Portal Berita Online

Peratin Sumberrejo Pesisir Barat Minta Pemerintah Perbaikan Jalan Rusak


Pesisir Barat - Peratin Pekon (kades) Sumberrejo  Bangkunat, Pesisir Barat, Lampung, Neta meminta jalan poros di pekonnya (desa)bisa mendapatkan perbaikan jalan.

Neta menjelaskan, sejak lahir pekon ini hasil pemekaran Pekon Penyandingan belasan tahun lalu, hingga saat ini.selalu dihadapkan oleh persoalan jalan poros pekon rusak parah dan berlobang bergenang air dan lumpur.

Ia minta kebijakan dari berbagai pihak khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Barat juga DPRD khususnya Dapil III untuk dapat memberikan langkah alternatip agar jalan pekonnya tidak separah keadaan sekarang.

"Bukan warga saya aja yang menggunakan jalan ini, melainkan banyak pekon seperti jalan menuju 4 pekon Wayharu, juga para pengusaha dari pekon pekon lainnya, bahkan menjadi jalan lintas banyak warga luar daerah yang aktif melewati jalan kami ini," kata dia, Selasa (25/11/2025).

"Oleh sebab itu keinginan saya secara kedinasan peratin dan secara pribadi putra daerah tentu sangat miris jalan roda perekonomian masyarakat banyak jadi tersendat dan susah akses, di sisi lain tentu harapan kami Pekon Sumberrejo untuk dapat  menjadi pertimbangan  agar jalan lebih layak untuk dilewati banyak orang, berbagai profesi menjadi pengguna aktif jalan tersebut," tutupnya (.Yasir )

Share:

Diduga Tak Terima Dikritik, Pengelola SPPG Ketapang Lampung Selatan Diduga Intimidasi Verbal Jurnalis


Lampung Selatan — Wartawan IndepthNews.id diduga mendapat intimidasi verbal melalui pesan WhatsApp dari nomor +62 812-7481-1xxx pada Senin malam, 24 November 2025.

Kejadian tak mengenakan itu telah pemberitaan ihwal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), unit yang bertugas mengelola dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ketapang Lampung Selatan yang diduga meliburkan pendistribusian MBG.

Pengirim pesan yang diduga J diduga memiliki keterkaitan dengan SPPG Ketapang. Ia menghubungi jurnalis secara langsung dan mengirimkan pesan bernada merendahkan, mengejek, dan berpotensi mengintimidasi.

“Sotoy lo, sampai di mana pengetahuan lo terkait program MBG. Kasian banget sich lo,” tulis Johan disertai deretan emoji tawa dan jempol mengarah ke bawah.

Pesan tersebut muncul setelah wartawan mempublikasikan berita yang menyoroti penghentian ribuan paket MBG di empat Sekolah Dasar wilayah Ketapang. Ungkapan bernada merendahkan itu diduga kuat menunjukkan ketidaksenangan pengirim terhadap pemberitaan tersebut.
Saat dikonfirmasi, J di nomor 0812-7481-1xxx mengaku sedang mengendarai mobil.
"Nanti saya hubungi, sekitar 15-20 menit lagi, saya lagi bawa mobil," kilah J.
Namun janji tinggal janji, hingga berita ini diterbitkan, J belum juga memberikan keterangan. (Is)

Share:

Rutan Krui Sambut Peserta Magang Batch 2 dan Orientasi Virtual Kemenaker


Pesisir Barat - Rutan Kelas IIB Krui, Pesisir Barat, Lampung menggelar kegiatan orientasi bagi peserta magang Batch 2 yang diawali dengan penyambutan langsung oleh Kepala Rutan Krui beserta jajaran struktural.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan gambaran umum mengenai lingkungan kerja, tugas pokok, serta nilai‐nilai yang dijunjung dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Penyambutan ini menjadi langkah awal untuk membangun motivasi serta kesiapan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian program magang selama 6 bulan;

Setelah sesi pembukaan, Kepala Rutan Krui memberikan pengarahan terkait etika kerja, kedisiplinan, dan pentingnya menjaga integritas selama melaksanakan magang. Peserta juga diperkenalkan dengan alur kerja di setiap subseksi, sehingga mereka memiliki pemahaman awal mengenai peran yang kelak dijalankan.;

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan orientasi secara virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Melalui platform daring, peserta mendapatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban peserta magang, standar nasional pemagangan, serta pedoman pelaksanaan program magang secara profesional.
"Dengan adanya orientasi terpadu ini, diharapkan peserta magang Batch 2 Rutan Krui siap mengikuti program dengan maksimal dan mampu memberikan kontribusi positif selama masa penugasan," pungkasnya. (Yasir)

Share:

Pendistribusian MBG di Ketapang Lampung Selatan Terhenti Sementara


KETAPANG - Sempat viral di grup pesan whatsapp, bahwasanya distribusi makan bergizi gratis (MBG) diliburkan sementara, dan pihak SPPG bungkam, Senin (24/11/2025).

Sebelumnya siswa-siswi di wilayah Desa Tamansari, Ketapang, Lampung Selatan perlu bersabar.

Pendistribusian MBG dihentikan sementara, pasalnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut disinyalir kehabisan modal produksinya.

Salah satu wali murid sekolah dasar di Desa Tamansari tiba-tiba terkejut dengan adanya pengumuman di grup whatsApp.

Isi dari pesan WhatsApp itu yakni:

"selamat sore yang terhormat bapak/ibu.
Saya ingin memberitahukan bahwa SPPG kami mengalami keterlambatan pencairan anggaran, dikarenakan pembaharuan sistem, tolong diberikan informasi kepada lainnya senin ini kita belum bisa beroperasi seperti biasa.
jika anggaran sudah cair, kami akan koordinasi dengan PIC bpk/ibu sekolah/posyandu. saya sebagai kepala SPPG meminta maaf yang sebesar besarnya 🙏🏻hormat saya *Adda jochim nusanatra*).

Program Astacita Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto dinilai cukup membantu. Peserta didik yang mendapatkan asupan gizi dari pemerintah pusat. Selain itu kata dia, anaknya bisa menghemat uang jajan.

“Uang jajannya ditabung terus. Walaupun terkadang MBG dibawa pulang karena tidak habis dimakan,” ujarnya.

Di tempat terpisah Saipudin (40) yang nama akrabnya disebut Udin Ardika Selaku Mitra (milik dapur) dari MBG menyampaikan.

”Bahwasanya kesalahan proposal invoice dari kepala SPPG kita, bukan dari pemerintah,” ucap Udin Ardika.

Udin juga menjelaskan untuk pengiriman sudah 28 kali atau 28 hari.

”Semua sekolahan kita off kan dulu karena dananya belum cair, kalau pengirimannya kita sudah 28 hari, itu sudah 2 invoice, ” ucapnya Udin Ardika.

Namun saat dikonfirmasi kepala SPPG Ketapang, melalu telepon pesan whatsapp belum menjawab. (Tim)

Share:

Direktur Utama PTPN I Dukung Program Hilirisasi Peternakan


JAKARTA-- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah melaksanakan survei indikatif calon lahan di area perkebunan PTPN I untuk pengembangan klaster produksi daging ayam dan telur nasional. Survei ini bertujuan untuk mendorong pemerataan produksi di luar Pulau Jawa dan mewujudkan konsep "Setiap Pulau Mandiri Protein".

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung program hilirisasi peternakan. PTPN I siap memanfaatkan sebagian aset lahan perkebunan untuk klaster peternakan terintegrasi sebagai wujud diversifikasi bisnis dan kontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Survei calon lahan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 22-23 November 2025, di beberapa lokasi yang berada dalam pengelolaan PTPN I Regional 7, yaitu di Lampung (Kebun Kedaton dan Kebun Bergen) dan Sumatera Selatan (Lahan Kebun Pabrik Gula Cinta Manis atau Lubuk Liat).

Langkah strategis ini diambil untuk mengatasi ketimpangan produksi, karena saat ini 63 persen dari total produksi telur dan daging ayam nasional masih terpusat di Pulau Jawa. Kementan menyiapkan pengembangan klaster produksi di 10 provinsi, meliputi Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan provinsi lainnya.

Untuk mencapai pemerataan, Kementan menyiapkan pengembangan klaster produksi di berbagai wilayah. Tahap pertama difokuskan pada 10 provinsi, yang meliputi wilayah Sumatera (Aceh, Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung), Kalimantan (Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur), Nusa Tenggara (Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur), serta provinsi Lainnya (Papua Selatan dan Jawa Timur).

Selain pengembangan klaster, Kementan juga memperkuat hilirisasi ayam terintegrasi melalui pembangunan 323 fasilitas industri ayam (meliputi pembesaran, pemotongan, hingga penyimpanan dingin). Dukungan ini dilengkapi dengan penggunaan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk memacu integrasi dan modernisasi sektor unggas.

Upaya besar ini diarahkan untuk mewujudkan konsep "Setiap Pulau Mandiri Protein", memastikan pasokan protein hewani di berbagai wilayah dapat dipenuhi dari daerah masing-masing, sehingga ketahanan pangan dan keseimbangan ekonomi dapat terwujud.(*)

Share:

Ada Dugaan "Proyek Siluman" di Penengahan Lampung Selatan


LAMPUNG SELATAN  - Pekerjaan proyek pembangunan irigasi di Desa Kuripan dan Desa Taman Baru, Penengahan, Lampung Selatan "diduga pekerjaan siluman".

Pasalnya, pekerjaan proyek yang sudah berjalan hampir empat minggu ini tidak dipasang papan nama proyek, serta masih menggunakan matrial batu sisa dari bongkaran.

"Kami hanya pekerja pak, kami tidak tau anggaran dari mananya," kata salah satu pekerja baru-baru ini.

"Plang juga memang tidak ada, bapak tanya saja sama pak Langgeng karena dia yang di lapangan kepercayaan pak Saiful," tambahnya.

Saat disinggung kenapa material batu bekas pembongkaran dipasang kembali dirinya tidak bisa menjawab.

Di sisi lain, LSM Gerakan Aliansi Lembaga Independen (GALI) Lampung Selatan Randi Fatra menilai, proyek yang dibangun menggunakan dana dari pemerintah itu sebagai proyek tidak jelas. Saat melaksanakan kegiatan pekerjaan tidak ada plang informasi. Dan material batu yang digunakan juga bekas dari  pembongkaran.

"Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama itu indikasinya  selain sebagai trik untuk membohongi masyarakat dan sosial kontrol agar tidak termonitoring, nilai besar anggaran dan sumber anggaran dari mana. Ada dugaan indikasi korupsinya juga," kata Randi Fatra, Sabtu (22/11/2025).

Randi mengatakan jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

"Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas keterbukaan, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasannya. Namun Ini tidak, karena sepertinya diduga memang sengaja, agar mereka bisa berkerja dengan semaunya, agar tidak dapat dipantau oleh rekan rekan kita baik dari Media, LSM dan Ormas. Terbukti dari material batu yang digunakan saja sisa," terangnya.
“Randi berharap dan meminta agar proyek tersebut di kerjakan sesuai dengan bestek,
jangan dikerjakan asal-asalan agar proyek tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.  (Red)

Share:

Tata Mata Air, Warga Lampung Selatan Apresiasi Lapas Kelas IIA Kalianda


LAMPUNG SELATAN – Sejumlah masyarakat terharu, dan ucapkan terima kasih pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda kabupaten Lampung Selatan, atas perbaikan dan penataan mata air di desa Negeri Pandan. Sabtu (22/11/2025).

Yanto satu warga desa Sukaratu ucapkan terima kasih dengan diperbaikinya sumber mata air bersih itu, dimana bangunan yang dulu dari kayu kini nampak rangka baja tegap dan kokoh. Ia juga memaparkan jika bukan hanya masyarakat desa Negeri Pandan saja yang sering mengambil air ditempat itu, tapi menyeluruh.

“Bangunan sekarang sangat kokoh, terbuat dari rangka baja. Saya pribadi ucapkan terima kasih dengan pihak Lapas Kalianda. Ini patut kita jaga bersama,” ucap Yanto saat ,Ia sedang mengtri ingin mengabil Air bersih.

Mata air yang terletak di pinggir jalan transumatra depan gardu Induk PLN Kalianda itu, merupakan salah satu sumber mata air bersih yang ada di kecamatan Kalianda. Dan bukan hanya untuk warga desa Negeri Pandan saja, namun seluruh masyakat umum. Jika musim kemarau tiba nampak puluhan masyarakat dari berbagai desa yang mengatri dari pagi hingga malam untuk mengambil Air. Dan mengantri pun hingga 1 jam.

Tertera di papan informasi, dalam bentuk pengabdian Imigrasi dan pemasyarakatan (Impas), sekaligus dalam rangka hari ulang tahun (HUT) Impas yang ke 1. oleh Lapas ll A Kalianda melakukan perbaikan dan penataan tempat mata air tersebut. Dimana  dilantai yang tadinya tanah kini sudah disemen, dan bangun dari kayu, kini nampak rangka baja.

Dalam sambungan Chat Whatshapp, Kepala lembaga permasyarakatan (Kalapas) Kalianda Beni Nurrahman mengatakan dalam rangka HUT Imipas ke 1, pihak Lapas melakukan bakti sosial dengan memperbaiki pasilitas umum untuk masyarakat. Ia pun berharap masyarakat dapat menjaga dan merawatnya.

“Semoga fasilitas yang sudah kita perbaiki dan di tata dapat bermanfaat bagi masyarakat Lampung selatan. Buat masyarakat mari kita menjaga serta merawat bersama,” ujarnya. **

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Recent Posts