LAMPUNG SELATAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan katakan warga setempat sudah tidak berak sembarangan atau buang air besar sembarangan (BABS) karena sudah deklarasi ODF. Dan mendorong penetapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan target pencapaian tahun 2026 sebesar 75 persen.
Seperti di nukil di media online kompasraya.com, hingga saat ini, realisasi penetapan STBM di Lampung Selatan telah menyentuh angka yang cukup signifikan. Sebanyak 55 desa STBM yang tersebar di 17 kecamatan telah berhasil mengimplementasikan program sanitasi tersebut.
Pihak Diskes Lampung Selatan mengacu pada pedoman nasional, program STBM di Lamsel mengusung pendekatan perubahan perilaku melalui lima pilar utama. Kelima pilar tersebut meliputi penghentian praktik buang air besar sembarangan (BABS), pembiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga yang sehat, pengamanan sampah rumah tangga, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga yang ramah lingkungan.
Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Devi Arminanto, S,K,M,,MM menegaskan bahwa keberhasilan STBM tidak semata-mata pada pembangunan fasilitas fisik, melainkan bagaimana masyarakat mengubah kebiasaan hidupnya.
“Kami terus melakukan pendampingan dan sosialisasi di desa-desa. Intinya, keberhasilan STBM sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat untuk hidup lebih bersih dan sehat. Target 75 persen desa akan kami kejar dengan percepatan program pemicuan di masyarakat,” ujar Devi Arminanto.
Saat awak media koridoor86.com, mengkonfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Devi Arminato. Dirinya mengatakan untuk BABS sudah 100 % dan pada tahun 2020 sudah deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan.
Perlu diketahui, jenis penyakit yang berbasis lingkungan yakni ;
ISPA: Dipicu oleh polusi udara, debu, dan asap di sekitar tempat tinggal.
Diare: Disebabkan oleh air minum atau makanan yang tercemar kuman akibat sanitasi yang buruk.
Demam Berdarah (DBD): Ditularkan oleh nyamuk yang berkembang biak di genangan air kotor.
Malaria: Disebabkan oleh gigitan nyamuk di lingkungan dengan banyak genangan air atau semak.
Penyakit Kulit: Dipicu oleh lingkungan yang kotor, lembap, dan kurangnya air bersih.
Leptospirosis: Disebabkan oleh bakteri dari urine tikus yang mencemari lingkungan saat banjir.
TBC Paru: Dipengaruhi oleh kondisi rumah yang padat, lembap, dan minim ventilasi udara
(red)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar