedatangan Kepala Kantor Pertanahan yang baru, Rizal Rasyuddin, yang dikenal memiliki gaya kerja tegas, detail, dan adaptif terhadap digitalisasi layanan.
Ia juga menyelipkan humor ringan yang disambut tawa undangan. “Kalau mengurus berkas tanah, tolong lengkapkan syaratnya dulu. Jangan hanya lengkap doanya saja,” selorohnya.
Selain seremoni pergantian pejabat, acara ini juga menjadi ajang penegasan komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam menghadapi berbagai tantangan pertanahan. Mulai dari percepatan PTSL, kepastian aset daerah, digitalisasi layanan, hingga penyelesaian konflik agraria.

Share:

Bupati Lampung Selatan Ultimatum SMPN 1 Rajabasa Bereskan Fasilitas Sekolah


Rajabasa - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama mengeluarkan instruksi tegas saat meninjau SMP Negeri 1 Rajabasa di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kamis (27/11/2025).

Ia memberi batas waktu satu minggu kepada pihak sekolah untuk memperbaiki fasilitas yang dinilai bermasalah, termasuk jendela pecah dan area yang tidak tertata rapi.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Egi didampingi Kepala Dinas PMD, Camat Rajabasa, serta para kepala desa di wilayah setempat. Ia meninjau dua ruang kelas baru yang direncanakan menjadi ruang belajar Kelas VII.
Bupati Egi meminta pihak sekolah memastikan seluruh sarana pendukung siap berfungsi optimal. “SMPN 1 Rajabasa punya potensi unggul karena lingkungan sekolahnya indah. Tidak semua sekolah memiliki view sebagus ini,” ujarnya.
Kendati demikian, Bupati Egi menyoroti kondisi sejumlah ruang lama yang terlihat kurang terawat. Ia langsung memerintahkan pihak sekolah melakukan pembenahan cepat dan menyampaikan laporan perkembangan secara berkala.
Tidak hanya itu, Bupati Egi menghubungi Kepala Dinas Pendidikan melalui telepon untuk meminta peninjauan langsung serta melibatkan Inspektorat dalam audit menyeluruh terhadap fasilitas sekolah. Ia menekankan bahwa kebersihan dan kerapian lingkungan sekolah merupakan bagian penting dari pendidikan karakter.
“Setelah belajar mengajar, sampah jangan dibiarkan. Tanamkan pada murid agar terbiasa membawa pulang atau membuang sampah pada tempatnya. Pendidikan bukan hanya akademis, tapi juga pembentukan karakter,” tegasnya.
Bupati Egi juga meminta agar bangunan terbengkalai tidak digunakan sebagai tempat penyimpanan barang sembarangan. Ia menilai kualitas penataan lingkungan akan memengaruhi kedisiplinan siswa.
“Kalau kamar mandi bersih, ruang lain biasanya ikut rapi,” katanya.


Share:

Bupati Lampung Selatan Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Pasuruan-Gandri


Penengahan - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meninjau progres pembangunan infrastruktur jalan di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kamis (27/11/2025).

Peninjauan dilakukan pada sejumlah titik, mulai dari Ruas Jalan Pasuruan-Gandri hingga Ruas Jalan Pasar Desa. Kunjungan ini bertujuan memastikan kualitas pekerjaan sekaligus menjawab keluhan warga yang telah bertahun-tahun menunggu perbaikan.
Saat ini, total panjang ruas jalan kabupaten Pasuruan-Gandri yang dikerjakan dengan penanganan rabat beton sepanjang 2.120 meter, lebar 4 meter, dan tebal 20 centimeter.
Sementara, untuk Jalan Pasuruan hingga Jalan Pasar Desa mencapai 993 meter, terdiri dari rabat beton sepanjang 417 meter dan hotmix sepanjang 576 meter. Selain itu, turut dilakukan pelebaran bahu jalan menggunakan rabat beton sepanjang 218 meter.
Markamah (67), warga setempat, mengungkapkan rasa syukurnya atas perbaikan jalan yang telah dinanti hampir satu dekade. “Alhamdulillah sekarang sudah diperbaiki. Terima kasih kepada Pak Bupati,” ujarnya.
Warga lainnya juga menyampaikan apresiasi meski perbaikan hotmix belum menjangkau wilayah Klaten. Mereka tetap berterimakasih atas terealisasinya rabat beton sepanjang 120 meter.
Menanggapi aspirasi warga, Bupati Egi menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan infrastruktur. “Kerusakan jalan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Jika tak segera ditangani, bisa membahayakan pengguna,” tegasnya.


Share:

KJHLS Kecam Intimidasi Wartawan Kompas TV Lampung oleh Preman


LAMPUNG SELATAN – Ketua Jurnalis Harian Lampung Selatan (KJHLS), Randi Fatra, meminta kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan tindakan mengenai perlakuan kekerasan dan intimidasi  terhadap jurnalis Kompas TV Lampung, Teuku Khalidsyah, saat meliput sengketa lahan di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (25/11/2025).

Randi menilai tindakan intimidasi yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang preman tersebut telah memperkosa demokrasi di negeri ini, pengekangan terhadap hukum yang berlaku tentang adanya kemerdekaan kepada setiap insan pers dalam menjalankan tugasnya sebagai salah satu pilar demokrasi.
salah satu bentuk pengkebirian terhadap hukum yang telah diatur dalam Undang-Undang.
merupakan serangan nyata terhadap kebebasan pers.

“Ancaman terhadap saudara Teuku merupakan pelanggaran serius, intimidasi yang dilakukan adalah serangan nyata secara psikis dan tidak hanya untuk saudara Teuku, tapi semua insan pers ikut merasakan traumatis atas perlakuan (pelanggaran) oleh sekelompok oknum Preman dalam menghambat lajunya jalur informasi yang sebagaimana telah diatur dalam UU kebebasan pers.”
“Saya atas nama salah satu insan pers berharap kepada pihak APH selaku pelaksana Undang-undang untuk segera melakukan langkah-langkah hukum dalam menyikapi persoalan ini,” tegasnya dalam keterangan resmi, Rabu (26/11/2025).

Selain itu, ia menyampaikan dukungan moral kepada Teuku yang juga merupakan salah satu anggota KJHLS. Secara keorganisasian sebagai bentuk solidaritas ia menambahkan bahwa KJHLS mendukung penuh kepada teuku agar terus melanjutkan tugasnya sebagai penyambung lidah masyarakat dan menyampaikan informasi yang baik dan benar kepada publik.

“Kami berdiri sejajar bersama saudara Teuku. Jurnalis tidak boleh diintimidasi, demokrasi tidak boleh dinodai dan kemerdakaan harus dijunjung tinggi. Kami juga meminta kepada pemerintah daerah terkhusus bapak Bupati Lampung Selatan, untuk ikut memberikan sikap terutama  mendorong persoalan ini segera mendapat tindakan. Karena secara Konstitusi persoalan ini juga merupakan tanggungjawab pemerintah, Bagaimana kita BISA maju dengan berbagai kegiatan seremoni, jika informasi kita saja dikebiri.,” imbuhnya.

Ia turut mengimbau para jurnalis khususnya di Lampung Selatan untuk tetap berhati-hati, namun tidak gentar menjalankan fungsi jurnalistik demi kepentingan publik karena kita dilindungi oleh undang-undang.. “Tertulis jelas Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers secara tegas menyatakan bahwa setiap bentuk penghalangan, penghambatan, termasuk kekerasan terhadap jurnalis merupakan tindak pidana. Jadi tetaplah proforsional dalam melaksanakan tugas kita sebagai jurnalis karena tugas kita merupakan salah satu kelengkapan dalam suatu Negara," tukasnya.

Peristiwa bermula ketika Teuku Khalidsyah tengah meliput dugaan pemerasan oleh sekelompok orang terhadap warga sekitar. Sesampainya di lokasi, ia dikepung 8–9 orang yang mempertanyakan pemberitaan terkait kasus tersebut. Salah satu pelaku bahkan mengancam akan menusuk Teuku dengan senjata tajam yang terlihat terselip di pinggang.

Atas intimidasi tersebut, Teuku kemudian melaporkan kejadian ke Polres Lampung Selatan dengan nomor laporan:
LP/B/501/XI/2025/SPKT/Polres Lampung Selatan/Polda Lampung. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Lampung Selatan. (Red)

Share:

Lampung Selatan Jadi Daerah Pendampingan Prioritas 2025


Kalianda - Upaya meningkatkan kualitas pembangunan pemuda memasuki babak baru di Kabupaten Lampung Selatan.

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) resmi menggandeng Pemkab Lampung Selatan untuk memperkuat implementasi kebijakan pelayanan kepemudaan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Kebijakan Pelayanan Kepemudaan Tahun 2025 di Aula Krakatau, kantor bupati setempat, Kamis (27/11/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bidang Regulasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora RI, Samsudin, serta Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global Kemenpora RI, Esa Sukmawijaya.
Mewakili Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Sekretaris Daerah Supriyanto membuka kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menjadikan Kabupaten Lampung Selatan sebagai daerah pendampingan implementasi pelayanan kepemudaan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemenpora RI. Ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami untuk terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembangunan pemuda,” ujarnya.
Supriyanto menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan formulasi baru Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dalam RPJMN 2025–2029. Hal itu menuntut pemerintah daerah bergerak lebih adaptif dan kolaboratif dalam merancang strategi peningkatan pelayanan kepemudaan.
“Bimtek ini bukan hanya kegiatan teknis, tetapi langkah memperkuat fondasi pembangunan generasi muda melalui optimalisasi sumber daya, penyelarasan perencanaan, dan kolaborasi multipihak,” lanjutnya.


Share:

Anggota DPRD Berang dengan Proyek Rp37 M MilikBBWSMS Lampung


PENENGAHAN - Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Widodo dari Komisi II Fraksi PAN Dapil III, meninjau pembangunan rehabilitasi jaringan utama irigasi (D.I) kewenangan milik Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) Lampung (Paket I) di Desa Taman Baru, Kecamatan Penengahan, Selasa,(25/11/2025).

Peninjauan dilakukan setelah munculnya laporan masyarakat terkait dugaan penggunaan material bekas pada pembangunan talut irigasi yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah.

Dalam peninjauannya, Widodo melihat langsung dan menemukan adanya dugaan penggunaan kembali batu-batu lama yang masih bersemen untuk pembangunan talut. Kondisi tersebut memicu protes warga yang menilai kualitas pekerjaan terkesan asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi.

“Saya datang ke sini atas partisipasi masyarakat. Dengan anggaran besar seperti ini, mutu bangunan harus bagus dan bermanfaat untuk para petani Desa Taman Baru, Kelau, dan desa lainnya,” ujar Widodo.

Ia menambahkan bahwa setiap proyek pembangunan memiliki spesifikasi yang wajib dipatuhi, termasuk pemilihan material yang layak dan berkualitas. Ia menyoroti bahwa kualitas bangunan yang dinilai buruk.

Widodo mengaku prihatin melihat kondisi fisik pembangunan di lapangan. Menurutnya, penggunaan batu lama yang masih bersemen dapat mengurangi daya tahan talut dan berpotensi cepat rusak.

“Banyak sekali material lama dipasang kembali. Kalau seperti ini, bangunan tidak akan bertahan lama. Ini sangat disayangkan dan berpotensi menjadi pemborosan anggaran,” tegasnya.

Ia meminta pihak pelaksana segera memperbaiki kualitas pekerjaan dan memastikan material yang digunakan sesuai standar. Kemudian Widodo Anggota DPRD dari fraksi PAN ini, akan layangkan surat resmi kepada Pemerintah dan Instansi Terkait

Sebagai tindak lanjut, Widodo menyatakan akan mengirimkan surat kepada dinas terkait hingga tingkat provinsi bila diperlukan.

“Saya akan surati kepala pelaksana proyek. Bila perlu sampai ke Gubernur Lampung,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Widodo juga berdialog langsung dengan salah satu pekerja proyek. Seorang pekerja "Saya mau tanya, batu-batu ini yang baru?"

Pekerja tersebut menjawab, "Di atas, Pak. Tapi yang dipasang ini batu-batu bekas material yang lama yang bersemen dipasang kembali. Bapak kan cuma pekerja, yang pasti ada arahan dari mandor. Tolong sampaikan kepada pelaksana proyeknya bahwa Pak Widodo anggota DPRD Kabupaten Lampung dari Fraksi Partai Amanat Nasional (Pan) Selatan telah meninjau pembangunan irigasi ini."

"Ini kan program pembangunan untuk masyarakat, jadi harapan kita bisa awet, kualitas pembangunannya bagus, dan aliran sungainya berjalan dengan lancar. Jadi, kalau batu lama dibongkar terus dipasang lagi, kayaknya meragukan," jelasnya.

Berdasarkan informasi pada papan proyek, pekerjaan ini berada di bawah:

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS)
Nama Kegiatan: Rehabilitasi Jaringan Utama D.I (Paket I). Sumber Dana: APBN T.A. 2025.Lokasi: 6  kabupaten (26 titik lokasi) Kontrak: No. 05/HK0201/Bbws2.d2/IX/2025. Tanggal Kontrak: 19 September 2025
Penyedia Jasa: PT Brantas Abipraya (Persero) Konsultan Supervisi: PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) dengan Nilai Kontrak: Rp.37.802.222.644,39 (termasuk PPN 11%) Waktu Pelaksanaan: 101 (hari kalender).

Keluhan pertama muncul dari tokoh masyarakat dan petani setempat yang mendapati adanya batu-batu bekas bangunan lama yang masih bersemen digunakan kembali oleh pelaksana proyek.

Warga menilai hal itu berpotensi menurunkan kualitas bangunan dan merugikan petani sebagai penerima manfaat utama.

“Intinya masyarakat kecewa. Kami minta ada perbaikan, jangan pakai material bekas. Mutunya jelas tidak terjamin,” ujar salah satu warga dilokasi.

Ditanya terkait dengan berjalannya kegiatan pembangunan irigasi tersebut.

"Yanto, salah satu pekerja proyek, menyebutkan bahwa pekerjaan di titik lokasi disini telah berlangsung selama empat hari pak, sementara yang dilokasi atas sudah berjalan sekitar satu mingguan lah, dengan panjang pengerjaan ±500 meter," pungkas Yanto pekerja

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan tanggapan. (Tim)

Share:

Dugaan Intimidasi Wartawan, Ini Kata Pengelola SPPG Ketapang Lampung Selatan


 Lampung Selatan - J terduga mengintimidasi wartawan verbal IndepthNews.id akhirnya angkat bicara ihwal kabar dugaan intimidasi tersebut.

J diduga pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), unit yang bertugas mengelola dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ketapang Lampung Selatan.

"Iya. Enggak lucu, enggak dicari tau dulu (informasinya), yang komen itu siapa? Seperti apa gitu? Saja jadi ketawa aja liat berita itu. Ya kalau saya kan enggak ada hubungannya dengan itu kenal aja enggak," kata dia, Selasa (25/11).

J mengaku mengetahui beredarnya berita tersebut di salah satu grup whatsapp.
"Jadi saya cuma ngeledek aja dengan pemberitaan itu. Tapi mungkin di situ, disalahartikan. Sama teman-teman media ini, enggak dikonfirmasi dihubungi dulu saya apa maksudnya, apa gitu?, ini enggak ada komunikasi," ungkapnya.

"Maksud saya dari teman-teman media ini, menurut saya pribadi sih, yang punya bahasa itu dikonfirmasi dulu, kamu siapa? Persoalannya apa gitu kan. Kok bisa komen seperti itu. Sedangkan aku japri (chat pribadi) sama yang punya berita pertama. Jadi mungkin yang punya persoalan juga lagi bingung itu siapa gitu kan," tambahnya.

J meminta awak media jika memberitakan lebih cermat dengan data akurat serta memberikan ruang bagi lembaga atau orang ya diberita agar berita berimbang.
"Begitu tujuan saya, karena kebetulan sedikit banyak mohon maaf terkait juklak-juknis media  sedikit-sedikit adalah saya paham gitu. Jadi maksud saya yang punya berita itu menghubungi saya? . Apa sih bang maksudnya bang? anda siapa saya pengen gitu. Karena saya juga sangat mendukung," terangnya lagi.

J mengaku berterimakasih pada awak media yang mengkritisi persoalan program Makan Gizi Gratis (MBG) di Ketapang, Lampung Selatan, alasannya menurut dia, agar pengelolaan MBG lebih baik.
"Tapi kalau salah, ini ada teman umpamanya tidak suka dengan bahasa saya seperti itu, ya kita juga enggak bisa melarang ya. Mungkin mereka menanggapinya saya ngeledek apa saya nyepelein apa ya. Itu hak prioritas sih enggak bisa juga kita persoalkan, tapi cuma saya sayangkan gitu, jadi mesti tepat sasaran maksudnya. Mungkin itu aja kalau ada saran dan masukan," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, wartawan IndepthNews.id diduga mendapat intimidasi verbal melalui pesan WhatsApp dari nomor +62 812-7481-1xxx pada Senin malam, 24 November 2025.
Kejadian tak mengenakan itu telah pemberitaan ihwal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), unit yang bertugas mengelola dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ketapang Lampung Selatan yang diduga meliburkan pendistribusian MBG.
Pengirim pesan yang diduga J diduga memiliki keterkaitan dengan SPPG Ketapang. Ia menghubungi jurnalis secara langsung dan mengirimkan pesan bernada merendahkan, mengejek, dan berpotensi mengintimidasi.
“Sotoy lo, sampai di mana pengetahuan lo terkait program MBG. Kasian banget sich lo,” tulis Johan disertai deretan emoji tawa dan jempol mengarah ke bawah.(is)

Share:

Polda Bersama Polres Lampung Selatan Siap Kawal IJTIMA Ulama Dunia 2025


LAMPUNG - Polda Lampung bersama Polres Lampung Selatan menggelar Tactical Floor Game (TFG) sebagai langkah koordinasi akhir pengamanan IJTIMA Ulama Dunia 2025, Selasa (25/11/2025), di Siger Lounge Polda Lampung. TFG dimulai pukul 08.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Wakapolda Lampung Brigjen Pol Sumarto.

Kegiatan ini menghadirkan pejabat utama Polda Lampung, PJU Polres Lampung Selatan, perwira pelaksana di lapangan, hingga panitia pelaksana. Seluruh elemen dikumpulkan untuk menyamakan persepsi, membaca potensi kerawanan, dan merumuskan pola pengamanan menjelang kegiatan keagamaan internasional yang diperkirakan dihadiri puluhan ribu jamaah.

Dalam arahannya, Brigjen Pol Sumarto menegaskan bahwa titik layanan merupakan barisan terdepan yang harus memberikan rasa aman bagi jamaah.

“Fungsi pelayanan harus menjadi prioritas utama di seluruh pos. Pastikan informasi layanan dan pengamanan mudah diakses jamaah. Pengamanan diperkuat melalui koordinasi seluruh stakeholder, baik internal maupun eksternal,” tegasnya.

Ia juga meminta panitia dan aparat untuk memastikan ketersediaan alat kesehatan, kesiapan mobilitas kendaraan, serta sarana prasarana pendukung lainnya agar tidak ada hambatan alias zero obstacle selama kegiatan berlangsung.

Panitia Siapkan 105 Mobil, 3.000 Kamar Mandi, dan Skema Lalin Khusus

Perwakilan panitia IJTIMA Ulama Dunia 2025 menyampaikan bahwa mereka telah menyiapkan berbagai fasilitas vital:

105 mobil operasional panitia

±3.000 kamar mandi

Kantong parkir internal

Skema lalu lintas khusus untuk kendaraan berstiker panitia

Pos-pos pengamanan mulai dari VVIP hingga area istirahat.

Panitia meminta agar aparat kepolisian melakukan patroli rutin setiap dua jam di seluruh pos.

1.120 Personel Disiapkan untuk Puncak Acara

Wakapolres Lampung Selatan, Kompol Made Silpa Yudiawan, menyebutkan bahwa personel Polres sudah disiagakan sejak tahap awal.

“Untuk puncak kegiatan tanggal 28–30, kami siapkan kurang lebih 1.120 personel yang akan mengikuti apel sarpras,” ujarnya.

Personel tersebut akan disebar di seluruh titik pengamanan yang telah dipetakan panitia dan kepolisian.

Dansat Brimob Polda Lampung Kombes Pol Yustanto Mujiharso mengingatkan pentingnya kecepatan informasi antara sekuriti internal panitia dan petugas kepolisian.

“Jika ada permasalahan sekecil apa pun, segera koordinasikan. Tujuannya agar situasi bisa dinetralisir cepat dan tidak berkembang,” tegasnya.

Melalui TFG ini, seluruh unsur pengamanan memastikan pemahaman yang sama terkait:

Alur pergerakan jamaah

Skema pengaturan kendaraan

Penempatan pos layanan dan kesehatan

Langkah kontijensi bila terjadi keadaan darurat

TFG menjadi tahap krusial sebelum seluruh pasukan diterjunkan mengamankan salah satu kegiatan keagamaan terbesar di Indonesia tahun ini. (Red)

Share:

Polsek Kalianda Tangkap Pelaku Percobaan Pencurian Motor di Negeri Pandan


LAMPUNG SELATAN - Tekab 308 Presisi Polres Lampung Selatan bersama Unit Reskrim Polsek Kalianda berhasil mengamankan seorang pria yang diduga melakukan percobaan pencurian sepeda motor di Dusun 5 Kumbang Tanjung, Desa Negeri Pandan, Kecamatan Kalianda, pada Senin (24/11/2025) malam.

Pelaku ditangkap setelah sempat melarikan diri ke area perkebunan jagung tak lama setelah aksi kejahatannya dipergoki pemilik rumah.

Kapolsek Kalianda IPTU Sulyadi, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelaku berinisial MYA (35), warga Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, berhasil ditangkap sekitar pukul 23.00 WIB.

“Pelaku berhasil kami amankan tidak jauh dari lokasi kejadian setelah tim bersama masyarakat melakukan penyisiran. Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya,” tegas Sulyadi.

Peristiwa itu bermula ketika korban, S (52), memarkirkan sepeda motor Honda Revo BE 5398 OY miliknya di teras samping rumah sekitar pukul 18.00 WIB dengan kondisi terkunci setang. Sekitar pukul 20.30 WIB, istri korban, Hasanah, mendengar suara mencurigakan dari arah samping rumah.

Saat membuka pintu, ia mendapati seorang pria tak dikenal sedang berusaha mematahkan setang motor. Hasanah pun segera berteriak “maling”, sehingga membuat pelaku panik dan melarikan diri ke arah kebun jagung.

Kapolsek Kalianda IPTU Sulyadi, dalam pernyataannya menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli serta respons cepat terhadap laporan masyarakat.

“Kami mengapresiasi warga yang cepat melapor dan membantu proses pengejaran. Penangkapan ini adalah hasil kerja sama antara kepolisian dan masyarakat,” ujarnya.

Dari hasil pengamanan, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Revo BE 5398 OY beserta STNK dan buku BPKB. Barang bukti tersebut kini diamankan di Polsek Kalianda untuk kepentingan penyidikan.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 Jo 53 KUHP tentang percobaan pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman pidana penjara bagi pelaku dapat mencapai tujuh tahun, sesuai ketentuan KUHP. (Red)

Share:

Peratin Sumberrejo Pesisir Barat Minta Pemerintah Perbaikan Jalan Rusak


Pesisir Barat - Peratin Pekon (kades) Sumberrejo  Bangkunat, Pesisir Barat, Lampung, Neta meminta jalan poros di pekonnya (desa)bisa mendapatkan perbaikan jalan.

Neta menjelaskan, sejak lahir pekon ini hasil pemekaran Pekon Penyandingan belasan tahun lalu, hingga saat ini.selalu dihadapkan oleh persoalan jalan poros pekon rusak parah dan berlobang bergenang air dan lumpur.

Ia minta kebijakan dari berbagai pihak khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Barat juga DPRD khususnya Dapil III untuk dapat memberikan langkah alternatip agar jalan pekonnya tidak separah keadaan sekarang.

"Bukan warga saya aja yang menggunakan jalan ini, melainkan banyak pekon seperti jalan menuju 4 pekon Wayharu, juga para pengusaha dari pekon pekon lainnya, bahkan menjadi jalan lintas banyak warga luar daerah yang aktif melewati jalan kami ini," kata dia, Selasa (25/11/2025).

"Oleh sebab itu keinginan saya secara kedinasan peratin dan secara pribadi putra daerah tentu sangat miris jalan roda perekonomian masyarakat banyak jadi tersendat dan susah akses, di sisi lain tentu harapan kami Pekon Sumberrejo untuk dapat  menjadi pertimbangan  agar jalan lebih layak untuk dilewati banyak orang, berbagai profesi menjadi pengguna aktif jalan tersebut," tutupnya (.Yasir )

Share:

Diduga Tak Terima Dikritik, Pengelola SPPG Ketapang Lampung Selatan Diduga Intimidasi Verbal Jurnalis


Lampung Selatan — Wartawan IndepthNews.id diduga mendapat intimidasi verbal melalui pesan WhatsApp dari nomor +62 812-7481-1xxx pada Senin malam, 24 November 2025.

Kejadian tak mengenakan itu telah pemberitaan ihwal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), unit yang bertugas mengelola dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ketapang Lampung Selatan yang diduga meliburkan pendistribusian MBG.

Pengirim pesan yang diduga J diduga memiliki keterkaitan dengan SPPG Ketapang. Ia menghubungi jurnalis secara langsung dan mengirimkan pesan bernada merendahkan, mengejek, dan berpotensi mengintimidasi.

“Sotoy lo, sampai di mana pengetahuan lo terkait program MBG. Kasian banget sich lo,” tulis Johan disertai deretan emoji tawa dan jempol mengarah ke bawah.

Pesan tersebut muncul setelah wartawan mempublikasikan berita yang menyoroti penghentian ribuan paket MBG di empat Sekolah Dasar wilayah Ketapang. Ungkapan bernada merendahkan itu diduga kuat menunjukkan ketidaksenangan pengirim terhadap pemberitaan tersebut.
Saat dikonfirmasi, J di nomor 0812-7481-1xxx mengaku sedang mengendarai mobil.
"Nanti saya hubungi, sekitar 15-20 menit lagi, saya lagi bawa mobil," kilah J.
Namun janji tinggal janji, hingga berita ini diterbitkan, J belum juga memberikan keterangan. (Is)

Share:

Rutan Krui Sambut Peserta Magang Batch 2 dan Orientasi Virtual Kemenaker


Pesisir Barat - Rutan Kelas IIB Krui, Pesisir Barat, Lampung menggelar kegiatan orientasi bagi peserta magang Batch 2 yang diawali dengan penyambutan langsung oleh Kepala Rutan Krui beserta jajaran struktural.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan gambaran umum mengenai lingkungan kerja, tugas pokok, serta nilai‐nilai yang dijunjung dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Penyambutan ini menjadi langkah awal untuk membangun motivasi serta kesiapan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian program magang selama 6 bulan;

Setelah sesi pembukaan, Kepala Rutan Krui memberikan pengarahan terkait etika kerja, kedisiplinan, dan pentingnya menjaga integritas selama melaksanakan magang. Peserta juga diperkenalkan dengan alur kerja di setiap subseksi, sehingga mereka memiliki pemahaman awal mengenai peran yang kelak dijalankan.;

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan orientasi secara virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Melalui platform daring, peserta mendapatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban peserta magang, standar nasional pemagangan, serta pedoman pelaksanaan program magang secara profesional.
"Dengan adanya orientasi terpadu ini, diharapkan peserta magang Batch 2 Rutan Krui siap mengikuti program dengan maksimal dan mampu memberikan kontribusi positif selama masa penugasan," pungkasnya. (Yasir)

Share:

Pendistribusian MBG di Ketapang Lampung Selatan Terhenti Sementara


KETAPANG - Sempat viral di grup pesan whatsapp, bahwasanya distribusi makan bergizi gratis (MBG) diliburkan sementara, dan pihak SPPG bungkam, Senin (24/11/2025).

Sebelumnya siswa-siswi di wilayah Desa Tamansari, Ketapang, Lampung Selatan perlu bersabar.

Pendistribusian MBG dihentikan sementara, pasalnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut disinyalir kehabisan modal produksinya.

Salah satu wali murid sekolah dasar di Desa Tamansari tiba-tiba terkejut dengan adanya pengumuman di grup whatsApp.

Isi dari pesan WhatsApp itu yakni:

"selamat sore yang terhormat bapak/ibu.
Saya ingin memberitahukan bahwa SPPG kami mengalami keterlambatan pencairan anggaran, dikarenakan pembaharuan sistem, tolong diberikan informasi kepada lainnya senin ini kita belum bisa beroperasi seperti biasa.
jika anggaran sudah cair, kami akan koordinasi dengan PIC bpk/ibu sekolah/posyandu. saya sebagai kepala SPPG meminta maaf yang sebesar besarnya 🙏🏻hormat saya *Adda jochim nusanatra*).

Program Astacita Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto dinilai cukup membantu. Peserta didik yang mendapatkan asupan gizi dari pemerintah pusat. Selain itu kata dia, anaknya bisa menghemat uang jajan.

“Uang jajannya ditabung terus. Walaupun terkadang MBG dibawa pulang karena tidak habis dimakan,” ujarnya.

Di tempat terpisah Saipudin (40) yang nama akrabnya disebut Udin Ardika Selaku Mitra (milik dapur) dari MBG menyampaikan.

”Bahwasanya kesalahan proposal invoice dari kepala SPPG kita, bukan dari pemerintah,” ucap Udin Ardika.

Udin juga menjelaskan untuk pengiriman sudah 28 kali atau 28 hari.

”Semua sekolahan kita off kan dulu karena dananya belum cair, kalau pengirimannya kita sudah 28 hari, itu sudah 2 invoice, ” ucapnya Udin Ardika.

Namun saat dikonfirmasi kepala SPPG Ketapang, melalu telepon pesan whatsapp belum menjawab. (Tim)

Share:

Direktur Utama PTPN I Dukung Program Hilirisasi Peternakan


JAKARTA-- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah melaksanakan survei indikatif calon lahan di area perkebunan PTPN I untuk pengembangan klaster produksi daging ayam dan telur nasional. Survei ini bertujuan untuk mendorong pemerataan produksi di luar Pulau Jawa dan mewujudkan konsep "Setiap Pulau Mandiri Protein".

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung program hilirisasi peternakan. PTPN I siap memanfaatkan sebagian aset lahan perkebunan untuk klaster peternakan terintegrasi sebagai wujud diversifikasi bisnis dan kontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Survei calon lahan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 22-23 November 2025, di beberapa lokasi yang berada dalam pengelolaan PTPN I Regional 7, yaitu di Lampung (Kebun Kedaton dan Kebun Bergen) dan Sumatera Selatan (Lahan Kebun Pabrik Gula Cinta Manis atau Lubuk Liat).

Langkah strategis ini diambil untuk mengatasi ketimpangan produksi, karena saat ini 63 persen dari total produksi telur dan daging ayam nasional masih terpusat di Pulau Jawa. Kementan menyiapkan pengembangan klaster produksi di 10 provinsi, meliputi Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan provinsi lainnya.

Untuk mencapai pemerataan, Kementan menyiapkan pengembangan klaster produksi di berbagai wilayah. Tahap pertama difokuskan pada 10 provinsi, yang meliputi wilayah Sumatera (Aceh, Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung), Kalimantan (Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur), Nusa Tenggara (Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur), serta provinsi Lainnya (Papua Selatan dan Jawa Timur).

Selain pengembangan klaster, Kementan juga memperkuat hilirisasi ayam terintegrasi melalui pembangunan 323 fasilitas industri ayam (meliputi pembesaran, pemotongan, hingga penyimpanan dingin). Dukungan ini dilengkapi dengan penggunaan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk memacu integrasi dan modernisasi sektor unggas.

Upaya besar ini diarahkan untuk mewujudkan konsep "Setiap Pulau Mandiri Protein", memastikan pasokan protein hewani di berbagai wilayah dapat dipenuhi dari daerah masing-masing, sehingga ketahanan pangan dan keseimbangan ekonomi dapat terwujud.(*)

Share:

Ada Dugaan "Proyek Siluman" di Penengahan Lampung Selatan


LAMPUNG SELATAN  - Pekerjaan proyek pembangunan irigasi di Desa Kuripan dan Desa Taman Baru, Penengahan, Lampung Selatan "diduga pekerjaan siluman".

Pasalnya, pekerjaan proyek yang sudah berjalan hampir empat minggu ini tidak dipasang papan nama proyek, serta masih menggunakan matrial batu sisa dari bongkaran.

"Kami hanya pekerja pak, kami tidak tau anggaran dari mananya," kata salah satu pekerja baru-baru ini.

"Plang juga memang tidak ada, bapak tanya saja sama pak Langgeng karena dia yang di lapangan kepercayaan pak Saiful," tambahnya.

Saat disinggung kenapa material batu bekas pembongkaran dipasang kembali dirinya tidak bisa menjawab.

Di sisi lain, LSM Gerakan Aliansi Lembaga Independen (GALI) Lampung Selatan Randi Fatra menilai, proyek yang dibangun menggunakan dana dari pemerintah itu sebagai proyek tidak jelas. Saat melaksanakan kegiatan pekerjaan tidak ada plang informasi. Dan material batu yang digunakan juga bekas dari  pembongkaran.

"Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama itu indikasinya  selain sebagai trik untuk membohongi masyarakat dan sosial kontrol agar tidak termonitoring, nilai besar anggaran dan sumber anggaran dari mana. Ada dugaan indikasi korupsinya juga," kata Randi Fatra, Sabtu (22/11/2025).

Randi mengatakan jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

"Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas keterbukaan, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasannya. Namun Ini tidak, karena sepertinya diduga memang sengaja, agar mereka bisa berkerja dengan semaunya, agar tidak dapat dipantau oleh rekan rekan kita baik dari Media, LSM dan Ormas. Terbukti dari material batu yang digunakan saja sisa," terangnya.
“Randi berharap dan meminta agar proyek tersebut di kerjakan sesuai dengan bestek,
jangan dikerjakan asal-asalan agar proyek tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.  (Red)

Share:

Tata Mata Air, Warga Lampung Selatan Apresiasi Lapas Kelas IIA Kalianda


LAMPUNG SELATAN – Sejumlah masyarakat terharu, dan ucapkan terima kasih pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda kabupaten Lampung Selatan, atas perbaikan dan penataan mata air di desa Negeri Pandan. Sabtu (22/11/2025).

Yanto satu warga desa Sukaratu ucapkan terima kasih dengan diperbaikinya sumber mata air bersih itu, dimana bangunan yang dulu dari kayu kini nampak rangka baja tegap dan kokoh. Ia juga memaparkan jika bukan hanya masyarakat desa Negeri Pandan saja yang sering mengambil air ditempat itu, tapi menyeluruh.

“Bangunan sekarang sangat kokoh, terbuat dari rangka baja. Saya pribadi ucapkan terima kasih dengan pihak Lapas Kalianda. Ini patut kita jaga bersama,” ucap Yanto saat ,Ia sedang mengtri ingin mengabil Air bersih.

Mata air yang terletak di pinggir jalan transumatra depan gardu Induk PLN Kalianda itu, merupakan salah satu sumber mata air bersih yang ada di kecamatan Kalianda. Dan bukan hanya untuk warga desa Negeri Pandan saja, namun seluruh masyakat umum. Jika musim kemarau tiba nampak puluhan masyarakat dari berbagai desa yang mengatri dari pagi hingga malam untuk mengambil Air. Dan mengantri pun hingga 1 jam.

Tertera di papan informasi, dalam bentuk pengabdian Imigrasi dan pemasyarakatan (Impas), sekaligus dalam rangka hari ulang tahun (HUT) Impas yang ke 1. oleh Lapas ll A Kalianda melakukan perbaikan dan penataan tempat mata air tersebut. Dimana  dilantai yang tadinya tanah kini sudah disemen, dan bangun dari kayu, kini nampak rangka baja.

Dalam sambungan Chat Whatshapp, Kepala lembaga permasyarakatan (Kalapas) Kalianda Beni Nurrahman mengatakan dalam rangka HUT Imipas ke 1, pihak Lapas melakukan bakti sosial dengan memperbaiki pasilitas umum untuk masyarakat. Ia pun berharap masyarakat dapat menjaga dan merawatnya.

“Semoga fasilitas yang sudah kita perbaiki dan di tata dapat bermanfaat bagi masyarakat Lampung selatan. Buat masyarakat mari kita menjaga serta merawat bersama,” ujarnya. **

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts