Lampung Selatan - J terduga mengintimidasi wartawan verbal IndepthNews.id akhirnya angkat bicara ihwal kabar dugaan intimidasi tersebut.
J diduga pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), unit yang bertugas mengelola dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ketapang Lampung Selatan.
"Iya. Enggak lucu, enggak dicari tau dulu (informasinya), yang komen itu siapa? Seperti apa gitu? Saja jadi ketawa aja liat berita itu. Ya kalau saya kan enggak ada hubungannya dengan itu kenal aja enggak," kata dia, Selasa (25/11).
J mengaku mengetahui beredarnya berita tersebut di salah satu grup whatsapp.
"Jadi saya cuma ngeledek aja dengan pemberitaan itu. Tapi mungkin di situ, disalahartikan. Sama teman-teman media ini, enggak dikonfirmasi dihubungi dulu saya apa maksudnya, apa gitu?, ini enggak ada komunikasi," ungkapnya.
"Maksud saya dari teman-teman media ini, menurut saya pribadi sih, yang punya bahasa itu dikonfirmasi dulu, kamu siapa? Persoalannya apa gitu kan. Kok bisa komen seperti itu. Sedangkan aku japri (chat pribadi) sama yang punya berita pertama. Jadi mungkin yang punya persoalan juga lagi bingung itu siapa gitu kan," tambahnya.
J meminta awak media jika memberitakan lebih cermat dengan data akurat serta memberikan ruang bagi lembaga atau orang ya diberita agar berita berimbang.
"Begitu tujuan saya, karena kebetulan sedikit banyak mohon maaf terkait juklak-juknis media sedikit-sedikit adalah saya paham gitu. Jadi maksud saya yang punya berita itu menghubungi saya? . Apa sih bang maksudnya bang? anda siapa saya pengen gitu. Karena saya juga sangat mendukung," terangnya lagi.
J mengaku berterimakasih pada awak media yang mengkritisi persoalan program Makan Gizi Gratis (MBG) di Ketapang, Lampung Selatan, alasannya menurut dia, agar pengelolaan MBG lebih baik.
"Tapi kalau salah, ini ada teman umpamanya tidak suka dengan bahasa saya seperti itu, ya kita juga enggak bisa melarang ya. Mungkin mereka menanggapinya saya ngeledek apa saya nyepelein apa ya. Itu hak prioritas sih enggak bisa juga kita persoalkan, tapi cuma saya sayangkan gitu, jadi mesti tepat sasaran maksudnya. Mungkin itu aja kalau ada saran dan masukan," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, wartawan IndepthNews.id diduga mendapat intimidasi verbal melalui pesan WhatsApp dari nomor +62 812-7481-1xxx pada Senin malam, 24 November 2025.
Kejadian tak mengenakan itu telah pemberitaan ihwal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), unit yang bertugas mengelola dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ketapang Lampung Selatan yang diduga meliburkan pendistribusian MBG.
Pengirim pesan yang diduga J diduga memiliki keterkaitan dengan SPPG Ketapang. Ia menghubungi jurnalis secara langsung dan mengirimkan pesan bernada merendahkan, mengejek, dan berpotensi mengintimidasi.
“Sotoy lo, sampai di mana pengetahuan lo terkait program MBG. Kasian banget sich lo,” tulis Johan disertai deretan emoji tawa dan jempol mengarah ke bawah.(is)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar