Portal Berita Online

10 Jenis Burung Hasil Sitaan Karantina dan KSKP Bakauheni di Lepas ke Alam Liar


LAMPUNG SELATAN - Ribuan burung berbagai jenis hasil sitaan Karantina Lampung bersama Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni dilepasliarkan ke alam bebas. Pelepasliaran berlangsung di kawasan Register III Gunung Rajabasa, Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Sabtu (23/8/2025).

Sebanyak 1.300 ekor burung asal Kayu Agung, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, yang rencananya akan dikirim ke Jakarta Timur, berhasil diamankan. Hal itu diungkapkan oleh Isaiyas Gilang Aditya, perwakilan Karantina BKHIT Lampung Satel Bakauheni.

“Informasi yang kami terima dari rekan–rekan KSKP, burung–burung ini dari Kayu Agung OKI dan akan dibawa ke Jakarta,” terang Isaiyas di lokasi pelepasan.

Berdasarkan data, terdapat 10 jenis burung yang dilepasliarkan, yakni:

- Cucak Daun Sumatra: 16 ekor
- Siri-siri: 3 ekor
- Sikatan Rimba Dada Coklat: 9 ekor
- Pantet: 120 ekor
- Prenjak: 350 ekor
- Jala Kebo: 425 ekor
- Sogon: 300 ekor
- Platuk Beras: 25 ekor
- Cipoh Kacat: 25 ekor
- Pentis Kumbang: 35 ekor

Isaiyas menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian satwa liar serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

“Kami berharap kepada masyarakat untuk menaati aturan jika ingin melalulintaskan satwa liar. Semua harus mengikuti persyaratan yang ditetapkan BKSDA, Karantina, dan peraturan terkait lainnya,” tegasnya.

Di sisi lain, Suhairul, perwakilan BKSDA Pos Lampung Selatan, menyampaikan bahwa pelepasliaran satwa di kawasan Gunung Rajabasa merupakan upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

“Kita melakukan pelepasan di kawasan ini guna menjaga kelestarian satwa burung maupun satwa lainnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, terdapat beberapa titik lokasi pelepasan satwa di Gunung Rajabasa, di antaranya kawasan Way Kalam, Pangkul Rajabasa, dan beberapa lokasi lain yang dianggap layak sebagai habitat alami.

Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh masyarakat sekitar yang antusias melihat pelepasan ribuan burung kembali ke habitat alaminya. (Is)

Share:

Bupati Lampung Selatan Audiensi ASDP-BHC, Bakauheni Harbour City Disiapkan Jadi Ikon Wisata Dunia


LAMPUNG SELATAN - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama menerima audiensi manajemen Bakauheni Harbour City (BHC) yang diinisiasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Sabtu (23/8/2025). 


Pertemuan berlangsung di Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, dihadiri Sekda Lampung Selatan Supriyanto beserta sejumlah pejabat daerah serta jajaran manajemen ASDP-BHC.


Dalam kesempatan itu, pihak ASDP memaparkan pengembangan BHC sebagai destinasi wisata tepi laut atau waterfront tourism destination yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).


Aditya Primarianto, Manajer Bisnis dan Investasi ASDP-BHC, menjelaskan bahwa proyek ini berdiri di atas lahan seluas 160 hektare dan terintegrasi langsung dengan Jalan Tol Trans Sumatera serta Pelabuhan Bakauheni. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi etalase wisata baru yang mampu menarik jutaan pengunjung setiap tahun.


“Visi kami menjadikan ASDP sebagai perusahaan terdepan dalam menghubungkan masyarakat dan pasar melalui jasa penyeberangan-pelabuhan terintegrasi dan tujuan wisata waterfront,” ungkap Aditya Primarianto.


Sejumlah fasilitas utama telah berdiri, diantaranya Krakatau Park, Masjid BSI, Selasar Siger, Siger Market, Creative Hub, Art Gallery, Lobby Siger, Amphitheater Siger, hingga infrastruktur dasar kawasan. Ke depan, pembangunan akan diperluas dengan hotel dan area komersial.


Dengan potensi pergerakan hingga 20 juta penumpang per tahun atau sekitar 55 ribu per hari, kawasan BHC dinilai sangat strategis karena berada di jalur utama koridor ekonomi Sumatera–Jawa yang menyumbang lebih dari 80 persen perekonomian nasional.


*Bupati Egi: Pariwisata Adalah Kekuatan Lampung Selatan*


Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, Lampung Selatan tidak bisa bergantung pada sektor pertambangan, sehingga pariwisata adalah pilihan tepat sebagai motor pertumbuhan ekonomi.


“Kekuatan Lampung Selatan adalah pariwisata. Kita tidak punya tambang seperti daerah lain, dan kalaupun ada, dampaknya terhadap lingkungan besar sementara manfaat ekonominya tidak signifikan. Masalah utama kita adalah ekonomi, dan sektor pariwisata adalah pilihan paling tepat,” tegas Egi.


Ia berharap kehadiran Bakauheni Harbour City dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya tarik wisata Lampung Selatan sebagai pintu gerbang Sumatera. (Is) 

Share:

Pejabat Pemkab Lampung Selatan Tinjau Lahan Warga Terdampak JTTS Yang Belum Dapat Ganti Rugi


LAMPUNG SELATAN - Pejabat Struktural Pemerintah Kabupaten (Pemkab ) Lampung Selatan meninjau lokasi tanah perkebunan pak Holili (75 tahun) warga dusun Buring Desa Sukabaru Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan di STA 12 dusun Buring yang kini dilalui Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) namun belum ada gantirugi kompensasi sejak 2016 hingga kini.


Sebelumnya para Kepala OPD Pemkab Lamsel yang terdiri dari Kepala Dinas Sosial, Puji Sukanto, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, M. Sefri Masdian, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Dwi Jatmiko, didampingi Camat Penengahan Syaifulloh, dan Kepala Desa Sukabaru Abid Yusup serta Ketua Pokmas Desa Sukabaru Suradi, memberikan bantuan bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama berupa beberapa Karung beras, kasur tempat tidur dan perlengkapan mandi kepada pak Holili dan istri di dusun buring desa Sukabaru.


Diketahui Pak Holili merupakan salah satu dari 56 Kepala Keluarga korban penggusuran proyek nasional JTTS yang hingga kini tak kunjung mendapatkan hak ganti rugi dari pemerintah. 


Imbas penggusuran yang tak berperikemanusiaan itu, pak Holili tak memiliki lahan pekerjaan hingga hidupnya terlunta lunta menjadi pemulung rongsokan demi untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya bersama sang permaisuri yang selalu setia seiring usia keduanya yang semakin menua.


Suradi selaku Ketua Kelompok Masyarakat Dusun Buring Desa Suka Baru menunjukkan bekas lokasi pak Holili dan beberapa warga dusun Buring yang kini di gilas JTTS.


“Ini tadinya lokasi tanah pak Holili dan warga Dusun Buring lainnya seluas 21 Hektare, dari STA 10 sampai STA 12, tapi anehnya tanah sepanjang 2 kilometer ini ada yang sudah dibayar. Tanah saya sendiri ada 5 titik total luas 2 Hektare yang kena Tol belum di bayar,” ungkap Suradi di lokasi tol dusun Buring Desa Sukabaru, Jum’at sore (22/8/2025).


M. Sefri Masdian memberikan support kepada Suradi dalam memperjuangkan tanah Pak Holili dan korban tol lainnya.


“Kehadiran kami hanya meninjau tanah yang di sengketakan, ternyata benar ada tanahnya yang sedang di perjuangkan Pokmas, mudah mudahan ini bisa segera terselesaikan, sesuai kata Pokmas pak Suradi dan masyarakat bisa bahagia," ujar Sefri Masdian.


Puji Sukanto didampingi Kadis Perikanan Dwi Jatmiko dan camat Penengahan Syaifulloh menyampaikan hasil peninjauan secara resmi sebagai laporan ke Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.


“Kami sudah meninjau lokasi tanah masyarakat Dusun Buring Desa Suka Baru yang sebagian sudah jadi jalan TOL yang diwakili Pokmas pak Suradi. Proses semuanya sudah di lalui. Mulai PN Kalianda, Banding Sudah, Kasasi sudah, terahir PK dan di menangkan oleh Masyarakat Buring Desa Sukabaru Kecamatan Penengahan. Insya Allah menurut pak Suradi dan dikawal juga oleh Ombudsman dan pihak terkait sudah di masukan dalam Dipa Kementerian PUPR tahun anggaran 25 yang insaya Allah ganti rugi atau pembayarannya bisa di laksanakan tahun ini. Mungkin selanjutnya mohon dukungan Pemerintah daerah untuk mengawal proses ini supaya masyarakat yang terdampak jalan Tol segera mendapatkan haknya," tutup Puji Sukanto.(is) 

Share:

Akhmad Munir dan Atal Depari Resmi Daftar Caketum dan Calon Ketua DK PWI Pusat

 


JAKARTA– Direktur Utama LKBN Antara, Akhmad Munir, dan Atal Sembiring Depari,  Jumat (22/8) resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua Umum dan Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat periode 2025–2030 yang akan ditentukan  melalui Kongres Persatuan PWI 2025,  29-30 Agustus di BPPTIK Komdigi, Cikarang, Bekasi.

Munir dan Atal menyerahkan berbagai dokumen persyaratan yang diwajibkan untuk maju dalam pemilihan, antara lain berkas dukungan dari 15 PWI Provinsi, kartu anggota PWI, hingga dokumen hasil tes kesehatan.

Munir dan Atal menyerahkan berkas pencalonannya pada Tim Verifikasi Kongres Persatuan PWI 2025 di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Atal adalah ketua umum PWI Pusat periode 2018-2023, hasil Kongres PWI di Solo. 

Kedatangan Akhmad Munir dan Atal S Depari didampingi banyak pendukungnya, antara lain mantan Ketua PWI Riau sekaligus Ketua PWI Pusat versi KLB 2024, Zulmansyah Sekedang; Ketua PWI Provinsi Jaya, Kesit Budi Handoyo, Mirza Zulhadi, Auri Jaya,   dan Johny Hardjojo, ketua Dewan Penasihat PWI Jaya.

Rombongan Munir dan para pendukungnya diterima langsung oleh Tim Verifikasi Kongres PWI 2025 yang hadir di Hall Dewan Pers yang disulap menjadi Sekretariat Panitia Kongres PWI, Jakarta.

Ketua Tim Verifikasi, Zulkifli Gani Ottoh, menyampaikan sambutan hangat. “Kami mengucapkan selamat datang kepada Cak Munir beserta tim dan para pendukung. Proses verifikasi akan berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan panitia kongres,” ujar Zulkifli Gani Ottoh, yang juga ketua SC Komgres Persatuan PWI 2025.

Dalam pernyataannya, Munir berjanji apabila berhasil terpilih sebagai Ketua Umum, ia akan melakukan rekonsiliasi untuk menyatukan PWI yang sebelumnya terpecah, serta menyiapkan berbagai program kerja bagi organisasi.

"Saya akan mengutamakan kepentingan organisasi," tegar Munir, ketua Siwo PWI Jatim dua periode dan ketua PWI Jatim dua periode pula.

Cak Munir juga menekankan agar SC tetap mematuhi aturan organisasi sebagaimana tertuang dalam PD/PRT, bahwa bakal calon Ketua Umum PWI harus menyerahkan surat dukungan provinsi secara fisik atau hard copy, bukan melalui file PDF maupun surat elektronik.

“Sebab aturan SC kan menyatakan bahwa surat dukungan harus ditandatangani di atas materai. Karena itu, surat dukungan berupa file PDF semestinya tidak diterima. Kami sendiri membawa langsung surat dukungannya,” ujar Cak Munir.

Visi dan Misi Cak Munir

Dalam visi dan misinya, Munir menempatkan konsolidasi organisasi sebagai prioritas utama.

Selain itu, ia menjanjikan peningkatan profesionalitas wartawan dengan memperbanyak Uji Kompetensi Wartawan (UKW), pelatihan berjenjang, workshop digital, serta penguatan media lokal.

Adaptasi terhadap teknologi juga menjadi perhatiannya, termasuk digitalisasi kelembagaan PWI dan literasi jurnalisme berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Seperti kita ketahui, hampir setahun ini di beberapa daerah harus kita konsolidasikan, supaya kembali bersatu,” kata Munir.

Zulmansyah Sekedang yang sempat memimpin PWI versi KLB 2024, menegaskan perlunya mengakhiri konflik internal di tubuh PWI.

“PWI lebih penting kita selamatkan daripada sekadar berebut jabatan. Saran banyak senior PWI berharap PWI bersatu. Mereka khawatir kalau ada gesekan dua ketua umum. Karena itu, kedua ketua umum diminta legowo, dan saya legowo dengan saran-saran senior tersebut. Saya memilih mundur. Kepentingan PWI di atas segala-galanya. Yang paling penting, persatuan akan terwujud kalau semua legowo,” ujar Zulmansyah.

(HUMAS/KONGRESPERSATUAN2025)

Share:

Dugaan Pungli, Kepala SMPN 3 Lampung Selatan Diganti



LAMPUNG SELATAN – Setelah protes besar para wali murid terkait dugaan pungli dengan dalih uang “sodakoh” dan viral di media masa dan berbagai media sosial.

Akhirnya Pemerintah Daerah Lampung Selatan melalui Dinas Pendidikan Lampung Selatan membuat keputusan memberhentikan, Emi Sulasmi sebagai Kepala SMPN 3 dan digantikan oleh Subki Ali Harus sebagai Plt kepala sekolah yang baru.


Serah terima jabatan dilaksanakan di SMPN 3 Jati Agung pada hari Jum’at (21-08-2025) disaksikan oleh Ferro selaku kabid Dikdas, Marliyah selaku Korwil Pendidikan Jati Agung serta pengawas dan dewan guru.


Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan M. Darmawan yang dihubungi via Telpon jum’at (21-08-2025) berharap dengan pergantian kepala sekolah SMPN 3 Jati Agung proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan kondusif.


“Iya saya berharap proses belajar mengajar dan pembinaan murid di SMPN 3 Jati Agung dapat kembali berjalan dengan baik, saya minta dukungan seluruh wali murid dan semua pihak. Kita sama-sama menjaga kondusifitas pendidikan setempat, terkait pengangkatan kepala sekolah depinitif, kita tunggu proses dari BKN ya," jelas M. Darmawan.


Sementara pergantian kepala sekolah SMPN 3 Jati Agung mendapat komentar positif dari para wali murid. Mereka mengucapkan banyak terima kasih kepala Bupati Lampung Selatan, dan kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan.


“Alhamdulillah, akhirnya pihak pemerintah daerah dan kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan mendengarkan dan memperhatikan aspirasi kami. Kami berharap kepala sekolah yang baru dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dan tentunya tidak membebani kami sebagai wali murid seperti kepala sekolah sebelumnya. Tidak ada lagi tarikan komite-komite dengan nama dan dalih apapun," ucap beberapa wali murid.


Senada dengan wali Murid, Aminudin selaku pegiat media sekaligus pemerhati pendidikan mengapresiasi langkah cepat dan tegas Dinas Pendidikan Lampung Selatan.


“Iya kita Apresiasi langkah cepat dan tegas kepala Dinas Pendidikan pak M. Darmawan dalam mengatasi persoalan di lembaga pendidikan, terutama kepada kepala sekolah dan pihak-pihak yang bermasalah dan dapat berdampak pada kemajuan pendidikan di Lampung Selatan. Kita akan terus turut pengawal agar lembaga pendidikan di Lampung Selatan lebih baik lagi," jelas Aminudin. (Tim)

Share:

Kalapas Kalianda Beni Nurrahman Tampil di Kakanwil Cup Tenis Lapangan


KALIANDA - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda, Beni Nurrahman, menunjukkan kesungguhannya dalam berolahraga dengan mengikuti kompetisi Kakanwil Cup cabang tenis lapangan di Lapangan Gubernur hari ini Jumat (22/8/2025).


Dengan semangat dan determinasi yang tinggi, Kalapas Kalianda Beni Nurrahman berjuang keras untuk mencapai kemenangan. 


Partisipasi Kalapas Kalianda dalam Kakanwil Cup ini tidak hanya menunjukkan kemampuan individu, tetapi juga memperkuat hubungan dan kebersamaan antar petugas pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah Lampung.


Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan semangat dan motivasi dalam menjalankan tugas sebagai petugas pemasyarakatan, serta mempromosikan nilai-nilai sportivitas dan kerja sama tim. Semoga Kalapas Kalianda dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan membawa nama baik Lapas Kalianda. (Hms-Is)

Share:

Sempat Viral Karena HET, Pabrik Ratu Koki Turunkan Harga Beras


LAMPUNG SELATAN  – Polemik harga beras premium merek Ratu Koki kembali memanas. Setelah viral beberapa hari lalu lantaran harga pabrik disebut melebihi harga eceran tertinggi (HET), pihak pabrik akhirnya melakukan langkah mendadak: menurunkan harga jual beras.

Awalnya, harga beras Ratu Koki ukuran 10 kg dipatok Rp148.000 dari pabrik. Namun saat dijual di toko, harga melonjak hingga Rp152.000 per karung. Kondisi ini memicu keluhan masyarakat hingga ramai diperbincangkan di media sosial.

Mendengar kabar akan adanya sidak besar-besaran dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lampung Selatan, pihak pabrik Ratu Koki langsung bergerak cepat. Mereka menghubungi sejumlah toko agar segera menurunkan harga. Alhasil, harga beras Ratu Koki ukuran 10 kg kini terkoreksi menjadi Rp144.000.

Pejabat Disperindag menegaskan, sidak yang dilakukan bukan sekadar formalitas.
“Kami ingin transparansi, mulai dari faktur pembelian hingga stok yang ada. Jika terbukti ada pelanggaran, tentu ada tindakan tegas,” ujar perwakilan Disperindag di lokasi.

Disperindag juga mengimbau masyarakat untuk tidak segan melaporkan praktik penjualan yang merugikan konsumen.

Sementara itu, sampai  berita ini diturunkan, pihak Ratu Koki belum bisa dikonfirmasi, untuk memberikan keterangan resmi. Terkait permasalahan tersebut. Publik pun kian bertanya-tanya: ada apa dengan Ratu Koki? (Red)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Recent Posts