LAMPUNG SELATAN - Pekerjaan proyek pembangunan irigasi di Desa Kuripan dan Desa Taman Baru, Penengahan, Lampung Selatan "diduga pekerjaan siluman".
Pasalnya, pekerjaan proyek yang sudah berjalan hampir empat minggu ini tidak dipasang papan nama proyek, serta masih menggunakan matrial batu sisa dari bongkaran.
"Kami hanya pekerja pak, kami tidak tau anggaran dari mananya," kata salah satu pekerja baru-baru ini.
"Plang juga memang tidak ada, bapak tanya saja sama pak Langgeng karena dia yang di lapangan kepercayaan pak Saiful," tambahnya.
Saat disinggung kenapa material batu bekas pembongkaran dipasang kembali dirinya tidak bisa menjawab.
Di sisi lain, LSM Gerakan Aliansi Lembaga Independen (GALI) Lampung Selatan Randi Fatra menilai, proyek yang dibangun menggunakan dana dari pemerintah itu sebagai proyek tidak jelas. Saat melaksanakan kegiatan pekerjaan tidak ada plang informasi. Dan material batu yang digunakan juga bekas dari pembongkaran.
"Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama itu indikasinya selain sebagai trik untuk membohongi masyarakat dan sosial kontrol agar tidak termonitoring, nilai besar anggaran dan sumber anggaran dari mana. Ada dugaan indikasi korupsinya juga," kata Randi Fatra, Sabtu (22/11/2025).
Randi mengatakan jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.
"Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas keterbukaan, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasannya. Namun Ini tidak, karena sepertinya diduga memang sengaja, agar mereka bisa berkerja dengan semaunya, agar tidak dapat dipantau oleh rekan rekan kita baik dari Media, LSM dan Ormas. Terbukti dari material batu yang digunakan saja sisa," terangnya.
“Randi berharap dan meminta agar proyek tersebut di kerjakan sesuai dengan bestek,
jangan dikerjakan asal-asalan agar proyek tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya. (Red)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar