Portal Berita Online

Ketua DPRD Lampung Sosperda PIP


Bandar Lampung — Pimpinan DPRD Provinsi Lampung memastikan bahwa kegiatan rutin yang digelar setiap bulan, yaitu Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda), dan SosialIsasi Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) terlaksana hingga Desember 2023.


“Ya, agenda Sosperda dan PIP untuk 85 anggota DPRD Provinsi Lampung sampai Desember 2023. Kegiatan lembaga DPRD ini kan, sudah masuk dalam rencana kerja dan anggarannya pun sudah kita anggarkan,” kata Ketua DPRD Provinsi Lampung, Mingrum Gumay, Senin (29/05/2023).


Namun, kata Mingrum. Untuk ditahun 2024, dirinya belum bisa memastikan apakah kegiatan rutin lembaga DPRD tersebut bisa tetap digelar atau tidak.


“Nah, kalau untuk tahun depan. Saya belum bisa pastikan. Karena, tentunya akan ada pembahasan terlebih dahulu. Tapi, kalau untuk ditahun 2023, terlaksana hingga Desember,” ungkapnya.


Soal pelaksanaannya di akhir tahun 2023 nanti beriringan dengan tahapan Pemilu, Politisi PDI Perjuangan Lampung itu mengaku semua ada aturan yang harus ditaati oleh semua peserta Pemilu.


“Gak masalah, kan ada PKPU yang mengatur itu, ada UU Pemilu. Mau dia petahana atau bukan. Ketika saat kampanye ada hal – hal yang dilanggar. Maka, tegakkan aturan itu. Apalagi, calon itu adalah petahana” ujarnya.


Artinya, Mingrum melanjutkan. Program kelembagaan dalam hal ini DPRD, merupakan program resmi yang bukan milik orang per-orang, atau partai politik. Kemudian disahkan melalui APBD dan mendapat persetujuan serta evaluasi dari Kementrian.


“Jadi, tahapan pelaksanaan dilapangan harus mengikuti aturan dan prosedur yang ada. Tapi, ketika dilapangan menjumpai sejumlah persoalan, oleh oknum. Maka, sangat disayangkan. Karena, ini kegiatan kelembagaan, untuk kepentingan masyarakat,” kata Mingrum

Sumber WARTAPOST.CO.ID,


Share:

DPRD Lampung Minta Perda Ditegakkan Sesuai Peraturan


Bandar Lampung — Komisi I DPRD Provinsi Lampung meminta kepada pemerintah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, agar benar – benar menegakkan Peraturan Daerah Nomor 07 tahun 2017, tentang Pengelolaan Distribusi Gabah secara tegas. Jangan terkesan Mati Suri

“Saya minta Perda yang sudah ada, yaitu Perda Nomor 07 tahun 2017 itu ditegakkan oleh OPD terkait. Jangan mati suri,” kata Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Lampung, Sahdana. Usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Satgas Pangan. Di Ruang Rapat Besar. Rabu (31/05/2023).

Menurutnya, penegasan yang diutarakan memiliki dasar yang jelas. Yaitu, Perda sudah dibuat sejak 2017 lalu. Namun, implementasi dari Perda tersebut tidak berjalan. Padahal, didalam Perda itu sendiri sudah komplit. Dengan tujuan, Padi yang ada di Lampung tidak dikirim keluar.

“Jadi, tadi saya dan teman – teman komisi minta pihak terkait, khususnya Pol PP untuk benar – benar menegakkan Perda itu,” ujarnya.

Namun disisi lain, kata Sahdana. Keluarnya penjualan padi ke daerah lain, didasari atas harga beli didalam daerah murah. Sementara, pengusaha luar lampung menawarkan harga tinggi. Sehingga, masyarakat petani lebih memilih luar daerah.

“Nah, disini peran pengawasan dari Provinsi dan kabupaten/kota sendiri tidak ada. Padahal Perdanya sudah ada, ini sudah kita sampaikan tadi di forum rapat. Agar, Pol PP benar – benar kerja,” ungkapnya.

Padahal, Sahdana melanjutkan. Ketika peran pemerintah Provinsi Lampung sendiri aktif, hingga kepala desa, camat dan Pemkab hadir. Persoalan Padi ini tidal terjadi. “Dikampung itu, Pak Kades tahu persis jumlah lahan petani, bahkan pembeli padi pun mereka tau. Tapi, mereka diam dan tidak mencegahnya untuk tidak menjual hasil panen ke daerah luar. Ini tidak boleh terjadi lagi, tegakkan Perda ini,” kata dia.
Sumber WARTAPOST.CO.ID,


Share:

Syarif Hidayat Dorong Anak Muda Jadi Legislator


Bandar Lampung – Syarif Hidayat anggota DPRD Provinsi Lampung mendorong anak muda untuk dapat berani berpolitik. Namun dengan pembekalan dan juga pemikiran yang memahami.

Hal tersebut diungkapkan oleh Syarif Hidayat dalam kegiatan reses yang digelar di Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandarlampung, pada Jum’at (02/06/23).

Dalam reses tersebut, syarif juga menyerap aspirasi dari kaum milenial yang saat ini tengah menjadi perhatian. Dimana anak-ank muda saat ini mulai aktif berpolitik, berbisnis, menjadi pelaku dari UMKM dan masih banyak lagi.

“Hal ini menunjukkan keberadaan kaum milenial perlu untuk di arahkan supaya dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat, dengan kreatifitas, produktifitas yang dimiliki untuk menabur manfaat pada masyarakat,” ungkap politikus PKS.

Selanjutnya, Alfa salah satu milenial asal Lamongan yang kini menempuh pendidikan S2 di Kota Bandarlampung mengatakan dirinya pernah ditawarkan menjadi caleg di kampung halamannya namun dirinya belum merasa pantas.

“Izin pak syarif, saya juga pernah ditawarkan menjadi caleg di Lamongan namun saya merasa diri saya belum pantas, sebab saya belum pernah turun di dunia politik. Untuk itu saya ingin meminta hal-hal apa saya yang perlu disiapkan untuk maju sebagai anggota legislatif,” tanya alfa.

Kemudian, Syarif menyampaikan beberapa motivasi untuk mendorong anak muda ikut terjun ke dunia politik.

“Tentu yang pertama dilakukan adalah memilih partai yang visi misinya sehati, kemudian belajar tentang politik yang ada, apa saja tugasnya jika nanti terpilih menjadi anggota legislatif, sehingga ketika nanti menjabat kita memahami kerja-kerja yang kita perlu lakukan,” ujarnya.

Syarif juga berharap anak muda tidak anti untuk berpolitik, supaya dapat memberikan manfaat untuk masyarakat.

Sumber Kinni.id

Share:

Nurhasanah Reses di Pringsewu


PRINGSEWU– Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil III (Metro, Pesawaran dan Pringsewu) Hj. Nurhasanah, SH.,MH dari Fraksi PDI Perjuangan menggelar kegiatan Reses bersama DPC, PAC dan Ranting serta Masyarakat di Desa Kresno Mulyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu. Jum’at, 2 Juni 2023.

Masa reses adalah waktu anggota DPRD melakukan kunjungan ke Daerah pemilihan (Dapil) untuk menjalankan tugas-tugasnya sebagai wakil rakyat. Reses dilakukan dalam rangka anggota DPRD menjalankan tugasnya dalam hal legislasi, penganggaran, dan pengawasan serta Reses merupakan kewajiban bagi anggota DPRD dalam menjaring informasi untuk kemudian disalurkan.

Kegiatan Reses tersebut dihadiri oleh Kader PDI-Perjuangan terdiri dari DPC, PAC, Ranting, dan Kepala Desa, Babinkamtibmas, Babinsa Serta Masyarakat Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu.

Anggota DPRD Provinsi Lampung ini Hj. Nurhasanah, SH.,MH. Terlihat turun dan Berdialog Langsung mendengarkan Aspirasi-aspirasi yang disampaikan Oleh Masyarakat, kebutuhan masyarakat dan keluhan warga tentunya akan didengarkan dan dicatat olehnya.

“Hj. Nurhasanah dalam Sambutannya mengatakan, Kegiatan Reses ini Penting dilakukan guna mendengarkan secara langsung aspirasi yang ada di masyarakat. Sehingga nantinya bisa diambil sebuah keputusan yang terbaik, Saya turun langsung ke Dapil untuk mendengar dan menyerap aspirasi dari masyarakat.

"Semua keluhan yang disampaikan masyarakat akan menjadi masukan untuk kerja saya di DPRD, mendengarkan segala keinginan warga adalah kewajiban saya selaku wakil rakyat, dan ini menjadi landasan saya untuk menyampaikan ke Pemerintah,” ujar tokoh perempuan Lampung Berprestasi ini.

Lebih lanjut Nurhasanah yang juga Ketua Pengda TP Sriwijaya Provinsi Lampung menyampaikan, “Hasil Pelaksanaan Reses dan usulan-usulan yang sudah disampaikan masyarakat kepada saya baik itu Pembangunan insfrastruktur, Kesehatan, Pendidikan dan lain-lain akan saya tindaklanjuti sebagai usulan di Tahun 2024.” ucapnya.

”Yang terakhir Ketua DPRD Provinsi Lampung Periode 1999 – 2004 tersebut mengungkapkan, Aspirasi yang sudah disampaikan bapak dan ibu pada kesempatan hari ini, bakal saya catat dan saya sampaikan, dengan tujuan apa yang menjadi harapan semua yang hadir ini dapat terakomodir dengan baik,” tutup Srikandi PDI-Perjuangan tersebut.

Sumber media fakta

Share:

FX. Siman Reses di Pringsewu


Pringsewu — Respon cepat dilakukan anggota DPRD Provinsi Lampung, terhadap aspirasi masyarakat Lampung khususnya Daerah Pemilihan III, meliputi Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, dan Kota Metro. Hal tersebut dibuktikan dengan pemberian bantuan uang tunai untuk pembangunan Gereja St. Thomas Waringinsari, Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu.

Sambil meneteskan air mata dan isak tangis, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung, FX. Siman mengatakan pemberian yang diberikan hanya bersifat membantu, dan tidak seberapa nilainya. Dengan harapan, apa yang diberikan bisa sedikit bermanfaat bagi pembangunan Gereja St. Thomas.

“Saya sangat sedih dan terharu. Saya melihat pembangunan ini, tapi saya gak bisa membantu banyak. Mudah – mudahan bisa membantu jamaah disini yang sedang memperbaiki Gereja ini,” kata Anggota DPRD Provinsi Lampung, FX. Siman. Jumat (02/05/2023).

Menurutnya, sikap terharu pada saat ini merupakan bentuk panggilan hati yang terdalam. Terlebih, bantuan yang diberikan merupakan sarana ibadah bagi ummat Katolik. “Saya tidak bisa berbuat lebih, saya tidak bisa ngasih banyak. Bantuan ini semoga bermanfaat,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Romo Beni mengatakan perhatian dan keperdulian Anggota DPRD Provinsi Lampung FX. Siman, menjadi kebanggaan bagi umat Katolik Kabupaten Pringsewu.

“Mewakili ummat Katolik mengucapkan terimakasih, atas kehadiran Pakde Siman, dengan hadir melihat langsung. Ini menjadi perhatian yang lebih dari Pakde, sehingga bisa langsung hadir disini,” kata Romo Beni.

Bahkan, Romo Beni melanjutkan. Kehadiran Pakde Siman membawa semangat dan angin segar umat Katolik Sukoharjo Pringsewu. Karena, keperdulian dari anggota legislatif mencerminkan kebhinekaan NKRI.

“Terimakasih, kehadiran Pak Siman membawa angin segar dan semangat. Karena, sudah mensupport kami dalam perkembangan ummat Katolik,” ungkapnya.

Selain itu, Romo Beni mengungkapkan bahwa pembangunan yang sedang berjalan berkat support dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pringsewu. “Ya, untuk diketahui. Dari Pemda Pringsewu mendapat bantuan 100 juta. Bantuan itu sendiri tidak terlepas peran semua pihak,” ungkapnya.

Sumber WARTAPOST.CO.ID

Share:

Ni Ketut Dewi Nadi Reses di Seputih Raman


LAMPUNG TENGAH – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan, Ni Ketut Dewi Nadi ST menggelar silaturahmi dan serap aspirasi masyarakat.


Reses tahap ke dua Masa Sidang dua tahun 2023 Dapil 7 Lampung Tengah tersebut berlangsung di Rumah Aspirasi KDN Kampung Rama Dewa Kecamatan Seputih Raman, Sabtu (3/6/2023).


Dalam kegiatan reses tersebut dihadiri oleh Kepala Kampung Rama Dewa ,Tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan Bhabinkamtibmas Polsek Seputih Raman.


Sri kandi PDI Perjuangan akrab di sapa KDN itu mengatakan kegiatan reses tersebut merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh anggota DPRD untuk mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat.


“Sehingga, dapat mendengar langsung permasalahan warga dan menjadi aspirasi masyarakat untuk di perjuangkan,” lanjutnya.


“Ini sudah menjadi kewajiban sebagai Anggota Dewan dalam menjalankan tugas kita untuk melayani rakyat, memperjuangkan nasib mereka dan memenuhi hak-haknya,” ucap Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung tersebut, usai gelar reses pertama.


Ni Ketut Dewi Nadi menambahkan bahwa, semua keluhan masyarakat sama dengan daerah lain yaitu terkait infrastruktur, perbaikan jalan usaha tani, pertanian, pupuk yang langkah dan kalaupun ada harga pupuk pasti mahal.


“Semua aspirasi masyarakat tadi sudah kita catat, data-data tersebut, nanti akan kita pelajari untuk kemudian kita perjuangkan,” sambungnya.


“Dan nantinya akan di pilah menjadi prioritas dan yang tidak, tetapi semua akan kita realisasikan,” pungkasnya.


Ada pun Aspirasi yang sudah terealisasi kan adalah Jalan Provinsi dari Kecamatan Kota Gajah sampai dengan Kecamatan Seputih Raman yang kedua jalan lingkungan Lapen di kampung Rama Dewa kecamatan Seputih Raman


Sumber L86News.com


Share:

Anggota DPRD Lampung Kostiana Siap Tindaklanjuti Keluhan Warga Soal Infrastruktur


Bandarlampung - Infrastruktur dan drainase masih menjadi keluhan utama warga Lingkungan I Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian saat menghadiri giat serap aspirasi atau reses yang digelar Anggota DPRD Provinsi Lampung Kostiana di Kelurahan setempat.


Seperti yang diutarakan Saleh, warga setempat yang mengeluhkan jalan rusak dan minta perbaikan jalan dengan diaspal. “Jalan di lingkungan ini banyak yang rusak Bu, kami selaku warga minta ada perbaikan,” ucap Saleh.


Lain halnya dengan Saleh, Firman warga RT 06 mengeluhkan minimnya drainase.


Menanggapi hal tersebut, Kostiana yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan Lampung ini mengaku siap menindaklanjuti keluhan warga dengan mengupayakan agar masuk dalam E-pokir di program kerja mendatang.


“Bapak Ibu kebetulan saya menjabat sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung. Insyaallah ini akan kita tindak lanjuti dan berkordinasi dinas terkait untuk diupayakan perbaikan,” ucap Kostiana.


Namun menurutnya, usulan tersebut harus melalui proposal yang disetujui oleh warga dan pamong setempat. 


Sumber Lampung way


 

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts