Portal Berita Online

Dinkes Bandar Lampung Sebut Puluhan Dapur Masuk Proses SPPG


Bandar Lampung – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung mencatat 79 dapur penyelenggara makanan telah masuk proses Surat Persetujuan Pengelolaan (SPPG) sepanjang tahun ini.

Namun, sebagian besar masih berada pada tahap perbaikan sebelum dapat melanjutkan ke proses penerbitan Sertifikat Higiene Lingkungan (SHL).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Temenggung Arsyad, mengatakan bahwa inspeksi awal yang dilakukan sanitasi puskesmas menemukan masih banyak kekurangan dalam pengelolaan dapur yang harus segera dibenahi.


“Dari 79 dapur yang masuk SPPG, mayoritas masih memiliki item yang belum memenuhi syarat higiene. Kami berikan umpan balik agar dilakukan perbaikan,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).
Menurut Muhtadi, penyelenggara makanan tidak bisa langsung mengajukan SHL, karena prosesnya mensyaratkan kelengkapan administrasi serta kondisi dapur yang benar-benar sesuai standar kesehatan lingkungan.
Pemilik usaha wajib menyediakan data lengkap, termasuk struktur dapur, jalur keluar masuk makanan, sanitasi, serta catatan pengolahan.
Saat inspeksi persiapan, puskesmas menilai kondisi dapur berdasarkan sejumlah parameter seperti kebersihan wadah, pemisahan alat mentah dan matang, hingga sirkulasi udara.
“Temuan terbanyak adalah area dapur yang belum tertata dan sanitasi air yang belum aman. Maka, perbaikan harus dilakukan sebelum masuk IKL,” terang Muhtadi.(wan)

Share:

Ikrar Setia NKRI di Lapas Kalianda: Langkah Baru Warga Binaan untuk Kembali ke Pangkuan Bangsa


Kalianda – Dua orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme di Lapas Kelas IIA Kalianda resmi menyatakan Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Jumat (21/11). Prosesi sakral ini menjadi penanda penting perjalanan mereka untuk kembali menerima nilai-nilai kebangsaan dan meninggalkan paham yang bertentangan dengan ideologi negara.

Rangkaian ikrar dimulai dengan pembacaan dan penandatanganan pernyataan sumpah setia, dilanjutkan dengan penghormatan kepada bendera Merah Putih serta pembacaan Pancasila—sebagai wujud pengakuan kembali terhadap dasar negara. Momen ini disaksikan oleh keluarga masing-masing WBP sebagai bentuk dukungan emosional yang sekaligus memperkuat komitmen mereka untuk berubah.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Agus Wahono sebagai perwakilan dari Kanwil Ditjenpas Lampung serta unsur Forkopimda dan instansi terkait, yakni BNPT, Polres Lampung Selatan, Kodim 0421, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri Lamsel, Kemenag Lamsel, Polsek Kalianda, Bapas Kelas I Bandar Lampung, dan Kantor Imigrasi Kalianda, yang turut menjadi bagian dari proses pemulihan dan reintegrasi.

Dalam amanatnya, Kalapas Kalianda, Beni Nurrahman, memberikan pesan mendalam kepada kedua WBP yang berikrar:

"Setelah berikrar kembali kepada NKRI, saudara bukan hanya bebas dari pengaruh negatif, tetapi juga bebas dalam makna kehidupan—siap berdaya, berkarya, berkontribusi, dan menjadi manusia baru untuk bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Ikrar ini bukan sekadar rangkaian seremonial, tetapi merupakan bukti nyata manfaat dari proses pemasyarakatan—bahwa melalui pembinaan, pendekatan humanis, dan kerja sama multipihak, warga binaan dapat kembali menemukan jati diri, memperbaiki kesalahan, dan kembali menjadi bagian dari masyarakat dengan penuh tanggung jawab, serta menjaga keutuhan dan kedamaian NKRI. (Hms-Is)

Share:

RSUD CAM Kota Bekasi Gelar Workshop Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran


Kota Bekasi – Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan bencana kebakaran di lingkungan rumah sakit, RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (RSUD CAM) Kota Bekasi melalui Instalasi Diklatlitbang mengadakan Workshop Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Batch III.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari mulai hari ini kamis (20/11/2025) hingga jumat (21/11/2025) diikuti oleh Pegawai RSUD CAM, Pegawai Building Management, Petugas Parkir, hingga petugas tenant yang ada di lingkungan RSUD CAM Kota Bekasi.

Dalam sambutannya Kepala Instalasi Diklatlitbang Dr. Rony Setiawan, S.Psi., M.Si mengungkapkan kegiatan workshop ini merupakan kegiatan inhouse training, dengan jumlah peserta sebanyak 70 orang dan dilaksanakan selama dua hari, hari pertama adalah pemberian materi dan hari kedua praktek.

“Untuk hari pertama narasumber dari internal RSUD CAM Kota Bekasi yaitu sebanyak 3 narasumber dari K3LRS RSUD CAM, dan untuk hari kedua kami mengundang instruktur dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi”, terangnya.

“Kegiatan ini bersertifikasi SKP (Satuan Kredit Profesi) dan telah mendapatkan penetapan SKP dari Kementerian Kesehatan sebesar 3 SKP, dengan total keseluruhan jam pelajaran sebanyak 8 JP, dan nantinya para peserta akan mendapatkan sertifikat setelah dua hari mengikuti kegiatan workshop ini”, jelasnya.

Sementara itu Kepala Bagian Kesekretariatan Mayasin, SE yang mewakili Direktur RSUD CAM membuka kegiatan ini mengungkapkan “keselamatan merupakan proritas utama dalam setiap pelayanan kesehatan, rumah sakit memiliki potensi risiko yang cukup besar terhadap berbagai bahaya, salah satunya bahaya kebakaran, oleh sebab itu upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran menjadi tanggung jawab kita bersama, khusunya civitas hospitalia RSUD CAM Kota Bekasi”.

Lebih lanjut Mayasin menjelaskan workshop ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen RSUD CAM dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan seluruh pegawai dalam menghadapi potensi kebakaran, menumbuhkan budaya keselamatan kerja dan kepedulian terhadap lingkungan, memastikan setiap individu memahami prosedur evakuasi, penggunaan alat pemadam, serta langkah-langkah mitigasi risiko.

Materi yang dijelaskan dalam kegiatan ini meliputi alat proteksi kebakaran, teknik pemadaman api, teori tentang api, teknik evakuasi, dan ditutup dihari kedua dengan praktek pemadaman api.

Tujuan umum dilaksanakannya kegiatan wokshop ini adalah agar para peserta mampu berperan serta dalam pengendalian kebakaran atau pemadaman api khusunya yang terjadi di lingkungan RSUD CAM Kota Bekasi. (Adv)

Share:

Kejari Periksa Proyek BBWS Mesuji Sekampung Wilayah Lampung Nilai Rp93 M Lebih


Lampung Timur - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lampung Timur menindaklanjuti laporan elemen.

Tindaklanjut ini ihwal pengaduan LSM Masyarakat Transparansi Merdeka (MTM) Provinsi Lampung yang disampaikan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung beberapa bulan lalu, terkait proyek Peningkatan D.I Way Sekampung (Sub DI Batang Hari Utara ) Tahun anggaran 2023 bersumber dari APBN.

Proyek yang dikelola Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Wilayah Lampung yang berlokasi di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur dengan biaya Rp 93 miliar lebih telah masuk dalam proses penyelidikan, pemeriksaan dan pendalaman intensif.

Ketua Umum MTM Lampung, Ashari Hermansyah yang didampingi pengacaranya Usai memberikan keterangan di ruang penyidik bidang Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Lampung Timur, kepada media mengatakan, persoalan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang ia laporkan telah menyerahkan perkara tersebut sepenuhnya kepada pengacaranya Advokat & Legal consultant, Purnomo Sidiq.
"Ya. Betul kami datang di Kejaksaan Negeri Kabupaten Lampung Timur  mendampingi klien kami, guna memenuhi undangan dalam rangka mendalami pengaduan adanya dugaan tindak pidana korupsi terhadap pekerjaan proyek proyek Peningkatan D.I Way Sekampung (Sub DI Batang Hari Utara) tahun anggaran APBN 2023 senilai Rp 93 miliar lebih," terang Purnomo, Kamis (20/11/2025).

Terkait pelimpahan perkara pengaduan dari Kejaksaan Tinggi Lampung ke Kejaksaan Kabupaten Lampung Timur, kata dia, sebenarnya pihaknya telah menerima surat dari Kejaksaan Tinggi Lampung melalui Aspidsus, yang menyebutkan bahwa penangananya perkara dialihkan ke Kejari Lampung Timur.
"Sesuai dengan wilayah atau objek lokasi proyek tersebut berada," ungkap dia.

Kemudian, berdasarkan komunikasi dengan penyidik yang menanganin aduan, pihak Kejari Lampung Timur akan melakukan langkah langkah investigasi dan pengecekan di lapangan terhadap hasil pekerjaan terkait pengaduan yang telah telah diadukan tersebut.

"Terkait Somasi yang telah di sampaikan ke Kejari Lampung Timur,  kami berharap aduan  ini ditindak lanjuti sebagaimana mestinya termasuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak  terkait dalam hal ini kontraktor  yang melaksanakan pekerjaan pekerjaan,  PPK, PPTK,  Konsultan pengawas yang dalam hal ini terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut," tandasnya.

Pihaknya berharap kepada Kejaksaan Negeri Lampung Timur untuk bersikap profesional dalam penegakan hukum,  kalaupun nanti di dalam proses perjalanan perkara tersebut terdapat hambatan-hambatan atau terkesan terhambat maka pihaknya akan melakukan pengaduan kepada pihak pihak Kejaksaan Agung atau kepada pihak instansi penegak hukum lainya.
"Supaya pelaporan yang telah kami sampaikan bisa berjalan sebagaimana mestinya dan juga perkara pengaduan ini bisa dilakukan penangananya secara maksimal dan sesuai aturan hukum yang berlaku," tambah dia.

"Kemudian pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi terhadap perkara yang telah kami tanganin, untuk segera ditetapkan sebagai tersangka, dan di mejahijaukan," tambahnya. (Ndi)

Share:

Rutan Krui Ikuti Upacara dan Tasyakuran Hari Bakti Kemenimipas Ke-1 Tahun 2025


Pesisir Barat - Rutan Kelas IIB Krui mengikuti Upacara peringatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang pertama pada tahun 2025 secara virtual melalui zoom meeting. Upacara yang bertemakan " Satu Langkah, Satu Semangat, Satu Pengabdian Untuk Bangsa" diikuti oleh pejabat struktural dan jajaran pegawai Rutan Krui di Aula Dr. Sahardjo;

Upacara terpusat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bapak Agus Andrianto sebagai pembina upacara. Menimipas menyampaikan bahwa tema Hari Bakti Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2025 menekankan semangat persatuan dalam melangkah, bekerja, dan berkarya untuk bangsa. Tema ini mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat disiplin dan integritas, serta memantapkan arah dalam menghadapi tahun kedua perjalanan institusi. Meskipun tantangan ke depan tidak ringan, momen ini menjadi peluang besar untuk mendorong transformasi pelayanan publik, penegakan hukum, dan pengembangan kapasitas nasional demi kemajuan institusi;

Setelah upacara, acara dilanjutkan dengan tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan awal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di tahun pertamanya. Melalui rangkaian kegiatan ini, Rutan Krui berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kemajuan institusi;

Pelaksanaan upacara berjalan lancar, aman, dan kondusif, dan terimakasih kepada semua Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung.(Yasir)

Share:

RSUD CAM Kota Bekasi Gelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah


Kota Bekasi – RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (RSUD CAM) Kota Bekasi bekerjasama dengan PMI Kota Bekasi kembali menggelar kegiatan Donor Darah sebagai bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung ketersediaan stok darah bagi masyarakat khususnya di Kota Bekasi.

Kegiatan ini berlangsung rabu (19/11/2025) di aula gedung A lantai 8 RSUD CAM Kota Bekasi dan berhasil mengumpulkan sebanyak 47 kantong darah yang selanjutnya akan diolah hingga distribusikan oleh PMI Kota Bekasi.

Direktur RSUD CAM Kota Bekasi Dr. dr. Ellya Niken Prastiwi, MKM., MARS yang akrab disapa dr. Niken mengungkapkan RSUD CAM rutin mengadakan kegiatan donor darah setiap 3 bulan sekali, kegiatan bulan ini adalah kegiatan donor darah terakhir di tahun 2025.

“Kami telah melaksanakan kegiatan donor darah ini dari tahun 2008 bekerjasama dengan PMI Kota Bekasi, dan kami menerima serta memfasilitasi temen-temen RSUD CAM Kota Bekasi yang rutin berdonor”, terangnya.

“Sahabat sehat, serta masyarakat, mari kita donor darah agar kita tambah sehat dan mendonorkan darah kita untuk yang membutuhkan”, ajaknya.

Tahapan untuk donor darah yaitu pertama calon pendonor mengisi formulir, kemudian menimbang berat badan, periksa HB darah, periksa tensi, setelah semua disetujui barulah seorang pendonor ke bed yang telah disediakan untuk pengatafan atau pengambilan darah.

Persyaratan umum pendonor dari PMI ialah Usia 17-60 tahun, Berat badan minimal 45 kg, Temperatur tubuh 36,6 – 37,5 derajat Celcius, Tekanan darah baik yaitu sistole = 110-160 mmHg, diastole = 70-100 mmHg, Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50-100 kali/menit, Hemoglobin perempuan minimal 12 gram, sedangkan untuk laki-laki minimal 12,5 gram, Jumlah penyumbangan per tahun paling banyak 5 kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan.

Ketua pelaksana kegiatan Iwan Kartiwan mengungkapkan 47 kantong darah yang terkumpul terdiri dari 11 kantong golongan darah A, 16 kantong golongan darah B, 17 kantong golongan darah O, dan 3 kantong golongan darah AB.

“Donor darah selain untuk mewujudkan sikap peduli terhadap sesama, ada banyak manfaat bagi kesehatan yaitu dapat mendeteksi penyakit serius, menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah, hingga membantu menurunkan berat badan”, tutupnya. (Adv)

Share:

Perkuat Komoditas Kopi, PTPN I Konversi Dua Pabrik Teh


JAKARTA – PTPN I mengambil inisiatif memperbesar komoditas kopi untuk memperkuat diversifikasi komoditas. Selain memperluas kebun dan sebaran wilayah, manajemen telah memutuskan untuk mengkonversi dua pabrik teh di Regional 2 menjadi pabrik pengolahan kopi. Kebijakan transformatif ini dilakukan untuk menjawab tantangan hilirisasi Pemerintah di sektor perkebunan.

Pernyataan tersebut sampaikan Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas di Jakarta, Rabu (19/11/25). Ia menyatakan hal tersebut menjawab tentang respons PTPN I dalam program hilirisasi perkebunan yang digulirkan Pemerintah. Menurut Teddy, komoditas kopi sama-sama memiliki ciri padat karya, tetapi secara resonansi hilirisasinya lebih luas dan lebih panjang.

"Dalam Waktu dekat kami akan konversi dua pabrik teh kami di Regional 2, yakni Pabrik Teh Pasir Junghuhn di Kebun Wanasuka, Pangalengan dan Pabrik Teh Rongga di Kebun Montaya, Bandung Barat. Dua pabrik itu memang sudah idle karena pasokan daun teh menurun. Nah, seiring program hilirisasi Pemerintah Presiden Prabowo, kami akan konversi menjadi pabrik kopi," kata dia.

Pilihan kepada komoditas kopi sudah melalui kajian mendalam dari berbagai aspek. Teddy mengatakan, kopi saat ini memiliki prospek yang baik sebagai komoditas dengan tingkat permintaan yang sangat tinggi. Produk kopi dengan berbagai turunannya juga tidak lagi sekadar perisa minuman, tetapi juga meluas ke industri lain, termasuk bidang farmasi.

"Kalau ditanya mengapa kopi, tentu kami sudah kaji secara mendalam FS (feasibility study, studi kalayakan) nya. Dua komoditas ini, teh dan kopi, memang nggak ada matinya. Sejak zaman lama, teh sudah familiar di seluruh dunia. Tetapi, secara evolutif kopi mulai dominan. Asumsi sederhananya, sekarang tidak ada istilah kedai teh, yang ada warung kopi, kaffee, walaupun yang dijual bukan hanya kopi, lalu ada istilang ngopi bareng, ajakan ngopi, yuk, dan sebagainya. Jadi, kopi saat ini resonansinya sangat luas. Kopi juga sudah banyak dijadikan bahan obat farmasi," kata Teddy Yunirman Danas.

Selain prospak pasar, Teddy mengatakan industri kopi masih segaris dengan filosofi program hilirisasi Pemerintah. Dia menyebut, setidaknya ada tiga aspek utama yang harus mengemuka pada program hilirisasi. Yakni, menciptakan lapangan kerja, membuka simpul-simpul ekonomi baru, dan mengentaskan kemiskinan wilayah.

"Industri kopi masih relatif sama dengan teh, yakni padat karya. Tenaga kerja yang akan terlibat relatif sama, jenis pekerjaannya juga mirip, dan tentu memiliki nilai ekonomi yang lebih baik. Sekarang, mungkin semua rumah di seluruh dunia ini selalu tersedia kopi. Artinya, prospek ekonominya lebih baik. Ini adalah bagian dari adaptasi bisnis yang proaktif terhadap perubahan," kata dia.

Sementara itu, SEVP Operational PTPN I Regional 2 Iyan Heriyanto menyatakan kebijakan ini bukan sekadar menghidupkan aset idle, tetapi sebuah transformasi bisnis menuju hilirisasi komoditas kopi yang menjanjikan. Ia mengatakan, Regional 2 berkomitmen menjadikan kawasan perkebunan yang ada sebagai pusat produksi kopi premium.

"Kami mengoptimalkan aset dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada dan secara simultan mendukung program replanting (penanaman kembali) komoditas unggulan. Kami yaki iniakan memberikan dampak ekonomi yang optimal," kata Iyan Heriyanto.

Iyan Heriyanto menjelaskan, PTPN I Regional 2 telah menargetkan luasan penanaman kopi jenis Arabika hingga mencapai 9.000 hektare. Lahan penanaman ini tersebar di beberapa kebun, termasuk Kebun Sedep, Rancabali, Ciater, Gedeh, Cisarunia, dan Montaya. Program penanaman kembali ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga tahun 2029. Sebagai langkah awal, pada tahun 2025 akan dilakukan penanaman seluas 50 hektare di Kebun Montaya.

Iyan Heriyanto menambahkan, secara garis besar, PTPN I Regional 2 telah menjadwalkan program replanting untuk aneka komoditas pokok seperti karet dan teh, serta pengembangan masif komoditas kopi. Tujuan dari program ini adalah mengoptimalkan kembali produksi dan bisnis unit-unit perkebunan di Regional 2. Kebangkitan unit-unit ini akan didorong oleh aktivasi kembali atau pemanfaatan pabrik-pabrik yang telah ditutup, dengan modal utama ketersediaan pasokan bahan baku kopi yang mencukupi. (*)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts