LAMPUNG SELATAN — Persoalan tunggakan insentif Ketua RT, Linmas dan para kader di Desa Marga Catur, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, mendapat perhatian serius dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) setempat.
Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Kepala Dinas PMD Lampung Selatan, Erdiyansyah, memanggil Kepala Desa Marga Catur M. Abdul Muhlis dan Sekretaris Desa Kusumo Widodo Hatonomo pada Senin, 31 Agustus 2026.
Pemanggilan tersebut turut didampingi Camat Kalianda, Ruris Apdani.
Usai pertemuan, Erdiyansyah mengatakan Kepala Desa Marga Catur telah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan tunggakan insentif tahun 2025 sebelum akhir 2026.
Pembayaran akan dilakukan secara bertahap dengan cara mencicil setiap bulan.
“Kades siap komitmen untuk membayar dengan mencicil per bulan tahun ini juga. Agar fokus dan prioritas untuk membayar tunggakan-tunggakan insentif yang masih terutang tahun 2025,” ujar Erdiyansyah.
Erdiyansyah menegaskan, tunggakan tersebut harus menjadi prioritas Pemerintah Desa Marga Catur hingga seluruh hak penerima insentif terselesaikan.
Ia juga mengingatkan agar komitmen tersebut benar-benar direalisasikan, bukan hanya sebatas kesepakatan.
Jika pembayaran tidak berjalan sesuai komitmen, Dinas PMD Lampung Selatan akan kembali memanggil pihak Pemerintah Desa Marga Catur dan memberikan teguran.
“Kalau komitmennya tidak terpenuhi, nanti kita panggil lagi dan kita lanjutkan dengan teguran,” tegas Erdiyansyah.
Selain persoalan tunggakan insentif, Erdiyansyah juga menyoroti keluhan mengenai kedisiplinan perangkat Desa Marga Catur.
Ia meminta seluruh aparatur desa melakukan evaluasi internal dan meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, perangkat desa memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga persoalan kedisiplinan perlu segera dibenahi.
Dengan adanya pemanggilan tersebut, penyelesaian tunggakan insentif Desa Marga Catur kini tidak lagi sebatas persoalan internal pemerintah desa.
Dinas PMD Lampung Selatan telah meminta adanya komitmen pembayaran yang terukur. Tinggal menunggu apakah komitmen mencicil setiap bulan tersebut benar-benar direalisasikan hingga seluruh tunggakan tahun 2025 lunas. (mcl-Is)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar