Portal Berita Online

Lampung Kondusif, Ribuan Massa Aksi Mahasiswa Tunjukan Kedewasaan Demokrasi


BANDARLAMPUNG---Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menemui ribuan massa aksi yang menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, Senin, (01/09/2025).

Bersama Ketua DPRD Lampung, Pangdam XXI Radin Intan, Kapolda Lampung, tokoh adat, dan jajaran Forkopimda, Gubernur duduk bersama peserta aksi yang sudah memadati gerbang DPRD sejak pukul 10.00 pagi.

Di bawah terik matahari, Gubernur mendengarkan satu per satu keluhan yang disampaikan perwakilan mahasiswa, buruh, hingga pengemudi ojek daring. Dialog berlangsung terbuka dengan suasana yang relatif kondusif.

"Kami ingin suara masyarakat didengar, bukan dibungkam," ujar salah seorang perwakilan aksi dari atas mobil komando.

Usai berdialog, Gubernur menerima secara langsung sepuluh poin tuntutan yang disuarakan massa. Tidak hanya menerima, Gubernur bahkan membacakan sendiri tuntutan itu di hadapan ribuan demonstran. Sikap ini sontak memicu sorak-sorai dukungan dari peserta aksi.

Dalam tuntutan yang dibacakan, massa mendesak pemerintah pusat segera mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset, memangkas gaji dan tunjangan anggota DPR, serta menaikkan gaji dan kualitas kerja dosen maupun guru. Mereka juga meminta Presiden Prabowo mencopot menteri-menteri yang dianggap problematik.

Selain itu, massa mendesak reformasi total Polri, mengadili pelaku pembunuhan Affan Kurniawan, serta mengevaluasi kinerja Polda Lampung. Tuntutan lain adalah penolakan terhadap RKUHAP, kebijakan efisiensi di sektor pendidikan dan kesehatan, serta penghentian penggunaan pajak rakyat untuk menindas masyarakat.

Salah satu poin penting juga menyoal reforma agraria. Massa menuntut pemerintah membebaskan lahan untuk petani, khususnya di Lampung, agar hak agraria lebih berkeadilan. "Hidup mahasiswa, hidup buruh, hidup masyarakat Lampung. Panjang umur perjuangan," teriak Gubernur Mirza dari podium.

Gubernur juga menegaskan bahwa seluruh tuntutan itu akan dikawal hingga ke pemerintah pusat. Ia menyebut langkah ini bukan sekadar simbolis, tetapi bentuk komitmen agar aspirasi rakyat Lampung tak berhenti di gerbang DPRD.

"Ini luar biasa, hari ini kami melihat semangat gelora anak muda di Lampung, juga masyarakat, ojol, dan elemen lainnya, mereka bersatu menyuarakan hati nurani. Sesuai amanat konstitusi, pemerintah provinsi harus menjaga dan melindungi hak-hak mereka untuk bersuara," ucap Gubernur.

Menurut Gubernur, semua aspirasi yang disampaikan akan diteruskan kepada pemerintah pusat. Ia juga mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung tertib.

"Lampung berbeda dari tempat lain di Indonesia. Lampung damai, Lampung tenteram, dan Lampung penuh dengan harapan. Kita berdoa, setelah ini Lampung tetap tertib, aman, dan kondusif. Ini akan menjadi alasan bagi Lampung untuk menjadi lebih baik ke depan," ujarnya.

Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang menggelar aksi damai. "Terima kasih kepada mahasiswa dan semua elemen, karena penyampaian aspirasi hari ini berlangsung tertib, aman, dan damai. Seperti yang sudah disampaikan Pak Gubernur, aspirasi ini akan diteruskan ke pemerintah pusat. Yang lebih penting, situasi seperti ini harus tetap terjaga," kata Kapolda.

Aksi yang digelar hari ini berlangsung tertib dan tanpa gesekan. Seusai mendengarkan pernyataan sikap Gubernur, massa perlahan membubarkan diri. Tidak lama berselang, hujan deras mengguyur Bandarlampung, memberi jeda yang menyejukkan usai panas terik yang menyelimuti aksi.

Aksi damai ini menunjukkan pola baru komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Sikap Gubernur yang turun langsung menemui massa dinilai dapat meredakan ketegangan dan membuka ruang dialog lebih luas. Bagi masyarakat Lampung, komitmen ini menjadi langkah awal untuk memastikan aspirasi mereka dapat menjadi bagian penting dalam arah kebijakan nasional. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Momen Kebersamaan Unjuk Rasa Mahasiswa, Pegawai Pemprov Lampung Bagikan Makanan Ringan


BANDAR LAMPUNG – Ada pemandangan berbeda dalam aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa dan masyarakat di depan Kantor DPRD Provinsi Lampung, Senin (1/9/2025).

Momen itu terjadi ketika para pimpinan daerah, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Ketua DPRD Ahmad Giri Akbar, Kapolda Irjen Pol Helmy Santika, serta Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi memilih duduk bersila di lapangan. Mereka menyatu bersama mahasiswa, mendengarkan langsung suara yang lantang mengalir dari mimbar aksi.

Di sela riuh orasi dan kibaran spanduk tuntutan, hadir sebuah kejadian kecil yang mencairkan suasana. Sejumlah pegawai Pemerintah Provinsi Lampung datang dengan membawa plastik merah berisi makanan ringan. Tanpa banyak bicara, mereka membagikannya kepada para pendemo yang sejak pagi berdiri di bawah terik matahari.

Sekejap, wajah lelah mahasiswa dan masyarakat berubah lebih segar. Ada yang langsung membuka bungkus snack, ada yang saling berbagi sambil tertawa kecil, bahkan sebagian memilih duduk santai di bawah pepohonan untuk menikmatinya.

Pemandangan sederhana itu menghadirkan nuansa keakraban yang tak terduga di tengah aksi penuh semangat perjuangan. Suara orasi bersahut dengan tawa ringan, menandakan bahwa meski berada pada posisi berbeda, sebagai aparat pemerintah maupun penyampai aspirasi, masih ada ruang kebersamaan yang bisa dirasakan bersama.

Kehadiran pegawai Pemprov dengan plastik merah berisi camilan seakan menjadi jeda yang menyejukkan di tengah dinamika aksi. Serba-serbi kecil ini membuktikan bahwa unjuk rasa tidak selalu identik dengan ketegangan, melainkan juga bisa memunculkan sisi humanis yang menghangatkan suasana.

Beberapa peserta aksi dari Aliansi Lampung Melawan bahkan tampak larut dalam momen itu. Mereka duduk santai, bercengkerama dengan kawan seperjuangan, sambil menikmati camilan sederhana yang justru menambah kesan damai pada jalannya demonstrasi hari itu. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Unjuk Rasa di Lampung Berlangsung Kondusif, Gubernur Rahmat Mirzani Duduk Bersama Mahasiswa


Bandar Lampung ---- Aksi unjuk rasa yang digelar oleh berbagai elemen mahasiswa di depan Gerbang Pintu Masuk Komplek Kantor Gubernur/DPRD Provinsi Lampung, Senin (1/9/2025), berlangsung kondusif dan berakhir dengan damai.

Meski sempat terjadi ketegangan, langkah Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran Forkopimda menemui para demonstran menuai simpati. Ajakan Gubernur agar massa menenangkan suasana disambut baik. Para pengunjuk rasa bahkan terlihat duduk bersama di jalan aspal, berdialog secara terbuka dan penuh kekeluargaan.

Dengan sabar, Gubernur Mirza mendengarkan satu per satu aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Suasana menjadi lebih cair karena komunikasi dilakukan dari hati ke hati.

Sehari sebelumnya, jagat media sosial Lampung ramai dengan unggahan ajakan menggelar aksi demonstrasi. Menariknya, ajakan tersebut juga didukung dengan seruan dari akun-akun resmi pemerintah dan sejumlah influencer, yang menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan kedamaian.

Pemerintah Provinsi Lampung sejak awal mengedepankan pendekatan persuasif. Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan bahkan menyebut para demonstran sebagai bagian dari keluarga besar Lampung. Menurutnya, mahasiswa adalah generasi muda Lampung yang kelak menjadi pewaris Provinsi Lampung di masa depan.

Dengan langkah simpatik dan edukatif tersebut, kekhawatiran akan terjadinya kericuhan seperti di beberapa daerah lain di Indonesia terbantahkan. Aksi unjuk rasa di Lampung justru berakhir dengan tertib, aman, dan penuh nuansa kekeluargaan.

Peristiwa ini sekaligus membuktikan bahwa demokrasi di Lampung telah tumbuh matang. Masyarakat Lampung tidak hanya menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, tetapi juga mampu menjaga suasana kondusif.

Tanpa ada satupun titik api yang menyala, Lampung hari ini telah menjadi role model demokrasi di Indonesia. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Terima Aspirasi, Ketua DPRD Bekasi Duduk Lesehan Di Jalan Bersama Mahasiswa


BEKASI – Pada hari Senin, 1 September 2025, suasana damai dan penuh kehangatan tercipta di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi saat Ketua DPRD, Dr. Sardi Efendi, S.Pd., M.M., bersama jajaran Pemerintah Kota Bekasi, menerima aksi demonstrasi dari perwakilan mahasiswa. Uniknya, pertemuan ini tidak berlangsung secara formal, melainkan dengan cara lesehan yang menunjukkan semangat "berdiri sama tinggi, duduk sama rendah."

Aksi yang berlangsung dengan tertib dan damai ini mendapat sambutan baik dari berbagai pihak. Ketua DPRD Kota Bekasi, yang didampingi oleh Wali Kota Bekasi, Wakil Wali Kota Bekasi, serta Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Metro Bekasi Kota, secara langsung duduk lesehan bersama para mahasiswa untuk mendengarkan setiap aspirasi yang disampaikan.

Ketua DPRD Kota Bekasi juga menambahkan bahwa apa yang disampaikan oleh mahasiswa akan menjadi catatan penting bagi pihak legislatif dan eksekutif untuk ditindaklanjuti. Wali Kota Bekasi juga turut memberikan dukungan.

Aksi lesehan ini menjadi simbol kebersamaan dan kesetaraan antara wakil rakyat dan masyarakat yang diwakilinya. Dengan duduk bersama di lantai, sekat-sekat formalitas seolah hilang, digantikan oleh dialog yang tulus dan jujur.

Pihak kepolisian melalui Kabag Ops Polres Metro Bekasi Kota juga mengapresiasi ketertiban dan kedamaian yang terjaga selama aksi berlangsung dengan situasi kondusif menunjukkan bahwa sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan aparat keamanan sangat baik.

Kondisi aman karena forkompimda kota bekasi yang solid, warganya semagat menjaga kota bekasi dan ini merupakan kerjasama semua stake holder kota bekasi

Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk terus menjalin komunikasi yang intensif guna membahas lebih lanjut aspirasi yang telah disampaikan. Semangat kolaborasi dan dialog damai diharapkan dapat terus menjadi landasan dalam setiap penyelesaian masalah di Kota Bekasi. (Lis)

Share:

Duduk di Aspal, Bupati Lampung Selatan Serap Aspirasi Rakyat dengan Hati


LAMSEL, Kalianda – Pemandangan berbeda tersaji di Tugu Adipura, Kalianda, Senin (1/9/2025). Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lampung Selatan Bersatu melakukan aksi damai dengan penuh ketertiban.

Di tengah kerumunan, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, memilih langkah sederhana namun sarat makna: duduk bersila di atas aspal, berbaur dengan massa aksi tanpa jarak.

Tanpa pengawalan ketat, Bupati Egi hadir bersama Wakil Bupati, Kapolres, Dandim 0421/LS, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, dan sejumlah anggota dewan.

Kehadirannya bukan untuk berpidato panjang, melainkan mendengar langsung suara rakyat yang disampaikannya dengan lantang namun damai.

“Saya senang sekali kalian semua hari ini bisa menyampaikan aspirasi dengan cara yang tertib, damai, dan dewasa. Ini adalah ciri-ciri masyarakat yang maju,” ujar Bupati Egi, disambut tepuk tangan peserta aksi.

Aksi itu tak sekadar menjadi ruang penyampaian tuntutan, melainkan juga momen yang menumbuhkan simpati. Bupati Egi menegaskan, semua masukan—baik isu nasional maupun daerah—telah didengar dan akan ditindaklanjuti.

Ia juga mengungkap kabar gembira, salah satu tuntutan terkait beasiswa sudah diusulkan dalam Anggaran 2026 dan mendapat lampu hijau dari DPRD.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Jadilah masyarakat yang maju, cerdas, dan dewasa. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan selalu terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan,” lanjutnya.

Suasana semakin hangat saat Ketua DPRD Lampung Selatan, Erma Yusneli, turut angkat bicara. Ia menegaskan, lembaga legislatif akan menampung dan membawa aspirasi itu ke forum resmi.

“Aspirasi masyarakat adalah bagian penting dalam menjalankan fungsi kami di parlemen. Saya mengapresiasi semangat mahasiswa yang menyampaikan pendapat dengan tertib dan kondusif,” kata Erma.

Dibalik teriknya aspal siang itu, terlihat sebuah harapan baru: bahwa ruang demokrasi di Lampung Selatan bisa hadir dengan wajah humanis, dimana pemimpin dan rakyat duduk sejajar, berbagi suara, tanpa sekat. (az-is)

Share:

BNNK Lampung Selatan Selenggarakan Siger Tapis di SMAN 2 Kalianda


LAMPUNG SELATAN - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan narkoba melalui kegiatan Siap Gelorakan Anti Narkoba (Siger Tapis) yang digelar di SMAN 2 Kalianda, Senin (1/9/2025). 


Kegiatan ini dilaksanakan pada saat pembina upacara dan melibatkan 1.168 peserta yang terdiri dari siswa, guru, dan staf sekolah, menegaskan bahwa edukasi anti narkoba harus dimulai sejak dini.


Kepala BNNK Lampung Selatan, AKBP Rahmad Hidayat, SE., MM., menekankan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan bebas dari pengaruh narkotika. “Melalui program Siger Tapis, kami ingin menanamkan nilai-nilai anti narkoba sejak dini. Sekolah adalah tempat pembentukan karakter, sehingga pendidikan anti narkoba harus menjadi bagian integral dari kegiatan belajar mengajar,” ujarnya. 


Selain edukasi, AKBP Rahmad Hidayat juga menyerukan agar seluruh lapisan masyarakat berperan aktif dalam memberantas peredaran narkoba. Ia menekankan pentingnya rehabilitasi bagi siapa saja yang sudah terpapar narkotika, agar generasi muda tetap memiliki kesempatan untuk bangkit dan berkontribusi positif bagi bangsa.


"Mari kita bersama-sama perangi narkoba demi terciptanya generasi emas 2045. Segera lakukan rehabilitasi jika terpapar Narkotika di BNNK Lampung Selatan,” tambahnya.


Kegiatan ini juga diwarnai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Kepala SMAN 2 Kalianda, Herwansyah, S.Pd., dengan BNNK Lampung Selatan, sebagai bentuk komitmen bersama mendukung Program Pemberantasan, Pencegahan, dan Penyalahgunaan Narkotika (P4GN). 


Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pelantikan Satgas Anti Narkoba Sekolah serta deklarasi Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) oleh seluruh civitas SMAN 2 Kalianda. Kepala SMAN 2 Kalianda menyatakan, “Dengan pelantikan Satgas Anti Narkoba dan deklarasi ini, kami berharap SMAN 2 Kalianda dapat menjadi sekolah yang bersih dari narkoba dan menjadi contoh bagi sekolah lainnya.”



Dalam rangkaian acara, BNNK Lampung Selatan juga memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi, termasuk anggota Paskibraka Kabupaten Lampung Selatan dan Tim Bola Voli SMAN 2 Kalianda, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka di bidang akademik maupun non-akademik. 


Pemberian penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi bagi siswa lain untuk tetap menjauhi narkoba dan fokus pada prestasi positif. Melalui kegiatan ini, BNNK Lampung Selatan menegaskan bahwa edukasi dan pencegahan narkoba di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis dalam membangun generasi muda yang sehat, produktif, dan berkarakter, sekaligus mendukung terciptanya masyarakat Lampung Selatan yang bersih dari narkoba. (Lis) 

Share:

Doa dari Balik Jeruji: Lapas Kalianda Panjatkan Harapan untuk Indonesia


KALIANDA – Lapas Kelas IIA Kalianda menggelar doa bersama di Masjid At-Taubah, Senin (1/9), sebagai wujud kepedulian insan pemasyarakatan untuk keselamatan, kedamaian, dan kemajuan bangsa.


Kegiatan yang diinisiasi sesuai arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan ini berlangsung penuh kekhidmatan. Kepala Lapas Kalianda, Beni Nurrahman, membuka acara dengan menegaskan pentingnya kebersamaan, kekompakan, dan semangat cinta tanah air bagi seluruh insan pemasyarakatan.


Doa bersama dipimpin oleh pemuka agama dan diikuti dengan khidmat oleh pejabat struktural, staf, serta Warga Binaan Pemasyarakatan. Suasana haru dan penuh kekhusyukan mewarnai jalannya kegiatan yang berlangsung tertib dan lancar.


“Melalui doa bersama ini, kami ingin menunjukkan bahwa dari balik jeruji pun warga binaan memiliki kepedulian dan cinta yang besar terhadap bangsa," ujar Kalapas Kalianda, Beni Nurrahman.


 "Semoga doa yang dipanjatkan bersama menjadi ikhtiar spiritual untuk Indonesia yang lebih aman, damai, dan sejahtera,” tutup Kalapas. (Hms-Is)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts