Portal Berita Online

Pemdes Maja Kalianda Musrenbangdes Bahas RKPDes


LAMPUNG SELATAN - Pemerintah Desa (Pemdes) Maja Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan,(lamsel) melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun 2025, untuk pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2026 serta Daftar Usulan RKP (DU RKP) Tahun 2027. Acara tersebut dilaksanakan di Aula kantor Desa Maja. Jumat (31/10/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Maja Arlizon SH, Forkopincam, pendamping desa, Sekretaris desa, BPD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan seluruh Aparatur Desa Maja serta tamu undangan. Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam menyusun arah pembangunan desa yang partisipatif dan transparan.

Dalam musyawarah itu, peserta membahas secara rinci draft prioritas pembangunan desa yang akan dilaksanakan pada tahun 2026, serta menyusun daftar usulan kegiatan untuk tahun 2027 yang akan disampaikan ke kabupaten, propinsi, atau pusat melalui APBD atau APBN. Proses diskusi berjalan dinamis dengan melibatkan aspirasi dari seluruh elemen masyarakat yang hadir.

Hasil pembahasan dalam Musrenbangdes tersebut nantinya akan ditetapkan dengan Peraturan Desa menjadi RKPDes Tahun 2026 dan menjadi acuan penyusunan APBDes tahun 2026. “Draft usulan yang Kami bahas hari ini mencuplik dari RPJMDes (Rencana Pembangunan Menengah Desa) yang penyusunannya berjenjang dari musyawarah dusun (musdus), lalu ke musyawarah desa. Jadi sifatnya bottom up, dari bawah ke atas, yang Kami padukan dengan visi dan misi Kepala Desa, Pemerintah Daerah, Pemerintah Propinsi, maupun Pemerintah Pusat,” kata Kepala Desa Maja, Arlizon.

Arlizon juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan sudah berpartisipasi aktif dalam musyawarah. “Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan pembangunan desa berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan semakin memperkuat semangat gotong royong demi mewujudkan Desa Maja yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” tukasnya. (Red)

Share:

Pemdes Sumur Kumbang Kalianda Musrenbangdes Bahas RKPDes


 LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Sumur Kumbang Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2026 serta Daftar Usulan RKP (DU RKP) Tahun 2027, di aula kantor desa setempat, Jumat (31/10/2025).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Kalianda, Ruris Apdani, S.Pd, yang turut didampingi jajaran staf kecamatan. Hadir pula Kepala Desa Sumur Kumbang, Armad, beserta perangkat desa, BPD, LPM, tokoh agama, tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pendamping kecamatan Ridwan Kusuma, pendamping desa, serta unsur masyarakat setempat.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri sejumlah perwakilan dari berbagai KUPT, di antaranya KUPT PU Munadi, KUPT Peternakan, KUPT Pertanian, KUPT Perpajakan, KUPT Puskesmas Kalianda Artha, Korluh KB, Bidan Desa, dan TP-PKK Desa Sumur Kumbang.

MusrenbangDes kali ini membahas realisasi program pembangunan tahun 2025 serta menyusun usulan prioritas untuk tahun anggaran 2026.

Dalam sambutannya, Camat Kalianda Ruris Apdani, menegaskan bahwa MusrenbangDes bukan hanya kegiatan rutin tahunan, melainkan momentum penting untuk menampung aspirasi masyarakat dan menyusun perencanaan pembangunan desa yang efektif serta tepat sasaran.

“MusrenbangDes bukan sekadar formalitas, tetapi momentum penting untuk menyusun rencana pembangunan yang tepat sasaran dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga,” ujar Ruris dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumur Kumbang, Armad, menyampaikan bahwa pemerintah desa berkomitmen menjadikan hasil MusrenbangDes sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2026. Fokus pembangunan tahun depan diarahkan pada peningkatan infrastruktur desa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan sektor pertanian dan UMKM.

Dalam kesempatan tersebut, KUPT PU Munadi juga menyampaikan dukungannya terhadap rencana pembangunan drainase lingkungan dan infrastruktur di Dusun Kemiling, termasuk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah desa.

Adapun KUPT Perpajakan, Supratno, melaporkan bahwa realisasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Desa Sumur Kumbang baru mencapai 50 persen, dan diharapkan masyarakat dapat lebih aktif dalam memenuhi kewajiban pajaknya.

Sementara dari KUPT Pertanian menyampaikan bahwa desa dapat mengajukan pemasangan tiang listrik menuju akses pertanian, serta memastikan stok pupuk untuk kebutuhan petani telah tersedia.

Musyawarah berjalan dengan lancar dan kondusif, dengan berbagai usulan serta masukan konstruktif dari peserta. Diharapkan, hasil MusrenbangDes ini menjadi dasar perencanaan yang kuat dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Desa Sumur Kumbang.(red)

Share:

Wali Kota Bandar Lampung Hadiri Training Raya HMI Tingkat Nasional


Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri acara Training Raya Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung, Jumat (31/10/2025), di Aula Gedung Semergou Lantai 4 Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dari berbagai daerah yang hadir di Kota Bandar Lampung sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut.

“Di era digital dan modern saat ini, generasi muda harus mampu berpikir cepat, adaptif, dan inovatif. HMI harus menjadi garda terdepan dalam melahirkan ide serta solusi cerdas bagi kemajuan daerah dan bangsa,” ujar  Wali Kota Eva Dwiana.



Walikota juga mengajak seluruh kader HMI untuk terus berkolaborasi aktif dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung, terutama dalam program pemberdayaan pemuda, pendidikan, dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Melalui kolaborasi dan semangat bersama, mari wujudkan Bandar Lampung yang maju dan sejahtera.,” ujarnya.
HMI menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung atas dukungan dan kehadiran Wali Kota dalam kegiatan tersebut.

HMI menegaskan untuk terus berperan aktif menjaga keamanan, mengawal kemajuan bangsa, dan memberi kontribusi bagi pembangunan daerah.
Turut hadir mendampingi Wali Kota, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Inspektur, serta Kepala Dinas Kominfo Kota Bandar Lampung. (sn)

Share:

Eva Dukung Semangat Sportivitas Lomba Taekwondo Kajati Lampung Cup I


Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri kegiatan Lomba Taekwondo Kajati Lampung Cup I yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Tinggi Lampung, Jumat (31/10/2025).

Acara ini menjadi ajang kebersamaan sekaligus wadah bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Eva Dwiana menyampaikan apresiasinya kepada panitia dan seluruh peserta atas semangat serta dedikasi yang ditunjukkan.



“Melalui olahraga, kita tidak hanya melatih fisik, tapi juga membangun mental yang kuat, disiplin, dan berkarakter. Semoga kegiatan ini melahirkan atlet berprestasi yang membanggakan Lampung,” ujar Wali Kota Eva Dwiana.

Wali Kota juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung terus mendukung kegiatan positif di bidang olahraga.(lis)


Share:

Pemkot dan DPRD Bandar Lampung Teken KUA PPAS APBD 2026


Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama DPRD resmi menandatangani nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, dalam rapat paripurna yang digelar di ruang sidang utama DPRD, Jumat (31/10/2025).

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh program dan kegiatan yang telah disepakati bersama DPRD merupakan prioritas utama pembangunan daerah.



“Kami yakin APBD 2026 akan membawa manfaat bagi masyarakat. Meskipun tidak semua usulan bisa diakomodir, seluruh saran dan masukan dari dewan tetap kami perhatikan dalam pelaksanaan program di lapangan,” ujar Wali Kota.

Ia berharap pelaksanaan APBD 2026 dapat memperkuat semua sektor, mulai dari sosial, pendidikan, hingga kesehatan.

“Harapan kita, tahun 2026 semuanya lebih baik. Pemerintah Kota terus berupaya agar pembangunan yang dilakukan dapat dirasakan langsung oleh seluruh warga Bandar Lampung,” tandasnya.

Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Kota Bandar Lampung, Erwansyah mengatakan, arah kebijakan dan prioritas anggaran tahun 2026 diarahkan pada akselerasi pembangunan sumber daya manusia (SDM), ekonomi inklusif, serta infrastruktur yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Tema pembangunan tahun 2026 menitikberatkan pada peningkatan SDM, percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, serta pemerataan pembangunan yang berwawasan lingkungan,” ujar Erwansyah.
Ia menjelaskan, terdapat enam fokus utama pembangunan yang menjadi dasar penyusunan APBD 2026, yaitu meningkatkan kualitas SDM melalui pelayanan kesehatan dan pendidikan terintegrasi.

Kemudian memacu perekonomian daerah dan kesejahteraan sosial melalui peningkatan investasi dan ekonomi kerakyatan. Lalu ketiga membangunan infrastruktur perkotaan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Selanjutmya, meningkatan pelayanan publik berbasis digitalisasi dan inovasi daerah, ke lima penguatan tata kelola pemerintahan serta sistem informasi daerah, dan meningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal. (sn)

Share:

Walikota Bandar Lampung: APBD 2026 Akan Membawa Manfaat Bagi Masyarakat


Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan, seluruh program dan kegiatan yang telah disepakati bersama DPRD merupakan prioritas utama pembangunan daerah.

“Kami yakin APBD 2026 akan membawa manfaat bagi masyarakat. Meskipun tidak semua usulan bisa diakomodir, seluruh saran dan masukan dari dewan tetap kami perhatikan dalam pelaksanaan program di lapangan,” ujar Wali Kota, dalam rapat paripurna yang digelar di ruang sidang utama DPRD, Jumat (31/10/2025).

Ia berharap pelaksanaan APBD 2026 dapat memperkuat semua sektor, mulai dari sosial, pendidikan, hingga kesehatan.
“Harapan kita, tahun 2026 semuanya lebih baik. Pemerintah Kota terus berupaya agar pembangunan yang dilakukan dapat dirasakan langsung oleh seluruh warga Bandar Lampung,” tandasnya.
Diketahui, Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama DPRD resmi menandatangani nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.



Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Kota Bandar Lampung, Erwansyah mengatakan, arah kebijakan dan prioritas anggaran tahun 2026 diarahkan pada akselerasi pembangunan sumber daya manusia (SDM), ekonomi inklusif, serta infrastruktur yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Tema pembangunan tahun 2026 menitikberatkan pada peningkatan SDM, percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, serta pemerataan pembangunan yang berwawasan lingkungan,” ujar Erwansyah.(lis)

Share:

Perjamuan Prosa: Menulisi Lampung, Menulis dari Akar untuk Dunia


Bandar Lampung — Lampung Literature menutup rangkaian panjang program Menulisi Lampung: Novela Berbasis Sejarah dan Budaya Lampung dengan kegiatan Perjamuan Prosa, yang digelar di Klasika Books n Coffee pada 28 Oktober 2025. kegiatan ini didukung oleh Badan Bahasa Kemendikdasmen RI dalam program Penguatan Komunitas Sastra.

Acara ini menjadi puncak dari perjalanan kreatif selama hampir tiga bulan—dimulai dari sayembara penulis, residensi selama tiga hari, penulisan intensif selama empat puluh hari, hingga lahir delapan karya novela yang menggali sejarah, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Lampung.

Dalam sambutannya, Iskandar, Ketua Lampung Literature, menjelaskan bahwa program Menulisi Lampung merupakan upaya sistematis membangun ekosistem sastra yang berakar pada kebudayaan lokal.
“Program ini dimulai dari proses seleksi melalui sayembara, lalu 8 peserta terpilih menjalani workshop  dan residensi selama lima hari. Setelah itu, mereka menulis novela selama empat puluh hari penuh dengan pendampingan para fasilitator. Hari ini, kita merayakan puncaknya melalui Perjamuan Prosa. kedelapan novela kami terbitkan dalam bentuk e-book,” ujarnya.

Narasumber Arman AZ—prosais dan pemerhati sejarah Lampung—mengangkat isu kelangkaan penulis prosa di daerah ini.
“Lampung memiliki banyak penyair, tapi sangat sedikit prosais yang masuk ke gelanggang sastra nasional, apalagi yang menulis tentang sejarah dan budaya lokal. Padahal, lewat prosa, budaya bukan hanya dilestarikan, tapi kita refleksikan dan maknai ulang,” ujarnya.
Arman juga menelusuri akar sejarah penulisan tentang Lampung sejak masa kolonial.
“Sejak abad ke-18, penulis Belanda sudah menulis kisah tentang Lampung, terutama soal lada—komoditas yang membuat tanah ini dikenal di dunia. lalu ada satu-dua penulis di era pra dan pasca kemerdekaan. Tapi setelah itu, hampir tak ada penulis lokal yang menulis Lampung dari sudut pandangnya sendiri,” jelasnya.

Menurutnya, karya-karya dalam Menulisi Lampung menjadi momentum penting untuk merebut kembali narasi tentang Lampung.
“Delapan novela ini membuktikan bahwa Lampung bisa berbicara tentang dirinya sendiri, dengan suara, rasa, dan ingatan yang lahir dari tanahnya,” tegas Arman.

Sementara itu, Ari Pahala Hutabarat, budayawan dan sastrawan, memaparkan bahwa sastra seharusnya tidak berhenti pada romantisasi budaya lokal semata.
“Arah pandang kita harus keluar. Kita jangan selalu mengelus-ngelus budaya sebagai barang antik yang ‘dilestarikan’. Kita justru harus membawa budaya kita ke kancah nasional, bahkan global,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa para penulis besar dunia selalu berangkat dari akar budaya mereka sendiri—dan kemudian menjadikannya universal.
“Para penulis dunia, dari Márquez hingga Pramoedya, menulis dari tanah dan ingatan mereka sendiri. Yang lokal dibuat global. Melalui prosa, hal itu dimungkinkan. Karena itu, lahirnya delapan novela ini sangat membahagiakan; ia menandai keberanian baru untuk menulis Lampung dari dalam, namun dengan pandangan yang jauh dan strategis,” jelas Ari.

Lebih jauh, Ari menjelaskan bahwa novela merupakan genre sastra yang memiliki potensi besar di era kini.
“Novela bukan sekadar tulisan yang lebih panjang dari cerpen atau lebih pendek dari novel. Ia punya ciri khas tersendiri. Novela mampu merangkum kompleksitas yang tinggi dan mendalam, tetapi dengan jumlah halaman yang lebih ramping. Format seperti ini sangat relevan bagi pembaca muda masa kini yang hidup dalam ritme cepat dan serba instan,” paparnya.

Dalam Perjamuan Prosa ini, Lampung Literature memperkenalkan delapan novela hasil program:
Kereta Radin Bungsu – Aisyah, Rumah Tua di Tepi Repong Damar – Triamiyati, Cepala – Hazizi, Pulau Daging – Naomi Ambar Wulan, Hujung Langit – Mada Elliana, Di Batas 40 – Minarno, Kayu Hujan – Novian Pratama, Nisan Luka – Selsa Alfira

Editor Yulizar Lubay menggambarkan kedelapan novela ini sebagai “delapan pintu untuk membaca ulang Lampung dari berbagai lanskap geografis dan emosional.”
“Setiap penulis menghadirkan tafsir berbeda: dari legenda purba, adat, hingga tragedi sejarah seperti Talangsari. Keseluruhannya membentuk peta budaya Lampung yang kaya dan kompleks,” ujarnya.

Acara dibuka dan ditutup dengan penampilan musikalisasi puisi. Dalam sesi tanya jawab, para hadirin turut menanggapi.
Salah satu peserta, Agus, seorang akademisi, menyoroti rendahnya tingkat literasi mahasiswa saat ini. Menurutnya, daya kritis dan kemampuan memahami bacaan cenderung menurun di tengah banjir informasi digital.
Menanggapi hal itu, Ari Pahala Hutabarat mengamini fenomena tersebut, namun menyorot akar persoalan yang lebih dalam.
“Masalah kita bukan hanya rendahnya tingkat baca, tapi rendahnya tingkat memahami bacaan. Tak ada gunanya membawa satu buku sehari kalau tak ada satu pun yang diserap sebagai ilmu atau memantik produksi pemikiran baru,” ujarnya.
Ari menambahkan bahwa secara historis, masyarakat Indonesia lebih terbentuk oleh budaya lisan ketimbang tulisan.
“Berbeda dengan bangsa Barat yang telah lama melalui era tulisan. Kita masih kuat dalam tradisi lisan, lalu tiba-tiba diberondong oleh era digital yang serba audio-visual—maka selesailah,” katanya.
Ia juga menyinggung pengaruh kondisi geografis dan iklim terhadap lahirnya tradisi berpikir.
“Di Rusia, musim salju panjang membuat orang lebih banyak di dalam ruang—mereka menulis, berpikir, dan menciptakan tradisi intelektual. Sementara kita hidup di iklim tropis yang stabil, yang memungkinkan orang lebih banyak berinteraksi sosial di luar ruang. Akibatnya, produksi pemikiran tertulis menjadi lebih sedikit. Ini bukan alasan, tapi konteks yang perlu kita pahami,” pungkasnya.
Diskusi semakin hangat ketika Anton, seorang guru sekaligus jurnalis, turut menyampaikan pandangannya. Ia melihat krisis budaya yang kian nyata dari semakin jarangnya penggunaan bahasa Lampung di kalangan masyarakat.
“Ini bencana,” ujarnya tegas. “Kalau bahasa ibu tidak lagi digunakan, maka hilanglah sebagian dari cara kita memahami dunia. Kita perlu langkah sinergis—antara lembaga pendidikan, komunitas, dan pemerintah—untuk menanggulanginya.”
Menanggapi hal itu, Ari Pahala Hutabarat mengakui bahwa problem tersebut memang nyata dan jarang disadari.
“Sampai hari ini belum ada gerakan signifikan untuk menanggulangi krisis bahasa daerah, Pemerintah tampak abai, tapi yang lebih menyedihkan, masyarakatnya pun demikian,” katanya.
Ia juga menyinggung kurangnya keterlibatan para akademisi dan aktivis kebudayaan.
“Bulan lalu kami menyelenggarakan kegiatan tentang revitalisasi bahasa Lampung, tapi tak satu pun guru atau akademisi bahasa Lampung—di luar narasumber—yang hadir memberi dukungan. Begitu pula para aktivis kebudayaan, banyak yang memilih diam. Ini ironi yang menyedihkan,” tuturnya.(yaya)

Share:

Lampung Fest 2025 Hadirkan Lampungphoria, Pesta Musik Lintas Genre untuk Semua Warga


Gelaran Lampung Fest 2025 kian mendekati puncak euforianya. Salah satu segmen paling dinantikan, Lampungphoria, siap mengguncang panggung utama PKOR Way Halim selama rangkaian festival berlangsung pada 11–25 November 2025.

Sejumlah band nasional lintas genre dijadwalkan tampil, mulai dari musik koplo hingga pop alternatif. Di antara nama besar yang akan hadir: Feel Koplo dan Rebellion Rose (14 November), Threesixty dan The Paps (15 November), Barasuara dan Wijaya80 (16 November), Jono Joni + Dangdut All Star (18 November), DNA dan Kotak (19 November), Tipe-X (20 November), for Revenge dan Lastchild (21 November), Om Lorenza (22 November), Peewee Gaskins dan Sukses Lancar Rejeki (23 November), serta Guyon Waton dan Pats Angels (24 November).

Ketua Forum Lampung Kreatif (FOLK), Riqwan Sahari (Ale), menyebut Lampungphoria menjadi simbol bahwa festival ini bukan hanya pesta rakyat, tetapi juga panggung apresiasi bagi industri musik nasional dan lokal.

“Kami ingin menghadirkan energi musik yang beragam, dari koplo sampai alternatif, dari pop sampai rock, agar semua kalangan merasa memiliki Lampung Fest," ujar Ale di Bandar Lampung, Rabu (29/10/2025).

"Musik adalah bahasa universal yang menyatukan semangat masyarakat,” tambahnya.

Menurut Ale, Lampungphoria menjadi ruang penting bagi kolaborasi antara musisi, komunitas kreatif, dan pelaku UMKM.

“Setiap titik di Lampung Fest punya dampak ekonomi yang nyata. Penonton datang, UKM dan UMKM hidup, dan musisi mendapatkan ruang tampil,” katanya.

Penonton dapat membeli tiket konser mulai dari Rp55.000 pada periode Presale 2 melalui situs resmi YesPlis, di https://www.yesplis.com/search?search=lampungphoria.

Selain deretan musisi nasional, Lampungphoria juga akan menampilkan kolaborasi band lokal dan komunitas kreatif Lampung.

Ale menegaskan, semangat festival ini adalah menghadirkan keseimbangan antara hiburan rakyat dan keberlanjutan ekonomi kreatif.

“Kami ingin setiap penonton pulang dengan pengalaman menyenangkan, dan setiap pelaku industri kreatif pulang dengan manfaat ekonomi," ujarnya.

“Kami berharap, energi positif dari musik ini ikut menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat citra Lampung sebagai provinsi yang dinamis, kreatif, dan terbuka bagi semua,” tambahnya.

Mengusung tema besar “Coffee and Tourism”, Lampung Fest 2025 juga menghadirkan Pavilion Kopi, atraksi budaya, pameran UKM dan UMKM, zona BUMN dan Perbankan, festival kuliner, hingga pertunjukan musik.

Festival ini ditargetkan menarik hingga 300 ribu pengunjung dan menjadi agenda tahunan unggulan Provinsi Lampung. (Lis)

Share:

Polisi Panjat Tower, Warga dan Polisi Berhasil Amankan Pelaku Pencurian di Rajabasa


Lampung Selatan,— Aksi nekat tiga pelaku pencurian kabel di area tower telekomunikasi milik PT Huawei Tech Investment di Desa Canggung, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, berhasil digagalkan berkat kerja sama cepat antara warga dan aparat kepolisian, Rabu (29/10/2025).

Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Indik Rusmono mengatakan, ketiga pelaku masing-masing berinisial AS (21), H (26), dan AL (26), warga Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, kini telah diamankan di Mapolres Lampung Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Petugas bersama warga berhasil menangkap pelaku dan juga dua rekan lainnya  tidak jauh dari lokasi beserta mobil yang digunakan untuk beraksi,” kata Indik saat dikonfirmasi, Rabu.

Polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil pikap Suzuki Carry warna hitam dan satu buah tang jepit berwarna merah yang digunakan saat beraksi.

Peristiwa itu bermula ketika seorang teknisi PT HUP menerima notifikasi alarm dari sistem keamanan tower sekitar pukul 03.24 WIB. Ia bersama rekannya segera menuju lokasi dan mendengar suara gaduh di sekitar area tower.

“Saksi sempat memukul pagar besi sambil berteriak ‘maling!’ untuk menarik perhatian warga sekitar,” kata Indik.

Warga kemudian mendapati satu orang pelaku masih berada di atas tower, sementara dua lainnya mencoba melarikan diri menggunakan mobil pikap hitam. Tak berselang lama, petugas gabungan dari Polsek Kalianda dan Sat Samapta Polres Lampung Selatan tiba di lokasi. Salah satu pelaku yang masih berada di atas tower menolak turun, hingga akhirnya petugas terpaksa memanjat tower untuk mengamankan pelaku.

AKP Indik Rusmono menjelaskan, ketiga pelaku dijerat Pasal 53 juncto Pasal 363 KUHP tentang percobaan pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara.
Indik juga mengapresiasi kesigapan masyarakat yang membantu kepolisian dalam menggagalkan aksi pencurian tersebut.

“Ini bukti bahwa sinergi antara warga dan aparat sangat efektif dalam mencegah tindak kejahatan. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang aktif memberikan informasi,” kata Indik. (Red)

Share:

Pemkot Bandar Lampung Rapat Koordinasi Persiapan Apel Kebangsaan


Rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Apel Kebangsaan berlangsung di Ruang Rapat Asisten, pada Rabu (30/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran perangkat daerah terkait untuk memastikan seluruh persiapan teknis dan nonteknis berjalan dengan baik.

Dengan diadakannya rapat koordinasi ini, diharapkan Apel Kebangsaan dapat berjalan dengan lancar , sebagai momentum memperkuat semangat persatuan, nasionalisme dan cinta tanah air di tengah masyarakat.



Apel Kebangsaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol komitmen bersama untuk menjaga persatuan bangsa.

Dengan kolaborasi berbagai pihak setiap permasalahan dapat diselesaikan secara bijaksana tanpa menimbulkan gesekan yang dapat mengganggu situasi keamanan.

Apel kebangsaan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai nasionalisme dan menolak segala bentuk upaya yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

Share:

Pemkot Bandar Lampung Pererat Kerja Sama dengan Kakanwil Ditjenim


Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim) Lampung, Nur Raisha Pujiastuti, S.H., M.H., pada Rabu (30/10/2025).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota, Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) ini menjadi ajang mempererat kerja sama antara Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Kanwil Ditjenim Lampung, khususnya dalam peningkatan pelayanan publik di bidang keimigrasian.
Wali Kota Eva Dwiana menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap sinergi yang terjalin dapat terus diperkuat demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.



Dukung Pelayanan Cepat dan Transparan

Wali Kota juga mengapresiasi komitmen Ditjen Imigrasi Lampung dalam mendukung pelayanan yang cepat dan transparan bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih atas sinergi yang sudah terjalin baik selama ini. Semoga kedepan kerja sama antara Pemkot dan Ditjen Imigrasi bisa semakin kuat demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bandar Lampung,” ujar Walikota.

Sementara itu, Kakanwil Ditjen Imigrasi Lampung Nur Raisha Pujiastuti menyampaikan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota dalam pengembangan layanan keimigrasian, termasuk optimalisasi fasilitas pelayanan di Mal Pelayanan Publik.

“Kami ingin pelayanan keimigrasian semakin mudah dijangkau oleh masyarakat. Kerja sama dengan pemerintah daerah seperti ini sangat penting untuk memperluas akses dan memperkuat pelayanan publik,” ujar Nur Raisha. (sn)

Share:

Wali Kota Bandar Lampung Apresiasi Kinerja Ditjenim


Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim) Lampung, Nur Raisha Pujiastuti, S.H., M.H., pada Rabu (30/10/2025).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota, Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) ini menjadi ajang mempererat kerja sama antara Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Kanwil Ditjenim Lampung, khususnya dalam peningkatan pelayanan publik di bidang keimigrasian.

Wali Kota Eva Dwiana menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap sinergi yang terjalin dapat terus diperkuat demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.



Dukung Pelayanan Cepat dan Transparan


Wali Kota juga mengapresiasi komitmen Ditjen Imigrasi Lampung dalam mendukung pelayanan yang cepat dan transparan bagi masyarakat.


“Kami berterima kasih atas sinergi yang sudah terjalin baik selama ini. Semoga kedepan kerja sama antara Pemkot dan Ditjen Imigrasi bisa semakin kuat demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bandar Lampung,” ujar Walikota.


Sementara itu, Kakanwil Ditjen Imigrasi Lampung Nur Raisha Pujiastuti menyampaikan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota dalam pengembangan layanan keimigrasian, termasuk optimalisasi fasilitas pelayanan di Mal Pelayanan Publik.


“Kami ingin pelayanan keimigrasian semakin mudah dijangkau oleh masyarakat. Kerja sama dengan pemerintah daerah seperti ini sangat penting untuk memperluas akses dan memperkuat pelayanan publik,” ujar Nur Raisha. (sn)

Share:

DLH Bandar Lampung Tindaklanjuti Laporan Warga



Pemkot Bandar Lampung terus berusaha memberikan terbaik bagi masyarakat. Terbukti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung langsung menurunkan petugas kebersihan untuk membersihkan tumpukan sampah di Jalan Endro Suratmin, Kecamatan Sukarame, Kamis (30/10).

Kepala DLH Kota Bandar Lampung, Yusnadi Feriyanto, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan pengangkutan sampah di lokasi tersebut.
“Kita sudah angkut dan tindak lanjuti. Kami juga mengimbau kepada para pedagang agar tidak membuang sampah sembarangan. Kumpulkan saja di satu titik, nanti petugas kami yang angkut,” ujar Yusnadi.



Ia mengakui sempat terjadi keterlambatan pengangkutan sampah karena kendala bahan bakar minyak (BBM), namun memastikan proses pembersihan tetap berjalan.
“Memang ada keterlambatan karena kendala BBM, tapi petugas tetap mengangkut secara bertahap. Sampah di sana juga banyak yang bercampur daun dan ranting,” jelasnya.
Yusnadi menambahkan, pihaknya terus mengimbau pedagang agar menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah di sembarang tempat.
“Penanganan sampah ini bukan hanya tanggung jawab DLH, tapi juga masyarakat, pengusaha, dan pedagang. Semua harus ikut menjaga agar lingkungan tetap bersih,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan, di kawasan tersebut tidak disediakan tempat pembuangan sementara (TPS). Namun DLH rutin melakukan patroli dan pengangkutan sampah melalui satuan tugas keliling.
“Kita tidak siapkan TPS di situ, tapi ada satgas keliling yang setiap hari beroperasi pagi, siang, dan sore untuk mengangkut sampah,” pungkasnya.

Share:

Dinsos Bandar Lampung Tangani 293 Kasus Sosial


Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandar Lampung mencatat berbagai penanganan kasus sosial sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 19 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) telah menjalani rehabilitasi di sejumlah yayasan sosial, 48 orang hasil penjangkauan terdiri dari gelandangan, pengemis, lansia, dan anak terlantar, serta 226 orang terlantar yang difasilitasi untuk melanjutkan perjalanan ke daerah asal.

Kepala Dinas Sosial Kota Bandar Lampung, Aklim Sahadi, mengatakan bahwa pihaknya terus memperkuat sinergi dengan berbagai instansi dalam menangani permasalahan sosial di kota setempat.



“Kami bekerja sama dengan beberapa yayasan seperti Yayasan Sinar Jati, Awliya Rahmat, Serikandi, dan Mardi Guna milik Provinsi Lampung. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Kesehatan dalam setiap kegiatan penjangkauan terhadap ODGJ maupun manusia silver,” ujar Aklim, Rabu (29/10).

Menurutnya, setiap hasil penertiban terlebih dahulu dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan awal sebelum mendapatkan pendampingan sosial dari petugas Dinsos.

“Hasil penjangkauan akan dibawa ke rumah sakit atau puskesmas untuk diperiksa. Setelah itu, petugas pekerja sosial kami akan melakukan asesmen dan menelusuri apakah yang bersangkutan memiliki keluarga. Jika tidak, mereka akan ditempatkan di yayasan sosial sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penanganan manusia silver biasanya dilakukan di Yayasan Mardi Guna di bawah binaan Pemerintah Provinsi Lampung, sedangkan ODGJ dan penyandang masalah sosial lainnya disebar ke yayasan mitra lain yang memiliki fasilitas rehabilitasi.
Selain penanganan ODGJ dan manusia silver, kasus orang terlantar juga menjadi fokus utama Dinsos. Setiap harinya, pihaknya menerima laporan masyarakat yang tersesat atau kehabisan bekal di perjalanan.
“Banyak yang terlantar saat hendak ke Palembang atau ke Jawa. Alasannya beragam, ada yang kecopetan, kehilangan barang, atau kehabisan uang. Jika ada laporan resmi dari kepolisian yang menyatakan mereka orang terlantar, kami bantu fasilitasi transportasi ke tujuan,” ungkapnya.
Aklim juga menuturkan, kerja sama antara Satpol PP dan kepolisian terus digencarkan dalam rangka menertibkan gelandangan, manusia silver, serta anak jalanan di wilayah Kota Bandar Lampung.

“Kami berharap penanganan ke depan bisa lebih baik dan menyentuh semua lapisan masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.

Share:

Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Kunjungan Kerja ke Lampung Barat


LAMPUNG BARAT – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza atau akrab disapa Batin Wulan, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lampung Barat dalam rangka pencanangan Desa TAPIS (Desa Kesejahteraan Keluarga untuk Lampung Maju Indonesia Emas), Senin (27/10/2025).

Kehadiran Batin Wulan disambut hangat oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, bersama Ketua TP. PKK Lambar Partinia Parosil, serta jajaran Forkopimda, di antaranya Ketua DPRD Lambar sekaligus Ketua PMI Edi Novial, perwakilan TNI dan Polri, serta organisasi wanita seperti Bhayangkari, Persit, dan Dharma Wanita.

Dalam sambutannya, Bupati Parosil Mabsus menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Ketua TP. PKK Provinsi Lampung beserta rombongan. Ia menyebut kunjungan ini sebagai kehormatan bagi masyarakat Lampung Barat.
“Saya ingin menyampaikan selamat datang dan terima kasih. Mohon maaf jika dalam penyambutan ada hal yang kurang berkenan,” ujar Parosil.

Parosil juga menyampaikan pesan masyarakat tentang kebijakan Gubernur Lampung yang meniadakan pungutan uang komite sekolah, yang disambut gembira masyarakat karena meringankan beban orang tua dan membuka akses belajar yang lebih luas bagi anak-anak Lampung.

Selain itu, Bupati menegaskan dukungan penuh terhadap program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dijalankan di Lampung Barat. “Kami sudah memiliki tiga dapur MBG yang insyaallah terus berjalan,” katanya. Ia juga mengajak para ibu-ibu untuk turut mengawasi pelaksanaan program tersebut serta mengedukasi anak-anak agar membawa tumbler dan alat makan pribadi demi mendukung gerakan ramah lingkungan.

Tak hanya itu, ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan program cek kesehatan gratis dari pemerintah pusat. “Jangan takut untuk memeriksakan diri, karena itu penting untuk deteksi dini penyakit,” imbaunya.

Dalam suasana penuh keakraban, Bupati Parosil sempat melontarkan pertanyaan ringan tentang lagu yang sering dinyanyikan Batin Wulan. Serempak, para peserta menjawab “Payu Kidah!”, disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat Lampung Barat.
“Terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Saya dengar panitia sudah menyiapkan acara ini lebih dari seminggu, bahkan Ibu Ketua Dharma Wanita, Ibu Zada, ikut turun langsung menyiapkan sampai menyapu sendiri. Terima kasih juga untuk Ibu Bhayangkari dan Ibu Persit yang turut membersamai acara ini,” ujarnya.

Batin Wulan juga berbagi kesan positif setelah mengikuti sejumlah kegiatan seperti memetik terong dan menanam cabai bersama masyarakat.
“Saya sampai kagum melihat hasil pertanian Lampung Barat. Tadi saya melihat alpukat dari Pekon Pancurmas, besar sekali dan rasanya enak. Pemandangan di sini pun luar biasa indah — danau, pegunungan, semua mempesona. Nikmat mana lagi yang kau dustakan,” ucapnya sambil tersenyum.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Desa TAPIS merupakan program binaan Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung yang berfokus pada pemberdayaan keluarga, peningkatan kesejahteraan, dan pengentasan kemiskinan melalui penguatan ekonomi lokal, kesehatan keluarga, penurunan angka stunting, serta pengembangan UMKM dan kuliner lokal.

“Ini bukan sekadar kunjungan kerja, tapi wujud komitmen kita bersama. Pembangunan Lampung tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus diisi oleh semua pihak,” tegas Batin Wulan.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan TP PKK Provinsi berpedoman pada 10 Program Pokok PKK, dan bersinergi dengan program strategis pemerintah pusat maupun provinsi.
“Melalui MBG, anak-anak kita disiapkan kebutuhan gizinya. Dengan gizi seimbang, akan lahir generasi cerdas menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Batin Wulan juga menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat Lampung Barat, di antaranya :

Susu untuk penurunan angka stunting dan pencegahan kecacingan serta TBC,

Kursi roda dan alat bantu dengar untuk penyandang disabilitas,

Buku bacaan untuk perpustakaan pekon,

Bantuan mesin las, serta

Bibit cabai yang secara simbolis ikut ditanam dalam kegiatan tersebut.

“Cabai yang tadi kita tanam semoga tumbuh subur dan membawa berkah,” ujar Batin Wulan menutup sambutannya dengan nada berseloroh.

Kunjungan kerja Ketua TP PKK Provinsi Lampung ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, serta menggerakkan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Lampung Maju dan Indonesia Emas 2045. (*)

Share:

Wagub Jihan Ajak Pemuda Lampung Jadi Penentu Sejarah dan Bergerak dalam Pembangunan


Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengajak seluruh generasi muda Lampung untuk berani mengambil peran sebagai penentu sejarah dengan tidak pernah takut bermimpi besar dan menghadapi kegagalan.

Hal tersebut disampaikan Wagub Jihan pada saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 Tingkat Provinsi Lampung di Lapangan Korpri Kantor Gubernur, Selasa (28/10/2025).

Dalam upacara tersebut, Wagub Jihan Nurlela membacakan Sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, yang mengusung tema ”Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu".

"Namun, tugas pemuda saat ini berbeda, kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Meskipun demikian, semangatnya tetap sama: Indonesia harus berdiri tegak dan tidak boleh kalah di tengah zaman yang bergerak cepat dan berat," ujar Wagub.

Menurutnya, kekuatan bangsa ini terletak pada anak-anak muda Indonesia yang jujur, tangguh, dan berani di setiap kampung dan kota. Indonesia membutuhkan pemuda yang patriotik, gigih, dan empati, yang mencintai tanah air dengan tindakan nyata dan tetap berdiri ketika badai datang.

Mengutip pesan dari Bapak Presiden, Wagub Jihan Nurlela menegaskan peran penting pemuda.

"Jangan takut bermimpi besar, jangan takut gagal, Kalian bukan pelengkap sejarah, kalian adalah penentu sejarah berikutnya," tegasnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 ini ditutup dengan ajakan untuk menjaga api perjuangan dan membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, demi Indonesia Raya yang kuat, adil, makmur, dan disegani dunia. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jalan Marga Catur, Dihadiri Camat Kalianda dan Anggota DPRD


LAMPUNG SELATAN – Wujud sinergi antara pemerintah daerah dan legislatif kembali terlihat di Kecamatan Kalianda. Camat Kalianda, Ruris Apdani, bersama Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Lampung Selatan, dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Bela Jayanti, melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan jalan kabupaten di Desa Marga Catur, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan ini juga dihadiri oleh KUPT PU Lampung Selatan, Munadi, Sohari, Kasi Ekobang Kecamatan Kalianda, serta Sekretaris Desa Marga Catur yang mewakili Kepala Desa setempat.

Pembangunan tersebut merupakan bagian dari proyek rekonstruksi ruas Jalan Kalirejo–Marga Catur (R.005) yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan. Berdasarkan informasi proyek, kegiatan ini menelan anggaran sebesar Rp1.491.764.514,00, bersumber dari APBD Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2025, dengan CV. Mulya Gama Mandiri sebagai pelaksana dan masa kerja selama 75 hari kalender.

Dalam sambutannya, Camat Kalianda Ruris Apdani mengapresiasi dukungan DPRD dan Dinas PUPR yang telah memberikan perhatian pada peningkatan infrastruktur di wilayahnya. Ia menilai, pembangunan jalan ini sangat vital bagi mobilitas warga dan kegiatan ekonomi masyarakat desa.

“Kami dari pemerintah kecamatan sangat berterima kasih atas perhatian dari Ibu Bela Jayanti dan Dinas PUPR. Jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat, semoga pembangunannya berjalan lancar dan hasilnya maksimal,” ujar Ruris.

Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Lampung Selatan Bela Jayanti menegaskan komitmen pihak legislatif untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur agar tepat sasaran dan berkualitas.

“Infrastruktur adalah tulang punggung pembangunan daerah. Kami di DPRD akan terus mendorong agar setiap proyek benar-benar memberikan manfaat dan dilaksanakan dengan mutu terbaik,” ungkap Bela.

Senada dengan itu, KUPT PU Lampung Selatan Munadi menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan ketat terhadap progres pekerjaan agar sesuai spesifikasi teknis.

“Kami pastikan proyek ini berjalan sesuai dengan perencanaan dan standar kualitas yang ditetapkan. Harapannya, masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan yang layak dan tahan lama,” jelas Munadi.

Warga Desa Marga Catur menyambut baik dimulainya pembangunan ini. Mereka berharap, proyek yang sudah lama dinantikan tersebut dapat segera selesai dan memudahkan aktivitas sehari-hari.

“Kami sangat senang akhirnya jalan ini dibangun. Semoga hasilnya bagus dan tidak cepat rusak,” ungkap salah satu warga.

Pembangunan ruas Jalan Kalirejo–Marga Catur menjadi simbol kolaborasi antara eksekutif dan legislatif di Lampung Selatan dalam memperkuat infrastruktur desa dan pemerataan pembangunan daerah.(Red)

Share:

Turnamen Bupati Lampung Selatan Cup I 2025 Di soal


LAMPUNG SELATAN - Turnamen Bupati Cup I 2025, yang digadang-gadang menjadi ajang bergengsi olahraga daerah, justru berubah menjadi sorotan akibat kekacauan jadwal dan buruknya manajemen penyelenggaraan.

Berdasarkan pengumuman awal, kick-off Bupati Cup I 2025 dijadwalkan pada Minggu, 26 Oktober 2025. Namun tanpa alasan jelas, acara pembukaan justru baru digelar keesokan harinya, Senin, 27 Oktober, di GOR Way Handak, Kalianda, bersamaan dengan pembukaan turnamen bola voli dan tenis lapangan yang dibuka langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.

Keterlambatan pembukaan tersebut berimbas pada jadwal pertandingan sepak bola yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lampung Selatan. Berdasarkan jadwal resmi, panitia menetapkan dua laga perdana akan berlangsung di Lapangan Raden Intan, Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda. Namun faktanya, hanya satu pertandingan yang sempat dilaksanakan, dan itupun dengan banyak kejanggalan.

Pertandingan pertama yang seharusnya dimulai pukul 15.00 WIB molor hingga hampir pukul 16.00 WIB. Waktu pertandingan juga dipangkas menjadi 2x35 menit dari standar 2x45 menit, diduga karena molornya jadwal akibat lamanya seremoni pembukaan di GOR Way Handak.

Namun ironisnya, pertandingan tersebut tidak berjalan normal. Babak pertama dihentikan lebih cepat, dan babak kedua hanya berlangsung sekitar 19 menit sebelum panitia meniup peluit tanda berakhirnya laga akibat kondisi lapangan gelap tanpa penerangan.

Akibat situasi tersebut, pertandingan kedua batal digelar. Panitia kemudian mengumumkan bahwa laga akan diundur ke hari berikutnya, Selasa, 28 Oktober. Keputusan itu justru memicu kekecewaan peserta yang merasa dirugikan secara moral maupun materiil.

Salah satu pelatih tim peserta yang enggan disebutkan namanya mengaku kepada wartawan bahwa pihaknya memilih mundur dari turnamen karena menilai panitia tidak profesional dan tidak siap melaksanakan kegiatan sebesar ini.

Menurut penuturannya, panitia sempat menyampaikan penjelasan saat dirinya mengajukan protes. Panitia berdalih bahwa keterlambatan terjadi akibat lamanya acara pembukaan di GOR, serta menyebut bahwa anggaran kegiatan belum diterima dari pimpinan, sehingga sejumlah kebutuhan teknis belum bisa dipenuhi.

“Kami sudah keluar biaya besar, mulai dari transportasi, konsumsi, sampai uang pendaftaran Rp400 ribu per tim. Tapi panitia tidak siap. Jadwal molor, pertandingan berhenti di tengah jalan, dan tidak ada solusi. Saat kami protes, panitia hanya bilang anggaran belum turun,” ungkap pelatih tersebut.

Pernyataan itu memunculkan pertanyaan besar di tengah publik. Jika benar anggaran belum dicairkan, mengapa kegiatan tetap dipaksakan berjalan?
Fakta ini memperlihatkan lemahnya koordinasi dan perencanaan antara panitia pelaksana dan pihak penyelenggara utama, sekaligus mengindikasikan bahwa turnamen ini lebih menonjolkan aspek seremoni dibandingkan kesiapan teknis.

Beberapa peserta juga mengeluhkan tidak adanya kompensasi atau pertanggungjawaban resmi atas pembatalan dan tambahan biaya yang harus mereka tanggung. Bagi mereka, ajang yang membawa nama besar Bupati Lampung Selatan seharusnya mencerminkan profesionalisme dan perencanaan matang, bukan sekadar kegiatan seremonial yang dipaksakan tanpa kesiapan lapangan.

Turnamen yang diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga daerah kini justru meninggalkan kesan buruk: laga gagal, peserta kecewa, dan panitia berdalih tanpa kepastian.
Jika pola seperti ini dibiarkan, kepercayaan publik terhadap kegiatan olahraga daerah bisa runtuh hanya karena kelalaian manajemen penyelenggara.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pemuda dan Olahraga Lampung Selatan belum memberikan klarifikasi resmi terkait kekacauan pelaksanaan Bupati  (Red)

Share:

Masyarakat Lampung Selatan Resah Pemasangan Tiang Wifi


LAMPUNG SELATAN - Maraknya pemasangan liar tiang dan kabel wifi  merupakan salah satu jenis kabel jaringan yang umum digunakan untuk menghubungkan internet ke berbagai perangkat.

Dalam jaringan area lokal dan pemasangan tiang internet harus berizin, hal ini juga diatur dalam pasal 13 undang undang no 36 tentang Telekomunikasi.

Dijelaskan pemasangan tiang internet di perumahan/kampung, wajib mengajukan izin pemasang tiang pada RT dan RW, Kelurahan/Desa sampai ke Kecamatan atau sesuai peraturan daerah setempat,(28/10/2025).

Akan tetapi hingga saat ini, kegiatan pemasangan tiang internet diduga tidak berizin. Kondisinya telah menjadi momok baru yang begitu meresahkan bagi masyarakat Lampung Selatan.

Dimana dalam kegiatan pemasangan tiang kabel internet milik pengusaha nakal yang diduga tidak berizin, saat ini begitu banyak dijumpai dan hampir ada disetiap Perumahan Sampai Permukiman warga masyarakat yang berada di beberapa kecamatan di kabupaten Lampung Selatan.

SR selaku Warga Sukajadi RT.14 RW.5 Desa Marga catur, mengeluhkan terkait kegiatan pemasangan tiang kabel Internet liar selama ini dilakukan tanpa adanya, pemberitahuan baik dari aparat desa dan RT maupun RW serta kelurahan hingga kecamatan, dan setiap warga masyarakat yang ditempati atau dilalui kabel Internet tidak mendapatkan kompensasi,” kata dia, Selasa (28/10/2025).

"Hal ini terjadi hampir disetiap Perumahan/Permukiman warga yang ada diseluruh wilayah kabupaten Lampung Selatan. Bahkan hingga ke penjuru pelosok desa-desa dilakukan secera semena-mena oleh para pengusaha internet nakal hanya demi keuntungan pribadi,” ujar SR.

Samsul masyarakat Lampung Selatan, mengharapkan Pemerintah Daerah kabupaten Lampung Selatan melalui instansi-instansi terkait, segera melakukan langkah-langkah terbaik dalam hal penindakan secara tegas tanpa adanya tebang pilih.

Khususnya terhadap para pengusaha internet nakal yang ada di Lampung Selatan.
"Ini semua kan untuk Menambahkan Pendapatan Daerah melalui pajak yang dibayarkan oleh para Provider dan Riseller-riseller yang terdaftar nantinya,” tandas Samsul. (Red.)

Share:

Pemkot Bandar Lampung Gelar Lomba Senam Kreasi


Pemkot Bandarlampung akan menggelar lomba senam kreasi bagi instansi dan pelajar yang akan dilaksanakan di halaman Pemkot Bandarlampung tanggal 9 November 2025.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Nero Akbar menjelaskan lomba senam tersebut dibagi dalam tujuh kategori.



“Tujuh kategori itu terdiri dari kategori mahasiswa, SMP, SMA, SMK, instansi, club senam dan umum,” jelas Nero di kantornya lantai VIII Gedung Satu Atap (Satap), pada Selasa 28 Oktober 2025.

Nero menambahkan, pembukaan pendaftaran dimulai tanggal 27 Oktober dan akan ditutup tanggal 3 November 2025.

Bagi peserta yang akan mendaftar bisa datang ke kantor Dispora di lantai VIII Gedung Satu Atap atau bisa menghubungi contact person kami yaitu Nana nomor kontak 087701835915 dan Debby 082181042930,.
“Untuk setiap peserta minimal lima orang dan maksimal tujuh orang. Dengan satu orang leader,” jelasnya.

Share:

PTPN I Reg.2 : Wisata Rancabali Serap Tenaga Kerja Pemuda Sekitar


BANDUNG— Enam objek wisata yang memanfaatkan spekta Kawasan Kebun Teh Rancabali milik PTPN I Regional 2 menyerap ratusan tenaga kerja yang didominasi kaum pemuda. Para pemuda tersebut direkrut dari masyarakat sekitar, terutama dari Kecamatan Rancabali, tempat asset milik negara itu berada. Meskipun melalui seleksi ketat, pengelola memberi prioritas berdasarkan kesungguhan.

“Minat para pemuda di sekitar sini untuk berkarya di bidang pariwisata sangat besar. Mereka kami beri prioritas untuk bergabung di beberapa objek wisata di sini. Yang penting, mereka sungguh-sungguh dan mau belajar, terutama soal keramah tamahan. Soal kemampuan teknis, kami beri pelatihan sampai bisa. Makanya lebih 90 persen yang bekerja orang sini,” kata Manajer Kebun Rancabali PTPN I Regional 2 Dadang Rukmana.
Dia mengatakan, di Kawasan Kebun Teh Rancabali milik PTPN I Regional 2 terdapat enam objek wisata yang dikelola bersama pihak ketiga. Yakni, Rengganis Suspension Bridge (wahana jembatan ganging di atas jurang setinggi 75 meter dan Panjang 375 meter), Nawasena Resort, Pemandian Air Panas Walini, Kebun Stroberi Walini, Situ Patenggang, dan Resto Ecopark Curugtilu. Ada ratusan pemuda dan pekerja pada umumnya mendapatkan penghasilan dari bekerja di sektor pariwisata ini.
Salah satu protret dominasi pekerja local ada di Resto Ecopark Curugtilu, Ciwidey. Agus Rustiana (32), manajer resto yang mengusung konsep Tourism Eco Friendly itu mengaku mendapat kesempatan pertama kali sebagai karyawan dengan pengalaman nol tahun. Ia Adalah pemuda Desa Patengan, Kecamatan Rancabali yang direkrut, lalu mendapat pelatihan dan berhasil menguasai bidang food and beverages dengan baik.
“Saya sebelumnya nggak punya pengalaman di bidang pariwisata, apalagi F&B. Nah, waktu itu dengar ada buka beberapa objek wisata di sini, saya ikut mendaftar. Alhamdulillah saya diterima dan sekarang bisa paham dengan dunia pelayanan atau hospitality. Di sini hampir semua pekerjanya dari sekitar sini. Ya, mungkin 90 persen, lah. Jadi, kami nggak perlu jauh-jauh cari kerjaan,” kata Agus usai memberi briefing kepada kru F&B Ecopark Curugtilu melayani tetamu yang menginap di vila itu.
Agus Rustiana adalah salah satu dari ratusan pemuda Kecamatan Rancabali yang mendapatkan pekerjaan dari wisata yang berada di PTPN I Regional 2 itu. Dengan adanya objek wisata di Rancabali, para pemuda tidak sulit untuk mendapatkan pekerjaan, sepanjang punya kemauan.
Agus menambahkan, bagi para pemuda yang tidak bisa bekerja sebagai karyawan juga mendapat kesempatan berwira usaha memanfaatkan keramaian objek wisata. Para pemuda yang memiliki keahlian berniaga pihak wisata juga memberikan ruang untuk berjualan dibangunkan tempat usaha sekaligus tempat tinggal.  
“Kami merasa beruntung dan berterima kasih kepada PTPN I Regional 2 melalui objek tempat wisata yang ada di kecamatan Rancabali yang telah memberikan lapangan pekerjaan, peluang untuk berniaga dan berbagai peluang untuk mengembangkan diri dengan potensi yang ada di sini,” kata Agus yang hobi musik ini.
Relasi masyarakat sekitar dengan aktivitas operasional bisnis PTPN I seperti yang terjadi di Rancabali memang menjadi salah satu misi Perusahaan. Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menegaskan, peran PTPN I untuk menjadi katalisator semangat pemuda dalam mengembangkan diri sangat besar. Beberapa bidang Pembangunan yang sedang digeber oleh Pemerintahan Presiden Prabowo, antara lain soal Kedaulatan Pangan dan Energi Berkelanjutan.
“Visi misi kami sejalan dengan tema besar Sumpah Pemuda 2025. PTPN I melihat semangat "Indonesia Bersatu" sebagai landasan utama untuk mengoptimalkan sumber daya lahan dan modal demi kepentingan nasional. Di sini pemuda sangat diharapkan menjadi motor penggerak utama Prakarsa Pembangunan,” kata dia.
Teddy Yunirman Danas menyampaikan bahwa masa depan sektor agribisnis dan ketahanan nasional berada di tangan generasi muda. PTPN I, kata dia, adalah pemilik lahan dan modal, tetapi kekuatan penggerak dan inovasi berada di tangan pemuda.
“Kami secara aktif menarik garis lurus antara semangat persatuan yang diikrarkan Sumpah Pemuda dengan aksi nyata di lapangan. Kolaborasi dengan kelompok tani muda, lulusan Magang Nasional, dan inovator lokal adalah kunci kami untuk mencapai kedaulatan pangan,” ujar Teddy Yunirman Danas. (Lis)

Share:

Ketua DPC Grib Jaya Pesisir Barat Kedua Kalinya Pertanyakan Perkembangan Laporan Dana BOS


Pesisir Barat - Riyan Ketua DPC GRIB Jaya Pesisir Barat mendatangi Mapolres Pesisir Barat, ia mempertanyakan tindak lanjut laporan LSM LIPAN yang didampingi Ormas GRIB Jaya pada  13 Oktober 2025 lalu.

Mereka mempertanyakan perkembangan laporan tersebut di bagian Tipikor dan bertemu dengan salah seorang yang mengaku Dimas sebagai anggota di Tipikor Polres Pesisir Barat.
"Yang pada intinya surat laporan tersebut masih di ruang Kapolres dan belum turun ke kami, secepatnya akan kami tindaklanjuti dan akan kami beri tau ke pihak pelapor nantinya, maka momen ini kami kembali tanyakan yang kedua kalinya, lagi lagi sampai saat ini belum ada progres yang yang terlihat atau info yang kami terima dari pihak Polres terkait perkembangan tindak lanjutnya," kata dia.

Kedua kalinya Riyan datang ke ruang Tipikor menanyakan hal yang sama terkait sejauh mana perkembangan penanganan dugaan penyalahgunaan dana BOS di 14 sekolah di Kabupaten Pesisir Barat, namun jawaban yang didapat sangat mirip dengan pernyataan pihak Polres bagian Tipikor saat ditanya pada 22/10/2025 lalu.
"Bahwa surat laporan tersebut belum turun atau disposisi dari Kapolres ke unit Tipikor Mapolres Pesisir Barat, dan Kapolres masih dinas Luar dan belum kembali ke Polres Pesisir Barat," ungkap dia.

Dikatakan Riyan pihaknya akan terus mengawal laporan ini sampai ada titik terang sesuai aturan yang ada, guna untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kami,dan saya juga berharap agar pihak APH dalam hal ini yang menerima laporan tersebut agar sama sama terbuka dalam penyidikan dan penyelidikan laporan dugaan kasus dugaan penyimpangan dana BOS ini.
"Karena kasus atau pelaporan ini sudah menjadi konsumsi publik sehingga akan berimbas buruk lebih luas kepada pihak pihak terkait baik saat ini, nanti dan kedepannya," tutupnya. (Yasir)

Share:

Dua Pelaku Pengeroyokan di Tanjung Bintang Ditangkap, Lima Rekan Lainnya Masih Diburu


Lampung Selatan — Personel Unit Reskrim Polsek Tanjung Bintang Polres Lampung Selatan berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang terjadi di Desa Purwodadi Dalam, Kecamatan Tanjung Sari, Minggu (26/10/2025) dini hari. Dua pelaku berinisial N (18) dan T (26) telah diamankan, sementara lima rekan lainnya masih dalam pengejaran.

Kapolsek Tanjung Bintang, Kompol Edi Qorinas, membenarkan penangkapan tersebut. “Benar, kami telah mengamankan dua orang terduga pelaku pengeroyokan. Keduanya ditangkap di rumah masing-masing setelah tim melakukan serangkaian penyelidikan di lapangan,” ujarnya, Senin (27/10/2025).

Menurut Kapolsek, peristiwa bermula saat korban R (23) hendak pulang usai menonton hiburan orgen tunggal bersama rekannya. Di lokasi parkir, korban didatangi sekelompok pemuda yang menuduhnya mencuri sepeda motor. “Tanpa konfirmasi, para pelaku langsung melakukan pemukulan bersama-sama hingga korban mengalami luka di bagian wajah dan kepala,” terang Kompol Edi Qorinas.

Setelah menerima laporan, tim opsnal bergerak  dan berhasil menangkap N di rumahnya dan kemudian meringkus T beberapa jam kemudian. “Keduanya mengakui perbuatannya. Kami masih melakukan pengejaran terhadap lima orang lain yang turut terlibat,” tambah Kapolsek.

Kini kedua pelaku diamankan di Mapolsek Tanjung Bintang untuk proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara.

Kompol Edi Qorinas juga mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri. “Kami mengingatkan warga untuk tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Bila terjadi dugaan tindak pidana, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Penegakan hukum harus dilakukan sesuai prosedur,” tegasnya. (Red)

Share:

Walikota Bandar Lampung Serukan Pemuda Hidupkan Nilai Persatuan


BANDAR LAMPUNG– Suasana khidmat menyelimuti Halaman Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung pagi itu, Selasa (28/10/2025). Berbaris rapi, pasukan multielemen yang terdiri dari TNI, Polri, ASN, hingga organisasi pemuda dan masyarakat, menyatu dalam Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97. Kodim 0410/KBL hadir tidak hanya sebagai bagian pasukan pengibar, tetapi juga dengan peran strategis Babinsa yang memantau dan mengawal kelancaran acara.

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiyana, yang bertindak sebagai Pembina Upacara, dalam amanatnya menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali nilai-nilai persatuan yang digaungkan para pemuda pada 1928 silam.



“Semangat ‘Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa’ harus menjadi pemandu kita dalam membangun Kota Bandar Lampung yang lebih maju dan berkeadilan,” pesan Eva Dwiana.

Upacara yang dipantau langsung oleh Babinsa Kelurahan Sumur Batu, Pelda Enang Kamaludin dari Koramil 410-03/TBU ini, menampilkan sinergi yang solid. Susunan pasukan upacara merupakan gambaran nyata Bhinneka Tunggal Ika, dimana Kodim 0410/KBL berdampingan dengan Polresta Bandar Lampung, Satpol PP, Damkar, BPBD, PGRI, Pramuka, serta ormas seperti FKPPI dan PPM.

Rangkaian acara berlangsung tertib dan lancar, dimulai pukul 07.00 WIB. Dari pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, hingga hening cipta yang menggugah, suasana nasionalisme terasa kental. Pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 semakin mengokohkan komitmen konstitusional seluruh peserta.

Kapasitas Kodim 0410/KBL dalam operasi pengamanan dan pendampingan kegiatan publik kembali teruji. Keberhasilan acara yang berakhir pukul 08.00 WIB ini menegaskan peran TNI, khususnya Kodim 0410/KBL, tidak hanya di garda terdepan pertahanan negara, tetapi juga dalam membina dan merajut semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian upacara berjalan dengan tertib dan aman. Ini adalah bukti nyata sinergi yang baik antara TNI, Polri, Pemerintah Kota, dan seluruh komponen masyarakat,” lapir Pelda Enang usai melaksanakan tugas pemantauannya.(lis)

Share:

Pemkot Bandar Lampung Salurkan Rp500 Juta untuk Ratusan Pengurus Musala


Bandarlampung--Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung memberi bantuan sebesar Rp500 juta kepada 581 pengurus musala yang tersebar di 20 kecamatan, Selasa (28-10-2025).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemkot Bandarlampung, Aklim Sahadi, mengatakan, pemberian insentif sebesar Rp500 ribu agar pengurus bisa semangat dalam melakukan bersih-bersih musholla.



"Ini untuk pengurus musholla, tiap pengurus musholla itu dapat uang Rp500 ribu. Ini agar pengurus musholla bisa rajin bersih-bersih. Hari ini yang dapat sebanyak 581 musholla," tuturnya.

Aklim menjelaskan, pemberian insentif ini tidak diperbolehkan berkali-kali. Maka akan diberikan insentif lagi pada tahun 2027.

"Ini dibagikan setahun sekali, cuma untuk apresiasi," pungkasnya.

Penyerahan insentif secara simbolik dilakukan langsung oleh Walikota Bandarlampung Eva Dwiana di Gedung Pemerintah Kota setempat, Aula Semergou.
"Alhamdulillah hari ini kita membagi insentif pengurus musholla 581 orang. Harapan kita semua musholla di Bandar Lampung bisa menyiarkan agama dengan baik," kata Walikota.
Eva menjelaskan, nantinya pada 2027 Pemkot Bandarlampung akan menyiapkan program memperindah musala.
"Insyaallah tahun 2027 kita akan buat musholla dengan ornamen Lampung," kata Eva. (Lis)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts