Portal Berita Online

Bedah Buku Babad Alas di Lampung Selatan, Bima Arya dan Bupati Radityo Egi Dorong Lahirnya Pemimpin Masa Depan

 


LAMPUNG SELATAN - Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas karya Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, menjadi ruang berbagi pengalaman kepemimpinan sekaligus penguatan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026), dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, akademisi, mahasiswa, serta unsur Forkopimda.

Seminar tersebut mengupas isi buku Babad Alas yang memuat refleksi perjalanan Bima Arya selama satu dekade memimpin Kota Bogor. Melalui pendekatan ideologi, strategi, dan taktik pemerintahan, buku tersebut menawarkan berbagai pembelajaran mengenai kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, hingga pelayanan publik.

Turut hadir sebagai pengulas buku Feni Rosalia, Rektor Universitas Indonesia Mandiri, perwakilan Universitas Muhammadiyah Kalianda, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yayasan Pembangunan Kalianda, Universitas An-Nur, serta para mahasiswa dan akademisi.

Kegiatan dimoderatori Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa.

Menurut Egi, negara maju tidak hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kemampuan masyarakatnya dalam mengelola dan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.

Ia menilai, buku Babad Alas menyajikan banyak pelajaran berharga mengenai tantangan, dinamika, dan proses pengambilan keputusan yang dihadapi seorang pemimpin dalam menjalankan pemerintahan.

“Pengalaman yang tertuang dalam buku Babad Alas memberikan pelajaran bahwa perubahan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian mengambil langkah, membangun kolaborasi, dan bekerja secara konsisten untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” ujar Egi.

Lebih lanjut, Egi mengajak mahasiswa dan civitas akademika untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto menjelaskan bahwa Babad Alas merupakan catatan perjalanan kepemimpinannya selama 10 tahun memimpin Kota Bogor yang berangkat dari semangat pemerintahan yang bersih dan melayani masyarakat.

Menurut Bima, ideologi kepemimpinan harus diterjemahkan ke dalam strategi yang tepat agar mampu menghasilkan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

“Pemimpin adalah agen harapan. Ideologi tanpa strategi tidak akan efektif. Harapan itu harus dicicil melalui kerja-kerja nyata dan dibangun bersama tim yang loyal, solid, militan, dan kompeten,” kata Bima.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama, terutama dalam pembenahan sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta upaya memperkuat identitas daerah.

Melalui seminar nasional ini, diharapkan lahir berbagai gagasan, inspirasi, dan pembelajaran yang dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk membangun kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (Is-Kmf)

Share:

Firdaus Minta SMSI Jadi Penanggung Jawab HPN 2027


JAKARTA – Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus mengusulkan agar SMSI dipercaya menjadi penanggung jawab Hari Pers Nasional (HPN) 2027.

Permintaan tersebut disampaikan langsung kepada Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat saat memberikan sambutan pada Malam Anugerah SMSI 2026 di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Dalam sambutannya, Firdaus mengatakan SMSI akan segera menyampaikan surat resmi kepada Dewan Pers terkait usulan tersebut. Menurutnya, penunjukan penanggung jawab HPN perlu dilakukan secara bergiliran dan berkeadilan bagi seluruh konstituen pers.

“Insya Allah, dengan izin Yang Mulia Ketua Dewan Pers, kiranya berkenan nanti penanggung jawab Hari Pers Nasional yang akan datang itu SMSI. Kami akan kirim surat menyusul,” ujar Firdaus.

Ia menegaskan, SMSI tidak bermaksud memonopoli penyelenggaraan HPN. Justru sebaliknya, organisasi perusahaan media siber terbesar di Indonesia itu menginginkan adanya prinsip kesetaraan di antara seluruh konstituen Dewan Pers.

“Pada HPN yang akan datang, seluruh konstituen itu harus diberi kesempatan sebagai penanggung jawab demi kesetaraan. AMSI, PRRSNI, ATVLI, ada PWI, ada SMSI dan lainnya. Semuanya harus ditempatkan secara setara dam adil,” katanya.

Firdaus juga berharap Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dapat memberikan dukungan terhadap keinginan SMSI menjadi penanggung jawab HPN 2027.

“Mohon izin kembali kepada PWI, kiranya nanti mendukung kami untuk menjadi penanggung jawabnya. Karena ini adalah karya-karya luar biasa yang harus terus dijaga keberlangsungannya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Firdaus menjelaskan bahwa Anugerah SMSI 2026 merupakan bentuk apresiasi masyarakat pers kepada para tokoh pemerintah dan masyarakat yang berkontribusi menjaga kemerdekaan pers di Indonesia.

Sebanyak 16 penerima penghargaan terpilih dari 61 nama yang diusulkan pengurus SMSI kabupaten/kota dan provinsi dari seluruh Indonesia. Nama-nama tersebut kemudian disaring menjadi 32 kandidat sebelum akhirnya diputuskan 16 penerima penghargaan oleh dewan juri di bawah koordinasi Sekretaris Dewan Juri Prof. Taufik dan pengawasan Ketua Dewan Pakar SMSI Prof. Yudi Krisnandi.

Dari 16 penerima penghargaan tersebut, tiga tokoh akan masuk nominasi penerima Pin Emas SMSI yang rencananya diserahkan pada peringatan Hari Pers Nasional mendatang.

Firdaus menilai momentum HPN tidak hanya menjadi perayaan insan pers, tetapi juga wadah untuk memperkuat kebersamaan seluruh organisasi konstituen Dewan Pers.

“Seluruh konstituen harus ditempatkan secara setara dan berkeadilan. Itu semangat yang ingin kami bangun,” tegasnya.

Acara Malam Anugerah SMSI 2026 sendiri dihadiri Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat, jajaran pengurus pusat SMSI, para tokoh penerima penghargaan, serta insan pers dari berbagai daerah di Indonesia. (***)

Share:

Pemdes Tajimalela Rapat Pemantapkan Program Desa Helau

 


LAMPUNG SELATAN - Pemerintah Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan terus memantapkan langkah terwujudnya Program Desa Helau. Melalui rapat pemantapan yang digelar di Balai Desa Tajimalela, Jumat (19/6/2026).

Rapat Pemantapan Desa Helau tersebut dihadiri Kepala Desa Tajimalela Qomaruddin Akbar, Bhabinkamtibmas, pendamping desa, Ketua dan anggota BPD, Ketua karang taruna desa setempat, Kepala sekolah SDN 1 Tajimalela, seluruh aparatur desa, tokoh masyarakat, serta sejumlah warga.

Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan misi demi memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung terwujudnya Desa Helau. sebagai arah pembangunan Desa Tajimalela yang lebih Hijau, Elok, Lestari, Aman dan Unggul, kedepannya.

Kepala Desa Tajimalela, Qomaruddin Akbar, mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan desa membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam mewujudkan berbagai program yang telah direncanakan pemerintah desa.

"Desa Helau merupakan cita-cita bersama. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus bergerak bersama, saling mendukung, dan menjaga semangat kebersamaan agar setiap program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya bagi masyarakat desa Tajimalela sendiri." ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep Desa Helau tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, serta penguatan nilai-nilai sosial dan budaya.

Menurut Qomaruddin, program tersebut juga harus selaras dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama, yang menitikberatkan pembangunan berbasis desa sebagai fondasi kemajuan daerah.

"Kami ingin Desa Tajimalela menjadi desa yang maju dan mandiri. Apa yang sedang kami lakukan melalui program Desa Helau sejalan dengan semangat pembangunan yang digaungkan Bupati Lampung Selatan, yakni membangun daerah dimulai dari desa," Tukasnya.

Sementara, Ketua BPD Desa Tajimalela Raden Permata, dalam kesempatan itu menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program yang telah dirancang pemerintah desa. Ia berharap setiap kebijakan dan pembangunan yang dilaksanakan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

"Melalui forum seperti ini, aspirasi masyarakat dapat dihimpun dan menjadi bahan evaluasi bersama. Harapan kami, pembangunan yang akan dilaksanakan bisa terwujud dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara merata," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bhabinkamtibmas Desa Tajimalela juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Ia mengajak seluruh warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap situasi kamtibmas, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta memperkuat budaya saling menjaga demi terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif sebagai modal utama pembangunan desa.

Rapat diakhiri dengan sesi diskusi dan penyampaian berbagai masukan dari masyarakat terkait program Desa Helau. Seluruh peserta yang hadir menyatakan komitmennya untuk terus mendukung apa yang sudah menjadi program desa. (Red)

Share:

Bupati Pesisir Barat Kepulangan Jamaah Haji Kabupaten Pesisir Barat


Bupati Pesisir Barat, Lampung, Dedi Irawan, menyambut secara langsung kepulangan jamaah haji Kabupaten Pesisir Barat Tahun 1447 Hijriah di Lobby Teluk Stabas, Gedung A Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Kamis, 18 Juni 2026.

hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Pesisir Barat, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekretariat Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Pesisir Barat, Hera Rohmawati, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat, Ketua I TP-PKK Kabupaten Pesisir Barat, Dea Derika Topani, anggota TP-PKK dan DWP Kabupaten Pesisir Barat,

Dalam sambutannya, Bupati Dedi Irawan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jamaah haji yang telah kembali ke tanah air setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, kami mengucapkan selamat datang kembali di tanah kelahiran. Semoga ibadah yang telah dilaksanakan diterima Allah SWT dan seluruh jamaah menjadi haji yang mabrur, yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik dalam kehidupan,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa ibadah haji bukanlah akhir dari sebuah perjalanan spiritual, melainkan awal dari tanggung jawab moral dan sosial yang lebih besar di tengah masyarakat.

“Ibadah haji bukan akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab moral dan spiritual yang lebih besar. Gelar haji yang disandang hendaknya menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, menyebarkan kebaikan, menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, serta menjadi contoh dalam akhlak dan ibadah,” lanjutnya.

Menurut Bupati, nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji, seperti kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial, diharapkan dapat menjadi energi positif dalam membangun keluarga, lingkungan, serta mendukung pembangunan daerah.

“Kami berharap nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, dan kepedulian yang diperoleh selama menunaikan ibadah haji dapat menjadi energi positif untuk membangun keluarga, lingkungan, dan daerah yang kita cintai,” katanya.

Beliau juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari petugas haji, Kementerian Agama, tenaga kesehatan, hingga seluruh unsur yang memberikan pelayanan dan pendampingan kepada jamaah haji asal Kabupaten Pesisir Barat.

“Pada kesempatan ini, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh petugas haji, Kementerian Agama, tenaga kesehatan, dan semua pihak yang telah memberikan pelayanan serta pendampingan kepada jamaah haji Kabupaten Pesisir Barat, sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan baik,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan agar para jamaah haji senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan umur, serta istiqamah dalam menjaga kemabruran hajinya.

“Mari kita berdoa bersama agar para jamaah haji senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan usia, dan keistiqamahan dalam menjaga kemabruran hajinya. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan keberkahan-Nya kepada kita semua dan Kabupaten Pesisir Barat yang kita cintai,” pungkasnya.

Kegiatan penyambutan berlangsung dengan penuh kehangatan dan rasa syukur. Kehadiran keluarga serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menjadi wujud penghormatan dan kebahagiaan atas kepulangan para tamu Allah yang telah menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji di tanah suci.(yasir)

Share:

Damkarmat Lampung Selatan, Temukan Warga Bandar Lampung Yang Telah Hilang Selama Dua Bulan



LAMPUNG SELATAN – Kabar bahagia akhirnya menghampiri keluarga Tugiyo, warga Way Kandis, Kota Bandar Lampung. Setelah hampir dua bulan meninggalkan rumah tanpa kabar, putrinya bernama Wulan Sari (27) berhasil ditemukan dalam kondisi selamat di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Proses pencarian hingga pemulangan Wulan melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan yang menerima laporan dari pihak keluarga.

Tugiyo (60), ayah Wulan, sebelumnya melaporkan kehilangan putrinya melalui Call Center Damkarmat Lampung Selatan. Menurut keterangan keluarga, Wulan pergi meninggalkan rumah sekitar dua bulan lalu, tepat sebelum Hari Raya Idul Adha, dan sejak saat itu tidak diketahui keberadaannya.

Sebagai langkah awal pencarian, pihak keluarga mengirimkan foto dan ciri-ciri Wulan kepada petugas. Informasi tersebut kemudian disebarluaskan oleh Kepala Bidang Damkar Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, kepada masyarakat dan jaringan relawan.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar sepekan setelah informasi disebarkan, Rully menerima laporan dari seorang warga bernama Okky yang berdomisili di wilayah Patok, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan. Warga tersebut mengaku melihat seorang perempuan yang ciri-cirinya sesuai dengan informasi yang sedang dicari.

Mendapat laporan tersebut, petugas segera bergerak menuju lokasi untuk memastikan identitas perempuan tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, perempuan itu dipastikan adalah Wulan Sari yang selama ini dicari keluarganya.

Tanpa menunggu lama, petugas kemudian menjemput Wulan dan mengantarkannya kembali ke rumah orang tuanya di Bandar Lampung.

Momen haru pun tak terhindarkan ketika Wulan akhirnya kembali bertemu dengan keluarganya setelah berpisah selama hampir dua bulan. Beruntung, Wulan ditemukan dalam kondisi selamat.

Proses penjemputan dan pemulangan dilakukan pada Rabu malam (17/6/2026). Petugas berangkat sekitar pukul 20.00 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 23.15 WIB sebelum akhirnya menyelesaikan proses evakuasi serta pemulangan hingga dini hari.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara masyarakat dan petugas dapat membantu mempercepat pencarian warga yang dilaporkan hilang, sekaligus menghadirkan harapan bagi keluarga yang selama ini menantikan kepulangan orang tercinta. (Is)

Share:

Polres Lamsel Ungkap 17 Kasus Narkotika, Sita Sabu 179,5 Kg dan Selamatkan 948 Ribu jiwa


LAMPUNG SELATAN - Polres Lampung Selatan Polda Lampung mengungkap 17 kasus tindak pidana narkotika selama periode Februari hingga Juni 2026 di wilayah hukum Polda Lampung. Dalam pengungkapan yang terpusat di kawasan Seaport Interdiction Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan tersebut, polisi mengamankan 24 tersangka serta menyita berbagai jenis narkotika dengan nilai ekonomis mencapai Rp235,1 miliar.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan pengungkapan tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan keamanan masyarakat.

"Dari 17 laporan polisi pengungkapan tersebut kami mengamankan 24 tersangka dengan nilai ekonomis barang bukti kurang lebih Rp235.134.910.000,” kata Helfi dalam konferensi pers di Lampung Selatan, Kamis (18/6/2026).

Menurut Helfi, para pelaku menggunakan berbagai modus untuk mengelabui petugas. Narkotika disembunyikan dalam tas, kardus, kotak speaker kendaraan hingga bagasi mobil yang dibawa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum seperti bus, minibus dan mobil boks pengantar paket. Selain itu, pelaku juga memanfaatkan jasa kurir dengan menyamarkan narkotika ke dalam tas, kardus maupun paket kiriman.

"Pelaku membawa narkotika sendiri dengan cara memasukkannya ke dalam suatu barang atau tempat seperti tas, kardus, kotak speaker kendaraan dan bagasi kendaraan yang dibawa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Selain itu, ada juga modus menitipkan narkotika kepada orang lain atau kurir yang telah dikemas ke dalam berbagai bentuk paket kiriman,” ujarnya.

Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 179,5 kilogram sabu, 58 kilogram ganja, 44.128 butir ekstasi, 11,4 kilogram ketamine, 20.000 butir Erimin 5 atau Happy Five, 3.148 cartridge etomidate, serta 5 liter liquid etomidate. Polisi juga mengamankan delapan unit kendaraan roda empat, enam tas, lima unit telepon genggam dan satu lembar STNK yang digunakan maupun berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Selain narkotika, penyidik turut menyita sejumlah kendaraan yang diduga digunakan para pelaku, di antaranya Toyota Corolla Altis, Mitsubishi Xpander, Toyota Rush, Daihatsu Xenia, Honda Civic, Toyota Fortuner, Toyota Avanza, hingga mobil boks ekspedisi. Berbagai barang bukti narkotika ditemukan dalam kemasan teh China, paket kiriman, bungkus lakban, kemasan popcorn, hingga cartridge yang mengandung etomidate.

"Dari jumlah barang bukti yang berhasil disita, maka jiwa yang dapat diselamatkan sebanyak kurang lebih 948.628 jiwa. Ini menunjukkan besarnya ancaman peredaran narkotika yang berhasil kami cegah masuk ke tengah masyarakat,” ujar Helfi.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 609 ayat (2) huruf a dan huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Pasal 612 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 yang mengatur ketentuan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Para tersangka terancam pidana penjara paling singkat lima tahun hingga 20 tahun, pidana penjara seumur hidup, bahkan pidana mati sesuai peran dan keterlibatan masing-masing dalam tindak pidana narkotika yang diungkap,” tegasnya.

Helfi menegaskan tidak ada toleransi terhadap segala bentuk peredaran gelap narkotika di Provinsi Lampung. Polda Lampung, kata dia, akan terus bertindak tegas, profesional dan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat dalam jaringan narkoba.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu kepolisian dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Polri 110 yang siaga selama 24 jam untuk menyampaikan laporan dan pengaduan.

Share:

Inspektorat Diminta Tindak Tegas Dugaan Pungli di Dinkes Lampung Selatan


LAMPUNG SELATAN – Warga minta dugaan Pungli di Dinas Kesehatan ditindak tegas.

Tuntutan masyarakat makin lantang, tidak hanya menyasar oknum pelaku, tetapi juga lembaga pengawas dan kepala daerah. Warga menegaskan agar Inspektorat Daerah tidak bersikap setengah hati dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan.

“Jangan hanya berani menindak yang lemah, tapi takut atau luluh ketika berhadapan dengan pejabat yang punya kekuasaan. Tugas Inspektorat adalah mengawasi semua tanpa pandang bulu, bukan menjadi tameng bagi mereka yang berbuat salah,” tegas warga kemarin.

Masyarakat juga mengingatkan janji tegas yang disampaikan oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam Rapat Koordinasi yang berlangsung di Aula Kecamatan Rajabasa pada 29 September 2025 lalu.

Saat itu, Bupati secara terbuka menyatakan: “Pemerintah Daerah tidak akan mentoleransi sedikit pun praktik pungutan liar dan penyimpangan anggaran. Tidak ada istilah ampun bagi siapa pun yang terbukti melakukan perbuatan merugikan keuangan negara dan kepentingan rakyat.”

Kini, masyarakat menilai momen ini menjadi ujian bagi konsistensi ucapan tersebut.

“Kami sedang menunggu pembuktiannya. Pemimpin yang baik itu tidak hanya pandai berbicara di atas mimbar, tapi ucapan dan perbuatannya harus selaras. Kalau dulu berani mengancam, sekarang harus berani bertindak nyata. Jangan sampai janji hanya menjadi bualan semata,” tegas salah satu tokoh masyarakat.

Mereka berharap kasus dugaan Pungli Rp84 juta di Dinas Kesehatan ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen pemberantasan penyimpangan benar-benar dijalankan, bukan sekadar pengumuman untuk menyenangkan pendengar. (Is)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Recent Posts