Portal Berita Online

Ratusan Film Bersaing Jadi Terbaik dalam FFL 2024! Ini Karya Terjauh dari Peserta


BANDARLAMPUNG – Festival Film Lampung (FFL) 2024 berhasil mengumpulkan karya sineas muda hingga ratusan dalam pendaftaran dan pengumpulan pada 17 Januari - 1 April 2024.

Adapun jumlah karya yang diterima panitia FFL 2024 sebanyak 214 film. Film yang dikirimkan peserta mulai dari durasi 5 hingga 20 menit.

Wakil Ketua Pelaksana FFL 2024 Silpana Herman mengatakan karya film yang masuk ke panitia beragam. “Terjauh dari Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk kategori umum dan untuk pelajar juga berasal dari SMA Santa Maria Maumere, NTT,” ucapnya.

Menurut dia, untuk film yang dikirim didominasi oleh peserta tahun lalu. “Ada beberapa karya film yang tahun sebelumnya mengikuti FFL dan tahun ini kembali mengirimkan karyanya,” ujarnya.

Silpana –biasa dia disapa – menerangkan dari 214 karya film yang masuk setelah dilakukan pengecekan kelengkapan administrasi terdapat 125 film yang lolos. “Film yang lolos kelengkapan administrasi akan dikurasi oleh juri lokal,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Darmajaya Computer & Film Club (DCFC) Briliant Hibatullah mengatakan pelaksanaan FFL ini merupakan kali keenam belas yang digelar oleh UKM DCFC. “Untuk tahun ini kita mengangkat tema “Momen Manis Karya yang Dinamis” dan alhamdulillah antusias sineas muda sangat banyak dari jumlah karya yang masuk,” ungkap dia seperti dikutip dari https://darmajaya.ac.id.

Masih kata dia, antusias sineas muda Lampung juga semakin meningkat. “Ada dua kabupaten yakni Pringsewu dan Lampung Utara yang mengirimkan karya terbanyak di Provinsi Lampung,” tuturnya.

Untuk diketahui, Festival Film Lampung akan memberikan 14 penghargaan dalam Malam Anugerah pada 24 Mei 2024. Penghargaan tersebut yakni film terbaik, film Lampung terbaik, film terfavorit kategori umum, film favorit kategori Lampung, sutradara terbaik, aktor terbaik, aktris terbaik, penyunting gambar terbaik, penata gambar terbaik, penata suara terbaik, ide cerita terbaik, film kategori pelajar terbaik, pemeran pendukung pria terbaik, dan pemeran pendukung wanita terbaik. (**)

Share:

Orang Tua Santri Ponpes Miftahul Huda 606 Kalianda Minta Keadilan


Lampung Selatan - Orang tua santri korban mendatangi kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lampung Selatan Ecep Marwan, Kamis (18/4/2024). 


Kedatangannya untuk menuntut rasa keadilan atas meninggalnya, Muhamad Fiqih adalah salah satu santri Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda 606 Kalianda, Lampung selatan. 


Kasus ini sampai sekarang belum ada kejelasan tindaklanjut perkembangannya. Orang tua bersama RT Marzuki mendatangi kantor PPPA dan bertemu dengan, Acam Suryana Kepala KUPT PPPA. Acam menyampaikan akan menanyakan ke rumah sakit terkait hasil autopsi forensik yang sekarang belum keluar.


"Dan akan berkoordinasi juga dengan fihak penyidik Polres Lampung selatan terkait perkembangan kasusnya sejauh mana,” ungkapnya. 


Pengakuan ayah korban, berdasarkan informasi dari Dokter Ketrin berdasarkan hasil Autopsi Forensik ditemukan 7 titik pukulan yang membuat ayah korban tanda tanya, sedangkan menurut pengakuan ayah korban hasil yang mengikuti gelar perkaran hanya 2 titik pukulan ini yang menjadi pertanyaan ayah korban ini menjadi ke janggalan dalam gelar perkara.


Sementara pihak pondok pesantren Miftahul Huda 606 Kalianda Lampung Selatan belum berhasil dikonfirmasi meski sudah dihubungi berulang. 



Diketahui, Polres Lampung Selatan menetapkan satu tersangka dalam kasus kematian Muhammad Fiqih, santri Pondok Pesantren Miftahul Huda 606 Kalianda yang tewas usai mengikuti kegiatan pencak silat. Tersangka merupakan senior korban. 


Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin mengatakan penetapan tersangka berinisial A (17) setelah pihaknya melakukan gelar perkara.


“Sudah, ada satu tersangka berinisial A. Penetapan tersangka ini setelah kami melakukan gelar perkara dan adanya dua alat bukti yang cukup,” katanya


Yusriandi menjelaskan, tersangka A merupakan senior korban Muhammad Fiqih baik di pondok pesantren maupun di perguruan pencak silat.


“Dia ini statusnya santri juga, dia senior korban di ponpes dan di perguruan pencak silat nya,” ungkap dia.


Polisi Sebut Santri Pencak Silat Tewas Usai Jalani Hukuman

Hingga penetapan tersangka, polisi telah memeriksa 12 saksi. Untuk tersangka A sendiri hingga kini belum dilakukan penahanan.


“Yang diperiksa itu sudah 12 orang, 1 pengurus ponpes, 1 saksi ahli dan 10 dari santri. Belum, belum dilakukan penahanan untuk tersangkanya,” jelas Yusriandi.


Atas penetapan ini, tersangka A dijerat dengan Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat 3 Undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Pemerintah pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang ancaman 15 tahun penjara.(Tim).

Share:

Gandeng CSR, Bupati Lampung Selatan Kembali Serahkan Bantuan Bedah Rumah di Kecamatan Natar


Lampung Selatan - Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto kembali menggulirkan program bantuan bedah rumah untuk rumah tidak layak huni (RTLH).


Kali ini, bantuan program bedah rumah yang berasal dari dana CSR PT Haida Biotecnology Indonesia diberikan kepada 3 warga dari Desa Sukadamai, Bandarejo dan Sidosari, Kecamatan Natar. Serta bedah rumah dari dana Geserbu diberikan kepada warga Kaliasri Kecamatan Natar.


Dana bantuan sebesar Rp.20 juta itu diberikan Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto kepada Camat Natar, Supiah, selaku koordinator pembangunan bedah rumah tersebut.


“Ini dana pembangunannya saya serahkan ke bu camat. Kalau kurang-kurang bu camat tambahin,” cetus Nanang disela menyerahkan bantuan, Jumat (19/4/2024).


Pada kesempatan itu, Nanang kembali mengingatkan kepada Camat dan Kepala Desa setempat untuk menggalakkan budaya gotong-royong dalam proses pembangunan.


“Budaya gotong-royong ini jangan dihilangkan, berdayakan masyarakat sekitar. Karena ini pondasi dasar bangsa kita. Harus kita tanamkan kepada anak cucu kita,” kata Nanang.


Nanang berharap, dengan program bedah rumah dari pemerintah daerah maupun pihak swasta tersebut dapat membantu masyarakat agar memiliki rumah tak layak huni menjadi rumah yang layak huni dan menempati rumahnya dengan lebih nyaman dan sehat.


“Mudah-mudahan bantuan bedah rumah ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Nanti bu camat sebagai koordinator, saya minta pak Kades, para UPT, ajak masyarakat untuk bergotong-royong bantu pembangunannya, supaya rumah warganya bisa layak huni,” imbuh Nanang.


Sementara, mendapat bantuan dari orang nomor satu di Kabupaten Lampung Selatan, Ningsih Nurida merasa terharu dan banyak mengucap terima kasih.


“Alhamdulillah, saya senang dan terharu. Terima kasih pak bupati dan Pemda Lampung Selatan. Saya doakan diberi umur panjang dan lancar selalu,” tutur Ningsih dengan mata berkaca-kaca. 

(Kmf/Is)

Share:

Sisihkan Rupiah, Wartawan Lampung Selatan Bantu Program Geserbu


Lampung Selatan, - Wartawan Lampung Selatan menyatakan kesiapannya mendukung Gerakan Seribu Rupiah (Geserbu) Program Swasembada Rumahku.


Hal ini diungkapkan Ketua PWI Lampung Selatan, Supradianto, saat ditemui tim ini di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (18/4/2024).


Supradianto menyatakan, pihaknya bersama dengan sejumlah media lainnya telah sepakat memberikan dukungan dana, untuk membantu perbaikan rumah masyarakat yang tidak layak huni.


“Karena media ini kan dibawah naungannya Dinas Kominfo, maka kami akan ikut berpartisipasi melalui Geserbu Dinas Kominfo,” ujar Supradianto.


Melalui komitmen ini, Supradianto berharap, media di Lampung Selatan dapat memberikan dampak positif yang nyata untuk masyarakat yang membutuhkan.


“Kami juga mengimbau kepada seluruh media untuk turut serta berpartisipasi dalam program ini. Tidak dipaksakan, karena memang program sosial, membantu masyarakat, jadi harus ikhlas,” kata Supradianto.


Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Lampung Selatan, Anasrullah, mengaparesiasi niat baik dari para wartawan yang ada di Lampung Selatan.


Anasrullah berharap, niat baik dari para wartawan tersebut bisa memberikan motivasi kepada pihak lain untuk ikut serta terlibat dalam program Geserbu.


“Alhamdulillah, saya sangat mengapresiasi niat baik para wartawan. Ini membuktikan bahwa kebersamaan di Kabupaten Lampung Selatan sangat baik,” ujar Anasrullah.


Program Geserbu merupakan gerakan sosial yang diinisiasi oleh Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto untuk membantu masyarakat yang rumahnya tidak layak huni.


Selama tahun 2023, Pemkab Lampung Selatan telah berhasil melakukan program bedah rumah sebanyak 1.098 unit.


702 unit diantaranya dibantu dari anggaran APBD dan sisanya berasal dari Program Gerakan Sedekah Seribu (GESERBU), Baznas, dan CSR dari pihak swasta. (kmf/Is)

Share:

Kinerja Maksimal, Anggota Fraksi DPRD Lampung Ini Apresiasi Pemda


Bandarlampung - Anggota DPRD Provinsi Lampung Budhi Condrowati mengapresiasi Pemda Kabupaten Tulangbawang Barat dan juga Satuan Kerja di Pemerintahan Provinsi yang telah merespon cepat menindaklanjuti buruknya pelayanan di Puskesmas Rawat Inap Poned Mulya Asri, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat.


“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Pemda Tulangbawang Barat khususnya kepada Bapak Pj Bupati Firsada, Dinas Kesehatan setempat, Camat, dan juga Dinkes Provinsi yang juga telah tanggap dan merespon cepat keluhan masyarakat dengan menggelar sidak ke Puskesmas tersebut,” kata Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Lampung ini (17/4).


Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung ini berharap, pelayanan di Puskesmas tersebut dapat lebih baik lagi dan dapat dijadikan pembelajaran bagi semua fasilitas dan pelayanan masyarakat di Tubaba dan Lampung pada umumnya.


“(Pelayanan untuk masyarakat) Perlu dilakukan pembenahan. Bukan hanya karena sidak saja pelayanan jadi baik,” tegasnya seperti dilansir lampung way.


Ketua DPC PDI Perjuangan Mesuji juga memberikan catatan kepada Pemda setempat untuk membenahi beberapa bidang di Puskesmas tersebut, seperti tenaga kesehatan (Nakes) yang harus ramah kepada pasien maupun keluarga pasien, tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dan Umum, supir ambulan yang stand by di tempat dan juga dokter di IGD


Diketahui sebelumnya, salah satu warga Tubaba Putu Alif meninggal dunia di perjalanan menuju RS rujukan setelah tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari Puskesmas Rawat Inap Poned Mulya Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tuba Barat beberapa waktu lalu. 

Share:

Anggota DPRD Lampung: Karya JB Neuman Jadi Referensi Buya Hamka

 


Jika Indonesia punya kisah Raden Adjeng Kartini, Minangkabau punya kisah Siti Nurbaya karya Marah Rusli tahun 1922, Lampung juga punya kisah tentang sosok wanita berbalut masih kentalnya adat budaya sebelum kemerdekaan RI. 


Kisah wanita Lampung itu tertuang dalam bentuk novel yang lebih tua lagi dari Siti Nurbaya, yakni Halima karya JB Neuman, mantan residen Lampung, tahun 1911. Halima merupakan kisah cinta dari Menggala, Kabupaten Tulangbawang Masa Kolonial.



"Karya JB Neuman jadi referensi Buya Hamka ketika menulis tentang Tuanku Rao," ujar politikus Partai Demokrat Lampung M Junaidi yang juga pecinta sejarah daerah ini.


Kata anggota DPRD Lampung ini, sebelum novel Halima, ia juga menulis novel berjudul Silama yang juga berlatar Negara Ratu dan Rantau Tijang, Kabupaten Tanggamus.


Di bab awal novelnya, JB Neuman mengungkapkan kegelisahannya tentang adat cakak pepadun yang dirasa sangat mahal harganya dan berakibat pada terganggunya perekonomian warga.


"JB Neuman juga membidik pernikahan yang mesti dilatarbelakangi kesamaan kedudukan adat pada masa itu," ujar Bung Adi, panggilan Junaidi yang menyelusuri sejarah daerah ini lewat refrensi Belanda.



Berlatar adat pepadun Kabupaten Tulangbawang. Halima digambarkan sebagai sosok yang sangat cantik jelita. Gadis yang tidak diketahui siapa ayahnya, ia adalah anak angkat dari salah satu penyimbang adat di Kampung Gunung Batin.



Putra sulung Raden Mencurung, kepala Perwatin Adat Kampung Kibang Menggala yang bernama Jamin sangat mencintainya. Namun, Raden Mencurung juga jatuh hati dengan Halima.


Raden Mencurung jatuh hati karena Halima memiliki wajah yang sama dengan sosok wanita bernama Dalie, mantan kekasih Raden Mencurung.


Berbekal niat ingin menjadikan Halima sebagai istrinya, sang putra dijodohkannya dengan Mariam, putri Batin Raja Mega, penyimbang adat Menggala. Bagaimana kisah lika-liku lainnya? Kisah ini berakhir dramatis. 



Kisah kasih tersebut terus bergulir dengan latar belakang adat budaya Lampung cakak pepadun dengan segala pernak perniknya. 



Menurut Bung Adi, sungguh pantas kiranya kisah novel ini diangkat ke layar lebar sebagaimana daerah lain yang telah lebih dahulu melakukannya.



Selain tokoh utama ada tokoh lain bernama Hatija putri Pengeran Tumenggung penyimbang Menggala yang sangat dicintai oleh Muhammad Nur sahabat kecilnya.


Dalam novep, juga diungkapkan, bagaimana masa itu banyak kepala adat Lampung yang bukan berdasar trah tetua kampung, namun terpilih karena sistem pemilihan yang dibuat oleh Belanda.


Perjalanan sejarah budaya ini yang kemudian dianggap masyarakat sebagai pengkerdilan sistem adat Lampung, ujarnya.


JB Neumann menuliskan perbedaan adat dan budaya antara timur dan barat dalam kalimat: Kami memuji cinta, kehormatan, kesetiaan, dan keberanian. Mereka (pribumi) juga memujinya.

Share:

ASDP : Arus Balik Lancar, Pemudik Bertiket Capai 98,2%


Lampung - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengapresiasi atas kepatuhan seluruh pengguna jasa penyeberangan yang telah mempersiapkan perjalanan sejak jauh hari, khususnya membeli tiket ferry secara mandiri via Ferizy ataupun mitra resmi pada periode layanan arus balik Angkutan Lebaran 2024 ini, Rabu (17/04/24).


Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, pada periode Hari Lebaran Rabu (10/4) atau H hingga Minggu (14/4) atau H+3 data kami mencatat bahwa hanya terdapat sekitar 1.800 atau 1,8 persen pengguna jasa yang datang ke pelabuhan dengan kondisi tanpa tiket pada hari kedatangan untuk menyeberang,” ungkapnya.


Menurut Ira, hal ini pencapaian positif dimana arus balik penyeberangan berjalan lancar dan terkendali. “Artinya, secara data akumulatif, pemudik bertiket yang tiba di pelabuhan Bakauheni saat arus balik mencapai 98,2 persen. Bila dibandingkan arus mudik dimana jumlah tidak bertiket mencapai 32 persen atau sekitar 19.000 kendaraan,” tuturnya menyebutkan.


Selain itu, lanjut Ira, untuk mendukung kelancaran layanan arus balik Lebaran dari Pulau Sumatera menuju Jawa diperlukan kesadaran kolektif khususnya pengguna jasa pada saat _peak season_ seperti saat puncak arus mudik maupun balik. “Pencapaian pada arus balik Lebaran ini luar biasa, dimana sosialisasi massif kami direspon positif oleh pengguna jasa yang patuh untuk membeli tiket maksimal H-1 keberangkatan dan tiba di pelabuhan sesuai jadwal,” tegasnya lagi.


Selain itu, konsistensi penerapan sistem penundaan (delaying system) melalui penyediaan titik zona penyangga (buffer zone) di rest area juga menjadi _key success_ dalam kelancaran arus balik sebagai upaya menyeimbangkan antara kapasitas pelabuhan yang tersedia dengan jumlah kendaraan yang masuk ke dalam pelabuhan.


Apresiasi dalam penerapan _delaying system_ juga diberikan kepada jajaran Polda Lampung yang telah menetapkan tiga kategori yakni hijau, kuning dan merah. Dimana pelaksanaan _delaying system_ ini diterapkan jika kendaraan sudah melebihi jumlah kapasitas, dan akan dimaksimalkan pada puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 13-16 April 2024.


“Delaying system_ ini secara optimal dengan memperhitungkan secara detail dari jumlah kendaraan yang akan kembali, kapasitas dan jumlah kapal, waktu tempuh dan bongkar muat, kapasitas rest area dan buffer zone di jalan lintas serta fasilitas pendukungnya,” kata Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika beberapa waktu lalu.


Dijelaskan dia, kategori tersebut akan diterapkan secara bertahap dengan situasi kepadatan kendaraan. Kategori hijau berarti dalam kategori normal, kategori kuning ini apabila antrian sudah 1 kilometer dari pintu gerbang pelabuhan.


“Delaying system_ diterapkan dengan mengaktifkan 5 rest area dan 4 buffer zone yang ada di lintas tengah maupun lintas timur. Kemudian, kategori merah apabila antrian sudah 4 kilometer menjelang pintu gerbang, jadi ini semua rest area dan buffer zone kita aktifkan bersama. Kontigensi yang lain juga sudah kita siapkan,” papar Helmy.


Selama arus balik Lebaran, rest area yang disiapkan menuju Pelabuhan Bakauheni mulai dari Rest Area KM.87B, KM.67B, KM.49B, KM.33B, KM.20B, Jalur Arteri Gayam, Kantor Lama Balai Karantian Pertanian, RM Gunung Jati, dll.


*Sudah 79 Persen Pemudik kembali ke Jawa*

Sementara itu, Posko Data Bakauheni pada H+5 mencatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 38 unit kapal. Adapun realisasi total penumpang sejumlah 110.483 orang telah menyeberang pada H+5, diikuti kendaraan roda dua sebanyak 9.181 unit, kendaraan roda empat sebanyak 13.207 unit, dan total produksi seluruh kendaraan pada H+5 sebanyak 24.847 unit.


Secara akumulatif realisasi penumpang yang telah kembali ke Pulau Jawa dari Sumatera mulai tanggal 11 April 2024 hingga 16 April 2024 (HH s/d H+5) adalah sebanyak 656.622 orang atau mencapai 79% bila dibandingkan jumlah penumpang yang berangkat dari Pulau Jawa pada arus mudik (H-7 s/d H) sebanyak 835.718 orang.


Diikuti kendaraan roda dua yang telah kembali ke Jawa sebanyak 65.946 unit atau mencapai 85% dibandingkan jumlah kendaraan roda dua yang pada berangkat dari Pulau Jawa pada periode mudik sebanyak 77.573 unit kendaraan.


Sedangkan kendaraan roda empat yang telah kembali ke Jawa sebanyak 79.896 unit atau mencapai 80% dibandingkan jumlah roda empat yang berangkat dari Pulau Jawa pada arus mudik sebanyak 100.087 unit kendaraan.


Sehingga total seluruh kendaraan secara akumulatif yang telah kembali dari Sumatera ke Pulau Jawa pada HH s/d H+5 sebanyak 154.008 unit atau mencapai 78% dibandingkan jumlah kendaraan yang berangkat dari Pulau Jawa saat arus mudik sebanyak 196.287 unit kendaraan.


Selanjutnya, jumlah kapal yang beroperasi penyeberangan rute Panjang – Ciwandan terdapat 3 unit kapal dengan total pelayanan mencapai 14 trip. Secara akumulatif, Pelabuhan Panjang menuju Ciwandan melayani penumpang dengan jumlah 6.836 orang dengan total jumlah 3.144 unit kendaraan, dengan komposisi sebanyak 2.957 unit roda dua dan 187 unit roda empat.


Sebaliknya, arus balik dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak mencatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 36 unit kapal. Adapun realisasi total penumpang sejumlah 53.183 orang telah menyeberang, diikuti oleh kendaraan roda dua sebanyak 1.354 unit, kendaraan roda empat sebanyak 6.970 unit, dan dengan total produksi Kendaraan seluruh kendaraan pada H+5 sebanyak 10.632 unit.


Secara akumulatif realisasi produksi penumpang yang telah kembali ke Pulau Sumatera dari Jawa mulai dari 11 April 2024 atau HH hingga 16 April 2024 atau H+5 sebanyak 305.417 orang atau mencapai 88% bila dibandingkan jumlah penumpang yang berangkat dari Pulau Sumatera pada arus mudik (H-7 s/d H) sebanyak 345.536 orang.


Diikuti kendaraan roda dua yang telah kembali ke Sumatera sebanyak 15.249 unit atau mencapai 248% dibandingkan jumlah kendaraan roda dua yang pada berangkat dari Pulau Sumatera pada periode mudik sebanyak 6.148 unit kendaraan. Dan kendaraan roda empat yang telah kembali ke Sumatera sebanyak 38.806 unit atau mencapai 94% dibandingkan jumlah roda empat yang berangkat dari Pulau Sumatera pada arus mudik sebanyak 41.337 unit kendaraan.


Sehingga total seluruh kendaraan secara akumulatif yang telah kembali dari Jawa ke Pulau Sumatera mulai tanggal 11 April 2024 s/d 16 April 2024 (HH s/d H+5) sebanyak 60.731 unit atau mencapai 94% dibandingkan jumlah kendaraan yang berangkat dari Pulau Sumatera saat arus mudik sebanyak 64.299 unit kendaraan.(RS/is)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts