Bandar Lampung – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan, angka demam berdarah dengue (DBD) turun sepanjang 2025.
Menurutnya, tren positif itu karena masifnya pelaksanaan program pemberantasan sarang nyamuk .
Angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bandar Lampung turun hingga September 2025.
Penurunan jumlah kasus itu karena masifnya pelaksanaan program pemberantasan sarang nyamuk.
Sebelumnya masyarakat mendapat edukasi tentang pentingnya pemberantasan sarang nyamuk.
Dia menjelaskan sebelum melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk, pihaknya mengawali dengan penyuluhan kegiatan menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mengubur barang bekas yang bisa menampung air (3M). Penyuluhan tersebut melibatkan kader posyandu dan aparatur kelurahan.
Penyuluhan itu untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemberantasan sarang nyamuk. Sebab, pencegahan penyebaran DBD harus berawal dari lingkungan rumah warga.
“Upaya yang efektif dalam mencegah DBD adalah pemberantasan sarang nyamuk melalui kegiatan 3M oleh setiap warga masyarakat di lingkungan rumah masing-masing,” ujarnya, Sabtu (25/10/2025).
Selain itu pihaknya juga melakukan penyelidikan epidemiologi pada setiap kasus yang terjadi. Kemudian dari hasil penyelidikan itu pihaknya melakukan fogging jika memang perlu untuk mencegah penyebaran penyebaran DBD ke lingkungan lainnya.
“Fogging kalau ada kasus DBD, hasil penyelidikan epidemiologi dan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap penderita DBD yang positif,” kata dia.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, jumlah temuan kasus DBD terus turun setiap bulan. Jumlah kasus terbanyak ditemukan pada Januari 2025 yakni sebanyak 58 kasus. Namun tiap bulan jumlah itu terus turun.
Pada pada Februari 57 kasus, Maret 49 kasus, April 46 kasus, dan Mei 42 kasus. Kemudian bulan Juni 31 kasus, Juli 26 kasus, Agustus 28 kasus, dan terendah pada September hanya 20 kasus.


.jpg)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar