Portal Berita Online

Polres Lampung Selatan Ungkap 24 Kasus Narkoba, Sita Lebih dari 396 Kg Sabu dan Ganja


LAMPUNG SELATAN, – Tim Satresnarkoba Polres Lampung Selatan berhasil mengungkap 24 kasus tindak pidana narkotika selama periode April hingga Juni 2025. Dalam rentang waktu tersebut, sebanyak 34 tersangka diamankan, terdiri dari 33 pria dan satu perempuan, yang seluruhnya terafiliasi jaringan peredaran narkoba lintas provinsi antara Sumatera dan Pulau Jawa.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin, mengungkapkan bahwa total barang bukti yang berhasil disita mencakup 119,91 kilogram sabu dan 276,4 kilogram ganja.

“Pengungkapan ini merupakan hasil kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) melalui sistem Seaport Interdiction di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, yang menjadi jalur strategis peredaran narkoba antarpulau,” ujar AKBP Yusriandi dalam konferensi pers di Mapolres, Kamis (26/6/2025).

Ia menambahkan bahwa seluruh tersangka yang ditangkap merupakan bagian dari jaringan narkoba nasional  lintas Sumatera dan hendak mendistribusikan barang haram tersebut ke berbagai wilayah di Pulau Jawa.

“Modus yang mereka gunakan sangat bervariasi, mulai dari menyamar sebagai penumpang bus, kurir barang, hingga pasangan suami istri untuk mengelabui petugas, meskipun sama -sama lintas pulau antar provinsi penangkapan kali ini berbeda jaringan dengan pelaku – pelaku sebelumnya,” ujarnya.

Salah satu pengungkapan terbesar terjadi pada Jumat, 16 Mei 2025, sekitar pukul 11.30 WIB. Petugas yang tengah melakukan pemeriksaan di Pelabuhan Bakauheni berhasil mengamankan enam tersangka—lima pria dan satu perempuan—yang hendak menyelundupkan 30 kilogram sabu menggunakan kendaraan bus. Para pelaku mengaku sebagai kurir yang menerima bayaran untuk membawa narkoba dari Tanjung Balai, Sumatera Utara, ke Jakarta dan Lombok.

AKBP Yusriandi menjelaskan bahwa seluruh tersangka dijerat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 132 ayat (2). Sementara untuk kasus ganja dikenakan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 111 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (2), dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun, atau seumur hidup, bahkan pidana mati,” tegasnya.

Dari seluruh pengungkapan tersebut, barang bukti yang disita diperkirakan memiliki nilai ekonomis mencapai lebih dari Rp120 miliar. Perhitungan itu berdasarkan estimasi harga pasar, yakni Rp1 miliar per kilogram sabu dan Rp3 juta per kilogram ganja.

“Jika peredaran narkoba ini tidak berhasil digagalkan, maka potensi kerusakan yang diakibatkan bisa menyentuh hampir 876 ribu jiwa. Ini adalah bentuk nyata komitmen Polres Lampung Selatan dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkoba,” pungkas Yusriandi.

“Polres Lampung Selatan dan Polsek jajaran terus berkomitmen untuk terus untuk melakukan penegakan hukum pemberantasan narkoba diwilayah  Polres Lampung Selatan," tutup Kapolres AKBP Yusriandi.(Red)

Share:

Wali Kota Eva Dwiana Audiensi dengan Wamen PU Bahas Infrastruktur


Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti guna membahas sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian masyarakat Kota Tapis Berseri.

Dalam pertemuan tersebut, sedikitnya tiga isu utama dibahas, yakni penanganan banjir, peningkatan akses air bersih, dan percepatan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Bandar Lampung.

“Audiensi ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat layanan publik,” kata Eva Dwiana, Kamis (26/6).
Eva menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan pembangunan perkotaan, terutama dalam menghadapi persoalan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.

“Semua ini demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Kami ingin pelayanan yang diberikan pemerintah betul-betul dirasakan langsung oleh warga,” tegasnya.

Pihak Kementerian PU disebut merespons positif usulan Pemkot dan menyatakan akan menindaklanjuti hasil pertemuan sesuai kewenangan dan skala prioritas pembangunan nasional.

Share:

Uspika Palas Lampung Selatan Sidak Perizinan Tempat Hiburan Malam


LAMPUNG SELATAN - Dinas Perizinan Kabupaten Lampung Selatan, didampingi oleh unsur Uspika (Unsur Pimpinan Kecamatan) Palas, inspeksi mendadak (Sidak) perizinan dua tempat hiburan malam yang berada di wilayah Kecamatan Palas.


Sidak ini berlangsung dalam suasana kondusif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Polsek, Koramil, serta aparat kecamatan setempat. Agenda utama dalam sidak ini adalah memastikan bahwa izin operasional tempat hiburan malam tersebut telah memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku, baik dari sisi administratif maupun ketertiban umum.


Pihak Dinas Perizinan menegaskan bahwa kegiatan usaha hiburan wajib memiliki izin resmi agar keberadaannya tidak menimbulkan dampak negatif di masyarakat. Selain itu, dinas perizinan menekankan pentingnya pengawasan bersama serta koordinasi lintas sektoral dalam pengendalian dan penertiban usaha hiburan malam.


Hasil dari sidak ini akan menjadi dasar evaluasi lebih lanjut terhadap keberlanjutan operasional kedua tempat hiburan malam tersebut. Jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas sesuai regulasi yang berlaku akan diambil oleh pihak yang berwenang.


Kepala Bidang Pengawasan Dinas Perizinan Kabupaten Lampung Selatan, Ade Iksan, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung terhadap izin operasional sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Kecamatan Palas.


“Kami dari Dinas Perizinan Kabupaten Lampung Selatan turun langsung ke lapangan untuk memeriksa perizinan tempat hiburan malam. Dari hasil pengecekan, kami menemukan bahwa dua tempat hiburan malam di Desa Bangunan dan Desa Sukaraja mengalami kendala terkait perizinan,” ujar Ade Iksan kepada awak media.


Ia menjelaskan, tempat hiburan malam Bulan Bintang yang berada di Desa Bangunan belum memperpanjang Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Dalam dokumen IMB yang ada, lokasi tersebut masih terdaftar sebagai rumah hunian, bukan sebagai tempat usaha.


Sementara itu, tempat hiburan malam Juara yang berlokasi di Desa Sukaraja juga belum melengkapi izin lingkungannya. Namun menurutnya, kekurangan tersebut hanya tinggal proses perbaikan administrasi.


“Atas temuan ini, kami akan memberikan teguran lisan tahap satu, dua, dan tiga kepada kedua tempat hiburan malam tersebut. Bila teguran ini tidak diindahkan, dan kami akan mengambil tindakan tegas berupa penutupan operasional terhadap kedua tempat hiburan malam di Kecamatan Palas,ya itu hiburan yang ada di desa Sukaraja dan desa bangunan” tegasnya.


Penertiban ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan dan penegakan hukum fan aturan terhadap usaha hiburan malam yang tidak sesuai dengan ketentuan perizinan yang berlaku di Kabupaten Lampung Selatan. (Red)

Share:

RDP Bahas Singkong, Fraksi PKB Apresiasi Langkah Gubernur Lampung


Bandarlampung (LW): Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, menyampaikan apresiasi atas langkah Gubernur Lampung yang kembali memperjuangkan nasib petani singkong dengan mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Legislasi DPR RI, hari ini.


Fatikhatul, yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi II DPRD Lampung, menegaskan bahwa Fraksi PKB secara konsisten mendorong kebijakan penghentian impor tapioka serta penetapan harga singkong yang adil bagi petani lokal.


“Kebijakan ini sangat penting demi melindungi petani kita sekaligus memperkuat industri dalam negeri. Sudah saatnya pemerintah hadir sepenuhnya untuk mereka,” ujar Fatikhatul dalam keterangannya, Rabu (25/6) malam.


Menurutnya, perjuangan untuk memperbaiki ekosistem pertanian singkong membutuhkan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah pusat, daerah, hingga pelaku industri. 


"Dengan adanya kolaborasi, diharapkan langkah ini dapat meningkatkan pendapatan petani singkong, mengembangkan industri pertanian berbasis hasil lokal, serta mengurangi ketergantungan pada produk impor, khususnya tapioka," jelasnya.


“Dukungan terhadap petani singkong adalah langkah nyata menuju kemandirian pangan nasional. Mari kita terus berjuang bersama untuk mencapai tujuan mulia ini,” tambah Khoir, tegas.


Ia berharap pemerintah pusat turut serius merumuskan kebijakan perlindungan petani secara komprehensif dan berkelanjutan. 


Diketahui sebelumnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama tujuh kepala daerah kabupaten sentra produksi singkong menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Jakarta. Dalam forum tersebut, Gubernur menyampaikan usulan penting kepada pemerintah pusat: segera memberlakukan Larangan Terbatas (Lartas) atas impor tepung tapioka, demi menjaga harga dan keberlangsungan industri singkong nasional.


Gubernur memaparkan bahwa Lampung memproduksi hampir 20 juta ton singkong dari 600 ribu hektare lahan, sementara data nasional menunjukkan masih terjadinya impor dengan dalih defisit tapioka. Ia menegaskan bahwa kondisi ini bertentangan dengan kenyataan di lapangan.


“Kenapa harus impor tapioka? defisit 1 juta ton, tapi data di lapangan dari pengusaha menyebut ada selisih 1,5 hingga 2 juta ton yang tak tercatat di SIINas,” ujar Gubernur.


Gubernur juga mendesak agar pemerintah pusat segera menetapkan Lartas atau setidaknya pengenaan pajak atas impor tapioka untuk menciptakan persaingan yang adil bagi petani dan pelaku industri lokal.

 

Ketua Baleg DPR RI Bob Hasan menyambut baik kehadiran rombongan Lampung. “Kehadiran Gubernur dan para bupati ini menjadi sinyal kuat bahwa Lampung benar-benar memperjuangkan singkong sebagai komoditas strategis nasional,” ujarnya. (LW)

Share:

Pemprov Lampung Apresiasi BI Sebagai Mitra Strategis


BANDARLAMPUNG---Bank Indonesia merupakan mitra strategis pemerintah daerah, kehadiran Bank Indonesia tidak hanya terbatas pada tugas pengendalian moneter, tetapi juga telah menjadi motor penggerak dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mempercepat pertumbuhan yang inklusif di daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela saat menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung di Aula Kantor Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Rabu (24/06/2025).

"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Provinsi Lampung atas kontribusi nyata dan sinergi yang terus terjalin dalam mendukung pembangunan daerah," ucap Wagub.

Menurut Wagub Jihan, salah satu peran penting yang dirasakan secara langsung adalah dukungan BI dalam penyediaan data dan analisis ekonomi yang komprehensif. Informasi yang disampaikan melalui laporan perekonomian regional, outlook inflasi, hingga kajian komoditas unggulan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

Lebih jauh, melalui sinergi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bank Indonesia juga aktif memberikan asistensi teknis, analisis, dan strategi pengendalian harga, terutama untuk komoditas pangan strategis.

"Upaya ini sangat membantu kami, pemerintah daerah, dalam menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan ekonomi di tengah berbagai tantangan global maupun domestik," ungkap Wagub.

Tak hanya itu, Wagub Jihan juga mengapresiasi peran BI dalam mendorong digitalisasi ekonomi, mendukung UMKM naik kelas, serta memperluas akses keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Kehadiran QRIS dan edukasi digital keuangan hingga ke pelosok desa adalah bukti nyata komitmen BI dalam mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Di sisi lain, kolaborasi dalam pengembangan ekonomi syariah, termasuk penguatan halal value chain dan pemberdayaan ekonomi pesantren, juga menunjukkan bagaimana BI berperan dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang berlandaskan nilai-nilai luhur dan spiritualitas.

"Jika melihat Sumatera, baju muslimnya (acuannya) itu biasanya ada di Aceh, namun pada kegiatan Festival Ekonomi Syariah Sumatera Tahun 2025, Lampung sebagai perwakilan Sumatera dipercaya sebagai tuan rumah, semoga ini menjadi stimulus yang baik terhadap ekonomi syariah kita," ucap Wagub.

Diakhir sambutannya Wakil Gubernur mengucapkan selamat kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Junanto Herdiawan yang telah dilantik dan kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Direktur Eksekutif Dept Komunikasi BI.

Tidak lupa, Wakil Gubernur juga mengucapkan selamat kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung yang baru Bimo Epyanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan.

"Saya ucapkan selamat datang kepada Pak Bimo, mungkin tidak ada waktu untuk beradaptasi, tapi langsung bekerja dan memberikan energi terbaik untuk Provinsi Lampung, sedangkan untuk Pak Junanto selamat atas jabatan barunya semoga tetap menorehkan prestasi yang baik," pungkas Wagub.

Sementara itu Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan bahwa suksesi kepemimpinan di Bank Indonesia adalah hal yang biasa, hal ini dilakukan agar para regulator BI dapat menguasai tidak hanya Booksmart tapi juga Street smart, hal inilah yang kemudian mempengaruhi keberhasilan dalam pengambilan kebijakan, terutama dalam implementasi  TPID dan TP2DD.

Menurut Destry Damayanti, Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung sebelumnya yakni Junanto Herdiawan telah memberikan legacy yang baik terhadap pembangunan di Provinsi Lampung, oleh karenanya dirinya berharap agar Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung yang baru dapat melanjutkan legacy tersebut.

"Kami berharap Pk Bimo bisa terus proaktive, visioning, cari peluang, dan cepat melakukan penyesuaian-penyesuaian karena dalam kondisi sekarang ini tidak ada yang pasti kecuali perubahan atau ketidak pastian itu sendiri," ucapnya.

"Kami juga tentunya berharap Pak Bimo untuk dapat mengoptimalkan seluruh informasi, tadi Bu Wagub katanya kami butuh masukan, analisa dan sebagainya, gunakan analisa yang ada dipusat, tinggal nanti disesuaikan dengan kondisi di daerah, dan tentunya kita tidak bisa bekerja sendirian, kita harus bekerja sama, kita harus KIS antar satu dengan yang lain, KIS itu adalah Konsistensi, Inovasi, Sinergi," tutupnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Fesyar Regional Sumatera 2025 Sukses di Lampung, Ini Kata Wagub


Bandar Lampung - Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menghadiri penutupan Festival Ekonomi Syariah Sumatera (Fesyar) Tahun 2025, di Lampung City Mall, Rabu (25/06/2025). 


Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya Lampung sebagai tuan rumah penyelenggaraan Fesyar Regional Sumatera tahun ini. 


"Kami berkomitmen penuh untuk terus mendorong perkembangan ekonomi syariah di Provinsi Lampung khususnya dan Sumatera pada umumnya melalui berbagai program dan kebijakan yang mendukung," ujar Wagub.


Wagub menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk implementasi ajaran Nabi Muhammad SAW tentang keberkahan dalam perniagaan. 


"Fesyar adalah program yang diinisiasi oleh Bank Indonesia, ini adalah program sebagai bentuk kita mengindahkan dari yang ditekankan Nabi Muhammad untuk bisa menjaga perniagaan kita, perdagangan kita khususnya di provinsi Lampung dan umumnya di Sumatera itu agar tetap dan menganut prinsip-prinsip Syariah," tambahnya. 


Fesyar 2025 yang berlangsung selama lima hari ini bukan hanya sekadar pameran atau kompetisi, tetapi juga platform penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Sumatera. Para pelaku UMKM Syariah mendapatkan ruang untuk mempromosikan produk mereka. 


"Mereka sangat senang Ibu Deputi. Terima kasih atas berkenannya Fesyar ini terselenggara di Provinsi Lampung," ucap Wagub.


Keberhasilan Fesyar di Lampung ini didukung penuh oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, dan pelaku usaha di Sumatera. 


Adapun dampak positif yang diharapkan dari penyelenggaraan Fesyar ini meliputi peningkatan jejaring komunitas atau pelaku ekonomi syariah di Sumatera, khususnya Lampung, sehingga masyarakat lebih "melek" terhadap keuangan atau ekonomi syariah, penguatan ekosistem halal dari hulu ke hilir, mulai dari produksi, distribusi, sertifikasi, hingga pemasaran, dengan dukungan konkret dari Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan, peningkatan literasi keuangan syariah di regional Sumatera, khususnya di Provinsi Lampung. 


Wagub berharap semangat Fesyar terus digaungkan dan mengajak semua pihak untuk berkontribusi menjadikan Sumatera sebagai poros utama ekonomi syariah nasional, yang pada akhirnya akan memposisikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah di dunia. 


"Kita harus terus memperkuat sinergi dan kolaborasi, mendorong pengembangan inovasi produk dan layanan syariah untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin beragam, dan inklusi keuangan syariah juga harus ditingkatkan," ajaknya. 


Keberhasilan Fesyar Regional Sumatera 2025 di Bandar Lampung adalah bukti nyata sinergi dan kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah, serta diharapkan menjadi model berharga untuk inovasi dan komitmen yang lebih kuat di masa mendatang. 


Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, turut menyampaikan apresiasinya. Ia menjelaskan bahwa nilai universal dalam ekonomi dan keuangan syariah bersifat inklusif, adil, dan berkelanjutan. 


"Nilai yang terkandung dalam Ekonomi keuangan syariah itu jauh dan lebih luas daripada itu," kata Destry. 


Destry menyoroti bagaimana negara-negara non-muslim seperti Jepang mulai menerapkan prinsip ekonomi keuangan syariah dan mengembangkan produk halal. 


Lebih lanjut, Destry Damayanti juga menyampaikan bahwa aktivitas Fesyar kali ini telah mengumpulkan sekitar 12,4 miliar rupiah, baik dari transaksi perdagangan langsung, bisnis matching, maupun pembiayaan. 


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, melaporkan bahwa Fesyar Regional Sumatera tahun 2025 telah dimulai sejak tanggal 21 Juni 2025. Meskipun awalnya direncanakan berlangsung selama 3 hari namun karena antusiasme masyarakat yang luar biasa membuat acara diperpanjang hingga tanggal 25 Juni 2025. 


Bimo menyampaikan bahwa FESYAR 2025 telah berjalan dengan sangat baik dan lancar, serta masyarakat antusias mengunjungi pameran UMKM dan kuliner dari seluruh wilayah Sumatera. Rangkaian kegiatan Fesyar ini merupakan puncak dari upaya Bank Indonesia dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Sumatera serta memperkuat stabilitas dan kemandirian ekonomi regional. 


Kegiatan ini terdiri dari 53 forum ekonomi syariah untuk meningkatkan literasi ekonomi syariah regional, serta serial fair yang merupakan pameran UMKM dan kuliner Sumatera yang diikuti oleh 210 UMKM binaan maupun Mitra Bank Indonesia. 


Produk-produk unggulan dari kategori wastra, modest fashion, dan kuliner halal dari seluruh wilayah Sumatera diharapkan dapat lebih dikenal. Selain itu, Fesyar juga menyelenggarakan berbagai perlombaan tingkat daerah dan regional, seperti model fashion desainer kompetisi, road to Indonesia kemandirian ekonomi pesantren, olimpiade ekonomi syariah nasional, dakwah ekonomi syariah, dan konten ekonomi syariah. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Sambangi PN Lampung Timur, Tim Promosi Universitas Saburai Jajaki Kerjasama PMB


Lampung Timur - Dalam upaya memperluas jaringan dan memperkenalkan program pendidikan unggulan, Tim Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) melakukan kunjungan promosi ke Pengadilan Negeri Sukadana (PN) Lampung Timur, pada Rabu, 25/6/2025.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda silaturahmi sekaligus audiensi strategis untuk mempererat hubungan antara lembaga pendidikan tinggi dan institusi peradilan di daerah.


Rombongan dari Universitas Saburai dipimpin langsung oleh Reza Pahlepi, S.E., M.M. selaku Ketua Tim Promosi, didampingi oleh jajaran pimpinan dan staf akademik kampus.


Hadir dalam rombongan tersebut Dr. Trisnowati Josiah, M.M. (Kepala Program Studi Magister Manajemen), Dr. Rika Santina, S.H., M.H. (Kaprodi Magister Hukum), Dasril Adnin, S.H. (Kasubbag Kemahasiswaan Fakultas Hukum), Riani, S.T. (Kasubbag Keuangan Prodi Magister Hukum), dan Dedi Eka Saputra, S.Kom. (Humas Tim Promosi). Kehadiran mereka disambut langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Sukadana, Diah Astuti, S.H., M.H., dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaboratif.


Ketua Tim Promosi PMB Universitas Saburai, Reza Pahlevi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah aktif kampus dalam memperkenalkan kualitas pendidikan dan program-program yang ditawarkan kepada para aparatur negara serta masyarakat umum di Kabupaten Lampung Timur.


“Kami sangat mengapresiasi sambutan hangat dari Ibu Ketua PN Sukadana. Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga untuk mengenalkan Universitas Saburai secara langsung kepada jajaran Pengadilan Negeri dan juga sebagai bagian dari program promosi PMB kami tahun 2025,” ujar Reza.


Ia menambahkan bahwa Universitas Saburai berkomitmen untuk terus membuka ruang sinergi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Lampung.


“Kami berharap, melalui pertemuan ini, terbuka ruang kerja sama dalam bidang pendidikan dan pengembangan SDM, terutama bagi aparatur hukum di lingkungan peradilan yang ingin melanjutkan studi sarjana dan program magister kami,” kata Reza.


Sementara itu, Ketua PN Sukadana, Diah Astuti, S.H., M.H., menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa dunia pendidikan dan lembaga peradilan sepatutnya saling mendukung dalam membangun masyarakat yang cerdas hukum dan berintegritas.


“Kami sangat menyambut baik kunjungan ini. Semoga ke depan akan ada kerja sama konkret yang dapat dijalin antara Pengadilan Negeri Sukadana dan Universitas Saburai, khususnya dalam bidang pendidikan dan pelatihan,” ucap Diah Astuti.


Kunjungan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan promosi yang tengah digalakkan Universitas Saburai dalam menjaring mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Kampus ini terus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Lampung, yang berkomitmen pada kualitas, integritas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts