Portal Berita Online

Camat Kalianda Dampingi Bupati Lampung Selatan Letakan Batu Pertama Pembangunan RS Sapta Jaya


LAMPUNG SELATAN - Camat Kalianda Ruris Apdani, mendampingi Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit (RS) Sapta Jaya Kalianda yang berlokasi di Jalan Lintas Sumatera, Desa Munjuk Sampurna, Kecamatan Kalianda, Rabu (2/12/2025).

Kegiatan tersebut menandai dimulainya pembangunan fasilitas kesehatan baru yang diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Kalianda dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terhadap pembangunan RS Sapta Jaya Kalianda sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta.

“Pembangunan rumah sakit ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pelayanan kesehatan serta meningkatkan kualitas layanan medis bagi masyarakat,” ujar Bupati.

Sementara itu, Camat Kalianda Ruris Apdani, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas pembangunan RS Sapta Jaya Kalianda yang berada di wilayah Kecamatan Kalianda. Ia berharap keberadaan rumah sakit tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan.

“Kami menyambut baik pembangunan RS Sapta Jaya Kalianda. Semoga kehadiran rumah sakit ini dapat mempermudah masyarakat Kalianda dan sekitarnya dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat dan berkualitas,” kata Ruris Apdani.

Owner RS Sapta Jaya Kalianda, Dahlan Sulaiman, S.AP., M.M., menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan serta pemerintah kecamatan dan desa dalam proses pembangunan rumah sakit tersebut.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Bappeda, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas PMPTSP, Direktur RSUD Bob Bazar, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah, Camat Kalianda, serta Camat Sidomulyo.

Selain itu, hadir unsur Forkopimcam, Kapolsek Kalianda, Danramil Kalianda, tokoh adat, serta para kepala desa, di antaranya Kepala Desa Munjuk Sampurna Erwin Saputra, Kepala Desa Bulok Syamsudin, dan Kepala Desa Sukamarga Siadiantori.Masyarakat Desa Munjuk Sampurna tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan.

Pembangunan RS Sapta Jaya Kalianda diharapkan dapat segera rampung dan beroperasi untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan. (Red)

Share:

Bupati Lampung Selatan Letakan Batu Pertama Pembangunan RS Sapta Jaya


LAMPUNG SELATAN - Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit (RS) Sapta Jaya Kalianda yang berlokasi di Jalan Lintas Sumatera, Desa Munjuk Sampurna, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan Rabu (24/12/2025).

Kegiatan tersebut menandai dimulainya pembangunan fasilitas kesehatan baru yang diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan, khususnya di wilayah Kalianda dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pembangunan RS Sapta Jaya Kalianda sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sangat mendukung pembangunan RS Sapta Jaya Kalianda. Kehadiran rumah sakit ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pelayanan kesehatan serta meningkatkan kualitas layanan medis bagi masyarakat,” ujar Bupati.

Ia berharap RS Sapta Jaya Kalianda nantinya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, terjangkau, dan berorientasi pada keselamatan pasien, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.

“Kami berharap rumah sakit ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Owner RS Sapta Jaya Kalianda, Dahlan Sulaiman, S.AP., M.M., menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan rumah sakit tersebut.

“Pembangunan RS Sapta Jaya Kalianda merupakan komitmen kami untuk ikut berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Lampung Selatan. Kami berupaya menghadirkan fasilitas kesehatan yang modern, berkualitas, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Dahlan Sulaiman.

Ia menambahkan, RS Sapta Jaya Kalianda dirancang sesuai standar pelayanan kesehatan serta akan dilengkapi dengan tenaga medis profesional dan sarana penunjang yang memadai.

Dalam acara tersebut, Bupati Lampung Selatan didampingi Camat Kalianda Ruris Apdani, S.Pd. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Bappeda, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas PMPTSP, Direktur RSUD Bob Bazar, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah, Camat Kalianda, serta Camat Sidomulyo.

Selain itu, hadir unsur Forkopimcam, yakni Kapolsek Kalianda dan Danramil Kalianda, tokoh adat, serta para kepala desa, di antaranya Kepala Desa Munjuk Sampurna Erwin Saputra, Kepala Desa Bulok Syamsudin, dan Kepala Desa Sukamarga Siadiantori. Masyarakat Desa Munjuk Sampurna tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Pembangunan RS Sapta Jaya Kalianda diharapkan dapat segera rampung dan beroperasi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.  (Red)

Share:

Pesan Satlantas Polres Lampung Selatan pada Masyarakat Saat Libur! Nataru


LAMPUNG SELATAN - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lampung Selatan mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) agar selalu mengutamakan keselamatan, ketertiban, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.

Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polres Lampung Selatan, IPTU I Made Agus Dwi Dayana, S.H., M.M., sebagai langkah antisipatif untuk menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar selama masa libur panjang.

Menurut IPTU I Made Agus, perencanaan perjalanan menjadi salah satu faktor penting sebelum melakukan perjalanan, khususnya dengan memetakan rute perjalanan serta menyiapkan jalur alternatif guna mengantisipasi kepadatan di jalur utama maupun kawasan wisata.

“Perencanaan rute menjadi kunci. Masyarakat diharapkan tidak memaksakan diri melintasi jalur yang padat dan tetap mengikuti pengaturan arus lalu lintas yang telah ditetapkan petugas,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Pemeriksaan rutin, servis berkala, serta memastikan ketersediaan bahan bakar dinilai penting untuk mencegah gangguan di tengah perjalanan.

Kasat Lantas juga mengingatkan agar barang bawaan tidak melebihi kapasitas kendaraan demi menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Dalam kesempatan tersebut, IPTU I Made Agus menegaskan pentingnya disiplin berlalu lintas selama masa liburan. Pengendara diminta mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, serta mengenakan sabuk pengaman bagi pengemudi dan penumpang mobil.

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak melawan arus atau mengambil jalur berlawanan demi menghindari antrean. Tindakan tersebut justru berpotensi menimbulkan kemacetan panjang dan kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.

Untuk menghindari kepadatan di lokasi wisata, masyarakat juga disarankan memesan tiket masuk secara daring lebih awal. Setibanya di tempat wisata, pengunjung diminta tetap waspada terhadap keselamatan keluarga, khususnya anak-anak, serta menjaga barang-barang berharga.

Polres Lampung Selatan berharap dengan meningkatnya kesadaran dan kerja sama masyarakat, rangkaian libur Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman.

“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk mematuhi petunjuk petugas di lapangan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” pungkas IPTU I Made Agus. (Red)

Share:

Kompolnas Kunjungi Lampung Selatan: Pemantau Pengamanan Libur Nataru


LAMPUNG SELATAN – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke wilayah Lampung Selatan dalam rangka pemantauan dan pengawasan operasional pengamanan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Rabu (24/12/2025).

Tim Kompolnas yang melaksanakan kunjungan kerja terdiri dari Irjen Pol (P) Ida Oetari Poernamasari, S.A.P., M.A. selaku Anggota Kompolnas, Kombes Pol Dody Wirawijaya, S.I.K. selaku Kabag H.I.K. Set Kompolnas, serta Fitriani, A.Md.Ak., S.H. sebagai Ahli Pertama Analis Kebijakan Set Kompolnas.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Tim Kompolnas meninjau Pos Pengamanan Rest Area KM 49 B, Rest Area KM 20 B, serta Pos Terpadu Pelabuhan Bakauheni. Selain itu, tim juga melakukan pemantauan langsung di Pelabuhan Bakauheni, termasuk area Pelabuhan BBJ (Bandar Bakau Jaya) sebagai salah satu jalur strategis penyeberangan Sumatera–Jawa.

Kedatangan Tim Kompolnas didampingi langsung oleh Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri, serta dihadiri Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Yuni Iswandari Yuyun, S.I.K., M.H bersama jajaran kepolisian dan unsur terkait lainnya. Turut menyambut dalam kegiatan tersebut GM) ASDP Bakauheni: Capt. Partogi Tamba, Direktur BBJ Tatang Rohadi, dan KSOP Capt. Suratno, S.E., M.M.

Dalam pemantauan di Pos Terpadu Pelabuhan Bakauheni, Tim Kompolnas menerima paparan langsung dari Kapolres Lampung Selatan mengenai pelaksanaan pengamanan Natal dan Tahun Baru, mulai dari pola pengamanan, kesiapan personel, hingga mekanisme koordinasi lintas instansi dalam mendukung kelancaran arus penyeberangan.

Ida Oetari Poernamasari menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Kompolnas melakukan pengawasan terhadap kinerja kepolisian di seluruh Indonesia, termasuk pada pelaksanaan Operasi Lilin Krakatau 2025 di Lampung Selatan.

“Kami saat ini melakukan pengawasan operasi kepolisian terpadu dalam rangka Natal dan Tahun Baru. Salah satunya adalah Operasi Lilin Krakatau. Pelabuhan Bakauheni menjadi perhatian karena merupakan titik vital penyeberangan antara Sumatera dan Pulau Jawa,” ujar Ida.

“Kami ingin mengetahui bagaimana sistem dan mekanisme yang dibangun di lapangan, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pengguna transportasi laut dan darat, baik saat arus mudik maupun arus balik,” katanya.

Ida juga memberikan apresiasi atas kesiapan jajaran Polres Lampung Selatan bersama seluruh stakeholder terkait. Menurutnya, seluruh pihak telah memiliki simulasi dan skema penanganan apabila terjadi peningkatan jumlah penumpang, serta menunjukkan koordinasi yang solid antarinstansi.

“Saya salut kepada rekan-rekan yang mendampingi kami. Mereka sudah siap dengan simulasi jika terjadi lonjakan penumpang. Sistem sudah berjalan, koordinasi antarpihak sangat baik, didukung oleh teknologi informasi dan penempatan personel di setiap pos,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemantauan, Kompolnas menilai bahwa kondisi arus penyeberangan selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 masih relatif landai dan terkendali. Situasi tersebut dinilai mampu ditangani dengan baik oleh ASDP Bakauheni bersama Polres Lampung Selatan.

“Untuk Nataru kali ini, kondisinya masih landai dan dapat diatasi dengan baik. Ada beberapa faktor yang memengaruhi, seperti cuaca dan kondisi bencana di wilayah Sumatera. Ke depan, tentu akan kembali menjadi bahan evaluasi pada pelaksanaan Operasi Ketupat tahun depan,” pungkas Ida.

Dengan kesiapan personel, sarana prasarana, serta sinergi lintas instansi, aparat kepolisian bersama stakeholder terkait diharapkan mampu terus memberikan rasa aman, nyaman, dan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama masa libur Natal dan Tahun Baru.
(Red)

Share:

Pemira Unila 2025 Dinilai Cacat Total, Koalisi Satu Cita Tolak Hasil dan Ajukan Tuntutan Tegas


Bandar Lampung - Pemira Universitas Lampung (Unila) 2025 dinyatakan cacat total dan kehilangan legitimasi demokratis. Koalisi Satu Cita secara resmi dan tegas menolak hasil Pemira setelah menemukan rangkaian kecurangan serius berupa penggelembungan suara, intimidasi terhadap saksi, serta pemaksaan penandatanganan berita acara yang terjadi secara nyata, khususnya di Fakultas Teknik.


Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Nomor Urut 01, Muhamad Zidan Al Zakri, menegaskan bahwa Pemira tahun ini bukan lagi pesta demokrasi mahasiswa, melainkan proses yang dikendalikan oleh tekanan dan manipulasi.


“Pemira ini sudah menyimpang jauh dari prinsip demokrasi. Ketika intimidasi dibiarkan dan suara dimanipulasi, maka hasilnya gugur secara moral dan politik. Kami menolak hasil Pemira Unila 2025,” tegas Zidan, Selasa (23/12/2025). 


Fakultas Teknik menjadi titik paling terang dari praktik kecurangan tersebut. Berdasarkan laporan saksi dan dokumentasi video yang beredar luas, terlihat seorang pemilih telah mencelupkan jarinya ke tinta biru sebagai tanda telah memilih, namun kembali mengantre untuk melakukan pencoblosan ulang. Fakta ini menguatkan dugaan penggelembungan suara, penggunaan KTM ganda, serta manipulasi absensi pemilih.


“Itu bukan kelalaian. Jarinya sudah bertinta. Fakta ini tidak bisa dibantah dan menunjukkan adanya pelanggaran serius dalam proses pemungutan suara,” ujar Zidan.


Situasi semakin memburuk ketika saksi Paslon 01 yang menjalankan fungsi pengawasan justru mengalami intimidasi, tekanan psikologis, hingga pemaksaan untuk menandatangani berita acara. Bahkan, terdapat dugaan teror dari pihak tak dikenal terhadap saksi di lapangan. 


Koalisi Satu Cita menilai kondisi ini menunjukkan adanya pembiaran, bahkan dugaan keterlibatan oknum dari Bapra, Panra, dan DPM, yang seharusnya menjamin netralitas dan keamanan jalannya Pemira.


“Ketika saksi dibungkam dan dipaksa menandatangani berita acara, maka demokrasi sudah mati di tempat,” kata Zidan dengan nada keras.


Sebagai bentuk penolakan dan perlawanan terhadap proses yang dinilai busuk dan tidak berintegritas, Koalisi Satu Cita menarik seluruh saksi dari Fakultas Teknik. Penarikan ini dilakukan agar Koalisi tidak ikut melegitimasi hasil Pemira yang lahir dari intimidasi dan manipulasi suara.


Berdasarkan seluruh temuan tersebut, Tim Pemenangan Koalisi Satu Cita secara resmi mengajukan tuntutan tegas:


Pertama, menuntut penghapusan dan pembatalan seluruh suara Fakultas Teknik, karena dinilai cacat prosedural dan tidak sah secara demokratis akibat praktik penggelembungan suara dan intimidasi terhadap saksi.


Kedua, menuntut dilaksanakannya pemilihan ulang Pemira Universitas Lampung, karena proses yang berjalan telah kehilangan legitimasi dan tidak dapat diperbaiki hanya melalui evaluasi administratif.


Ketiga, menuntut pembentukan panitia Pemira yang baru oleh pihak Rektorat Universitas Lampung, mengingat adanya indikasi kuat bahwa panitia sebelumnya tidak netral dan gagal menjaga integritas serta independensi Pemira.


“Tuntutan ini bukan permintaan. Ini keharusan demokratis. Jika diabaikan, maka Pemira Unila 2025 akan tercatat sebagai preseden runtuhnya demokrasi mahasiswa,” tegas Zidan.


Koalisi Satu Cita menegaskan akan mengawal kasus ini hingga tuntas melalui seluruh jalur resmi dan mekanisme hukum yang tersedia. Penolakan hasil Pemira ini disebut sebagai langkah penyelamatan demokrasi kampus, bukan upaya menciptakan kegaduhan.


“Jika kecurangan seperti ini dibiarkan, maka ke depan Pemira hanya akan menjadi sandiwara kekuasaan. Kami berdiri di pihak kebenaran dan keadilan,segala cara akan kami lakukan agar permintaan kami dapat diindahkan demi menjaga nilai nilai demokrasi yang sesungguhnya” pungkas Zidan.(rls) 


Share:

Lampung Selatan Maju Buka Rekrutmen Divisi Pariwisata, Ini Posisi dan Syaratnya


LAMPUNG SELATAN – BUMD Lampung Selatan Maju (Perseroda) membuka rekrutmen tenaga kerja untuk mengisi Divisi Pariwisata. Rekrutmen ini ditujukan bagi warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan dan memiliki pengalaman di bidang pariwisata atau pengelolaan usaha.


Dalam pengumuman resmi yang dirilis manajemen, Lampung Selatan Maju membuka dua jenis posisi, yakni Kepala Divisi Pariwisata sebanyak satu orang dan Staf Divisi Pariwisata sebanyak dua orang.


Untuk posisi Kepala Divisi Pariwisata, pelamar akan bertugas menyusun dan menjalankan strategi pengembangan usaha pariwisata Perseroda. Selain itu, Kepala Divisi juga bertanggung jawab mengelola destinasi dan produk pariwisata, menjalin kerja sama dengan OPD terkait, pelaku usaha, komunitas, dan investor, serta mengoordinasikan tim kerja divisi. Tugas lainnya meliputi penyusunan rencana kerja, anggaran, dan laporan kinerja.


Persyaratan untuk posisi ini antara lain pendidikan minimal SMA atau sederajat, pengalaman kerja minimal lima tahun di bidang pariwisata atau pengelolaan usaha, serta memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajerial yang baik. Pelamar yang berdomisili dan memahami wilayah Kabupaten Lampung Selatan menjadi prioritas.


Sementara itu, Staf Divisi Pariwisata bertugas membantu pelaksanaan program divisi, pengelolaan destinasi dan event pariwisata, administrasi dan dokumentasi kegiatan, serta mendukung promosi dan pemasaran pariwisata.


Untuk posisi staf, pelamar diwajibkan memiliki pendidikan minimal SMA atau sederajat, pengalaman kerja minimal tiga tahun di bidang pariwisata atau pengelolaan usaha, mampu bekerja secara mandiri maupun dalam tim, serta memiliki kemampuan komunikasi dan administrasi yang baik. Penguasaan media sosial menjadi nilai tambah.


Selain surat lamaran dan daftar riwayat hidup, pelamar juga harus melengkapi sejumlah dokumen administrasi, seperti fotokopi KTP, fotokopi ijazah terakhir, pas foto terbaru, SKCK atau surat keterangan berkelakuan baik, surat keterangan sehat dan bebas narkoba dari rumah sakit umum, makalah strategi pengembangan usaha sektor pariwisata, serta dokumen pendukung lainnya.


Berkas lamaran dimasukkan ke dalam map berwarna biru dan diserahkan langsung kepada Tim Rekrutmen Lampung Selatan Maju (Perseroda) di Jalan Lintas Sumatera, Kompleks GOR Way Handak, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.


Penerimaan berkas lamaran dibuka hingga 2 Januari 2026. Manajemen menegaskan seluruh proses rekrutmen ini tidak dipungut biaya, dan hanya pelamar yang memenuhi persyaratan yang akan dihubungi untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya. (Red-*)

Share:

PTPN I Jadikan Banyuwangi Pilot Project Strategis Hilirisasi Kelapa Nasional


BANYUWANGI – Program hilirisasi perkebunan di PTPN I terus bergulir. Sebanyak 10.269 bibit kelapa genjah mulai ditanam di lahan PTPN I Regional 5 Afdeling Sidomulyo Kampe, Kebun Pasewaran, Kecamatan Wongsorejo, banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (23/12/25). Direktur Utama PTPN I Teddy Yarman Danas, Direktur Operasional Fauzi Omar, dan Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho dari Bappenas melakukan tanam perdana pada lahan seluas 50 hektare tersebut.

Penanaman ini menjadi pilot project kebun percontohan yang akan menjadi model pengembangan penanaman kelapa secara massal di berbagai kebun milik PTPN I di Indonesia. Teddy Yarman Danas mengatakan, program diversifikasi komoditas di PTPN I ini merupakan terjemahan dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto tentang hilirisasi perkebunan.

Program hilirisasi perkebunan menjadi salah satu program strategis turunan dari Asta Cita Presiden. Teddy Yunirman Danas menyatakan, PTPN I memiliki garis lurus dan linier dengan visi hilirisasi. Yakni memperluas lapangan pekerjaan, meningkatkan derajat ekonomi warga sekitar, pemerataan hasil-hasil pembangunan sehingga meretas kemiskinan kawasan.

Pada tahun 2025, PTPN I menargetkan program penanaman kelapa di lahan seluas 550 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, PTPN I menggandeng Riset Perkebunan Nusantara (RPN), salah satu anak perusahaan PTPN III Holding, sebagai pusat penelitian kelapa guna memastikan pengembangan dilakukan secara profesional, terukur, dan berkelanjutan.
“Dari Afdeling Sidomulyo Kampe ini kita mulai. Ini akan terus berlanjut dan berinkubasi sampai 550 ribu hektare di seluruh Indonesia,” kata Teddy Yunirman Danas.

Selain pengembangan kebun, PTPN I juga melibatkan masyarakat sekitar dalam proses hilirisasi. Di wilayah Kampe, telah terdapat aktivitas pengolahan nira kelapa menjadi gula merah yang selama ini dilakukan secara tradisional oleh masyarakat.

“PTPN I menyediakan lahan untuk kebun kelapa, hasilnya dipanen oleh masyarakat, kemudian kami bekerja sama dalam pengolahannya dan PTPN I bertindak sebagai off taker. Skema bagi hasilnya adalah 70 persen untuk masyarakat dan 30 persen untuk perusahaan,” jelas Teddy Yarman Danas.

Tentang visi jangka panjang, Direktur Operasional PTPN I Fauzi Omar menyebut untuk kebun kelapa di Banyuwangi sebagai demplot akan dikembangkan sampai 200 hektare.

Pada tahap pertama, sebanyak 50 hektare akan dibagi menjadi tiga jenis kelapa dalam kategori genjah (unggul dan cepat berbuah). Yakni, jenis Kelapa Genjah Merah Bali seluas 23,46 hektare, Genjah Kuning Nias seluas 21,52 hektare, dan Kelapa Genjah Entog Kebumen seluas 5,36 hektare. Tanaman kelapa tersebut diperkirakan mulai berproduksi dalam kurun waktu 3 hingga 4 tahun ke depan.

Fauzi menambahkan, kelapa merupakan salah satu komoditas strategis nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan serta pengembangan industri hilir. Selain kelapa, PTPN I juga merencanakan pengembangan komoditas lain seperti kopi, kakao, dan karet di kawasan tersebut.
“Kami melihat potensi pengembangan kawasan perkebunan terpadu di wilayah ini masih sangat prospektif,” ujar Fauzi.

Sekjen Satgas Perencanaan dan Percepatan Hilirisasi Kementerian PPN/Bappenas Bayu Dwi Apri Nugroho mengapresiasi kebijakan ini. Menurutnya, keberhasilan hilirisasi sangat ditentukan oleh ketersediaan lahan, bahan baku, serta kesinambungan produksi.

“Kami melihat potensi integrasi pengembangan kelapa dengan komoditas lain seperti kakao dan kopi dalam satu kawasan melalui konsep agroforestri, sehingga mampu memberikan nilai tambah yang lebih luas bagi sektor perkebunan,” kata dia.

Melalui program ini, PTPN I menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda hilirisasi nasional sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat dan pembangunan perkebunan yang berkelanjutan. (*)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Recent Posts