Portal Berita Online

Open Turnamen TUMPUKAN Volly Ball Karang Taruna Tri Tunggal Cup 1 Resmi Ditutup


PENENGAHAN - Open Turnamen TUMPUKAN volly ball Karang Taruna Tri Tunggal Cup 1 Desa Gedung Harta Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan resmi ditutup. Rabu,(1/10/2025).


Rangkaian kegiatan Open Turnamen tersebut yang sudah berlangsung selama sebelas hari ini berjalan dengan sukses dan lancar. dimana keempat tim unggulan yang memperebutkan juara ketiga dan keempat

Antara tim Servo melawan tim PRC Club Gedung Harta Dengan Score Akhir 2-0 untuk kemenangan tim servo.


Kemudian pertandingan dilanjutkan kembali dengan partai puncak atau grand final antara tim Canti 86 BM melawan tim Way Kalam. Tidak butuh lama pertandingan final ini berakhir dengan tiga sat (19-25),(25-27) dan (13-25). dimenangkan telak dengan skor akhir Canti 86 BM 0 - 3 Way Kalam dari kecamatan Penengahan.


Muhammad Ramli Kepala Desa Gedung Harta menyampaikan bahwa kegiatan Open Turnamen Volly Ball Karang Taruna Tri Tunggal Cup 1 Desa Gedung Harta Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan telah resmi kita tutup, dan terjawab sudah siapa tim yang keluar sebagai pemenangnya ataupun juara di Open Turnamen Volly Ball Desa Gedung Harta.


" Syukur Alhamdulillah, acara kita yang sudah berjalan kurang lebih belasan hari ini, berjalan dengan sukses dan lancar, serta baik sekali yang pasti damai,dan ini selaku uji coba kita insyaallah kegiatan ini bisa menjadi tolak ukur kita kedepannya," ucap kades Ramli


Ia juga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada karang taruna tri tunggal Desa Gedung dan masyarakat serta pihak yang terlibat dalam kegiatan Open Turnamen Volly Ball mudah mudahan dengan adanya kegiatan ini tali silaturahmi dan kekompakan tetap terjaga dan lebih solid lagi.


" atas nama pribadi dan pemerintah desa kami mengucapkan terima kasih, tentunya dengan adanya kegiatan ini kami, melihat pemuda karang taruna cukup baik, dan solid mudah mudahan kedepannya insyaallah suatu saat kita dapat mengadakan kegiatan Open Turnamen lagi kedepannya," Tukasnya. 


Di tempat yang sama Suhendro Ketua Karang Taruna Tri Tunggal desa Gedung Harta dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa kegiatan Open Turnamen yang kita selenggarakan ini sudah selesai berkat kerjasama dan support serta dukungan semua pihak khususnya masyarakat Desa Gedung Harta.


" Alhamdulillah, tentunya kami mengucapkan terima kasih sekali kepada seluruh pihak yang terlibat, atas suksesnya kegiatan kita ini,yang berjalan dengan baik dan lancar tanpa adanya hambatan, sekali lagi terima kasih," ungkap Hendro sapaan akrabnya. 

Share:

Waspada! Penipuan Telepon Mengatasnamakan Polwan Polres Lampung Selatan


Lampung Selatan – Seorang warga Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, bernama Sri Mulyani, hampir menjadi korban penipuan melalui sambungan telepon dari orang tak dikenal yang mengaku sebagai anggota Polwan Polres Lampung Selatan. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (1/10/2025).


Pelaku yang mengaku bernama Ipda Dewi Yanti menelpon Sri Mulyani dan meminta agar ia datang ke Polres Lampung Selatan dengan membawa KTP. Alasannya, untuk melakukan “verifikasi data penting”.


“Selamat sore, dengan ibu Sri Mulyani,” sapa pelaku di awal percakapan.

“Iya, ada apa?” jawab Sri Mulyani.

“Saya Ipda Dewi Yanti dari Polres Lampung Selatan, saat ini ibu sedang berada di mana?” tanya pelaku.

“Siapa? Ipda siapa?” balas Sri Mulyani dengan curiga.

“Saya Ipda Dewi Yanti dari Polres Lampung Selatan,” tegas pelaku.

“Terus kenapa ya?” tanya Sri Mulyani.

“Ibu bisa datang ke Polres Lampung Selatan untuk memverifikasi beberapa hal penting,” ujar pelaku lagi.

“Ngapain? Ada urusan apa?” balas Sri Mulyani.

“Kami perlu memastikan apakah ibu adalah orang yang sedang kami cari-cari,” ujar pelaku mencoba meyakinkan.

Untungnya, Sri Mulyani tidak langsung percaya. Ia memilih berhati-hati dan mengonfirmasi kebenaran telepon tersebut. Dari hasil pengecekan, diketahui bahwa aksi itu adalah penipuan dengan modus menyamar sebagai aparat penegak hukum.


Kasi Humas Polres Lampung Selatan, AKP I Wayan Susul, menegaskan bahwa kejadian itu bukan panggilan resmi dari Polres. “Polri tidak pernah memanggil warga dengan cara menelpon sembarangan tanpa alasan yang jelas. Apalagi hanya untuk membawa KTP. Jika ada yang mengaku dari Polres Lampung Selatan, segera konfirmasi ke kantor Polres atau hubungi nomor resmi kami,” tegasnya.


Ia menjelaskan, modus ini termasuk social engineering atau rekayasa sosial, di mana pelaku berusaha memanipulasi psikologis korban agar takut dan mengikuti perintah. “Biasanya korban diminta datang, menyerahkan dokumen, atau bahkan bisa diarahkan ke tindak pemerasan. Masyarakat jangan sampai terjebak,” tambahnya.


Polres Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk:

1. Tidak panik jika menerima telepon dari orang yang mengaku sebagai aparat.

2. Tidak memberikan data pribadi seperti KTP, rekening bank, atau dokumen penting melalui telepon.

3. Segera melapor ke polisi jika menemukan hal mencurigakan.

4. Menghubungi Polres Lampung Selatan untuk klarifikasi setiap panggilan yang mengatasnamakan polisi.


“Apabila ada gangguan kamtibmas atau percobaan penipuan, segera lapor ke polisi di call center 110. Kami akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tutup AKP I Wayan. (Red)

Share:

LBH IKAM Audensi dengan Bupati Radityo Egi, Sampaikan Hasil Sosialisasi Desa Sadar Hukum


LAMPUNG SELATAN - Lembaga Bantuan Hukum Ikatan Konsultan dan Advokasi Masyarakat (LBH IKAM) berguna dan bermanfaat demi kemajuan Lampung Selatan. Hal tersebut disampaikan LBH IKAM saat Audensi langsung dengan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama di ruang kerjanya, pada Rabu (1/10/2025).


“Tujuan kami hanya ingin berguna dan bermanfaat untuk masyarakat lampung selatan kota kelahiran kami tercinta, apapun yang dapat kami perbuat untuk kemajuan Lampung Selatan akan kami lakukan,” ujar Ketua LBH IKAM Muhammad Ridwan SH.


Selain siap melakukan yang terbaik untuk tanah kelahirannya, LBH yang digawangi Muhammad Ridwan cs itu juga melaporkan realisasi sosialisasi desa sadar hukum yang meliputi 97 desa di Kabupaten Lampung Selatan.


Dari sosialisasi di desa dan sejumlah sekolah, Muhammad Ridwan cs mengaku banyak menyerap aspirasi yang beragam mengenai hukum. Mereka juga membuka pemahaman public soal bahaya judi onlen, Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), bahaya narkoba hingga persoalan tapal batas.


“ Berbagai aspirasi kami terima dan kami serap dari sosialisasi itu. Hal ini penting disampaikan kepada pimpinan daerah karena butuh penyelesaian secara bertahap dan harus segera diurai,” kata Ridwan begitu sapaannya.


Masih kata Ridwan, LBH IKAAM telah mengirimkan surat audiensi kepada Forkopimda dengan harapan agar permasalahan ini dapat didengar secara langsung. Namun, dari sekian surat yang kami layangkaan nihil respon.


“ Sejauh ini yang baru merespon adalah Pengadilan Agama dan Bupati Lampung Selatan, tentunya kami sangat mengapresiasi hal ini,” ungkap pentolan LBH IKAM bersama para personelnya di hadapan Bupati Egi.


Diketahui, LBH IKAM memulai sosialisasinya sejak Maret 2025 dan berakhir pada pertengahan September 2025 di Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa. Mereka juga menegaskan komitmen LBH IKAM sebagai pengacara masyarakat untuk kepentingan rakyat.


Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengapresiasi kerja-kerja LBH tersebut. Egi juga mengingatkan pentingnya bersinergi untuk memberi dampak signifikan untuk kemajuan Lampung Selatan. (*)

Share:

Bupati Egi Sentil Keras BPD: Stop Mental Pejabat, Kawal Desa dengan Integritas!


LAMPUNG SELATAN - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan agar anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tidak bermental pejabat dan tidak menjadikan jabatan sebagai ruang mencari keuntungan pribadi.


Peringatan keras itu disampaikan Bupati Egi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur BPD Tahun Anggaran 2025, yang digelar di Aula Hotel Negeri Baru Resort, Kecamatan Kalianda, Rabu (1/10/2025).


“Saya minta tolong, jangan punya mental pejabat. Kalau mau berbisnis, jangan jadi pejabat. Saya paling tidak suka dengan yang namanya pungli,” tegas Bupati Egi.


Bimtek yang berlangsung dua hari, 1–2 Oktober 2025, diikuti 128 peserta dari unsur BPD, kepala seksi kecamatan, serta bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang). Para peserta mendapat materi dari narasumber Balai Nasional terkait peran BPD dalam tata kelola desa.


Bupati Egi menekankan bahwa pengelolaan keuangan desa harus berpedoman pada regulasi yang berlaku, mulai dari UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, PP Nomor 43 Tahun 2014 jo. PP Nomor 47 Tahun 2015, hingga Permendagri Nomor 20 Tahun 2018.


Ia mengingatkan bahwa masyarakat akan menilai kepala desa dan BPD dari hasil nyata yang berdampak pada warga.


“Peran BPD sangat vital. BPD harus jadi pengawas dan penyalur aspirasi masyarakat, memastikan program desa benar-benar menyentuh kebutuhan warga,” ujar Bupati Egi.


Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab moral dan integritas dalam menjalankan tugas. “Kita belajar dari setiap masa. Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya. Termasuk saya, tidak mau menyia-nyiakan masa ini. Karena pada akhirnya setiap masa pasti akan dimintai pertanggungjawabannya,” ucapnya.


Sementara, Plt Inspektur Kabupaten, Anton Cermana, menyampaikan kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas aparatur desa agar tata kelola keuangan semakin transparan dan akuntabel.


“Melalui Bimtek ini diharapkan aparatur desa dapat memperkuat peran BPD, sehingga tata kelola keuangan desa semakin transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.


Kegiatan Bimtek ini diharapkan mampu mencetak aparatur desa yang profesional, berintegritas, dan transparan dalam mengelola pemerintahan desa, sehingga mampu mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. 

Share:

Diwarnai Insiden Pengusiran Ormas, Deadline 7 Bulan 56 Warga Buring Dipastikan Terima Ganti Rugi Lahan Tol


LAMPUNG SELATAN - Pertemuan pembahasan sengketa ganti rugi lahan tol 56 warga Dusun Buring Desa Sukabaru Kecamatan Penengahan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan (Pemkab Lamsel) diwarnai insiden pengusiran kepada salah satu ormas oleh Kapolres Lampung Selatan, AKBP Tomi Kasmiri, di Aula Krakatau Rabu 1 Oktober 2025.


Pengusiran tersebut terkait dengan kapasitas peserta pertemuan tidak terkait secara langsung dengan masalah sengketa ganti rugi lahan tol warga. Terungkap, kuasa dari warga untuk ormas tersebut ternyata kadaluarsa, bahkan disinyalir sejumlah tanda tangan warga dipalsukan. 


"Bapak ibu semuanya, jika masih ada pihak-pihak yang mengintimidasi, memaksa harap segera lapor ke kami," ujar AKBP Tomi Kasmiri seraya mengatakan jika pihak Forkompinda dengan niatan membantu warga terkait sengketa ganti rugi lahan tol secara kongkrit. 


Namun demikian, insiden fatal nyaris berlanjut saat salah satu perwakilan warga, Suradi memprovokasi warga lain untuk walk out. Namun ketegangan mereda setelah sejumlah aparat kecamatan Penengahan berhasil meyakinkan warga untuk kembali ke ruangan pertemuan.


Sementara, dalam pertemuan terungkap pernyataan dari perwakilan Kementerian PUPR, Linda memastikan per hari ini proses usulan pelepasan status lahan warga dari kawasan hutan berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (Incrah) ke Kementerian Kehutanan langsung dilaksanakan.


"Setelah tadi kami sempat berkoordinasi dengan pusat, sejak hari ini juga langsung kami proses usulan pelepasan status lahan hutan kawasan ke Kementerian Kehutanan," tutur Linda.


"Sesuai regulasi, paling lama 138 hari sejak usulan pelepasan lahan hutan kawasan oleh Kementerian PUPR wajib selesai dilaksanakan oleh Kementerian Kehutanan," timpal Novi Triono Hadi perwakilan dari Kementerian Kehutanan.


Sedangkan Kepala BPN Kantah Lampung Selatan, Seto Apriyadi menegaskan jika pihaknya bakal support penuh supaya masyarakat mendapatkan hak pembayaran atas tanahnya.


"Setelah segala proses dari Kementerian PUPR ke Kehutanan selesai, kami di BPN tegaskan suport, supaya warga mengajukan hak anggaran pembayaran atas ganti rugi lahannya," imbuh Seto Apriyadi seraya mengatakan paling lama 7 bulan dari sekarang warga bisa mendapatkan pembayaran.


Hadir dalam pertemuan, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati Syaiful Anwar, Kapolres Lampung Selatan AKBP Tomi Kasmiri, Kajari Suci Wijayanti, Dandim 0421 Letkol Kav Mochammad Nuril Ambiyah, Sekdakab Supriyanto. (Is) 

Share:

Polsek Kalianda RJ Dua Warga Berselisih


LAMPUNG SELATAN – Polsek Kalianda berhasil mendamaikan dua warga yang berselisih dengan pendekatan Restorative Justice (RJ), Rabu (1/10/2025). Mediasi dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kalianda, Aipda Zairul Fikri, dan berlangsung di Kelurahan Kalianda.


Kapolsek Kalianda, Iptu Sulyadi, menegaskan bahwa penyelesaian masalah melalui Restorative Justice lebih menitikberatkan pada pemulihan hubungan sosial.


“Kami ingin memastikan penyelesaian masalah tidak menimbulkan permusuhan, tetapi justru memperkuat kembali kerukunan dan toleransi antar warga,” ujarnya.


Dalam prosesnya, Aipda Zairul Fikri memberikan nasihat serta imbauan kepada kedua belah pihak tentang pentingnya menjaga hidup rukun, damai, dan saling menghormati. Setelah berdialog, kedua warga akhirnya sepakat berdamai secara kekeluargaan dengan disaksikan keluarga masing-masing.


Mediasi ini turut dihadiri Sekjen Karang Taruna Kabupaten Lampung Selatan, Saifuunnaim, serta RT setempat. Mereka mengapresiasi langkah Polsek Kalianda yang dinilai mampu menjadi penengah dan menjaga kondusivitas lingkungan.


Dengan adanya mediasi ini, warga kembali bisa hidup harmonis dan saling menghargai, sejalan dengan semangat Restorative Justice yang mengutamakan perdamaian dan keadilan sosial.(is) 



Share:

Gubernur Dukung Penuh Atlet e-Sports Asal Lampung


BANDAR LAMPUNG——Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal tegaskan dukungannya terhadap pengembangan e-Sports melalui berbagai kompetisi, baik offline maupun online sebagai wadah generasi muda untuk membawa Lampung mengharumkan nama Indonesia di tingkat Internasional. Hal tersebut sebagaimana diutarakannya saat bertemu dengan Elga Cahya Putra, atlet e-Sport asal Lampung yang berhasil menorehkan prestasi di kancah global sebagai Juara Dunia e-Football Tahun 2024 di SEF Arena, Riyadh, Arab Saudi.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi atas torehan prestasi yang sangat baik ini dan tentunya mengharumkan nama Lampung dan Indonesia di kancah global. Kedepan, kita akan optimalkan talent-talent yang memiliki potensi dan bakat yang baik agar dapat melahirkan Elga-Elga berikutnya,” ujar Gubernur Mirza pada pertemuan tersebut di Ruang kerjanya, Rabu (1/10/25).

Menurut Gubernur Mirza, pertumbuhan dan kemajuan e-sports di Provinsi Lampung yakni salah satunya dengan menghidupkan ekosistem e-sports melalui kompetisi, komunitas dan kepelatihan.

“Untuk me-laverage skill esports itu tergantung dari pelatihnya, sehingga dibutuhkan pelatih yang bagus. Jika komunitas dan kompetisinya hidup didukung pelatih yang bagus, maka akan mendorong pertumbuhan cabang olahraga tersebut” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Mirza juga menyebutkan bahwa dirinya telah lama ikut berkecimpung dalam dunia game online sejak awal mula e-Sports muncul. Bahkan tim bentukannya sempat memenangkan berbagai kejuaraan di level nasional bahkan internasional.

"Tahun 2003 saya sudah membentuk tim esports beranggotakan 600 lebih yang bernama The Pillars. Tim ini memiliki gaming house di Lampung, Depok, Bandung dan Manado. Pernah menjuarai Mobile Legends, Free Fire dan CODM tingkat internasional" ungkapnya.

Sebagai informasi, atlet e-Sports Elga Cahya Putra yang biasa dipanggil El Gacor itu, berhasil menjadikan Indonesia sebagai Juara Dunia E-Football Tahun 2024 setelah mengalahkan Brasil (2-0) di SEF Arena, Riyadh, Arab Saudi. Tidak hanya itu, Elga juga pernah meraih juara Ifel South East Asia Champions 2022, juara IESF 14th Bali World Champions 2022, juara Ifeleague 2023, dan juara AFC e-Asian Cup 2023.

Pertemuan diakhiri dengan penyerahan jersey Piala Dunia E-Football 2024 oleh Elga kepada Gubernur Lampung. Pertemuan yang menyegarkan dan penuh senda gurau tersebut dihadiri juga oleh Ketua Umum Esports Indonesia (ESI) Lampung, Suryono, S.S., Dewan Pembina Nilam Sari Djausal, Ketua Harian Rakha Harashta, Ketua ESI Metro Fajar Riatama dan Ketua ESI Lampung Timur Rifcky Basrie.(lis)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Recent Posts