Portal Berita Online

Longsor Lereng Gunung Rajabasa, Ini Kata UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Way Pisang


Lampung Selatan – Menindaklanjuti pertemuan antara Sai Batin, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan LSM di Lamban Balak Makhga Legun, audiensi digelar bersama pihak UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Way Pisang terkait peristiwa longsor di lereng Gunung Rajabasa. Berlangsung di kantor Dinas Kehutanan Lampung Selatan UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan KPH Way Pisang. Kamis,(2/4/2026). Pukul. 10:30 Wib.

Audiensi tersebut disambut langsung oleh Kepala UPTD KPH Way Pisang, Wahyudi Kurniawan, yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian para tokoh adat dan elemen masyarakat terhadap kondisi hutan di wilayah tersebut.

Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah tokoh adat Sai Batin, di antaranya David Merison (Punyimbang Agung Sai Batin Makhga Rajabasa), Ramli Silom Singa Langkung (Pemangku Adat Marga Dantaran), serta Budi Setiawan (Khadin Paksi Setia Makhga Marga Rajabasa).

Hadir pula unsur masyarakat sipil seperti Syaifulloh (Ketua Laskar Merah Putih Lampung Selatan), Hendriyawan (Advokat), M. Halim AR (KMLS), Casmayanto (Ketua LSM GMBI Distrik Lampung Selatan), dan Sahrul selaku sekretaris dan tamu undangan setempat.

Dalam keterangannya, Wahyudi menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi langsung ke lokasi longsor yang sebelumnya sempat viral di media sosial.

“Kami sudah meninjau dan menganalisis. Dugaan sementara, longsor terjadi karena faktor alam, yakni curah hujan tinggi, kemiringan lereng yang curam, serta kondisi tanah yang labil bercampur batu. Tidak ditemukan aktivitas penebangan atau pembukaan lahan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa dokumentasi yang beredar di media sosial berasal dari jaringan kelompok binaan kehutanan di lapangan.

Sebagai langkah penanganan, KPH Way Pisang bersama instansi terkait akan segera melakukan penanaman pohon di area terdampak longsor, dengan fokus pada jenis pohon beringin dan aren yang dinilai mampu memperkuat struktur tanah.

Bibit tanaman tersebut akan disuplai dari kelompok pengelola hutan desa di wilayah Sumur Kumbang, Kalianda, serta dukungan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Sekampung Provinsi Lampung.

“Insyaallah Sabtu ini bibit sudah kita distribusikan dan langsung dilakukan penanaman di lokasi,” ujar Wahyudi.

Kegiatan penanaman ini nantinya akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, TNI-Polri, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, hingga pemerintah kecamatan setempat.

Di akhir pernyataannya, Wahyudi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang berkembang.

“Kami pastikan, berdasarkan pengamatan, longsor ini tidak membahayakan permukiman karena terhalang bukit. Namun tetap kita waspadai bersama. Semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (Red)

Share:

Lapas Kalianda Terima Kunjungan PLH Kakanwil Ditjenpas Lampung, Perkuat Pelaksanaan Tugas Pemasyarakatan


Kalianda – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda menerima kunjungan Pelaksana Harian (PLH) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung, Dr. Maulidi Hilal, dalam rangka kegiatan monitoring dan evaluasi serta penguatan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan yang dilaksanakan pada hari kamis (2/4).

Dalam kunjungan tersebut, PLH Kakanwil didampingi oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan serta Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas di Lapas Kalianda, dilanjutkan dengan pemberian penguatan kepada jajaran petugas.

Selain itu, PLH Kakanwil juga meninjau langsung area pembinaan warga binaan guna melihat secara langsung pelaksanaan program pembinaan yang berjalan. Kunjungan tersebut turut menjadi momen nostalgia, di mana beliau juga menyempatkan diri mengunjungi rumah dinas Lapas Kalianda yang sebelumnya pernah ditempati saat bertugas di Lapas Kalianda.

Dalam arahannya, PLH Kakanwil menekankan pentingnya tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas sebagai insan pemasyarakatan.
"Kita harus bekerja sebaik mungkin dan melaksanakan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, karena tanggung jawab itulah yang akan kita bawa sampai akhir hayat," tegasnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kinerja.
"Kami menyambut baik kunjungan dan arahan yang diberikan. Ini menjadi penguatan bagi kami untuk terus bekerja secara optimal, profesional, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujar Kalapas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Kalianda semakin solid dalam menjalankan tugas, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
(HumasPaskal)

@kemenimipas
@ditjenpas
@pemasyarakatanlampung

#LapasKalianda
#PemasyarakatanPastiBermanfaat
#MonitoringEvaluasi
#PenguatanTusi
#Pemasyarakatan
#PelayananPublik
#BanggaMelayaniBangsa

Share:

Cukup Kirim “Hallo”, Warga Lampung Selatan Bisa Adukan Keluhan, Bupati Egi: Harus User-Friendly

 


LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersiap meluncurkan layanan pengaduan digital “Hallo Lamsel” yang dirancang agar mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang belum terbiasa dengan teknologi.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan layanan tersebut harus benar-benar sederhana dan ramah pengguna (user-friendly) agar tidak menyulitkan masyarakat saat menyampaikan keluhan maupun aspirasi.
Rencana peluncuran “Hallo Lamsel” dibahas dalam rapat lanjutan yang dipimpin langsung oleh Bupati Egi bersama jajaran pemerintah kabupaten secara hybrid, Kamis (4/2/2026).

Dalam rapat tersebut, Egi secara khusus meminta para camat memberikan masukan terkait kemudahan penggunaan layanan, terutama bagi masyarakat di wilayah kecamatan yang memiliki keterbatasan dalam mengakses teknologi digital.

“Para camat perhatikan, saya minta tanggapan. Kira-kira masyarakat di kecamatan, khususnya yang mungkin kurang paham teknologi, apakah mudah menggunakan layanan ini,” ujarnya.

Egi juga menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat sebelum layanan resmi diluncurkan.

Menurutnya, uji coba perlu dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara langsung guna memastikan sistem berjalan optimal dan benar-benar sesuai kebutuhan pengguna.

“Sebelum launching, harus dipastikan sekali kalau layanan digital Hallo Lamsel ini bisa berjalan dan mudah diakses oleh masyarakat. Rancang seuser-friendly mungkin,” tegasnya.

Melalui “Hallo Lamsel”, Pemkab Lampung Selatan berupaya menghadirkan sistem pengaduan yang lebih cepat, responsif, dan terintegrasi.

Salah satu keunggulan layanan ini adalah kemudahan akses melalui aplikasi WhatsApp. Masyarakat cukup mengirimkan pesan “Hallo” ke nomor layanan, kemudian sistem akan merespons secara otomatis dan memandu pengguna dalam menyampaikan laporan.

Alur pengaduan dirancang sederhana. Pengguna hanya perlu memilih jenis layanan, mengisi nama, menjelaskan kejadian, serta mengirimkan bukti foto jika tersedia. Setelah itu, sistem akan menampilkan ringkasan laporan untuk dikonfirmasi sebelum diproses lebih lanjut.

Setelah laporan dikirim, masyarakat akan menerima nomor tiket dan tautan untuk memantau perkembangan penanganan secara berkala.

Pelaksana tugas Kepala Diskominfo Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menjelaskan bahwa sistem ini terhubung langsung dengan masing-masing perangkat daerah, baik melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon.

Hal ini memungkinkan komunikasi dua arah antara masyarakat dan instansi terkait berlangsung lebih cepat dan efektif.
Selain itu, seluruh laporan akan terdokumentasi secara sistematis dan dapat dipantau secara menyeluruh oleh pihak terkait.

“Data laporan, baik yang telah selesai, sedang diproses, maupun yang mengalami kendala, dapat diakses untuk memastikan transparansi dan efektivitas penanganan,” jelas Hendry.

Bahkan, dalam tahap lanjutan, Bupati Lampung Selatan juga dapat berkomunikasi langsung dengan pelapor untuk memperoleh umpan balik terhadap pelayanan yang diberikan.

Saat ini, fitur pengaduan telah ditempatkan di halaman utama agar mudah diakses masyarakat. Ke depan, layanan ini juga akan dilengkapi fitur tambahan, seperti informasi harga bahan pokok di enam pasar yang terintegrasi melalui aplikasi Go Track.
Dengan berbagai fitur tersebut, “Hallo Lamsel” diharapkan menjadi pusat layanan digital yang mempermudah interaksi antara pemerintah dan masyarakat. (Is-Kmf)

Share:

Pererat Silaturahmi: K3S Penengahan Lampung Selatan Halal Bihalal


PENENGAHAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lampung Selatan melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Penengahan menggelar kegiatan halal bihalal dan koordinasi pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan itu dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Sukabaru Penengahan. Dihadiri oleh Koordinator Wilayah (Korwil) XI Pendidikan Kecamatan Penengahan Robani, Ketua K3S Evi Septiana, para kepala sekolah SDN dan staf se-Kecamatan Penengahan, pengawas pendidikan, serta dewan guru lainnya.

Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan pendidikan dalam menjalankan program kerja tahun 2026

Dalam sambutannya, Korwil XI Robani, menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan profesionalisme dalam dunia pendidikan.

Ia mengajak seluruh kepala sekolah untuk terus meningkatkan kedisiplinan, kesiapan, serta kualitas proses belajar mengajar di masing-masing satuan pendidikan.

“Pasca Idul Fitri ini menjadi momen saling memaafkan sekaligus memperkuat komitmen kita dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kepala sekolah harus sigap, disiplin, dan mampu membangun kolaborasi yang baik dengan para guru,” tegasnya.

Robani juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap penggunaan media sosial di kalangan pelajar, khususnya usia dini.

Meski belum ada edaran resmi, pihaknya telah mengimbau sekolah agar lebih waspada terhadap dampak negatif globalisasi.

“Peran orang tua sangat penting. Guru hanya mendidik di sekolah, selebihnya di rumah menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua K3S Kecamatan Penengahan sekaligus kepala sekolah SDN 3 Sukabaru Evi Septiana, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana evaluasi dan peningkatan kinerja pendidikan.

“Ini momentum untuk saling memaafkan, memperkuat kebersamaan, serta mengevaluasi program yang telah berjalan. Ke depan, kita harus lebih solid dan bersinergi demi peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh kepala sekolah di Kecamatan Penengahan semakin kompak, adaptif, dan mampu menghadirkan inovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di wilayahnya. (Is)

Share:

Gandeng BUMN, Bupati Egi Siapkan Pariwisata Lampung Selatan ke Level Nasional


LAMSEL, Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali menjajaki kolaborasi strategis dengan Danantara untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi desa, sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan membuka peluang baru di sektor unggulan daerah.

Langkah tersebut ditandai dengan pembahasan lanjutan yang dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama perwakilan Danantara, InJourney, PTPN, serta sejumlah BUMN lainnya, di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan (FSP), Gedung BP BUMN, Jakarta Pusat ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Lampung Selatan dalam menjadikan sektor pariwisata sebagai prioritas pembangunan daerah pada periode 2026-2027.

Bupati Egi menegaskan, pengembangan pariwisata ke depan akan difokuskan pada konsep berkelanjutan berbasis potensi desa, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Kami ingin menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan. Keindahan alam Lampung Selatan adalah potensi besar yang belum sepenuhnya dikenal luas,” ujar Egi.

Ia menjelaskan, posisi geografis Lampung Selatan yang strategis sebagai gerbang Pulau Sumatra menjadi keunggulan tersendiri dalam menarik arus wisatawan, terutama dari Pulau Jawa.

“Lampung Selatan adalah beranda Sumatra. Ini peluang besar untuk mengembangkan pariwisata yang mampu menarik lebih banyak kunjungan,” katanya.

Menurut Egi, kawasan yang direncanakan untuk dikembangkan memiliki kekuatan pada bentang alam, mulai dari garis pantai hingga panorama alami yang berpotensi menjadi daya tarik wisata kelas menengah ke atas.

Segmentasi tersebut dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih signifikan, terutama dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar kawasan wisata.

“Kami melihat potensi ini sangat besar. Jika dikelola optimal, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat melalui peningkatan ekonomi lokal,” jelasnya.

Untuk memperkuat pengembangan tersebut, Pemkab Lampung Selatan juga terus mendorong peningkatan infrastruktur, mulai dari akses jalan menuju destinasi wisata, konektivitas antar kawasan, hingga penguatan layanan digital.

Selain itu, kemudahan investasi menjadi fokus utama melalui penyederhanaan perizinan, digitalisasi layanan publik, serta penciptaan iklim investasi yang transparan dan kondusif.

Sementara itu, Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan BP BUMN, Hambra, menilai potensi kerja sama pengembangan kawasan wisata di Lampung Selatan cukup besar, meski masih membutuhkan kajian lebih mendalam.

“Dari hasil pemaparan, kawasan ini memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Selanjutnya akan dilakukan kajian lebih detail untuk menentukan skema kerja sama yang tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah berikutnya adalah mendorong penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan awal kolaborasi antar pihak.

Dengan pembahasan lanjutan ini, kolaborasi antara Pemkab Lampung Selatan dan BUMN diharapkan segera terealisasi, sekaligus menghadirkan destinasi wisata baru yang kompetitif dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Is-Kmf)

Share:

Unila Gelar Pilmapres Tingkat Universitas

 (


Unila): Universitas Lampung (Unila) kembali menggelar ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat universitas tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung B Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Kamis, 2 April 2026, dan menjadi ruang bagi mahasiswa terbaik Unila untuk menampilkan gagasan, inovasi, serta capaian akademik dan nonakademik mereka.

Dua belas mahasiswa terbaik mengikuti seleksi tingkat universitas, terdiri atas delapan mahasiswa program sarjana dan empat mahasiswa program diploma. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai fakultas di Unila yang sebelumnya berhasil meraih peringkat pertama pada seleksi Pilmapres tingkat fakultas.

Kegiatan ini turut dihadiri Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Sunyono, M.Si., kepala bagian akademik, para wakil dekan bidang kemahasiswaan dan alumni, dewan juri, serta para mahasiswa peserta Pilmapres.


Dalam sambutannya, Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah mewakili fakultas masing-masing. Ia menegaskan bahwa setiap peserta merupakan mahasiswa terbaik dari fakultasnya.


“Tidak terpilih di tingkat universitas bukan berarti tidak terbaik. Kalian tetap mahasiswa terbaik dari fakultas masing-masing,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing dan dewan juri yang telah berperan dalam proses seleksi, serta berharap kegiatan ini dapat melahirkan wakil terbaik Unila untuk bersaing di tingkat nasional.


Menurutnya, Pilmapres bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kapasitas diri, baik dari sisi akademik maupun nonakademik. Melalui ajang ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan gagasan inovatif dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.


Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Sunyono, turut memberikan motivasi kepada para peserta. Ia menekankan Pilmapres merupakan perjalanan untuk mengasah potensi diri dan keberanian dalam menyampaikan ide.


“Pemilihan Mahasiswa Berprestasi bukan sekadar kompetisi. Ini adalah panggung bagi gagasan besar dan ruang bagi keberanian untuk tampil. Apa pun hasilnya hari ini, kalian semua adalah juara,” ungkapnya.


Seleksi Pilmapres meliputi beberapa komponen penilaian, yaitu capaian unggulan, produk inovatif, karya tulis ilmiah atau gagasan konstruktif, presentasi, serta kemampuan berbahasa Inggris melalui video maupun pemaparan langsung.


Untuk program diploma, komponen penilaian terdiri atas capaian unggulan 40 persen, produk inovatif 40 persen, dan kemampuan bahasa Inggris 20 persen. Sementara pada program sarjana, penilaian mencakup capaian unggulan 35 persen, gagasan konstruktif 35 persen, dan kemampuan bahasa Inggris 30 persen.


Setelah melalui proses presentasi dan penilaian dewan juri, diumumkan para pemenang Pilmapres Unila 2026. Pada program sarjana, peringkat pertama diraih oleh Deni Kurniawan (FH) dengan total nilai 130,04.


Peringkat kedua diraih Maureen Cahayli (FEB) dengan nilai 128,04, diikuti Vika Aulia Royani (FMIPA) di peringkat ketiga dengan nilai 127,95. Peringkat keempat diraih M. Zuruki (FT) dengan nilai 117,45, dan peringkat kelima Amar Ageng Kurniawan (FKIP) dengan nilai 110,54.


Selanjutnya, peringkat keenam diraih Jihan Siti Muthmainah (FK) dengan nilai 98,68, peringkat ketujuh Dinal Azmi (FISIP) dengan nilai 85,56, serta peringkat kedelapan Muhammad Hibban Fadlurrohman Ayyasy (FP) dengan nilai 82,05.


Sementara itu, pada program diploma, peringkat pertama diraih Luthfia Zahra Delfi (FEB) dengan nilai 66,51. Peringkat kedua diraih Fira Agustina Nur Rahma (FISIP) dengan nilai 55,67, peringkat ketiga Nayla Sin Fathimah (FT) dengan nilai 47,88, dan peringkat keempat Hasna Lailatul Karimah (FMIPA) dengan nilai 55,55.


Menutup kegiatan tersebut, Rektor Unila berharap hasil seleksi Pilmapres tahun ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan gagasan dan inovasi hingga ke tingkat yang lebih luas.


“Mudah-mudahan perwakilan Unila dapat melaju hingga tingkat nasional. Terus kembangkan proposal dengan ide-ide brilian yang kalian miliki, bahkan hingga mampu meraih prestasi di tingkat internasional,” ujarnya.


Pilmapres Unila 2026 tidak hanya menjadi ajang seleksi mahasiswa terbaik, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda kampus untuk berani berpikir besar, berkarya, dan membawa nama baik universitas di tingkat nasional maupun internasional

Share:

Viral Gunung Rajabasa Longsor, Tokoh Adat dan Masyarakat Gelar Musyawarah


LAMPUNG SELATAN – Jagat media sosial dihebohkan dengan kabar terjadinya longsor di kawasan hutan lindung Gunung Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Fenomena ini memicu kekhawatiran massal mengingat peran vital gunung berapi tersebut sebagai "tameng" alami bagi pemukiman warga dan jalur ekonomi strategis di ujung Sumatera.

Para tokoh adat dan tokoh masyarakat lereng gunung Rajabasa Lampung Selatan gelar musyawarah di Lamban Balak Marga Legun Desa Kesugihan guna antisipasi serta mengatasi agar kedepannya tidak ada peristiwa yang cukup besar seperti di daerah Aceh dan sekitarnya,

Turut hadir dalam mufakat tersebut, tokoh adat dan tokoh masyarakat. Pangeran tiang marga legun, Pangeran Rajabasa, Panglima Alip jaya, Budi Setiawan, Saiful dari LBH,

Ketua GMBI Lampung Selatan Casmayanto.

Temunggung Kebandaraan Marga Legun.


Informasi ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Facebook "Bang Donie Reall" yang menyertakan laporan dari Ketua LPHD dan Pembina KUPS Leweng Kolot Sumur Kumbang. Berdasarkan data awal, longsoran diperkirakan memiliki dimensi lebar sekitar 20 meter dan panjang mencapai 100 meter, dengan kemiringan tebing yang sangat ekstrem berkisar antara 85 hingga 95 derajat.


Dalam video penelusuran yang diunggah warga, tampak jelas perubahan signifikan pada struktur morfologi tebing. Dari kejauhan, area yang terdampak longsor terlihat berwarna putih kekuningan, menunjukkan terbukanya lapisan tanah dalam akibat pergeseran masif.


"Warga Kalianda melakukan penelusuran langsung ke lokasi. Hasilnya menunjukkan tebing benar-benar longsor dengan material batu-batu besar yang berserakan di bawahnya," jelas suara pria dalam video yang kini banyak dibagikan ulang tersebut.


Peristiwa ini memancing ribuan reaksi netizen yang mayoritas menyuarakan do'a keselamatan sekaligus kritik tajam terhadap pengelolaan kawasan hutan.


Keselamatan Wilayah: Akun Devi Desiana menuliskan harapannya agar seluruh masyarakat Lampung dilindungi, mengingat Gunung Rajabasa adalah pelindung utama wilayah tersebut.


Pentingnya Kelestarian: Akun Asia Wati dari Way Kanan mengingatkan bahwa kerusakaan di Rajabasa dapat berdampak pada stabilitas Lampung sebagai gerbang ekonomi antara Pulau Jawa dan Sumatra.


Kritik Terhadap Pemerintah: Akun Pom Pom secara tegas meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk bertindak berani terhadap oknum yang membuka lahan di zona lindung. "Apa pun alasannya, dampaknya bisa fatal," tulisnya.


Gunung Rajabasa memiliki ketinggian 1.281 meter di atas permukaan laut dan secara teknis merupakan gunung berapi aktif meskipun tidak memiliki catatan letusan besar. Letaknya yang bersinggungan langsung dengan garis pantai Teluk Lampung dan Selat Sunda menjadikan stabilitas lerengnya sangat krusial untuk mencegah bencana susulan seperti banjir bandang atau longsor yang lebih luas.


Unggahan masyarakat melalui akun Regas Netral juga memberikan peringatan keras (Tabikpun) agar masyarakat di sekitar lereng bersama-sama menjaga kelestarian hutan dari "tangan-tangan kotor" yang merusak alam demi kenyamanan anak cucu di masa depan.


Hingga saat ini, pihak Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan maupun Kementerian Kehutanan belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden longsor ini. Masyarakat berharap segera ada langkah mitigasi, termasuk peninjauan teknis ke lokasi untuk memastikan apakah longsoran ini berpotensi membahayakan desa-desa di kaki gunung. (Red)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts